Dasar-dasar Logika Kuliah 9

 

 

Pemikiran: aksi melalui mana pikiran mendapatkan pengertian baru dengan perantara hal yang sudah diketahui Ada dua jenis pemikiran /penyimpulan:
 

 

Langsung: cara bergerak dari satu proposisi ke proposisi lain tanpa bantuan proposisi ketiga Tak langsung: memerlukan bantuan proposisi ketiga

 

Penyimpulan tak langsung dapat di bagi menjadi:
     

Pemikiran deduktif (silogisme deduktif): sifat kesimpulannya 100% pasti Pemikiran Induktif (Induksi) : sifat kepastian kesimpulan ini tidak pernah 100% pasti Konversi kemungkinan (argumen kumulatif): dari khusus-ke-khusus

 Oposisi:

terdapat antara dua proposisi yang mempunyai term-term yang sama, tetapi berbeda dalam kuantitas dan/atau kualitasnya.
 Oposisi

kontradiktoris, kontraris, subkontraris, subalterna

 Konversi:

menukar subjek dengan predikat suatu proposisi tanpa merubah kebenarannya
berlaku untuk proposisi E dan I jika dan hanya jika proposisi awalnya bernilai benar
  Buatlah

  Hanya

contoh konversi untuk proposisi E dan

I

  Obversi:

mengganti predikat dengan komplemennya atau membalik kualitas dari suatu proposisi tanpa merubah arti   Berlaku untuk semua bentuk proposisi
  Buatlah

dua contoh obversi dari proposisi A

dan O

  Kontraposisi:

menukar posisi subjek dan predikat dengan mengganti kualitas subjek dan predikat tersebut.   Kontraposisi hanya berlaku untuk proposisi A dan O
  Buatlah

contoh dari kontraposisi

 

A proposition: All S are P.
   

Obverse No S are non-P. Contrapositive All non-P are non-S. Converse No P are S. Obverse All S are non-P. Converse Some P are S. Obverse Some S are not non-P. Obverse Some S are non-P. Contrapositive Some non-P are not non-S

 

E proposition: No S are P.
   

 

I proposition: Some S are P.
   

 

O proposition: Some S are not P.
   

Silogisme adalah penyimpulan tak langsung yang berbentuk deduktif   Ada dua bentuk silogisme:
 
  Silogisme

kategoris: kita menyelidiki identitas atau diversitas dua konsep objektif dengan membandingkannya dengan konsep ketiga secara berturut-turut   Silogisme hipotetis: premis mayornya adalah proposisi hipotetis dan premis minornya mengakui atau menolak salah satu bagian dari premis mayor

Silogisme dapat membantu menunjukkan jalan atau tahapan penalaran.   IPDN harus dibubarkan karena melestarikan budaya kekerasan
 
  Kesimpulan:

IPDN  harus dibubarkan (SP)   Argumen: melestarikan budaya kekerasan (M)
 

Silogisme:
  Yang

melestarikan budaya kekerasan  harus dibubarkan (MP)   IPDN  melestarikan budaya kekerasan (SM)   Jadi IPDN  harus dibubarkan (SP)

 

Materi:
  Term

minor (term subjek) [S]   Term Mayor (term predikat) [P]   Terminus medius (term perantara) [M]

Premis mayor: proposisi yang berisi hubungan antara term mayor dan terminus medius   Premis minor: proposisi yang berisi hubungan antara term minor dan terminus medius.   Kesimpulan dari silogisme disebut dengan consequent.
 

  Simpulan
  Valid

silogisme dapat bernilai:

dan benar

 Semua

sekolah harus menaati UU Sisdiknas  IPDN adalah sekolah  IPDN harus menaati UU Sisdiknas
  Valid

tapi salah/palsu

 Banyak

menghapal, banyak lupa  Belajar adalah menghapal  Banyak belajar, banyak lupa

  Tidak

valid tapi benar

 Semua

manusia pasti akan mati  Semua manusia pernah hidup  Semua yang pernah hidup pasti akan mati
  Tidak

valid dan salah/palsu

 Laptop

diperlukan anggota DPR  Anggaran negara ditetapkan oleh anggota DPR  Laptop perlu dibeli dengan anggaran negara

 

6 hukum silogisme kategoris untuk penyimpulan yang korek/valid
  there

must be exactly three unambiguous categorical terms   the middle term must be distributed in at least one premise   any term distributed in the conclusion must also be distributed in its premise   at least one premise must be affirmative   if either premise is negative, the conclusion must also be negative   if both premises are universal, then the conclusion must also be universal

  Corak

dan Bentuk silogisme disusun dari:

  Corak

proposisi-proposisi yang menyusun silogisme [A,E,I,O]   Bentuk hubungan antara term-term di dalam silogisme
Bentuk 1 M S P M Bentuk 2 P S M M Bentuk 3 M M P S Bentuk 4 P M M S

 

Contoh
  Semua

manusia pasti akan mati [A]   Semua mahasiswa Fikom adalah manusia [A]   Semua mahasiswa Fikom pasti akan mati [A]   Bentuk silogisme ini : Bentuk 1 M S
  Jadi

P M

silogisme ini adalah silogisme AAA-1 atau bArbArA

 

Aturan dalam bentuk 1
   

Premis minor harus afirmatif Premis mayor universal AAA-1 [bArbArA] AAI-1 [bArbArI] EAE-1 [cElArEnt] EAO-1 [cElArOnt] AII-1 [dArII] EIO-1 [fErIO]

Bentuk 1 M P S M

 

Corak dalam bentuk 1 yang valid:
1.  2.  3.  4.  5.  6. 

 

Aturan dalam bentuk 2
   

Bentuk 2 P S M M

Salah satu premis harus negatif Premis mayor universal EAE-2 [cEcArE] EAO-2 [cEsArO] AEE-2 [cAmEstrEs] AEO-2 [cAmEstrOp] EIO-2 [fEstInO] AOO-2 [bArOcO]

 

Corak dalam bentuk 2 yang valid:
1.  2.  3.  4.  5.  6. 

 

Aturan dalam bentuk 3
   

Bentuk 3 M M P S

Premis minor afirmatif Kesimpulan partikular AAI-3 [dArAptI] AII-3 [dAtIsI] IAI-3 [dIsAmIs] EAO-3 [fElAptOn] EIO-3 [fErIsOn] OAO-3 [bOcArdO]

 

Corak dalam bentuk 3 yang valid:
1.  2.  3.  4.  5.  6. 

 

Aturan dalam bentuk 4
     

Jika premis mayor afirmatif, premis minor universal Jika premis minor afirmatif, kesimpulan partikular Jika salah satu premis negatif, premis mayor universal AAI-4 [brAmAntIp] AEE-4 [cAmEnEs] IAI-4 [dImArIs] EAO-4 [fEsApO] EIO-4 [frEsIsOn] AE0-4 [cAmEnOp]

 

Corak dalam bentuk 4 yang valid:
1.  2.  3.  4.  5.  6. 

Bentuk 4 P M M S

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful