Nur Toyyibah

 Keamanan lingkungan  Tindakan keamanan  Mencegah cedera menggunakan pengekang .

melibatkan:  Pasien  Pengunjung  Petugas kesehatan  Desain dan dekorasi ruangan pasien harus memberikan kepuasan terhadap dua kebutuhan:  Kenyamanan pasien  Keamanan pasien . Pemberian keamanan lingkungan.

 Usia pasien mempengaruhi tindakan keamanan khusus yang diperlukan untuk memberikan keamanan lingkungan.  Contoh: bayi memerlukan supervisi terus-menerus karena mereka mungkin mencoba meraih sesuatu kedalam mulut atau hidung mereka. .

gunakan pedoman sebagai berikut:  Gunakan pengekang untuk melindungi pasien. Lindungi bagian tulang yang menonjol. Ingat.  Jika pengekang diperlukan. Ingat. bukan untuk kepentingan petugas kesehatan. Berikan penjelasan tentang tujuan pemasangan pengekang pada pasien. . bahwa sirkulasi dan integritas kulit dapat terganggu oleh pengekang. bahwa pengekang dapat Menyebabkan Peningkatan kecemasan dan penurunan selfimage. Pengekang digunakan untuk  Mungkinkan pasien dapat  mencegah pasien mengalami cedera atau meningkatkan keamanan ketika pasien di tempat tidur atau kursi.  Pertimbangkan kebijakan rumah sakit atau perintah dokter untuk Menggunakan pengekang.    bergerak dengan bebas. Sering observasi.

Evaluasi kemampuan pasien untuk mengambil keputusan.  Memberikan perlindungan ketika kemampuan pasien menerima dan memahami stimuli Lingkungan menurun. gangguan  Rencana (Tujuan):  Membantu pasien memahami      sensori kronis. stimuli lingkungan yang terkait dengan keamanannya. mobilitas dan keterbatasan. Evaluasi kemampuan pasien memahami instruksi. orientasi. Pengkajian:  Identifikasi usia pasien.  Menentukan Peralatan keamanan yang diperlukan untuk Meningkatkan Keamanan lingkungan. tingkat mobilitas. Kaji kebutuhan peralatan khusus untuk meningkatkan keamanan lingkungan. penggunaan alat bantu ambulasi.  Meningkatkan tingkat mobilitas dalam lingkungan yang aman. Observasi dan catat tingkat kesadaran pasien. . Identifikasi setiap gangguan sensori atau kemampuan motorik akibat penyakit atau cedera. riwayat kesehatan umum.

 Implementasi (Prosedur):  Mencegah cedera  Persiapan alat  Tempat tidur dengan pagar     Mekanikal  Mencegah cedera thermal  Memberikan keamanan pasien  Evaluasi (Hasil yang diharapkan):  Pasien menerima informasi tentang tindakan keamanan yang tepat untuk kebutuhannya. Peralatan dapat bergerak yang dilengkapi kunci pengaman. kimiawi dan thermal.  Pasien mengerti lingkungan yang aman dari bahaya mekanikal. Pembalut dengan ukuran yang sesuai untuk area yang di immobilisasi. .  Semua peralatan dan bel panggil mudah    pengaman. Bel untuk komunikasi. Kain pengekang dengan alas flannel. Pengekang (restraint). Kassa kerlix.

dalam jangkauan pasien. .  Beritahu pasien yang lemah. nyeri atau habis operasi untuk minta bantuan sebelum meninggalkan tempat tidur.  Letakkan peralatan dan bel panggil. Atur tempat tidur dalam posisi rendah ketika anda tidak didalam ruangan pasien.

tua.  Pasang pengekang lembut untuk pasien yang beresiko terjatuh dari tempat tidur atau kursi dorong.  Pertahankan pagar tempat tidur tetap terpasang untuk pasien yang gelisah. Ingatkan pasien dan petugas kesehatan lainnya untuk mengunci kursi dorong dan melepaskan kunci hanya setelah pasien aman. kejang dan pasien bedah. .

 Lakukan range of motion pada ekstremitas setiap dua jam.  Rubah posisi pasien setiap dua jam.  Lepaskan pengekang setiap dua jam dan berikan perawatan kulit. Periksa sirkulasi dan kondisi kulit tangan atau kaki setiap dua jam. .

. Dokumentasikan penggunaan pengekang pergelangan tangan pada buku catatan.