oleh : dr.

Wawan Sulistiyadi

• Faal sel dalam tubuh manusia dipengaruhi oleh
keseimbangan cairan dan elektrolit

• Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh
adalah merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis.

• Air merupakan bagian terbesar dari komposisi tubuh
manusia. Hampir semua reaksi di dalam tubuh manusia memerlukan cairan.

Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010

• Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya
distribusi yang normal dari air tubuh total dan

elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh.

• Keseimbangan cairan dan elektrolit saling
bergantung satu dengan yang lainnya, jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.

• Keseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan
komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh.

• Agar metabolisme tubuh berjalan dengan baik,
dibutuhkan masukan cairan setiap hari untuk menggantikan cairan yang hilang.

• Pada bayi dan anak kecil fungsi organ-organ belum
sempurna sehingga mudah terjadi gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit.

Jaringan lemak • Air merupakan 73% dari lean body mass (orang dewasa) sedangkan jaringan lemak hanya sedikit mengandung air.• Tubuh manusia terdiri dari : a. • Tubuh orang gemuk relatif lebih sedikit mengandung air daripada orang yang kurus Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 . Lean body mass (tubuh tanpa jaringan lemak) yaitu : air. tulang dan jaringan bukan lemak b.

Umur Kondisi lemak tubuh Sex Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 . b.Persentase dari total cairan tubuh ( total body water ) bervariasi sesuai dengan individu dan tergantung beberapa hal antara lain : a. c.

. • Otot memiliki kandungan air yang tinggi jumlah massa otot yang meningkat persentase air dari berat badan.• Lemak pada dasarnya bebas air • makin sedikit lemak maka makin tinggi persentase air dari berat badan. meningkat • Orang yang lebih tua mempunyai persentase lemak tubuh yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang muda.

Perbandingan lemak dan air dalam tubuh lemak Orang gemuk 50 % air 30 % Pria normal 16 % 60 % Orang kurus 7 % 67 % Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 .

dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. • Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion. jika berada dalam larutan. .• Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air (pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). minuman. • Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan.

. Proses tersebut akan berpengaruh pada kinerja otak dan jantung.  Melancarkan peredaran darah Jika tubuh kita kurang cairan.  Membuang racun dan sisa makanan Tersedianya cairan tubuh yang cukup dapat membantu mengeluarkan racun dalam tubuh. suhu tubuh akan menjadi panas dan naik. maka darah akan mengental. Hal ini disebabkan cairan dalam darah tersedot untuk kebutuhan dalam tubuh. air seni. dan pernafasan. Air membersihkan racun dalam tubuh melalui keringat.Fungsi cairan tubuh antara lain :  Mengatur suhu tubuh Bila kekurangan air.

 Kulit Air sangat penting untuk mengatur struktur dan fungsi kulit. Kecukupan air dalam tubuh berguna untuk menjaga kelembaban. dan elastisitas kulit akibat pengaruh suhu udara dari luar tubuh.  Pencernaan Peran air dalam proses pencernaan untuk mengangkut nutrisi dan oksigen melalui darah untuk segera dikirim ke sel-sel tubuh. Konsumsi air yang cukup akan membantu kerja sistem pencernaan di dalam usus besar karena gerakan usus menjadi lebih lancar. sehingga feses pun keluar dengan lancar. kelembutan. .

Otot tubuh akan mengempis apabila tubuh kekurangan cairan. Pernafasan Paru-paru memerlukan air untuk pernafasan karena paru-paru harus basah dalam bekerja memasukkan oksigen ke sel tubuh dan memompa karbondioksida keluar tubuh. Oleh sebab itu. Hal ini dapat dilihat apabila kita menghembuskan nafas ke kaca.  Sendi dan otot Cairan tubuh melindungi dan melumasi gerakan pada sendi dan otot. maka akan terlihat cairan berupa embun dari nafas yang dihembuskan pada kaca. . perlu minum air dengan cukup selama beraktivitas untuk meminimalisir resiko kejang otot dan kelelahan.

 Pemulihan penyakit Air mendukung proses pemulihan ketika sakit karena asupan air yang memadai berfungsi untuk menggantikan cairan tubuh yang terbuang .

• Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar: cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. • Cairan intraseluler (CIS) adalah cairan yang berada di dalam sel di seluruh tubuh • Cairan akstraseluler (CES) adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu :  cairan intravaskuler (plasma)  cairan interstitial  cairan transeluler. Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 .

. dan sekresi saluran cerna. cairan intraokuler.• Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler • cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel • cairan transeluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal.

.

NO 1 2 UMUR Bayi baru lahir Dewasa Pria (20 – 40 tahun) Wanita (20 – 40 tahun) Persentase Cairan Tubuh 75% 60 % 50 % 45 – 50 % 3 Usia lanjut .

BBLR (berat badan lahir rendah).Pada fetus. CES lebih banyak dari pada CIS Air Jumlah Intraseluler BBLR Neonatus Anak-anak Dewasa 30% 35% 35% 40-45% Ekstraseluler 50% 35-40% 30% 15-20% 80% 70-75% 65% 55-65% Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 .

• Jumlah cairan ekstraseluer menurun seiring bertambahnya usia .

Regulating Body Fluid Volumes .

• Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman. • Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 . • Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi.

Cairan yang diminum b. Cairan yang didapat dari oksidasi makanan dan atau oksidasi jaringan tubuh . Cairan yang terdapat dalam bahan makanan padat c.Air diperoleh dari : a.

sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan darah .• Pengatur utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. • Pusat haus dikendalikan berada di otak sedangkan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi intraseluler.

Ginjal c. kulit Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 . Usus b. Paru-paru d.Air dikeluarkan melalui : a.

1600 1500 .1000 200 – 300 IWL Tinja Urine 850 -1200 50 – 200 600 .3000 Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 .1700 800 .3000 1500 .Pertukaran air pada dewasa Pemasukan Air (ml) Pengeluaran Air (ml) Air Makanan padat oksidasi 500 .

Dalam keadaan normal.6 cc tiap kg bb/jam • Bayi mempunyai insensible water loss lebih banyak dari orang dewasa (1. • Kehilangan cairan melalui paru-paru (uap air) dan melalui kulit (keringat) insensible perspiration (IWL) diperkirakan sebanyak 0.5 – 0. cairan usus ini diserap kembali sehingga kehilangan air melalui tinja hanya sekitar 100 ml sehari.0 ml tiap kg bb/jam) .• Kelenjar-kelenjar dari traktus digestivus pada orang dewasa tiap hari mengeluarkan sekitar 8.2 liter cairan usus yang terdiri dari air dan elektrolit.

• Frekuensi respirasi meningkat IWL meningkat • Suhu tubuh naik IWL naik • Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 50 200 mL per hari. yang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon). .

• Air dikeluarkan dari tubuh melalui ginjal sebagai urine. • Pada orang dewasa. dalam tubuli kontorti proksimal. atas pengaruh hormon anti diuretik. sedangkan yang keluar sebagai urine hanya sekitar 1500 ml. tiap hari diproduksi sekitar 180 liter filtrat glomeruli. sekitar 80% diserap kembali sedangkan dalam tubuli distalis penyerapan kembali bersifat fakultatif. Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 . • Pada orang dewasa produksi urine paling sedikit sekitar 600 ml/hari • Dari filtrat glomeruli.

.

.

Hormon yang mmpengaruhi faal ginjal : 1. Aksi diuresis bertentangan dengan aksi oliguria • Ekskresi dari K tergantung dari banyakknya Na yang dikeluarkan dari ginjal. Korteks adrenal • Resapan kembali dari Na dan Cl menjadi lebih banyak sehingga mengakibatkan oliguria • Resapan kembali air dalam tubuli kontorti bagian distal berkurang sehingga terjadi diuresis. Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 .

Hipofisis Hormon pertumbuhan yang berasal dari hipofisis anterior merupakan suatu natural diuretic sedangkan antidiuretik dari hipofisis posterior bekerja sebaliknya. Glandula tiroid Hormon tiroksin memperbesar nafsu makan dan meningkatkan metabolisme sehingga waste product menjadi banyak. Untuk mengeluarkan waste product yang banyak ini. diperlukan urine yang banyak pula 3.2. .

Kalsium (Ca++). kalium (K+). urea. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+). glukosa. Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 . bikarbonat (HCO3-). • Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik. sulfat (SO42-). fosfat (HPO42-). oksigen. seperti : protein. karbon dioksida dan asam-asam organik. Klorida (Cl-). magnesium (Mg++).Zat terlarut • Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit.

hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatan negatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif. tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagianberbeda.• Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya. .

.

Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 .

. Infant dan anakanak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding usia dewasa. dan berat badan. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung.Umur  Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia. metabolisme. karena usia akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh.

Iklim  Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat. . Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari.

.Diet  Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema.

.Stress  Stress dapat meningkatkan metabolisme sel. Mekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah. glukosa darah. dan pemecahan glykogen otot.

Kondisi Sakit  Kondisi sakit sangat berpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh.  Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh  Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri . misalnya :  Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL.

nasogastric tube dan lain-lain .Tindakan Medis  Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti : suction.

Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 . laksative dapat berpengaruh pada kondisi cairan dan elektrolit tubuh. Pembedahan  Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. dikarenakan kehilangan darah selama pembedahan.Pengobatan  Pengobatan seperti pemberian deuretik.

Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh .

 Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran semipermiabel mampu memfilter substansi dan komponen dalam cairan tubuh untuk berpindah.  Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara :   Diffusi Filtrasi   Osmosis Aktiv Transport Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 .

 Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel yaitu :  Permebelitas membran kapiler dan sel  Konsenterasi  Potensial listrik  Perbedaan tekanan. Diffusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. Hampir semua zat berpindah dengan mekanisme transportasi pasif.  Diffusi sederhana adalah perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas. .

Homeostasis (keseimbangan cairan tubuh) dipengaruhi oleh : 1. Kadar ion natrium Stikes Harapan Bangsa Purwokerto / dr Wawan / 2010 . Tekanan osmotik koloid 3. Permiabilitas kapiler 4. Tekanan hidrostatik kapiler 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful