Nama Kelas

: Reza Agi H N : XI TKJ A Frame Relay (Topologi Real)

No. Absen : 22 Senin, 18 November 2012

Pembimbing : Rudi Haryadi, ST Antoni Budiman,Spd Mata. Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen : Nilai & Paraf :

I.

Pendahuluan

Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice. Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui virtual circuit sampai tujuan. Fitur Frame Relay
   

Kecepatan tinggi Bandwidth Dinamik Performansi yang baik/ Good Performance Overhead yang rendah dan kehandalah tinggi (High Reliability)

Perangkat Frame Relay Sebuah jaringan frame relay terdiri dari PC, server, atau komputer host, perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Virtual Circuit (VC) Frame Relay Suatu jaringan frame relay sering digambarkan sebagai awan frame relay (frame relay cloud), karena jaringan frame relay network bukan terdiri dari satu koneksi fisik antara endpoint dengan lainnya, melainkan jalur/path logika yang telah didefinisikan dalam jaringan. Jalur ini didasarkan pada konsep virtual circuit (VC). VC adalah dua-arah (twoway), jalur data yang didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusur (private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan.Terdapat dua tipe virtual circuit (VC): Switched Virtual Circuit (SVC)

Switched Virtual Circuits (SVC), adalah koneksi sementara yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati jaringan Frame Relay. Terdapat empat status pada sebuah SVC:

Call Setup: Dalam status awal memulai komunikasi, virtual circuit (vc) antar dua perangkat DTE Frame Relay terbentuk. Data Transfer: Kemudian, data ditransfer antar perangkat DTE melalui virtual circuit (vc). Idling: Pada kondisi idling, koneksi masih ada dan terbuka, tetapi transfer data telah berhenti. Call Termination: Setelah koneksi idle untuk beberapa perioda waktu tertentu, koneksi antar dua DTE akan diputus.

Permanent Virtual Circuit (PVC) PVC adalah jalur/path tetap, oleh karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan call-by-call. Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi circuit dari awal ke tujuan tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti dedicated point-to-point circuit. Perbandingan PVC vs SVC PVC lebih populer karena menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan leased line. Berbeda dengan SVC, PVC tidak pernah putus (disconnect), oleh karena itu, tidak pernah terdapat status call setup dan termination. Hanya terdapat 2 status :
 

Data transfer Idling

Struktur Frame Dalam sebuah frame Frame Relay, paket data user tidak berubah, Frame Relay menambahkan header dua-byte pada paket. Struktur frame adalah sebagai berikut:

       

Flags - menandakan awal dan akhir sebuah frame Address - terdiri dari DCLI (data link connection identifier), Extended Address (EA), C/R, dan Congestion control information DLCI Value - menunjukkan nilai dari data link connection identifier. Terdiri dari 10 bit pertama dari Address field/alamat. Extended Address (EA) - menunjukkan panjang dari Address field, yang panjangnya 2 bytes. C/R - Bit yang mengikuti byte DLCI dalam Address field. Bit C/R tidak didefinisikan saat ini. Congestion Control - Tiga bit yang mengontrol mekanisme pemberitahuan antrian (congestion) Frame Relay. Data - terdiri dari data ter-encapsulasi dari upper layer yang panjangnya bervariasi. FCS - (Frame Check Sequence) terdiri dari informasi untuk meyakinkan keutuhan frame.

II. Tujuan - Siswa dapat lebih memahami tentang pengaplikasian teknologi Frame Relay - Siswa mengetahui dan memahami tentang pengaplikasiasn teknologi WAN Frame
Relay pada kondisi real - Siswa lebih memahami lagi tentang konfigurasi Frame Relay

III. Alat & Bahan
1 Unit PC/Laptop Aplikasi Simulator (Cisco Packet Tracer) Topologi Penerapan Frame Relay

IV.

Langkah Kerja 1. Jalankan aplikasi packet tracert dan buat topologi seperti gambar berikut

Gambar 1

Interfaces Ip Address Subnet DLCI Fa 0/0 192.168.1.2 255.255.255.0 Fa 0/0 192.168.2.2 255.255.255.0 Fa 0/0 192.168.3.2 255.255.255.0 Fa0/0 192.168.1.1 255.255.255.0 Se 2/0 10.10.10.1 255.255.255.0 102, 103 Router 2 Fa 0/0 192.168.2.1 255.255.255.0 Se2/0 10.10.10..2 255.255.255.0 201, 203 Router 3 Fa0/0 192.168.3.1 255.255.255.0 Se 2/0 10.10.10..3 255.255.255.0 301, 302 2. Setelah kita selesai mambangun topologi sekarangkita mulai melakukan konfigurasi.
Konfigurasi IP Address pada PC dan Router  PC 1

Perangkat PC 1 PC 2 PC 3 Router 1

Gambar 2

Pada PC 1 kita berikan IP address 192.168.1.2 dengan subnet 255.255.255.0 dan default gateway 192.168.1.1  PC 2

Gambar 3

Pada PC 2 kita berikan IP address 192.168.2.2 dengan subnet 255.255.255.0 dan default gateway 192.168.2.1  PC 3

Gambar 4

Pada PC 3 kita berikan IP address 192.168.3.2 dengan subnet 255.255.255.0 dan default gateway 192.168.3.1  Router 1

Gambar 5

Gambar 6

Pada Router 1 untuk interfaces fa0/0 diberikan IP address 192.168.1.1 dengan subnet 255.255.255.0. Lalu untuk interfaces se2/0 diberikan IP address 10.10.10.1 dengan subnet 255.255.255.0 dan clock rate 9600

Router 2

Gambar 7

Gambar 8

Pada Router 2 untuk interfaces fa0/0 diberikan IP address 192.168.2.1 dengan subnet 255.255.255.0. Lalu untuk interfaces se2/0 diberikan IP address 10.10.10.2 dengan subnet 255.255.255.0 dan clock rate 9600

Router 3

Gambar 9

Gambar 10

Pada Router 3 untuk interfaces fa0/0 diberikan IP address 192.168.3.1 dengan subnet 255.255.255.0. Lalu untuk interfaces se2/0 diberikan IP address 10.10.10.3 dengan subnet 255.255.255.0 dan clock rate 9600 Setelah selesai melakukan konfigurasi Ip address sekarang kit alakuakn konfigurasi untuk Static Routing  Router 1

Gambar 11

Router 2

Gambar 12

Router 3

Gambar 13

-

Setelah itu sekarang kita mulai konfigurasi Frame relay. Pertama-tama kita masukan konfigurasi frame relay pada setiap Router  Router 1

Gambar 14

Disini untuk lmi yang kita gunakan adalah tipe cisco shingga Router yang lainnya pun harus yang menggunakn lmi tipe cisco. Lalu untuk Dlci disini adalh 102 dan 103

Router 2

Gambar 15

Disini untuk lmi yang kita gunakan adalah tipe cisco shingga Router yang lainnya pun harus yang menggunakn lmi tipe cisco. Lalu untuk Dlci disini adalh 201 dan 203  Router 3

Gambar 16

Disini untuk lmi yang kita gunakan adalah tipe cisco shingga Router yang lainnya pun harus yang menggunakn lmi tipe cisco. Lalu untuk Dlci disini adalah 301 dan 302 Setelah itu kita masuk kedlam konfigurasi frame relay pada cloud.

Gambar 17

Gambar 18

Gambar 19

Keterangan : Untuk serial 0 itu berarti interfaces yang terhubung pada Router 1, serial 1 berarti interfaces yang terhubung pad Router 2, dan untuk serial 2 itu adalah interfaces yang terhubung dengan RIuter 3. Maka Dlci yang kita masukan sesuai dengan apa yang tadi kita masukan pada masing masing router. Konfigurasi Frame Relay pada Cloud

Gambar 20

3. Setelah semua konfigurasi yang kita lakuakn selesai. LAkukan pengujian dan pengetesan terhadap hasil konfigurasi kita.

V.

Hasil Kerja

Contoh penegecekan hasil konfigurasi yang kita lakuakn pada salah satu interfaces pada Router. Disini terlihat encapsulasi yang kita gunakan adalah Frame Relay.

Gambar 21

Contoh Hasil pengiriman paket PDU pada topologi yang telah kita terapkan enkapsulasi frame relay.

Gambar 22

Contoh Hasil Uji koneksi dari PC kepada Router dan pada PC lain.

Gambar 23

VI.

Kesimpulan Dalam melakuakn konfigurasi frame relay kita harus memerhatikan nomor untuk dlci (sebab nomor ini yang akan membuat koneksi frame relay berjalan dengan sesuai pada tujuan atau tidak sebab bila salah memasukan nomor bisa salah pula). Kita harus memrhatikan type dari lmi yang kita gunakan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful