MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

e. koordinasi kegiatan Departemen. c. terdiri dari: a. b. b. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. Departemen lain. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Keuangan. 5 . Kementerian Negara. c.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Kepegawaian dan Organisasi. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. d. dan lembaga lain yang terkait. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Biro Umum. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Lembaga Pemerintah Non Departemen.

c. serta kerja sama. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. 6 . perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. j. h. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta rencana strategis. g. k. Bagian Kerja Sama. e. b. terdiri dari: a. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program kerja. serta perumusan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. e. menengah dan tahunan. l. f. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. sosialisasi kebijakan pembangunan. evaluasi kebijakan pembangunan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. b. i. penyusunan harga satuan. rencana pembangunan jangka panjang. d. rencana kerja dan anggaran. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. dan rencana anggaran. rencana dan program kerja dan anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Bagian Perencanaan Anggaran. d. Bagian Analisis dan Evaluasi. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta pengelolaan kerja sama Departemen. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. rencana anggaran. perumusan kebijakan pembangunan. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL.

dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. c. standar dan kriteria rencana kerja.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. c. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. dan Badan Geologi. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. 7 . serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. b. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Inspektorat Jenderal. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan norma. f. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Menengah dan Tahunan Departemen. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perencanaan Penunjang. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penelaahan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. penelaahan. e. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penyusunan rumusan RK-KL. dan urusan tata usaha Biro. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

Subbagian Penganggaran Penunjang. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. dan Badan Geologi. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. f. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. c. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. penyiapan. d. e. dan 8 . kriteria perencanaan anggaran. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. b. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. penelaahan. penyiapan rumusan satuan harga pokok.

c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. h. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penelaahan. f. d. b. norma. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. 9 . rencana pembangunan jangka panjang. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan bahan sidang. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. e. b. kriteria akuntabilitas kinerja. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan rumusan standar. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. menengah. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. RKA-KL. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. g. Inspektorat Jenderal. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. c. tahunan dan rencana strategis.

f. e. b. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. c. Inspektorat Jenderal. penelaahan. kriteria kerja sama. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. 10 . dan Badan Geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. serta kerja sama asosiasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. d. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Panas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. g. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. h. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. norma. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah.

serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. jabatan struktural dan fungsional. d. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pengadaan. b. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pengembangan organisasi dan tata laksana. penelaahan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. kepangkatan. dan penilaian kinerja pegawai. serta penyiapan penetapan pemberhentian. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. b. terdiri dari: a. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). 11 . perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. c. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. pembinaan mutasi. perencanaan. pemensiunan. dan kesejahteraan pegawai. penelaahan. disiplin. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Kerja Sama Bilateral. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penempatan dan pengembangan pegawai. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. penelaahan.

perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. c. e. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. i. e. b. j. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Kelompok Jabatan Fungsional. norma. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta standardisasi kompetensi jabatan. b. Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pengadaan. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). g. evaluasi pembinaan kepegawaian. pola dan pengembangan karir pegawai. penyiapan rumusan standar. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. terdiri dari: a. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. d. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta administrasi penugasan ke luar negeri.f. serta kartu PNS. h. k. d. pengelolaan sistem informasi pegawai. penyiapan rumusan rencana. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). penyusunan rencana formasi. 12 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. g. f. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. c. dokumentasi dan tata naskah pegawai.

pemberhentian dan disiplin. urusan tugas belajar dan izin belajar. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pemindahan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penelaahan. j. kompetensi pegawai. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. dan Kartu PNS Departemen. 13 . kepangkatan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. b. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. penyiapan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. terdiri dari: a. i. penyiapan. penelaahan. Subbagian Pengembangan Karir. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. c.h. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyiapan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. pengelolaan administrasi tugas belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai.

ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pelaksanaan. pembebasan sementara. dan penilaian angka kredit. c. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan disiplin pegawai. c. dan penarikan kembali pegawai. perbantuan. Kartu Suami. pemindahan. dan Bapertarum. penelaahan. serta kesejahteraan pegawai. penyiapan standar. Askes. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pemindahan. i. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. f. serta kesejahteraan pegawai Departemen. kepangkatan. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. perbantuan. pemberhentian. kepangkatan. b. dipekerjakan. terdiri dari: a. serta Kartu Istri. norma. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. k. pemberhentian. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. g. Taspen. j. 14 . b. cuti. dan penilaian prestasi pegawai. pengangkatan kembali. Subbagian Mutasi Jabatan. h. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. d. e. ujian dinas dan Ujian KPPI. pemberhentian dan disiplin. pemindahan. pelaksanaan kepangkatan. dipekerjakan. pelaksanaan kesejahteraan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penarikan kembali. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. evaluasi pelaksanaan pengangkatan.

Askes. penelaahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. g. penggajian. disiplin. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pelaksanaan. Kartu Istri. penyusunan laporan kekuatan pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. pemindahan. penelaahan. f. penilaian angka kredit. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. penyiapan. penghargaan. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pemberhentian. e. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pengadaan pegawai. pelayanan kesehatan. c. h. d. Kartu Suami. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penghargaan. 15 . i. Bapertarum pegawai Departemen. jabatan. Daftar Urut Kepangkatan. kepangkatan. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. pemberhentian dan pemensiunan. pelaksanaan. Taspen. dan administrasi lembaga tripartit. pendidikan dan pelatihan pegawai. dan daftar riwayat hidup pegawai. b. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional.

serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. serta pedoman penyempurnaan organisasi. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. penelaahan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. penyiapan rumusan standar. pemberhentian. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. pendidikan dan pelatihan pegawai. kriteria pengembangan organisasi. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). penelaahan. norma. pelaksanaan. klasifikasi dan peta jabatan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. c. penghargaan. pelaksanaan. penelaahan.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. b. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. 16 . pengadaan pegawai. jabatan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pelaksanaan. e. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi. kepangkatan. pemindahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. penggajian. d.

c. analisis beban kerja. Subbagian Tata Laksana. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standardisasi kompetensi jabatan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. perbendaharaan. pola hubungan kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. penelaahan. pengembangan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. pengembangan. peta jabatan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pengembangan. g. h. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. dan pelaksanaan bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. administrasi keuangan.f. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. Subbagian Kelembagaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. 17 .

evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Perbendaharaan. e. c. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. f. serta pelaksanaan akuntansi. perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Akuntansi. administrasi keuangan. g. k. laporan realisasi anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. e. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta nota keuangan. penyelesaian kerugian negara. c. serta Neraca Departemen. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pembinaan inventarisasi. terdiri dari: a.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. d. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. 18 . Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. i. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). kekayaan negara dan akuntansi. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. Bagian Kekayaan Negara. d. h. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 49 Biro Keuangan. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta pembinaan perbendaharaan. serta bimbingan teknis perbendaharaan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. l. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. b. j. dan implementasi sistem akuntansi. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. b.

evaluasi tarif dan revisi PNBP. penelaahan. f. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. j. penyiapan target. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. dan urusan tata usaha Biro. b. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penelaahan. penyusunan rumusan standar. Subbagian Anggaran Pendapatan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. g. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. 19 . h. terdiri dari: a. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pengolahan Data Anggaran.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. k. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. i. d. c. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. norma. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan. Subbagian Anggaran Belanja. b. penelaahan. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. c. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). e.

Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. b. penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. f. d. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Badan Geologi. b. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta pembagian iuran sumber daya alam. 20 . terdiri dari: a. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. dan pengelolaan SPM. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. e. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Inspektorat Jenderal. penelaahan.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. pelaksanaan. c. norma. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran.

21 . e. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. norma. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. pelaksanaan. d. penelaahan. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. penelaahan. c. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. c. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. b.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. ganti rugi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. dan bidang minyak dan gas bumi. f. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. terdiri dari: a. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. g.

b. c. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan verifikasi. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. b. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). c. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Badan Geologi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. norma. d. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. g. Subbagian Penyiapan Neraca. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. pelaksanaan. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. 22 . dan bidang geologi dan sumber daya mineral.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penelaahan. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. terdiri dari: a. Pasal 64 Bagian Akuntansi. rekonsiliasi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). f. e. Batubara dan Panas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. pengelolaan dokumentasi. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta kehumasan. bantuan hukum. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. g. penelaahan. dan implementasi SAI Departemen. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). penelaahan. h. f. rekonsialiasi. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan kehumasan. e. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta evaluasi atas pembukuan aset. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. dan implementasi SAAT Departemen. Neraca. 23 . verifikasi anggaran. pelaksanaan. dan penyelesaian kasus hukum. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. c. penelaahan. penelaahan. serta hubungan masyarakat Departemen. konsolidasi. b. d. dan bantuan hukum. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. equitas dana. serta program legislasi dan regulasi. kewajiban. pelaksanaan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. bantuan hukum dan kehumasan. dan bantuan hukum.

serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penelaahan Hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. d. j. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. e. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. e. dan bantuan hukum. b. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. Bagian Bantuan Hukum. d. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. 24 . Bagian Hubungan Masyarakat. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. b. serta program legislasi dan regulasi Departemen. terdiri dari: a. c. c. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. terdiri dari: a. b.i. evaluasi peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. penelaahan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.

penyiapan. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. norma. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. b.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. e. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. d. penyiapan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. h. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. kriteria kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. 25 . f. penyiapan rumusan standar. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. Batubara dan Panas Bumi. dan unsur unit penunjangnya.

serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. f. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. 26 . c. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. norma. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. d. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. c. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penyiapan. b. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. b. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. terdiri dari: a.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum.

e. penelaahan. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. terdiri dari: a. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. b. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. Batubara dan Panas Bumi. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. f. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. d. b. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. c. konferensi pers. penelaahan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksaaan. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. dan unsur unit penunjangnya. c. 27 . norma. serta monitoring dan analisis berita. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. i. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. j. penelaahan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. Subbagian Publikasi. 28 . (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. pelaksanaan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peliputan dan perekaman kegiatan. abstrak peraturan perundang-undangan. pelaksanaan peliputan. rumah tangga Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. penelaahan. penerbitan. pelaksanaan. konferensi pers. pameran Departemen. terdiri dari: a. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. serta evaluasi atas hubungan dengan media. b. c. h. monitoring dan analisis berita Departemen. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum.g. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. dan urusan tata usaha Biro.

d. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. i. penyediaan sarana dan prasarana kerja. Bagian Perlengkapan.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. e. terdiri dari: a. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. c. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. h. tata persuratan dinas dan kearsipan. f. c. g. tugas 29 . pengadaan. Bagian Tata Usaha. b. Sekretaris Jenderal. pengelolaan rumah tangga. tata usaha dan kearsipan. e. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. perlengkapan dan pengadaan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. f. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. j. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. Staf Ahli. pengelolaan keamanan dan keselamatan. tata persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 87 Biro Umum. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. d. rumah tangga Sekretariat Jenderal.

Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. Jakarta Pusat). b. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. pelantikan. Subbagian Urusan Dalam Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. c. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. f. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. e. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. b. c. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. d. Medan Merdeka Selatan 18. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat.

penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. norma. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. dan ekspedisi surat dinas. pelaksanaan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. penjadwalan kegiatan. penyiapan. Subbagian Tata Usaha Departemen. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 31 . (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. e. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. d. persuratan dinas. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. f. penelaahan. c. penyiapan rumusan standar. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. b. Subbagian Kearsipan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal.

(2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. e. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. serta pengadaan. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. c. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Staf Ahli. b. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Staf Ahli. keselamatan. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. c. b. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal.H. Thamrin 1. d. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. keamanan. 32 . M. keselamatan.

33 . c. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. b. e.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. c. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. kriteria perlengkapan. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pengadaan. serta pengadaan. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan pengadaan. b. Subbagian Rencana Kebutuhan. norma. terdiri dari: a. inventarisasi. penelaahan penyiapan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyiapan kegiatan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen.

Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 34 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal.

35 . pedoman. kriteria. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. norma. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. e. terdiri dari: a. e. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. c. d. b. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. d. penyusunan standar.

serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. c. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. d. dan rumah tangga. satuan kerja. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. g. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. h. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan urusan ketatausahaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Bagian Keuangan. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. 36 . pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. e. f. Bagian Rencana dan Laporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. d. b. h. WP & B).(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. m. 41 . implementasi Sipeg. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. f. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. l. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. k. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. penelaahan. c. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. serta perhitungan bagi hasil. perumusan pengaturan. i. g. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. e. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. n. pelaksanaan.

h. 42 . c. e. evaluasi kebijakan. b. b. d. e. penyiapan rumusan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. p. f. serta data kebutuhan. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi.o. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. menengah dan tahunan berbasis kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. d. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. c. norma. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. g. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. b. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. f. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. serta pencadangan strategis. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi.

Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. permasalahan iklim usaha. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. d. pengumpulan data potensi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. b. dan terms of condition KKS. c. penelaahan. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penelaahan. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. 43 . serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. norma. serta penyediaan informasi. g. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. e. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi.

penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. penyiapan. d. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penelaahan. tugas serta induk. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. j. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. norma. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP).Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. tugas serta induk. penyiapan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). serta biaya operasi. penyiapan rumusan standar. pajak. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. f. retribusi. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. serta bagi hasil daerah. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. 44 . kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. b. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. c. g. pemeriksaan dan pengujian. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. i. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. pelaksanaan pencatatan. h.

b. f. 45 . peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. PNBP dan tarif iuran. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. retribusi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. e. harga minyak mentah Indonesia. tenaga kerja asing. penyiapan rumusan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. g. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. terdiri dari: a. pelaksanaan. d. tenaga kerja asing. lifting dan target penerimaan. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. penelaahan. norma. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. b. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pajak.

pelaksanaan. 46 . b. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. b. penelaahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. rencana impor barang operasi. penyiapan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing.h. k. fasilitasi lembaga tripartit. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. rencana penggunaan tenaga kerja asing. serta pengaturan tenaga kerja asing. dan kerja sama dalam negeri. j. penyiapan. penggunaan barang operasi. i. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. terdiri dari: a. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pemberdayaan produksi dalam negeri. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan. penelaahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. 47 . pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Multilateral dan Regional. pelaksanaan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta kerja sama Pemerintah Daerah. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. g. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. lembaga sertifikasi dan asosiasi. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. d. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. c. f. terdiri dari: a. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional.c.

h. h. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. e. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengumuman WK. i. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. b. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. norma. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. kriteria pengelolaan WK. b. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. j. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. g. terdiri dari: a. pengelolaan WK. 48 . k. c. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. e. d. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. l. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. g. d. c. Kelompok Jabatan Fungsional. f. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156.d. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. e. Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi.

serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. kriteria usaha eksplorasi. d. penelaahan. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. f. c. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penilaian. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. e. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. norma. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. 49 . b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. pelaksanaan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. penelaahan. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi.

pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. c. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. i. penelaahan. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. penelaahan. e. kriteria. h. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. g. b. norma. j. penyiapan. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. pelaksanaan. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. 50 .Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164.

f. d. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. 51 . penelaahan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. g. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. tumpang tindih lahan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. kriteria usaha eksploitasi. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. c. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. b. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penelaahan. b. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. rencana kerja dan anggaran KKS. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi.

Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. pelaksanaan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. i. g. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. d. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. 52 . pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penelaahan. e. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. c. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. norma. b. h.

serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Light Natural Gas (LNG). d. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. h. b. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). penelaahan. g. i. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. hasil olahan dan bahan bakar lain. f. pelaksanaan. Penyediaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. e. 53 . bahan bakar lain. c. perumusan pengaturan Penugasan. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Light Petroleoum Gas (LPG). penelaahan. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. bahan bakar gas. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.

Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. c. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. l. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. b. bahan bakar gas. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. f. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. penyiapan perizinan usaha pengolahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. e. bahan bakar lain. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. d. h. pengelolaan data. LPG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. i. LNG. c. pengelolaan data. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait.j. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. b. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. f. d. norma. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. 54 . penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. penyiapan rumusan standar. k. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. e. j.

penelaahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. pengelolaan data. penelaahan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. f. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. b. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 55 . Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. c. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. h. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. norma. d. penyiapan. terdiri dari: a. g. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.

b. b. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. e. 56 . Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. kriteria harga bahan bakar. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. terdiri dari: a. j. c. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. norma. penyiapan. d. penelaahan. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. serta penyiapan penetapan P3JBT. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.i. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan formulasi harga. bahan bakar gas dan LPG. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi.

e. pengelolaan data. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak.f. d. penyiapan perizinan usaha niaga. g. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. gas bumi. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penelaahan. i. b. b. h. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. c. penyiapan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. 57 . penyiapan rumusan standar. g. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. LPG. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. f. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. norma. h. LNG. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. kriteria usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga.

penyiapan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. b. Seksi Niaga Gas Bumi. f. b. b. dan non bahan bakar lainnya. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelumas. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Proses Non Bahan Bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. petrokimia. penelaahan. kriteria usaha non bahan bakar. tugas 58 . terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. d. LPG. e. penelaahan. Seksi Niaga Minyak Bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. biodiesel. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. LNG. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. c. penyiapan norma. penyiapan.

f. dan non bahan bakar lainnya. e. b. g. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. profesi personil. lindungan lingkungan. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. petrokimia. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. kelaikan teknis. produk. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. 59 . penyiapan. d. lindungan lingkungan. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. dan non bahan bakar lainnya. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. biodiesel. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. penelaahan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). kelaikan teknis. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. biodiesel. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. h. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. petrokimia. usaha penunjang.

pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. d.i. 60 . pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. terdiri dari: a. e. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. f. c. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. j. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. g. Kelompok Jabatan Fungsional. c. e. f.

d. penelaahan. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. 61 . penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. b. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan penggunaan tenaga teknik. keselamatan operasi. b.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. dan kalibrasi alat ukur. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. instalasi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. c. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. norma. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. instrumentasi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. K3. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. dan kalibrasi alat ukur. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. penyiapan. c. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. keselamatan operasi. b. terdiri dari: a. b. K3. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. 62 . d. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. instalasi. instrumentasi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pengangkutan. dan penggunaan tenaga teknik. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi.

Penyimpanan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Penyimpanan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pengangkutan.f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. c. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. g. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengangkutan. pengangkutan. pelaksanaan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. penelaahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. penyiapan. serta penjaminan pasca operasi. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. 63 . Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penelaahan. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi.

g. penyiapan rumusan standar.d. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 64 . serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. terdiri dari: a. c. penelaahan. f. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pengangkutan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. norma. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. dan kriteria usaha penunjang. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.

Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. profesi personil. 65 . pelaksanaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. g. produk. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. b. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penelaahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. f. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang.d. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 66 . yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

penyusunan standar. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. 67 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. e. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. d.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. b. norma. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. kriteria. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a.

perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. f. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. satuan kerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. h. i. terdiri dari: a. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. g. c. kearsipan. 68 . Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. e. b. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. d. dan rumah tangga. pengelolaan urusan ketatausahaan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan.

Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. terdiri dari: a. 69 . g. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. rapat koordinasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. f. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan sistem. e. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. pelaksanaan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Laporan. pelaporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. jaringan dan situs informasi. jaringan. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. situs. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. c.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja. d. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. ketatalaksanaan. c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. c. e.

serta penyelesaian kerugian negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. pelaksanaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. Pasal 237 Bagian Keuangan. b. Subbagian Kekayaan Negara.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 70 . dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. b. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Subbagian Perbendaharaan. c. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. f. penyiapan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. satuan kerja. d. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara.

penyiapan. penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. pemberian telaahan dan bantuan hukum. c. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan informasi. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. e. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. penelaahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. f. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta kehumasan. pelaksanaan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. penelaahan. penelaahan. d. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. 71 . b. pelayanan konsultasi hukum.

perlengkapan dan rumah tangga. pengurusan formasi. dan Implementasi Sipeg. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. pemberhentian. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Tata Usaha. mutasi. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. g. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. kebersihan. e. ekspedisi persuratan dinas. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. c. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. keamanan. telepon. b. d. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pertamanan dan perparkiran. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. c.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan. pelaksanaan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. b. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. f. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. 72 . pelaksanaan urusan kesekretariatan. perlengkapan dan rumah tangga.

serta pengelolaan kerja sama luar negeri. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). pelaksanaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. 73 . Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. lembaga sertifikasi dan asosiasi. h. f. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. g. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. rencana pengadaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rencana dan program.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. e. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. rencana dan program. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. persuratan dinas dan kearsipan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. implementasi Sipeg. d. b. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. evaluasi kebijakan. serta rencana dan program pembangunan berjangka. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c.

serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. 74 . Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. menengah dan tahunan tenaga listrik. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. e. d. c. penyiapan rumusan. serta rencana strategis dan RUKN. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. c. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. f. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. b. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. e. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. penelaahan. b. penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. d. 75 . Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik.

penyiapan. pelaksanaan. d. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan bahan rumusan standar. e. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. 76 . (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penelaahan. f. kriteria tenaga listrik sosial. c. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. norma. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. b.

multilateral dan regional. asosiasi dan lembaga lainnya. penelaahan. lembaga sertifikasi. evaluasi pelaksanaan rencana. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. penyusunan dokumen perjanjian. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Multilateral dan Regional. b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. 77 . serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. b. penelaahan. c.

penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelaksanaan pengelolaan data. pengolahan. penelaahan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. c. e.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. b. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. 78 .

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. i. d. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. 79 . serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. c. e. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. b. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. g. d. f. pembinaan. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. serta perlindungan konsumen. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. h. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. c. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik.

Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. d. c. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta efisiensi dan transparansi usaha. evaluasi pelaksanaan pengaturan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penelaahan. penelaahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan wilayah usaha.c. d. tugas 80 .

penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. norma. 81 . Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penyiapan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. pelaksanaan. terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Izin Usaha. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. f. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. e. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. b. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. pemberian sanksi.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. c.

82 . pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. b. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. norma. e. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. c. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria hubungan komersial. f. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penelaahan. d. penyiapan.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial.

pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. mempunyai tugas 83 . penelaahan. penelaahan. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. norma. kriteria perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. penyiapan. c. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. e. penelaahan. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. terdiri dari: a.

serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. e. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. terdiri dari: a. b. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. h. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. i. keselamatan dan K3. lindungan lingkungan. lindungan lingkungan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. kelaikan teknis. d. serta penggunaan tenaga teknik. f. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. d. b. Kelompok Jabatan Fungsional. f. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. 84 . profesi personil. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. c. serta pembinaan teknis. c. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. e. produk. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.

penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penelaahan. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. g. serta Rancangan SNI. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. jenis dan mutu tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. b. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. c. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. b. pelaksanaan.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. e. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. 85 . d. penelaahan. penyiapan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

penelaahan. b. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. dan K3. penelaahan. penyiapan rumusan standar. kalibrasi alat ukur. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. e. c.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. instrumentasi. b. pelaksanaan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. norma. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. d. g. 86 . Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. keselamatan operasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan. kelaikan peralatan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik.

c. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. penelaahan. d. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. 87 . g. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. b.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. f. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. e.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. pelaksanaan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. c. b. 88 . e. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penelaahan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. b.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. d. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

d. b. c. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penelaahan. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. e. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. profesi personil. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. g. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. 89 . f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. produk. terdiri dari: a. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.

serta rencana dan program energi baru terbarukan. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. f. c. f. b. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. kriteria pemanfaatan energi. program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Subdirektorat Energi Perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. d. penyiapan rumusan standar. c. energi alternatif. energi perdesaan dan konservasi energi. 90 . Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. b. h. norma. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. e. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. b. penyiapan rumusan kebijakan. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. c. Subdirektorat Konservasi Energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. g.

(2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penelahaan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. b. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. norma. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. kriteria usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. e. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. 91 . rencana dan program pengembangan usaha. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan.d. c. e. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. b. Seksi Program Pemanfaatan Energi. b. d. penyiapan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penyiapan. b. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. rencana dan program. norma dan kriteria konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. b. penyiapan. penyiapan. serta evaluasi atas program konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penelahaan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. 92 . penelahaan. c. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. terdiri dari: a. penelahaan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. d. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. e. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. pelaksanaan.

pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama.. b. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penelahaan. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. d. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. serta pedoman pengembangan. c. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. 93 . Seksi Program Energi Perdesaan. rencana dan program. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. energi perdesaan dan konservasi energi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. penelahaan. norma. pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan standar. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. rencana dan program energi perdesaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. dan kriteria pengembangan energi perdesaan.

energi perdesaan dan konservasi energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penelahaan. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penelahaan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. penyiapan. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. energi perdesaan dan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. terdiri dari: a. c. b. 94 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 95 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara dan panas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. pedoman. b. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Direktorat Jenderal Mineral. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. dan prosedur di bidang mineral. d. dan panas bumi. 96 . e. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. penyusunan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. batubara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. kriteria. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. c. Batubara. norma. Batubara dan Panas Bumi.

Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. i. d. 97 . Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Batubara dan Panas Bumi. c. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. b. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. f. dan rumah tangga. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. d. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. satuan kerja. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Batubara dan Panas Bumi. e. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e.

Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. ketatalaksanaan. Bagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Keuangan. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. b. c. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. d. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Laporan. 98 . Batubara dan Panas Bumi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. b. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. g. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. c. terdiri dari: a. jaringan dan situs informasi. rapat koordinasi. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Pengelolaan Informasi. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. f. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. b. Bagian Rencana dan Laporan. e. e. pelaporan. pengelolaan sistem.

Subbagian Kekayaan Negara. d. satuan kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. e. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 354 Bagian Keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penelaahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. penyiapan. c. jaringan. penelaahan. pelaksanaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. 99 .Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. b. situs. f. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. penelaahan.

Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan informasi. penelaahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. d. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. laporan pertanggungjawaban keuangan.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. c. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelayanan konsultasi hukum. f. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. b. penelaahan. Subbagian Pertimbangan Hukum. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 100 . pelaksanaan. b. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyelesaian kerugian negara. e. c. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pertimbangan hukum. pelaksanaan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal.

pengadaan pegawai. panas bumi dan air tanah. perlengkapan dan rumah tangga. mutasi. b. serta urusan keprotokolan dan upacara. telepon. pemberhentian. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penelaahan. pelaksanaan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. c. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. kebersihan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. f. ekspedisi persuratan dinas. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan. e. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. d. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pertamanan dan perparkiran. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. 101 . penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. keamanan. perlengkapan dan rumah tangga. pengurusan formasi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. g. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. dan Implementasi Sipeg. program legislasi dan regulasi bidang mineral. batubara.

102 . (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. persuratan dinas dan kearsipan. Direktorat Pembinaan Program Mineral. dan produksi. wilayah kerja. Subbagian Tata Usaha. cadangan atau potensi. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perumusan kebijakan pengembangan usaha. serta penetapan wilayah kerja. batubara. implementasi Sipeg. b. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. neraca sumber daya wilayah kerja. investasi dan pendanaan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. rencana dan program di bidang mineral. Subbagian Kepegawaian. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. terdiri dari: a. serta kebijakan pengelolaan air tanah.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. rencana pengadaan. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. penelaahan. dan produksi. b. panas bumi dan air tanah. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. d. c. c.

103 . batubara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. Batubara dan Panas Bumi. perumusan perencanaan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. batubara. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.e. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. c. i. Batubara dan Panas Bumi. f. batubara. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. d. Batubara dan Panas Bumi. c. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. d. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. f. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta perhitungan bagi hasil. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta pemantauan perencanaan program di daerah. panas bumi dan air tanah. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. rencana dan program di bidang mineral. e. pengelolaan data. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. g. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. lembaga sertifikasi dan asosiasi. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. eksplorasi dan operasi produksi. h. evaluasi kebijakan.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. panas bumi dan air tanah. 104 . pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. serta pemantauan pelaksanaan investasi. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. Batubara dan Panas Bumi. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. g. h. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. b. batubara. f. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penelaahan. Seksi Program Mineral dan Batubara. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. d. terdiri dari: a. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. b. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. c. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penelaahan. asosiasi dan lembaga sertifikasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyiapan. serta kerja sama di bidang mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. rencana dan program investasi pertambangan mineral. c. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). Seksi Kerja Sama Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Kontrak Karya (KK). batubara. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. d. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. pelaksanaan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. b. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. b. penelaahan. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. 105 . penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah.

penyiapan. kriteria pencadangan wilayah kerja. c. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta pengelolaan informasi bidang mineral. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan. panas bumi dan air tanah. 106 .e. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. norma. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Batubara dan Panas Bumi. f. penelaahan. terdiri dari: a. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. serta penyusunan statistik pengusahaan. batubara. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.

peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. 107 . serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. f. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. statistik. b. neraca sumber daya. terdiri dari: a. pencadangan dan potensi di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara dan panas bumi. Batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. g. penyiapan. penelaahan. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. (2) Seksi Informasi Mineral. batubara. cadangan dan wilayah kerja. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. batubara. panas bumi dan air tanah. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Batubara.e. penyiapan penetapan potensi. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. panas bumi dan air tanah. serta penetapan wilayah kerja. pelaksanaan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Informasi Mineral. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara.

d. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta bagi hasil daerah. 108 . b.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan. c. penyiapan. e. penelaahan. batubara dan panas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. pelaksanaan pencatatan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pemeriksaan dan pengujian PNBP. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. b. Seksi Penerimaan Negara Batubara. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

b. b. pelaksanaan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. terdiri dari: a. c. f. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. e. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. d. pelaksanaan. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. 113 . pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. g. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral.

perumusan pengaturan. Seksi Hubungan Komersial Mineral. b. e. pelaksanaan. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. Seksi Hubungan Komersial Batubara. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pelaksanaan. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. c. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. g. f. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. 114 . i. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. h.

penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. d. d.j. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. f. 115 . Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e. Subbagian Tata Usaha. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. l. c. b. dan perubahan batas wilayah kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. b. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. c. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan rumusan pengaturan usaha. g. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. k. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. f. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. norma. g. e. terdiri dari: a. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer.

Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. i. pelaksanaan. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. pelaksanaan. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. e.h. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. studi kelayakan dan eksploitasi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan fasilitasi. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. c. 116 . penelaahan. b.

pelaksanaan. b. f.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. 117 . d. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. c. serta pengendalian air tanah. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. e. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penelaahan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. terdiri dari: a. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. g. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. b. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. c. i. penelaahan.h. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. serta pengelolaan air tanah. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. b. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. 118 . Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. e. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. terdiri dari: a. Seksi Pengendalian Air Tanah. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. b. serta pengendalian air tanah. penelaahan. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. d.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. e. h. b. c. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. 119 . penelaahan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.g. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. f. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. b. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. serta pengelolaan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penelaahan. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429.

pelaksanaan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. c. penelaahan. serta ketatausahaan. 120 . serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. b. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. batubara dan panas bumi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta air tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.

Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. lindungan lingkungan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. 121 . profesi personil. K3. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. produk. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. i. d. e. Batubara dan Panas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. g. batubara dan panas bumi. f. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. j. dan panas bumi. b. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. kelaikan teknis.d. f. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara. b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta penggunaan tenaga teknik. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. lindungan lingkungan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja.

jenis dan mutu produk. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Seksi Standardisasi Mineral. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. pemurnian. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara. serta konservasi mineral dan batubara. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. profesi personil. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. 122 . (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan. g. f. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyiapan.c. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. produk. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. dan panas bumi. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. terdiri dari: a.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik.b. pelaksanaan. c. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. batubara dan panas bumi. penelaahan. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. f. e. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. batas wilayah kerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. dan konservasi mineral. b. penyiapan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. terdiri dari: a. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi. 123 . (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan.

pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. pelaksanaan. 124 . Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. f. i. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. batubara. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. h. penelaahan. batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. d. Batubara. penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. e. Batubara. terdiri dari: a. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. dan panas bumi.c.

penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. d. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. pelaksanaan. 125 . Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. batubara. dan Panas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. Seksi Keselamatan Batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. penelaahan. penyiapan. e. c. instrumentasi. Batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. batubara. b. penimbunan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. penyimpanan. keamanan instalasi. pengangkutan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. kalibrasi alat ukur. panas bumi dan air tanah. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. g. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. dan panas bumi. K3 dan penggunaan tenaga teknik.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449.

b. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. dan Panas Bumi. 126 . batubara. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. d. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. e. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. f. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan. dan kriteria usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. panas bumi dan air tanah.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. c.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 127 . (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal.

penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. c. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat I. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan pengawasan kinerja. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal. penyusunan laporan hasil pengawasan. terdiri dari: a. Inspektorat IV. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. e. Inspektorat II. d. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. b. 128 . Inspektorat III. keuangan. b.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. c. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. Bagian Umum dan Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. b. keprotokolan dan rumah tangga. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. keamanan. j. k. 129 . e. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Bagian Hukum dan Kepegawaian. kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. b. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. perlengkapan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. c. f. i. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. d. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan urusan tata usaha. terdiri dari: a. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pengurusan kepegawaian dan organisasi. e. Bagian Rencana dan Laporan. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. h. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan.

penyiapan. terdiri dari: a. jaringan.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. i. ketatalaksanaan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. penyajian informasi. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. situs. b. ketatalaksanaan. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. rapat koordinasi. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. penelaahan. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbagian Penyiapan Rencana. j. jaringan dan situs informasi. satuan kerja. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Subbagian Penyiapan Laporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. 130 . (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rencana kerja. penelaahan. f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. pelaksanaan. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. pelaporan. c. h. b. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. program kerja.

pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. b.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan analisis. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. terdiri dari: a. c. Inspektorat Jenderal. penelaahan. 131 . analisis hasil pengawasan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. Badan Geologi. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. e. penyiapan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Batubara dan Panas Bumi. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. d. b.

pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. 132 . perpustakaan. pertimbangan hukum. bantuan hukum. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. c. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. serta pemberian pertimbangan hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. terdiri dari: a. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Hukum. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. dokumentasi hukum. b. penyuluhan. serta pemberian pertimbangan hukum. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. masyarakat dan yustisia. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan koordinasi urusan hukum. b. dan implementasi Sipeg. dokumentasi hukum. penyiapan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal.

perbendaharaan. h. c. b. d. dokumentasi dan tata naskah. pengurusan penganggaran. 133 .(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan keamanan. perlengkapan. rumah tangga dan kehumasan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. e. terdiri dari: a. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. j. pelaksanaan. perbendaharaan. pelayanan kesekretariatan. dan kearsipan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengurusan administrasi keuangan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. kebersihan. persuratan dinas. perlengkapan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. keprotokolan dan kehumasan. dan implementasi Sipeg. f. serta pengurusan administrasi keuangan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Rumah Tangga. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. b. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. i. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. k. rumah tangga dan kehumasan. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. g.

pemeriksaan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). perencanaan kebutuhan. perumusan laporan hasil pengawasan. e. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. keprotokolan dan kehumasan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 . dan administrasi keuangan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pelaksanaan. serta evaluasi atas urusan keamanan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). persuratan dinas. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. b. kearsipan. d. c. perlengkapan dan pengadaan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. kebersihan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. penelaahan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). 139 . (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

perumusan kebijakan di bidang geologi. 140 . pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. b. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. c. d. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. f. pelayanan survei geologi. Pusat Survei Geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. g. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. h. b. e. Sekretariat Badan Geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. penelitian dan pelayanan. d. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. terdiri dari: a. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. dan geologi lingkungan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Pusat Lingkungan Geologi.

serta perencanaan kerja.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. i. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Bagian Kepegawaian. terdiri dari: a. d. Kelompok Jabatan Fungsional. dan rumah tangga. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. b. Bagian Rencana dan Laporan. h. koordinasi pelayanan administratif Badan. b. j. g. f. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Umum. informasi hukum. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. c. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. e. serta pelaksanaan bantuan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. c. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. 141 . perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. e. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. ketatalaksanaan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. kearsipan. Bagian Keuangan. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.

serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. situs. penyiapan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penyiapan. penyajian informasi. ketatalaksanaan. b. 142 . prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Subbagian Pengelolaan Informasi. Subbagian Laporan. pelaporan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. c. f. satuan kerja. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penelaahan. c. pengelolaan sistem. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. b. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. jaringan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta pengembangan organisasi Badan. terdiri dari: a. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi.

penyiapan. 143 . penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. d. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas perencanaan. serta pengembangan organisasi Badan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta implementasi Sipeg Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. dokumentasi dan tata naskah pegawai. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan. dan analisis jabatan. serta implementasi Sipeg. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Pengembangan Pegawai. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. kesejahteraan. serta evaluasi atas mutasi. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. penelaahan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. pengurusan perencanaan. pengembangan. e. c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penyiapan. pelaksanaan. kepangkatan. c. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penggajian. pemberhentian. penelaahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. pemberhentian. penggajian. b. penelaahan. b. kepangkatan. pengangkatan. pengadaan.

perlengkapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. kearsipan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. b. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Subbagian Perbendaharaan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. 144 . terdiri dari: a. b. e. Subbagian Kekayaan Negara. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbagian Akuntansi. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. d. PBI Badan. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. dan rumah tangga. pelaksanaan. Pasal 517 Bagian Keuangan. dan revisi anggaran Badan. f. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. Neraca. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan rumah tangga. Subbagian Hukum. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. rencana kebutuhan dan pengadaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta keprotokolan dan upacara Badan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Pasal 521 Bagian Umum. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. kehumasan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengurusan perlengkapan. kesekretariatan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. pelayanan kesekretariatan. e. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. dan kearsipan. b. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perpustakaan. persuratan dinas. Subbagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. informasi dan dokumentasi hukum. perlengkapan. bantuan hukum. b. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. d. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. 145 .Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan pemeliharaan barang inventaris. penelaahan. kebersihan dan keamanan Badan. distribusi penggunaan. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. pelaksanaaan bantuan hukum. c. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. pengadaan. f. terdiri dari: a. kearsipan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan.

dan panas bumi. evaluasi penyelenggaraan penelitian. dan kepegawaian Pusat. d. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. j. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. h. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. penyelidikan. f. serta pemetaan tematik potensi. Bidang Program dan Kerja Sama. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. gambut. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. keuangan. rekayasa teknologi. g. 146 . c. Bagian Tata Usaha. perumusan rencana dan program.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bidang Sarana Teknik. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. i. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi. c. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. mineral. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pengelolaan ketatausahaan. penyusunan neraca sumber daya geologi. batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. e. b. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan. bitumen padat. rumah tangga. b. serta rancang bangun dan pemodelan. penyelidikan. e.

b. pengangkatan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. 147 . analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. c. keamanan. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. c. pengembangan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. terdiri dari: a.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi. e. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. b. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d.

terdiri dari: a. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta rencana strategis berbasis kinerja.d. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. c. f. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Sarana Penyelidikan. Subbidang Laboratorium. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. e. e. 148 . pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. pelaksanaan. penelaahan. penelaahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a.

Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan publikasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Pasal 540 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pengelolaan perpustakaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Kerja Sama. pelakanaan pengelolaan sistem. terdiri dari: a. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan. d.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. penelaahan. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Program. b. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan sosialisasi. b. 149 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. c. jaringan dan situs informasi. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja.

Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. j. d. dan rekayasa teknologi. serta sesar aktif. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pelaksanaan. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perpustakaan. penyelidikan. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rancang bangun. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. operasi perangkat lunak. rumah tangga. b. dan gerakan tanah. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. dan kepegawaian Pusat. sosialisasi. gempa bumi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. dokumentasi. sistem. pelaksanaan. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. gempa bumi. dan gerakan tanah h. administrasi keuangan. penelaahan. f. 150 .Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pos pengamatan gunung api. pemodelan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. e. pengelolaan ketatausahaan. tsunami. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. c. tsunami. g.

dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. keuangan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. c. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. b. pengurusan perencanaan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan. d. Kelompok Jabatan Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kearsipan. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengembangan. pemelaahan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan sarana.k. Bagian Tata Usaha. penyelidikan. evaluasi pelaksanaan penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. l. terdiri dari: a. terdiri dari: a. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. pengangkatan. serta perpustakaan. d. 151 . c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. kebersihan.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pemelaahan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penelaahan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan penyelidikan geofisika. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penelaahan. d. pengurusan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. 152 . geokimia dan deformasi. Subbidang Pengamatan Gunung Api. pelaksanaan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. administrasi keuangan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. penetapan status. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. b. c. serta penetapan status dan peringatan dini. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api.

pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. c. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. d. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. pelaksanaan. b. gerakan tanah dan tsunami. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. penelaahan. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553.

penyelidikan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. f. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyiapan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. c. b. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. terdiri dari: a. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. d. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. 154 . akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. gerakan tanah dan tsunami. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. b.

perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. keuangan. dan kepegawaian Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. e. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. Bidang Sarana Teknik. rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. j. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dan pengelolaan tata ruang. c. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. rekayasa teknologi. Bidang Informasi. pengangkatan. terdiri dari: a. b.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. b. penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. d. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta dokumentasi tata naskah pegawai. k. geologi teknik dan air tanah. d. f. Bagian Tata Usaha. i. pengurusan perencanaan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. h. 155 . e. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. administrasi keuangan. pengembangan. Kelompok Jabatan Fungsional. geologi teknik dan air tanah. Bidang Program dan Kerja Sama. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan.

c. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. d.c. keuangan. b. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. f. Subbagian Umum dan Kepegawaian. e. terdiri dari: a. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. 156 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keamanan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat.

b. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Subbidang Laboratorium. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. c.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. e. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. d. pelaksanaan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. pelaksanaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. Subbidang Sarana Penyelidikan. 157 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program. terdiri dari: a. Subbidang Kerja Sama. b. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama.

serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. 158 . serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan sosialisasi. jaringan dan situs informasi. c. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. dokumentasi dan publikasi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. b. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta operasi perangkat lunak informasi. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Pasal 578 Bidang Informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pengelolaan perpustakaan. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pengelolaan. penganggaran.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelakanaan pengelolaan sistem. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi.

geomorfologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian. operasi perangkat lunak. pemetaan dan penelitian geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. pengelolaan ketatausahaan. dokumentasi. g. rumah tangga. l. j. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. administrasi keuangan. geofisika. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. sistem. m. pelaksanaan. sosialisasi. i. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pelaksanaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. tektonik. pemetaan geologi. pelayanan jasa survei. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perpustakaan. 159 . penelaahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. d. b.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penelitian dan penyelidikan geologi. geokimia. f. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pemetaan. inventarisasi hasil survei. penelaahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. k. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. rekayasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. h. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e.

serta dokumentasi tata naskah pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. c. keuangan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. 160 . Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Bidang Informasi. kebersihan. keuangan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. d. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. e. b. e. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. serta akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. terdiri dari: a. keamanan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pengangkatan. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. Bidang Sarana Teknik. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengembangan. c. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja.

f. penelaahan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. d. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. 161 . penelaahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. b. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. terdiri dari: a. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. e.

Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. pengelolaan. d. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. penelaahan. Subbidang Program. c. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. b. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penyiapan. b. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta kerja sama pelayanan jasa. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. 162 . penganggaran. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. sosialisasi. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penelaahan. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. c. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak. serta pengelolaan perpustakaan. dokumentasi. pelaksanaan sosialisasi. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta operasi perangkat lunak informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 163 . sistem. perpustakaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. Pasal 597 Bidang Informasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan.

Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Perekayasa. Penyelidik Bumi. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. 164 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

mineral batubara. b. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. 165 . d. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. c. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. e. g. f. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. panas bumi. perumusan kebijakan penyelenggaraan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.

pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. e. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. serta perencanaan kerja. serta pelaksanaan bantuan hukum. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. informasi hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. b. f. g. h. e. d. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 166 . pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. kearsipan. koordinasi pelayanan administratif Badan. terdiri dari: a. c. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga.

penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. f. ketatalaksanaan. c. d. Bagian Keuangan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. terdiri dari: a. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. b. terdiri dari: a. pelaporan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan.i. e. pelaporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. j. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan sistem. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. 167 . penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. jaringan dan situs informasi. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Kepegawaian. d. Subbagian Laporan. g. c. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. ketatalaksanaan. c.

pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengadaan. kesejahteraan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. serta implementasi Sipeg. terdiri dari: a. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. b. dan analisis jabatan. 168 . b. d. penyiapan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. pelaksanaan. e. penggajian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyajian informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. penelaahan. c. penelaahan. kepangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan perencanaan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. jaringan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. pemberhentian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. serta pengembangan organisasi Badan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. situs. serta penyempurnaan organisasi Badan. c. penyiapan.

pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. PBI Badan. Subbagian Akuntansi. Subbagian Kekayaan Negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta implementasi Sipeg Badan. penelaahan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan. 169 . serta pengurusan revisi anggaran. c. penggajian. kesejahteraan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. pengembangan. Pasal 618 Bagian Keuangan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. kepangkatan pemberhentian. penelaahan. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan. Subbagian Perbendaharaan. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penelaahan. f. pengangkatan. serta evaluasi atas mutasi. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. serta evaluasi atas perencanaan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I.

penelaahan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. pengadaan. dan rumah tangga. b. kearsipan. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. perpustakaan. perlengkapan. kearsipan. kehumasan. 170 . distribusi penggunaan. dan kearsipan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. Subbagian Hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 622 Bagian Umum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. e. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. persuratan dinas. pelaksanaan. penelaahan. c. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan rumah tangga. Neraca. b. Subbagian Tata Usaha. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelayanan kesekretariatan. pelaksanaaan bantuan hukum. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. informasi dan dokumentasi hukum. c. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pengurusan perlengkapan. dan revisi anggaran Badan. perlengkapan. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. f. penyiapan koordinasi ketatausahaan. d.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. rencana kebutuhan dan pengadaan. kebersihan dan keamanan Badan. f. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. g. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. b. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. persuratan dinas dan kearsipan. pelaksanaan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. penelaahan. 171 . bantuan hukum. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kesekretariatan.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. e. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta keprotokolan dan upacara Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja.

terdiri dari: a. Bidang Afiliasi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. rumah tangga. serta pelaksanaan keamanan. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. dan kepegawaian Pusat. Bidang Program. pengurusan perencanaan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan anggaran. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. administrasi keuangan. i. c. serta dokumentasi tata naskah pegawai. e. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengembangan. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Kelompok Fungsional. keuangan. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan.h. 172 . organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. b. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. pengangkatan. Bagian Tata Usaha. e. d. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. pengelolaan ketatausahaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyediaan bahan baku. e. 173 . Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kebersihan Pusat. penyiapan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. d. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. pelaksanaan operasi penggunaan. b. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perbendaharaan dan akuntansi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. keamanan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengoperasian Sarana. c. terdiri dari: a. serta pengadaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan rencana dan program. terdiri dari: a. b. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penyiapan. Pasal 637 Bidang Program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penelaahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana. 174 . serta analisis. c.

penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. pelaksanaan. e. b. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. jaringan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 641 Bidang Afiliasi. c. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 175 . penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan pengelolaan sistem. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

d. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. h. administrasi keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. penelaahan.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan ketatausahaan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. g. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. e. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. 176 . pelaksanaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. rumah tangga. situs dan penyebarluasan informasi. dan kepegawaian Pusat. b. jaringan. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. f. i. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi.

Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan anggaran.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". 177 . Subbagian Umum dan Kepegawaian. dan kebersihan Pusat. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta pelaksanaan keamanan. Bidang Program. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. c. serta pengadaan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Afiliasi. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. perbendaharaan dan akuntansi. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemeliharaan sarana kerja. d. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. c. pengurusan perencanaan. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. b. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pengembangan.

(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengembangan Sarana. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 178 . penyiapan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. penelaahan. pelaksanaan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. c. penyediaan bahan baku. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pelaksanaan operasi penggunaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. e. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyiapan.

Subbidang Penyiapan Rencana. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. terdiri dari: a. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 179 . Pasal 656 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan.

Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. 180 . serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. pelaksanaan. jaringan. e. pelayanan jasa teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. b. c. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. terdiri dari: a. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. penelaahan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 181 . serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. b. Bidang Afiliasi. Kelompok Fungsional. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. e. f. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. d. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. c. administrasi keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bagian Tata Usaha. g. rumah tangga.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. e. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. dan kepegawaian Pusat. terdiri dari: a. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Program. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

pemeliharaan sarana kerja. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. dan kebersihan Pusat. pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. persuratan dinas dan kearsipan. terdiri dari: a. e. 182 . rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. keuangan. keamanan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. serta pengadaan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. perbendaharaan dan akuntansi. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta pelaksanaan keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian.

pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. b. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. c. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan operasi penggunaan. penelaahan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaksanaan. penelaahan. d. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. penyediaan bahan baku. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. 183 .

Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. 184 . rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. penyiapan. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. serta analisis. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. c.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Analisis dan Evaluasi.

Pasal 679 Bidang Afiliasi. jaringan. pelayanan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. e. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. d. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. b. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. b. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. penelaahan. 185 . serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pengelolaan sistem. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

h. b. Bagian Tata Usaha. f. 186 . g. i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. terdiri dari: a. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. rumah tangga. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. e. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. c. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Afiliasi. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. dan geofisika kelautan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. d. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. c.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. dan kepegawaian Pusat. j. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. geokimia. keuangan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. Kelompok Fungsional. administrasi keuangan. Bidang Program. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta pengadaan. b. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pemeliharaan sarana kerja. 187 . e. d. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. perencanaan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengangkatan. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. dan kebersihan Pusat. b. terdiri dari: a. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. keuangan. kebersihan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.

pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan operasi penggunaan. e. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. b. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. penyediaan bahan baku. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengelolaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. penyiapan rumusan rencana dan program. 188 . d. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. pengelolaan.c. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja.

serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. 189 . Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Pasal 694 Bidang Program. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja.c. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan. c. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. penelaahan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. d. Subbidang Analisis dan Evaluasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama.

situs dan penyebarluasan informasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. b. jaringan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. 190 . pelaksanaan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.d. penelaahan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. penelaahan. jaringan. pelayanan jasa teknologi. pelaksanaan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi.

Teknisi Litkayasa. 191 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Perekayasa.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. c. e. h.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. 192 . (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. f. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. batubara. d. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. geologi. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. g. b. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi.

Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. koordinasi pelayanan administratif Badan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. i. c. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. d. h. c. satuan kerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. 193 .Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. b. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. g. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pembinaan kerja sama. f. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e.

Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. ketatalaksanaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama.j. penganggaran. kearsipan. Pasal 708 Sekretariat Badan. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. pelaporan. pengelolaan jaringan dan situs informasi. g. l. pengelolaan urusan ketatausahaan. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. h. f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. k. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaporan. akuntabilitas kinerja. Bagian Umum. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. akuntabilitas kinerja. e. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Bagian Keuangan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. d. Bagian Rencana dan Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Bagian Kepegawaian. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. 194 . serta perencanaan kerja. dan rumah tangga. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. b. c.

serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. akuntabilitas kinerja. dokumentasi dan tata naskah pegawai. perencanaan kerja. Subbagian Kerja Sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas laporan berkala. penelaahan. pengurusan perencanaan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. penyiapan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pengembangan. d. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kesejahteraan. penyiapan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. penganggaran. penggajian. pengadaan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. serta implementasi Sipeg. pelaksanaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. penelaahan. serta pengembangan organisasi Badan. b. pemberhentian. terdiri dari: a. prosedur kerja. dan sistem. jaringan dan situs informasi Badan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. e.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. dan analisis jabatan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. 195 . b.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelayanan jasa. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penelaahan. d. b. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. produk kilang..Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Subbidang Utilitas. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kontrol kualitas. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. b. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Subbidang Kilang. 200 . pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat.

(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan. 201 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. d. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan jasa. pelaksanaan. penelaahan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. Subbidang Laboratorium. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. b. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. Subbidang Bengkel. pelaksanaan. pengembangan dan pemanfaatan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan.

pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. kriteria dan prosedur. norma. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 202 . (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pedoman. Subbidang Penyiapan Pelatihan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. b. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. pengelolaan kepustakaan.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. g. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. d. b. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. serta kepustakaan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. standar. kerja sama. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. f. e. c.

c. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. pedoman. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Batubara. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. prosedur. kriteria pendidikan dan pelatihan. 203 . perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pengelolaan ketatausahaan. b. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. g. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pemberian pelayanan jasa. h. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. kearsipan. Bagian Tata Usaha. f. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. i. terdiri dari: a. norma. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. e. e. d. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Sarana Teknis.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. e. d. b. perlengkapan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. serta hukum. ketatalaksanaan dan umum Pusat. perbendaharaan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. terdiri dari: a. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. 204 . b. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. akuntansi. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. organisasi. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. kehumasan dan keprotokolan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan.

Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. c. pedoman. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. rencana pengembangan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemeliharaan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penggunaan. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. 205 . d. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. e. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. pelaksanaan.c. b. penyiapan rumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara.

pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. f. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. pedoman. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Program dan Kerja Sama. pedoman. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. b. penyiapan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. d. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. norma. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. 206 . dan prosedur. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. terdiri dari: a. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. e. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. kriteria. penelaahan.

penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. pelaksanaan. penyusunan standar. norma. b. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. pedoman. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. c. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. norma. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. prosedur. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. terdiri dari: a. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. f. pedoman. kriteria dan prosedur. b. norma. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. e. 207 . penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pelaksanaan. pemberian pelayanan jasa. kriteria dan prosedur.

pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. perbendaharaan. organisasi dan ketatalaksanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. d. akuntansi. terdiri dari: a. terdiri dari: a. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. 208 . kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pelatihan dan Sarana. b.g. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. perlengkapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. h. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. c. Bagian Tata Usaha. kehumasan dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. kearsipan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan ketatausahaan. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. d.

Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 209 . d. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. akuntabilitas kinerja. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. jaringan dan situs informasi. pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Subbidang Perencanaan. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. e. kerja sama. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. c. penelaahan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. dan sistem. b.

serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. 210 . pelaksanaan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Subbidang Pelatihan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. b. penyiapan. b. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. e. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan standar. penelaahan. d. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. kerja sama. norma. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. c. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. promosi.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. kriteria dan prosedur. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

d. c. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Bidang Pelatihan dan Sarana. f. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bagian Tata Usaha. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. g. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Kelompok Jabatan Fungsional. b. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. c. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. prosedur. pemberian pelayanan jasa. norma. d. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. pelaksanaan. penelaahan. kriteria pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. pedoman. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. h. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. 211 .

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kehumasan dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. e. perlengkapan. kearsipan. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. 212 . organisasi dan ketatalaksanaan. perbendaharaan. akuntansi.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. hukum. Subbagian Kepegawaian dan Umum. b. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. d. c. kearsipan. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan.

b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. d. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. 213 . e. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. pedoman. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. pelaksanaan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. terdiri dari: a. pedoman. penelaahan. norma dan kriteria. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. kerja sama. b. penyiapan. serta evaluasi atas standar. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. terdiri dari: a. d. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kerja sama. penelaahan. b. pelaksanaan kerja sama. Subbidang Pelatihan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. promosi. Subbidang Sarana dan Prasarana. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. penelaahan. b. pelaksanaan. e. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. 214 . serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis.

Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. 215 . (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

b. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. d. terdiri dari: a. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Inspektorat Jenderal dan Badan. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. e. 216 . (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. Direktorat Jenderal.

Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. d. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. i. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. f. e. b. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. k. h. j. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. c. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. 217 . pengolahan dan pelayanan data dan informasi. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta neraca energi dan sumber daya mineral.

(2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan urusan tata usaha. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. serta kearsipan Pusat. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. d. dan persuratan dinas. 218 . c. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bidang Kajian Strategis. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Pusat. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. b. b. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. terdiri dari: a. b. dukungan operasi kerja. serta kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Bakoren. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. d. c. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. rumah tangga. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. pelaporan dan tata persuratan. e. c.

penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. 219 . Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan norma. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. d. h. b. c. l. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. g. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. f. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. j. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. persuratan dinas dan kearsipan. i. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. b. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. e. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. k.

Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. 220 . penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. e. penelahaan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. c. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penelaahan. pelaksanaan. terdiri dari: a. batubara dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. b. ketenagalistrikan. f. penyusunan rumusan norma. pelaksanaan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. d. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelaahan. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan data dan informasi. b.

b. pelaksanaan. b.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. bitumen padat. gambut. e. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. f. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. c. air tanah dan kegeologian. terdiri dari: a. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. penelahaan. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. pelaksanaan. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. d. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. 221 . penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan.

serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. 222 . Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

(4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dengan lingkup meliputi personil.a kepada pejabat eselon I.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (9) Pedoman penyusunan tata laksana.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. regulasi ekonomi dan keteknikan. peralatan. peraturan perundang-undangan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. 223 . dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dokumentasi. standardisasi teknis. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dan keselamatan umum. organisasi. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. perencanaan kerja. penganggaran. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen.

(3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XIV ESELON. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Kepala Pusat.a.a. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Direktur. (4) Kepala Bagian. 224 . (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Direktorat Jenderal. (5) Kepala Subbagian. Direktur Jenderal. Direktur Jenderal. (3) Kepala Biro.a. Inspektur Jenderal. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.b.a. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. Inspektur. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.

(3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. 225 . diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”.d. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. X. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi. 226 . (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. susunan organisasi.(4) Perubahan atas rincian tugas.

maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. b. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini.