Laporan Diagnosa WAN Semester 5 Disusun untuk memenuhi mata pelajaran Diagnosa WAN

Disusun oleh : Nama Kelas No.Absen : Nurfaiz Ekosetio : XII TKJ A : 18

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 CIMAHI TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN ©2012

2

Daftar Isi Daftar Isi..............................................................................................................................2 Hirarki WAN.......................................................................................................................3 Perangkat WAN...................................................................................................................7 VLAN 4 host........................................................................................................................13 VLAN 6 host........................................................................................................................20 VLAN teknis dan non-teknis...............................................................................................29 VLAN (topologi real PT.Telkom)........................................................................................37 Manageable Switch..............................................................................................................50 VTP teknis dan non-teknis...................................................................................................53 STP 4 switch........................................................................................................................63 PPP CHAP...........................................................................................................................69 PPP PAP..............................................................................................................................76 PPP topologi real PT.Sempurna Jaya...................................................................................84 Frame relay topologi real Direktorat Jend Pajak..................................................................95

2

3

Nama : Nurfaiz Ekosetio Kelas : XII TKJA Hari/Tanggal : Senin, 2 September 2012 I. Pendahuluan Hirarki WAN

Pembimbing : Rudi Haryadi ,ST Antoni Budiman, S.Pd Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen: Nilai /Paraf :

WAN adalah data komunikasi jaringan yang beroperasi pada jangkauan geograpik lebih luas dari LAN. Satu perbedaan utama antara WAN dan LAN adalah bahwa suatu perusahaan atau organisasi harus berlangganan pada penyedia layanan WAN dalam rangka menggunakan jasa pengangkutan jaringan WAN. Model jaringan hirarkis terbagi menjadi tiga lapisan: 1. Access layer-Grants

Akses pengguna ke perangkat jaringan. Dalam sebuah jaringan kampus, lapisan akses umumnya menggabungkan berpindah perangkat LAN dengan port yang menyediakan konektivitas ke workstation dan server. Dalam lingkungan WAN, mungkin memberikan akses teleworkers atau situs remote ke jaringan perusahaan di teknologi WAN. 2. Distribution layer-Aggregates

Menggunakan switch untuk kelompok kerja segmen dan mengisolasi masalah jaringan dalam lingkungan kampus. Demikian pula, agregat distribusi lapisan koneksi WAN di tepi kampus dan menyediakan konektivitas berbasis kebijakan. 3. Core layer

Sebuah tulang punggung berkecepatan tinggi yang dirancang untuk beralih paket secepat mungkin. Karena inti sangat penting untuk konektivitas, harus memberikan tingkat ketersediaan yang tinggi dan beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Ini juga menyediakan skalabilitas dan konvergensi cepat

Akses WAN lapisan fisik menggambarkan koneksi fisik antara jaringan perusahaan dan jaringan penyedia layanan. Angka tersebut menggambarkan istilah umum digunakan untuk menggambarkan koneksi WAN fisik, termasuk: 1. Customer Premises Equipment (CPE) = Perangkat dan kabel di dalam terletak di tempat 3

4 pelanggan dan terhubung dengan saluran telekomunikasi carrier. 2. Data Communications Equipment (DCE) = Juga disebut data circuit-terminating device, DCE terdiri dari perangkat yang menempatkan data pada local loop. 3. Data Terminal Equipment (DTE) = Perangkat pelanggan yang melewatkan data dari network customer atau komputer host untuk pengiriman melalui WAN. 4. Central Office (CO) = Adalah fasilitas pelayanan lokal atau gedung tempat telepon Link kabel lokal untuk jarak jauh, serba digital, serat optik jalur komunikasi melalui system switch dan peralatan lainnya. Manageable switch adalah switch yang bisa mendukung penyempitan broadcast domain dengan VLAN. Serta bisa melakukan pengaturan access user dengan access list dan pengaturan port yang ada.

II. Tujuan

• Agar siswa dapat membuat topologi WAN. • Agar siswa dapat memahami perangkat – perangkat WAN. • Agar siswa memahami materi tentang manageable switch pada switch fisik (D_LINK). • Agar siswa dapat mengkonfigurasi switch pada switch D_LINK. • Agar siswa memahami konsep dari VLAN.

III. Alat dan Bahan

1. Laptop/ PC 2. Software Packet Tracer 3. Switch D-LINK 4. Kabel UTP

IV. Langkah Kerja

4

5 A. Hierarki WAN 1. Siapkan topologi yang akan diamati.

2. 3. 1.

Kelompokan setiap perangkat menurut hirarki WAN Model jaringan hirarki terbagi menjadi tiga lapisan: Access layer-Grants

Akses pengguna ke perangkat jaringan. Dalam sebuah jaringan kampus, lapisan akses umumnya menggabungkan berpindah perangkat LAN dengan port yang menyediakan konektivitas ke workstation dan server. Dalam lingkungan WAN, mungkin memberikan akses teleworkers atau situs remote ke jaringan perusahaan di teknologi WAN. 2. Distribution layer-Aggregates

Menggunakan switch untuk kelompok kerja segmen dan mengisolasi masalah jaringan dalam lingkungan kampus. Demikian pula, agregat distribusi lapisan koneksi WAN di tepi kampus dan menyediakan konektivitas berbasis kebijakan. 3. Core layer

Sebuah tulang punggung berkecepatan tinggi yang dirancang untuk beralih paket secepat mungkin. Karena inti sangat penting untuk konektivitas, harus memberikan tingkat ketersediaan yang tinggi dan beradaptasi dengan perubahan yang sangat cepat. Ini juga menyediakan skalabilitas dan konvergensi cepat

5

6 B. Perangkat WAN

1.

Siapkan topologi yang akan diamati.

2.

Kelompokan setiap perangkat menurut perangkat komunikasi WAN

3. Teknologi Jaringan WAN bergantung pada fihak ketiga dalam hal ini perusahaan penyedia layanan. Telecommunication yang menyediakan layanan hubungan jarak jauh. Tidak seperti pada jaringan LAN dimana koneksi antar device (komputer) ditransmisikan dari satu piranti digital / computer kepada piranti digital lainnya melalui koneksi fisik secara langsung, teknologi jaringan WAN menggunakan kombinasi sinyal analog dan sinyal digital dalam melakukan transmisi data. 4. Akses WAN lapisan fisik menggambarkan koneksi fisik antara jaringan perusahaan dan jaringan penyedia layanan. Angka tersebut menggambarkan istilah umum digunakan untuk menggambarkan koneksi WAN fisik, termasuk: a. Customer Premises Equipment (CPE)-Perangkat dan kabel di dalam terletak di tempat pelanggan dan terhubung dengan saluran telekomunikasi carrier. b. Data Communications Equipment (DCE)-Juga disebut data circuit-terminating device, DCE terdiri dari perangkat yang menempatkan data pada local loop. c. Data Terminal Equipment (DTE)-Perangkat pelanggan yang melewatkan data dari network customer atau komputer host untuk pengiriman melalui WAN.

6

7 d. Central Office (CO)-Adalah fasilitas pelayanan lokal atau gedung tempat telepon Link kabel lokal untuk jarak jauh, serba digital, serat optik jalur komunikasi melalui system switch dan peralatan lainnya .

V. Kesimpulan

Jadi dalam sebuah jaringan WAN akan terbagi bagi dalam sebuah hirarki dan pengelompokan terminologi perangkat. Selain itu, Jadi, proses login cukup mudah karena setting default selalu ada dalam manual setiap perangkat. Untuk penigkatan keamana tentu saja setting default harus diganti dengan settingan manual dan sesuai kebutuhan. Nama : Nurfaiz Ekosetio Kelas : XII TKJA Hari/Tanggal : Senin, 2 September 2012 I. Tinjauan Teori Perangkat WAN Pembimbing : Rudi Haryadi ,ST Antoni Budiman, S.Pd Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen: Nilai /Paraf :

Hierarchical Network Design

7

8

Hierarchical network design terdiri dari tiga Layer Utama: A. Backbone (Core) Layer Core Layer merupakan high-speed switching backbone dan harus didesain untuk dapatmengirimkan paket data (switch packets) secepat mungkin. Pada layer ini, manipulasi paket data(seperti: access list dan filtering) tidak boleh dilakukan, karena hal ini akan memperlambatproses pengiriman paket data (Switching Packet ). Faktor-faktor yang harus diperhatikan saatmerancang perangkat yang akan digunakan pada lapisan inti adalah: 1. High data transfer rate (kecepatan transfer data tinggi): Kecepatan penting pada lapisaninti. Salah satu cara bahwa jaringan inti memungkinkan transfer data tingkat tinggi adalahmelalui berbagi beban, di mana lalu lintas dapat berjalan melalui koneksi jaringan ganda. 2. Low latency period : Lapisan inti biasanya menggunakan sirkuit latency tinggi kecepatanrendah yang hanya meneruskan paket dan tidak menegakkan kebijakan. 3. High reliability: jalur data Multiple memastikan jaringan toleransi kesalahan yang tinggi, jika satu jalur mengalami masalah, maka perangkat dengan cepat dapat menemukan rutebaru. 8

9 Pada lapisan inti, efisiensi adalah istilah kunci. Sistem yang lebih sedikit dan lebih cepat menciptakan tulang punggung yang lebih efisien. Ada berbagai peralatan tersedia untuk lapisan inti. Contoh peralatan lapisan inti Cisco meliputi: 1. 2. Cisco switch seperti 7000,, 7200 7500, dan 12000 (untuk digunakan WAN) Catalyst switch seperti 6000, 5000, dan 4000 (untuk menggunakan LAN)

3. T-1 dan-1 E baris, koneksi frame relay, jaringan ATM, Multimegabit Switched DataService (SMDS)

B. Distribution Layer Distribution Layer merupakan titik pemisah (demarcation point) antara access Layer dengan core layers dan membantu dalam mendefinisikan dan membedakan Core Layer . Layerini mendefinisikan daerah dimana manipulasi paket data ( packet manipulation) dapat dilakukan dan lapisan distribusi bertanggung jawab untuk routing.

Fungsi Distribusi Layer antara lain adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Address atau Area Jaringan LAN Akses ke Workgroup ata Departemen. Mendefinisikan Broadcast/multicast domain. Routing dari Virtual LAN (VLAN) Titik temu beberapa media berbeda yang digunakan didalam jaringan Keamanan Titik dimana Akses secara Remote ke Jaringan dapat dilakukan.

Lapisan ini juga menyediakan konektivitas jaringan berbasis kebijakan, termasuk : 1. Packet filtering (firewall): Proses paket dan mengatur pengiriman berdasarkansumber dan informasi tujuan untuk menciptakan batas-batas jaringan. paket

2. QoS: router atau layer 3 switch dapat membaca paket dan memprioritaskan pengiriman,berdasarkan kebijakan yang ditetapkan. 3. Access Point Agregasi Layer: lapisan melayani titik agregasi untuk switch lapisan desktop. 9

10 4. Kontrol Broadcast dan Multicast: lapisan ini berfungsi sebagai batas untuk domainbroadcast dan multicast. 5. Application Gateways: layer ini memungkinkan Anda untuk membuat gateway protokolke dan dari arsitektur jaringan yang berbeda. 6. Lapisan distribusi juga melakukan antrian dan menyediakan manipulasi paket dari lalu lintas jaringan. Contoh perangkat Cisco pada lapisan distribusi : router series 2600,4000, 4500

C. Access Layer Access Layer merupakan titik dimana Local-End User dapat masuk ke Jaringan. Lapisan akses berisi perangkat yang memungkinkan kelompok kerja dan pengguna untuk menggunakanlayanan yang diberikan oleh lapisan distribusi dan inti. Pada lapisan akses, Anda memilikikemampuan untuk memperluas atau collision domain kontrak menggunakan repeater, hub, atau switch standar. Layer ini juga dapat menerapkan access lists atau filters untuk dapat mengoptimasi kinerja jaringan. Fungsi Access Layer antara lain: 1. Shared bandwidth (pelayanan jaringan yang tidak didedikasikan untuk satu pelanggan) 2. Switched bandwidth 3. 4. MAC layer filtering Microsegmentation

Pada lapisan akses, Anda dapat: 1. Enable MAC address filtering (Aktifkan penyaringan alamat MAC) : Hal ini dimungkinkan untuk program sebuah switch untuk hanya memperbolehkan system tertentu yang dapat mengakses LAN yang terhubung. 2. Create separate collision domains (Membuat collision domain yang terpisah) : Switch dapat membuat collision domain yang terpisah untuk setiap node yang dihubungkan untuk meningkatkan kinerja. 3. Share bandwidth: kita dapat memperbolehkan koneksi jaringan yang sama untuk menangani semua data. 4. Handle switch bandwidth: kita dapat memindahkan data dari satu jaringan ke yang lainuntuk melakukan load balancing

Dedicated router

10

11 Dedicated router yaitu perangkat router yang model dan fungsinya sudah di tentukanoleh vendor, kita memang bisa mengkonfigurasikan router tersebut, namun kita tidak dapatmengubah port pada router tanpa seizin dari vendornya. Vendor yang biasa memproduksi dedicated router diantaranya Cisco, BayNetworks,3Com dan lain-lain. Namun, dari sekian banyak vendor yang ada, Vendor Dedicated Routeryang paling popular adalah Cisco. Alasan mengapa orang ataupun lembaga/perusahaan menggunakan dedicated routeradalah sebagai berikut : 1. Stabilitas, karena lebih spesifik melakukan tugas sebagai router dari pada sebuah PCyang melakukan tugas sebagai router. 2. Memiliki banyak alternatif koneksi. 3. Keamanan karena mendukung pemfilteran paket data. 4. Kemudahan, karena dioperasikan menggunakan Internetwork OperatingSystem(IOS). 5. Praktis dan fleksibel dalam penempatan. Namun Dedicated router juga memiliki kekurangan, yaitu: 1. Harganya relative lebih mahal 2. Untuk yang Non modular router Port dan interfacenya sudah ditentukan, jadi kitatidak dapat menambahnya Dedicated Router ada 2 macam, yaitu: 1. Modular Router 2. Non Modular Router Perbedaanya: "In modular router the interfaces are not fixed so that we wilkl be able to installed cardslatter on this router. But in case of non modular router the interfaces are fixed, we cannotable to add ports/interfaces latter on." Artinya: Pada Modular router, kita dapat menambah atau mengurangi interface pada routersewaktu-waktu. tetapi pada Non modular router, interfacenya tidak dapatditambah/dikurangi karena sudah ditetapkan oleh vendor. Topologi Berikut adalah topologi PT.LEN .

11

12

Spesifikasi No. 1 Layer Core Vendo r Cisco Type Cisco 7210 router Spesifikasi A. 1. B. 1. 2. 3. 4. D. E. F. Standards IEEE 802.1Q Device Interface Gigabit Ethernet Optics RJ-45 copper SFP SX, LX/LH, and ZX SFP interfaces One USB port (Supports v1.1 and v2.0 (12-Mbps maximum speed)) Security 1. Stores security e-tokens for VPN applications Advanced Firewall Features 1. Cisco 7200/7301 BBA Firewall Site License Certifications 1. Cisco IOS 7200/7300/7400 Series Broadband 8000 User License 2. Cisco IOS 7200 Series Broadband User Services License 3. ISG-SSG Feature License for 7200 4. ISG-SSG Feature License for 7301 5. Cisco 7200/7301 BBA Firewall Site License Dimensions 1. Item (HxWxD): 1.75 x 19 x 16.9 in. (4.44 x 48.26 x Overview The Cisco® 7201 Router is a compact, highperformance 1rack-unit (1RU) router coupled with a broad set of interfaces and Cisco IOS® Software features, making it ideal for both service providers and enterprise applications (Figure 1). The Cisco 7201 addresses the demand for performance and flexibility by further increasing its processing capacity and enabling the latest Cisco IOS Software features.

G.

12

13 42.93 cm) H. Weight 1. Chassis fully configured with a port adapter ~16.5 lb (7.48 kg) A. Standars 1. IEEE 802.1Q B. Device Interface 1. Ethernet (10BASE-T) 2. Network Module Slot 3. 2 WAN Interface Card Slots 4. Advanced Integration Module Slots C. LEDs 1. LINK 2. ACT 3. FDX 4. 100 Mbps D. Certification 5. FCC Part 15 Class A. 6. UL 60950; CAN/CSA C22.2 No. 60950-00; IEC 60950; AS/NZS 3260; TS001 E. Dimensions 1. Item (HxWxD): 1.69 x 17.5 x 11.8 in. (4.3 x 44.5 x 30 cm), one rack unit height F. Weight 1. 1.69 x 17.5 x 11.8 in. (4.3 x 44.5 x 30 cm), one rack unit height 3 Access Cisco Cisco 2610 A. Standars 1. IEEE 802.1Q B. Device Interface 1. Ethernet (10BASE-T) 2. Network Module Slot 3. 2 WAN Interface Card Slots 4. Advanced Integration Module Slots C. LEDs 1. LINK 2. ACT 3. FDX 4. 100 Mbps Cisco 2600 series routers are modular access routers with LAN and WAN connections that can be configured by means of interchangeable modules and WAN interface cards. 13

2

Distributed Cisco

Cisco 2610

Cisco 2600 series routers are modular access routers with LAN and WAN connections that can be configured by means of interchangeable modules and WAN interface cards.

14 D. Certification 1. FCC Class B and Canadian DOC Class A 2. UL 60950; CAN/CSA C22.2 No. 60950-00; IEC 60950; AS/NZS 3260; TS001 E. Dimensions 1. 1.69 x 17.5 x 11.8 in. (4.3 x 44.5 x 30 cm), one rack unit height F. Weight 1. 10.25 lb (4.66 kg)

Nama : Nurfaiz Ekosetio Kelas : XII TKJA No Absen : 18 Hari/Tanggal : Senin , 9 September 2012 I. Pendahuluan VLAN

Pembimbing : Bpk. Rudi Haryadi, ST Bpk. Antoni B, Spd Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen: Nilai /Paraf :

VLAN adalah Virtual LAN. Dalam istilah teknis, VLAN adalah broadcast domain yang dibuat oleh switch. Secara normal, Routerlah yang membuat broadcast domain. Dengan VLAN, sebuah switch dapat membuat broadcast domain. Hal ini dilakukan oleh anda para Administrator, menentukan beberapa switchport di VLAN selain VLAN 1, default VLAN. Semua port dalam VLAN tunggal berada di single broadcast domain. Karena Switch dapat berkomunikasi satu sama lain, beberapa port di Switch A dapat berada di VLAN 14

15 10 dan port lainnya yang berada di Switch B dapat berada di VLAN 10 juga. Broadcast diantara devices itu tidak akan terlihat oleh port selain port 10. Tetapi, devices ini dapat berkomunikasi karena mereka berada dalam VLAN yang sama. Tanpa konfigurasi tambahan mereka tidak akan dapat berkomunikasi dengan device yang lain, kecuali di VLAN mereka II. Tujuan

• • •

Agar siswa memahami materi tentang manageable switch pada cisco packet tracer Agar siswa dapat mengkonfigurasi switch pada cisco packet tracer Agar siswa memahami konsep dari VLAN

III.

Alat dan Bahan

1. 2.

1 unit PC atau Laptop Software Cisco Packet Tracer

IV.

Langkah Kerja

1.

Buatlah topologi sebagai berikut.

2.

Atur konfigurasi IP address masing masing PC a.PC 1

15

16

b.

PC 2

c.PC 3

16

17

d.

PC 4

3. Masuklah ke dalam settingan switch, untuk membuat virtual LAN (VLAN) pada VLAN database.

17

18

4. Tentukanlah fastethernet yang akan menjadi kelompok VLAN 1 dan VLAN 2, mode yang digunakan adalah mode access .

18

19

19

20

5.

Lihat hasil konfigurasi.

V.

Hasil Kerja

Sebelum dikonfigurasikan VLAN

20

21

21

22

Koneksi dari PC 1 ke PC 3 dan PC 4

Koneksi dari PC 4 ke PC 2 dan PC 3

22

23

VI.

Kesimpulan

Dengan menggunakan packet tracer, kita dapat mensimulasikan manageable switch, membagi LAN kedalam beberapa kelompok, sehingga walaupun berapa dalam 1 switch, jika kita mengatur VLANnya, kemungkinan tidak bisa connect terjadi.

Nama : Nurfaiz Ekosetio Kelas : XII TKJA No Absen : 18 Hari/Tanggal : Senin , 9 September 2012 I. Pendahuluan VLAN

Pembimbing : Bpk. Rudi Haryadi, ST Bpk. Antoni B, Spd Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen: Nilai /Paraf :

VLAN adalah Virtual LAN. Dalam istilah teknis, VLAN adalah broadcast domain yang dibuat oleh switch. Secara normal, Routerlah yang membuat broadcast domain. Dengan VLAN, sebuah switch dapat membuat broadcast domain. Hal ini dilakukan oleh anda para Administrator, menentukan beberapa switchport di VLAN selain VLAN 1, default VLAN. Semua port dalam VLAN tunggal berada di single broadcast domain. Karena Switch dapat berkomunikasi satu sama lain, beberapa port di Switch A dapat berada di VLAN 10 dan port lainnya yang berada di Switch B dapat berada di VLAN 10 juga. Broadcast diantara devices itu tidak akan terlihat oleh port selain port 10. Tetapi, devices ini dapat berkomunikasi karena mereka berada dalam VLAN yang sama. Tanpa konfigurasi tambahan mereka tidak akan dapat berkomunikasi dengan device yang lain, kecuali di VLAN mereka II. Tujuan

• • •

Agar siswa memahami materi tentang manageable switch pada cisco packet tracer Agar siswa dapat mengkonfigurasi switch pada cisco packet tracer Agar siswa memahami konsep dari VLAN

23

24 III. Alat dan Bahan

3. 4.

1 unit PC atau Laptop Software Cisco Packet Tracer

IV.

Langkah Kerja

6.

Buatlah topologi sebagai berikut.

7.

Atur konfigurasi IP address masing masing PC e.PC 1

f. PC 2

24

25

g.

PC 3

h.

PC 4

25

26

i. PC 5

j. PC 6

8. Masuklah ke dalam settingan switch, untuk membuat virtual LAN (VLAN) pada VLAN database.

26

27

9. Tentukanlah fastethernet yang akan menjadi kelompok VLAN 1 dan VLAN 2, mode yang digunakan adalah mode access .

27

28

28

29

29

30

30

31

31

32

10.

Lihat hasil konfigurasi.

V.

Hasil Kerja

32

33

33

34

VI.

Kesimpulan

Dengan menggunakan packet tracer, kita dapat mensimulasikan manageable switch, membagi LAN kedalam beberapa kelompok, sehingga walaupun berapa dalam 1 switch, jika kita mengatur VLANnya, kemungkinan tidak bisa connect terjadi.

34

35

Nama : Nurfaiz Ekosetio Kelas : XII TKJA No Absen : 18 Hari/Tanggal : Senin , 17 September 2012 I. Pendahuluan VLAN (Teknis dan non-teknis)

Pembimbing : Bpk. Rudi Haryadi, ST Bpk. Antoni B, Spd Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen: Nilai /Paraf :

VLAN merupakan suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti LAN, hal ini mengakibatkan suatu network dapat dikonfigurasi secara virtual tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Penggunaan VLAN akan membuat pengaturan jaringan menjadi sangat fleksibel dimana dapat dibuat segmen yang bergantung pada organisasi atau departemen, tanpa bergantung pada lokasi workstation. Tipe Tipe Vlan : 1. Berdasarkan Port. 2. Berdasarkan MAC Address 3. Berdasarkan tipe protokol yang digunakan 4. Berdasarkan Alamat Subnet IP 5. Berdasarkan aplikasi atau kombinasi lain.

II. Tujuan • Agar siswa dapat mengetahui tentang VLAN. • Agar siswa dapat membuat scenario teknis dan non-teknis untuk VLAN. • Agar siswa dapat melakukan konfigurasi dari scenario yang telah dibuat. III. Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. Laptop/ PC Switch D-LINK Kabel UTP Software Packet Tracer

35

36 IV. Langkah Kerja 1. Teknis 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Buat topologi seperti berikut. Topologi PT. Kimia Farma

3. Skenario : Pada topologi ini terdiri dari 1 Switch dan 4 PC yang di bagi menjadi 2 vlan (vlan tkj dan vlan jaringan). PC 1 dan PC 4 termasuk ke dalam vlan 2 dan PC 2 dan PC 3 termasuk ke dalam vlan 3. Host – hostnya hanya dapat terhubung dengan host yang berada dalam 1 vlan. 4. Atur IP Address pada masing – masing PC. a. PC 1

b. PC 2

c. PC 3

36

37

d. PC 4

5. Kemudian lakukan konfigurasi pada switchnya. 6. Langkah pertama kita membuat dulu vlan nya yaitu vlan 2 dan vlan 3 pada VLAN Database  isi VLAN Number  dan isi VLAN Name  add.

vlan 2

37

38

vlan 3 7. Lakukan konfigurasi PC mana saja yang termasuk ke dalam vlan 2 (tkj) dan vlan 3 (jaringan) pada INTERFACE.

FastEthernet0/1 adalah interface yang terhubung ke PC 1.

FastEthernet0/2 adalah interface yang terhubung ke PC 2.

38

39

FastEthernet0/3 adalah interface yang terhubung ke PC 3.

FastEthernet0/4 adalah interface yang terhubung ke PC 4. 8. Setelah konfigurasi selesai lakukan pengecekkan menggunakan perintah ping. 2. Non-Teknis 1. Siapkan alat dan bahan. 2. Buatlah topologi seperti gambar berikut. Topologi PT. Kimia Farma

39

40

3.

Skenario : Pada PT. Kimia Farma ini terdiri dari 4 ruangan yaitu ruang administrasi, ruang bagian keuangan, ruang produksi dan ruang pengawas. Untuk ruang Administrasi dan ruang bagian Keuangan menjadi 1 vlan karena saling berhubungan mengenai pekerjaan yang dilakukannya, begitu juga dengan ruang Produksi dan ruang Pengawas berada dalam 1 vlan. Semuanya hanya bisa terkoneksi dengan ruangan yang berada dalam 1 vlan.

4. 5.

Hubungkan 4 PC tersebut dengan Switch D-LINK. Atur IP Address pada PC yang ada di masing – masing ruangan menjadi 1 network dengan switch yaitu 10.90.90.90/24. a. Administrasi 10.90.90.10/24 b. Produksi` 10.90.90.20/24 c. Pengawas 10.90.90.30/24 d. Keuangan 10.90.90.40/24 Kemudian logging in dari PC yang di jadikan sebagai admin.

6.

7.

Masukkan user name dan password dari switch tersebut. user name : dlink password : dlink

40

41 8. Sebelum melakukan konfigurasi vlan, terlebih dahulu membuat vlan yaitu vlan kel7 dan vlan kel8. gunakan perintah #create vlan [name vlan]

9. Kemudian lakukan konfigurasi pada vlan default yaitu port – port mana saja yang akan digunakan. gunakan perintah #config vlan default add tagged [port yang di tag]

10. Setelah sukses membuat vlan, lakukan konfigurasi pada masing – masing vlan yang telah di buat yaitu untuk menentukan port mana saja yang akan terhubung ke vlan kel7 dan ke vlan kel8. gunakan perintah #config vlan [nama vlan] add untagged [port yang digunakan]

Keterangan : a. Untuk vlan kel7 yang bisa terhubung hanya untuk port 3 sampai 6. b. Untuk vlan kel8 yang bisa terhubung hanya untuk port 7 sampai 10. 11. Setelah konfigurasi selesai, cek vlan yang sudah dikonfigurasi. gunakan perintah #show vlan

41

42

12. Kemudian save semua konfigurasi.

13. Kemudian cek hasilnya dengan menggunakan perintah ping dan analisis hasilnya. V. Hasil Kerja 1. Hasil Teknis a. Ping dari PC 1 ke PC 2

42

43

b. Ping dari PC 1 ke PC 3

c. Ping dari PC 1 ke PC 4

2. Hasil Non-Teknis a. Ping dari ruang Administrasi ke ruang Keuangan

b. Ping dari ruang Administrasi ke ruang Pengawas

VI. Kesimpulan

43

44 Dengan VLAN seorang administrator akan lebih mudah dalam membagi secara logik groupgroup workstation secara fungsional dan tidak dibatasi oleh lokasi, karena fungsi dari VLAN sendiri adalah jaringan LAN ke dalam beberapa jaringan virtual.

Nama : Nurfaiz Ekosetio Kelas : XII TKJA No Absen : 18 Hari/Tanggal : Senin , 17 September 2012 I. Pendahuluan VLAN Topologi real PT.Telkom Semarang

Pembimbing : Bpk. Rudi Haryadi, ST Bpk. Antoni B, Spd Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen: Nilai /Paraf :

VLAN Trunking Protocol (VTP) merupakan fitur Layer 2 yang terdapat pada jajaran switch Cisco Catalyst, yang sangat berguna terutama dalam lingkungan switch skala besar yang meliputi beberapa Virtual Local Area Network (VLAN). Tujuan mengonfigurasi VLAN tagging adalah agar traffic dari beberapa VLAN dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Meskipun hal ini merupakan hal yang baik dalam lingkungan yang besar, VLAN tagging tidak melakukan apa-apa untuk mempermudah pengonfigurasian VLAN pada beberapa switch. Di sinilah VTP mengambil bagian.

II. Tujuan

• Siswa dapat melakukan konfigurasi trunking pada packet tracer. • Siswa dapat melakukan identifikasi topologi real untuk vlan. • Siswa dapat mengetahui manfaat dari vlan pada topologi real.

III. Alat dan Bahan 44

45

1. Laptop/ PC 2. Packet Tracer 3. Topologi Real

IV. Rencana Kerja

Topologi jaringan VLAN yang digunakan pada PT. Telkom Divre IV Semarang adalah topologi jaringan star,dimana terdapat 8 lantai yang pada tiap-tiap lantai dibuat menjadi 1 network.Artinya pada tiap lantai dibuat 1 VLAN yang nantinya akan terhubung kepada Core. Core disini sebagai sentral pusat,merupakan Switch Cisco Catalyst yang menghubungkan Vlan ke router. Router akan menghubungkan antar network Vlan yang diijinkan, menghubungkan dengan intra area network , dan menghubungkan internet, tetapi cukup menggunakan 1 port dari router. Antara router dengan switch dan antara switch satu dengan switch yang lain menggunakan trunk link atau dalam mode trunk. Dan antara switch dengan Pc menggunakan switchport mode access. Pada gedung PT. Telkom Divre IV Semarang, terdapat 8 lantai yang akan dibuat VLAN. Dimulai dari lantai 0 dengan network 10.81.10.0 yang akan dimasukkan pada VLAN 10, lantai 1 network 10.81.11.0 dengan VLAN 11, sampai dengan lantai 7 dengan network 10.81.17.0 yang merupakan VLAN 17. Tiap lantai akan dihubungkan pada Coreyang meneruskan/allowed VLAN yang diijinkan masuk ke gateway. Gateway berada pada Router dengan IP 10.81.100.1.

V. Langkah Kerja

i.Siapkan alat dan bahan. ii.Buat topologi seperti gambar berikut. Topologi PT. TELKOMDIVRE IV SEMARANG

45

46

iii.Lakukan konfigurasi IP Address pada masing – masing PC 1. PC Lantai 0

2.

PC Lantai 1

46

47

3.

PC Lantai 2

4.

PC Lantai 3

5.

PC Lantai 4

47

48

6.

PC Lantai 5

7.

PC Lantai 6

8.

PC Lantai 7

48

49

iv.Setelah itu lakukan konfigurasi vlan pada masing - masing switch tiap lantai, yaitu pemberian vlan name dan vlan number. 1. Switch Lantai 0

2. Switch Lantai 1

3. Switch Lantai 2

49

50

4. Switch Lantai 3

5. Switch Lantai 4

6. Switch Lantai 5

50

51

7. Switch Lantai 6

8. Switch Lantai 7

v.Kemudian lakukan konfigurasi pada core seperti berikut. 51

52 1 CORE# configure terminal 2 CORE(config)# vlan 10 3 CORE(config-vlan)# name lantai0 4 CORE(config-vlan)# vlan 11 5 CORE(config-vlan)# name lantai1 6 CORE(config-vlan)# vlan 12 7 CORE(config-vlan)# name lantai2 8 CORE(config-vlan)# vlan 13 9 CORE(config-vlan)# name lantai3 10 CORE(config-vlan)# vlan 14 11 CORE(config-vlan)# name lantai4 12 CORE(config-vlan)# vlan 15 13 CORE(config-vlan)# name lantai5 14 CORE(config-vlan)# vlan 16 15 CORE(config-vlan)# name lantai6 16 CORE(config-vlan)# vlan 17 17 CORE(config-vlan)# name lantai7 18 CORE(config-vlan)# vlan 20 19 CORE(config-vlan)# name gateway 20 CORE(config)# int fa0/1 21 CORE(config-if)# switchport mode trunk 22 CORE(config)# int vlan 20 23 CORE(config-if)# ip address 10.81.100.2 255.255.255.252 24 CORE(config-if)# no shutdown 25 CORE(config)# ip default-gateway 10.81.100.1 26 CORE(config)# int fa0/2 27 CORE(config-if)# switchport mode trunk 52

53 28 CORE(config)# int fa0/3 29 CORE(config-if)# switchport mode trunk 30 CORE(config)# int fa0/4 31 CORE(config-if)# switchport mode trunk 32 CORE(config)# int fa0/5 33 CORE(config-if)# switchport mode trunk 34 CORE(config)# int fa0/6 35 CORE(config-if)# switchport mode trunk 36 CORE(config)# int fa0/7 37 CORE(config-if)# switchport mode trunk 38 CORE(config)# int fa0/8 39 CORE(config-if)# switchport mode trunk 40 CORE(config)# int fa0/8 41 CORE(config-if)# switchport mode trunk 42 CORE(config)# vtp mode server 43 CORE(config)# vtp domain telkom 44 CORE(config)# vtp password rahasia Keterangan : 1 Masuk ke dalam mode konfigurasi 2 Membuat Vlan dengan nomor id 10 3 Memberi nama pada vlan 10 sebagai lantai0 4 Membuat Vlan dengan nomor id 11 5 Memberi nama pada vlan 11 sebagai lantai1 6 Membuat Vlan dengan nomor id 12 7 Memberi nama pada vlan 12 sebagai lantai2 8 Membuat Vlan dengan nomor id 13 9 Memberi nama pada vlan 13 sebagai lantai3 53

54 10 Membuat Vlan dengan nomor id 14 11 Memberi nama pada vlan 14 sebagai lantai4 12 Membuat Vlan dengan nomor id 15 13 Memberi nama pada vlan 15 sebagai lantai5 14 Membuat Vlan dengan nomor id 16 15 Memberi nama pada vlan 16 sebagai lantai6 16 Membuat Vlan dengan nomor id 17 17 Memberi nama pada vlan 17 sebagai lantai7 18 Membuat Vlan dengan nomor id 20 19 Memberi nama pada vlan 20 sebagai gateway 20 Mengkonfigurasi interface fast ethernet 0/1 21 Menyetting port f0/1 menjadi ber-mode trunk. Karena bermode trunk, maka pada port dapat didefinisikan banyak vlan. 22 mengkonfigurasi vlan20 23 Memberikan IP dan netmask pada Vlan20 agar dapat tersambung ke gateway 24 Mengaktifkan interface Vlan 20 25 Memberi IP default gateway 26 Menkonfigurasi interface fa0/2 27 Merubah mode port fa0/2 menjadi mode trunk 28 Menkonfigurasi interface f0/3 29 Merubah mode port fa0/3 menjadi mode trunk 30 Menkonfigurasi interface fa0/4 31 Merubah mode port fa0/4 menjadi mode trunk 32 Menkonfigurasi interface fa0/5 33 Merubah mode port fa0/5 menjadi mode trunk 34 Menkonfigurasi interface fa0/6 35 Merubah mode port fa0/6 menjadi mode trunk 54

55 36 Menkonfigurasi interface fa0/7 37 Merubah mode port fa0/7 menjadi mode trunk 38 Menkonfigurasi interface f0/8 39 Merubah mode port fa0/8 menjadi mode trunk 40 Menkonfigurasi interface fa0/9 41 Merubah mode port fa0/9 menjadi mode trunk 42 Membuat core menjadi server untuk vtp 43 Memberikan domain pada switch 44 Memberikan password

vi.Berikut konfigurasi yang dilakukan pada switch masing-masing lantai 1 LANTAI(config)#vtp mode client 2 LANTAI(config)#vtp domain telkom 3 LANTAI(config)#vtp password rahasia 4 LANTAI(config)#vlan 10 5 LANTAI(config)#vlan name lantai0 6 LANTAI(config)#int f0/1 7 LANTAI(config-if)# switchport mode trunk 8 LANTAI(config)#int f0/2 9 LANTAI(config-if)# switchport access vlan 10 Keterangan : 1 Merubah vtp menjadi mode client 2 Memberi domain pada switch 3 Memberikan password 4 Membuat Vlan dengan nomor id 10 5 Memberi nama pada vlan 10 sebagai lantai0 6 Mengkonfigurasi interface fast ethernet 0/1 55

56 7 Merubah port f0/1 menjadi mode trunk 8 Mengkonfigurasi interface fast ethernet 0/2 9 Merubah port f0/2 menjadi mode access

VI. Hasil Kerja

1. Uji koneksi dari vlan 10 ke router.

2. Uji koneksi dari vlan 11 ke router.

56

57

3. Uji koneksi dari vlan 12 ke router.

4. Uji koneksi dari vlan 13 ke router.

57

58

5. Uji koneksi dari vlan 14 ke router.

6. Uji koneksi dari vlan 15 ke router.

58

59

7. Uji koneksi dari vlan 16 ke router.

8. Uji koneksi dari vlan 17

59

60

VII. KESIMPULAN

Siswa dapat melakukan konfigurasi VLAN dan VTP pada topologi real di lapangan pada aplikasi simulator Cisco Packet Tracer. Dan dengan vlan kita dapat mengatur traffic dari beberapa VLAN sehingga dapat melewati trunk link yang digunakan untuk menghubungkan antar-switch. Nama : Nurfaiz Ekosetio Kelas : XII TKJA No Absen : 18 Hari/Tanggal : Senin , 17 September 2012 I. Pendahuluan Manageable Switch D-Link Pembimbing : Bpk. Rudi Haryadi, ST Bpk. Antoni B, Spd Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen: Nilai /Paraf :

Manageable switch adalah switch yang bisa mendukung penyempitan broadcast domain dengan VLAN. Serta bisa melakukan pengaturan access user dengan access list dan pengaturan port yang ada.

60

61 II. Tujuan

• Agar siswa memahami materi tentang manageable switch pada switch fisik (D_LINK). • Agar siswa dapat mengkonfigurasi switch pada switch D_LINK. • Agar siswa memahami konsep dari VLAN.

III. Alat dan Bahan

1. Laptop/ PC 2 buah 2. Switch D-LINK 3. Kabel UTP

IV. Langkah Kerja

1. Siapkan alat dan bahan. 2. Hubungkan masing – masing laptop pada switch menggunakan kabel UTP. 3. Atur IP Address pada laptop menjadi 1 network dengan switch yaitu 10.90.90.90 4. Masuk ke terminal, ketikkan telnet 10.90.90.90 5. Setelah itu akan muncul dimana kita harus memasukkan username dan password dari switch tersebut agar dapat login. Username Password : dlink : dlink

61

62

6. Setelah berhasil login kita coba untuk membuat account, account yang pertama dibuat adalah untuk admin. Gunakan perintah # create account [jenis account] [nama account]

7. Masukkan password untuk account yang baru.

8. Buat vlan baru, gunakan perintah #create vlan [vlan name] tag [vlan number]. Kami membuat 2 vlan yaitu kel8 dan kel7. 62

63

9. Setelah selesai lakukan konfigurasi pada vlan yang telah dibuat.

10.Untuk melihat vlan yang sudah di konfigurasi kita cek informasinya.

11.Setelah selesai lakukan pengecekkan bahwa konfigurasi yang dilakukan telah berhasil. V. Hasil Kerja

63

64 Setelah konfigurasi menggunakan switch fisik D-LINK kami hanya berhasil sampai login dan membuat account saja.

VI. Kesimpulan

Praktek yang kami lakukan ini hanya berhasil sampai loging in manageable switch saja. Nama : Nurfaiz Ekosetio Kelas : XII TKJA No Absen : 18 Hari/Tanggal : Senin , 17 September 2012 I. Pendahuluan VTP Teknis dan non-teknis Pembimbing : Bpk. Rudi Haryadi, ST Bpk. Antoni B, Spd Pelajaran : Diagnosa WAN No. Experimen: Nilai /Paraf :

VTP (VLAN Trunk Protocol) adalah Cisco proprietary Layer 2 protocol yang mengatur penambahan, pengurangan, dan penamaan dari VLAN, jadi ketika ada VLAN baru yang dikonfigurasi pada salah satu VTP Server, VLAN tersebut akan langsung didistribusikan melalui trunk link ke semua switch yang terhubung dengan VTP Server. Keuntungan dari VTP ini adalah, kita tidak perlu mengkonfigurasi VLAN pada setiap switch, hanya tinggal meng-assign port-port masuk ke VLAN, jadi kita bisa menghemat waktu konfigurasi. Encapsulation dot 1Q Diperlukan untuk memberikan informasi mengenai VLAN. Header encapsulation dot1Q menambahkan tag pada frame Ethernet yang asli. Tag pada VLAN berisi EtherType field, tag control information field, dan FCS field [4]. 64

65

II. Tujuan

• Agar siswa memahami tentang VTP. • Agar siswa memahami tentang konfigurasi VTP di simulator dan di fisik. • Agar siswa dapat melakukan konfigurasi menggunakan simulator pada topologi real dan konfigurasi di fisik.

III. Alat dan Bahan

1. Laptop/ PC 2. Switch D-LINK 2 buah 3. Kabel UTP 4. Packet Tracer 5. Topologi

IV. Langkah Kerja

a. Non-Teknis (Fisik) i.Buat topologi seperti gambar berikut. Topologi Biznetwork

65

66

ii.Skenario : Pada sebuah gedung Perusahaan Biznetwork, di lantai 5 terdiri dari ruangan Service Center1 dan HRD sedangkan di lantai 9 terdiri dari ruang Service Center2 dan Administrasi. Untuk ruang Service Center1 (lantai 5) dan ruang Service Center2 (lantai 9) bisa saling berhubungan karena jenis pekerjaannya sama. Serta untuk ruang HRD (lantai 5) dan Administrasi (lantai 9) pun saling berhubungan.

iii.Hubungkan masing – masing PC dengan switch dan switch dengan switch lagi. iv.Atur IP Address pada masing – masing PC. a. Service Center1 b. HRD c. Service Center2 d. Administrasi 10.90.90.17/24 10.90.90.20/24 10.90.90.18/24 10.90.90.19/24

v.Kemudian lakukan konfigurasi pada switch di lantai 5 dan lantai 9 yang basicnya sama konfigurasinya. Pertama masuk terlebih dahulu. gunakan perintah #telnet 10.90.90.90

vi.Masukkan username dan password dari switch tersebut. username password : dlink : dlink

66

67 vii.Kemudian buat vlan, kami membuat 2 vlan sesuai dengan scenario. gunakan perintah #create vlan [name vlan] tag [number vlan]

viii.Kemudian show vlan untuk melihat keterangan vlan yang sudah dibuat.

ini adalah tampilan sebelum di konfigurasi.

ix.Sebelum konfigurasi pada vlan yang telah dibuat, yang harus dikonfigurasi dulu yaitu vlan default. gunakan perintah #config vlan default add tagged 1-2 Maksudnya adalah untuk vlan default yang di tag dan di egress hanya untuk port 1-2.

x.Sekarang lakukan konfigurasi pada vlan 10 (kel56) dan vlan 20 (kel78).

67

68

Keterangan : 1. Untuk vlan kel56 yang bisa terkoneksi hanya yang menggunakan port 1 saja. 2. Untuk vlan kel78 yang bisa terkoneksi hanya yang menggunakan port 2 saja.

xi.Selain ada yang di untagged ada juga yang di tag yaitu port 23 (port utama yang terhubung antara switch dengan switch lagi). Ini berlaku untuk vlan kel56 dan vlan kel78

xii.Kemudian show vlan untuk melihat perubahan vlan setelah di konfigurasi.

xiii.Save konfigurasi kemudian lakukan pengecekkan dan amati hasilnya.

68

69 b. Non-Teknis (Simulator) i.Buat topologi seperti gambar berikut. Topologi Biznetwork

ii.Skenario : Pada topologi ini terdiri dari 2 switch dan 4 pc, dan di bagi menjadi 2 vlan yaitu vlan 56 dan vlan 78. PC0 dan PC2 berada dalam 1 vlan dan PC1 dan PC3 berada dalam 1 vlan. Namun disini ada 2 switch maka kami akan menghubungkannya dengan cara trunking.

iii.Hubungkan masing – masing PC dengan switch dan switch dengan switch lagi. iv.Atur IP Address pada masing – masing PC. 1. PC0

2. PC1

69

70

3. PC2

4. PC3

v.Setelah itu lakukan konfigurasi pada kedua switch, yang pertama di lakukan adalah membuat vlan nya terlebih dahulu yaitu pada VLAN Database. 1. Switch0

70

71

2. Switch1

71

72

vi. Setelah itu konfugurasi fastethernet mana saja yang terhubung ke vlan 10 dan 20 di switch0 dan ke vlan 10 dan 20 di switch 1 lakukan konfigurasi di INTERFACE. 1. Switch0

jadi yang terhubung ke vlan 10 (kel56) pada switch0 adalah yang terhubung ke fastethernet0/1 atau pc0.

72

73 jadi yang terhubung ke vlan 20 (kel78) pada switch0 adalah yang terhubung ke fastethernet0/2 atau pc1. 2. Switch1

jadi yang terhubung ke vlan 10 (kel56) pada switch1 adalah yang terhubung ke fastethernet0/1 atau pc3.

jadi yang terhubung ke vlan 10 (kel78) pada switch1 adalah yang terhubung ke fastethernet0/2 atau pc4.

vii.Setelah konfigurasi pembagian vlan, sekarang untuk konfigurasi Trunking (VTP), yaitu menghubungkan untuk menghubungkan vlan yang ada di switch0 dan di switch1 yang tentunya masih berada dalam 1 vlan. 1. Switch0

73

74

jika untuk switch yang terhubung ke pc maka yang dipilihnya adalah access dan untuk switch yang terhubung ke switch lagi maka yang dipilihnya adalah mode trunk, begitu juga dengan konfigurasi di switch satunya lagi.

2. Switch1

viii.Lakukan pengecekkan dan amati hasilnya.

V. Hasil Kerja

i. ii.

Teknis Non-Teknis (Fisik) 1. Cek koneksi dari ruang Service Center2 (lantai 9) ke ruang HRD (lantai 5).

74

75

2. Cek koneksi dari ruang Service Center2 (lantai 9) ke ruang Service Center2 (lantai 5).

iii.

Non-Teknis (Simulator) 1. Ping dari PC0 ke PC

pada saat cek koneksi ke pc1 yang terlihat request timed out, itu karena pc0 dan pc1 berbeda vlan. 2. Ping dari PC0 ke PC2

75

76 pada saat cek koneksi ke pc2 yang terlihat reply from 10.90.90.18, itu karena pc0 dan pc2 1 vlan jadi bisa saling terkoneksi.

3. Ping dari PC1 ke PC3

pada saat cek koneksi dari pc1 ke pc3 yang terlihat reply from 10.90.90.19, itu karena pc1 dan pc3 berada dalam 1 vlan.

VI. Kesimpulan

Dengan menggunakan VTP (VLAN Trunking Protocol) kita dapat mentransmisikan beberapa VLAN dan dapat satu grup. Dan kami dapat melakukan konfigurasi vtp dengan berhasil.

76

77

Nama

: Nurfaiz Ekosetio STP

Kelas : XII TKJA Hari/Tanggal : Senin, 24 September 2012 I. Tujuan

Pembimbing : Rudi Haryadi, S.T Antoni Budiman, S.Pd Pelajaran : Diagnosa WAN Nilai /Paraf :

II.

Agar siswa memahami konsep dan cara kerja dari STP pada Packet Tracer Siswa dapat mengkonfigurasi STP pada Packet Tracer

Pendahuluan Spanning Tree Protocol (STP) adalah link layer network protocol yang menjamin tidak adanya loop dalam topologi dari banyak bridge/switch dalam LAN. Dalam model OSI untuk jaringan komputer, STP ada di layer 2 OSI. Spanning tree memperbolehkan desain jaringan memiliki redundan (pengurangan) links untuk membuat jalur backup otomatis jika sebuah link aktif gagal bekerja, tanpa adanya bahaya dari loop pada bridge

III.

Alat dan Bahan 1 pc/laptop software packet tracer

77

78 IV. Langkah Kerja 1. Buatlah topologi yang akan digunakan

TABEL N IP address o P C 1 1.1.1.1 2 1.1.1.2 3 1.1.1.3 4 1.1.1.4 2. Masukkan IP address pada masing-masing pc PC 1 255.255.255.0 Netmask Interfaces pada Switch

Eth0/1 (Switch 1) Eth0/1 (Switch 2) Eth0/1 (Switch 3) Eth0/1 (Switch 4)

PC 2

78

79

PC 3

PC 4

79

80

3. Lalu konfigurasi pada tiap-tiap switch untuk menentukan jalur switchnya JALUR

4. Konfigurasi STP pada port-port Switch pada CLI Switch 1

80

81

Switch 2

Switch 3

81

82

Switch 4

82

83 V. Hasil

Cara menguji hasil : • Klik Simulation Mode pada tombol kiri bawah Packet Tracert • Klik add Simple PDU (P) dengan symbol amplop, letakkan pada PC pengirim (PC1) ke PC penerima (PC4) • Klik Capture/Forward untuk mengetahui jalur amplop tadi • Jika amplop tersebut berjalan sesuai routenya, dari PC pengirim ke PC penerima dan kembali lagi ke PC pengirim maka dipastikan konfigurasi yang dibuat telah berhasil • Amplop yang telah berhasil dikonfigurasikan akan bertanda ceklis pada bagian PC pengirim dan akan ada status successful pada kolom kanan bawah, seperti gambar dibawah ini

VI.

Kesimpulan Dengan menggunakan software packet tracer, kita dapat mensimulasikan STP pada tiap switch, sehingga kita bisa menentukan jalur data pada port-port switch ke port switch yang lain dengan jalur yang bervariasi. 83

84

Nama

: Nurfaiz Ekosetio PPP CHAP

Kelas : XII TKJA Hari/Tanggal : Senin, 12 November 2012 I. Tujuan

Pembimbing : Rudi Haryadi, S.T Antoni Budiman, S.Pd Pelajaran : Diagnosa WAN Nilai /Paraf :

- Agar siswa memahami materi PPP dan CHAP - Agar siswa mampu mengimplementasikan materi PPP dan CHAP - Agar siswa mampu mengkonfigurasi PPP dan CHAP II. Pendahuluan Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. Point-to-Point Protocol (PPP) awalnya muncul sebagai sebuah protokol enkapsulasi untuk mengangkut lalu lintas IP over-to-point link titik. PPP juga mendirikan sebuah standar untuk tugas dan pengelolaan alamat IP, asinkron (start / stop) dan enkapsulasi sinkron bit-oriented, protokol jaringan multiplexing, konfigurasi link, link pengujian kualitas, deteksi kesalahan, dan pilihan negosiasi untuk kemampuan seperti layer jaringan alamat negosiasi dan negosiasi data-kompresi. PPP mendukung fungsi tersebut dengan menyediakan extensible Link Control Protocol (LCP) dan keluarga Jaringan Control Protokol (NCPs) untuk menegosiasikan parameter konfigurasi opsional dan fasilitas. Selain IP, PPP mendukung protokol lainnya, termasuk Novell's IPX (IPX) dan DECnet. III. Alat dan Bahan

1. PC atau laptop 84

85 2. Software Cisco Packet Tracer 3. Topologi Real IV. Topologi

V.

Langkah Kerja

1. Buatlah topologi seperti gambar diatas 2. Konfigrasi IP address pada masing masing host a. Atur IP address pada host 1

b. Atur IP address pada host 2

85

86

3. Konfigurasi masing masing router A. Konfigurasi router 1 a. Konfigurasi interface fa0/0 dan se2/0

b. Konfigurasi ppp

86

87

c. Konfigurasi routing static

B. Konfigurasi router 2 a. Konfigurasi interface fa0/0 dan s2/0

87

88

b. Konfigurasi ppp

c. Konfigurasi routing static

88

89

VI.

Hasil Kerja 1. Uji koneksi dari host1 ke host2

89

90

2. Uji koneksi dari host2 ke host1

3. Mengirim paket dari host1 ke host2 dan sebaliknya 90

91

VII.

Kesimpulan

Dari praktek ini, kita dapat mengetahui tentang konsep dari Point-to-Point protocol CHAP. Jika kita penggunakan authenticatin chap maka router harus mengunakan hostname dan password, dan tidak perlu menggunakan perintah pap sent-authentication (nama hostname) password (psswd hostname) seperti pap, kemudian tiap router harus mengenalkan hosname ke router lain.

91

92

Nama

: Nurfaiz Ekosetio PPP PAP

Kelas : XII TKJA Hari/Tanggal : Senin, 12 November 2012 I. Tujuan

Pembimbing : Rudi Haryadi, S.T Antoni Budiman, S.Pd Pelajaran : Diagnosa WAN Nilai /Paraf :

- Agar siswa memahami materi PPP dan PAP - Agar siswa mampu mengimplementasikan materi PPP dan PAP - Agar siswa mampu mengkonfigurasi PPP dan PAP II. Pendahuluan Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. Point-to-Point Protocol (PPP) awalnya muncul sebagai sebuah protokol enkapsulasi untuk mengangkut lalu lintas IP over-to-point link titik. PPP juga mendirikan sebuah standar untuk tugas dan pengelolaan alamat IP, asinkron (start / stop) dan enkapsulasi sinkron bit-oriented, protokol jaringan multiplexing, konfigurasi link, link pengujian kualitas, deteksi kesalahan, dan pilihan negosiasi untuk kemampuan seperti layer jaringan alamat negosiasi dan negosiasi data-kompresi. PPP mendukung fungsi tersebut dengan menyediakan extensible Link Control Protocol (LCP) dan keluarga Jaringan Control Protokol (NCPs) untuk menegosiasikan parameter konfigurasi opsional dan fasilitas. Selain IP, PPP mendukung protokol lainnya, termasuk Novell's IPX (IPX) dan DECnet. III. Alat dan Bahan

92

93 4. PC atau laptop 5. Software Cisco Packet Tracer 6. Topologi Real IV. Topologi

V.

Langkah Kerja

4. Buatlah topologi seperti gambar diatas 5. Konfigrasi IP address pada masing masing host c. Atur IP address pada host 1

d. Atur IP address pada host 2

93

94

6. Konfigurasi masing masing router C. Konfigurasi router 1 d. Konfigurasi interface fa0/0 dan se2/0

e. Konfigurasi ppp

94

95

f.

Konfigurasi routing static

D. Konfigurasi router 2 d. Konfigurasi interface fa0/0 dan s2/0

95

96

e. Konfigurasi ppp

f.

Konfigurasi routing static

96

97

VI.

Hasil Kerja 4. Uji koneksi dari host1 ke host2

97

98

5. Uji koneksi dari host2 ke host1

6. Mengirim paket dari host1 ke host2 98

99

7. Mengirim paket dari host2 ke host1

/ 99

100

VII.

Kesimpulan

Dari praktek ini, kita dapat mengetahui tentang konsep dari Point-to-Point protocol PAP. Jika kita penggunakan authenticatin pap maka router harus mengunakan hostname dan password, dan wajib menggunakan perintah pap sent-authentication (nama hostname) password (psswd hostname) kemudian tiap router harus mengenalkan hosname ke router lain.

100

101

Nama

: Nurfaiz Ekosetio

Kelas : XII TKJA Hari/Tanggal : Senin, 12 November 2012 I. Tujuan

Pembimbing : Rudi Haryadi, S.T Antoni Budiman, S.Pd Implementasi PAP CHAP Pelajaran : Diagnosa WAN Topologi PT.Sempurna Jaya Nilai /Paraf :

- Agar siswa memahami materi PPP, PAP, dan CHAP - Agar siswa mampu mengimplementasikan materi PPP, PAP, dan CHAP - Agar siswa mampu mengkonfigurasi PPP, PAP, dan CHAP II. Pendahuluan 101

102 Point-to-Point Protocol (sering disingkat menjadi PPP) adalah sebuah protokol enkapsulasi paket jaringan yang banyak digunakan pada wide area network (WAN). Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-link dan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respons terhadap masalah-masalah yang terjadi pada protokol Serial Line Internet Protocol (SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya. Dibandingkan dengan pendahulunya (SLIP), PPP jauh lebih baik, mengingat kerja protokol ini lebih cepat, menawarkan koreksi kesalahan, dan negosiasi sesi secara dinamis tanpa adanya intervensi dari pengguna. Selain itu, protokol ini juga mendukung banyak protokol-protokol jaringan secara simultan. Point-to-Point Protocol (PPP) awalnya muncul sebagai sebuah protokol enkapsulasi untuk mengangkut lalu lintas IP over-to-point link titik. PPP juga mendirikan sebuah standar untuk tugas dan pengelolaan alamat IP, asinkron (start / stop) dan enkapsulasi sinkron bit-oriented, protokol jaringan multiplexing, konfigurasi link, link pengujian kualitas, deteksi kesalahan, dan pilihan negosiasi untuk kemampuan seperti layer jaringan alamat negosiasi dan negosiasi data-kompresi. PPP mendukung fungsi tersebut dengan menyediakan extensible Link Control Protocol (LCP) dan keluarga Jaringan Control Protokol (NCPs) untuk menegosiasikan parameter konfigurasi opsional dan fasilitas. Selain IP, PPP mendukung protokol lainnya, termasuk Novell's IPX (IPX) dan DECnet. III. Alat dan Bahan

7. PC atau laptop 8. Software Cisco Packet Tracer 9. Topologi Real IV. Topologi

102

103 Skenario = CHAP-PAP-CHAP

V.

Langkah Kerja

7. Buatlah topologi seperti gambar diatas 8. Konfigrasi IP address pada masing masing host e. Atur IP address pada host 1

f.

Atur IP address pada host 2

103

104

g. Atur IP address pada host 3

104

105 h. Atur IP address pada host 4

i.

Atur IP address pada server 1

105

106

j.

Atur IP address pada server 2

106

107

k. Atur IP address pada server 3

9. Konfigurasi masing masing router 107

108 E. Konfigurasi router 1 g. Konfigurasi interface fa0/0 ,fa0/1 & fa0/6

h. Konfigurasi serial2/0

108

109

i.

Konfigurasi routing static

F. Konfigurasi router 2 g. Konfigurasi interface fa0/0, fa1/0, fa6/0, & fa7/0

109

110

h. Konfigurasi se2/0 & se3/0

110

111

i.

Konfigurasi routing static

111

112 G. Konfigurasi router3 a. Konfigurasi interface fa0/0 dan se2/0

b. Konfigurasi routing static

112

113

VI.

Hasil Kerja 8. Uji koneksi dari server2 ke host4

113

114

9. Pengiriman paket dari host1 ke server1

114

115

VII.

Kesimpulan

Dari praktek ini, kita dapat mengetahui tentang konsep dari Point-to-Point protocol PAP dan CHAP. Jika kita penggunakan authenticatin pap maka router harus mengunakan hostname dan password, dan wajib menggunakan perintah pap sent-authentication (nama hostname) password (psswd hostname) kemudian tiap router harus mengenalkan hosname ke router lain. Tetapi jika kita penggunakan authenticatin chap maka router harus mengunakan hostname dan password, dan tidak perlu menggunakan perintah pap sent-authentication (nama hostname) password (psswd hostname) seperti pap, kemudian tiap router harus mengenalkan hosname ke router lain.

115

116

Nama

: Nurfaiz Ekosetio

Kelas : XII TKJA Hari/Tanggal : Senin, 26 November 2012 I. TUJUAN

Pembimbing : Rudi Haryadi, S.T Antoni Budiman, S.Pd Frame Relay Topologi Real Pelajaran : Diagnosa WAN Direktorat Jend Pajak Nilai /Paraf :

1. Siswa dapat memahami tentang materi frame relay. 2. Siswa dapat melakukan konfigurasi frame relay pada router dengan menentukan LMI dan DLCI yang digunakan. 3. Siswa dapat melakukan konfigurasi cloud yang digunakan untuk frame relay pada packet tracer.

116

117 II. PENDAHULUAN

Frame Relay adalah protokol WAN yang beroperasi pada layer pertama dan kedua dari model OSI, dan dapat diimplementasikan pada beberapa jenis interface jaringan. Frame relay adalah teknologi komunikasi berkecepatan tinggi yang telah digunakan pada ribuan jaringan di seluruh dunia untuk menghubungkan LAN, SNA, Internet dan bahkan aplikasi suara/voice. Frame relay adalah cara mengirimkan informasi melalui wide area network (WAN) yang membagi informasi menjadi frame atau paket. Masing-masing frame mempunyai alamat yang digunakan oleh jaringan untuk menentukan tujuan. Frame-frame akan melewati switch dalam jaringan frame relay dan dikirimkan melalui virtual circuit sampai tujuan. Fitur Frame Relay
1. 2. 3. 4.

Kecepatan tinggi Bandwidth Dinamik Performansi yang baik/ Good Performance Overhead yang rendah dan kehandalah tinggi (High Reliability)

Perangkat Frame Relay Sebuah jaringan frame relay terdiri dari PC, server, atau komputer host, perangkat akses frame relay (bridge, router, host, frame relay access device/FRAD) dan perangkat jaringan (packet switch, router, multiplexer T1/E1). Virtual Circuit (VC) Frame Relay Suatu jaringan frame relay sering digambarkan sebagai awan frame relay (frame relay cloud), karena jaringan frame relay network bukan terdiri dari satu koneksi fisik antara endpoint dengan lainnya, melainkan jalur/path logika yang telah didefinisikan dalam jaringan. Jalur ini didasarkan pada konsep virtual circuit (VC). VC adalah dua-arah (two-way), jalur data yang didefinisikan secara software antara dua port yang membentuk saluran khusur (private line) untuk pertukaran informasi dalam jaringan.Terdapat dua tipe virtual circuit (VC): Switched Virtual Circuit (SVC) Switched Virtual Circuits (SVC), adalah koneksi sementara yang digunakan ketika terjadi transfer data antar perangkat DTE melewati jaringan Frame Relay. Terdapat empat status pada sebuah SVC: 1. Call Setup: Dalam status awal memulai komunikasi, virtual circuit (vc) antar dua perangkat DTE Frame Relay terbentuk.

117

118 2. Data Transfer: Kemudian, data ditransfer antar perangkat DTE melalui virtual circuit (vc). 3. Idling: Pada kondisi idling, koneksi masih ada dan terbuka, tetapi transfer data telah berhenti. 4. Call Termination: Setelah koneksi idle untuk beberapa perioda waktu tertentu, koneksi antar dua DTE akan diputus. Permanent Virtual Circuit (PVC) PVC adalah jalur/path tetap, oleh karena itu tidak dibentuk berdasarkan permintaan atau berdasarkan call-by-call. Walaupun jalur aktual melalui jaringan berdasarkan variasi waktu ke waktu (TDM) tetapi circuit dari awal ke tujuan tidak akan berubah. PVC adalah koneksi permanen terus menerus seperti dedicated point-to-point circuit. Perbandingan PVC vs SVC PVC lebih populer karena menyediakan alternatif yang lebih murah dibandingkan leased line. Berbeda dengan SVC, PVC tidak pernah putus (disconnect), oleh karena itu, tidak pernah terdapat status call setup dan termination. Hanya terdapat 2 status :
1. 2.

Data transfer Idling

Struktur Frame Dalam sebuah frame Frame Relay, paket data user tidak berubah, Frame Relay menambahkan header dua-byte pada paket. Struktur frame adalah sebagai berikut:

Gambar 1. Struktur Frame

1. Flags - menandakan awal dan akhir sebuah frame 2. Address - terdiri dari DCLI (data link connection identifier), Extended Address (EA), C/R, dan Congestion control information 3. DLCI Value - menunjukkan nilai dari data link connection identifier. Terdiri dari 10 bit pertama dari Address field/alamat. 118

119 4. Extended Address (EA) - menunjukkan panjang dari Address field, yang panjangnya 2 bytes. 5. C/R - Bit yang mengikuti byte DLCI dalam Address field. Bit C/R tidak didefinisikan saat ini. 6. Congestion Control - Tiga bit yang mengontrol mekanisme pemberitahuan antrian (congestion) Frame Relay. 7. Data - terdiri dari data ter-encapsulasi dari upper layer yang panjangnya bervariasi. 8. FCS - (Frame Check Sequence) terdiri dari informasi untuk meyakinkan keutuhan frame.

III.

ALAT DAN BAHAN

1. PC atau laptop 2. Aplikasi Cisco Packet Tracer

IV.

GAMBAR KERJA

Gambar 2. Topologi Jaringan 119

120

V.

LANGKAH KERJA

1. Buatlah sebuah desain jaringan (topologi) yang akan dijadikan studi kasus.

Gambar 3. Topologi Jaringan

2. Berikut adalah tabel alokasi alamat IP pada jaringan tersebut N O 1 2 3 4 ROUTER KPP-A KPP-B KPP-C KantorPusat INTERFAC E Se2/0 Se2/0 Se2/0 Se2/0 IP ADDRESS 192.168.1.1 192.168.1.2 192.168.1.3 192.168.1.4 SUBNET MASK 255.255.25 5.0 255.255.25 5.0 255.255.25 5.0 255.255.25 5.0

Gambar 4. Alokasi alamat IP

3. Berikut adalah tabel mapping pada jaringan tersebut TO ROUTER FR OM ROUTER KP P-A KPP-A KPP-B KPP-C KPPB KPPc Kantor Pusat 104 204 304

120

121 KantorP usat 40 1

402

403

Gambar 5. Tabel Mapping DLCI

4. Lakukan pengkonfigurasian pada router KPP-A

Gambar 6. Konfigurasi Router KPP-A

5. Lakukan pengkonfigurasian pada router KPP-B

121

122

Gambar 7. Konfigurasi Router KPP-B

6. Lakukan pengkonfigurasian pada router KPP-C

Gambar 8. Konfigurasi Router KPP-C 122

123

7. Lakukan pengkonfigurasian pada router Kantor Pusat

Gambar 9. Konfigurasi Router Kantor Pusat

8. Lakukan pengkonfigurasian pada cloud frame relay 8.1 Serial 0

123

124

Gambar 10. Konfigurasi Serial0

8.2 Serial 1

124

125 Gambar 11. Konfigurasi Serial1

8.3 Serial 2

Gambar 12. Konfigurasi Serial2

8.4 Serial 3

125

126

Gambar 13. Konfigurasi Serial1

8.5 Frame Relay

126

127 Gambar 14 . Konfigurasi Frame Relay

VI.

HASIL KERJA

1. Uji Koneksi 1.1Router KPP-A

Gambar 15. Uji Koneksi Router KPP-A ping to all router 1.2 Router KPP-B

127

128

Gambar 16. Uji Koneksi Router KPP-B ping to all router 1.3 Router KPP-C

Gambar 17. Uji Koneksi Router KPP-C ping to all router

1.4 Router Kantor Pusat 128

129

Gambar 18. Uji Koneksi Router Kantor Pusat ping to all router

VII.

KESIMPULAN

Siswa dapat melakukan konfigurasi frame relay.

129

130

130

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful