• KERACUNAN MIKROBIOLOGI

Pengertian
Mikrobiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari makhluk hidup yang sangat kecil dengan diameter kurang dari 1 mm yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop. Makhluk hidup yang sangat kecil tersebut disebut dengan mikrobia, mikroba, mikroorganisme, protista atau jasad renik, yang meliputi protozoa, algae, fungi, bakteri dan virus.

Lanjutan…..
Mikrobiologi pangan (food microbiology) adalah salah satu cabang dari mikrobiologi yang mempelajari peranan mikrobia, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, pada rantai produksi makanan sejak dari pemanenan/penangkapan/pemotongan, penanganan, penyimpanan, pengolahan, distribusi, pemasaran, penghidangan sampai siap dikonsumsi.

Lanjutan…
Sejarah mikrobiologi pangan sebenarnya bersamaan dengan kehadiran manusia dimuka bumi namun sangat sulit ditentukan titik mulanya secara pasti. Sejak manusia dapat memproduksi makanan sebenarnya juga mulai dipelajari kerusakan makanan dan timbulnya keracunan makanan. Berikut ini merupakan sejarah mulai dipelajarinya peranan mikrobia pada bahan pangan yang terlibat pada kerusakan dan keracunan makanan.

KERACUNAN MAKANAN BERDASARKAN PENYEBABNYA
Bacterial Food Poisoning Non Bakterial Food Poisoning  Bacterial Food Poisoning Bacterial Food Poisoning terjadi akibat konsumsi makanan yang terkontaminasi dengan bakteri hidup terkontaminasi toksin yang dihasilkan bacteri tersebut.

Penyakit ini ditularkan kepada manusia melalui produk ternak yang terkontaminasi. susu. Salmonella Food Poisoning Salmonella food poisoning merupakan Zoonotik (berasal dari hewan) yang dapat terjadi di manamana. yaitu: 1.Lanjutan… Bacterial Food Poisoning dapat di bedakan menjadi 4 tipe. seperti daging. . Binatang ini mengkontaminasi makanan melalui urin atau kotorannya. Tikus juga merupakan salah satu binatang penyebar penyakit melalui makanan. atau telur.

 Penggunaan deterjen secara luas pada rumah tangga mempengaruhi pengolahan air kotor.  Distribusi dan pemakaian makanan jadi atau makanan kaleng meningkat di mana-mana.Lanjutan… Insidensi penyakit ini meningkat di Negara barat akibat beberapa factor berikut:  Peningkatan pedagangan internasional berupa produk bahan makanan yang berasal dari hewan ternak. .

yang menyebabkan penyakit pada manusia adalah Salmonella Typhimurium. Shigella Sonnel. sakit kepala. nyeri abdomen. diare.Lanjutan…  Terdapat lebih dari 50 spesis Salmonella. muntahmuntah. Salmonella Cholera-suis. . dan lain-lain. Organisme ini berkembangbiak di dalam usus dan menimbulkan gejala penyakit Gastroenteritis akut berupa mual. Angka Mortalitas akibat penyakit ini sekitar 1%. dan demam.

Staphylococcal Food Poisoning Staphylococcal food poisoning merupakan kasus keracunan makanan yang di sebabkan oleh racun yang di hasilkan oleh Staphylococcus Aureus. tetapi entrotoksin yang di hasilkan memiliki sifat tahan panas sehingga dapat bertahan pada temperatur 100ºC selama beberapa menit. . Kuman stafilokokus akan mati sewaktu makanan di masak.2.

custard. seperti di hidung. yaitu sekitar 1-6 jam karena toksin yang di hasilkan organisme ini. tenggorokan dan di kulit manusia. selain itu juga dapat di temukan menempel pada debu di dalam kamar. susu. . seperti salad. Organisme ini dapat menyebabkan infeksi pada manusia dan binatang.Lanjutan…  Staphylokokus banyak di temukan dalam bagian-bagian tubuh. dan produk yang di hasilkannya. Staphylokokus juga dapat mengkontaminasi makanan. Masa inkubasi penyakit akibat organisme ini relative pendek.

dan terdapatnya darah dan lender dalam feses. . Penderita dapat sembuh kembali dalam waktu 2-3 hari. nyeri abdomen.Lanjutan…  Infeksi pada manusia terjadi karena konsumsi makanan yang terkontaminasi toksin. diare. muntah. Toksin tersebut memiliki laju reaksi yang cepat dan langsung menyerang usus dan system saraf pusat (SSP). Kematian akibat penyakit ini jarang terjadi. antara lain mual. Gejala penyakit ini.

Masa inkubasi botulisme cepat sekitar 12-36 jam.3. . dan dalam saluran usus hewan. tanah. Botulism Botulism atau botulisme merupakan penyakit Gastroenteristi akut yang di sebabkan oleh Eksotoksin yang di produksi Crostiridium Botulinum. Dalam makanan kaleng. Organisme anaerobic ini banyak di temukan di dalam debu. organisme ini akan membentuk spora.

. Kematian terrjadi dalam waktu 4-8 hari akibat kegagalan pernapasan atau jantung.Lanjutan… Gejala penyakit berbeda dengan kasus Bacterial Food Poisoning yang lain karena eksotoksin bekerja pada system saraf parasimpatik. seperti kelemahan pada otot walau demam biasa tidak ada. penyakit ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran dan berakibat fatal. Gejala Gastroin testinal yang di timbulkan ringan walau ada beberapa gejala yang tampak dominan.

Lanjutan… Agar lebih aman. makanan kaleng sebaiknya dimasak dahulu pada temperature 100 ºC selama beberapa menit karena toksin Cl. sebelum di konsumsi. Pemberian obat quinidine hidroklorida per oral dengan dosis 20-40 mg/kg berat badan dapat mengurangi terjadinya Neoromuscular blok. . Botulinum bersifat Thermolabil (tidak tahan panas). di samping perawatan yang baik juga sangat bermanfaat dalam pengobatan batulisme.

dan udara. . air. Perfringens Food Poisoning  Organisme Clostridium Perfringens (Cl. Masa inkubasi penyakit ini sekitar 6-24 jam. Keracunan terjadi karena mengkonsumsi makanan berupa daging ternak (yang tentunya telah terkontaminasi dengan bakteri ini) yang telah di masak dan di simpan begitu saja selama 24 jam atau lebih serta di masak lagi untuk di sajikan. misalnya Alpha Toxin dan Theta Toxin. Cl.4. Welchii) dapat di temukan dalam kotoran manusia dan binatang dalam tanah. organisme ini dapat berkembang biak dengan baik pada suhu sekitar 30 derajat C dan memproduksi berbagai toksin. Perfringens belum banyak di ketahui. Walau patogenisitas Cl.

dan muntah jarang terjadi.Lanjutan…  Alpha toxin di duga merupakan eksotoksin yang dapat menimbulkan gejala penyakit. lesu. Gejala klinis berupa nyeri abdomen.  Diagnosis banding (differensial diagnosis) perlu di lakukan karena Bacterial food Poisoning (keracunan makanan akibat bakteri sering kali di diagnosis sebagai penyakit kolera. diare. Penderitanya dapat sembuh dengan cepat. . atau keracunan zat arsentik. sementara penyakit ini tidak berakibat fatal.perfringens yang banyak dalam makanan dapat menyebabkan keracunan makanan. mual. selain ada juga pendapat bahwa jumlah Cl. disentri basiler akut. subfebris.

. Non-Bacterial Food Poisoning Non-bacterial food poisoning adalah kasus keracunan makanan yang bukan di sebabkan oleh bakteri maupun toksin yang di hasilkannya.

dan keracunan apel.Lanjutan… Kasus keracunan semacam ini dapat di sebabkan oleh. . keracunan jengkol. antara lain: Keracunan akibat tumbuh-tumbuhan Banyak sekali kasus keracunan makanan yang di sebabkan oleh tumbuhtumbuhan. keracunan jamur. Contohnya antara lain keracunan singkong.berikut ini penjelasannya. keracunan atropan Belladona yang berisi alkaloid dari belladonna.

dan bahan pengawet.Gejala yang muncul. palpitasi. edema. logam berat. sakit perut dan diare.Lanjutan…  Keracunan akibat kerang dan ikan laut Kasus keracunan kerang dan ikan laut memiliki gejala yang dapat terjadi secara langsung dalam menit atau bahkan kurang dari itu setelah mengonsumsi kerang atau ikan laut. pada muka. bumbuh penyedap. anggioderma. gatal-gatal . . kemerah-merahan. takikardi. Pada kasus yang berat dapat terjadi gangguan pernapasan. urtikarya. antara lain. dada. dan lengan. zat pewarna makanan.  Keracunan akibat bahan kimia Bahan-bahan kimia yang dapat menimbulkan keracunan makanan antara lain.

.Lanjutan… Keracunan zat-zat kimia: Kasus keracunan semacam ini terjadi karena seseorang tanpa senngaja atau tanpa sepengatahuannya mengonsumsi zat kimia beracun yang ada dalam makanan.

MIKROORGANISME PENYEBAB KERACUNAN  Bakteri  Virus  Jamur .

sebagai produk sampingan dari pertumbuhannya. atau racun. Keracunan makanan oleh bakteri terjadi karena bakteri dalam makanan tersebut mengeluarkan enterotoksin. jumlah bakteri dan makanan yang dikonsumsi. . Keracunan Bakteri Bakteri adalah penyebab utama keracunan makanan. Racun ini sering mengurangi kemampuan penyerapan makanan oleh usus dan menyebabkan sekresi air dan elektrolit yang mengarah ke dehidrasi. dan kesehatan individu dan kepekaan terhadap toksin bakteri.PENYEBAB DAN GEJALA KERACUNAN 1. Tingkat keparahan gejala keracunan tergantung pada jenis bakteri.

Sifat keracunan lemah dan sembuh dalam 24 jam. . Makanan basi dapat menyebabkan keracunan akibat terkontaminasi bakteri.Lanjutan… Keracunan makanan ini disebabkan oleh epidemik gastroenteritis. Listeriosis dan salmonelosis atau botulim berakibat fatal.

Toksin bakteri dapat terbentuk pada makanan atau diproduksi oleh bakteri di usus setelah bakteri masuk.Mekanisme keracunan : gastroenteritis disebabkan oleh infeksi invasif bakteri pada mukosa intestinal atau oleh toksin yang dilepaskan bakteri. .

kram perut dan diare. berak berdarah. Sistemik disebabkan oleh salmonella. c. fecal leukositosis. b. dengan gejala sepsis. muntah. Gastroenteritis : mual.Gejala –gejala umum : a. Infeksi bakteri invasif : demam. c. Pada wanita hamil dapat menyebabkan kematian janin karena meningitis atau sepsisneonatal. . meningitis. atau listeria. shigella.

Biasanya gejala keracunannya berupa demam.Jenis-Jenis Bakteri Penyebab Keracunan  Salmonella Gejala keracunan dimulai sekitar 12 . Salmonella biasanya ditularkan melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi oleh tinja manusia atau binatang.72 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi oleh bakteri salmonella. Kontaminasi ini sebagian besar terjadi disebabkan karena kebiasaan mencuci tangan yang buruk. yang berlangsung sekitar dua sampai lima hari. . terutama sebelum memegang makanan.

. yang berlangsung sekitar dua sampai lima hari.Lanjutan… Gejala keracunan dimulai sekitar 12 . Salmonella biasanya ditularkan melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi oleh tinja manusia atau binatang. terutama sebelum memegang makanan. Biasanya gejala keracunannya berupa demam.72 jam setelah makan makanan yang terkontaminasi oleh bakteri salmonella. Kontaminasi ini sebagian besar terjadi disebabkan karena kebiasaan mencuci tangan yang buruk.

korban mulai mengalami kram perut yang parah dan diare yang biasanya bercampur darah. Gejala keracunan kadang disertai sedikit demam atau tidak sama sekali. Diare berdarah berlangsung dari satu sampai delapan hari.Escherichia coli (E. Diare yang terjadi bahkan sebagian besar berupa darah. . sehingga kondisi ini kadang-kadang disebut kolitis hemoragik. Satu sampai tiga hari setelah memakan makanan yang tercemar. dan kondisi biasanya sembuh dengan sendirinya. coli dan turunannya muncul lebih lambat daripada keracunan yang disebabkan oleh bakteri lainnya. coli) Gejala keracunan makanan dari E.

coli biasanya ditemukan pada daging sapi mentah atau yang dimasakan kurang matang. coli. .Lanjutan… Makanan yang terkontaminasi E. Susu mentah juga dapat menjadi sumber keracunan makanan oleh E.

Gejala keracunan biasanya berakhir pada tujuh sampai 10 hari. Diare mungkin berair dan mungkin juga mengandung darah. mulai 2-5 hari setelah mengkonsumsi makanan atau air yang tercemar dengan C. kontaminasi juga dapat bersumber dari air yang tidak bersih dan susu mentah. Campylobacter jejun Infeksi yang disebabkan campylobacter jejuni sering disebabkan karena memakan daging ayam yang terkontaminasi. jejuni. . Gejala keracunan makanan. biasanya termasuk demam dan diare.

tapi terutama pada salad. kue krim. dan makanan yang disimpan pada suhu kamar. Kebanyakan kasus keracunan sifatnya ringan dan akan sembuh meski tanpa pengobatan. Selain itu. produk susu. Staphylococcus aureus (Staph) Staphylococcus aureus menyebar terutama dari pengolah makanan yang terinfeksi bakteri staph pada kulitnya. Gejala keracunan makanan biasanya muncul dengan cepat. . sekitar 2-8 jam setelah memakan makanan yang tercemar. peralatan pengolah makanan juga dapat menjadi sumber kontaminasi. Gejala seperti biasanya berlangsung hanya 3-6 jam dan jarang lebih dari dua hari. Hampir setiap jenis makanan dapat terkontaminasi bakteri ini.

Gejala ini termasuk kejang. sekitar 40% anak yang keracunan berat menunjukkan gejala neurologis. dan leher kaku. . Gejalagejala yang ditimbulkan shigella sedikit berbeda dari gejala yang ditimbulkan oleh bakteri lain. Keracunan ini biasanya berlangsung dalam dua sampai tiga hari. kebingungan. sakit kepala. lesu. Selain gejala-gejala keracunan makanan yang umum. Shigella Gejala keracunan makanan oleh bakteri Shigella muncul sekitar 36-72 jam setelah memakan makanan yang tercemar.

 Clostridium botulinum Clostridium botulinum (umumnya dikenal sebagai botulisme) merupakan bakteri yang dapat membuat keracunan makanan yang mematikan. . Sumber botulisme pada orang dewasa biasanya bersumber dari makanan kalengan atau awetan yang rusak. Gejala botulisme pada orang dewasa biasanya muncul sekitar 18 sampai 36 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi.

Jika penyakit tidak segera diatasi. otot-otot pernafasan akan menjadi lumpuh dan korban akan mati lemas. Racun dari Clostridium botulinum adalah racun neurotoksin yang menyerang sistem saraf. Akhirnya. Awalnya.Lanjutan… Tidak seperti penyakit bawaan makanan lainnya. tanpa intervensi medis. dan gangguan penglihatan. . seseorang yang menderita botulisme merasakan lemah. pusing. tidak ada muntah dan diare yang berhubungan dengan botulisme. dan bisa menyebabkan kelumpuhan. kelumpuhan ini akan berlanjut ke seluruh tubuh. Gejala berikutnya berupa kesulitan berbicara dan menelan.

Bayi awalnya memiliki konstipasi. terutama bila dikonsumsi oleh bayi yang berumur di bawah 12 bulan. spora Clostridium botulinum tinggal dalam saluran usus bayi. Kelumpuhan kemudian bisa berkembang ke seluruh tubuh. diikuti dengan nafsu makan yang buruk. . Gejala botulism pada bayi terjadi secara bertahap. Madu. lesu. lemah.Lanjutan… Pada bayi yang mengidap botulisme. dan menangis. Akhirnya bayi kehilangan kemampuan untuk mengendalikan otot-otot kepalanya. dapat menjadi sumber dari spora.

Gambar 1. Jenis-jenis Bakteri .

. Mikro-organisme ini tidak mempunyai dinding dan membran sel dan tidak mengalami proses metabolisme. Keracunan Virus Virus merupakan parasit intraselular obligat.2.

transkripsi tahap awal. uncoating (dekapsidasi).Siklus replikasi virus secara garis besar dapat dibagi menjadi 10 langkah : adsorpsi virus ke sel (pengikatan. transripsi tahap akhir. . attachment). assembly virus dan penglepasan virus. penetrasi virus ke sel. replikasi genom virus. translasi tahap awal.

dapat juga dari orang ke orang. nyeri perut. Virus ini menjadi penyebab paling umum dalam kasus keracunan makanan pada orang dewasa & biasanya masuk kedalam tubuh melalui air. Gejala yang timbul adalah mual. Gejala-gejala tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya dalam waktu 2-3 hari. sayuran & kerang yang terkontaminasi oleh feses. diare. .Jenis-jenis virus penyebab keracunan  Norovirus Adalah kelompok virus yang menyebabkan penyakit yang tidak terlalu berat (sering disebut dengan flu perut/flu usus). muntah. sakit kepala & demam.

Merupakan penyebab umum keracunan makanan pada bayi & anak-anak. . biasanya ditandai dengan diare cair & demam.Rotavirus Dapat menyebabkan terjadinya keracunan makanan yang sedang hingga berat. dan biasanya masuk kedalam tubuh dari orang ke orang melalui kontaminasi feses pada makanan ataupun saat berbagi tempat bermain.

nyeri perut & merasa lelah. yang kemudian diikuti dengan mata & kulit yang berwarna kuning (jaundice). Gejala tersebut biasanya berlangsung kurang dari 2 bulan. hilangnya nafsu makan. Virus tersebut masuk kedalam tubuh dari orang ke orang melalui kontaminasi makanan oleh feses. .Hepatitis A Virus hepatitis A dapat menyebabkan keracunan makanan yang ditandai dengan demam. tetapi dapat kambuh & muncul lagi dalam jangka waktu hingga 6 bulan.

Hepatitis virus merupakan infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis. biokimia serta seluler yang khas (Smeltzer. 2001). .

Gambar 2. Jenis-jenis virus .

. yang menyengat kuli. rambut. Infeksi sistemik dapat lagi dibagi atas : 1. Kandidiasis mokokutan yang kronis umumnya mengenai mukosa kulit dan kuku. Secara umum infeksi jamur dibedakan atas infeksi jamur sistemik dan infeksi jamur topical (dermatrofit dan mokokutan). dan kuku. Ada infeksi jamur topical yang dapat diobati secara sistemik ataupun topical.3. 2. dermatrofit. triazol. dan antibiotic poilen) apat digunakan untuk kedua bentuk infeksi tersebut. Dalam pengobatan beberapa anti jamur (imidazol. Infeksi mokokutan disebabka oleh kandida. Infeksi dalam (intermal) Infeksi subkutan Infeksi dermatrofit disebabkan oleh Trichopyton. menyerang mukosadan daerah lipatan kulit yang lembab. Keracunan Jamur Dari segi terapeutik infeksi jamur pada manusia dapat dibedakan atas infeksi sistemik. Epidermophyton. Dasar farmakologis dari pengobatan infeksi jamur belum sepenuhnya dimengerti. dan mokokutan. Microsporum.

penderita dapat dirawat di rumah sakit.Penanganan utama terjadi keracunan Penanganan utama untuk kejadian keracunan makanan adalah dengan cara mengganti cairan tubuh yang keluar (karena muntah atau diare) baik dengan minuman ataupun cairan infus. Bila perlu. Hal ini tergantung dari beratnya dehidrasi yang dialami. . respon terhadap terapi & kemampuan untuk meminum cairan tanpa muntah.

.  Bila terjadi demam dapat juga diberikan obat penurun panas.Lanjutan… Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan untuk menangani kasus keracunan makanan :  Pemberian obat anti muntah & diare.

Penanganan Spesifik Terhadap Keracunan Bakteri . b. Tindakan emergensi/suportif : obati kehilangan cairan akibat gastroenteritis. tidak boleh diberikan antidiare kuat (lomotil) karena dapat memperpanjang infeksi.Pada wanita hamil dapat diberikan ampisilin dan gentamisin. Keracunan Bakteri Pengobatan : a.1. Antidot/specific drug : .tidak ada yang spesifik. . beri antiemetik. Sambil menunggu di kultur berikan siprofloksasin atau kotrimoksazol.

Jika botulisme terjadi pada 2 orang atau lebih yang memakan makanan yang sama dan di tempat yang sama. . misalnya stroke. dilakukan pemeriksaan darah untuk menemukan adanya toksin atau biakan contoh tinja untuk menumbuhkan bakteri penyebabnya.Lanjutan… Lebih spesifik pada foodborne botulisme :  diagnosis ditegakkan berdasarkan pola yang khas dari gangguan saraf dan otot. maka akan lebih mudah untuk menegakkan diagnosis. Adanya makanan yang diduga sebagai sumber kelainan ini juga merupakan petunjuk tambahan.  Untuk memperkuat diagnosis. Toksin juga dapat diidentifikasi dalam makanan yang dicurigai. Tetapi gejala ini sering dikelirukan dengan penyebab lain dari kelumpuhan.

Lanjutan…  Elektromiografi (pemeriksaan untuk menguji aktivitas listrik dari otot) menujukkan kontraksi otot yang abnormal setelah diberikan rangsangan listrik.  Diagnosis wound botulism diperkuat dengan ditemukannya toksin dalam darah atau dengan membiakkan bakteri dalam contoh jaringan yang terluka. akan memperkuat diagnosis infant botulisme. Tapi hal ini tidak ditemukan pada setiap kasus botulisme. .  Ditemukannya bakteri atau toksinnya dalam contoh tinja bayi.

dari 90% pada awal tahun 1900 sekarang menjadi 10%. karena efektivitasnya pada infant botulism masih belum terbukti. tetapi dapat memperlambat atau menghentikan kerusakan fisik dan mental yang lebih lanjut. Mungkin pemberian makanan harus dilakukan melalui infus.Lanjutan…  Bahaya terbesar dari botulisme ini adalah masalah pernafasan. Tanda-tanda vital (tekanan darah.  Pemberian antitoksin tidak dapat menghentikan kerusakan.  Antitoksin diberikan sesegera mungkin setelah diagnosis ditegakkan. Perawatan intensif telah mengurangi angka kematian karena botulisme. frekuensi nafas dan suhu) harus diukur secara rutin. penderita dibawa ke ruang intensif dan dapat digunakan alat bantu pernafasan. denyut nadi. Pemberian ini pada umumnya efektif bila dilakukan dalam waktu 72 jam setelah terjadinya gejala. sehingga tubuh dapat mengadakan perbaikan selama beberapa bulan. Antitoksin tidak dianjurkan untuk diberikan pada bayi. Jika gangguan pernafasan mulai terjadi. .

pengosongan lambung melalui lavase lambung .PENGOBATAN:  Penderita botulisme harus segera dibawa ke rumah sakit.pemberian obat pencahar untuk mempercepat pengeluaran isi usus.  Untuk mengeluarkan toksin yang tidak diserap dilakukan: . .perangsangan muntah . Pengobatannya segera dilakukan meskipun belum diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium untuk memperkuat diagnosis.

fluks kanal ion M2 mengatur pH ke kompartemen intraseluler. Kanal M2 merupakan pintu masuk ion ke virion selama proses uncoating.2. Selai itu. Keracunan Virus Pengobatan:  ANTIVIRUS UNTUK INFLUENZA Amantadin dan rimantadin Mekanisme Kerja : Amantadin dan rimantadin merupakan antivirus yng bekerja pada protein M2 virus. Hal ini menyebabkan destabilisasi ikatan protein-protein serta proses transport DNA virus ke nucleus. Perubahan kompartemental pada pH ini menstabilkan hemaglutinin virus influenza A (HA) selama transfor ke intrasel. erutama apparatus Golgi. suatu kanal ion transmembran yang diaktivasi oleh pH. .

Blastomyces dermatidis.3. Aktivitas anti jamur nyata pada pH 6. Cryptococcus neoformans.0 µg/ml antibiotic ini dapat menghambat aktivitas Histoplasma capsulatum.3-1. Dengan kadar 0. dan spesies Trichophyton. beberapa spesies aspergilus. Secara in vitro bila rifamfisin atau minosiklin diberikan bersama amfoterisin B terjadi sinergisme terhadap beberapa jamur tertentu. Keracunan Jamur Pengobatan:  ANTIJAMUR UNTUK INFEKSI SISTEMIK  AMFOTERISIN B Aktivitas antijamur . dan beberapa spesies Candida. Rhodotorula. . amfoterisin B menyerang sel yang sedang tumbuh dan sel matang. Antibiotic ini bersifat atau fungisidal tergantung pada dosis dan sensitivitas jamur yang dipengaruhi.07. Coccidioides immitis. Torulopis glabrata.5 : berkurang pada pH yang lebih rendah.

virus dan riketsia tidak dipengaruhi oleh antibiotic. Resistensi terhadap amfoterisin B ini mungkin disebabkan terjadinya perubahan reseptor sterol pada membrane sel. Ikatan ini akan menyebabkan membran sel bocor sehingga terjadi kehilangan beberapa bahan intrasel dan mengakibatkan kerusakan yang teta pada sel. Ini karena jasad renik ini tidak mempunyai gugus sterol pada membrane selnya.Lanjutan… Mekanisme Kerja : Amfoterisin B berikatan kuat dengan ergosterol yang terdapat pada membrane sel jamur. Pengikatan kolesterol pada membran sel hewan dan manusia oleh antibiotic ini diduga merupakan salah satu penyebab efek toksiknya. . Bakteri.

Nistatin menghambat pertumbuhan berbagai jamur dan ragi tetapi tidak aktif terhadap bakteri. tetapi C. Nistatin hanya akan diikat oleh jamur atau ragi yang sensitif. tropicalis. ANTIJAMUR UNTUK INFEKSI DERMATROFIT DAN MUKOKUTAN  NISTATIN Aktivitas Antijamur. Akibat terbentuknya ikatan antara sterol dengan antibiotic ini akan terjadi perubahan permeabilitas membrane sel sehingga sel akan kehilangan berbagai molekul kecil. Mekanisme Kerja. guillermondi. stellatiodes mulai resisten bahkan sekaligus menjadi tidak sensitif terhadap ampoterisin B. Namun resistensi ini biasanya tidak terjadi in vivo . C. Aktivitas antijamur tergantung dari adanya ikatan dengan sterol pada membrane sel jamur atau ragi terutama sekali ergotrerol. protozoa dan virus. dan C. Candida albicans hampir tidak memperlihatkan resistensi terhadap nistatin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful