Air Tanah Sudah Tercemar

Kamis, 26 Agt 2004

Halaman Utama

Jakarta Raya

Metropolis

Olahraga

Ekonomi Bisnis

Show

Selasa, 24 Agt 2004,

Air Tanah Sudah Tercemar
SENEN - Ini kabar buruk bagi warga Jakarta khususnya yang mengandalkan air tanah sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. Sebab, 80 persen air tanah di Jakarta ternyata sudah tercemar bakteri coli jenis colyform dan vecalcoly. Bakteri ini berbahaya bagi sistem pencernaan manusia. Bahkan, bisa mengakibatkan kematian jika tidak mendapat penanganan secepatnya. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Kosasih Wirahadikusumah dalam sosialisasi air bersih di Atrium Senen, kemarin. Ia mengungkapkan, dari 300 sumur pantau BPLHD yang tersebar di lima wilayah, diketahui bahwa tingkat pencemarannya sudah cukup mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan buruknya sistem pengelolaan limbah rumah tangga. Selama ini, warga hanya mengandalkan septictank yang hanya mampu mengolah atau menampung black water (kotoran manusia), tidak termasuk gray water (air kakus atau air mandi). "Air tanah di Jakarta sudah tercemar dan berbahaya untuk dikonsumsi," katanya. Kondisi ini, lanjut Kosasih, semakin parah dengan minimnya jarak antara septictank dan sumber air tanah yang digunakan. Dengan cepat, limbah rumah tangga meresap dalam tanah dan mencemari air tanah. Anak mantan Wapres Umar Wirahadikusumah ini mengatakan, pihaknya telah memberikan laporan tentang kondisi air tanah kepada instansi terkait. Khususnya, Dinas Kesehatan DKI. Langkah lain yang dilakukan BPLHD adalah pembenahan sistem pengelolaan limbah rumah tangga. "Jakarta belum memiliki jaringan pompa air limbah seperti negara-negara maju lainnya. Jadi, ujung tombak pengelolaan limbah adalah warga itu sendiri," tuturnya. Untuk itu, BPLHD merencanakan modifikasi septictank dengan bekerja sama dengan Malaysia. Ia berharap, kecanggihan teknologi dapat merealisasikan pengelolaan limbah rumah tangga yang sesuai dengan baku mutu. "Namun, langkah ini

Arsip Berita

RUBRIK
Berita Utama Internasional Opini Visite Karpet Merah Istana Edisi Mingguan

RUBRIK LAIN
Pro Otonomi Polling Penegakan Hukum Edukasi Wanita Jakarta Konsultasi & Kuliner

DETEKSI

Deteksi Surabaya Deteksi Jakarta Movies Otomotif De-Style Aidoru Aime Cerpen

" tegasnya. Bagi masyarakat yang masih mengandalkan air tanah sebagai sumber air rumah tangga. Dihubungi terpisah. (fol) Clekit klik picture to enlarge Redaksi Jawa Pos Graha Pena Lt. Yakni. Yani 88 Surabaya Telp." Sementara itu. . "Kita tidak bisa memilah kasus akibat konsumsi air tanah yang tercemar bakteri coli atau kasus diare karena konsumsi makanan yang tidak sehat. Zelfino menganjurkan penyaringan secara sederhana.Muzik Techno Toys & Hobby Game Anime masih perlu waktu karena masih dalam tahap penjajakan. Meski tidak bisa menyebutkan angka pasti. "Selain sudah tercemar limbah dan bakteri. kasus diare cukup tinggi di Jakarta. 4 Jl. A. eksploitasi air tanah secara berlebihan juga dapat menggangu keseimbangan lingkungan.id / editor@jawapos. bakteri. :+62-31-8285555 editor@jawapos. dan warna. dan secara fisik bebas rasa. memang sulit. Kepala Humas Dinas Kesehatan DKI Evi Zelvino menjelaskan.5 or above © 2003. konsumsi air tanah yang mengandung bakteri coli dapat mengakibatkan gangguan pencernaan seperti diare. Saat ini. air yang akan digunakan harus dimasak dengan suhu 100 derajat untuk membunuh bakteri coli." aku Zelfino. pencemaran air tanah sudah berlangsung cukup lama karena perilaku masyarakat yang keliru dalam pengelolaan limbah rumah tangga.com <<:: Kembali ---------------------------------------------Best View : 1024 x 768 with IE 5. Dinas Kesehatan melakukan sosialisasi bahaya konsumsi air tanah yang tercemar bakteri coli melalui puskesmas kecamatan dan kelurahan. jaringan air bersih melalui PAM belum menjangkau seluruh wilayah DKI.co. bau. kasus diare kerap terjadi di lingkungan kumuh yang sarana air bersihnya minim. Sebab. Menurut dia. untuk meninggalkan kebiasaan mengkonsumsi air tanah. menggunakan media pasir atau batok kelapa. :+62-31-8202216 Fax. Pihaknya akan mensosialisasikan konsumsi air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan. Namun. Syarat itu adalah bebas kimia. Wakil Gubernur DKI Fauzi Bowo menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk mensosialisasikan kepada warga Jakarta akan bahaya konsumsi air tanah. Diakuinya. Untuk dikonsumsi. 2004 Jawa Pos dotcom.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful