You are on page 1of 119

Senin, 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (AHAN ALAM) MODUL PERTEMUAN KE - 1 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI

TOPIK : BAHAN ALAM Bahan alam ialah bahan bangunan yang dihasilkan dari alam, antara lain tanah dan batuan, yang didalam penggunaannya tidak melalui proses lain, hingga menjadi suatu yang berbeda dari bentuk asalnya. 2.1. Tanah 2.1.1. Definisi dan sifat umum tanah Tanah merupakan bahan bangunan yang berasal dari alam, berupa bumi ini, yang terdiri dari air, udara dan butir-butir tanah yang padat, dimana bagian yang berisi dengan air dan udara disebut dengan rongga atau pori. Perbandingan isi air dengan udara dalam pori ini menentukan kondisi tanah tersebut, yaitu apabila tanah tersebut kering, maka volume udara dalam pori lebih sedikit dibanding volume udara, maka tanah tersebut dikatakan basah. Apabila pori penuh diisi air, sehingga tidak ada udara di dalamnya, maka tanah dikatakan sebagai tanah jenuh. Sifat-sifat umum tanah dapat dilihat dari besarnya nilai-nilai parameter tanah yang bersangkutan, misalnya : a. Berat volume tanah, yaitu berat tanah per satuan volume. b. Berat volume kering, yaitu berat tanah dalam keadaan kering per satuan volume. c. Berat volume butir, yaitu berat tanah lepas per satuan volume. d. Spesifik gravity, yaitu berat spesifik setiap butiran tanah, atau biasa disebut berat jenis. e. Angka rongga, yaitu perbandingan volume rongga dengan volume total tanah. f. Porositas merupakan perbandingan volume air dengan volume pori. g. Kadar air merupakan jumlah air dalam tanah atau volume air dibanding dengan volume tanah.

h. Derajat kejenuhan dan lain-lain. 2.1.2. Macam-macam tanah Dalam membahas masalah macam-macam tanah, maka perlu diketahui bahwa yang digunakan untuk membedakannya adalah dari besar butiran, berdasarkan kepada analisa ayakan. a. Pasir Pasir merupakan tanah dengan butiran yang keras dan tajam, yang lolos pada ukuran saringan 0,07 mm sampai dengan 4,76 mm, merupakan butiran-butiran yang kepas. Dalam penggunaannya sebagai agregat halus pada beton tidak diijinkan mengandung lumpur lebih besar dari 5% dari berat kering pasir. b. Lanau Lanau merupakan tanah dengan butiran kecil dari 0,07 mm, dan bersifat mudah menyerap air. Sehingga apabila terendam air menjadi lumpur. c. Lempung Lempung atau tanah liat merupakan tanah dengan butiran yang sangat halus, bersifat plastik, yaitu mudah dibentuk, dan mempunyai daya lekat. 2.1.3. Pengujian terhadap lempung Lempung mempunyai sifat yang sangat spesifik, antara lain mempunyi sifat muai susut yang sangat besar dalam keadaan aslinya, tetapi setelah lempung diolah, maka sifat muai susut yang besar ini dapat dihilangkan, sehingga dapat dipergunakan sebagai bahan banguanan olahan. Untuk mendapatkan data-data tentang tingkat plastistas dan tingkat kejenuhan lempung, maka dilakukan pengujian-pengujian, baik di laboratorium maupun dilapangan. Jenis pengujian tanah lempung yaitu: a. Plastic limit atau batas plastis. b. Shringkage limit atau batasan susut. c. Liquid limit atau batasan cair. Berdasarkan pengujian-pengujian plastisitas tanah lempung berdasarkan pada daya lekat lempung dan tingkat muai susutnya, dengan melihat jumlah air yang dikandung, maka plastisitas yang diuji berbeda-beda pada setiap jenis lempung.

2.1.4. Pemanfaatan tanah sebagai bahan bangunan Tanah sebagai bahan bangunan dalam kondisi alami dan yang telah diproses banyak digunakan dalam pelaksanaan pembangunan, antara lain : 2.a. Bahan tanah tanpa diolah Yang dimaksud dengan bahan tanah tanpa diolah merupakan tanah dalam keadaan asli, yang digunakan sebagai bahan urugan maupun campuran mortar atau perekat, sebagai contoh adalah pasir yang merupakan tanah dengan butiran yang kasar, pasir merupakan bahan yang digunakan langsung menjadi bahan urugan. Sedangkan sebagai bahan yang melalui proses dicampur dengan bahan lain, misalnya dicampur dengan PC, semen merah atau kapur, campuran tersebut akan menjadi spesi atau bahan perekat. 2.b. Bahan tanah yang diolah bahan yang diolah adalah bahan tanah yang digunakan sebagai bahan bangunan, yang memerlukan proses lanjutan dapat dibentuk sesuai dengan kebutuhannya. Tanah jenis ini umumnya merupakan tanah lempung, dimana lempung dalam keadaan aslinya dengan atau tanpa bahan tambahan perlu diproses. Karena sifat muai susutnya yang besar, sehingga tidak dapat langsung digunakan dalam keadaan aslinya. Contoh dari bahan ini merupakan : 1. Bata merah Bata merah adalah bahan bangunan yang digunakan sebagai bahan dinding bangunan. Proses pembuatannya adalah proses sederhana yang dikerjakan secara tradisional dari tanah liat yang dicampur dengan air, kemudian dicetak menjadi bentuk yang diinginkan setelah dijemur di panas matahari sampai kering. Setelah kering bata merah dibakar pada suhu yang tinggi, sehingga menjadi keras. Tingkat kekerasan bata merah ini tergantung dari proses pembakarannya. Pada pembuatan bata merah di pabrik proses yang dilaksanakan berbeda dengan cara tradisional. Dipabrik tanah liat digiling kemudian dimasukkan kedalam alat dicampur (ekstruder). Didalam ekstruder tanah liat dicampur dengan air, hingga menjadi suatu bahan yang liat. Bahan campuran yang ada didalam ekstruder ditekan, setelah keluar akan berbentuk balok-balok tanah liat dengan ukuran lebar tertentu, selanjutnya balok-balok tersebut dipotong-potong sesuai ukuran yang diinginkan. Balok-balok tanah liat tersebut kemudian dimasukkan kedalam ruang untuk diangin-anginkan atau dilakukan pengeringan dengan udara. Setelah kering udara bata matahari. Pengeringan terakhir dilakukan dengan menggunakan tungku pengering.

Kemudian diglazzur dengan bahan pemoles. yang terbentuk secara alamiah melalui proses pelelehan. kaca. sehingga menjadi bahan yang keras dan tidak tembus. Batuan alam berasal dari gunung sebagai akibat proses vulkanik. Genteng tanah merupakan tanah liat yang diproses seperti pembuatan bata merah. pengendapan dan perubahan alamiah lainnya. (1995). yaitu genteng dari bahan beton. bambu dan tanah. Selanjutnya campuran-campuran dicetak sesuai dengan bentuk yang dikendaki. aliran air sungai yang membawa batuan . pembekuan. Pemanfaatan bahan keramik antara lain: ubin. pelapis dinding. ukuran 2.2. Kardiyono Tjokrodimulyo. Ir. yang akhirnya dikemas. dalam buku Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. dalam proses berikutnya. keramik. ada beberapa macam genteng. sehingga menjadi produk setengah jadi. Keras dengan bentuk yang bagus. 2. Setelah kering udara dibakar pada suhu yang tinggi. ME. Batuan ini disebut dengan batu gunung. Latar belakang dan pembentukan batuan Batuan merupakan suatu produk alam gabungan dari hablur mineral yang menyatu dan memadat.Hasil proses dari tungku ini merupakan bata merah yang kering. Pipa tanah liat Pipa tanah liat umumnya digunakan untuk saluran pembuangan air kotor berupa pipa lurus atau yang berbentuk leher angsa. 3. kepadatannya tidak rata. silikat (kuarsa. siap untuk dijual.2. serisit. Bata merah produksi tradisional teksturnya kasar. isolator dan lain-lain. hingga memiliki derajat kekerasan tertentu. 4. felspar) bahan-bahan tersebut dan seterusnya diaduk dengan ditambahkan air menjadi campuran. bahan campuran tersebut akan bereaksi satu sama lain. Keramik Menurut Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982 dan dalam buku “Bahan Bangunan”. Batuan 2. Dalam proses pembakaran. genteng. licin dan bersifat sebagai isolator. Yang dibuat dari tanah liat dibakar seperti proses pembuatan bata merah. keramik merupakan tanah liat murni yang dicampur dengan kaolin. Genteng Genteng dalam bangunan digunakan sebagai penutup atap. sehingga menjadi bahan yang keras.. hingga menjadi produk jadi.1.

Batuan yang mengandung bahan utama silikat Dengan komposisi kandungan bahan pembentuk tersebut diatas. Batuan kapur b. onix dan lain-lain. Batuan kapur ini lebih bersifat sebagai pengikat apabila dicampur dengan bahan yang lain dengan perbandingan tertentu. granit. 3. batuan in idisebut batuan metamorfose.tersebut bergerak dan berpindah sejalan dengan kemampuan aliran air yang ada. tergantung bahan dasar mineral pembentuknya. Ini yang disebut dengan batu sungai atau batu kali. kapur dicampur dengan semen merah dan pasir. Karena benturan dengan batuan lain atau benda-benda keras lainnya. maka jenis batuan-batuan ini dijelaskan sebagai berikut : 2. Kapur mempunyai sifat plastik yang baik. Mudah dikerjakan. sebagai contoh kapur dicampur dengan pasir dan Portland Cement (PC). 2. batuan tersebut menjadi pecahan-pecahan dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi. Batuan kapur Batuan kapur merupakan bahan bangunan yang penting dikenal sejak zaman Mesir Kuno. tanpa harus melalui proses pabrik.2.2. dimana penggunaan batu pada konstruksi bangunan dibedakan menjadi : a. yang termasuk dalam batuan in yaitu marmer. kapur dapat mengeras dengan mudah dan cepat. dalam arti tidak getas. Kelebihan kapur sebagai bahan pengikat ini sangat dipengaruhi oleh sifat-sifat kapur sebagai berikut : 1. sehingga memberikan kekuatan pengikat kepada dinding. Komposisi dan Jenis Batuan Batuan dapat diklasifikasikan menurut komposisi kandungan mineral dari batuan tersebut. Sebagai bahan pengikat. yaitu : .a. 2. Dalam keadaan sehari-hari di pasaran dikenal beberapa jenis kapur yang digunakan sebagai bahan bangunan. Kelompok batuan ini merupakan batuan luar. Batuan-batuan akibat proses alamiah lainnya adalah batuan yang terbentuk dalam waktu yang lama dan menerima beban akibat tumpukan tanah.

.CO3) dengan suhu ± 980 Celsius. Proses ini menghasilkan Ca. jenis kapur dan sebagainya.CO3 + H2O Susunan kimia maupun sifat fisis bahan dasar yang mengandung kapur ini berbeda dari satu tempat dengan tempat lain. kalsium oksida (Ca. (OH2) atau kalsium hidroksida.O).1.O atau kapurnya saja yang tertinggal. Kapur udara. yaitu kapur padam yang di aduk dengan air setelah beberapa waktu campuran tersebut dapat mengeras di udara karena pengikatan karbon dioksida. menjadi kapur dapat ditulis sebagai berikut : Ca. yang disebut dengan slaked lime atau hydrated line. O + H2O Ca. 3.CO3. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan dan sebagainya.O) yang diperoleh. Pembuatan kapur merupakan proses pembakaran batu kapur yang mengandung kalsium karbonat (Ca. biasa disebut dengan quick lime. yang menghasilkan kalsium hidroksida. Proses penambahan air pada kapur ini disebut slaking. Akibat dari pemanasan dan keluarnya karbon dioksida tersebut maka unsur Ca.CO3 Ca. Dari proses tersebut. kadang-kadang jumlah air yang dibutuhkan sampai 2 atau 3 kali berat kapur. tetapi karena faktor-faktor pembakaran. (OH2) + panas Ca. Perbandingan berat air yang digunakan untuk proses ini merupakan 32 % dari berat kapur. baik di dalam air maupun di udara. Bahkan dalam satu tempatpun belum tentu sama. setelah beberapa waktu campuran dapat mengeras.O + CO2 Ca. (OH2) + CO2 Ca. Kapur hidrolis merupakan kapur padam yang diaduk dengan air.CO3). Kapur tohor (Ca. Kapur dari hasil pembakaran ini. yaitu hasil pembakaran batu kapur alam yang komposisinya sebagian besar merupakan kalsium karbonat (Ca. 2. Proses kimia dari pemanasan Ca. bila ditambah dengan air akan mengembang dan retak-retak sebagai akibat banyaknya jumlah panas yang dikeluarkan hingga seperti mendidih. hingga karbon dioksidanya keluar.

Granite Menurut Smith & Andres dalam “Material of Construction” granit merupakan bahan batuan murni. merah jambu. serta mudah dipisahkan. Mica merupakan mempunyai bahan dasar utama silikat aluminium. dan permukaannya berupa lempengan rata dan halus.b. biru. Finishing granit dari penggergajian sampai menjadikan permukaannya licin seperti kaca yang halus dengan cara pemolesan permukaannya dengan mesin poles. sebagai bahan mineral yang keras dan kuat. yang merupakan kombinasi dari bahan quartz. dan kemampuan serap air merupakan 0. hitam dan coklat. Kandungan kimia yang utama merupakan silicon dioksida dan aluminium oksida.2 dari beratnya. berwarna merah. coklat dan hitam. Batuan yang mengandung silikat batuan ini lebih bersifat batuan keras. Granit dapat digunakan sebagai pelapis lantai.002 atau 0. 4. Batuan berjenis silikat yang sering digunakan sebagai bahan bangunan. Sepentine merupakan silikat magnesium. bonblende dan mika. pelapis dinding . felspar. merah jambu. yang penampilannya selalu menjadi satu dengan kapur. hijau. sebagai kristal berwarna hijau. 2. Bornblende merupakan silikat aluminium yang dengan campuran kapur dan bijih besi. aluminium dengan kapur dan potasium. putih. mempunyai warna yang menarik dengan permukaan licin. berwarna hijau muda atau kuning. 3. bahkan bening. Berat granit bervariasi antara 2643 kg/m3 sampai dengan 3204 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 1390 kg/cm2 sampai dengan 3090 kg/m2. dengan variasi besi. baik untuk lantai maupun sebagai pelapis dinding merupakan : 1. CO3 yang bersifat keras dan tidak larut dalam air. Sedang warna granit umumnya merupakan merah.Bila kalsium hidrat ini dicampur dengan air. biasanya merupakan butiran kristal. 2. yang mudah lepas sebagai lempenganlempengan kecil. potasium. kuning. Felspar yaitu kombinasi silikat. Di udara terbuka mortar ini menyerap karbon dioksida CO2 dan dengan proses kimia menghasilkan Ca. kuat dan mampu dilakukan dengan pemolesan yang tinggi. Warna dari batuan in banyak dipengaruhi oleh komposisi mineral pembentukan batuan tersebut yaitu : 1. tetapi mempunyai kombinasi dari beberapa bahan mineral besi atau potasium. dan kalsium oksida. akan diperoleh mortar kapur atau spesi campuran kapur. umumnya sangat keras. sehingga mengkilap.

2. dengan warna putih salju. atau karena proses pemecahan.bagian luar maupun dalam. atau sebagai bahan finishing bangunan. Pada butiran-butiran kecil. dan untuk ukuran yang kecil biasanya dnegan tebal 75 sampai 100 mm. dengan proses pembakaran dengan suhu yang tinggi. dengan memakai perekat atau tanpa perekat. Sedang bantuan metamorfose. selanjutnya diproses untuk campuran spesi atau mortar. Penggunaan yang lain dari granit merupakan sebagai pelapis kerb pada jembatan dan paving stones. Pada umumnya granit diproduksi dengan lebar 1800 mm. Bantuan kapur. kehijauhijauan dengan tekstur tergantung mineral yang dominan dalam kandungannya. sebagai bahan bangunan antara lain : a. Granit yang berupa potongan-potongan dapat digabung menjadi bentuk tertentu sesuai dengan kebutuhan.3. beratnya bervariasi antara 2000 kg/m3 sampai dengan 2880 kg/m3 dengan batas tegangan hancur antara 190 kg/cm2 sampai dengan 1930 kg/cm2. yaitu marmer. Bentuk marmer pada umumnya merupakan dipotong menjadi lempengan-lempengan dengan tebal 57 sampai dengan 200 mm.75 % dari beratnya. di dalam “Material of Construction” menrupakan batu kapur bercampur dengan mineral silika yang mengalami rekristalisasi akibat pengaruh tekanan dan suhu yang sangat tinggi. c. Marmer Marmer atau batu pualam menurut Smith & Andres. dan kemampuan serap air yang terendah merupakan 0.25 % dan yang tertinggi merupakan 0. Marmer seperti pada granit digunakan untuk pelapis lantai dan bahan finishing dinding. kuning. Pemanfaatan bantuan Pemanfaatan bantuan dalam pekerjaan konstruksi bangunan. anak tangga dengan lebar yan bervariasi. b. sebagai perekat pasangan batu maupun dinding. baik yang berasal dari alam. atau sesuai dengan ukuran pemesan. dan pelapis dinding. atau ornamen lainnya. d. dinding penahan dan lain-lainnya. digunakan untuk struktur pondasi.3. granit dan lain-lain banyak digunakan sebagai bahan lantai. Pada butiran-butiran dengan ukuran besar. dan tebal antara 57 sampai 100 mm. 2. Sumber-sumber : . digunakan untuk bahan agrerat kasar beton maupun campuran aspal. atau untuk sebagai plesteran dinding. menjadi batu gamping. merah jambu.

Bagian-bagian kayu . “Material of Construktion”. 03 Agustus 2009 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (BAHAN KAYU) MODUL PERTEMUAN KE . 1994 Senin.3 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (3 sks) POKOK BAHASAN: TEKNOLOGI AHAN KAYU 1. Persyaratan Umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982. Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman. 5. 2. 1995. 1984. 2. Direktorat Bahan Bangunan. Karena itu tidak hanya merupakan salah satu bahan konstruksi pertama di dalam sejarah umat manusia. Ir. 4th edition. ME. Daryanto. 4. Rineka Cipta. UGM.1. Smith & Andres. tetapi mungkin juga menjadi yang terakhir. Sebagai salah satu bahan konstruksi yang pertama sebelum jauh sebelum ilmu pengetahuan mulai dibicarakan. Pusat Litbang Pemukiman Balitbang PU. “Bahan Bangunan”. Pengetahuan Teknik Bangunan. 3. Kardiyono Tjokrodimulyo. 1985. Umum Kayu adalah suatu bahan konstruksi yang didapatkan dari tumbuhan dalam alam. Drs.

Konstruksi rangka-rangka tersusun dengan pembangunan konstruksi dinding setingkat demi setingkat berkonstruksi biasanya dengan balok -balok. Struktur bangunan kayu dari masa yang lalu sampai masa sekarang. 2. Pengunaan Kayu Perkembangan penggunaan kayu ada yang digunakan sebagai non struktur dan ada yang digunakan sebagai struktur. Konstruksi rangka rangka tersusun yang tradisional.3. Tidak ada konstruksi bangunan lain yang dapat diperhatikan perkembangannya secara terus menerus dari permulaan sampai sekarang selain gambar pertukangan dengan tangan hingga cars masinal modern. Dalam hubungan ini konstruksi bangunan kayu adalah bentuk dasar (prototype) suatu bangunan prefabricated dan bangunann rangka. kasau . Konstruksi bangunan kayu kita bagi atas dua golongan menurut pembangunannya yaitu : 1. termasuk sistem-sistem bangunan industri sudah berkembang dari tahun ke tahun sampAi saat ini. Konstruksi rangka-rangka terusan dengan pembangunan konstruksi dinding dengan tiang-tiang yang menembus melalui semua ingkat bagngunan berkonstruksi biasanya dengan papan. 1.

tiang sudut 9. ambang jendela 11.2. bantalan 8. balok loteng 5. kuda-kuda penopang 10. balok loteng ekor Contoh : Struktur yang menggunakan kayu adalah kuda-kuda kayu . tambahan kasau miring 3. palang 7. peran dinding 4. tiang 6.

Untu menampung gaya (H). seringkali bentang A-C dan B-C menjadi melendut.berat bahan penutup atap : . Maka system rangka tersebut diatas apabila dikembangkan disebut dengan konstruksi rangka batang dan dapat digunakan untuk bangunan bentang lebar. Untuk dapat menampung gaya V Maka kolom atau dinding pemikul memegang peran penting.jenis bahan penutup atap : sirap dengan 2/3 dengan jarak 15-20 cm . maka kedua kaki kuda-kuda dihubungkan dengan batang tarik. maka dibutuhkan bentang vertical C-D sebagai penggantung atau penghubung akibat dari beratnya sendiri dan lebarnya bentang. . Selain batang-batang utama kuda-kuda kayu terutama untuk penutup atap selain batang-batang utama kuda-kuda kayu (terutama untuk penutup atap genteng) juga dilengkapi dengan : 1. Reng. jarak dan dimensi reng berbeda-beda tergantung dari penutup atap genteng yang digunakan. Semakin lebar bentang A-B maka bentangnya akan melendut. amaka akan tibul gaya horizontal (H) dan vertical (V) pada titik A dan B. C Bagian-bagian dari kuda-kuda kayu. Contoh Gambar Kuda-kuda kayu dengan bentang tertentu.Akibat gaya terpusat P. yaitu tempat mengaitkan penutup atap (genteng) dan mneruskan bebannya ke kaso. penyaluran gaya akan stabil apabila posisi A dan bersifat labil (tidak stabil).

2 m Adapun perletakan gording adalah di kuda-kuda.(8/12) 5.5 m genteng biasa 1. karpus 9.genteng biasa reng 2/3 dengan jarak 20 cm. balok sambungan kuda . (8/12). (8/15) 3. yaitu bagian yang menumpu kasau dan meneruskan bebannya ke kuda-kuda. papan bubungan 8.0 m sirap 2-2.(8/12) (8/15) 4. anak kuda-kuda 13.5 asbes gelombang 0. batang tarik. 6.5-2. gording 10. 1. reng ¾ dengan jarak 35 cm.. (8/12). Jarak gording untuk genteng beton 1.8-1. reng 12. batang penggantung ( 6/12). . kasau 11. 3. Kasau. Bagian-bagian konstruksi kuda-kuda adalah sebagai berikut. (8/15) 2.genteng beton. dinding 15. balok/alas kuda-kuda ( 6/12). Gording. balok bubungan 7. ring balok 14. kaki kuda-kuda ( 6/12). 2. batang tekan / schoor ( 6/12). yaitu bagian yang menumpu reng dan meneruskan bebannya ke gording jarak antara kasau dan biasanya dipergunakan adalah antara 50-60 cm.

detail atap atau kuda-kuda. yaitu tampak bangunan dari atas 2. Yaitu tampak atas dari rencana penempatan elemenelemen konstruksi atap. 4. Rencana kuda-kuda. Blok plan. Untuk lebih jelasnya. 3. Rencana Atap. Untuk gambar kerja. berikut disampaikan mengenai contoh rencana atap dan detail atapnya.Detail Konstruksi Atap. memperjelas bagian bagian dari gambar -gambar yang disebutkan diatas. penggambaran bentang kuda-kuda lengkap dengan batang-batang yang digunakan serta dimensinya. . untuk menjelaskan konstruksi atap dibutuhkan gambar : 1.

bayam. Saking kerasnya. Ada sejenis kayu yang sangat keras. Sebagian jenis kayu sangat rapuh dan mudah dimakan rayap. semisal kusen dan perangkat perlengkapan rumah lainnya. sering dipakai sebagai rangka atap saja. Sedangkan kayu jenis bayam yang cukup keras. merbau. yakni kayu ulin. dan kamper. kusen. Selain itu. jenis kayu yang banyak terdapat di daerah Sumatera bagian selatan ini disebut juga kayu besi. bahkan jauh sebelum masyarakat luas mengenal pelbagai variasi finishing yang membuat lebih indah tampilan kayu. Berbagai jenis kayu yang sering diolah menjadi perlengkapan sebuah rumah (rangka atap. sebagian lainnya cukup keras dan dihindarkan rayap. daun pintujendela. namun tidak memiliki penampilan (urat) yang indah. Urat kayu yang indah sudah begitu memesona kita. Jenis kayu Penggunaan kayu pada suatu bangunan (rumah) di masyarakat kita sudah turun-temurun dan agaknya merupakan suatu kecintaan pula. meranti. Jati termasuk jenis kayu yang keras dan awet sehingga sangat baik dipergunakan sebagai kusen. nyatoh. tampilan uratnya begitu menawan sehingga kayu jenis ini pun banyak diolah menjadi perangkat furnitur. . lantai parket dan furnitur) adalah jati.4.

5. Hal yang paling utama untuk mencegah merajalelanya rayap di rumah kita adalah menghindarkan terciptanya sudut-sudut lembab di dalam rumah. Setelah munculnya produk kusen berbahan aluminium dan daun pintu dari bahan pvc. bahan itu cenderung jauh lebih mahal. Bagaimanapun masyarakat kita cenderung lebih memilih kayu daripada bahan material pengganti lainnya. Tinggal bagaimana cara kita merawat. Ini merupakan malapetaka bagi dunia properti dan industri perumahan Indonesia yang harus diantisipasi sejak sekarang. Tak perlu bicara soal harga kayu ebony sebagai komoditas ekspor yang hitungannya memakai dollar. dan kini ada lembaran papan fiber semen dengan motif urat kayu. Pencegahan Penyakit dan Kerusakan pada Kayu Mahalnya harga kayu dan sulitnya mendapatkan kayu yang berkualitas membuat orang berinisiatif untuk beralih menggunakan material alternatif lainnya. Perlahanlahan namun pasti kita akan kehabisan kayu dan perlu waktu yang sangat lama untuk menanti pulihnya kembali kondisi hutan kita. Bahkan. lalu hadir pula rangka atap dari material baja ringan. Jangan biarkan kebocoran. Aksi kriminal itu mengakibatkan penggundulan hutan secara membabi buta. dan memberi perhatian yang selayaknya. memperparah perbuatan pungli dan korupsi yang pada akhirnya menyebabkan naiknya harga jual material kayu tersebut di pasar lokal. semisal rangka atap dari bahan baja ringan. Situasi ini semua bermuara pada illegal logging (penebangan liar) yang merambah seluruh kawasan hutan Indonesia.Jenis lain yang juga cukup keras ialah kayu hitam yang sohor di dunia dengan nama kayu ebony. kayu berkualitas rendah untuk pasaran lokal pun saat ini harganya sudah gila-gilaan. . Penggundulan hutan secara sembrono tanpa disertai program tanam-kembali membuat hutan menjadi gundul dan kayu menghilang secara permanen. memperlakukan. membasahi rangka atap. Adanya tempat yang lembab dan bau kayu yang basah akan memancing rayap dari dalam tanah menembus beton dan lantai semen dengan cepat menerobos lapisan keramik dalam upaya membangun istana idaman mereka. Kayu ebony yang banyak terdapat di bagian timur wilayah Indonesia adalah primadonanya kayu dan banyak diekspor ke mancanegara sehingga harganya pun melonjak tinggi. Tentu saja material pengganti tersebut tidak lebih murah dari bahan kayu itu sendiri. Apalagi sampai merembes ke bawah dan membasahi perangkat furnitur semisal lemari baju yang kebanyakan terbuat dari lempengan particle-board yang sangat rawan terhadap rayap. monopoli oleh pihak-pihak yang punya kekuatan dan kekuasaan yang mendukungnya. sekecil apa pun.

sekecil apa pun serangan itu. Agar cairan beton dapat padat dan mengisi ruang-ruang sehingga membentuk cetakan. Butuh Air Kita banyak butuh air untuk pekerjaan sehari-hari antara lain adalah untuk kebutuhan campuran beton.1. apa syarat-sayarat yang harus diperhatikan dalam penggunaannya . air yang bagaimana dapat digunakan untuk campuran beton. Senin. Selain itu . Jangan pernah "memberi hati" kepada makhluk kecil ini yang berkembang biak sangat cepat. Gambar 4. 03 Agustus 2009 AIR CAMPURAN BETON MODUL . karakteristiknya bagaimana ? Air mempunyai peranan yang cukup penting dalam pembuatan beton. Umum Air pada beton mempunyai fungsi sebagai pengencer. atasilah sesegera mungkin dengan tuntas. sifat-sifat yang berpengaruh adalah kemudahan pengerjaan (workability) dan penyusutan. karena berpengaruh terhadap sifat-sifat beton.4 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AIR CAMPURAN BETON 4.1. Ciri-ciri air yang baik untuk campuran beton adalah tidak berwarna . tidak berbau dan tidak berasa.Saat rayap mulai menyerang rumah Anda.

Kehilangan berat akibat dekomposisi contoh kering pada 1000 oC dianggap sebagai jumlah non evaporable. yaitu rekasi antara semen dan air yang mengahasilkan campuran keras setelah bebrapa waktu tertentu. Air yang diambil oleh pori gel. Perilaku sebenarnya masih diselidiki. Gambar 4. Air di dalam pori-pori kapiler relative mudah untuk di ambil. Jumlah air yang diperlukan untuk hidrasi secara teoritis adalah 35. tidak saja untuk hidrasi semen.2 Prosen Penjernihan Air 6. Seluruh proses bias memakan waktu beberapa bulan hinga mencapai hidrasi penuh. a.tujuan utama pemakaian air adalah untuk proses hidrasi. estimasi air terikat secara kimia didapat dengan mengeringkan contoh sampai 100 oC. menghilangkan air bebas yang bias menguap didalam pori kapiler. b. Hidrasi penuh dicapai dengan terjadinya hidrasi slurry semen (dengan rasio air/semen diatas 1. Air harus selalu ada dalam beton cair. misalnya selama susut pengeringan. Dalam praktik. Air gel ini tertahan dalam struktur gel dengan tegangan permukaan .37 5 dari berat semen. Pori-pori ini terus jenuh jika perawatan . sering disebut air yang diserap. Setelah pengecoran air juga berguna untuk perawatan (curing) guna menjamin proses pengerasan yang sempurna. Jumlah air yang terikat dalam beton dengan factor air semen 0.65 adalah sekitar 20 % dari berat semen pada umur 4 minggu. Diambilnya air ini menyebabkan perubahan volume yang besar. Proses ini mengambil lapisan terhidrasi dari permukaan butir semen. Jumlahnya ditentukan oleh factor air semen (w/c) awal dan dikurangi oleh hidrasi yang menerus.2 Peran Air Semen tidak bias menjadi pasta tampa ada air. Diambilnya air ini selama proses pengeringan tidak akan menyebabkan penyusustan.00) terjadi didalam ball mill. tetapi juga untuk mengubahnya menjadi suatu pasta sehingga betonnya lecak (workable). Dihitung dari komposisi mineral semen.

yaitu rangkak (creep). Bila kecepatan evaporasi melampaui kecepatan pengeluaran air sebelum setting maka akan bias terjadi susut plastis. namun cukup praktis untuk penyesuaian perencanaan dan koreksi. gradasi baik akan menyebabkan kebutuhan air menurun untuk kelecakan yang sama. d. c.dilakukan dengan penggenangan atau dengan lingkungan yang jenuh. Bila kelengasan relative turun dibawah 80% kecepatan difusi sempat dikurangi. Jumlah agregat halus ( dibandingkan agregat kasar. Ruang di isi oleh udara yang difusi kedalam pori. tekanan uap akan berkurang. Bentuk butir. Jumlah air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu tergantung pada sifat material penyusun (agregat. Waktu air secara bertahap keluar dari kapiler. Makin banyak silt. Air adalah merupakan zat cair sebagai alat media untuk mendapatkan kelecakan (mudah untuk dikerjakan) yang diperlukan untuk penuangan beton pada beton segar. Kotoran dalam agregat.3 Jumlah Air. b. Gradasi agregat.) Jika agregat halus lebih sedikit maka kebutuhan air menurun. bentuk bulat akan menyebabkan kebutuhan air menurun misalkan untuk batu pecah (split) perlu lebih banyak air. semen) yang digunakan . Hukum ini tidak sepenuhnya berlaku untuk seluruh kisaran (range). Regangan akibat lingkungan yaitu susut pengeringan atau pengembangan selama perawatan. Kehilangan air sebelum setting karena hidrasi dan evaporasi dan permukaan terekspose yang menyebabkan hilangnya kelecakan . diameter membesar maka kebutuhan air menurun. Ukuran agregat maksimum. Air yang diperlukan untuk beton dipengaruhi oleh : a. 6. 2. tanah liat dan lumpur maka akan meningkatkan kebutuhan air meningkat. Regangan akibat beban. Ini bias disebabkan oleh : 1. . e. d. Hukum kadar “air konstan” mengatakan bahwa “kadar air yang diperlukan untuk kelecakan tertentu hampir konstan tanpa tergantung pada jumlah semen untuk kombinasi agregat halus dan kasar tertentu” . c. Pergerakan air keluar masuk struktur gel menyebabkan perubahan volume. begitu juga jumlah mortar yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit.

adakan perbandingan antara mortar yang memakai air tersebut dengan mortar yang memakai air suling/air tawar. Tentu saja pedoman ini tidak cukup untuk menilai. Kandungan kurang dari 1000 ppm ( parts per million masih diperbolehkan meskipun konsentrasi lebih dari 200 ppm sebaiknya dihindari. . air laut untuk campuran beton ?. Dipakai kubus mortar ukuran 50 mm.5 Pengaruh Kotoran pada Air Sumber kotoran pada air dapat disebabkan oleh sumber zat organic dan unorganik. Secara umum ( kasar) : YANG BISA DIMINUM BOLEH DIPAKAI dan tidak terdapat yang aneh pada rasa bau. Air yang mengandung kotoran yang cukup banyak akan mengganggu proses pengerasan atau ketahanan beton. tetapi jelas tidak cocok untuk membuat beton.6. (tumbuhan dan hewan dan banda mati lainya) yang sudah melapuk yang tercampur dalam air. yaitu dengan membandingkan waktu pengikatannya dan kuat tekan benda uji yang dibuat dengan semen dan air. sesuai SII 0013-81 atau ASTM C109. Untuk lebih teliti. Yang dipertanyakan dengan air suling.4 Syarat Kimia Air. Namun sifat-sifat lain harus diperiksa. air sungai. Hal ini akan mengurangi ketahanan beton bertulang sehingga sebaiknya dihindari pemakaiannya. ambil contoh air dan lakukan uji laboratorium. Bolehkah memakai air sumur. Kekuatan pada umur 7 dan 28 hari minimal 90 % dari kekuatan mortar dari air tawar. misalnya pengaruh jangka panjang. penggunaan air laut akan menyebabkan korosi pada tulangan bajanya dan menyebabkan keretakan pada beton. dan warna. Air laut sebenarnya dapat dipakai untuk membuat beton tanpa tulangan. Pada BS 3148 terdapat dua metode untuk menilai kelayakan air untuk campuran beton. Tetapi untuk beton bertulang. Misalnya air yang mengandung laruran gula tentu dapat diminum. Apa saja dan berapa kandungan yang terdapat di dalamnya? Tidak ada ketentuan syarat air dari ASTM. Bila masih diragukan. Air dianggap memenuhi syarat jika tidak berubah waktu pengikatannya lebih dari 30 menit. 6. atau berkurang kekuatannya dengan lebih dari 20 % dibandingkan air suling.

Bercak-bercak pada permukaan beton. e. Kotoran . Batas / limit konsentrasi untuk berbagai kotoran adalah sebagai tertera pada table 6. Korosi pada tulangan baja maupun kehancuran beton. tanah liat.kotoran tersebut ada berupa zat yang mengapung atau tersuspensi dalam air akan ikut terbawa masuk kedalam campuran beton sehingga perlu proses penjernihan sehingga air tersebut baru dapat digunakan untuk campuran beton. d. Gangguan pada kekuatan dan ketahanan c. Gangguan pada hidrasi dan pengikatan.4 Air Kotor Banyak akibat yang merugikan pada beton jika airnya sudah tercemar dan kotor digunaka untuk pencapuran beton. Kotoran pada air jika terikutkan dalam campuran beton pada umumnya bisa akan menyebabkan perubahanan secara sifat/karakteristik pada beton.Gambar 6. b. Jenis Kotoran Konsentrasi Maksimum (ppm) 2000 500-1000 1000 Keterangan Silt. bahan organik Air entrain Mengurangi setting time Suspensi Ganggang Karbonat .1 berikut : Tabel 6. Efeknya baik secara langsung maupun tidak langsung akan terlihat. antara lain : a.1 Batas Toleransi Kotorasn Pada Air. Perubahan volume yang dapat menyebabkan keretakan.

dan juga jika betonnya kedap air laut dan terekspose pada lingkungan maritime harus mempunyai factor air semen lebih kecil dari 0. Dan umumnya hanya dapat dipakai untuk beton tanpa tulangan.2 Air laut banyak mengandung garam mineral 6.Bikarbonat Sodium sulfat 400-1000 10.5 %). Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96.000 PH tidak kurang 3.000 400 ppm untuk Ca. gas-gas terlarut.7 Air Limbah Sanitasi .5% material lainnya seperti garam-garaman.5% air murni dan 3. Air laut banyak mengandung garam . setelah 28 hari kekuatannya akan lebih rendah.45 dan tebal selimut beton sedikitnya 75 mm. Ada resiko korosi pada tulangan.Mn.Mg Kekuatan dapat dini dapat meningkat tapi kekuatan akhir menurun Menpengaruhi set Meperlambat set Gula Garam.000 ppm ( 3.5% air murni.Sn 500 500 Asam inorganis 10. 6. Tetapi resiko tapat dikurangi bila tulangan mempunyai penutup beton yang cukup kuat atau baja tulangannya di coating.00 Sumber : PBI 1988. kadarnya sekitar 35.6 Air Laut Air di laut merupakan campuran dari 96. Gambar 6. Meskipun kekuatan awalnya lebih tinggi dari beton biasa. Pengur angan kekuatan ini dapat dihindari dengan mengurangi factor air semen(water cement ratio). bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. air laut sebenarnya dapat digunakan (meskipun sangat tidak diajurkan). Bila air bersih tidak tersebia. Zn.Cu.

10 Silt atau Butir-butir Tersuspensi Sekitar 2000 ppm tanah liat tersuspensi atau butiran halus batua dalam air yang digunakan dapat ditoleransi. Bila kadar kurang dari 500 ppm gula dalam air umumnya tidak memberikan pengaruh pada kekuatan tetapi bila lebih harus dites. Kekuatan 7 hari dapat dikurangi sementara kekuatan 28 hari dapat dinaikan. pabrik limun. Ketika jumlah gula bertambah samapai 0. pabrik cat.20 % berat semen. umumnya memperlambat pengikatan semen. 6. 6.9 Air Gula Air yang mengandung 0. Batas atas bervariasi dengan jenis semen. Cara yang paling baik adalah menguji air limbah yang akan dipakai.8 Air Limbah Industri Kebanyakan air yang mengandung limbah industru lebih kecil dari 4000 ppm. Air limbah Sanitasi 6.0. Jumlah ini terlalu rendah untuk mempengaruhi kekuatan beton. bahkan apabila hanya mengandung beberapa ratus ppm dari solid yang tidak umum.25 % atau lebih berat semen dapat menyebabkan pengikatan yang cepat dan pengurangan kekuatan 28 hari. konsentrasi dikurangi menjadi 20 ppm atau lebih sedikit. Gula dalam kadar 0. Jumlah besar tidak mempengaruhi kekuatan tetapi dapat mempengaruhi sifat-sifat yang lain dari campuran . Air limbah dari penyamakan .1. Pengikatan umumnya bertambah cepat.3 . pabrik kertas. Gambar 6.Air sanitasi dapat mengandung 400 ppm bahan organis.15 % gula terhadap berat semen. Pengurangan kekuatan tekan umumnya tidak lebih dari 10 %. stelah limbah diencerkan dalam system disposal yang baik. Dari totoal benda padat. pabrik kimia dan galvanis dapat mengandung kotoran yang berbahaya.

6. Teknologi Beton . 6.13 Sumber Pustaka 1. b. 03 Agustus 2009 AIR . Senin. c. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Minyak mineral (petroleum). dianjurkan membawa contoh air tersebut ke lembaga/laboratorium pemeriksaan bahan-bahan untuk di tes. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. bahan organis atau bahan-bahan lainnya yang dapat merusak beton atau baja tulangan pada beton bertulang. Syarat-syarat air yang dapat digunakan untuk pencampuran beton menurut PB 1971 adalah : a. Penerbit Andi Ofset. Air yang mengandung lumut harus tetap di dalam setting basin sebelum dipakai. mungkin berpengaruh sedikit pada kekuatan dari pada jenis minyak yang lain. (1986). Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988.beton. Apabila ada keraguan tentang air . Apabila pemeriksaan ke lembaga tersebut tidak dapat dilakukan maka air dapat dipakai asalkan campuran semen yang memakai air tersebut harus mempunyai kekuatan paling sedikit 90 % dari kekuatan tekan semen dengan air yang memakai air suling pada umur 7 hari dan 28 hari.11 Minyak Macam-macam jenis minyak terkadang ada dialam air. (2007) 2. dan Antoni . Untuk mengurangi jumlah silt dan tanah liat yang tertambahkan ke dalam campuran beton. dari Material .12 Persyaratan Air untuk campuran beton. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi. tidak tercampur dengan minyak hewan atau tumbuhan . garam-garam. Oleh Paul Nugraha. Namun minyak mineral dalam konsentrasi yang lebih tinggi dari 2 % berat semen dapat mengurangi kekuatan sampai 20 % kekuatan tekannya. Air tidak boleh mengandung minyak asam-alkali. 6.

bahan padat serta garam yang larut dalam air hujan terbentuk akibat peristiwa kondensasi. Bahan.garaman dalam air laut ini akan mengurangi kualitas beton hingga 20 %. air laut maupun air imbah. Udara terdiri dari komponen . HCO3-. telaga. danau. Pemilihan pemakaian air. Cl-. Sayangnya. asalkan memenuhi syarat mutu yang telah ditetapkan. hingga sekarang belum ada teknologi untuk mendapatkan air atmosfir ini secara mudah. nitrogen dan karbon dioksida.sumber air yang ada adalah sebagai berikut.3148-80) POKOK BAHASAN: AIR 1-1 SUMBER . Syarat mutu air menurut British Standard (BS. NO3-). sehingga sangat mungkin untuk mendapatkan beton yang baik dengan air ini. dan K+) dan unsur anion (seperti CO3-. Al. Kemurnian air ini sangat tinggi. Air laut tidak boleh digunakan sebagai bahan campuran beton pra tegang ataupun beton bertuang karena resiko terhadap karat lebih besar. Garam .5 % larutan garam (sekitar 78 % adalah sodium klorida dan 15 % adalah magnesium klorida). c) Air Tanah Air tanah terutama terdiri dari unsur kation (seperti Ca++. Air yang terdapat dalam atmosfir ini kondisinya sama dengan air suling.MODUL PERTEMUAN KE . Air buangan industri yang mengandung asam alkali juga tidak boleh digunakan. dan lainnya). Disamping itu air tanah . Na+. terdapat juga unsur Fe. Syarat umum air.komponen utama yaitu zat asam atau oksigen. Air laut umumnya mengandung 3. F dan Se. Mg++. b) Air Hujan Air hujan menyerap gas .gas serta uap dari udara ke bumi. B.sumber air. kolam. situ. a) Air Yang Terdapat Di Udara Air yang terdapat di udara atau atmosfir adalah air yang terdapat di awan. Air tawar yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. Sumber . Mn.8 TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Sumber .SUMBER AIR Air yang digunakan dapat berupa air tawar (dari sungai. Pada kadar yang lebih rendah. SO4-.

10000 mg garam perliter. Air rawa . Air sungai atau air danau dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.gas serta bahan . memiliki kadar garam sekitar 20000 . dan NH3. Erosi yang disebabkan oleh aliran air permukaan. Air laut sebaiknya tidak digunakan untuk beton yang ditanami alumunium didalamnya.bahan organic dan mineral . d) Air Permukaan Air permukaan terbagi menjadi air sungai. megadung 2000 .bahan organik seperti CO2. air danau dan situ.6 Sumber : Concrete Technology and Practice .juga menyerap gas .000 .36.batang baja pra tekan langsung berhubungan dengan betonnya. asal tidak tercemar oleh air buangan industri. Air laut tidak boleh digunkan untuk pembuatan beton pra tegang.unsur yang terdapat dalam air laut dapat dilihat di Tabel 3. e) Air Laut Air laut mengandung 30.5000 mg garam perliter. membawa serta bahan . H2S. kecuali setelah melalui pengujian kualitas air. Air asin yang terdapat di pedalaman mengandung 1000 .000 mg garam per liter (3 % . beton yang memakai tulangan atau yang mudah mengalami korosi pada tulangannya akibat perubahan panas (temperatur) dan lingkungan yang lembab (ACI 318-89 :2-2) Tabel 3.rawa atau air genangan tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran beton.mineral.1.beton mutu tinggi.unsur dalam Air Laut Unsur Kimia Kandungan (ppm) Clorida (Cl) 19000 Natrium (Na) 10600 Magnesium (Mg) 1270 Sulfur (S) 880 Calium (Ca) 400 Kalsium (K) 380 Brom (Br) 65 Carbon (C) 28 Cr 13 4. Air denga akadar garam sedang. Air didaerah pantai. kaerana batang . beton prategang dan pratekan atau dengan kata lain ntuk beton .6 %) pada umumnya dapat digunakan sebagai campuran untuk beton tidak bertulang. atau pra tekan. Unsur .3. air genangan dan air reservoir.1 Unsur .30000 mg perliter.

Sebaiknya dipakai air tawar yang dapat diminum. .1-2 SYARAT UMUM AIR Air yang digunkan untuk campuran beton harus bersih.2. Air yang digunakan dalam pembuatanbeton pra tekan dan beton yang akan ditanami logam alumunium (termasuk air bebas yang terkandung dalam agregat) tidak boleh mengandung ion klorida dalam jumlah yang membahayakan (ACI 318. asam. Untuk perlindunganterhadap korosi. dan bahan campurantambahan tidak boleh melampaui nilai batas diberikan pada Tabel 3.89:2-2). bahan bersemen. konsentrasi ion klorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 28 hari yang bdihasilkan dari bahan campuran termasuk air. zat organis atau bahan lainnya yang dapat merusak beton atau tulangan. alkali. agreagat. tidak boleh mengandung minyak.

15 1.45 Kadar Semen Minimum.50 0.Tabel 3.3 Ketentuan Minimum Untuk Beton Kedap Air Jenis Beton Beton Kondisi Lingkungan Berhubungan Dengan Air Tawar Faktor Air Semen Maksimum 0.45 0.3 dan 3.50 0.30 Bertulan Air Payau/Air Laut g Beton Air Tawar Pratekan Air Payau/Air Laut Sumber : Tabel 4.rata adalah sekitar 50 mm.4 serta tebal selimut beton (lihat Pasal 7. maka persyaratan faktor air semen dalamTabel 3.sumber tersebut.00 0.06 0. *) Ukuran Maksimum Agregat Bila beton akan berhubungan dengan air payau. kg/m3 40 mm* 260 320 300 320 20 mm 290 360 300 360 Batas (%) 0.7 Pelindung Beton) untuk tulangan dalam Peraturan Beton 1989:37 .5. Tebal miminum tersebut rata .2 Batas Maksimum Ion Klorida Jenis Beton Beton Pra-tekan Beton bertulang yang selamanya berhubungan dengan klorida Beton bertulang yang selamanya kering atau terlindung dari basah Konstruksi beton bertulang lainnya Sumber : PB 1989:23 Tabel 3.1 (a) PB (draft) 1989:21. air laut. . atau airsiraman dari sumber .39 harus dipenuhi.

Tabel 3. Beton Normal Ringan Bertulang Sedang Berat Ringan Pratekan Sedang Berat Ringan Tidak Bertulang Sedang Berat 0.65 0. kg/m3 Ukuran Agregat Maksimum. Sedang = Terlindung dari hujan deras. Kandungan garam .5.45 0. beton yang tertanam dan beton yang selamanya terendam air.55 0.45 Kadar Semen Minimum.garam sulfat maksimum yang diijinkan dalam beton adalah 1000 mg SO3 per liter.1 (b) PB (draft) 1989:21 *) Kondisi Lingkungan Ringan = Terlindung sepenuhya dari cuaca atau kondisi agresif.45 0.65 0. pergantian antara basah dan kering. kecuali sesaat pada waktu konstruksi terbuka terhadap cuaca normal. hujan yang lebat dan keras. Tetapi kadar sulfat yang diijinkan dalam air .mengalami kondensasi yang berat atau uap yang korosif.55 0.65 0.4 Persyaratan Untuk Kondisi Lingkungan Khusus Faktor Air Semen Jenis Beton Kondisi Lingkungan* Maksimum. airpayau. Beton = Terbuka terhadap air laut. mm 40 220 260 320 300 300 320 200 220 270 20 250 290 360 300 300 360 220 250 310 14 270 320 390 300 320 390 250 280 330 10 290 340 410 300 340 410 270 300 360 Sumber : Tabel 4.55 0.

pencampur bergantung pada kadar sulfat dalam agregat dan semen karena faktor yang menentukan adalah besarnya jumlah sulfat yang terkandung dalam beton.5328 76.5. Tabel 3. Sennyawa alkali karbonat dan bikarbonat akan mempengaruhi waktu pengikatan semen (setting time) dan kekuatan beton. Faktor air semen maksimum dan kuat tekan miimum yang diisyaratkan untuk beton jenis initercantum dalam Tabel 3.5 atau dibuat dengan menggunakan semen yang tahan terhadap serangan sulfat yaitusemen Type V. seperti yang ditentukan dalam British Standard BS.5 Persyaratan Untuk Beton Yang Berhubungan Dengan Air Yang Mengandung Sulfat . Selain itu kemungkinan terjadinya reaksi alkali agregat dalam beton menjadi besar. Diisyaratkan jumlah gabungan garam . Beton yang digunakan pada lingkungan yang mengandung sulfat harus memenuhi persyaratan yang terdapat dalam Tabel 3.garam ini tidak lebih dari 100 mg per liter. Kadar sulfat (SO3) dalam beton tidak boleh lebih besar dari 4 % dari berat semen.

0 an .3 dan 3.. 0.10 .1500 V 2. % dari massa Sedang 0.5 Kuat Tekan Minimum Diabaik 0 .Sulfat (SO4) dalam Kadar Sulfat tanah Ganggu (SO4) yang Type an dalam larut Semen Sulfat air dalam (ppm) air.20 1500 0. Tabel 4.20 .00 Beton Beton Normal Ringan Fakto r Air Seme n Dala m Mass a 0.45 0.45 30 V+ > Pozzolan+ 0.4) + Air laut Pozzolan yang telah terbukti dari uji atau data penggunaan yang mampu memeperbaiki ketahanan beton terhadap sulfat.2 Keterangan: * Nilai FAS yang lebih rendah atau kuat tekan yang lebih tinggi diperlukan untuk mendapatkan kekedapan atau perlindungan terhadap korosi dari bahan yang tertanam didalam beton (Tabel 3.65 Berat Sangat Berat IP (MS) IS (MS) 0.(f’ c.45 10000 + 30 Sumber : Pedoman Beton (draft) 1989:22. bila semen yang digunakan adalah semen Tipe V.150 II + 0.10 150 Mpa) 25 0.5. ++ 1-3 PEMILIHAN PEMAKAIAN AIR .00 10000 > 2.

Semakin tinggi nilai assam (lebih dari 3.00 menyatakan nilai kesamaan. Air tersebut harus berasal dari sumber yang sama dan terbukti dapat menghasilkan beton yang memenuhi syarat. yang kemudian dibandingkan dengan campuran mortar yang menggunakan air suling. NA2SO4.ion tersebut tidak lebih besar dari 2000 mg perliter. Perbandingan uji kuat tekan harus dialkukan untuk pengujian dilakukan berdasarkan ”Test Methods for Compresivve Strength of hidraulic Cemen portland using 30 mm cube specimens)”. magnesium. semakin sulit kita mengelola pekerjaan beton. Konsentrasi garam. c) Air Asam Air campuran asam dapat digunakan atau tidakberdasarkan konsenrtasi asamya yang dinyatakan dalam ppm (parts per million).kadang gramedia. Jika air yang ada dari suatu sumber terbukti memenuhi syarat harus dilakukan uji tekan mortar yang dibuat dengan air tersebut. 1-4 SYARAT MUTU AIR MENURUT BRITISH STANDARD (BS.80) a) Garam . . Kadang . Karena itu penggunaan air dengan pH diatas 3.Pemilihan air yang digunakan sebagai campuran beton didasarkan pada csmpuran beton.Garam Anorganik Ion . yaitu suatu ukuran untuk konsentrasi ion hidrogen. Air campran beton yang mengandung 125 ppm natrium sulfat. Air netral bisanya mempunyai pH sekitar 7.garam anorganik akan memperlebar waktu dan pengikatan beton dan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. Gabungan ion . Bisa atau tidaknya air ini digunakan berdasarkan ilai pH. Garam . b) NACL dan Sulfat Konstntrasi NACL atau garam dapur sebesar 2000 ppm paa umumnya msh diijinkan. Hasil pengujian (pada usia 7 hari dan 28 hari) kubus adukan yang dibuat dengan air campuran yang tidak dapat diminimum paling tidak harus mencapai 90 % dari kekuatan spesimen serupa yang dibuat dengan air yang dapat diminum.00 menyatakan keadaaan dan nilai pH 7.garam tersebut hingga 500 ppm dalam campuran beton masih diinginkan.3148 .0nilai npH diatas 7.10 H2O dapat digunakan dengan hasil yang memuaskan. natrium.ion utama yang biasa terdapat didalam tanah adalah kalsium.00 harus dihindarkan. kalium.00).

g) Rumput Laut Rumput laut tercampur dalam air campuran beton dapat meyebabkan berkurangnya kekuatan betonsecara signifikan. Gula sebanyak 0. Air yang berwarna tua. air yang mengandung lumpur harus diendapkan terlebih dahulu dalam bak .2 % dari berat semen.tidak hanya berpengaruh pada kekuatan beton. asalkan waktu pengikatan tidak berlangsung dengan cepat.bak penampungan sebelum digunakan. f) Minyak Minyak mineral atau minyak tanah dengan konsentrasi lebih dari 2 % berat semen dapay mengurangi kekuatan beton hingga 20 %. bahkan menjadi buruk. Beton menjadi keropos dan pada akhirnya kekuatannya berkurang. Konsentrasi basa lebih tinggi dari 0.bahan halus yang berasal dari batuan diijinkan berada dalam campuran. berbau tidak sedap dan mengandung butir . Untuk mengurangi kadar lanau dan lempung dalam adukan beton. Lanau dan Bahan .Bahan Terapung Kandungan zat organik dalam air dapat mempengaruhi waktu pengikatan semen dan kekuatan beton. e) Air Gula Apabila kadar gula dalam campuran dinaikan hingga mencapai 0.butir lumut perlu diragukan dan ahrus diuji sebelum dipakai. .Zat Organik.5 % berat semen akan mempengaruhi kekuatan beton.d) Air Basa Air dengan kandungan natrium hidroksida sekitar 0. Karena itu penggunaan air yang tercemar minyak sebaiknya dihindari. Bercampurnya rumpt laut dengan semen akan mengakibatkan berkurangnya daya lekat dan menimbulkan terjadinya sangat banyak gelembung .gelembung udara dalam beton. maka waktu pengikatan biasanya akan semakin cepat. Kira -kira 2000 ppm lempung yang terapung atau bahan . h) Zat . Rumput laut dapat juga dijumpai dalam agregat terutama jika agregat yag digunakan adalah agregat halus dari pasir pantai.25 % berat semen atau lebih akan mengakibatkan bertambah cepatnya waktu pengikatan secara signifikan dan berkurangnya kekuatan beton pada umur 28 hari.5 % dari berat semen. Hal itu mebuat hubungan antara agregat dan pasta semen terganggu.

zat yang menyusut. 1-5 PENILAIAN WAKTU PENGIKATAN (SETTING TIME) DAN UJI KUAT TEKAN Air pengaduk dianggap tidak mempunyai pengaruh berarti terhadap waktu pengikatan dan sifat pengerasan beton jika hasil pengujian menunjukkan: a) Perbedaan waktu pengikatan awal campuran beton yang menggunakan air yang diragukan diabnding dengan campuran beton memakai air suling tidak lebih besar dari 30 menit. minyak dan lemak. karbondioksida. Jadi. konsentrasi senyawa organik baisanya turun menjadi 20 ppm atau kuramng dari itu. pH. Air limbah biasanya mengandung 400 ppm senyawa organik. zat . a) Sulfat (SO4) Sulfat diperiksa denga cara gravimetri.i) Pencemaran Limbah Industri Atau Air Limbah Air yang tercemar limbah industri sebelum dipakai harus dianalisis kandungan pengotornya dan diiuji (dengan percobaan perbandingan) untuk mengetahui pengikatannya dan kekuatan tekan betonnya. Setelah air limbah itu diencerkan / disaring di tempat tyang cocok untuk keperluan pencampuran beton. magnesium. klorida. 1-6 ANALISIS KIMIA Analisis kimia dalam air dimaksudkan untuk mengetahui apakah air yang digunakan untuk campuran beton memnuhi kriteria standar yang diberikan atau tidak. b) Magnesium (Mg++) . setelah diencerkan air limbah dapat digunakan.rata kubus beton yang dibuat dengan air yang diragukan tidak kurang dari 90 % kuat tekan beton yang memakai air suling. b) Kuat tekan rata . amonium. Sulfat dapat juga diuji dengan cara titrasi dan turbidimetri. yang diendapkan sebagai (BaSO4). Analisis ini meliputi pemeriksaan terhadap sulfat.

Selisih keduanya merupakan kandungan Magnesium (Mg). Sisa penguapan merupakan berat minyak dan lemak. g) Minyak Dan Lemak Minyak dan lemak dihitung dengan cara mengekstraksi air yang diduga mengandung minyak menggunakan petroleum . d) Magnesium (Cl-) Pengujian magnesium dilakukan dengan titrasi AgNO4 n/10. Indikator yang dipakai adalah Biocrome Black T untuk kalsium (Ca++) dan indikator Muroxide untuk magnesium (Mg+ + ). Rekasi kimianya adalah sebagai berikut: CaCO3 + CO2 + H2O  Ca (HCO3)2 Dari reaksi itu terlihat bahwa kesadahan karbonat akan naik. indikator yang digunakan adalah indikator Chromat (cara Mohr). h) Zat . Minyak dan lemak yang terlarut kemudian dipisahkan dari air dan diuapkan. karbondioksida (CO2) dihitung dengan menghitung kenaikan kesadahan karbonat dalam air. Sebagai contoh kalsium karbonat dimasukkan ke dalam air. LATIHAN .meter). Warna yang dihasilkan kemudian dibandingkan denganwarna standar.Zat Yang Menyusut Pengujian dilakukan dengan menambahkan larutan KmnO4 dan memanasinya selama 10 menit. e) pH Pemeriksaan dilakukan dengan kertas lakmus (pH . Banyaknya kalsium karbonat yang membentuk bikarbonat terlarut bergantung pada banyaknya CO2 dalam air.Kalsium (Ca++) dan Magnesium (Mg++) ditentukan menggunakan metode compleximetri dengan BDTA n/28. c) Amonium (NH4) Pengujian amonium dilakukan dengan menambahkan reagen nessler.ether. Kelebihan larutan KmnO4 selanjutnya dititrasi. Setelah kalsium karbonat yang tidak terlarut dipisahkan. f) Karbondioksida (CO2) Pengujian dilakukan dengan cara melarutkan kapur (menurut Heyer).

1985:2-3).Lambot untuk pertama kalinya membuat kapal kecil dari bahan semen untuk dipamerkan pada Pameran Dunia tahun 1855 di Paris.bahan vulkanik seperti abu pozzolan sebagai pembentuknya telah dimulai sejak zaman Yunani dan Romawi. Bila kualitas air yang akan digunakan sebagai campuran beton meragukan. Pada tahun 1801. F. Mengapa kandungan sulfat dalam air harus dibatasi? 5. Mengapa jumlah air yang akan digunakan dalam campuran beton harus dibatasi? Berapa prosen air dalam berat yang digunakan untuk proses hidrasi? Senin. Pada tahun 1886. J. Sifat dan karakteristik yang dibutuhkan dalam perancangan beton.L. Kinerja beton. Deskripsi beton. Pada tahun 1850. Kelebihan dan kekurangan beton. Sebutkan dan jelaskan sumber .sumber air yang layak digunakan untuk pengerjaan beton! 2. bahkan mungkin sebelum itu (Nawy.6 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI (4 sks) MATERI KULIAH: Riwayat perkembangan beton.Coignet menerbitkan tulisannya mengenai prinsip .prinsip konstruksi dengan meninjau kelembaban bahan beton terhadap taruknya.1. J. Penggunaan bahan beton bertulang secara intensif diawali pada awal abad ke sembilan belas. apa yang sebaiknya dilakukan? 4. 03 Agustus 2009 RIWAYAT BETON MODUL PERTEMUAN KE . Jelaskan syarat mutu air yang layak digunakan untuk campuran beton! 3. seorang ahli taman dari Prancis. Koenen menerbitkan tulisan mengenai teori .Monier. mematenkan rangka metal sebagai tulangan beton untuk mengatasi taruknya yang digunakan untuk tempat tanamannya. Aktifitas pengerjaan beton POKOK BAHASAN: PENDAHULUAN 1-1 RIWAYAT PERKEMBANGAN BETON Penggunaan beton dan bahan .

memenuhi kekuatan batas yang diisyaratkan oleh perencana dan memenuhi persyaratan serviceability yang dapat diartikan juga sebagai pelayanan yang handal dengan memenuhi kriteria ekonomi.LPMB memberikan definisi tenatang beton sebagai campuran antara semen portland atau semen hidrolik yang lainnya. 1985) seperti Auditorium Kresge di Boston.SNI T-15-1990-03:1). Dengan demikian. terbentuklah German Committee Reinforce Concrete. Perencana (engineer) dapat mengembangkan pemilihan material yang layak komposisinya sehingga diperoleh beton yang efisien. DPU . .bahan penyusun beton tersebut agar dapat memenuhi spesifikasi teknik yang ditentukan (sesuai dengan spesifikasi teknik dalam kontrak atau permintaan pemilik). Nawy (1985:8) mendefinisikan beton sebagai sekumpulan interaksi mekanis dan kimiawi dari material pembetuknya.peraturan standar beton yang biasanya mengadopsi peraturan internasional (code standard international) yang disesuaikan dengan kondisi bahan dan jenis bangunan di Indonesia. agregat kasar.A.masing komponen tersebut perlu dipelajari sebelum mempelajari beton secara keseluruhan. kita memerlukan pengetahuan mengenai karakteristik masing .masing komponen. Masalah yang dihadapi oleh seorang perencana adalah bagaimana merencanakan komposisi dari bahan . Melalui lembaga ini diterbitkan peraturan . dan Keong Mas di Taman Mini Indonesia.struktur beton yang sangat khas (Nawy. Departemen Pekerjaan Umum selalu mengikuti perkembangan beton melalui Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan (LPMB). Seiring dengan kemajuan besar yang terjadi dalam bidang ini.dan perancangan struktur beton. agregat kasar dan air. Dalam usaha untuk memahami karakteristik bahan penyusun campuran beton sebagai dasar perancangan beton. 1-2 DESKRIPSI BETON Beton merupakan fungsi dari bahan penyusunnya yang terdiri dari bahan semen hidrolik (portland cement) .bahan penyusun beton).P Turner mengembangkan pelat slab tanpa balok pada tahun 1906. agregat halus. American Concrete Institute.standar yang berlaku. Australian Concrete Committee. Departemen Pekerjaan Umum melalui LPMB banyak mempublikasikan standar . agregat halus. Marina Tower. Lake Point Tower di Chicago. Perkembangan yang cepat dalam bidang seni serta analisis perancangan dan konstruksi beton telah menyebabkan dibangunnya struktur . dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk massa padat (SK. Untuk mengetahui dan mempelajari perilaku elemen gabungan (bahan . Di Indonesia sendiri. air dan bahan tambah (admixture atau additive). C. masing . dan British Concrete Institude.

Parameter - parameter yang paling mempengaruhi kekuatan beton adalah: a). Kualiatas semen, b). Proporsi semen terhadap campuran, c). Kekuatan dan kebersihan agregat, d). Interaksi atau adhesi antar pasta semen dengan agregat, e). Pencampuran yang cukup dari bahan - bahan pembentuk beton, f). Penempatan yang benar, peyelesaian dan pemadatan beton, g). Perawatan beton, dan h). Kandungan klorida tidak melebihi 0,15 % dlam beton yang diekspos dan 1% bagi beton yang tidak di ekspos (Nawy, 1985:24). 1-3 KELEBIHAN DAN KEKURANGAN BETON Dalam keadaan yang mengeras, beton bagaikan batu karang dengan kekuatan tinggi. Dalam keadaan segar, beton dapat diberi bermacam bentuk, sehingga dapat digunakan untuk membentuk seni arsitektur atau semata - mata untuk tujuan dekoratif. Beton juga akan memberikan hasil akhir yang bagus jika pengelolaan akhir dilakukan dengan cara khusus, umpamanya diekspos agregatnya (agregat yang mempunyai bentuk yang bertekstur seni tinggi diletakkan di bagian luar, sehingga nampak jelas pada permukaan betonnya). Selain tahan terhadap seranganapi seperti yang telah disebutkan diatas, beton juga tahan terhadap serangan korosi. Secara umum kelebihan dan kekurangan beton adalah: a. Kelebihan Ø Ø Ø Ø Dapat dengan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan konstruksi. Mampu memikul beban yang berat Tahan terhadap temperatur yang tinggi Biaya pemeliharaan yang kecil

b. Kekurangan Ø Ø Ø Ø Bentuk yang telah dibuat sulit diubah Pelaksanaan pekerjaan membutuhkan ketelitian yang tinggi Berat Daya pantul suara yang besar

Sebagian besar bahan pembuat bton adalah bahanlokal (kecuali semen portland atau bahan tambah kimia), sehingga sangat menguntungkan secara ekonomi. Namun pembuatan beton akan menjadi mahal jika perencana tidak memahami karakteristik bahan - bahan penyusun beton yangharus disesuaikan degan perilaku struktur yang akan dibuat. Nilai kuat tekan beton dengan kuat tariknya tidak berbanding lurus. Setiap usaha perbaikan mutu kekuatan tekan hanya disertai oleh peningkatan yang kecil dari kuat tariknya. Menurut perkiraan kasar, nilai kuat tarik berkisar

antara 9 % - 15 % kuat tekannya. Nilai pastinya sulit diukur. Pendekatan hitungan biasanya dilakukan dengan menggunakan modulus of rapture, yaitu tegangan tarik beton yang muncul pada saat pengujian tekan beton normal (normal concrete). Kecilnya kuat tarik beton ini merupakan salahsatu kelemahan dari beton biasa. Untuk mengatasinya, beton dikombinasikan dengan tulangan beton dimana baja biasa digunakan sebagai tulangannya. Alasan penggunaan baja sebagai tulangan beton adalah koefisien baja hampir sama dengan koefisien beton. Beton tersebut didefinisikan sebagai beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah yang tidak kurang dari jumlah minimum yang diisyaratkan dalam pedoman perencanaan, dengan atau tanpa pratekan, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja sama dalam menahan gaya yang bekerja (SKBI.1.4.53 1989:4). Beton dapat juga dicampur dengan bahan lain seperti composite atau bahan lain sesuai dengan perilaku yang akan diberikan terhadap beton tersebut, misalnya beton pra tekan atau beton pra tegang (pre-stressing), beton pracetak (pre-cast). Beton juga dapat digunakan untuk strukur yang memerlukan bahan struktur yang ringan, mialnya beton ringan struktural (SKBI. 1.4.53, 989:5) yaitu beton yang mengandung agregat ringan dan mempunyai massa kering udara yang sesuai dengan syarat seperti yang ditentukan oleh ”Testing Method for Unit Weihgt of Structural Lightweight Concrete” (ASTM C-567). Beratnya tidak lebih dari 1900 kg/m3. 1-4 KINERJA BETON Sampai saat ini beton masih menjadi pilihan utama dalam pembuatan struktur. Selainkarena kemudahan dalam mendapatkan material penyusunnya, hal itu juga disebabkan oleh pengunaan tenaga yang cukup besar sehingga dapat mengurangi masalah penyediaan lapangan kerja. Selain dua kinerja utama yang telah disebutkan diatas, yaitu kekuatan tekan yang tinggi,dan kemudahan pengerjaannya, kelangsungan proses pengadaan beton pada proses produksinya juga menjadi salah satu hal yang dipertimbangkan. Sifat - sifat dan karakteristik material penyusun beton akan mempegaruhi kinerja dari beton yang dibuat. Kinerja beton ini harus disesuaikan dengankategori bangunan yang dibuat. ASTM membagi bangunan bangunan menjadi 3 kategori, yaitu: rumah tinggal, perumahan, dan struktur yang menggunakan beton mutu tinggi. Menurut SNI T.15-1990-03 beton yang digunakan pada rumah tinggal atau untuk penggunaan beton dengan kekuatan tekan tidak melebihi 10 Mpa boleh menggunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah dengan slump untuk mengukur kemudahan pengerjaannya tidak lebih dari 100 mm. Pengerjaan beton dengan kekuatan tekan hingga 20 Mpa boleh mnggunakan

penakaran volume, tetapi pengerjaan beton dengan kekuatan lebih besar dari 20 Mpa harus menggunakan campuran berat. Tiga kinerja yang dibutuhkan dalam pembuatan beton adalah (STP 169C, Concrete and concrete-making materials): a. Memenuhi kriteria konstruksi yaitu dapat mudah dikerjakan dan dibentuk serta mempunyai nilai ekonomis b. Kekuatan tekan c. Durabilitas atau keawetan

Gambar 1.1 Proses Keseragaman Pembuatan Beton (Sumber: STP 169C, Concrete and Concrete - Making Materials, p.32) Kinerja yang dihasilkan pada proses pengadaan beton haruslah seragam. Secara umum, prosedur untuk mendapatkan kinerja yang seragam daam pengerjaan beton dapat dilihat pada diagram alir pada Gambar 1.1 (Fiorato, Anthony E, 1994:32). Survei yang dilakukan ASTM mengenai pengaruh bahan - bahan yang digunakan terhadap kinerja beton dilakukan pada 27 responden. Kriteria penilaian variabel menggunakan skala 1 - 10 dimana 10 merupakan pengaruh tertinggi terhadap kinerja yang dihasilkan (Gambar 1.2). penilaian ini didasarkan pada pentingnya penggunaan bahan tersebut untuk menghasilkan kinerja tertentu dalam beton yang dibuat. Secara praktis, penilaian mengenai pengunaan bahan untuk menghasilkan kinerja tertentu akan bergantung pada tjuan beton tersebut dibuat. Penggunaan semen untuk rumah tinggal akan lebih banyak jika

. maka untuk pekerjaan berskala besar. begitu juga sebaliknya.32) Gambar 1.Making Materials. Karena biaya semen besar.3. Gambar 1. Berdasarkan kategori rumah tinggal.dibandingkan untuk penggunaan perumahan komersil atau beton mutu tinggi. mengingat mahalnya harga semen. maka untuk mengurangi ongkos produksi pengunaan semen diusahakan seminimal mungkin.2 menjelaskan bahwa penggunaan semen pada campuran beton sangatlah penting. Penggunaan air tidak begitu berpengaruh terhadap pembentukan kinerja beton seperti yang juga dijelaskan oleh Abrams (1920) yang meneliti pengaruhairdalam perbandingannya dengan semen (FAS/WCR). Jadi. penggunaan semen inipun harus diusahakan seminimal mungkin.6 maka kinerja bkekuatan beton akan semakin turun. Hal ini mendorong penggunaan bahan pengganti semen.namun demikian. p. perumhan dan beton mutu tinggi.2 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton (Sumber: STP 169C.3). komposisi bahan penyusun juga harus dilihat berdasarkan tujuan pembuatan beton tersebut. Abramshanya menyatakan bahwa jika FAS atau water content ratio lebih besar dari 0. dampak pengaruh bahan terhadap kinerja beton yang dihasilkan dapat dilihat pada Gambar 1. Concrete and Concrete . Hal ini berbeda dengan penggunaan semen untuk kebutuhan beton berkekuatan tinggi dimana penggunaan semen lebih sedikit. Penggunaan semen untuk pembangunan rumah tinggal lebih banyak dan lebih penting karena pembuatan rumah tinggal cenderung tidak menggunakan perencanaan sederhana (Gambar 1.

diasumsikan bahwa semua tegangan tekan didukung oleh beton tesebut.30 0.76 0. Penentuan kekuatan tekan dapat dilakukan dengan menggunakan alat uji tekan dan benda uji berbentuk silinder dengan prosedur uji ASTM C-39 atau kubus dengan prosedur BS-1881 Part 115. Part 116 pada umur 28 hari.92 0.50 36.20 20.94 0. walaupun dalam beton terdapat tegangan listrik yang kecil.77 0.3 Persepsi Dampak Penggunaan Material Dalam Membentuk Kinerja Beton Bergantung Dari Type Konstruksi (Sumber: STP 169C.20 34. Tabel 1.00 15.91 0. Pitman Publishing.50 40.2 (menurut standar ISO).96 (Sumber: Neville.544) .Making Materials. London. Kekuatan tekan realtif antara benda uji silinder dan kubus ditunjukkan pada Tabel 1.10 26. p. 1981. Kuat Tekan Beton Kekuatan tekan merupakan salah satu kinerja utama beton.1 dan Tabel 1. Kekuatan tekan adalah kemampuan beton untuk menerima gaya tekan persatuan luas.33) 1-5 SIFAT DAN KARAKTERISTIK YANG DIBUTUHKAN PADA PERANCANGAN BETON a.70 44.81 0.91 0. ”Properties of Concrete” 3rd Edition. Concrete and Concrete .1 Rasio Kuat Tekan Silinder .Gambar 1.87 0.00 24. p.87 0.10 50.Kubus Kuat Tekan (Mpa) Kuat Rasio Silinder/kubus 7.

Departemen Pekerjaan Umum dlam Pedoman Beton 1989 (draft). c. tetapi jika rancangan tersebut tidak dapat diimplementasikan dilapangan karena sulit untuk dikerjakan maka rancangan tersebut menjadi percuma.W. LPMB. 1881.1) (1. 1995.3) b. beton akan mengalami pembebanan. 1991 pasal 4. E & FN SPON. sedangkan menurut K. Rangkak dan Susut Setelah beton mulai mengeras. Beton .Tabel 1. Hal tersebut akan dibahas lebih jelas dibagian berikutnya.2. Kemudahan Pengerjaan Telah dijelaskan diatas bahwa kemudahan pengerjaan beton merupakan salah satu kinerja utama yang dibutuhkan. London. rasio kubus terhadap silinder (cube/cylinder) untuk semua kelas adalah 1.2 Perbandingan Kuat Tekan Antara Silinder dan Kubus Kuat Tekan Silinder (Mpa) Kuat Tekan Kubus (Mpa) 2 4 6 8 10 12 16 20 25 30 35 40 45 50 3 5 8 10 13 15 20 25 30 35 40 45 50 55 (Sumber: ISO Standard 3893 .2) (1.1 memberikan hubungan antara kuatan tekan kubus dengan silinder dalam persamaan 1.2 dengan nilai kuat tekan kubus dan silinder dinyatakan dalam Mpa atau N/mm2. (1.1977) Menurut BS. yaitu dengan penggunaan bahan tambah untuk memperbaiki kinerja. ”Concrete Mix Design Quality Control and Specification”.3. kekuatan tekan kubus jika dibandingkan dengan silinder dinyatakan dalam persamaan 1. Walaupun suatu struktur beton dirancang agar mempunyai kuat tekan yang tinggi.1 dan 1. Day.25. Kemajuan teknologi membawa dampak yang nyata untuk mengatasi hal ini.1. Pada beton yang menahan beban akan terbentuk suatu hubungan tegangan dan regangan yang merupakan fungsi dari waktu pembebanan.

4 (Nawy. Berbagai eksperimen menunjukkan bahwa deformasi rangkak akan sebanding dengan tegangan yang bekerja.menunjukkan sifat elastisitas murni pada waktu pembebanan singkat. Gambar 1. Batas atas tidak dapat ditentukan dengan pasti.4 Kurva Waktu Tegangan Susut didefinisikan sebagai perubahan volume yang tidak berhubungan dengan beban. rangkak tidak mengakibatkan dmpak langsung terhadap kekuatan struktur tetapi akan mengakibatkan timbulnya redistribusi tegangan pada beban yang bekerja dan kemudian mengakibatkan trjadinya peningkatan lendutan (deflection). 1985:49). 1985:49). Rangkak timbul dengan intensitas yang semakin berkurangsetelah selang waktu tertentu dan kemungkinan berakhir setelah beberapa tahun. proses susut dalam beton akan menimbulkan deformasi yang mumnya bersifat menambah deformasi rangkak. sedangkan regangan tambahan akibat beban yang sama disebut regangan rangkak. Umumnya. Rangkak hanya dapat diketahui apabila regangan elastis dan susut serta deformasi totalnya diketahui. sedangkan pada pembebanan yang tidak singkat beton akan mengalami regangan dan tegangan sesuai dengan lama pembebanannya. (Nawy. Rangkak tidak dapat langsung dilihat. Hal ini berlaku pada keadaan tegangan yang rendah. Nilai rangkak untuk beton mutu tunggi lebih kecil dibandingkan dengan beton mutu rendah. dalam hal ini superposisi regangan dianggap berlaku sehingga regangan total adalah regangan elastis ditambah rangkak dan susut. . Meskipun susut dan rangkak adalah fenomena yang saling trkait. Deformasi awal akibat pembebanandisbut sebagai reagangan ealstis. Jika dihalangi secara merata. Hubungan antara waktu dengan regangan pada beton ditunjukan pada Gambar 1. Rangkak (creep) atau lateral material flow didefinisikan sebagai penambahan regangan terhadap waktu akibat adanya beban yang bekerja. Anggapan praktis ini cukup dapat diterima karena deformasi awal pada beton hampir tidak dipengaruhi oleh waktu.

2 dan 0. Ø Suhu pada saat pengerasan (temperature). Ø Rasio air terhadap jumlah semen (water content ratio). Proses rangkak selalu dihubungkan dengan susut karena keduanya terjadi bersamaan dan ering kali memberikan pengaruh yang sama terhadap deformasi. Komposisi beton pada dasarnya dapat didefinisikan dengan faktor Air Semen (FAS). Ø Nilai tegangan. Ø Nilai rasio permukaan komponen struktur Agar rangkak dan susut dapat diminimalkan. Variasi batas ini diakibatkan olehbesarnya retak mikron diatas sekitar 40% dari beban batas (Nawy. Rangkak dipengaruhi oleh komposisi beton. jeis semen.faktor yang mempengaruhi besarnya rangkak dan susut dapat dijabarkan sebagai berikut: Ø Sifat bahan dasar beton (komposisi dan kehalusan smen. Ø Lama pembebanan. perlu dilakukan penghitungan dan pengembalian pekerjaan beton. 1985:50). Demikina pula. tetapi terdiri dari beberpa kegiatan yang saling berhubungan. jenis agregat serta kandunganb semen dan agregat. Seperti halnya susut. kualitas adaukan. Ø Kelembaban nisbi pada saat beban bekerja. beton yang semakin tahan terhadap susut akan mempunyai kedenderungan rangkak yang rendah. . 1-6 AKTIVITAS PENGERJAAN BETON Pengertian beton tidak hanya terdiri dari satu titik kegiatan. ukuran benda uji atau elemen struktur. kondisilingkungan. Faktor . Pada prinsipnya rangkak meruopakan fenomena yang bergantung pada beban sebagai fungsi waktu. rangkak akan semakin besar dengan meningkatnya Faktor Air Semen dan akndungan semen. Setiap aktivitas kegiatan tersebut harus dikontrol agar hasilnya sesuai dengan yang direncanakan. Pada umumnya.5 dari kekuatan batas kekuatan tekannya (f’c). Ø Nilai slump (slump test). dan kandungan mineral dlam agreagat).tetapi berkisar antar 0. semakin banyak agregat yang digunakan semakin sedikit susut yang terjadi. sebab kedua fenomena ini berhubungan denga proses hidrasi pada semen.

Perencana harus mengambil contoh .sifat bahan yang akan diuji terwakili. Pemilik dan kosnultan serta antara konsultan perencana.contoh material yang akan digunakan. sesuai dengan ketentuan standar baku yang telah ditetapkan. bahan tersebut dapat digunakan jika bahan yang diuji tidak memenuhi syrat. Pengambilan contoh ini dilakukan secara acak (random) agar sifat . pelaskana harus mencari sumber bahan yang lainnya atau mencampur bahna yang mutunya krang denga bahan lainnya sehingga komposisi beban yang dihasilkan sesuai dengan syarat yang ditentukan. Disamping harus dapat menerjemahkan keinginan pemilik. Kegiatan perencanaan beton dimulai dari quarryatau temapat peambangan sumber alam.5 (Gideon 1994:2). Contoh uji inikemudian dibawa ke laboratorium untuk di cek dan diuji. penasehat dan pelaksana. Setelah nilai masing .Gambar 1. Pngerjaan beton dimulai jika telah ada penunjukkan atau perintah kerja dari pemilik.masing bahan tersebut diperoleh.ketetuan dari istansi pemerintah karena perencanaanbetonharos memnuhi standar mutu yang telah ditetapkan oleh pemerintah. perancangan beton . Berdsarkan bagan dia tas. Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa salah satu proses yang penting adalah perencanaan.5 Bagan Alir Perencanaan Pembangunan Proses pembanguan sebuah struktur dapat diterangkan dengan bagan di Gambar 1. aktivitas utama pengerjaan beton terletak adlah perncanaan yang dillakukan oleh konsultan perencana dan pengendalianmutu pada saat pelaksnaan yang di lakukan oleh kontrakor di bawah pengawasan konsultan perencana dan konsultan supervisi. Tentunya ditntut kerjasama yang baik antara pengelola proyek.masing bahan tersebut telah sesuai dengan syarat yang diberikan (code standar). Jiika parameter besaran yang dimiliki masing . pelaksana dan pengelola proyek harus memahami ketentuan .

Tempat pengolhan dpat berupa pengelolaan yag menggunakan mesin mixing biasa (molen) maupun pengolhan beton yang yangbesar (concrete plant) selama masa pengolahan beton ini berjalan. Standar perencanaan beton yang dipakai adalah SNI T-15-199003 Setelah prencnagan betonselsai. pelasksnaan pengecoran. Pengujian campuran beton ini meliputi pengujian beton segar dan pengujian beton keras. Hal ini dilakukan agar beton yang dihailkan sesuai dengan yang diinginkan. beton segar tersebutr harus tetap dijaga agar tidak mengalami kehilangan Faktor Air Smen yang dpatmenyebabkan menurnnya kekuatan tekan beton. Selama masa pelaksanaanpun proses kontrol tidak boleh dihentikan pada masa itu. Setelah beton mengeras dan berumr 28 hari. Pengujian beton agar dimaksudkan untuk mengetahui workability atau kemampuam kemudahan dalam pengerjaannya. beton dibawa ke tempat pekerjaan beton. Setelah pembuatancampuran di laboratorium selesai dilakukan. pemadatan. Pengujian beton keras terutama dimaksudkan untuk mengetahuo kekuatan tekan karakteristik dari beton terebut (f’c). pengujian laboratorium harus dilakukan lg sebagai quality control bahan komposisi beton.(mix design) harus dilakukan perancangan beton sesuai dengan spesifikasi yang dietapkan dapat dilakukan dengan metode . Pengujian dapat dilakukan dengan core drill dan load test atau dengan merancang ulang mekanikanya dengan menggunakan mutu beton aktual (f’ea). Yakni tempat pengecorannya. proses pengawasan Jika terjadi perubahan terhadap parameter bahan penyusun beton. Bagian alir aktivitas pengerjaan beton dapat dilihat pada Gambar 1. Indikator dari kemudahan dalam pengerjaan ini dapat dilihat dari nilai slum beton.6 . Jika benda uji tersebut tidak lulus pada pengujian ini.metode yang dikenal. pekerjaan pekerjaan milik pemerintah harus menggunakan standar yang telah ditetapkanoleh pemerintah/ standar buku ini dulu dikenal sebagai Standar Industri Indonesia namun saat ini telag direvisi dan dikembangkan menjadi Standar Nasional Indonesia (SNI). perlu dialukan pengujian lanjutan melalui pengujian campuran beton di laboratorium. Pengujian ini dilkukan dengan membuat benda uji berbwntuk silinderyang pada umur tertentu di uji. proses selanjutnya adalah membawa hasil komposisimix design tersebut sebagai Job Mix Formul (JMF) ketempat pengolahan beton. Dari concrete plant. Selama massa pengangkutan. perawatan dan penyelesaian hars diawasi. harus dilakukan perancangan ulang campuran smpai didapatkan komposisi yang disyaratkan dlam spesifikasi teknik yang dibuat oleh pemilik. uji tekan untuk mengetahui kekuatannya harus dilakukantindakan lain sesuai dengan syrat evaluasi beton keras. Tujuan pengujian beton agar lainnya adalah untuk apakah terjadi bleeding dan sgregation atau tidak. Di Indonesia.

Berdasarkan variabel bahan penyusun beton untuk perumahan. jelaskan pengaruh material penyusunnyadalam skala 1-10! 6. Jelaskan definisi dan deskripsi dari beton! 2. Jelaskan kelebihan dan kekurangan beton yang digunakan sebagai struktur! 3. Bagaimana cara mengetahui karakteristik kekuatan tekan beton? . Pertimbangan apa yang harus diambil bagi seorang perencana untuk membuat sebuah campuran beton? 4.Gambar 1. Langkah apa yang harus diambil untuk mengatasi kelemahan beton terhadap kuat tarik? 5.5 Bagan Alir Aktivitas Pengerjaan Beton LATIHAN 1.

Dengan agregat yang baik .75 % dari total volume beton maka kualitas agregat sangat berpengaruh terhadap kualitas beton. kekerasan. Jelaskan dan gambarkan aktivitas pengerjaan beton! Senin.2 Jenis-Jenis Agregat Agregat dapat diklassifikasi menurut kriteria dibawah ini : .7.1 Peranan Agregat Pada Beton Mengingat bahwa agregat menempati 70 .1 berikut ini. Gradasi Sifat fisik. mineral Pengaruh Pada Beton Cair Beton Keras Sifat Beton Kelecakan. beton dapat dikerjakan (workability) kuat dan tahan lama (duarability) dan ekonomis. ketahanan (durability) 5. Pengikatan dan Pengerasan Kekuatan. Tabel 5.1 Pengaruh sifat agregat pada sifat beton Sifat Agregat Bentuk. Pengaruhnya dapat dilihat pada tabel 7. sifat kimia.5 MATA KULIAH : TEKNOLOGI AHAN KONSTRUKSI POKOK BAHASAN : AGREGAT 5. 03 Agustus 2009 AGREGAT 5 Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan MODUL . Tekstur.

Ukuran dan Produksi Perbedaan antara agregat kasar dan agregat halus adalah ayakan 6. klasifikasi komposisi mineral semen portland adalah demikian : felspars. karbon. b. besi magnesia.35 mm atau 3/16 ‘. flint. Kepadatan Tidak ada batasan yang jelas antara agregat biasa dengan agregat ringan atau agregat berat. granit.2 Jenis Agregat berdasarkan kepadatannya. batu kapur. Agregat halus adalah agregat yang lebih kecil dari ukuran 6.35 mm.1. oksida besi dan mineral tanah liat. d. besi sulfida. basalt. Minerologi Menurut ASTM C294. mineral silika.2 berikut ini. Peterologi Klasifikasi menurut BS 812 yang membaginya kedalam kelompok artifisial.a. Batuan / Agregat . sulfat. gabbro. Pengelompokan umum dapat dilihat pada tabel 5. Tabel 7.35 mm dan agregat kasar adalah agregat yang berukuran lebih dari 6. Gambar 7. Jenis Agregat Kepadatan (Kg/m3) 300-1800 2400-3000 >4000 Ringan Sedang Berat c.

Material yang diambil dari tambang terbuka (open pit) dan digunakan tanpa proses lebih lanjut disebut material dari tambang terbuka (pit run materials) dan bila diambil dari sungai (steam bank) disebut material sungai (steam bank materials). Kerikil biasanya didefinisikan sebagai agregat yang berukuran lebih besar 6. Sedangkan partikel yang lebih kecil dari 0. Pasir didefinisikan sebagai partikel yang lebih kecil dari 6. sementara pasir sungai sering mengandung koral.Dua jenis utama dari agregat alam yang digunakan untuk konstruksi adalah pasir dan kerikil.075 mm disebut sebagai mineral pengisi (filler). lempung dan lanau dalam jumlah yang lebih banyak. Tabel 7.3 Klasifikasi umum batuan Batuan Induk Karbonat Dolomit Pasir kelempungan Batuan Sedimen Silika Konglomerat Breksi Batuan Foliasi / berurat Skista / Sekis Ampibolit Batuan Metamorpik Kwarsa Batuan Nonfoliasi atau tidak berurat Granit Sienit Diorit Batuan Beku Dalam Peridotit Pirokenit Batuan Beku Kelompok Batuan Batu Gamping Nama Batu Batu Pasir Kert / Rijang Gneiss Batu Tulis / Slit Pualam Serpentinit Gabro Hormoblende . Pasir pantai terdiri atas partikel yang agak seragam.075 mm.35 mm. Deposit batu koral memiliki komposisi yang bervariasi tetapi biasanya mengandung pasir dan lempung. Pasir dan kerikil selanjutnya diklasifikasikan menurut sumbernya.35 mm tetapi lebih besar dari 0.

Pemecahan agregat dilakukan karena tiga alasan : untuk merubah tekstur permukaan partikel dari licin ke kasar. selain itu juga untuk merubah bentuk dan teksturnya. . dan untuk mengurangi serta meningkatkan distribusi dan rentang ukuran partikel. Kontrol yang baik dari operasional pemecahan menentukan apakah gradasi agregat yang dihasilkan memenuhi spesifikasi pekerjaan atau tidak. untuk merubah bentuk partikel dari bulat ke angular. Mempertahankan gradasi agregat yang dihasilkan adalah suatu faktor yang penting untuk menjamin homogenitas dan kualitas campuran beraspal yang dihasilkan. Untuk batuan krakal yang besar.Obsidian Pumis . pemakaian agregat pecah yang diambil langsung dari pemecah batu (tanpa penyaringan atau dengan sedikit penyaringan) dapat dibenarkan. Batuan Beku Luar Trakit Andesit Diabas Basal Tuffa Riolit 7. tujuan pemecahan batuan krakal ini adalah untuk mendapatkan ukuran batu yang dapat dipakai. Untuk alasan ekonomi. Penyaringan yang dilakukan pada agregat yang telah dipecahkan akan menghasilkan partikel agregat dengan rentang gradasi tertentu. Batu pecah (baik yang disaring atau tidak) disebut agregat pecah dan memberikan kualitas yang baik bila digunakan untuk campuran beton.2 Jenis Agregat Berdasarkan Sumber a) Agregat yang diproses Agregat yang diproses adalah batuan yang telah dipecah dan disaring sebelum digunakan.

Sumber Material (Quarry) b) Agregat buatan Agregat ini didapatkan dari proses kimia atau fisika dari beberapa material sehingga menghasilkan suatu material baru yang sifatnya menyerupai agregat. Pada saat menarik besi dari cetakan.Gambar 7. Agregat buatan dapat digunakan untuk dek jembatan atau untuk perkerasan jalan dengan mutu sebaik lapisan permukaan yang mensyaratkan ketahanan gesek maksimum. Batuan ini adalah substansi nonmetalik yang timbul ke permukaan dari pencairan / peleburan biji besi selama proses peleburan. Produk akhir yang dihasilkan biasanya agak ringan dan tidak memiliki daya tahan terhadap keausan yang tinggi. Pembuatan agregat buatan secara langsung adalah suatu yang relatif baru. Slag adalah contoh agregat yang didapat sebagai hasil sampingan produksi. Agregat ini dibuat dengan membakar tanah liat dan material lainnya. .2. Beberapa jenis dari agregat ini merupakan hasil sampingan dari proses industri dan dari proses material yang sengaja diproses agar dapat digunakan sebagai agregat atau sebagai mineral pengisi (filler). slag ini akan pecah menjadi partikel yang lebih kecil baik melalui perendaman ataupun memecahkanya setelah dingin.

Contoh berikut ini mengilustrasikan perbedaan keduanya : Hasil analisa saringan menunjukan bahwa 100 % lolos saringan 25 mm. Ada dua istilah yang biasanya digunakan berkenaan dengan ukuran butir agregat. Perubahan sifat campuran ini bisa terjadi hanya karena sedikit perubahan dalam jumlah atau sifat dari bahan pengisi atau mineral debu yang digunakan. Semakin besar ukuran maksimum agregat yang dipakai semakin banyak variasi ukurannya dalam campuran tersebut.Agregat halus : Agregat yang lolos saringan No. Mineral ini penting artinya untuk mendapatkan campuran yang padat.5 Ukuran Butir Ukuran agregat dalam suatu campuran beton terdistribusi dari yang berukuran besar sampai ke yang kecil. Gradasi agregat mempengaruhi besarnya rongga dalam campuran dan menentukan workabilitas (sifat . . Dalam hal ini ukuran maksimum agregat adalah 25 mm dan ukuran nominal maksimumnya adalah 19 mm. berdaya tahan dan kedap air.Ukuran nominal maksimum.6 Gradasi Seluruh spesifikasi campuran beton mensyaratkan bahwa partikel agregat harus berada dalam rentang ukuran tertentu dan untuk masing-masing ukuran partikel harus dalam proporsi tertentu. . yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terbesar yang masih menahan maksimum dari 10 % agregat. Distribusi dari variasi ukuran butir agregat ini disebut gradasi agregat. 200 (2. Walaupun begitu. Agregat paling kasar tertahan pada saringan 19 mm. 8 (2.3 Limbah Pertambangan 7.Mineral abu : Fraksi dari agregat halus yang 100% lolos saringan no.36 mm) mimimum 75% terhadap berat total agregat. yaitu : .36 mm).36 mm).075 mm) Mineral pengisi dan mineral abu dapat terjadi secara alamiah atau dapat juga dihasilkan dari proses pemecahan batuan atau dari proses buatan. kelebihan atau kekurangan sedikit saja dari mineral ini akan menyebabkan campuran terlalu kering atau terlalu basah. jenis dan jumlah mineral pengisi atau debu yang digunakan dalam campuran haruslah dikontrol dengan seksama.Agregat kasar : Agregat yang tertahan saringan No. Oleh karena itu. . 200 (0.Mineral pengisi: Fraksi dari agregat halus yang lolos saringan no. 7. 8 (2. . yang didefinisikan sebagai ukuran saringan terkecil yang meloloskan 100 % agregat. Istilah-istilah lainnya yang biasa digunakan sehubungan dengan ukuran agregat yaitu : .Ukuran maksimum.Gambar 7.

stabilitas rendah dan memiliki berat isi yang kecil.0. Suatu campuran agregat beton dikatakan bergradasi sangat rapat bila persentase lolos dari masing-masing saringan memenuhi persamaan berikut: P = 100 ( ) n (6) Dengan pengertian : d = Ukuran saringan yang ditinjau D= Ukuran agregat maksimum dari gradasi tersebut n = 0. atau gradasi baik (well graded). dimana contoh agregat harus melalui satu set saringan.45 Campuran dengan gradasi ini memiliki kuat tekan yang tinggi.mudah dikerjakan) dan stabilitas campuran. Untuk menentukan apakah gradasi agregat memenuhi spesifikasi atau tidak. sehingga sering juga disebut gradasi menerus. Persentase ini ditentukan dengan menimbang agregat yang lolos atau tertahan pada masing-masing saringan.35 .7 Kebersihan Agregat . diperlukan suatu pemahaman bagaimana ukuran partikel dan gradasi agregat diukur. Gradasi agregat dapat dibedakan atas : a) Gradasi seragam (uniform graded) / gradasi terbuka (open graded) Adalah gradasi agregat dengan ukuran yang hampir sama. b) Gradasi sapat (dense graded) Adalah gradasi agregat dimana terdapat butiran dari agregat kasar sampai halus. Gradasi seragam disebut juga gradasi terbuka (open graded) karena hanya mengandung sedikit agregat halus sehingga terdapat banyak rongga/ruang kosong antar agregat. Ukuran saringan menyatakan ukuran bukaan jaringan kawatnya dan nomor saringan menyatakan banyaknya bukaan jaringan kawat per inchi persegi dari saringan tersebut. Gradasi agregat dinyatakan dalam persentase berat masing-masing contoh yang lolos pada saringan tertentu. Campuran beraspal yang dibuat dengan gradasi ini bersifat porus atau memiliki permeabilitas yang tinggi. Gradasi agregat ditentukan oleh analisa saringan. agak kedap terhadap air dan memiliki berat isi yang besar. 7.

kekuatan agregat terhadap beban merupakan suatu persyaratan yang mutlak harus dipenuhi oleh agregat yang akan digunakan sebagai bahan beton Uji kekuatan agregat di laboratorium biasanya dilakukan dengan uji abrasi (Los Angeles Abration Test). Untuk itu. 200).75 mm (No. seperti berkurangnya ikatan antara aspal dengan agregat yang disebabkan karena banyaknya kandungan lempung pada agregat tersebut. Di lapangan. yaitu dengan menimbang agregat sebelum dan sesudah dicuci lalu membandingkannya. Kebersihan agregat dapat diuji di laboratorium dengan analisa saringan basah. Gambar 1 Contoh Tipikal Macam-Macam Gradasi Agregat 7. yaitu dengan memberikan suatu batasan jenis dan jumlah material yang tidak diinginkan (seperti tanaman.Dalam spesifikasi biasanya memasukan syarat kebersihan agregat. Sehingga akan memberikan persentase agregat yang lebih halus dari 0.075 mm (No. kebersihan agregat sering ditentukan secara visual. Agregat yang kotor akan memberikan pengaruh yang jelek pada kinerja perkerasan. 4. . 4).8 Kekerasan (toughness) Semua agregat yang digunakan harus kuat. Pengujian setara pasir (Sand Equivalent Test) adalah satu metoda lainnya yang biasanya digunakan untuk mengetahui proporsi relatif dari material lempung yang terdapat dalam agregat yang lolos saringan No. Agregat yang akan digunakan harus lebih keras (lebih tahan). uji beban kejut (Impact test) dan uji ketahanan terhadap pecah (Crushing test) . partikel lunak. Dengan pengujian-pengujian ini kekuatan relatif agregat dapat diketahui. lumpur dan lain sebagainya) berada dalam atau melekat pada agregat. mampu menahan abrasi dan degradasi selama proses produksi dan operasionalnya dilapangan.

Dan Pipih 7.10 Tekstur permukaan agregat Selain memberikan sifat ketahanan terhadap gelincir (skid resistance) pada permukaan perkerasan. berbentuk kubikal dan agregat yang memiliki lebih dari satu bidang pecah akan menghasilkan ikatan antar agregat yang paling baik. Lonjong. Bentuk butir agregat ini dapat mempengaruhi workabilitas campuran beton selama pencampuran yaitu dalam hal energi pemadatan yang dibutuhkan untuk memadatkan campuran.4 Tipikal Bentuk Butir Kubikal.7. Kombinasi penggunaan kedua bentuk partikel agregat ini sangatlah dibutuhkan untuk menjamin kekuatan pada struktur beton dan workabilitas yang baik dari campuran tersebut. tekstur permukaan agregat (baik makro maupun mikro) juga merupakan faktor lainnya yang menentukan kekuatan. workabilitas dan durabilitas campuran beton . Dalam campuran beton penggunaan agregat yang bersudut saja atau bulat saja tidak akan menghasilkan campuran beton yang baik. dan kekuatan struktur beton selama umur pelayanannya. Agregat yang bersudut tajam.9 Bentuk Butir Agregat Agregat memiliki bentuk butir dari bulat (rounded) sampai bersudut (angular). Bentuk partikel agregat yang bersudut memberikan ikatan antara agregat (agregat interlocking) yang baik yang dapat menahan perpindahan atau displasemen agregat yang mungkin terjadi. seperti yang diilustrasikan pada gambar 2. Gambar 7.

Meskipun demikian perbedaan berat jenis harus dikoreksi mengingat semua perhitungan didasarkan pada prosentase berat bukan volume. Oleh karena itu. tetapi untuk tujuan tertentu pemakaian agregat ini masih dapat dibenarkan asalkan sifat lainnya dapat terpenuhi.Permukaan agregat yang kasar akan memberikan kekuatan pada campuran beton karena kekasaran permukaan agregat dapat menahan agregat tersebut dari pergereran atau perpindahan. Pemecahan ini dimaksudkan untuk menghasilkan tekstur permukaan yang kasar pada bidang pecahnya dan mengubah bentuk butir agregat. tekstur permukaan adalah suatu sifat yang direfleksikan dalam uji kekuatan campuran dan dalam workabilitas dari campuran selama masa konstruksinya. Agregat dengan keporusan atau daya serap yang tinggi biasanya tidak digunakan. Contoh-contoh material seperti batu apung yang memiliki keporusan tinggi digunakan karena ringan dan tahan terhadap abrasi.11 Daya serap agregat Keporusan agregat menentukan banyaknya zat cair yang dapat diserap agregat. agar campuran yang dihasilkan tetap baik agregat yang porus memerlukan aspal yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kurang porus.12 Sumber Pustaka . Seperti halnya bentuk partikel. Kekasaran permukaan agregat juga akan memberikan tahanan gesek yang kuat sehingga akan meningkatkan keamanan. 7. Tidak ada metoda standar untuk mengevaluasi tekstur permukaan secara langsung. agregat ini akan terus menyerap semen lebih baik pada saat maupun setelah proses pencampuran agregat dengan aspal di unit pencampur beton (Batching plant. Agregat yang berasal dari sungai (bankrun agregat) biasanya memiliki permukaan yang halus dan berbentuk bulat. Oleh sebab itu penggunaan agregat bertekstur halus dengan proporsi tertentu kadangkadang dibutuhkan untuk membantu meningkatkan workabilitasnya. Jika daya serap agregat sangat tinggi. oleh sebab itu agar dapat menghasilkan campuran beton dengan sifat-sifat yang baik agregat sungai ini harus dipecahkan terlebih dahulu. 7. Kemampuan agregat untuk menyerap air. Agregat dengan tekstur permukaan yang sangat kasar memiliki koefisien gesek yang tinggi yang membuat agregat tersebut sulit untuk berpindah tempat sehingga akan menurunkan workabilitasnya.

pra-tekan. agregat halus. dari Material .1. dan Antoni .1 SEMEN PORTLAND DENGAN ATAU . misalnya yang ditambahkan adalah tulangan baja akan terbentuk beton bertulang. (1986). pra-cetak. Draft Konsesus ( SKBI. (2007) 2. TEKNOLOGI AHAN & KONSTRUKSI BETON 1-1 TERMINOLOGI Menurut Pedoman Beton 1989. selanjutnya jika ditambahkan dengan agregat halus menjadi mortar dan jika ditambahkan dengan agregat kasar menjadi beton. Penerbit Andi Ofset. Macam dan jenis beton menurut bahan pembentuknya adalah beton normal. Modul Panduan Praktikum Teknologi Bahan Konstruksi.53.4. Pembuatan ke Beton Mutu Tinggi. Oleh Paul Nugraha. beton tanpa tulangan. beton ringan. agregat kasar dan air denagn atau tanpa menggunakan bahan tambahan. 1989 : 4-5 ) beton didefinisikan sebagai campuran semen Portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. Proses terbentuknya beton dapat dilihat pada Gambar 6. Proses awal terjadinya beton adalah pasta semen yaitu proses hidrasi antara air dengan semen. bertulang. Laboratorium Teknik Sipil Universitas Mercu Buana ( 2001) 3. Teknologi Beton . Penambahan material lain akan membedakan jenis beton. Seminar Teknologi Beton dalam Rangka Menyambut PBI 1988.1. Spesifikasi Bahan Pembuat Beton Menurut Konsep PBI 1988. beton fiber dan lainnya.

PRECAST. PRESTRESS. BETON PRACETAK. DAN LAINNYA BETON BERTULANG. BETON SERAT.AIR MENGUNAKAN PASTA SEMEN AHAN TAMBAH TIDAK AGREGAT HALUS DITAMBAHKAN MORTAR AGREGAT KASAR BETON TULANGAN. SERAT. DAN LAINNYA JENIS BETON . BETON RINGAN. AGREGAT RINGAN. BETON PRESTRESS.

Gambar 6.1 Proses Terjadinya Beton Beberapa pengertian dan definisi menurut Pedoman Beton 1989 Draft Konsesus dan terminologi ASTM-C.125 adalah sebagai berikut : Tabel 6.1 Definisi dan Pengertian .

beton yang menggunakan tulangan dengan Beton jumlah dan luas tulangan tidak kurang dari nilai minimum yang bertulangan disyaratkan. Kekuatan beton akan naiknya secara cepat ( linier ) sampai umur 28 hari. pasta semen ditambah dengan agregat halus. beton yang seluruh agregat terdiri dari Beton ringan total agregat halus dengan berat normal. beton yang mengandung agregat ringan Beton ringan yang memenuhi ketentuan dan persyaratan ASTM-C. campuran semen portland atau sembarang semen hidrolik yang lain. dengan atau tanpa pratekan dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua material bekerja bersama-sama dalam menahan gaya yang bekerja.330 dan mempunyai struktural unit massa kering udara seperti yang ditentukan oleh ASTMC. atau beton ringan berpasir 1-2 UMUR BETON Kekuatan tekan beton akan bertambah dengan naiknya umur beton. beton bertulang dimana telah diberikan Beton prestress tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton ( pratekan ) akibat pemberian beban yang bekerja. agregat halus. elemen beton tanpa atau dengan tulangan Beton pracetak yang dicetak ditempat yang berbeda dari posisi akhir elemen dalam struktur.Pasta semen Mortar Beton campuran antara air dengan semen. agregat kasar dan air dengan atau tanpa menggunakan bahan tambahan. Beton normal beton yang menggunakan agregat normal.567 tidak lebih dari 1900 kg/cm³. .

Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan suatu kuat tekan rata-rata yang disyaratkan. semakin tinggi pula mutu beton yang dihasilkan. sebagai dasar pemilihan perancangan campuran beton ( MPa ). maka campuran dikombinasikan dengan semen khusus atau ditambah dengan bahan tambahan kimia dengan tetap menggunakan jenis semen tipe I ( OPC-I ). Pada tahap pelaksanaan konstruksi. Biasanya kekuatan tekan rencana beton dihitung pada umur 28 hari. fc = Kekuatan tarik dari hasil uji belah silinder beton ( MPa ). Kekuatan tekan beton dinotasikan sebagai berikut ( PB. Semakin tinggi tingkat kekuatan struktur yang dikehendaki. Untuk struktur yang menghendaki kekuatan awal tinggi. Kriteria penerimaan beton tersebut harus pula sesuai dengan standar yang berlaku. Kekuatan tekan beton pada kasuskasus tertentu terus akan bertambah sampai beberapa tahun dimuka. Jika tidak memenuhi. f’c = Kekuatan tekan beton yang disyaratkan ( MPa ).85 f’c untuk kuat tekan rata-rata dua silinder dan memenuhi f’c + 0. maka diuji mengikuti ketentuan selanjutnya. Laju kenaikan umur beton sangat tergantung dari penggunaan bahan semen karena semen cenderung secara langsung memperbaiki kinerja tekannya. Menurut Srandar Nasional Indonesia kuat tekan harus memenuhi 0. fck = Kekuatan tekan beton yang didapatkan dari hasil uji kubus 150 mm atau dari silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm ( MPa ).1989:16 ). f’cr = Kekuatan tekan beton rata-rata yang dibutuhkan. S = Deviasi standar ( s ) ( MPa ). beton yang telah dirancang campurannya harus diproduksi sedemikian rupa sehingga memperkecil frekuensi terjadinya beton dengan kuat tekan yang lebih rendah dari f’c seperti yang telah disyaratkan.tetapi setelah itu kenaikannya akan kecil. 1-3 KEKUATAN TEKAN BETON (f’c) Kuat tekan beton mengidentifikasikan mutu dari sebuah struktur.82 s untuk rata-rata empat buah benda uji yang berpasangan. .

Fakor air semen. yang terutama dipengaruhi oleh lingkungan setempat. Namun demikian air yang tak dapat diminum pun dapat digunakan sebagai campuran beton. Kontribusi yang diberikan oleh semen terhadap peningkatan kekuatan beton terutama terdapat dalam tiga fakor. Keadaan pada saat pengecoran dilaksanakan. Perawatan dan. Komposisi dari bahan-bahan kimia semen.2 Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan beton 1-5 CAMPURAN PASTA SEMEN SEGAR DAN BETON Proses hidrasi adalah proses yang paling membutuhkan air. (2). Air yang ada dalam campuran semuanya akan digunakan untuk proses hidrasi. Gambar 6.1-4 FAKTOR . asalkan memenuhi syarat mutu yang disyaratkan. Kehalusan butir dari semen dan. Gabungan antara semen dengan air merupakan pasta semen. yaitu (1). (3).FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN TEKAN BETON Bebarapa faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton dapat dilihat pada Gambar 6. (3). Untuk kasus ini di Indonesia. a) Faktor Air Semen (FAS) . 1989 Draft Konsensus. (2). (4). yaitu (1). Seperti yang dijelaskan di bagian bahan-bahan penyusun beton.2 Ada empat bagian utama yang mempengaruhi mutu dari kekuatan beton tersebut. 1989 : 31) dan pasal 3. Metode perancangan. 1980 (Ulasan PB. Proporsi bahan-bahan penyusunnya.4 PB. air yang dapat diminum dapat digunakan untuk campuran beton. air yang digunakan sebagai campuran beton harus memenuhi syarat baku mutu sesuai dengan BS 3148.

2 sampai 0.5. Nilai FAS yang rendah akan menyebabkan kesulitan dalam pengerjaan. Ada batas-batas dalam hal ini.4 Hubungan antara kekuatan tejan dengan FAS (Abram. ditambahkan bahan tambah “Admixture Concrete” yang bersifat menambah keenceran “Plasticity or Plasticilizer Admixture”. Menurut Talbot dan Richard (Ilsley.5X). dan B adalah nilai konstanta. Umumnya nilai FAS minimum yang diberikan sekitar 0. Namun demikian. jika sebaliknya maka harus dikurangi. 1-6 SIFAT DAN KARAKTERISTIK CAMPURAN BETON . hasil penelitian (Abrams. nilai FAS yang semakin rendah tidak selalu berarti bahwa kekuatan beton semakin tinggi. dan X adalah FAS (semula dalam proporsi volume). semakin rendah mutu kekuatan beton. Gambar 6.4 dan maksimum 0. Rata-rata ketebalan lapisan yang memisahkan antar partikel dalam beton sangat bergantung pada faktor air semen yang digunakan dan kehalusan butir semennya. kekuatan beton akan naik seperti yang terlihat pada Gambar 6.3 Hubungan antara kekuatan tekan dengan FAS (Talbot & Richart) Gambar 6. Hubungan antara FAS dengan kuat tekan beton ( Duff Abrams. Jika beton menggunakan bahan kimia yang dapat mempercepat waktu pengikatan maka kadar kimia senyawa kimia C3S dalam semen harus diperbanyak.6 akan menurunkan kekuatan beton sampai mendekati nol pada FAS 4. Pada praktiknya. semakin halus butiran semen. Semakin halus butir semen.4).65. dimana A.3.untuk mengatasi kesulitan pengerjaan karena rendahnya nilai FAS ini.Secara umum diketahui bahwa semakin tinggi nilai FAS. 1920) b) Kehalusan Butir Semen Kehalusan butir semen merupakan sifat fisika dari semen . 1920 : 220) dinyatakan dalam persamaan f’c = A/(B1. yaitu kesulitan dalam pelaksanaan pemadatan yang pada akhirnya akan menyebabkan mutu beton menurun.0 untuk beton yang berumur 28 hari (Gambar 6. 1920) menunjukkan bahwa bertambahnya WCR/FAS hingga lebih dari 0. waktu yang dibutuhkan semen untuk mengeras semakin cepat. c) Komposisi Kimia Komposisi kimia semen akan menyebabkan perbedaan dari sifat-sifat semen. secara tidak langsung akan menyebabkan perbedaan naiknya kekuatan dari beton yang akan dibuat. 1942 : 248) pada rasio air semen 0. Akan tetapi. proses hidrasi semen akan semakin cepat sehingga kekuatan beton akan lebih cepat tercapai.

hal ini dapat tercapai jika bentuk permukaan dan bentuk agregatnya memenuhi syarat yang diberikan baik itu syarat ASTM. (2). Pasta semen tidak bersifat elastis sempurna. sehingga pengaruh agregat akan menjadi besar. dan (7). maka agregat memberikan kontribusi terhadap kekuatan beton. Kekuatan agregat. Bahan tambah biasanya hanya digunakan untuk memperbaiki sifat-sifat beton. Jika melihat fungsi agregat dalam campuran beton hanya sebagai pengisi maka diperlukan suatu sifat yang saling mengikat dan saling mengisi (interlocking) yang baik. baik dari sisi ekonomi maupun dari sisi tekniknya. Seperti yang telah dijelaskan. (3). Banyaknya dan komposisi kimia dari bahan tambah akan menyebabkan karakteristik yang berbeda terhadap kinerja beton yang diharapkan. permeabilitas dan sifat panas yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. kekentalan aliran gel (pasta semen) dan penanganan pada saat sebelum terjadi tegangan serta kristalin yang terjadi untuk pembentukan porinya. Gradasi. (4). namun karena prosentase agregat yang besar dalam volume campuran. Tekstur permukaan. Ketahanan terhadap panas. begitu juga sebaliknya. Reaksi kimia. Agregat yang digunakan dalam beton yang berfungsi sebagai bahan pengisi. Gaya gesek dalam. Beberapa sifat dan karakteristik beton yang perlu diperhatikan antara lain adalah modulus elastisitas beton. proporsi campuran agregat dalam beton adalah sekitar 70-80%. susut dan tegangan yang terjadi biasanya tergantung dari energi pemadatan dan tindakan preventif terhadap perhatiannya pada tegangan dalam beton. baik saat beton dalam keadaan segar ataupun saat beton mengeras nantinya. b) Metode Pencampuran Ø Penentuan Proporsi Bahan (Mix Design) . tetapi merupakan viscoelastic-solid. Hal ini tergantung dari jumlah dan distribusi air. secara linear dan tidak langsung akan menyebabkan mutu beton menjadi baik. ACI maupun SII. Semakin baik mutu agregat yang digunakan. hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah agregat. Bentuk dan ukuran. kekuatan tekan. (6).Sifat dan karakteristik campuran beton segar secara tidak langsung akan mempengaruhi beton yang telah mengeras. Detail mengenai sifat agregat ini dapat dilihat di buku Seri Bahan-Bahan Penyusun Beton. Faktorfaktor yang mempengaruhi kekuatan beton terhadap agregat : (1). a) Sifat dan Karakteristik Bahan Penyusun Selain kekuatan pasta semen. (5). Perbandingan agregat dan semen campuran.

Pemadatan harus dilakukan sesuai dengan syarat mutu. Ø Pemadatan Pemadatan yang tidak baik akan menyebabkan menurunnya kekuatan beton. Cara coba-coba. Hal lain yang dapat dilakukan adalah melihat manual pemadat yang digunakan sehingga pemadatan pada campuran beton dapat dilakukan secara efisien dan efektif. (3). Ø Metode Pencampuran (mixing) Metode pencampuran dari beton diperlukan untuk mendapatkan kelecakan yang baik sehingga beton dapat dengan mudah dikerjakan. Metode American Concrete Institute. Pengadukan yang tidak baik akan menyebabkan terjadinya bleeding. Department of Engineering. 4. Portland Cement Association. Ø Pengecoran (Plancing) Metode pengecoran akan mempengaruhi kekuatan beton. dituangkan dan dipadatkan serta dibentuk dalam acuan (Ilsley. British Standard. (2). Road Note NO. Departemen Pekerjaan Umum (SK. Hal ini dimaksudkan agar proporsi dari campuran dapat memenuhi syarat kekuatan serta dapat memenuhi aspek ekonomis. (5). dan hal-hal lain yang tidak dikehendaki. Jika syarat-syarat pengecoran tidak terpenuhi. antara lain : (1).SNI.Proporsi campuran dari bahan-bahan penyusun beton ini ditentukan melalui perancangan beton (mix design). karena tidak terjadinya pencampuran bahan yang homogen. Namun demikian nilai dari slump ini harus dibatasi. kemungkinan besar kekuatan tekan yang direncanakan tidak akan tercapai. Metode perancangan ini pada dasarnya menentukan komposisi dari bahan-bahan penyusun beton untuk kinerja tertentu yang diharapkan. Kemudahan pekerjaan ini diindikasikan melalui slump test . walaupun rencana campuran baik dan syarat mutu bahan telah terpenuhi.T-151990-03) dan (6). Kemudahan pengerjaan atau workability pada pekerjaan beton didefinisikan sebagai kemudahan untuk dikerjakan. semakin tinggi nilai slump. 1942:224). Nilai slump yang terlalu tinggi akan membuat beton kropos setelah mengeras karena air yang terjebak dalamnya menguap. semakin mudah untuk dikerjakan. Penentuan proporsi campuran dapat digunakan dengan beberapa metode yang dikenal. (4). Pemadatan yang berlebih pun akan menyebabkan terjadinya bleeding. . Metode pengadukan atau pencampuran beton akan menetukan sifat kekuatan dari beton.

Mengapa uji kekuatan tekan beton umumnya dilakukan pada umur 28 hari? 3. terutama dari sisi kekuatannya. Keadaan permukaan landasan dan (5). Suhu contoh. (4). d) Kondisi Pada Saat Pengerjaan Pengecoran Kondisi pada saat pekerjaan pengecoran akan mempengaruhi kualitas beton yang dibuat. (3). pengolahan dan perawatan akan dibahas pada bab selanjutnya.c) Perawatan Perawatan terutama dimaksudkan untuk menghindari panas hidrasi yang tidak diinginkan. Gambarkan dan jelaskan proses terjadinya beton! 2. Bahan-bahan penyusun beton serta metode perancangan. Latihan 1. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan tekan beton! 4. Kadar air. Bentuk dan ukuran contoh. Gambarkan hubungan antara faktor air semen dengan kuat tekan beton! . yang terutama disebabkan oleh suhu. Faktor-faktor tersebut antara lain : (1). Waktu-waktu yang dibutuhkan untuk merawat beton pun harus terjadwal dengan baik. Cara dan bahan serta alat yang digunakan untuk perawatan akan menentukan sifat dari beton keras yang dibuat. (2). Cara pembebanan.

kecuali apabila penuangan dilakukan dengan tremi atau telah seijin pengawas ahli.:1989:27). lapisan bahan kimia (form release agent) atau lembaran polyurenthene.Senin. a) Semua peralatan untuk pengadukan dan pengangkutan beton harus bersih. hal-hal berikut ini harus terlebih dahulu harus diperhatikan (PB. f) Air yang terdapat pada ruang yang akan diisi beton harus dibuang. d) Pasangan dinding bata yang berhubungan langsung dengan beton harus dibasahi air sampai jenuh.14 MATA KULIAH : TEKNOLOGI BAHAN & KONSTRUKSI PENGERJAAN BETON 1-1 PERSIAPAN Sebelum penuangan beton dilaksanakan. antara lain lapisan minyak mineral. c) Untuk memudahkan pembukaan acuan. e) Tulangan harus dalam keadaan bersih dan bebas dari segala lapisan penutup yang dapat merusak beton atau mengurangi lekatan antara beton dengan tulangan. . b) Ruang yang akan diisi dengan beton harus bebas dari kotoran-kotoran yang mengganggu. 03 Agustus 2009 PENGERJAAN BETON MODUL PERTEMUAN KE . permukaan dalam acuan boleh dilapisi dengan bahan khusus.

g) Semua kotoran, serpihan beton dan material lain yang menempel pada permukaan beton yang telah mengeras harus dibuang sebelum beton yang baru dituangkan pada permukaan beton yang telah mengeras tersebut. Pada kasus-kasus tertentu, persiapan lebih detail harus juga dilakukan. Untuk pengerjaan beton pre-stressing misalnya, persiapan akan bahanbahan kimia seperti bonding agent untuk perekat antara lapisan beton yang baru dengan beton yang lama, ataupun cement grouting untuk memperbaiki bagian-bagian yang keropos akibat kurangnya pemadatan atau karena terjadinya segregasi harus dilakukan. 1-2 PENAKARAN Penakaran bahan-bahan penyusun beton yang dihasilkan dari hasil rancangan harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Pasal 9 (3.3.2.) SK.SNI.T-28-1991-03 tentang Tata Cara Pengadukan dan Pengecoran Beton dan ASTM C.685 Standard Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing serta ASTM.94 sebagai berikut: a) Beton yang mempunyai kekuatan tekan (f’c) lebih besar atau sama dengan 20 MPa proporsi penakarannya harus didasarkan atas penakaran berat. b) Beton yang mempunyai tekan (f’c) lebih kecil dari 20 MPa proporsi penakarannya boleh menggunakan teknik penakaran volume. Tekniknya harus didasarkan atas penakaran berat yang dikonversikan kedalam penakaran volume untuk setiap campuran bahan penyusunannya. 1-3 PENGADUKAN Setelah didapatkan komposisi yang direncanakan untuk kuat tekan tertentu, maka proses selanjutnya adalah pencampuran di lapangan. Komposisinya disesuaikan dengan kapasitas alat aduk. Secara umum pengadukan dilakukan sampai didapatkan suatu sifat yang plastis dalam campuran beton segar. Indikasinya adalah warna adukan merata, kelecakan yang cukup, dan tampak homogen. Selama proses pengadukan, harus dilakukan pendataan rinci mengenai : (1). Jumlah batch-aduk yang dihasilkan, (2). Proporsi material, (3). Perkiraan lokasi dari penuangan akhir pada struktur, dan (4). Waktu dan tanggal pengadukan serta penuangan. Metode pengadukan dapat dibedakan menjadi dua yaitu manual dan dengan mesinal. Pengadukan manual dilakukan dengan tangan, sedangkan pengadukan dengan mesin memanfaatkan bantuan alat aduk seperti molen

atau batching plant. Pengadukan dengan tangan biasanya dilakukan jika kebutuhan akan beton lebih kecil dari 10 m³ dalam satu periode yang pendek. Menurut SNI, jika kebutuhan adukan lebih kecil dari 10, dapat digunakan campuran dengan perbandingan 1 : 2 : 3, tetapi untuk kebutuhan beton lebih besar dari 10 m³, desain campurannya harus direncanakan. a) Pengadukan Manual Berikut ini adalah tata cara pengadukan manual. Ø Pasir dengan semen dicampur (dalam keadaan kering) dengan komposisi tertentu, diatas tempat yang datar dan kedap air. Ø Pencampuran dilakukan sampai didapatkan warna yang homogen. Ø Tambahkan kerikil, kemudian lakukan pencampuran lagi. Ø Alat Bantu yang digunakan dapat berupa sekop, cangkul, ataupun alat gali lainnya. Ø Buat lubang di tengah adukan, tambahkan kira-kira 75% dari kebutuhan air. Ø Aduk hingga rata dan tambahkan sedikit-demi sedikit air yang tersisa. b) Pengadukan Dengan Mesin Jika ditinjau dari sisi ekonomi, penggunaan mesin aduk untuk pengerjaan beton yang besar justru akan menurunkan biaya (cost). Campuran beton yang dihasilkan pun biasanya akan bersifat lebih homogen dan plastis. Pengadukan dengan mesin ini dilakukan sesuai dengan manual alat aduknya. Untuk beton siap pakai (PB,1989:27) pengadukan dan pengangkutan harus mengikuti persyaratan dari “Specification for Ready Mixed Concrete” ASTM C.94 atau “Specification for Concrete Made by Volumetric Batching and Continuous Mixing” ASTM C.685. Secara umum, pengadukan dengan mesin harus dilakukan menggunakan mesin-mesin yang telah disetujui penggunaannya (PB,1989:27). Mesin pengaduk harus diputar sesuai dengan kecepatan yang direkomendasikan oleh pabrik pembuatnya. Setelah pencampuran seluruh bahan dalam batching, harus dilakukan pengadukan kembali minimal selama 1.5 menit, kecuali bila dapat dibuktikan bahwa pengadukan yang lebih pendek mampu memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi pengujian keseragaman pengadukan yang ditetapkan dalam ASTM C.94. ketentuan mengenai waktu pengadukan minimal dapat dilihat pada Tabel 9.1 Tabel 9.1 Waktu Pengadukan Minimal

Kapasitas dari Mixer (m³) 0.8-3.1 3.8-4.6 7,6

ASTM C.94 dan ACI 318 1 menit 2 menit 3 menit

Menurut SK.SNI.T-28-1991-03 Ps. (3.3.3), waktu pengadukan minimal untuk campuran beton yang volumenya lebih kecil atau sama dengan 1 m³ adalah 1,5 menit,dan ditambah selama 0,5 menit untuk penambahan 1 m³ beton serta pengadukan ditambahkan selama 1,5 menit setelah semua bahan tercampur. Waktu pengadukan ini akan berpengaruh pada mutu beton. Jika terlalu sebentar percampuran bahan kurang merata, sehingga pengikatan antara bahan-bahan beton akan berkurang. Sebaliknya, pengadukan yang terlalu lama akan mengakibatkan : (1). Naiknya suhu beton, (2). Keausan pada agregat sehingga agregat pecah, (3). Terjadinya kehilangan air sehingga penambahan air diperlukan, (4). Bertambahnya nilai slump dan, (5). Menurunnya kekuatan beton. Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan dengan jarak pengangkutan. Pengontrolan dan pencatatan data selama pengadukan harus dilakukan, meliputi : (1). Waktu dan tanggal pengadukan dan pengecoran, (2). Proporsi bahan yang digunakan, (3). Jumlah batch adukan yang dihasilkan, dan (4). Lokasi akhir pengecoran. Mesin atau alat pengaduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu alat aduk yang mobile (dapat dipindahpindahkan) dan mempunyai kapasitas yang kecil (dinamakan mixer atau molen), serta alat aduk stasioner yang biasanya mempunyai kapasitas besar (dinamakan batching plant). Jika dilihat dari arah perputaran batch-nya, alat aduk dapat dibedakan menjadi 3 yaitu, alat aduk yang berputar vertikal (vertical mixing or reversing drum mixer), alat aduk yang berputar mendatar (horizontal mixing or pan drum mixer). Mesin pengaduk vertikal dan yang berputar miring biasanya dipakai untuk pengerjaan di lapangan dan yang berputar horizontal biasanya digunakan di laboratorium.

2 Mesin aduk yang berputar Horizontal Gambar 9.SNI.1 Mesinaduk yang berputar Vertikal Gambar 9.3 Mesin aduk yang berputar Miring 1-4 SYARAT PENGADUKAN SK.Gambar 9.T-28-1991-03 .

yakni alat angkut manual dan mesin. belt conveyor.SNI. 1-5 PENGANGKUTAN BETON Setelah pengadukan selesai. 1-6 PENUANGAN ADUKAN . putarannya sesuai dengan rekomendasi.S-04-1989-F tentang Spesifikasi Bahan Bangunan Bagian A (Bahan Bangunan Bukan Logam).SNI. tersdia data uji dari laboratorium yang diakui c) Jika tidak dilengkapi dengan sertifikasi mutu atau data hasil uji.S-18-1990-03 atau SK. bahan-bahan yang digunakan harus memenuhi ketentuan dari Standar Nasional Indonesia SK. harus berdasarkan bukti dari hasil pengujian khusus atau pemakaian nyata yang dapat menghasilkan beton yang kekuatan. Peralatan yang diguanakan untuk mengaduk harus pula memenuhi syarat standar. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan hingga ke tempat penyimpanan akhir (sebelum dituang) harus dilakukan sedemikian rupa untuk mencegah terjadinya pemisahan dari bahan yang telah dicampur dan tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan (PB. dolak. dan keawetannya memenuhi syarat. Alat angkut manual menggunakan tenaga manusia. Ketentuan lain mengenai peralatan adalah alat harus dalam keadaan bersih dan baik. ketahanan. Alat angkut mesin biasanya dibutuhkan untuk pengerjaan yang kapasitasnya besar dan jarak antara tempat pengolahan beton dan tempat pengerjaan struktur jauh.S-19-1990-03. Selain hal-hal diatas. harus sesuai syarat SK. Contoh alat angkut ini adalah truck mixer.1989:28). syarat administrasi yang dinyatakan dalam rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) dan harus tersedia rencana campuran beton serta rencana pelaksanaan pengecoran. Standar pelaksanaan harus mengikuti ketentuan . pompa dan tower crane. dengan alat bantu sederhana (dapat berupa ember. Jika menggunakan bahan tambah. gerobak dorong.Semua jenis bahan yang digunakan dalam pembuatan beton harus dilengkapi dengan: a) Sertifikasi mutu dari produsen b) Jika tidak terdapat ertifikasi mutu. Alat angkut pun dibedakan menjadi dua. talang) dan biasanya mempunyai kapasitas kecil. peralatan angkut dan pengecoran dalam kondisi baik dan lancar. campuran beton dibawa ke tempat penuangannya atau ke tempat dimana konstruksi akan dibuat.SNI.

Ø Bila diperlukan. siar pelaksanaan harus dibuat sesuai dengan ketentuan : (a). balok induk atau pelat yang didukung oleh kolom tidak boleh dituang sebelum hilang sifat keplastisannya. balok induk. Tidak dilakukan penuangan selama .Untuk menghindari terjadinya segregasi dan bleeding. Balok anak. (b). ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penuangan beton. (e). Ø Pembetonan harus dilaksanakan dengan kecepatan penuangan yang diatur sedemikian rupa sehingga campuran beton selalu dalam keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam rongga di antara tulangan. (2). Tinggi jatuh tidak boleh lebih dari 1. kecuali diijinkan atau dilarang dalam pelaksanaan siar pelaksanaan (construction joint). (d). pelaksanaan harus dilakukan tanpa henti hingga diselesaikan penuangan suatu panel atau penampang. Ø Campuran beton yang mengeras atau yang telah terkotori oleh material asing tidak boleh dituang ke dalam struktur. Siar pelaksanaan pada balok induk harus ditempatkan menjauhi daerah persilangan antara balok induk tersebut dengan balok lainnya sejarak tidak kurang dari dua kali lebar balok yang menyilang. balok induk. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah : (1).1989:28) : Ø Campuran yang akan dituangkan harus ditempatkan sedekat mungkin dengan cetakan akhir untuk mencegah segregasi karena penanganan kembali atau pengaliran adukan. Ø Permukaan atas dari acuan yang diangkat secara vertikal pada umumnya harus terisi rata dengan campuran beton. Balok anak. yang dibentuk oleh batas-batas elemennya atau batas penghentian penuangan yang ditentukan. a) Hal Yang Perlu Dperhatikan Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain (PB. kecuali ditentukan lain dalam perencanaanya.50 meter. Siar pelaksanaan yang terletak pada lantai ditempatkan sepertiga dari bentang bagian tengah plat. Permukaan beton pada siar pelaksanaan harus bersih. (c). Ø Campuran beton yang setengah mengeras atau telah mengalami penambahan air tidak boleh dituangkan. Ø Setelah penuangan campuran beton dimulai. balok anak. (f). Jika terjadi jarak yang lebih besar maka perlu ditambahkan alat bantu seperti tremi atau pipa. Ø Beton yang dituangkan harus dipadatkan dengan alat yang tepat secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar dapat mengisi semua rongga beton. Sebelum pengecoran harus dibasahi. penebalan miring balok dan kepala kolom harus dituang secara monolit dengan pelat sebagai suatu bagian dari sistem pelat tersebut. kecuali telah disetujui oleh pengawas ahli. Tidak mengurangi kekuatan konstruksi.

Setiap kali penuangan.5 jam kuat tekan beton masih dapat tercapai (lihat Gambar 9. (3). Penundaan akan mengakibatkan kehilangan Faktor Air Semen akibat penguapan beton segar serta akibat terserap oleh agregat. tebal lapisan maksimum 30-45 cm. kecuali jika pengecoran dilakukan dibawah atap. Penuangan ini dapat dilakukan dengan alat-alat Bantu. Dengan penundaan selama 2-2. Karung .4 terlihat bahwa penundaan lebih dari 4 jam akan menyebabkan penurunan kekuatan. (4). Pada Gambar 9.4). yaitu: (1). dapat ditambahkan sekitar 10% semen untuk menghindari kehilangan pada saat penuangan. Lamanya waktu pengikatan awal beton selama 2 jam dan pengikatan akhir selama 4 jam.4 Kekuatan Beton dengan Pengecoran yang mengalami penundaan. Gambar 9. b) Penuangan Yang Tertunda Batas penundaan yang masih dapat ditoleransi adalah sesuai dengan lamanya waktu pengikatan beton. Penuangan hanya berhenti dititik momen sama dengan nol. c) Penuangan Beton Dalam Air Untuk penuangan beton atau pengecoran dalam air.terjadi hujan agar kadar air tetap terjaga. agar pemadatannya dapat dilaksanakan dengan mudah.

Campuran tersebut akan keluar melalui pintu yang otomatis terbuka sendiri. karung-karung tersebut dipantek satu dengan yang lainnya. Ø Pengawasan yang ketat selama pelaksanaan. Penuangan dilakukan dengan cara mengisikan campuran beton ke dalam pipa tremi. Bak khusus. Setelah pintu terbuka. (3). Ø Katup hydro terdiri dari pipa nylon diameter 600 mm yang fleksibel untuk menuangkan beton. (3). (2). Ø Pada penuangan beton dengan bak khusus. Ø Gunakan bahan tambah yang memperbesar sifat plastis dari beton segar. (4). kemudian mengangkat pipa tremi secara perlahan sampai beton mengalir keluar. Ø Penuangan denga pipa tremi banyak digunakan karena efisien dan efektif. Ø Penuangan dengan beton pra-susun dilakukan dengan menyusun terlebih dahulu agregat kasar yang lebih besar dari 28 mm. Ø Gunakan suatu campuran dengan sifat pengerjaan sedang. pasir dan air atau dapat juga ditambah bahan tambah plastisizer pada alat pengaduk khusus. kemudian melakukan grouting (grout colodial). Berikut ini adalah penjelasan untuk masing-masing alat tersebut. Tremi. Hasilnya baik jika persiapannya baik dan. (2). Pengurangan tenaga kerja. Jenis-jenis pompa beton antara . kemudian memasukkannya ke dalam air. dengan ukuran agregat tidak lebih dari 40 mm. d) Penuangan Beton Dengan Pemompaan Penuangan beton atau pengecoran dengan pemompaan melalui pipa-pipa sangat menguntungkan apabila cara lainnya tidak bisa dilakukan. bak diangkat secara perlahan-lahan sehingga beton mengalir. campuran beton diisikan dalam sebuah bak. Cara ini sangat menguntungkan jika hal-hal berikut ini dipenuhi. Produksi kerja akan tinggi jika pompa yang digunakan berkapasitas besar dan baik. Katup hydro ( hydro valve) dan (5). Ø Penuangan menggunakan karung dilakukan dengan mengisi karungkarung dengan beton segar. Grout dibuat dengan mencampur semen. Untuk mendapatkan konstruksi yang padat dan massif. Cara pengerjaannya sama dengan tremi. Keuntungan cara ini adalah : (1). Penuangan dengan cara ini memerlukan bantuan penyelam sehingga biasanya mahal. Beton pra-susun. (prepacked concrete). Ujung bawahnya dilengkapi pelindung kaku berbentuk silinder.(protective sandbag walling). Ujung pipa bagian bawah harus selalu terbenam dalam beton yang dituangkan.

5 Pengaruh rongga-rongga udara pada kekuatan tekan beton Pada pengerjaan beton dengan kapasitas kecil. . Pemadatan dilakukan sebelum terjadinya initial setting time pada beton. pompa pneumatik dan pompa peras-tekan. tanpa harus menyebabkan bleeding.lain pompa torak. Gambar 9. Jika masih dapat ditusuk sedalam 10 cm. yaitu alat getar yang berupa tongkat dan digerakan dengan mesin. pengindikasian initial setting dilakukan dengan cara menusuk beton tersebut dengan tongkat tanpa kekuatan. yaitu : a) Alat getar intern (internal vibrator). alat pemadat dapat berupa kayu atau besi tulangan. tongkat dimasukkan ke dalam beton pada waktu tertentu. Untuk menggunakannya. 1-7 PEMADATAN BETON Pemadatan dilakukan segera setelah beton dituang. Pemadatan dilakukan dengan penggetaran. Dari Gambar 9. Pemadatan dimaksudkan untuk menghilangkan rongga-rongga udara yang terdapat dalam beton segar. Alat pompa ini dilengkapi dengan pipa-pipa penghantar beton.5 terlihat bahwa bertambahnya kandungan udara dalam beton akan menyababkan kekuatan tekan beton berkurang. berarti setting time belum tercapai. Kebutuhan akan alat pemadat disesuaikan dengan kapasitas pengecoran dan tingkat kesulitan pengerjaan. alat pemadat mesin harus digunakan. Dalam praktik di lapangan. Alat pemadat ini lebih dikenal dengan nama vibrator atau alat getar. Alat getar ini dibagi menjadi dua. Untuk pengecoran dengan kapasitas lebih besar dari 10 m³. Campuran beton akan mengalir dan memadat karena ronggarongga akan terisi dengan butir-butir yang lebih halus.

pemadatan dengan alat getar dilaksanakan dalam waktu yang pendek. . karena pada masa ini beton masih dapat dibentuk. kekedapan terhadap air. beton akan mengalami keretakan karena kehilangan air yang begitu cepat. Alat yang digunakan biasanya ruskam. ketahanan terhadap aus. mengangkut atau memindahkan beton. f) Alat getar tidak berfungsi untuk mengalirkan. Perawatan dilakukan minimal selama 7 (tujuh) hari dan beton berkekuatan awal tinggi minimal selama 3 (tiga) hari serta harus dipertahankan dalam kondisi lembab. boleh digunakan untuk mencapai kekuatan tekan dan mengurangi waktu perawatan. uap bertekanan atmosferik. agar proses hidrasi selanjutnya tidak mengalami gangguan. e) Tidak terjadi kontak antara alat getar dengan bekisting. Jika hal ini terjadi. kecuali dilakukan dengan perawatan yang dipercepat (PB. d) Pemadatan merata. 1-8 PEKERJAAN AKHIR (Finishing) Pekerjaan finishing dimaksudkan untuk memadatkan sebuah permukaan beton yang rata dan mulus. Perawatan ini dilakukan. Perawatan ini harus mampu menghasilkan kekuatan tekan sesuai dengan rencana. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada saat beton belum mencapai final setting. c) Tidak menyebabkan terjadinya bleeding. 1-9 PERAWATAN BETON (Curing) Perawatan ini dilakukan setelah beton mencapai final setting. jidar dan alat-alat perata lainnya. dan prosesnya harus mampu menghasilkan beton yang tegar. yaitu alat getar yang mengetarkan form work sehingga betonnya bergetar dan memadat. Perawatan ini tidak hanya dimaksudkan untuk mendapatkan kekuatan tekan beton yang tinggi tapi juga dimaksudkan untuk memperbaiki mutu dari keawetan beton. a) Perawatan Yang Dipercepat Perawatan dengan uap bertekanan tinggi. serta stabilitas dari dimensi struktur. pemanasan dan pelembaban atau proses lain yang dapat diterima. b) Pemadatan dilaksanakan secara vertikal dan jatuh dengan beratnya sendiri. Beberapa pedoman umum dalam proses pemadatan adalah : a) Pada jarak yang berdekatan /pendek. artinya beton telah mengeras.b) Alat getar cetakan (external vibrator or form vibrator).1989:29).

f digunakan untuk beton di lapangan yang permukaanya mendatar. cara produksi. Cara d. Kehilangan air-semen yang banyak pada saat-saat setting time concrete. Antisol White (termasuk tipe II) dan Antisol E (termasuk Tipe I. b. Curing compound ini . Perbedaan suhu beton dengan lingkungan yang terlalu besar. 5. Cara a. Pemilihan cara mana yang digunakan semata-mata mempertimbangkan biaya yang dikeluarkan. sedangkan cara f dan g digunakan untuk yang permukaanya vertikal.e. misalnya Antisol Red (termasuk tipe I-D). dan c digunakan untuk contoh uji. Curing Compound dengan zat berwarna putih. 4. sesuai dengan ASTM C. 3. Curing Compound dengan Fugitive Dye (warna akan hilang selama beberapa minggu). Melapisi permukaan beton dengan air dengan melakukan compound. Di pasaran. 3. 3. Tipe I-D. 2. Tipe II. kita dapat menjumpai beberapa merek sikament. Menaruh beton segar dalam genangan air. b) Macam Perawatan Perawatan beton ini dapat dilakukan dengan pembahasan atau penguapan (steam) serta dengan menggunakan membran. 2. Menaruh beton segar dalam ruangan yang lembab. Fungsi utama dari perawatan beton adalah untuk menghindarkan beton dari : 1. perlindungan dan perawatan untuk mencegah suhu beton atau penguapan air yang berlebihan sehingga dapat mengurangi kekuatan tekannya dan mempengaruhi kekuatan struktur. dapat diklasifikasikan menjadi : 1. Ø Perawatan Dengan Pembasahan Pembahasan dilakukan di laboratorium ataupun di lapangan. penuangan. Kehilangan air akibat penguapan pada hari-hari pertama. Menaruh beton segar dalam air. 2. Menyelimuti permukaan beton dengan karung basah. 7. 6. Non Pigmented Curing Compound). Curing Compound tanpa Dye. penanganan dan pengangkutan. Menyelimuti permukaan beton dengan air. Tipe I. Pekerjaan perawatan dengan pembahasan ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu : 1. Untuk menanggulangi kehilangan air dalam beton ini dapat dilakukan langkah-langkah perbaikan dengan perawatan.Untuk cuaca yang panas perlu diperhatikan bahan-bahan penyusunnya. biasanya terdiri dari paraffin sebagai selaput lilin yang dicampur dengan air.309. Menyirami permukaan beton secara kontinyu. Pelaksanaan Curing Compound.

yaitu dengan melakukan penyinaran selama 2-4 jam pada suhu 90°C. Perawatan dengan menggunakan membran sangat berguna untuk perawatan pada lapisan perkerasan beton (rigid pavement). bebas dari lubang-lubang halus dan tidak membahayakan beton. Cara ini harus dilaksanakan sesegera mungkin setelah waktu pengikatan beton. Perawatan tekanan rendah berlangsung selama 10-12 jam pada suhu 40°-55°C. Ø Perawatan Dengan Penguapan Perawatan dengan uap dapat dibagi menjadi dua. sedangkan penguapan dengan suhu tinggi dilaksanakan selama 10-16 jam pada suhu 65°-95°C. Ø Perawatan Dengan Membran Membran yang digunakan untuk perawatan merupakan penghalang fisik untuk menghalangi penguapan air. yaitu perawatan dengan tekanan rendah dan perawatan dengan tekanan tinggi.SIFAT BETON SEGAR Dalam pengerjaan beton segar. dan membentuk selembar film yang kontinyu. Ø Perawatan Lainnya Perawatan pada beton lainnya yang dapat dilakukan adalah perawatan dengan menggunakan sinar infra merah. segregation (sarang kerikil) dan bleeding (naiknya air). minimal selama umur 7 hari. Sebelum perawatan dengan penguapan dilakukan. tidak selip. tiga sifat yang penting yang harus selalu diperhatikan adalah kemudahan pengerjaan. melekat dan tidak bergabung. Perawatan dengan penguapan berguna pada daerah yang mempunyai musim singin. Bahan yang digunakan harus kering dalam waktu 4 jam (sesuai final setting time). Perawatan dengan cara ini dapat juga dilakukan setelah atau sebelum perawatan dengan pembahasan. Perawatan ini harus diikuti dengan perawatan dengan pembahasan setelah lebih dari 24 jam.selain berguna untuk perawatan pada daerah vertikal juga berguna untuk daerah yang mempunyai temperature yang tinggi. karena bersifat memantulkan cahaya (terutama Tipe I). hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penguapan air pada beton mutu tinggi. beton harus dipertahankan pada suhu 10°-30°C selama beberapa jam. agar kekuatan tekan dapat tercapai sesuai dengan rencana pada umur 28 hari. . tidak beracun. Lembaran plastik atau lembaran lain yang kedapa air dapat digunakan dengan sangat efesien. Selain itu ada pula perawatan hidrotermal (dengan memanaskan cetakan untuk beton-beton pra-cetak selama 4 jam pada suhu 65°C) dan perawatan dengan karbonisasi. dengan suhu akhir 40°-55°C. 1-10 SIFAT .

akan lebih mudah dikerjakan. Ø Masukkan beton dengan centong secara hati-hati setinggi 1/3 volume (jangan sampai alat slump bergerak). semakin banyak semen berarti semakin banyak kebutuhan air sehingga keplastisannyapun akan lebih tinggi.a) Kemudahan Pengerjaan (Workability) Kemudahan pengerjaan dapat dilihat dari nilai slump yang identik dengan tingkat keplastisan beton. Nilai slump tersebut ditunjukkan pada Gambar 9. Ø Padatkan lapisan tersebut dengan tongkat pemadat dengan menusuknusuk sebanyak 25 kali. . Ø Ukur rata-rata tinggi slump. dilengkapi dengan kuping untuk mengangkat beton segar dan tongkat pemadat diameter 16 mm sepanjang minimal 60 cm. slump geser dan slump runtuh. Semakin plastis beton. langkah percobaan adalah sebagai berikut. Percobaan ini dilakukan dengan alat berbentuk kerucut terpancung. semakin mudah pengerjaannya. Ø Siapkan alat-alat slump. Ø Biarkan selama 60 detik setelah lapisan terakhir dikerjakan. termasuk centong untuk memasukan semen. yang diameter atasnya 10 cm dan diameter bawahnya 20 cm dan tinggi 30 cm. Ø Letakkan alat slump di sisi beton segar. diukur dari tinggi permukaan alat sampai tinggi permukaan beton yang jatuh. Ø Angkat alat slump secara hati-hati (jangan sampai miring) hingga mengenai sisi beton segar. tinggi lapisan 1/3 pertama ± 7 cm. Ø Bentuk butiran agregat kasar Ø Agregat berbentuk bulat-bulat lebih mudah untuk dikerjakan. Ø Jumlah air pencampur Ø Semakin banyak air semakin mudah untuk dikerjakan. Ada tiga jenis slump yaitu slump sejati. tinggi lapisan kedua ± 9 dan sisanya menjadi tinggi lapisan ketiga. Ø Jika dihitung. Unsur-unsur yang mempengaruhi antara lain . Percobaan slump dilakukan untuk mengetahui tingkat kemudahan pengerjaan. Ø Butir maksimum.6 untuk berbagai macam faktor. Ø Lakukan hal yang sama untuk lapisan kedua dan ketiga. Ø Gradasi campuran pasir-kerikil Ø Jika memenuhi syarat dan sesuai dengan standar. Ø Cara pemadatan dan alat pemadat. Ø Bagi volumeya menjadi masing-masing 1/3 volume. Ø Kandungan semen Ø Jika FAS tetap.

6.6.1 Slump geser pada berbagai nilai Faktor Air Semen.Gambar 9. Gambar 9. .2 Slump sejati pada berbagai nilai Faktor Air Semen.

Penggunaan air sesuai dengan syarat. Memberi lebih banyak semen. dan (5). Kecenderungan terjadinya segregasi ini dapat dicegah jika : (1). Bleeding ini dapat dikurangi dengan cara : (1). Tinggi jatuh diperpendek. Ø Proses pemadatan Pemadatan yang berlebihan akan menyebabkan terjadinya bleeding. Pertama. yang pada saat beton mengeras nantinya akan membentuk selaput (laitance). semakin kecil kemungkinan terjadinya bleeding. Air yang naik ini membawa semen dan butirbutir halus pasir. batuan di Indonesia berusia muda dan terdiri dari batuan andesitic dan balstic sehingga jika dilakukan crushing batuan tersebut akan .3 Slump runtuh pada berbagai nilai Faktor Air Semen. Ukuran agregat sesuai dengan syarat. kemungkinan untuk terjadinya bleeding kecil. (2). semakin mudah terjadi segregasi. (4). Ketiga. besar ukuran agregat maksimum lebih dari 40 mm. Ø Kecepatan hidrasi Semakin cepat beton mengeras. Cukup ruangan antara batang tulangan dengan acuan.Gambar 9. b) Segregation (Pemisahan Kerikil) Kecenderungan butir-butir kasar untuk lepas dari campuran beton dinamakan segregasi. Ø Banyaknya air Semakin banyak air berarti semakin besar pula kemungkinan terjadinya bleeding. Segregasi ini disebabkan oleh beberapa hal. (3). dan (4). Hal ini akan menyebabkan sarang kerikil yang pada akhirnya akan menyebabkan keropos pada beton. Bleeding ini dipengaruhi oleh : Ø Susunan butir agregat Jika komposisinya sesuai. ditinjau dari sisi geologi. (2). c) Bleeding Kecenderungan air untuk naik kepermukaan pada beton yang baru dipadatkan dinamakn bleeding. Sementaraa itu jika. Keempat. Kedua. Menggunakan air sesedikit mungkin. Menggunakan butir halus lebih banyak. terlalu banyak air.6. permukaan butir agregat kasar semakin kasar permukaan butir agregat. 1-11 PENGERJAAN BETON PADA CUACA PANAS Karena kondisi Indonesia yang panas. Memasukkan sedikit udara dalam adukan untuk beton khusus. pengaruh cuaca (wethering) pada pengerjaan beton ini akan sangat dominant. Pemadatan baik. campuran kurus atau kurang semen. (3).

kecuali dikehendaki demikian.berbentuk memanjang. Ø Agregat Temperatur dari agregat harus diperhatikan karena suhu agregat akan menyebabkan naiknya temperatur dalam campuran yang pada akhirnya . Hal tersbut akan menyebabkan penggunaan semen dan air yang lebih banyak. g) Kemungkinan terjadinya cracking besar. Tindakan pencegahan ini meliputi bahan-bahan pencampuran dan pelaksanaan pada beton segar. k) Homogenitas berkurang. j) Durabilitas berkurang. karena hal ini akan menyebabkan karena akan menyebabkan lebih cepat terjadi proses hidrasi (heat generation). c) Setting lebih cepat. Untuk itu jumlah semen minimum perlu diperhatikan.Bahan Pencampur Ø Portland Cement Penggunaan kadar C3A yang terlalu tinggi agar dibatasi. 1-12 TINDAKAN PENCEGAHAN Tindakan pencegahan ini dilakukan agar kekuatan dan sifat-sifat beton segar dapat terjaga. h) Perlu perawatan pada saat setting. d) Kesulitan pemadatan. yang pada akhirnya akan memperbesar kemungkinan terjadi segregasi dan bleeding. Kehalusan butir semen juga harus diperhatikan. Jika tidak diambil langkah-langkah perbaikan. i) Perlu pendinginan material. kerugian yang dapat diakibatkan oleh temperature tinggi adalah : a) Penggunaan air lebih banyak. f) Penyusutan yang besar diawal pengerasan. Proses yang terlalu cepat tanpa diikuti dengan tindakan yang baik dalam pelaksanaan dan perawatan beton segar dan yang telah mengeras akan menyebabkan retak-retak dalam beton. a) Bahan . pipih serta porous. Jumlah semen minimum ini dapat direduksi dengan penggunaan bahan tambah (admixture) ataupun abu terbang (fly-ash). e) Kemungkinan terjadinya bleeding lebih besar. b) Kehilangan slump dalam waktu yang pendek. Hal ini dapat ditanggulangi dengan langkah-langkah perbaikan seperti yang telah disebutkan atau dengan menambahkan bahan tambah (admixture). Hal ini dilakukan agar proses hidrasi berjalan tidak terlalu cepat. Temperatur yang tinggi akan mempengaruhi beton segar dan beton keras.

Produk yang berada dipasaran bercirikan dengan huruf R. Hal lain yang dapat dilakukan adalah mengurangi kehilangan air akibat absorsi (penyerapan) oleh agregat yang terlalu cepat. 1. Ø Bahan Tambah Bahan tambah digunakan sesuai dengan kondisi dari lingkungan dan keinginan dari sifat pengerjaan. Bahan ini akan meningkatkan kelecakan beton lebih lama pada waktu yang tinggi. Sebagai tindakan pencegahan. . Jika jumlah air tetap dan FAS tetap maka kebutuhan akan semen menjadi minimum. Plasticity Retarding Agent. Pengaruh retarder disesuaikan dengan dosis (manualbooks) yang diberikan. Beton semacam ini disebut dengan self-beveling concrete. warna terang (misalnya putih) dapat diberikan pada dinding reservoir. Produk yang cukup dikenal untuk mempertahankan slump-ioss dan retardation ini adalah generasi ke-IV superplasticizer dari SIKAMENT-PM1-3. agregat sebaiknya disiram terlebih dahulu (sprinkling) untuk mendinginkan suhu permukaannya. maka pada waktu akan digunakan. misalnya Plsatocrete-R dari SIKAMENT. Retarder dalam keadaan cair biasanya juga berfungsi sebagai plasticizer pada beton. Flowing concrete mempunyai sifat kohesif yang baik dan tidak menunjukkan segregation. Ø Air Suhu air. dan kemampuan untuk mempertahankan nilai slump juga baik. Bahan tambah yang digunakan dalam pelaksanaan pengerjaan di lapangan adalah sebagai berikut. 3. Bahan ini mengurangi jumlah air yang dipakai. Retarder. untuk mendapatkan workability (flowing concrete) yang baik. Jika agregat diletakkan dalam lapangan terbuka (stock-field) dengan suhu udara lebih besar dari 30°C. Dari hasil penyelidikan secara empiris diketahui bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 6°C. Hasil penyelidikan secara empiris menunjukkan bahwa penurunan temperatur agregat sebesar 10°C akan menurunkan temperatur beton sebesar 2-3°C. Hal tersebut akan sangat menghemat biaya karena mudah dikerjakan dengan tenaga yang sedikit. Untuk itu agregat harus diletakkan dalam kondisi yang terlindung.akan menyebabkan kehilangan panas yang lebih cepat dalam beton segar. tergantung dari jenis semen yang digunakan. Superplasticizer . harus diperhatikan. terutama yang berada dalam reservoir. Bahan ini memberikan sifat retarding bersamaan dengan plasticizer dan akan mengurangi jumlah air yang dipakai sehingga proses hidrasi akan lebih lama dan akan mengurangi susutrangkak. 2.

3 Batas Toleransi Nilai Slump c) Pelaksanaan Ø Acuan Dan Perancah (formwork) Agar beton yang dibentuk benar-benar sesuai dengan rencana maka perlu dilakukan pemeriksaan kekuatan dari acuan dan perancah (form-work).2 Toleransi Berat untuk Pencampuran Nilai toleransi terhadap slump yang didasarkan dari nilai slump maksimum yang diharapkan dalam campuran beton dan tertulis dalam spesifikasinya tercantum dalam Tabel 9.b) Toleransi Yang Diijinkan Dalam penakaran bahan-bahan penyusun beton sebagai campuran. perlu diperhatikan tingkat kebersihan dari cetakan (bekisting) dan tulangan.5 in (0-63 mm) Toleransi 0% . ASTM C.685 “Standard Spesification for Concrete Made By Volumetric Batching and Continuous Mixing”. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah jarak dari tulangan dengan bidang samping cetakan.5 in (38 mm) Table 9. agar tidak ada bahan-bahan yang dapat menggangu beton.4% ± 2% ± 2% ± 3% ± 1% Nilai Slump Maksimum Tidak Tertulis dalam Spesifikasi Lebih kecil dari atau sama dengan 2 in (50 mm) ± 0. Hal ini dilakukan agar tulangan tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang .100 mm) ± 1. Perlu diperhatikan apakah butir agregat yang paling besar dapat masuk kedalam cetakan dan beton-beton decking atau tidak.1. Selain itu.0 in (25 mm) Lebih besar dari 4 in (100 mm) ± 1.3 Nilai Slump Maksimum Tertulis dalam Spesifikasi 3 in (76 mm) atau lebih kecil Lebih besar dari 3 in (76 mm) Toleransi 0 .2.5 in (0-38 mm) 0 .5 in (13 mm) 2 in .4 in (50 . Memberikan toleransi seperti yang tercantum pada Tabel 9.2 Bahan Penyusun Beton Semen dalam Berat Agregat Halus dalam berat Agregat Kasar dalam berat Bahan Tambah dalam berat atau Volume Air dalam Berat atau Volume Table 9.

. agar kemungkinan putusnya supply beton pada saat-saat yang tidak dikehendaki dapat dihindari. Penjadwalan ini menjadi begitu masalah jika pekerjaan berlangsung di kota besar. Ø Jumlah pengecoran (kapasitas perjam). bahan (cement grouting) dan alat untuk perbaikan harus disediakan di lapangan. Ø Pelaksanaan Dan Penjadwalan Untuk pengerjaan beton yang kecil. Tindakan pembersihan dapat dilakukan dengan kompresor jika strukturnya besar. temperatur lingkungan sebaiknya di bawah 30 derajat dan dikerjakan sore hari. Jika dilaksanakan pada siang hari. dan alat-alat untuk finishing. cadangan peralatan sebaiknya dipersiapkan dan di simpan di tempat yang terlindung dari sinar matahari. sebaiknya diberi pelindung. begitu juga dengan mixer. Penjadwalan yang dibuat meliputi suplai material beton dan suplai beton segar yang disesuaikan dengan kapasitas pengecoran. Peralatan pengecoran ini meliputi alat-aduk.HAL PENTING YANG HARUS DIPERHATIKAN Secara umum hal-hal penting yang harus diperhatikan adalah spesifikasi teknis yang meliputi syarat-syarat pengerjaan beton dan komposisi yang diberikan (hasil Job Mix Design atau JMF Concrete). a) Pelaksnaan Jadwal Kerja (Time Schedule) Ø Jadwal (schedule) pengecoran. Jika dilaksanakan pada pagi hari. Ø Peralatan Pengecoran Persiapan peralatan pengecoran menjadi penting karena akan menjamin pelaksanaan pengecoran.akan membentuk course concrete. alat angkut. Untuk pengerjaan yang besar dan kontinyu koordinasi antara batching plant (kontarktor Ready Mix) dan kontraktor pelaksana konstruksi harus berjalan baik. 1-13 HAL . Ø Alat angkut. hidrasi akan terjadi pada saat temperatur lingkungan berada pada puncaknya yakni siang hari. alat pemadat. Ø Data pengecoran. Alat angkut yang menggunakan talang sebaiknya dicat putih. sliding form atau slip-form. Pada pengecoran dengan form-work berjalan. Waktu pelaksanaan sebaiknya dijadwalkan secara baik. Untuk pekerjaan pengecoran yang besar. dimana jumlah kontraktor ready mix banyak. Hal ini akan menjadi masalah jika dilaksanakan di daerah dimana hanya ada satu kontraktor ready mix.

Ø Kecukupan tenaga pengecoran. meliputi metode penuangan. meliputi kecukupan dari material yang ada disesuaikan dengan kebutuhan beton jadi kontrol cek dengan hasil uji laboratorium tentang material penyusun beton. Ø Lingkungan yaitu kondisi cuaca. dan jumlah. agregat. metode finishing.Ø Tenaga kerja (manpower include with worker b) Persiapan Awal Pengerjaan Ø Kontrol Acuan-Perancah (Bekisting). yang harus sesuai dengan gambar struktur. tangga inspeksi. ketepatan campuran. segregasi. selimut beton. alat angkut. Ø Tindakan perbaikan segera yang meliputi cara perbaikan dan material yang digunakan. alat pemadatan. Ø Alat pengecoran. ketersediaan material (air. Ø Pengambilan contoh uji (specimen) secara acak. Ø Pengambilan contoh beton segar untuk menguji konsistensi dan kelecakan (slump test). PC. Ø Pendataan lengkap untuk setiap contoh uji. Ø Kontrol material. metode pemadatan. Ø Metode Pelaksanaan. dan kerataan acuan. c) Pelaksanaan Ø Kontrol kondisi material di stock field. . meliputi alat aduk. penanggulangan keropos akibat slidding untuk pengecoran dengan slip-form. dan alat finishing. metode perawatan (curing) nantinya. meliputi kekuatan perancah. kondisi setempat. ikatan. sambungan. Ø Kontrol Tulangan (Rebar). panjang penyaluran. dan pembuatan benda uji. dan atau bahan tambah). pekerjaan lain disekitar dan lainnya d) Quality Control Ø Pemeriksaan secara reguler material di lapangan dan atau digudang. pekerjaan-pekerjaan disekitarnya dan lainnya. pemberian minyak. Ø Syarat administrasi (ijin pengecoran). meliputi kebersihan tulangan. Ø Alat penerangan. bleeding. meliputi material finishing. Ø Lingkungan yaitu antara lain cuaca setempat.

agar didapatkan beton yang memenuhi standar kualitas! 2. dilihat dari Volume beton dikerjakan? 5. manual dan (b). Jelaskan tahapan pengerjaan beton di lapangan. Kendala apa yang dapat menyebabkan penuangan adukan beton terpaksa dilakukan dengan pompa beton? 13. Pada keadaan yang bagaimana penuangan beton boleh dihentikan? 14. Apa yang harus diperhatikan dalam pengangkutan adukan beton ke tempat pengecoran? 9. Jelaskan tata cara penakaran campuran beton agar menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang diharapkan! 4. Apa kelebihan dan kekurangan cara pengadukan manual dan pengadukan dengan mesin. Bagaimana cara mengetahui kekentalan dari suatu pengadukan? 8. Pada pengerjaan beton. Mengapa adukan beton yang telah dituang harus dipadatkan? . dengan mesin! 6. Jelaskan tahapan pengadukan (a). Mengapa pada pengadukan dengan mesin. Jelaskan cara-cara penuangan adukan beton dalam air! 12.5 menit setelah semua bahan tercampur? 7. Apa yang harus diperhatikan dalam penuangan adukan beton? 10. Tindakan apa yang harus dilakukan jika terjadi penundaan penuangan adukan beton? 11. persiapan apa saja yang harus dilakukan sesuai dengan SNI? 3.LATIHAN 1. campuran masih harus diaduk selama minimal 1.

akan timbul kesulitan dalam pengerjaan sesuai dengan pendapat Feret (1986) yang mempertimabangkan pengaruh rongga (voids). Kriteria ini sebenarnya kontradiktif dengan kemudahan pegerjaannya arena menurut Abram. . Apa yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan pengerjaan beton? Senin. faktor air-semen yang kecil akan menghasilkan kekuatan yang tinggi. Pengertian optimal adalah penggunaan bahan yang minimum dengan tetap mempertimbangkan kriteria standar dan ekonomis dilihat dari biaya keseluruhan untuk membuat struktur beton tersebut. 1981) untuk menghasilkan kekuatan yang tinggi penggunaan air dalam campuran beton harus minimum. 03 Agustus 2009 PERANCANGAN CAMPURAN PERANCANGAN CAMPURAN 1-1 KRITERIA PERENCANAAN Perancanaan campuran beton merupakan suatu hal yang komplek jika dilihat dari perbedaan sifat dan karakteristik bahan penyusunannya. Seperti yang disebutkan diatas. 1920 (Neville. mutlak dibutuhkan keenceran tertentu agar sifat pemompaan beton pada saat pengecoran dapat berjalan dengan baik. Kriteria lain yang harus dipertimbangakan adalah kemudahan pengerjaan. Pada dsarnya perancanagan campuran dimaksudkan untuk menghasilkan suatu proporsi campuran bahan yang optimal dengan kekuatan yang maksimum.15. Jika air yang digunakan sedikit. Bagaimana karakteristik dan sifat beton segar? 17. Jaki pengerjaan beton menggunakan pumping-concrete. tetapi kemudahan dalam pengerjaan tak akan tercapai. Mengapa harus dilakukan perawatan pada beton yang baru dijelaskan? Jelaskan pula jenis-jenis perawatan! Apa pengaruh lingkungan terhadap beton? 16. Kriteria dasar perancangan beton adalah kekuatan takan dan hubungannya dengan faktor air semen yang digunakan. Karena bahan penyusun tersebut akan menyebabkan variasi dari produk beton yang dihasilkan. salah satunya dengan menggunakan bahan tambah jenis plastisizer atau super-plastisizer. Perancangan beton tetap harus mempertimbangkan hal ini.

sedangkan di Australia 1. Pengertian variabilitas dalam kekuatan beton pada dasarnya tercermin melalui nilai standar deviasi. Selain dua kriteria utama tersebut.Pemilihan agregat yang digunakan juga akan mempengaruhi sifat pengerjaan.1 Kurva Distribusi Normal . di Inggris dibulatkan menjadi 1. kemungkinan terbentuknya rongga-rongga pada saat beton mengeras akan semakin besar. Secara umum rumusan mengenai kekuatan tekan dengan mampertimbangkan variabilitas ditulis sebagai : f’cr = fc + k.64 Nilai K di USA adalah 1.64. S nilai standar deviasi dan K adalah suatu konstanta yang diturunkan dari distribusi normal kekuatan tekan yang diijinkan biasanya diambil sebesar 1. Jika ini terjadi.65.s Dimana f’cr adalah kekuatan tekan rencana rata-rata.645. hal lain yang patut dipertimbangkan adalah keawetan (durability) dan permeabilitas beton sendiri. a) Variabilitas Variabilita dalam beton akan mempengaruhi nilai kekuatan tekan dalam perancangan. Gambar 8. Butiran yang besar akan menyebabkan kesulitan. terutama karena akan menimbulkan segregasi. Asumsi yang digunakan dalam perencanaan bahwa kekuatan beton akan terdistribusi normal selama masa pelaksanaan yang diambil melalui hasil pengujian di laboratorium. f’c adalah kekuatan tekan rencana.

input data perancang meliputi data standar deviasi hasil pengujian yang berlaku untuk pekerjaan yang sejenis dengan karakteristik yang sama. jumlah air perkubik akan menentukan tingkat konsistensi dari campuran beton yang pada akhirnya akan mempengeruhi pelaksanan pekerjaan (workability). a) Perancangan Sebelum melakukan perancangan.2.55 Mpa. Umur 28 hari ini dijadikan sebagai umur rencana. . data-data yang dibutuhkan harus dicari. Kekuatan tekan rencana dalam perancang didasarkan atas kekuatan tekan maksimum yang terjadi selama masa pengerasan. Pada metode ini. kemudahan pekerjaan. Jika data-data yang dibutuhkan tidak ada. Kekuatan tekan beton maksimum biasanya tercapai setelah umur 28 hari.64 atas variasi pengujian dari beton normal dengan kekuatan tekan 25 . serta keawetan dan kekuatan perkerjaan beton. Cara ACI melihat bahwa dengan ukuran agregat tertentu. Untuk variasi kekuatan tekan beton dengan nilai lebih besar dari 55 Mpa nilai variasi yang digunakan merupakan nilai variasi sebenarnya dari hasil uji statistik. b) Keamanan Dan Umur Rencana Nilai keamanan dalam perancanagan beton dicerminkan dari batas yang diijinkan ditolak sebesar 5% yang merupakan suatu nilai variabilitas dikalikan dengan nilai standar penyimpangan yang diduga terjadi. Nilai keamanan dalam perancangan beton dinamakan suatu nilai tambah (margin). Bagan alir perancang dengan metode ACI dapat dilihat pada Gambar 8.Beberapa peneliti di komite ACI memberikan nilai dasar k sebesar 1. dapat diambil data dari tabel-tabel yang telah dibuat untuk membantu penyelesaian perancangan cara ACI ini. 1-2 METODE AMERICAN CONCRETE INSTITUE Metode American Concrete Institute (ACI) mensyaratkan suatu campuran perancang beton dengan mempertimbangkan sisi ekonomisnya dengan memperhatikan ketersediaan bahan-bahan di lapangan.

2 Diagram Alir Perancang Beton Menggunakan Metode ACI . serta karakteristik lingkungan yang diinginka Gambar 8. data butir nominal agregat yang akan digunakan. berat jenis agregat. data slump (jika diinginkan dengan nilai tertentu).Selanjutnya data tentang kuat tekan rencana.

5 3.5<sd4.3000m 3 ) Besar (>3000 m3 ) 3.1 berdasarkan mutu pelaksanaan yang diinginkan.5 5. 2. jika tidak ada diambil dari Tabel 8. Tabel 8.1 Nilai Standar Deviasi Mutu Pelaksanaan (Mpa) Volume Pekerjaan Kecil (< 1000m3) 4.5<sd3. m=1.5 BaikSekali Baik Cukup .5 Sedang ( 1000.5<sd7.5<sd5.5<sd5.64*Sd. Kuat tekan rencana (f’c) ditentukan berdasarkan rencana atau dari hasil uji yang lalu.5<sd6.5<sd6.5<sd4. berdasarkan kuat tekan rencana dan margin.5 4. standar deviasi diambil berdasarkan data yang lalu.5 6.5 4. f’cr=m+f’c 1.5 2.5 5.5<sd8.b) Langkah Perancangan Ø Hitunglah kuat tekan rata-rata beton.

3 Ukuran Maksimum Agregat . tendon.4 25. jika tidak diambil dari Tabel 8.4 25. dan dinding sub struktur Balok dan dinding beton Kolom struktural Perkerasan dan slab Beton massal 76. bundle bar.4 mm untuk pekerjaan beton yang tidak menggunakan birator.4 *) Dapat ditambahkan sebesar 25. data diambil dari tabel 8. Slump ditentukan jika tidak dapat.3 Tabel 8.6 101. sumuran.4 25.2 101.2 2. dan butir maksimum agregat 1.2 Slump yang di syaratkan untuk Berbagai Konstruksi Menurut ACI Jenis Konstruksi Slump (mm) Maksimum* Minimum 25. Ukuran maksimum agregat dihitung dari 1/3 tabel plate dan atau ¾ jarak bersih antar baja tulangan.8 25.2 76.4 Dinding Penahan dan Pondasi Pondasi sederhana.4 25. atau ducting dan atau 1/5 jarak terkecil bidang bekisting ambil yang terkecil.Ø Tetapkan nilai slump. tetapi menggunakan metode konsolidasi Tabel 8.2 50.6 76.

Dimensi Minimum.5 150 300 750 Balok/kolom 12.4 Perkiraan air campuran dan persyaratan kendungan udara untuk berbagai slump dan ukuran nominal agregat Maksimum. mm 62.4 Tabel 8.5mm 40mm 40mm 80mm Plat 20mm 40mm 80mm 80mm Ø Tetapkan jumlah air yang dibutuhkan berdasarkan ukuran maksimum agregat dan nilai slump dari tabel 8. .

Harga-harga inil adalah maksimal butirnya 1. Jika digunakan butiran maksimum agregat 3 inch (76. c. Untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dan dalam batas yang diterima oleh spesifikasi.4 mm). b.5 inch (38.1 mm atau 40 m) ini adalah berdasarkan percobaanpercobaan yang dibuat setelah membung partikel agregat yang lebih besar dari 38 atau 40 mm. Banyaknya air campuran di sini dipakai untuk menghitung faktor air semen unutk suatu campuran percobaan (trial batch). Banyaknya air campuran disini dipakai untuk menghitung faktor air semen untuk suatu campuran percobaan (trial batch).2 mm) atau 6 inch mm (152. harga- .Keterangan: a. Nilai slump untuk beton yang mengandung agregat dengan ukuran maksimum 1.5 in (40 mm).

Bj.5 inch (40 mm) dan bertahan di atasnya. agregat halus 2. Soal : Rencanakan campuran beton K-300 untuk proyek gedung. Persyaratanpersyaratan ini bisa saja tidak sama untuk masing-masing peraturan. Jika menggunakan agregrat besar pada beron dengan FAS besar.8 cm. f. artinya perngaruh reduksi kekuatan akibat air entrained akan berkurang. batas-batas kandungan air dalam beton juga di berikan oleh ASTM C-94 untuk beton ready mix. Rekomendasi lainnya tentang kandungan air dan toleransi yang diperlukan untuk control di lapangan tercantum dalam sejumlah dokumen ACI. g. berat volume agregat kasar 1. gelembung udara ada bisa saja tidak mengurangi kekuatan.1 akan tetapi.15 . penggunaan untuk pengecoran plat lantai. Untuk beton yang menggunakan agregat lebih besar dari 1. Bj.45. Dalam bayak hal. ukuran gradasi maksimum 3. dan 302. . fineness modulus pasir 2.harga ini adalah maksimum untuk suatu agregat kasar bentuk dan gradasinya cukup baik dari halus sampai kasar. Semen 3.6. Slump 12 cm. Agregat kasar 2. Harga-harga ini berdasarkan kriteria 9% udara diperlukan pada fase mortar sesungguhnya. Bj. persyaratan air campuran akan berkurang jika FAS bertambah.68.5 in. d. Tentukan kebutuhan untuk benda uji kubus 6 buah. prosentase udara yang diharapkan pada 1. 345. 318. e.7. seperti ACI 201. dikurangi material ditabelkan di kolom 38. sehingga perancangan beton perlu ditinjau lebih lanjut dalam menentukan kandungan air yang memenuhi syarat untuk pekerjaan yang juga memenuhi syarat peraturan. dalam perhitungan komposisi awal seharusnya kendungan udara juga ada sebagai suatu persen keseluruhan.

bergantung pada populasinya. semakin banyak sampel yang dibutuhkan. yaitu sekumpulan sampel uji yang diduga mempunyai sifat dan karakteristik yang homogen. pengambilan contoh uji beton segar. Karakteristik sampel menunjukkan sifat dan karakteristik material yang diuji. Alat ukur dan metode pengambilan sampel dapat mengikuti aturan statistik. (Edward et. . perancangan komposisi. dengan tetap memperhatikan banyaknya sampel uji yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria statistik tersebut.KEBUTUHAN PENYELIDIKAN 1-1 PROSES PENYELIDIKAN Proses penyelidikan dalam pekerjaan beton meliputi semua tahapan yang dimulai dari penyelidikan dan pencarian sumber material.al. pengambilan contoh uji (sampel). pengujian bahan. Hal ini biasanya didasarkan pada kriteria mengenai berapa penyimpangan yang boleh diterima (secara statistik dirumuskan berdasrkan kriteria variabilitas). Menurut aturan statistik. batch. Pengertian sampel dalam statistik adalah contoh uji dalam populasi. Teknik pengambilan ini harus memenuhi karakteristik variabilitas sampel. truk. saat pengambilan dan prosedur-prosedur baku teknik pengambilan. metode pengambilan sampel dapat dilakukan secara acak (random). Semakin tinggi variasinya. pengadukan. perawatan dan pengujian beton keras. Variasi keseragaman material dalam populasi akan menentukan juga banyaknya sampel yang dibutuhkan. 1994). sumber asal lokasi material. meskipun harus tetap memperhatikan kriteria rata-rata standar deviasi yang diharapkan. mobil angkut. ukuran. Sampel yang diambil harus menginformasikan nomor contoh. a) Pengambilan Sampel Sampel atau contoh uji adalah bagian kecil dari suatu kumpulan material dalam jumlah besar yang sedang berada dalam proses pengapalan. atau beltconveyor. stockpile (penimbunan material). b) Perencanaan Sampel Banyaknya sample yang diambil tergantung dari banyaknya populasi atau kumpulan material yang akan diuji. Hal ini harus didasarkan pada kebutuhan kasar banyaknya sampel untuk untuk pengujian laboratorium.

S-041989-F Spesifikasi bahan bangunan bagian A (bahan bangunan bukan logam) meliputi spesifikasi tentang perekat hidrolis. Metode perancangan dalam pembuatan beton harus mengikuti tata cara yang disyaratkan dalam SK.SNI.S-36-1990-03 tentang spesifikasi beton kedap air.T-15-1990-03 untuk perancangan campuran beton normal. maka tahapan pengadukan dan pengecorannya juga harus mengikuti SK. lentur tergantung kebutuhannya. dan serangan terhadap ion-ion klorida maka harus mengikuti standar SK.SNI.M-38-1990-02 tentang spesifikasi kadar ion klorida. Perancangan dalam pembuatan beton dengan karakteristik tertentu.T-28-1991-03 tentang tata cara pengadukan dan pengecoran beton. .SNI.SNI. Ketentuan yang sudah dibakukan dan menjadi syarat standar antara lain : Semen.SNI. Selanjutnya beton juga harus dirawat mengikuti ketentuan SK. pengujian bahan tertuang dalam Pedoman Beton 1989 (draft konsesus) mengenai persyaratan pelaksanaan konstruksi.S-19-1990-03 mengenai spesifikasi bahan tambahan gelembung udara untuk beton.M-621990-03 tentang metode pembuatan dan perawatan benda uji beton dilaboratorium.T-161991-03 yaitu tata cara pembuatan benda uji untuk pengujian laboratorium mekanika batuan.S-37 tentang spesifikasi beton tahan sulfat dan SK.S18-1990-03. SK.SNI.SNI. air. sedangkan bahan tambahan pembentuk gelombang harus mengikuti SK. Setelah komposisi bahan penyusun beton didapatkan.SNI. Bahan tambah harus memenuhi spesifikasi bahan tambahan beton SK. tahan sulfat.1-2 PROSEDUR STANDAR a) Standar Nasional Indonesia Menurut Standar Nasional Indonesia. air dan agregat sebagai bahan bangunan. geser.SNI. dan agregat halus memenuhi ketentuan dalam SK. Selanjutnya contoh uji yang telah dirawat dilakukan pengujian tekan.SNI. misalnya harus kedap air. Beton yang telah diaduk haruslah diambil contoh uji dengan mengikuti ketentuan SK.

SNI.M-09-1991-03 untuk pengujian geser langsung dan SK.M-08-1991-03 tentang metode pengujian kuat lentur batu memakai gelagar sederhana dengan system beban titk ditengah.M-10-1991-03 untuk pengujian kuat tekan uniaxial batu.SNI.M-11-1991-03 untuk pengujian modulus elastisitas batu pada tekanan sumbu tunggal.1 .SNI. b) Standar Lainnya (ASTM) Beberapa metode yang dapat digunakan menurut Standar ASTM dalam pengambilan sampel dapat dilihat di Tabel 7.Beberapa standar yang dapat digunakan untuk pengujian tersebut antara lain SK. SK.SNI. SK.

105 E.183 Practice for Sampling Freshly Mixed Concrete Method for Sampling and Testing of Hydraulic Cement Method for Sampling and Testing Fly Ash for Use as an Admixture C.172 C.141 D.345 .122 C.823 D.75 D.1 Standar ASTM untuk Beton dan Pembuatan Material Beton E.3665 E.ASTM Deskripsi Standar d C.702 C.311 in Portland Cement Concrete Method or Reducing Field Samples of Aggregate to testing Size Practice for Examination and Sampling of Hardened Concrete in Construction Practice for Sampling Aggregate Method for Sampling and Testing Calcium Chloride for Roads and Structural Application Practice for Random Sampling of Construction Material Practice for Probability Sampling of Material Practice for Choice of Sample Size to Estimate The Average Quality of a Lot or Process Practice for Acceptance of Evidence Based on the Result of Probability Sampling Tabel 7.

c) Kecenderungan peningkatan teknologi yang menyebabkan pengolahan material lebih dapat homogen sehingga sampel uji yang diambilpun dapat lebih sedikit karena teknologi yang digunakan sudah otomatis membagi populasi material dalam kelompok-kelompok tertentu. dan kotor mengatakan bahwa sampel tidak dapat digunakan. Beberapa hal yang harus dijelaskan (tipikal topik) terhadap hasil pengujian dalam kerangka penulisan pelaporan hasil pengujian beton meliputi: a) Daftar isi b) Kebijakan kualitas c) Terminologi d) Deskripsi struktur laboratorium . Nilai bias atau untur subjektivitas dalam pengambilan sampel harus diusahakan sedemikian hingga dapat dikurangi atau dihilangkan. Pertimbangan aspek ekonomis juga tetap harus mempertimbangkan tingkat variabilitasnya. padat. pengujian dan evaluasi penerimaan. Selain hal baku tersebut kualitasnya sangat dipengaruhi oleh sistem dalam laboratorium itu sendiri. Banyak faktor yang mempengaruhi dalam pengambilan dan perencanaan banyaknya sampel uji. a) Kecenderungan perencana dalam melihat material dilapangan jika kondisi yang ditemukan merupakan kondisi material yang berat. antara lain dipengaruhi oleh. Hal ini lebih banyak karena kecenderungan subjektivitas atau keputusan perencana sendiri tanpa melalui proses pengujian awal. b) Banyak kasus pengambilan sampel tanpa memperhatikan kaidah statistik sehingga keterwakilan sampel dalam populasi menjadi bias. Menurut ISO Guide 49 tentang petunjuk kualitas. Nilai keacakannya atau probabilitas sampel yang diijinkan sebagai alat ukur dari tingkat kepercayaan untuk mengestimasi dari populasi yang diuji.1-3 PERTIMBANGAN PENGAMBILAN SAMPEL Banyaknya sampel uji yang diambil akan mempengaruhi aspek ekonomis. 1-4 KUALITAS PENGUJIAN Kualitas pengujian sebagai kontrol dalam suatu proses sudah banyak diwujudkan dalam sebuah standar yang meliputi kontrol tergadap kualitas pengambilan sampel.

Jika kelayakan hasil uji laboratorium dadapat. Secara sistematik tahapan pengujian mengikuti diagram alir seperti Gambar 7. Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan praktis. berdasarkan karakteristik dan sifatnya dilakukan tahapan perancangan komposisi. kalibrasi dan perawatan g) Lingkungan h) Metode Pengujian dan prosedur i) Updating dan kontrol dari dokumen kualitas j) jenis-jenis pengujian k) Verifikasi l) Laporan percobaan m) Pendataan (record) n) Tanggung jawab dan komentar o) Sub-kontrak dan kerjasama dengan laboratorium lain 1-5 HIRARKI PENYELIDIKAN BETON Secara hirarki penyelidikan dimulai dari saat pengambilan material disumbernya (quarry) yang merupakan penyelidikan pendahuluan. . Hasilnya dianalisis dan diberikan suatu rekomendasi untuk tahap pengujian selanjutnya. pengadukan dan pengambilan sampel uji beton segar serta pengambilan contoh uji untuk tahap pengujian beton keras. Kemudian dilakukan penyelidikan dilaboratorium. Setelah dilakukan analisis kelayakan maka barulah diambil sampel ujinya untuk kebutuhan laboratorium.1 untuk pekerjaan beton yang besar.e) Staff f) Peralatan pengujian. Pengambilan ini mengikuti kaidah statistik ataupun prosedur baku yang ditentukan.

PENGADUKAN (Prosedur Standar) Pengujian Bahan Penyusun PENGAMBILAN CONTOH UJI BETON SEGAR SERTA PENGUJIANNYA PERAWATAN. Kualitas PRAKTIS dll) Survey Pendahuluan PERENCANAAN KEBUTUHAN SAMPEL (Mempertimbangkan Aspek Ekonomi dan Statistik) METODE PENGAMBILAN SAMPEL PROSEDUR STANDAR PENGUJIAN DAN SAMPEL KAIDAH STATISTIK ANALISIS DATA PERANCANGAN CAMPURAN. PENGUJIAN BETON KERAS EVALUASI DAN REKOMENDASI Pengujian Beton PELAPORAN .KEBUTUHAN VOLUME PEKERJAAN ASPEK EKONOMI SURVEY PENDAHULUAN DI QUARRY KELAYAKAN MATERIAL SECARA (Jarak Angkut. Harga.

Ganbar 7. 1-2 BEBERAPA ALASAN PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Beberapa tujuan yang penting dari penggunaan bahan tambah ini menurut manual of concrete practice dalam admixtures and concrete (ACI. Bagaimanakah proses penyelidikan dalam suatu pekerjaan beton? 2. air-entraining. 1963. Mortar dan Grouting Ø Menambah sifat kemudahan pekerjaan tanpa menambah air atau mengurangi kandungan air dengan sifat pengerjaan yang sama. 03 Agustus 2009 BAHAN TAMBAH 1-1 DEFINISI AHAN TAMBAH Menurut ACI Committee 212. Jenis bahan tambah untuk beton dikelompokkan dalam 5 kelompok yaitu: accelerating.212. Jelaskan hirarki penyelidikan beton? Senin. finely devided mineral dan miscellaneous. 2954.1R-8. Revised 1986) antara lain: a) Memodifikasi Beton Segar. 1971. Apa yang menjadi pertimbangan dalam pengambilan sampel dalam pekerjaan beton? 3. water reducer and set-controlling.1R-8 (Revised 1986) yang selalu diperbaiki sejak 1944. .1 Hiararki Penyelidikan Beton LATIHAN 1. Mengapa kaidah statistik dalam penyelidikan beton harus diikuti? 4.

penempatannya dilapangan dan biaya diluar dari biaya yang langsung tetap menjadi perhatian dalam aspek ekonominya. Ø Menghasilkan struktur beton yang baik. karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri. 1-3 ASPEK EKONOMI PENGGUNAAN AHAN TAMBAH Penambahan bahan atambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya. Penambahan biaya mungkin baru bisa terasa efeknya pada saat pengadaan bahan tambah tersebut yang meliputi biaya transportasi. Ø Mengurangi sifat permeabilitas. Ø Menambah kekuatan ikatan beton bertulang. Ø Mempercepat laju pengembangan kekuatan beton pada umur muda. Ø Menambah kekuatan beton (kuat tekan.volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. Ø Mengembangkan dan meningkatkan sifat penetrai dan pemompaan beton segar. maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat . Ø Mengurangi segregasi. Ø Mengontrol pengembangan yang disebabkan oleh reaksi dari alkali termasuk alkali dalam agregat. Ø Mencegah korosi yang terjadi pada baja (embedded metal).garam sulfat. b) Memodifikasi Beton Keras. Ø Mengurangi kapilaritas dari air. 1-4 PERHATIAN PENTING DALAM PENGGUNAAAN AHAN TAMBAH . Ø Mengembangkan ketahanan gaya impact (berulang) dan ketahanan abrasi. Ø Menghailkan warna tertentu pada beton atau mortar. Mortar dan Grouting Ø Menghambat atau mengurangi ekolusi panas selama pengerasan awal (beton muda). Ø Mengurangi atau mencegah secara preventif penurunan atau perubahan volume beton.Ø Menghambat atau mempercepat waktu peningkatan awal dari campuran beton. Ø Menambah sifat keawetan beton atau ketahanan dari gangguan luar termasuk serangan garam . kuat lentur atau kuat geser dari beton). Ø Mengurangi kehilangan nilai slump. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan.

1-5 JENIS AHAN TAMBAH Secara umum bahan tambah yang digunakan dalam beton dapat dibedakan menjadi dua yaitu bahan tambah yang bersifat kimiawi (chemical admixture) dan bahan tambah yang bersifat mineral (additive). tipe dan gradasi agregat. sehingga kadang . C. Selain itu.4. a) Bahan Tambah Kimia Menurut standar ASTM. atau proporsi campuran yang diharapkan b) Banyak bahan tambah mengubah lebih dari satu sifat beton. jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi tujuh tipe bahan tambah. Pada dasarnya suatu bahan tambah harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja .1.494 (1995:254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989:29). Bahan tambah ini biasanya merupakan bahan tambah kimia yang dimasukkan lebih banyak mengubah perilaku beton saat pelaksanaan pekerjaan jadi dapat dikatakan bahwa bahan tambah kimia (chemical admixture) lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja pelaksanaan.kadang justru merugikan c) Efek bahan tambah sangat nyata untuk mengubah karakteristik beton misalnya FAS. Bahan tambah admixture ditambahkan saat pengadukan dan atau saat pelaksaaan pengecoran (placing) sedangkan bahan tambah aditif yaitu yang bersifat mineral ditambahkan saat pengadukan dilaksanakan. ASTM. tipe dan lama pengadukan.53. yang terpenting adalah memperhatikan petunjuk dalam manualnya jika menggunkaan bahan ”paten” yang diperdagangkan. atau ACI. Bahan tambah aditif merupakan bahan tambah yang lebih banyak bersifat penyemenan jadi bahan tambah aditif lebih banyak digunakan untuk perbaikan kinerja kekuatannya. Beberapa evaluasi yang perlu dilakukan jika menggunakan bahan tambah: a) Penggunaan semen dengan tipe yang khusus b) Penggunaan satu atau lebih bahan tambah c) Petunjuk umum mengenai penggunaan atau temperatur yangt diijinkan pada saat pengadukan dan pengecoran Selanjutnya hal yang menjadi perhatian adalah: a) Penggantian tipe semen atau sumber dari semen atau jumlah dari semen yang digunakan atau memodifikasi gradasi agregat.Penggunaan bahan tambah dalam sebuah campuran beton harus dikonfirmasikan dengan standar yang berlaku seperti SNI.

Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. Material lain seperti: · Material inorganik seperti seng. Pada kasus ketiga dimasukkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (marther. Bryant.yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut digunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihamn proporsi betonnya (PB. · Asam amino dan turunannya. Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garamnya. 1994:494-495). Bahan tambah pengurang air dapat berasal dari bahan organik ataupun campuran anorganik untuk beton tanpa udara (non-air-entrained) atau dengan udara dalam hal mengurangi kandungariair campuran. polisakarin dan gula asam. 4. Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. posfat. garam-garam. Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didaptkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. 5. Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam. Pada kasusu pertama dengan mengurangi faktor air semen secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan faktor air semen yang rendah akan meningkatkan kekuatan beton. Water . Hal lain juga dimaksudkan dengan mengubah kadar semen tetapi tidak mengubah faktor air semen dan slump. 3. Selain itu bahan tambah ini dapat digunakan untuk memodifikasi waktu pengikatan beton atau mortar sebagai dampak perubahan faktor air semen. Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut: Ø Tipe A ”Water . barak.Reducing Admixture digunakan antara lain untuk dengan tidak mengurangi kadar semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan nilai perbandingan atau rasio faktor air semen (wer) yang rendah. Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas: 1.. 1989:12). Atau dengan tidak mengubah kadar semen yang digunakan dengan faktor air semen yang tetap maka nilai slump yang dihasilkan dapat lebih tinggi. · Karbonhidrat. klorida. .Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu.Reducing Admixtures” Water . 2.

(3). atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. menjadi penting untuk melakukan pengujian sebelum pelaksanaan pencampuran terhadap bahan tambah tersebut. Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan pada beton. ketahanan terhadap perubahan volume. karbonat. Secara umum. silikon. bleeding dan kehilangan air pada saat beton segar. seperti eter. (2). penggunaan metode perawatan dan proteksi yang berbeda. bromida. Penggunanya untuk menunda waktu pengikatan beton {setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas. Dosis maksimum adalah 2 dari berat semen yang digunakan. kelompok bahan tambah ini dibagi menjadi tiga: (1). Ø Tipe C ”Accelerating Admixture” Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. laju pengerasan. kandungan air. Ø Tipe D ”Water Reducing and Retarding Admixture” . Penggunaan bahan tambah pemercepat laju pengerasan harus didasarkan atas pertimbangan ekonomi dengan membandingkan pada penggunaan bahan tambah lain seperti. naptan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan bahan tambah ini adalah air yang dibutuhkan. bandingkan dengan penggunaan semen Tipe III. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan bajadapat terjadi. penggunaan semen yang lebih banyak. Berdasarkan hal tersebut. Material miscellaneous. konsistensi. turunan melamic. hidrokarbon-sulfat. susut pada saat pengeringan. Larutan garam organik. silikat dan terkadang senyawa organik lainnya seperti tri-etanolamin. kekuatan tekan dan lentur.· Campuran polimer. penggunaan bahan air dan agregat yang panas. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. Bahan kimia lain yang berfungsi sebagai pemercepat antara lain adalah senyawa-senyawa garam seperti klorida. Larutan campuran organik. Ø Tipe B ”Retarding Admixture” Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang bermngsi untuk menghambat waktu pengikatan beton.

Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. atau udara. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. atau semen. dalam campuran perencanaan air ini harus di tambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Ø Tipe F ”Water Reducing. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Ø Tipe E ”Water Reducing and Accelerating Admixture” Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilan beton yang konsistensinya tertentu dan mepercepat pengikatan awal. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air artinya FAS yang digunakan tetap dengan mengurangi kadar air. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Kondisi yang dikehendaki adalah kuat tekan beton yang tinggi tetapi kecepatan pengikatan yang dinginkan dapat lebih tinggi. High Range Admixture” . Perubahan kandungan air. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton.Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal. atau semen. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. Jadi. Perubahan kandungan air. dalam perencanaan air ini hams ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah Pemercepat waktu pengikatan didalam bahan tambah kimia ini untuk mempercepat sehingga untuk beton yang menggunakan bahan tambah ini akan dihasilkan waktu pengikatan cepat dan kadar air yang rendah dalam FAS. Jadi. atau udara. Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture).

Beberapa bahan tambah mineral ini adalah pozzollan. Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. sebanyak 12% atau lebih. dan disebut sebagai "bahan tambahan kimia pengurang air". Pada saat ini. fly ash. bahan tambah mineral ini lebih banyak digunakan untuk memperbaiki kinerja tekan beton. modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida. tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. Beberapa keuntungan penggunaan bahan tambah mineral ini antara lain (Cain. High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. Tiga jenis plastisizer yang dikenaladalah (1). High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. 1994: 500-508): Ø memperbaiki kinerja workability Ø mengurangi panas hidrasi . sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan klorida yang dapat diabaikan dan (3). sehingga bahan tambah mineral ini cenderung bersifat penyemenan. Dosis yang berlebihan akan menyebabkan menurunnya kekuatan tekan beton.Water Reducing. dan silica fume. sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. slag. sebanyak 12% atau lebih. Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer. High Range Retarding Admixture” Water Reducing. karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0. Ø Tipe G ”Water Reducing. Bahan jenis ini pun termasuk dalam bahan kimia tambahan yang baru.005%. (2). Fungsinya untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu. b) Bahan Tambah Mineral (additive) Bahan tambah mineral ini merupakan bahan tambah yang dimaksudkan untuk memperbaiki kinerja beton. Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. Ketiga jenis bahan tambahan tersebut dibuat dari sulfonat organik dan disebut superplastisizer.

618-95:305). maksimum % 5.989.0^ 6. minimum % Trioksida Sulfur (SO3).Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø Ø mengurangi biaya pekerjaan beton mempertinggi daya tahan terhadap serangan sulfat mempertinggi daya tahan terhadap serangan reaksi alkali-silika mempertinggi usia beton mempertinggi kekuatan tekan beton mempertinggi keawetan beton mengurangi penyusutan mengurangi porositas dan daya serap air dalam beton. "Standard spesification for ground granulated Blast-Furnace Slag for use in concrete and mortar". Keuntungan penggunaan slag dalam campuran beton adalah sebagai berikut (Lewis.1.618 (ASTM. maksimum % 3. Ø Abu Terbang Batu Bara Menurut ASTM C. 1995:304) abu terbang (fly ash)didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara. C. yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batubara antrasit atau batubara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus. Definisi slag dalam ASTM.0 5.0 Kehilangan Panas. Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam Tabel 5 1 (ASTM C. 1995: 494) adalah produk nonmetal yang merupakan material berbentuk halus.0 3. (ASTM. 1982). granular hasil pembakaran yang kemudian didinginkan. Tabel 5.0 ^ Penggunaan smapai dengan 12% masih diijinkan jika ada perbaikan kinerja atau hasi test laboratotium meunjukkaj demikian. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya. Ø Slag Slag merupakan hasil residu pembakaran tanur tinggi. maksimum % 6. misalnya dengan mencelupkannya dalam air.0 50. Kandungan Kimia Fly Ash SenyawaKimia Jenis F Jenis C OksidaSilika(SiO2)+OksidaAlumina(Al 2O3)+ 70. Fly ash dapat dibedalkan menjadi dua.0 Oksida Besi (Fe2O3). .0 Kadar Air.

misalnya. 2. Kriteria kekuatan beton berkinerja tinggi saat ini sekitar 50-70 MPa untuk umur 28 hari. 5.1. Mempertinggi keawetan karena pengaruh perubahan volume. 4.1995: 637-642) silica fume adalah material pozzollan yang halus. kehalusan. Memperbaiki penyelesaian akhir dan memberi wama cerah pada beton. 8.28 dengan atau tanpa bahan superplastisizer dan nilai slump 50 mm (Yogendran. 3. 7. Menaikkan ratio antara kelenturan dan kuat tekan beton. dimana komposisi silika lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon atau alloy besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara microsilika dengan silika fume). 1987:124-129).C. kandungan kaca dalam slag. Tabel 5.34 dan 0. geser.30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan faktor semen sebesar 0. Komposisi Kimia Silica Fume . Mempertinggi kekuatan tekan beton karena kecenderungan melambatnya kenaikan kekuatan tekan. Mempertinggi ketahanan terhadap sulfat dalam air laut. dan temperatur yang ditimbulkan selama proses hidrasi berlangsung (Cain. 1994: 505). Faktor-faktor untuk menentukan sifat penyemenan (cementious) dalam slag adalah komposisi kimia. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 . untuk kolom struktur atau dinding. Mengurangi serangan alkah-silika. Beton dengan kekuatan tinggi digunakan. 9. Mengurangi porositas dan serangan klorida. Mengurangi variasi kekuatan tekan beton. Ø Silika Fume Menurut standar "Spesificationfor Silica Fume for Use in Hydraulic Cemen Concrete and Mortar" (ASTM. pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. 6. konsentrasi alkali dan reaksi terhadap sistem. et al. Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi.2. Mengurangi panas hidrasi dan menurunkan suhu. 1240.

15 Al2O3 0.2.10-0.20 MnO 0..20 . Contoh bahan ini adalah kapur hidrolis. Hampir semua bahan air entraining admixture berwujud cair. dan pozollan alam yang sudah menjadi kapur atau mentah.Kimia Berat dalam persen SiO2 92-94 Karbon 3-5 Fe2 O3 0. c) Bahan Tambah Lainnya Ø Air Entraining Bahan tambah ini membentuk gelembung-gelembung udara berdiameter 1 mm atau lebih kecil di dalam beton atau mortar selama pencampuran. Banyaknya bahan tambahan yang diperlukan untuk memperoleh gelembung udara ini tergantung pada bentuk dan gradasi agregat yang digunakan.325 dala. 1987:125 Selain dari Tabel 5.C.00 Keasaman pH (10 air dalam slurry) 7.10 Fisika Berat dalam Persen Berat Jenis 2. apakah .0.02 Raa-rata ukuran partikel. Semakin halus ukuran agregat. Maret/April. et al. u.1 Lolos ayakan No. komposisi kimia dan fisika yang dibutuhkan silica fume dapat dilihat di Tabel 1 sampai Tabel 4 ASTM. Ø Peghalus Gradasi (finely divided mineral admixture) Bahan ini berupa mineral yang dipakai untuk memperhalus perbedaanperbedaan pada campuran beton dengan memberikan ukuran yang tidak ada atau kurang dalam agregat. semen slag. Selain itu juga dapat dipergunakan untuk menaikan mum dari beton yang akan dibuat.10-0. Persentase ini dipengaruhi juga oleh beberapa faktor lain seperti jenis dan kondisi pencampur. semakin besar persentase bahan tambah yag diperlukan.30 MgO 0.50 CaO 0. fly ash.10-0. dengan maksud mempermudah pengerjaan beton pada saat pengecoran dan menambahkan ketahanan awal pada beton. 0. lapisan-lapisan atau gumpalan.3 Sumbe: Yogendran. 99. tetapi ada yang berbentuk serbuk. ACI Material Journal.008 K2O 0..1240.10 Na2O 0. Kegunaan lainnya adalah untuk mengurangi permeabilitas atau expansi dan juga mengurangi biaya produksi beton.m.

sesaat setelah pencampuran. Ø Beton Tanpa Slump Beton tanpa slump didefinisikan sebagai beton yang mempunyai slump sebesar 1 inch (25. Beton dengan kekuatan tinggi ini biasanya diproduksi dengan menggunakan polimer dengan cara (1).9 MPa) atau lebih. tetapi dengan mempertahankan kandungan semen dan kemudahan kerja. Pembebanan ini akan menyebabkan pengausan pada permukaan beton. menjenuhkan dan memancarkannya pada temperatur yang sangat tinggi di laboratorium. Prinsipnya adalah menggantikan air pencampur dengan polimer sehingga dihasilkan beton yang berkekuatan tinggi dan mempunyai mutu yang baik.3 sampai 0. Untuk menghindari hal ini dapat digunakan dua jenis bahan untuk mengeraskan permukaan beton.000 psi (1. Penambahan udara ini dapat mengurangi kekuatan udara.000 psi = 6. dan kekuatan belah tariknya sekitar 1. waktu pengikatan dan pencapaian kekuatan. terdiri dari butiran-butiran yang halus. Pemilihan bahan tambah ini tergantung pada sifat-sifat beton yangdiinginkan terjadi. efek beku-cair. Faktor polimer beton yang optimum adalah berkisar 0. seperti lantai untuk bengkel-bengkel alat alat berat (heavy equiment). untuk mencapai kekuatan tinggi tersebut. seperti sifat plastisnya. Yaitu (1) agregat beton terbuat dari bahan kimia.memakai fly-ash ataukah pozollan lain. Beton dengan modifikasi polimer (PMC=Polimer Modified Concrete) adalah beton yang ditambah resin dan pengeras sebagai bahan tambahan. kekuatan dan harga dari beton tersebut.4 mm) atau kurang. harus dipilih salah satu dari bahan pengeras tersebut dan kemudian ditambahkan kedalam campuran beton saat pengeijaan beton berlangsung. Ø Bahan Pembantu Untuk Mengeraskan Permukaan Beton (hardener concrete) Permukaan beton yang harus menanggung beban-beban yang berat dan hidup serta selalu dalam keadaan berputar atau berpindah-pindah. pengurangan kekuatan ini dapat dicegah karena faktor air semennya berkurang.500 Psi atau lebih. memodifikasi sifat beton dengan mengurangi air di lapangan atau (2).45 dalam perbandingan berat. dan lainnya. . Ø Polimer Ini adalah produk bahan tambah yang baru yang dapat menghasilkan kekuatan tekan beton yang tinggi sekitar 15. yang seiring dengan bertambahnya waktu akan menyebabkan rusaknya permukaan beton tersebut. dan (2) agregat metalik. juga derajat agitasi campuran. Untuk memperkeras permukaan beton.

Ø Bahan Tambah Untuk Memperkuat Ikatan Beton Lama Dengan Beton Baru (bonding agent for concrete) Penuangan beton segar di atas permukaan beton lama sering mengalami kesulitan dalam pengikatan (penyatuannya). Bahan-bahan ini biasanya dicampurkan dalam suatu adukan yang mutunya terjamin baik. Beton yang pembuatannya menggunakan jenis-jenis bahan tambah yang disebutkan di atas. misalnya oker atau umber (pewama coklat). .Ø Bahan Pembantu Kedap Air Jika beton terletak di dalam air atau berada di dekat permukaan air tanah (misalnya beton yang digunakan pada pembuatan tunnel) maka beton tersebut tidak boleh mengalami rembesan sehingga harus diusahakan agar kedap air. Standard Spesification for Chemical Admixture for Concrete. 1-6 AHAN TAMBAH KIMIA MENURUT DRAFT PEDOMAN BETON 1989 a) Syarat Umum Mutu Bahan Tambah 1. Bahan yang digunakan untuk memberi wama pada permukaan beton ini cat (coating). Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah bahan yang mempunyai partikel-partikel halus dan gradasi yang menerus dalam campuran beton. Ø Bahan Tambah Pemberi Warna Beton yang diexpose permukaannya biasanya memerlukan keindahan.494. Atas pennintaan pembeli/pemakai. Cara ini merupakan cara yang terbaik. Selain itu dapat pemberian wama dapat pula dilakukan dengan cara menaburkan pasir silika atau agregat metalik selagi permukaan beton masih dalam keadaan segar. Cara lainnya adalah menambahkan bahan wama. kedalam permukaan beton selagi beton masih segar. produsen bahan tambah harus menyatakan secara tertulis bahwa bahan yang disediakan untuk suatu pekerjaan beton adalah sama dalam segala halnya dengan bahan yang diujikan untuk memenuhi persyaratan mutu. 2. Bahan-bahan semacam itu akan mengurangi permeabilitas air. yang dilapiskan setelah pengerjaan beton selesai. Untuk mengatasinya. harus memenuhi persyaratan fisika seperti yang termuat dalam ASTM C. perlu ditambahkan suatu bahan tambah agar terjadi ikatan yang menyatu antara permukaan yang lama dengan permukaan yang baru jenis bahan tambah tersebut biasnya di sebut bonding agent yang merupakan larutan polimer.

Ø Berat jenis untuk bahan tambah cair perbedaan untuk contoh awal dengan air suling dan dengan contoh dari lot tidak boleh lebih besar dari 10%. Jelaskan definisi bahan tambah! 2. variasinya antara nilai contoh awal dengan contoh yang diambil dari lot harus berada pada batas variasi di mana 5% untuk bahan tambah cair dan 4% untuk bahan tambah non cair. Ø Analisis infra-red. Atas permintaan pembeli/pemakai. hasil spektra absorbsi sejauh mungkin harus sama antara contoh awal dengan contoh dari suatu lot.3. Apa yang dimaksud dengan bahan fambah kimia dan bahan tambah mineral? Bagaimana proses pencampuran untuk bahan tambah kimia dan mineral? 3. maka uji ini dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut: Ø Pengujian dilakukan terhadap contoh awal (initial sample) dan hasil uji dijadikan referensi untuk membandingkan hasil-hasil uji atas contoh yang diambil dari sembarang kumpulan bahan (lot). b) Keseragaman dan Kesamaan (Komposisi) Apabila ditentukan oleh pembeli/pemakai bahwa perlu dilakukan uji teseragaman terhadap jumlah bahan tambah. Latihan 1. Ø Residu pengeringan di dalam oven. Jelaskan jenis-jenis bahan tambah kimia menurut SNI! . produsen bahan tambah yang akan dipakai untuk beton pra-tekan hams menyatakan secara tertulis kadar klorida di dalam bahan tambah tersebut dan bahwa kadar klorida sudah ditambahkan selama pembuatannya.494. bila diuji dengan cara dan ketentuan dalam ASTM C. Jelaskan beberapa alasan mengapa digunakan bahan tambah! 4.