permen-esdm-30-2005

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. terdiri dari: a. Biro Kepegawaian dan Organisasi. b. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. 5 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. d. Biro Keuangan. c. c. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Lembaga Pemerintah Non Departemen. Kementerian Negara. Departemen lain. Biro Umum. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. dan lembaga lain yang terkait. e. koordinasi kegiatan Departemen. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. d. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.

Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. k. b. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. Kelompok Jabatan Fungsional. d. c. penyusunan harga satuan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. g. l. i. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). Bagian Kerja Sama. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. b. d. rencana dan program kerja. j. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana pembangunan jangka panjang. rencana dan program kerja dan anggaran. 6 . pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta perumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. terdiri dari: a. perumusan kebijakan pembangunan. dan rencana anggaran. Bagian Perencanaan Anggaran. rencana anggaran. serta kerja sama. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. h. f. sosialisasi kebijakan pembangunan. rencana kerja dan anggaran. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. e. e. menengah dan tahunan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. evaluasi kebijakan pembangunan. serta rencana strategis.

Menengah dan Tahunan Departemen. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. d. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyusunan rumusan RK-KL. b. c. Subbagian Perencanaan Penunjang. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. Inspektorat Jenderal. c. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. dan Badan Geologi. e. b. penyiapan rumusan norma. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. standar dan kriteria rencana kerja. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Batubara dan Panas Bumi. f. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. penelaahan. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. dan urusan tata usaha Biro. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 7 . penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan.

serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Penunjang. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan satuan harga pokok. terdiri dari: a. e. penyiapan. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. dan Badan Geologi. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. f. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan 8 . kriteria perencanaan anggaran. norma. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. b. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. d.

rencana pembangunan jangka panjang. c. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. b. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. 9 . pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. c. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. b. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. g. tahunan dan rencana strategis. menengah. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penelaahan. RKA-KL. terdiri dari: a. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. serta evaluasi pengembangan rencana kerja.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Inspektorat Jenderal. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. h. f. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. kriteria akuntabilitas kinerja. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. norma. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan bahan sidang. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. e.

h. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan rumusan standar. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. 10 . pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Panas Bumi. penyiapan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta kerja sama asosiasi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan Badan Geologi.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pengelolaan kerja sama Departemen. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. f. b. e. g. kriteria kerja sama. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan. c. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

c. perencanaan. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. 11 . pengembangan organisasi dan tata laksana. jabatan struktural dan fungsional. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. pembinaan mutasi. Subbagian Kerja Sama Bilateral. dan penilaian kinerja pegawai. penelaahan. kepangkatan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penempatan dan pengembangan pegawai. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. b. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. dan kesejahteraan pegawai. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. pemensiunan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penelaahan. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pengadaan. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). disiplin. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan pemberhentian.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. e. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi.

serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pengelolaan sistem informasi pegawai. 12 . h. d. pola dan pengembangan karir pegawai. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. d. k. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. c. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. i. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengadaan. b. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). f. terdiri dari: a. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. evaluasi pembinaan kepegawaian. serta standardisasi kompetensi jabatan. norma. pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. penyiapan rumusan rencana. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan rumusan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. Bagian Mutasi Pegawai. serta kartu PNS. e. g. Pegawai Negeri Sipil (PNS). penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. penyusunan rencana formasi.f. serta administrasi penugasan ke luar negeri. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. e. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. b. g. c. Bagian Data dan Informasi Pegawai.

13 . Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. bimbingan teknis. kepangkatan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. dan Kartu PNS Departemen. i. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c.h. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. dan penugasan pegawai ke luar negeri. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. kompetensi pegawai. pemindahan. j. pemberhentian dan disiplin. penyiapan. penyiapan. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Pengembangan Karir. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. pengelolaan administrasi tugas belajar.

Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. j. dipekerjakan. c. pemberhentian. serta Kartu Istri. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. pemindahan. dan Bapertarum. serta kesejahteraan pegawai. g. b. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pemindahan. pemindahan. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. Kartu Suami. serta kesejahteraan pegawai Departemen. pelaksanaan pemindahan pegawai. ujian dinas dan Ujian KPPI. h. f. 14 . kriteria mutasi pegawai. kepangkatan. Taspen. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. dan penilaian angka kredit. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. e. pelaksanaan kesejahteraan. penarikan kembali. pelaksanaan disiplin pegawai. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pengangkatan kembali. pembebasan sementara. dan penarikan kembali pegawai. i. kepangkatan. c. penyiapan standar. perbantuan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. serta urusan pemberian penghargaan pegawai.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. perbantuan. b. terdiri dari: a. Askes. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. cuti. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. penelaahan. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. dan penilaian prestasi pegawai. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. pemberhentian. pelaksanaan kepangkatan. k. pemberhentian dan disiplin. Subbagian Mutasi Jabatan. dipekerjakan. d.

pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. pemberhentian. h. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e. dan administrasi lembaga tripartit. penelaahan. g. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pendidikan dan pelatihan pegawai. Kartu Suami. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. kepangkatan. Daftar Urut Kepangkatan. 15 . disiplin. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pengadaan pegawai. pemindahan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. i. b. pemberhentian dan pemensiunan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penghargaan. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. penyusunan laporan kekuatan pegawai. Taspen. jabatan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. c. dan daftar riwayat hidup pegawai. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bapertarum pegawai Departemen. Kartu Istri. penyiapan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. Askes. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. pelayanan kesehatan. penghargaan. penilaian angka kredit. d. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. penggajian. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. terdiri dari: a. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. penggajian. c. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. pemindahan. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. penelaahan. b. 16 . pemberhentian. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. d. norma. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. jabatan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. klasifikasi dan peta jabatan. penghargaan. e. b. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. serta pedoman penyempurnaan organisasi. c. pelaksanaan. pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. kriteria pengembangan organisasi. penyiapan rumusan standar. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan pegawai.

serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. 17 . pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Kelembagaan. peta jabatan. penelaahan. penelaahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standardisasi kompetensi jabatan. analisis beban kerja.f. h. g. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. evaluasi dan klasifikasi jabatan. administrasi keuangan. b. c. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. pengembangan. Subbagian Tata Laksana. dan pelaksanaan bimbingan teknis. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perbendaharaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. pengembangan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pengembangan. pola hubungan kerja.

j. Bagian Pendapatan dan Belanja. h. Bagian Kekayaan Negara. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). Pasal 49 Biro Keuangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta pembinaan perbendaharaan. 18 . pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. d. b. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. f. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. k. serta bimbingan teknis perbendaharaan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan. Bagian Akuntansi. pembinaan inventarisasi. e. laporan realisasi anggaran. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. kekayaan negara dan akuntansi. d. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta Neraca Departemen. administrasi keuangan. e. i. dan implementasi sistem akuntansi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. g. b. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. c. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. Bagian Perbendaharaan. c. serta nota keuangan. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. serta pelaksanaan akuntansi. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. l. terdiri dari: a.

penelaahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. c. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. h. j. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. k. c. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. norma. penelaahan. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. penyusunan rumusan standar. Subbagian Anggaran Pendapatan. f. kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. d. dan urusan tata usaha Biro. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. b. penyiapan target. terdiri dari: a. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. Subbagian Anggaran Belanja. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). e. evaluasi tarif dan revisi PNBP. b. penelaahan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. 19 . evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan. i. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen.

Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. g. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Badan Geologi. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. f. e. Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan pengelolaan SPM. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. d. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pembagian iuran sumber daya alam. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. c. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. penelaahan. pelaksanaan. c. b. 20 . norma. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. b. pelaksanaan. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penyiapan rumusan standar. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. norma. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. c.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. f. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. 21 . b. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. ganti rugi. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. c. kriteria pengelolaan kekayaan negara. b. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. e. penyiapan rumusan standar. dan bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. pelaksanaan. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. g.

rekonsiliasi. pelaksanaan. Inspektorat Jenderal. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). c. dan bidang geologi dan sumber daya mineral.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. Subbagian Penyiapan Neraca. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. b. Badan Geologi. c. d. e. penelaahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 64 Bagian Akuntansi. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. pelaksanaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. norma. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. g. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. penelaahan. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). pelaksanaan verifikasi. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. f. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. 22 .

penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. penelaahan. c. serta hubungan masyarakat Departemen. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. dan implementasi SAAT Departemen. serta pelaksanaan kehumasan. dan penyelesaian kasus hukum. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). verifikasi anggaran. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). h. pelaksanaan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. dan bantuan hukum. bantuan hukum dan kehumasan. 23 . Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. dan bantuan hukum. e. pengelolaan dokumentasi.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. serta evaluasi atas pembukuan aset. equitas dana. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. b. penelaahan. konsolidasi. serta program legislasi dan regulasi. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. d. Neraca. g. dan implementasi SAI Departemen. pelaksanaan. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. kewajiban. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. bantuan hukum. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta kehumasan. penelaahan. penelaahan. rekonsialiasi.

c. evaluasi peraturan perundang-undangan. c. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Hubungan Masyarakat. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. dan bantuan hukum. b. 24 . c. penelaahan.i. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. e. j. serta program legislasi dan regulasi Departemen. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. terdiri dari: a. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. e. b. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. b. Bagian Penelaahan Hukum. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Bantuan Hukum. d. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen.

Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. e. norma. penelaahan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan. c. kriteria kontrak atau perjanjian. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. g. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. 25 . Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. d. b. penyiapan. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. h.

serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan standar. c. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. dan unsur unit penunjangnya. 26 . dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. b. f.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. penelaahan. penelaahan. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. norma. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. b. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. d.

kriteria pelayanan hubungan masyarakat. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. pelaksaaan. pelaksaaan. pelaksaaan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Batubara dan Panas Bumi. b. d. terdiri dari: a. c. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. f. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan rumusan standar. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. b. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. serta monitoring dan analisis berita. e. 27 . serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. konferensi pers.

i. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. pelaksanaan. j. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. Subbagian Publikasi. b. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum.g. pelaksanaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan peliputan. monitoring dan analisis berita Departemen. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. abstrak peraturan perundang-undangan. dan urusan tata usaha Biro. serta evaluasi atas hubungan dengan media. konferensi pers. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. c. penelaahan. penerbitan. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. pameran Departemen. terdiri dari: a. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. peliputan dan perekaman kegiatan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 28 . h.

serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Pasal 87 Biro Umum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. j. g. perlengkapan dan pengadaan. d. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. pengadaan. Bagian Tata Usaha. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pengelolaan keamanan dan keselamatan. terdiri dari: a. tata persuratan dinas dan kearsipan. e. tata persuratan dinas dan kearsipan. e. h. b. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. f. f. tata usaha dan kearsipan. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Staf Ahli. c. Kelompok Jabatan Fungsional. d. b. tugas 29 . penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. c. penyediaan sarana dan prasarana kerja. pengelolaan rumah tangga. i. Bagian Perlengkapan. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen.

c. b. e. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. penyiapan penyelenggaraan rapat. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. pelantikan. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. d. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Medan Merdeka Selatan 18. f. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Urusan Dalam Departemen. c. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. terdiri dari: a. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. persuratan dinas. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . b. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat).

pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Kearsipan. penyiapan. persuratan dinas. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan ekspedisi surat dinas. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. norma. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. 31 . (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. terdiri dari: a.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. e. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. b. d. penyiapan rumusan standar. c. b. penjadwalan kegiatan. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. f.

pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. serta pengadaan.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a. d. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. Staf Ahli. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. c. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.H. e. pelaksanaan kebersihan. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. keselamatan. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. keselamatan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. Thamrin 1. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. b. keamanan. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. M. c. 32 . Jakarta Pusat). serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. b.

penyiapan bahan rumusan standar. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Rencana Kebutuhan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. f. inventarisasi. dan kearsipan Staf Ahli. kriteria perlengkapan. Subbagian Pengadaan. pelaksanaan pengadaan. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. serta pengadaan. penyiapan kegiatan. b.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. g. c. penelaahan penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. e. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. c. norma. 33 . Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 102 Bagian Perlengkapan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan.

BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. 35 . d. b. c. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. e. norma. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. pedoman. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. kriteria. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. b. c. d. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi.

e. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. g. satuan kerja. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaporan. e. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. i. b. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. f. Bagian Keuangan. dan rumah tangga. d. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. b. c. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. Bagian Umum dan Kepegawaian. 36 . pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. pengelolaan urusan ketatausahaan. akuntabilitas kinerja. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. ketatalaksanaan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

f. perumusan pengaturan. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. 41 . pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. e. rencana dan program. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. n. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. penelaahan. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. c. m.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. h. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. i. j. g. l. pelaksanaan. b. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. k. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). perumusan pedoman dan prosedur kerja. WP & B). serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. implementasi Sipeg.

Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. h. b. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a. d. c. evaluasi kebijakan. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. penyusunan statistik. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. c. ketersediaan dan infrastruktur sektor.o. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. f. d. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. menengah dan tahunan berbasis kinerja. norma. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. p. penyiapan rumusan. 42 . penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. f. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. b. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. e. pelaksanaan sosialisasi program sektor. serta data kebutuhan. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. e. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. serta pencadangan strategis.

(2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. b. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. 43 . Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. c. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan rumusan. penyiapan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. norma. e. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. penyiapan. permasalahan iklim usaha.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. g. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. f. dan terms of condition KKS. serta penyediaan informasi. pengumpulan data potensi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. dan pelaksanaan sosialisasi. b. terdiri dari: a.

evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penyiapan rumusan standar. e.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. h. penelaahan. tugas serta induk. pemeriksaan dan pengujian. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. j. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta biaya operasi. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. f. 44 . serta bagi hasil daerah. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. b. pelaksanaan pencatatan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. i. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). c. penelaahan. norma. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. pajak. penyiapan. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. tugas serta induk. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. g. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. d. retribusi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor.

b. e. pajak. retribusi. lifting dan target penerimaan. terdiri dari: a. pelaksanaan. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. f. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. b. 45 . Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. PNBP dan tarif iuran. g. tenaga kerja asing. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. norma. pelaksanaan. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. tenaga kerja asing. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. harga minyak mentah Indonesia. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. penelaahan. c. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145.

penelaahan. 46 . b. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana penggunaan tenaga kerja asing. penggunaan barang operasi. penyiapan. b. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. pelaksanaan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. penelaahan. rencana impor barang operasi. terdiri dari: a.h. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. j. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta pengaturan tenaga kerja asing. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. dan kerja sama dalam negeri. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. pelaksanaan. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. fasilitasi lembaga tripartit. pemberdayaan produksi dalam negeri. i. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. penyiapan. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. k. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. d. pelaksanaan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. 47 . Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional.c. e. pelaksanaan. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. b. serta kerja sama Pemerintah Daerah. penelaahan. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. g. f. Seksi Multilateral dan Regional. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. b. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. lembaga sertifikasi dan asosiasi.

g. g. pengelolaan WK. b. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). d. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. l. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. e. pelaksanaan pengumuman WK. f. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi.d. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. h. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. j. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. norma. terdiri dari: a. k. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. kriteria pengelolaan WK. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. h. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. b. c. f. d. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. i. f. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. e. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. 48 . Subdirektorat Wilayah Kerja. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif.

Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. f. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. pelaksanaan. d. penelaahan. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. penyiapan rumusan standar. b. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. terdiri dari: a. 49 . serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. c. b. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. terdiri dari: a. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. penilaian. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. kriteria usaha eksplorasi. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi.

penelaahan. e. penyiapan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 50 . pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. i. kriteria. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. j. pelaksanaan. b. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. d. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. b. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. f. penelaahan. norma. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. h. penyiapan rumusan standar. c. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. g. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. b. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. tumpang tindih lahan. penyiapan. penelaahan. 51 . rencana kerja dan anggaran KKS. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. f. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. penyiapan rumusan standar. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. g. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. e. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. b. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. d. norma. penelaahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha eksploitasi.

pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. b.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. penelaahan. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. c. penelaahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. 52 . Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. h. f. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. norma. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. pelaksanaan pembinaan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. d. penyiapan rumusan standar.

hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. perumusan jenis bahan bakar minyak. bahan bakar gas. h. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. 53 . c. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. pelaksanaan. d. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Penyediaan. Light Petroleoum Gas (LPG). perumusan pengaturan Penugasan. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Light Natural Gas (LNG). penelaahan. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. bahan bakar lain. g. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. penelaahan. penyiapan. i. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. e.

LNG. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penyiapan perizinan usaha pengolahan. d. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. 54 . e. penyiapan rumusan standar. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. k. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. b. c. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. j. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. norma. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. f. bahan bakar lain. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. terdiri dari: a. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. h. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. f. l. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. LPG. pengelolaan data. b. bahan bakar gas.j. pengelolaan data. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. g. i. d.

pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. 55 . b. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. d. f. Seksi Pengolahan Minyak Bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Seksi Pengolahan Gas Bumi. g. penelaahan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. e. norma. terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. c. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. penelaahan. pengelolaan data. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penyiapan. j. e. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. 56 . evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. penyiapan rumusan formulasi harga. penelaahan. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. bahan bakar gas dan LPG. terdiri dari: a. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.i. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. kriteria harga bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. c. penelaahan. serta penyiapan penetapan P3JBT. penyiapan.

g. penyiapan rumusan standar. gas bumi. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. g. penyiapan. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. penelaahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha niaga. d. penyiapan. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. b. pelaksanaan. h. b. e. LNG. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. i. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. pengelolaan data.f. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. norma. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. c. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. 57 . penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. LPG. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha niaga. h. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. terdiri dari: a. penelaahan. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas.

Seksi Proses Non Bahan Bakar. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. dan non bahan bakar lainnya. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. LPG. kriteria usaha non bahan bakar. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. e. LNG. b. Seksi Niaga Gas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. d. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. c. f. tugas 58 . evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. b. penyiapan norma. petrokimia. penyiapan. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. Seksi Niaga Minyak Bumi. b. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. penelaahan. pelumas. hasil olahan dan bahan bakar lain. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. biodiesel.

e. profesi personil. h. produk. penyiapan. serta penggunaan tenaga teknik. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). f. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. petrokimia. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. dan non bahan bakar lainnya. lindungan lingkungan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. lindungan lingkungan. c. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. biodiesel. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. biodiesel. kelaikan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. penelaahan. penelaahan. g. dan non bahan bakar lainnya. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. penyiapan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. d. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. petrokimia. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. 59 .

j. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. b. g. d. e. c. h. c. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. d. e. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. 60 . serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. b. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. f.i. f. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi .

Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. dan penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. d. norma.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. f. instalasi. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan standar. b. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kalibrasi alat ukur. 61 . e. K3. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penyiapan. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. c. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. b. instrumentasi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. keselamatan operasi. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

terdiri dari: a. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pengangkutan. dan kalibrasi alat ukur. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. instalasi. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. dan penggunaan tenaga teknik. instrumentasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. keselamatan operasi. b.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. norma. c. penelaahan. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. 62 . pelaksanaan. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. pelaksanaan. penelaahan. K3.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. g. 63 . penelaahan. b. Penyimpanan. serta penjaminan pasca operasi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). pelaksanaan. pengangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penelaahan. penyiapan. Penyimpanan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. pengangkutan. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. pengangkutan. c. pelaksanaan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. penyiapan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan.f. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi.

d. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. f. norma. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan. c. b. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. penyiapan rumusan standar. 64 . penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. pengangkutan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. terdiri dari: a. dan kriteria usaha penunjang. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan. b. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi.

b. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 65 . terdiri dari: a. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. pelaksanaan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.d. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. profesi personil. penelaahan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. g. f. pelaksanaan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. produk.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. b. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. norma. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pedoman. 67 . kriteria. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. c. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. penyusunan standar. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. d.

Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. e. 68 . Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. h. g. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. d. c. i. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. d. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. c. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. dan rumah tangga. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. b. f. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. kearsipan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara.

Bagian Umum dan Kepegawaian. situs. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. e. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. b. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. rapat koordinasi. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. c. 69 . Subbagian Pengelolaan Informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Laporan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. akuntabilitas kinerja. c. c. Bagian Keuangan. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. d. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. e. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. jaringan dan situs informasi. g. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. f. d.

serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. penyiapan. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta pengurusan revisi anggaran. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. c. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. c. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. PBI Direktorat Jenderal. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. b. e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. 70 . serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 237 Bagian Keuangan. b. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Perbendaharaan. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. f.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. satuan kerja. terdiri dari: a.

penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. e. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Informasi Hukum. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. c. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pertimbangan hukum. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. f. 71 . evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. c. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum. pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan informasi.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. laporan pertanggungjawaban keuangan. pelaksanaan. penelaahan. penyelesaian kerugian negara. penyiapan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. b. dokumentasi dan sosialisasi hukum. terdiri dari: a. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. penelaahan. serta kehumasan. pelaksanaan. d. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan.

penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pemberhentian. kebersihan. c. e. pengadaan pegawai. Subbagian Kepegawaian. b. 72 . penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. telepon. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. dan kearsipan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. ekspedisi persuratan dinas. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. d. Subbagian Tata Usaha. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. perlengkapan dan rumah tangga. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. keamanan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. pertamanan dan perparkiran. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. b. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan urusan kesekretariatan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perlengkapan dan rumah tangga. f. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. g. mutasi. dan Implementasi Sipeg. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a.

g. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. rencana pengadaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. b. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. f. c. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. rencana dan program. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. evaluasi kebijakan. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. implementasi Sipeg. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). e. rencana dan program. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. h. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. 73 . serta rencana dan program pembangunan berjangka.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. pelaksanaan.

Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. d. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. 74 . Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. d. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. c. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. c. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. f. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. menengah dan tahunan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan rumusan. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. e. serta rencana strategis dan RUKN. e. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. b. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. g. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. serta program pengembangan jaringan transmisi. b. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

b. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. d. penelaahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. penyiapan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 75 . c. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penelaahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Seksi Investasi Tenaga Listrik. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik.

Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. b. d. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. c. penelaahan. penyiapan bahan rumusan standar. norma. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. b. f. penyiapan. kriteria tenaga listrik sosial. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. 76 . serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. penelaahan. e. penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. penyiapan.

penelaahan. lembaga sertifikasi. 77 . b. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. asosiasi dan lembaga lainnya. b. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. d. Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan rumusan rencana dan program. c. evaluasi pelaksanaan rencana. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyusunan dokumen perjanjian. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. multilateral dan regional.

d. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan. b. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. pengolahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan data. 78 . pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. e. penelaahan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. c. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik.

tarif dasar listrik dan subsidi listrik. d. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. h. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. c. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. 79 . i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. g. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. f. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. e. b. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. b. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. b. e. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. pembinaan. serta perlindungan konsumen. c. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270.

d. penelaahan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. b. pelaksanaan. serta efisiensi dan transparansi usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. b.c. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. serta penetapan wilayah usaha. c.

penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. 81 . dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan rumusan standar. c. norma. Seksi Pengawasan Izin Usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. b. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. e. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. terdiri dari: a. penelaahan. kriteria harga jual tenaga listrik. penyiapan. f. Seksi Pelayanan Izin Usaha. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. pemberian sanksi. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. terdiri dari: a.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. kriteria hubungan komersial. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. f. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. pelaksanaan. b. penyiapan rumusan standar. b. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. penelaahan. penelaahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. d. penelaahan. e. 82 . Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. c. penyiapan. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. norma.

(2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. pelaksanaan. kriteria perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. penyiapan rumusan standar. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. norma. d. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. e. terdiri dari: a. penyiapan. penelaahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. b. penelaahan. c. mempunyai tugas 83 .

kelaikan teknis. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. i. f. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penggunaan tenaga teknik. profesi personil. produk. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. b. g. e.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. 84 . Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. c. kelaikan teknis. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. keselamatan dan K3. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. d. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. h. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. b. f. serta pembinaan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. c. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. lindungan lingkungan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.

Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. e. jenis dan mutu tenaga listrik. serta Rancangan SNI. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. f. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. b. 85 . Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. penelaahan. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.

serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. kalibrasi alat ukur. d. penelaahan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. keselamatan operasi. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan. instrumentasi. penelaahan. penyiapan. penyiapan rumusan standar. c. terdiri dari: a. f. kelaikan peralatan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. b. pelaksanaan. penyiapan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. e. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. 86 . dan K3. norma. g. b.

Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. b. penelaahan. 87 . Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. e. d. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. g. c. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. terdiri dari: a. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik.

Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. 88 . evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. e. b. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. c. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. b. penyiapan. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. d. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan.

(2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. profesi personil.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penelaahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. d. 89 . f. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. norma. e. produk. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. c.

energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. h. Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. f. kriteria pemanfaatan energi. c. energi perdesaan dan konservasi energi. f. serta rencana dan program energi baru terbarukan. b. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. 90 . Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. Subdirektorat Konservasi Energi. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. energi perdesaan dan konservasi energi. c. d.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. d. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. energi alternatif. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. norma. e. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Subdirektorat Bimbingan Teknis. program dan pengaturan pemanfaatan energi. e.

pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penelahaan. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. e. c. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. rencana dan program pengembangan usaha. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria usaha energi baru terbarukan. norma. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. penyiapan rumusan standar. b. e. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. b. penyiapan. penelahaan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. b. 91 . Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. d. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.d. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. terdiri dari: a. Seksi Program Pemanfaatan Energi.

pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. penyiapan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. rencana dan program. terdiri dari: a.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. norma dan kriteria konservasi energi. b. penelahaan. Seksi Program Konservasi Energi. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. Seksi Penerapan Konservasi Energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pelaksanaan. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penyiapan rumusan standar. 92 . d. penyiapan. serta evaluasi atas program konservasi energi. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. c.

pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. rencana dan program. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. d. b. pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. serta pedoman pengembangan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. penelahaan. penyiapan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan rumusan standar.. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. rencana dan program energi perdesaan. Seksi Program Energi Perdesaan. norma. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. e. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. penelahaan. energi perdesaan dan konservasi energi. 93 . Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan. penyiapan rumusan kebijakan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. c. terdiri dari: a. dan kriteria pengembangan energi perdesaan.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan.

Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. 94 . energi perdesaan dan konservasi energi. penelahaan.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. energi perdesaan dan konservasi energi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. c. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. penyiapan. b.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. penyusunan standar. dan prosedur di bidang mineral. pedoman. 96 . dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. d. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. kriteria. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. Batubara. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. (2) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. b. batubara. Batubara dan Panas Bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. norma. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. e. batubara dan panas bumi. batubara dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. Direktorat Jenderal Mineral. dan panas bumi. c.

Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. pengelolaan urusan ketatausahaan. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. kearsipan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. 97 . Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. satuan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. h. b. i. e. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. g. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. terdiri dari: a. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. dan rumah tangga. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. c. e. f. Batubara dan Panas Bumi. d. c. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

Subbagian Laporan. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. c. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. Bagian Rencana dan Laporan. b. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. akuntabilitas kinerja. pelaporan. c. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. e. f. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. Bagian Umum dan Kepegawaian. d. ketatalaksanaan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. 98 . Bagian Hukum dan Perundang-undangan. g. rapat koordinasi. pelaporan. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. jaringan dan situs informasi. d. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.

serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. jaringan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. f. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. b. Subbagian Perbendaharaan. penyiapan. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. e. b. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. 99 . PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 354 Bagian Keuangan. situs. penelaahan. c. penyiapan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. terdiri dari: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. satuan kerja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. d.

serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. d. serta kehumasan. 100 . pelaksanaan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pelayanan konsultasi hukum. b. c. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan Neraca Direktorat Jenderal.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan informasi. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. f. Subbagian Informasi Hukum. pelaksanaan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Pertimbangan Hukum. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. pertimbangan hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. c. e. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. b. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. pemberian telaahan dan bantuan hukum.

penelaahan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. c. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. mutasi. pertamanan dan perparkiran. keamanan. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. panas bumi dan air tanah. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. telepon. serta urusan keprotokolan dan upacara. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. kebersihan. batubara. pelaksanaan. pelaksanaan. pengadaan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. f. penyiapan. dan Implementasi Sipeg. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. e. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. dan kearsipan. ekspedisi persuratan dinas. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian. program legislasi dan regulasi bidang mineral. perlengkapan dan rumah tangga. b. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. 101 . penghargaan dan kesejahteraan pegawai. g. pelaksanaan urusan kesekretariatan.

dan produksi. neraca sumber daya wilayah kerja. b. serta penetapan wilayah kerja. persuratan dinas dan kearsipan. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Tata Usaha. wilayah kerja. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. rencana pengadaan. serta kebijakan pengelolaan air tanah. investasi dan pendanaan. penelaahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. 102 . panas bumi dan air tanah. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. d. Subbagian Kepegawaian. b. cadangan atau potensi. rencana dan program di bidang mineral. batubara. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. terdiri dari: a. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. dan produksi. implementasi Sipeg. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. perumusan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364.

batubara. f. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. d. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. g. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. c. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. e. e. Batubara dan Panas Bumi. rencana dan program di bidang mineral. evaluasi kebijakan. Batubara dan Panas Bumi. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. pencatatan dan perhitungan PNBP. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. panas bumi dan air tanah. f. menengah dan tahunan berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan data. h. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. batubara. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. j. eksplorasi dan operasi produksi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara.e. serta pemantauan perencanaan program di daerah. perumusan perencanaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. d. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. c. i. 103 .

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. batubara. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. d. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. f. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama di bidang mineral. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. 104 . penyiapan. panas bumi dan air tanah.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. penyiapan. h. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. b. terdiri dari: a. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. g. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Seksi Program Mineral dan Batubara. Batubara dan Panas Bumi. c. asosiasi dan lembaga sertifikasi. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. serta pemantauan pelaksanaan investasi. batubara. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penelaahan.

serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. rencana dan program investasi pertambangan mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. b. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. penyiapan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. c. 105 . Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Kontrak Karya (KK). penelaahan. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. (2) Seksi Kerja Sama Mineral. b.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Seksi Kerja Sama Mineral. batubara dan pemanfaatan panas bumi. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. Seksi Pengembangan Investasi Mineral.

Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi.e. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. batubara. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta penyusunan statistik pengusahaan. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. d. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. b. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. norma. kriteria pencadangan wilayah kerja. f. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. panas bumi dan air tanah. 106 . c. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. b. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi.

batubara dan panas bumi. panas bumi dan air tanah. batubara. b. Seksi Informasi Mineral. batubara. panas bumi dan air tanah. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta penetapan wilayah kerja. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. neraca sumber daya. g. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. statistik. pencadangan dan potensi di bidang mineral. pelaksanaan. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. Panas Bumi dan Air Tanah. h. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. f. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. terdiri dari: a. penelaahan. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta pengelolaan informasi bidang mineral. penyiapan penetapan potensi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan air tanah. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. batubara. penelaahan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. cadangan dan wilayah kerja. Batubara. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. 107 . (2) Seksi Informasi Mineral. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral.e. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.

b. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. serta bagi hasil daerah. terdiri dari: a. pelaksanaan pencatatan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. penelaahan. c. penyiapan. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. e. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. d. b. penyiapan. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. Batubara dan Panas Bumi. 108 . penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. pemeriksaan dan pengujian PNBP. Seksi Penerimaan Negara Batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). 113 . pelaksanaan. b. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. g. Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. f. b. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. c. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. d. e.

pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. b. b. e. perumusan pengaturan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. d. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. g. Seksi Hubungan Komersial Batubara. i. f. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. Seksi Hubungan Komersial Mineral.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. c. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. terdiri dari: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pembinaan hubungan komersial panas bumi. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. 114 . serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. pelaksanaan. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. h.

Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. g. penyiapan rumusan standar. d. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. l. f. serta pengelolaan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. e. g. norma. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. e. f. b. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. k. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subbagian Tata Usaha. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. b. terdiri dari: a. c. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. c. d. penyiapan rumusan pengaturan usaha. 115 . Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi.j. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Kelompok Jabatan Fungsional.

Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. 116 . serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi. pelaksanaan fasilitasi. d. Seksi Pengelolaan Air Tanah. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. b. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. c. pelaksanaan. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417.h. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. i. penelaahan.

pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. serta pengendalian air tanah. serta pengendalian air tanah. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. penelaahan. g. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. e. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. c. b. f. 117 . b. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. d. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi.

Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. b. Seksi Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. c. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. serta pengendalian air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan promosi dan layanan informasi. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. e. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. i.h. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. penelaahan. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. b. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. d. 118 . Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah.

Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. e. b. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. f. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. d.g. h. 119 . pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. b. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. penelaahan.

serta ketatausahaan. pelaksanaan. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. c. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta air tanah. Seksi Konservasi Air Tanah. pelaksanaan. 120 . penelaahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. batubara dan panas bumi. b. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penelaahan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.

j. panas bumi dan air tanah. batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Batubara dan Panas Bumi. h. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. batubara. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. lindungan lingkungan. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. profesi personil. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. e. 121 . kelaikan teknis. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi. i. d. f. c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. kelaikan teknis. g.d. lindungan lingkungan. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. batubara dan panas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. dan panas bumi. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. produk. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta penggunaan tenaga teknik. K3. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. e.

dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. f. penyiapan rumusan standar. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya.c. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. pemurnian. produk. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penelaahan. g. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. batubara. penyiapan. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. e. Seksi Standardisasi Mineral. d. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. profesi personil. 122 . penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan Panas Bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. terdiri dari: a. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. dan panas bumi. serta konservasi mineral dan batubara. jenis dan mutu produk. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral.

pelaksanaan. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. penelaahan. penyiapan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. f. b. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. c. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. d. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.b. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penelaahan. 123 . b. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. batubara dan panas bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. serta konservasi mineral dan batubara. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. pelaksanaan. dan konservasi mineral. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batas wilayah kerja.

pelaksanaan. dan panas bumi.c. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. b. i. Batubara. d. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. terdiri dari: a. 124 . Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. g. batubara dan panas bumi. f. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. h. e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya.

dan Panas Bumi. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. c. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. penyiapan. Batubara. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. g. instrumentasi. b. d. batubara. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. b. penyiapan rumusan standar. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. kalibrasi alat ukur. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Seksi Keselamatan Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. dan panas bumi. e. penyimpanan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan. penelaahan. norma. keamanan instalasi. penimbunan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pengangkutan. pelaksanaan. batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. Batubara. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. terdiri dari: a. penelaahan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. K3 dan penggunaan tenaga teknik. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 125 . panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. f. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi.

Batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. dan kriteria usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. penelaahan. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. Seksi Usaha Penunjang Batubara. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 126 . (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. terdiri dari: a. penelaahan. f. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. batubara. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. c. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pelaksanaan. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. d. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 127 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal.Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Inspektorat II. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. terdiri dari: a. b. d. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. Inspektorat III. Inspektorat IV. b. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. pelaksanaan pengawasan kinerja. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. keuangan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan laporan hasil pengawasan. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. Inspektorat I. 128 . c. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen.

e. b. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan urusan tata usaha. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. b. keprotokolan dan rumah tangga. h. pengurusan kepegawaian dan organisasi. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. i. Bagian Hukum dan Kepegawaian. g. keamanan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. perlengkapan. Bagian Rencana dan Laporan. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. j. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. k. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pengelolaan jaringan dan situs informasi. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. kearsipan. e. c. Bagian Umum dan Keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. 129 . d. terdiri dari: a. f. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan.

i. g. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. b. situs. penyajian informasi. ketatalaksanaan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. rapat koordinasi. jaringan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. 130 . (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. satuan kerja. pelaporan. penyiapan. e. jaringan dan situs informasi. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. d. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. program kerja. terdiri dari: a. ketatalaksanaan. dan rencana kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. h. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. f. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. b. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. pelaporan. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. serta evaluasi atas pengelolaan sistem.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.

Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. c. b. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. d. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. penyiapan. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. pelaksanaan analisis.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. Batubara dan Panas Bumi. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. b. Inspektorat Jenderal. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Badan Geologi. pengolahan. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. analisis hasil pengawasan. penelaahan. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. terdiri dari: a. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. 131 .

Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. masyarakat dan yustisia. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. pelaksanaan. penyiapan. dokumentasi hukum. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. penelaahan. perpustakaan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. e. dokumentasi dan tata naskah. penelaahan. dan implementasi Sipeg. serta pemberian pertimbangan hukum. Subbagian Hukum. c. penyuluhan. serta pemberian pertimbangan hukum. bantuan hukum. 132 . dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. penyiapan. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. d. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. Subbagian Kepegawaian. terdiri dari: a. b. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. penyiapan koordinasi urusan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pertimbangan hukum.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.

h. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. g. e. pelaksanaan. rumah tangga dan kehumasan. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. perlengkapan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. f. pelayanan kesekretariatan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. dan implementasi Sipeg. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. i. Subbagian Rumah Tangga. pelaksanaan keamanan. k. dokumentasi dan tata naskah. b. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. 133 . perbendaharaan. persuratan dinas. j. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. pengurusan penganggaran. serta pengurusan administrasi keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. c. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. d. b. perlengkapan. dan kearsipan. kebersihan. penelaahan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. rumah tangga dan kehumasan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. perbendaharaan. keprotokolan dan kehumasan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. terdiri dari: a.

b. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. c.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. 134 . perlengkapan dan pengadaan. pemeriksaan. perumusan laporan hasil pengawasan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. persuratan dinas. serta evaluasi atas urusan keamanan. dan administrasi keuangan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). kebersihan. penelaahan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. keprotokolan dan kehumasan. kearsipan. perencanaan kebutuhan. e. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 139 . Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

(2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. h. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. d. b. Pusat Survei Geologi. e. e. penelitian dan pelayanan. 140 . Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pusat Sumber Daya Geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. terdiri dari: a. c. perumusan kebijakan di bidang geologi. dan geologi lingkungan. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. Sekretariat Badan Geologi. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. f. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. pelayanan survei geologi. b. g. c.

pelaporan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. d. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. i. terdiri dari: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. g. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. Bagian Kepegawaian. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. 141 . serta perencanaan kerja. Bagian Umum. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. d. Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. serta pelaksanaan bantuan hukum. h. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. b. e. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. kearsipan. j. koordinasi pelayanan administratif Badan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. e. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. b. informasi hukum. f. akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. Bagian Keuangan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan.

Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. ketatalaksanaan. f. situs. akuntabilitas kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. 142 . serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. penyajian informasi. c. satuan kerja. penyiapan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. terdiri dari: a. jaringan. pelaporan. penyiapan. c. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. e. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Laporan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. b. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. jaringan dan situs informasi. penelaahan. penelaahan.

penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. kesejahteraan. pengurusan perencanaan. pemberhentian. pengembangan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas perencanaan. pengadaan. pemberhentian. penelaahan. c. pelaksanaan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. d. Subbagian Administrasi Kepegawaian. c. kesejahteraan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. kepangkatan. penelaahan. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. serta evaluasi atas mutasi. b. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. 143 . Subbagian Pengembangan Pegawai. pengembangan. pelaksanaan. penyiapan. dan analisis jabatan. penggajian. pengangkatan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penyiapan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. serta implementasi Sipeg. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penggajian. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. serta implementasi Sipeg Badan. e. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. penelaahan. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. kepangkatan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

d. perlengkapan. dan rumah tangga. 144 . (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. c. kearsipan. terdiri dari: a. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penelaahan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. penelaahan. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. Pasal 517 Bagian Keuangan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyelesaian kerugian negara. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. e. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. Subbagian Perbendaharaan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. PBI Badan. dan revisi anggaran Badan. Subbagian Akuntansi.

serta informasi hukum dan kehumasan Badan. kearsipan. c. informasi dan dokumentasi hukum.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. dan rumah tangga. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. penelaahan. pelayanan kesekretariatan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. bantuan hukum. dan kearsipan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pengadaan. Subbagian Tata Usaha. e. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan koordinasi ketatausahaan. kebersihan dan keamanan Badan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. f. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas. kesekretariatan. terdiri dari: a. rencana kebutuhan dan pengadaan. d. penyiapan. Subbagian Hukum. pelaksanaaan bantuan hukum. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. kehumasan. serta pengurusan perlengkapan. Pasal 521 Bagian Umum. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. c. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perpustakaan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. b. persuratan dinas dan kearsipan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. perlengkapan. distribusi penggunaan. b. 145 . serta keprotokolan dan upacara Badan. perlengkapan dan rumah tangga Badan.

f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. b. penyelidikan. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. bitumen padat. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. c. e. serta pemetaan tematik potensi. g. i. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. rumah tangga. administrasi keuangan. perumusan rencana dan program. gambut. pengelolaan ketatausahaan. e. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyusunan neraca sumber daya geologi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian. Bidang Program dan Kerja Sama. keuangan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. j. rekayasa teknologi. Bidang Sarana Teknik. dan kepegawaian Pusat. d. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. 146 . batubara. b. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. penyelidikan. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. h. mineral. dan panas bumi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. Bidang Informasi. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. c. keuangan. b. kebersihan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. pengangkatan. b. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. b. pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. 147 . pengurusan perencanaan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. c. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. d. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530.

pelaksanaan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. f. b. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. terdiri dari: a. penelaahan. b. 148 . pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. c. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. d. Subbidang Laboratorium. e. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534.d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta rencana strategis berbasis kinerja. e.

Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. dokumentasi dan publikasi. b. penganggaran. 149 . Pasal 540 Bidang Informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penelaahan. b. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan sosialisasi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta pemutakhiran basis data. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. serta pengelolaan perpustakaan. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. Subbidang Program. b. jaringan dan situs informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. d. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Kerja Sama.

dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan ketatausahaan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. serta sesar aktif. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. pelaksanaan.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi. gempa bumi. sosialisasi. penyelidikan. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. dan kepegawaian Pusat. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. tsunami. f. penelaahan. dan gerakan tanah. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. pemodelan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. dan rekayasa teknologi. c. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. j. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. rumah tangga. operasi perangkat lunak. tsunami. pelaksanaan. gempa bumi. serta rancang bangun. d. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. administrasi keuangan. g. 150 . serta pos pengamatan gunung api. sistem. b. dan gerakan tanah h. penelaahan. perpustakaan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api.

dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. terdiri dari: a. b. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. c. penyelidikan. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengurusan. b. pelaksanaan pengelolaan sarana. e. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. serta perpustakaan. pemelaahan. kearsipan. evaluasi pelaksanaan penelitian. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pengembangan. d. l. pengangkatan. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. 151 .k. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. keamanan. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. keuangan. c. e. pengurusan perencanaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Umum dan Kepegawaian.

peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. 152 . serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. serta penetapan status dan peringatan dini. administrasi keuangan. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. terdiri dari: a. pelaksanaan. penetapan status. d. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. b. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. c. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. pengurusan. pemelaahan. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. penelaahan. serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. geokimia dan deformasi. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. b.

penelaahan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan. b. pelaksanaan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. penelaahan. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. terdiri dari: a. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. b. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. gerakan tanah dan tsunami.

d. serta pelaksanaan atas perencanaan program. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. serta pelaksanaan atas perencanaan program. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. penelaahan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penyelidikan. gerakan tanah dan tsunami. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyiapan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. c. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. e. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. terdiri dari: a. penyiapan.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. b. 154 .

i. penyelidikan. rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. administrasi keuangan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. f. h. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Sarana Teknik. pengangkatan. geologi teknik dan air tanah. k. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan pengelolaan tata ruang. Bidang Program dan Kerja Sama. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. pengurusan perencanaan. Bidang Informasi. b. geologi teknik dan air tanah. terdiri dari: a. pengembangan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. keuangan. b. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. pengelolaan ketatausahaan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. e. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. j. c. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. g. d. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. Kelompok Jabatan Fungsional. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rekayasa teknologi.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. 155 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. Bagian Tata Usaha. d. dan kepegawaian Pusat. b.

keuangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. d. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Subbagian Umum dan Kepegawaian. d. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. e. keamanan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568.c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. kebersihan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. c. f. b. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. 156 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. penyiapan sarana dan prasarana kerja. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.

Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. 157 . serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Program. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. pelaksanaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Subbidang Kerja Sama. e. b. penyusunan akuntabilitas kinerja. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. d. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Laboratorium. terdiri dari: a. penelaahan. penelaahan. terdiri dari: a.

(2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 578 Bidang Informasi. c. pelakanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan sosialisasi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. d. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. jaringan dan situs informasi. penganggaran. b. serta pemutakhiran basis data. penelaahan. terdiri dari: a. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. dokumentasi dan publikasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. b. pengelolaan. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 158 . serta pengelolaan perpustakaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik.

rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. geokimia. d. rumah tangga. f. l. dan kepegawaian Pusat. sosialisasi. pemetaan. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. inventarisasi hasil survei. pelaksanaan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. operasi perangkat lunak. c. penelaahan. administrasi keuangan. m. pemetaan dan penelitian geologi. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. penyelidikan dan survei di bidang geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. penelitian dan penyelidikan geologi. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. i. pengelolaan ketatausahaan. geofisika. evaluasi pelaksanaan penelitian. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. geomorfologi. rekayasa teknologi. j. e. perpustakaan. h. sistem. pemetaan geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pelayanan jasa survei. penelaahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. dokumentasi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. tektonik. 159 . g. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. k.

c. Bidang Program dan Kerja Sama. keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. c. Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. b. 160 . Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. kebersihan. keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. pengembangan. Bidang Sarana Teknik. pengangkatan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. pengurusan perencanaan. e. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Informasi. b. d. serta akuntansi. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. c. penelaahan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. 161 . terdiri dari: a. f. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbidang Laboratorium. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. b. pelaksanaan. Subbidang Sarana Penyelidikan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. e. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

(2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. terdiri dari: a. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyusunan akuntabilitas kinerja. b. e. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. penyiapan. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. penelaahan. Subbidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. Subbidang Kerja Sama.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. d. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. pengelolaan. penganggaran. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. 162 . serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama pelayanan jasa. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591.

Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. operasi perangkat lunak. serta pengelolaan perpustakaan. 163 . pelaksanaan. penelaahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. sosialisasi.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. terdiri dari: a. serta pemutakhiran basis data. dokumentasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. c. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dokumentasi dan publikasi. d. perpustakaan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. Pasal 597 Bidang Informasi. pelaksanaan sosialisasi. jaringan dan situs informasi. pelaksanaan. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. b. sistem. serta operasi perangkat lunak informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelakanaan pengelolaan sistem.

serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 164 . Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. Perekayasa.

f. d. panas bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. c. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. 165 . g. e.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. mineral batubara. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. h. f. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. d. informasi hukum. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. serta perencanaan kerja. d. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. dan rumah tangga. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. terdiri dari: a. serta pelaksanaan bantuan hukum. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. g. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pengelolaan urusan ketatausahaan. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. kearsipan. 166 . e. koordinasi pelayanan administratif Badan. c. b. penganggaran dan kegiatan satuan kerja.

c. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. Subbagian Pengelolaan Informasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. Subbagian Laporan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. d. ketatalaksanaan. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. Bagian Umum. terdiri dari: a. g. j. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan. b. ketatalaksanaan. pengelolaan sistem. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. b. e.i. terdiri dari: a. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. b. d. f. akuntabilitas kinerja. pelaporan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Keuangan. c. c. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. 167 . evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran.

penelaahan. b. Subbagian Pengembangan Pegawai. d. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengembangan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. pengadaan. penyiapan. c. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penggajian. penelaahan. penyajian informasi. b. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan analisis jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. kesejahteraan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pemberhentian. penyiapan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. serta implementasi Sipeg. kepangkatan. 168 . serta pengembangan organisasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. satuan kerja. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. jaringan. penelaahan. e. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta penyempurnaan organisasi Badan. c. pengurusan perencanaan.

e. kepangkatan pemberhentian. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kesejahteraan. f. b. Subbagian Perbendaharaan. pengembangan. serta evaluasi atas perencanaan. pengangkatan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan. c. penggajian.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. c. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Subbagian Akuntansi. PBI Badan. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan. Subbagian Kekayaan Negara. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta implementasi Sipeg Badan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. Pasal 618 Bagian Keuangan. serta evaluasi atas mutasi. 169 . serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. d. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. penyiapan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta pengurusan revisi anggaran. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.

Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. perhitungan pelaksanaan anggaran. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. penelaahan. e. pengadaan. pelaksanaan. kearsipan. perlengkapan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. b. dan rumah tangga.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. kearsipan. persuratan dinas. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan. perpustakaan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaaan bantuan hukum. Neraca. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. Pasal 622 Bagian Umum. penelaahan. serta pengurusan perlengkapan. d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. distribusi penggunaan. b. f. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. informasi dan dokumentasi hukum. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penyelesaian kerugian negara. terdiri dari: a. Subbagian Hukum. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. perlengkapan dan rumah tangga Badan. pelayanan kesekretariatan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. dan kearsipan. Subbagian Tata Usaha. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. dan pemeliharaan barang inventaris. kehumasan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. 170 . serta pengelolaan jaringan listrik telepon. dan rumah tangga. penelaahan. perlengkapan.

distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pelaksanaan. serta keprotokolan dan upacara Badan. f. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. bantuan hukum. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. b. e. g. 171 . Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. kesekretariatan. c. rencana kebutuhan dan pengadaan. kebersihan dan keamanan Badan. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

keuangan. dan kepegawaian Pusat. pengelolaan ketatausahaan. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. rumah tangga. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan anggaran. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor.h. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. keuangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. b. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. Bagian Tata Usaha. e. terdiri dari: a. pengembangan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. administrasi keuangan. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. d. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan perencanaan. c. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. Kelompok Fungsional. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. Bidang Program. i. Bidang Afiliasi. 172 .

e. pemeliharaan sarana kerja. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. b. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan operasi penggunaan. dan kebersihan Pusat. Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. penyediaan bahan baku. d. serta pengadaan. Subbidang Pengembangan Sarana. terdiri dari: a. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. keamanan. 173 . Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. c. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran.

(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. 174 . b. penyiapan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. b. Pasal 637 Bidang Program. c. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaksanaan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Penyiapan Rencana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penelaahan. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi.

pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. e. b. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. d. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 641 Bidang Afiliasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. b. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. c. 175 . Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. terdiri dari: a. penelaahan.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. g. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. administrasi keuangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. i. b. e.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. jaringan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan kepegawaian Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. 176 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. c. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. pengelolaan ketatausahaan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. situs dan penyebarluasan informasi.

d. serta pengadaan. b. dan kebersihan Pusat. c. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan pengelolaan anggaran. c. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. 177 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. persuratan dinas dan kearsipan. keselamatan kerja dan keprotokolan. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. terdiri dari: a. pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bidang Program. keamanan. e. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. kebersihan. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. pemeliharaan sarana kerja. serta pelaksanaan keamanan. keuangan. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. b. pengangkatan. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Afiliasi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. b. d.

c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. e. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengembangan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. b. penelaahan.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. 178 . pelaksanaan operasi penggunaan. penyiapan. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. terdiri dari: a. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.

Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. evaluasi. Subbidang Penyiapan Rencana. 179 . rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penelaahan. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbidang Analisis dan Evaluasi. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 656 Bidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. terdiri dari: a. penyiapan.

e. pelaksanaan. 180 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. terdiri dari: a. jaringan. penelaahan. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. b. pelayanan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. Pasal 660 Bidang Afiliasi. d. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan. penelaahan. b.

pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. b. i. rumah tangga.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. g. Kelompok Fungsional. b. h. Bidang Program. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Afiliasi. pengelolaan ketatausahaan. c. e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. d. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. administrasi keuangan. f. Bagian Tata Usaha. 181 . penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi.

Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. kebersihan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. serta dokumentasi tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. pengangkatan. keselamatan kerja dan keprotokolan. dan kebersihan Pusat. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. b. c. keamanan. 182 . keuangan. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta pengadaan. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. e. serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pemeliharaan sarana kerja.

sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. d. penyediaan bahan baku. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. c. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. e. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan operasi penggunaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Sarana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penyiapan. b. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyediaan bahan baku. pelaksanaan. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. 183 . terdiri dari: a.

b.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. evaluasi. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. c. terdiri dari: a. 184 . penyiapan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Penyiapan Rencana. Pasal 675 Bidang Program. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. penelaahan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Pasal 679 Bidang Afiliasi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. pelaksanaan. jaringan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. terdiri dari: a. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penelaahan. pelayanan jasa teknologi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. c. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. 185 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. d. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. e. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. 186 . Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. c. perumusan pedoman dan prosedur kerja. i. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. f. dan kepegawaian Pusat. g. b. h. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. dan geofisika kelautan. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Bagian Tata Usaha. e. administrasi keuangan. e. Kelompok Fungsional. c. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Afiliasi. d. Bidang Program. rumah tangga. geokimia. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. j. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keuangan.

d. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. kebersihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Subbagian Umum dan Kepegawaian. serta dokumentasi tata naskah pegawai. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. e. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. c. 187 . b. perbendaharaan dan akuntansi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keamanan. perencanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pengangkatan. pengembangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. terdiri dari: a. serta pelaksanaan keamanan. keselamatan kerja dan keprotokolan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. persuratan dinas dan kearsipan. serta pengadaan. b. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. dan kebersihan Pusat. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. perbendaharaan dan akuntansi. pemeliharaan sarana kerja. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. keuangan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. pelaksanaan pengelolaan anggaran.

pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. b. pelaksanaan operasi penggunaan. 188 . pengelolaan. b. e. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.c. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. penyediaan bahan baku. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Subbidang Pengembangan Sarana. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. pengelolaan.

Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. penyiapan. 189 . pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta analisis. c. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. d. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. Pasal 694 Bidang Program. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Subbidang Penyiapan Rencana. b. penelaahan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. penyiapan.c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

(2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. penelaahan. jaringan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 698 Bidang Afiliasi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. Subbidang Informasi dan Publikasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. 190 . (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem.d. e. situs dan penyebarluasan informasi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. jaringan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 191 . Teknisi Litkayasa. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa. Penyelidik Bumi.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

g. perumusan kebijakan penyelenggaraan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. c. f. 192 . penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. e. b. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. batubara. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. geologi. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana dan program pendidikan dan pelatihan. h.

e. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. g. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. c. h. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d. f. c. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. i. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. d. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. satuan kerja. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. pembinaan kerja sama. koordinasi pelayanan administratif Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. b. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a.

pelaksanaan pengelolaan kerja sama. Pasal 708 Sekretariat Badan. ketatalaksanaan. serta perencanaan kerja. f. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan.j. d. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Bagian Keuangan. c. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. dan rumah tangga. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. k. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. akuntabilitas kinerja. e. Bagian Rencana dan Laporan. l. ketatalaksanaan. Bagian Kepegawaian. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. 194 . Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. kearsipan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. d. h. g. penganggaran. pelaporan. terdiri dari: a. Bagian Umum. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. pelaporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan.

penyiapan. Subbagian Kerja Sama. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. pelaksanaan. dan sistem. penyiapan. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. penggajian.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. prosedur kerja. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. kepangkatan. pelaksanaan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dan analisis jabatan. serta evaluasi atas laporan berkala. pengembangan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelaahan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. pengurusan perencanaan. pengadaan. b. penganggaran. c. akuntabilitas kinerja. serta implementasi Sipeg. penelaahan. jaringan dan situs informasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. perencanaan kerja. e. serta pengembangan organisasi Badan. c. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. b. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. kesejahteraan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penelaahan. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai. 195 . penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a.. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. produk kilang. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Utilitas. 200 . pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. pelaksanaan. Subbidang Kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. terdiri dari: a. d. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. c. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. pelayanan jasa. kontrol kualitas. penyiapan.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian.

dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. b. penyediaan dan pemanfaatan. 201 . (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pengembangan dan pemanfaatan. d. b. Subbidang Bengkel. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelayanan jasa. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c. pelaksanaan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

c. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta kepustakaan. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan. norma. norma. pelaksanaan. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. b.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan kepustakaan. pedoman. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. 202 . pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. kriteria dan prosedur. g. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. penelaahan. b. pedoman. standar. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d. e. Subbidang Penyiapan Pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a.

e. Bagian Tata Usaha. i. b. c. perlengkapan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. norma. h. d. Bidang Sarana Teknis. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. d. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pemberian pelayanan jasa. kriteria pendidikan dan pelatihan. prosedur. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. g. kearsipan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. e. f. pedoman. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. c. 203 . b. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. Batubara. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.

pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. d.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. kearsipan. terdiri dari: a. akuntansi. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. 204 . b. kehumasan dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta hukum. perlengkapan. c. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. perbendaharaan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. organisasi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. ketatalaksanaan dan umum Pusat. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengembangan Sarana. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. Subbidang Pengoperasian Sarana. penelaahan. d. penyiapan rumusan standar. b. rencana pengembangan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. penggunaan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemeliharaan. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. terdiri dari: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. 205 . norma. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara.c. pelaksanaan.

serta evaluasi pelaksanaan atas standar. pelaksanaan. 206 . f. b. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. Subbidang Program dan Kerja Sama. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. e. dan prosedur. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. c.d. penyiapan. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pedoman. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama dan sistem. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. norma. kriteria. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. e. terdiri dari: a. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. pedoman. b. norma. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. terdiri dari: a. kriteria dan prosedur. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. c. penyusunan standar. 207 . e. b. f. norma. pelaksanaan. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. norma. pedoman.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. b. norma. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penelaahan. kriteria dan prosedur. pemberian pelayanan jasa. prosedur. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pedoman. penyusunan standar. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penyelenggaraan. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. kriteria pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. penyiapan penyelenggaraan. d. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

g. kehumasan dan keprotokolan. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. e. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. terdiri dari: a. kearsipan. d. Subbagian Kepegawaian dan Umum. akuntansi. Bagian Tata Usaha. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. d. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. c. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. c. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perlengkapan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. 208 . perbendaharaan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. b.

(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. e. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. norma. 209 . Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penelaahan. dan sistem. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Subbidang Perencanaan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. jaringan dan situs informasi. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kerja sama. terdiri dari: a. pedoman. b. akuntabilitas kinerja.

Subbidang Pelatihan. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. serta evaluasi atas pengelolaan standar. norma. kerja sama. kriteria dan prosedur. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. d. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kerja sama. penyiapan. e. 210 . c. promosi. b. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. terdiri dari: a. penelaahan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. penelaahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan.

Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. Bidang Pelatihan dan Sarana. e.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. d. h. g. pemberian pelayanan jasa. Bagian Tata Usaha. penelaahan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pengelolaan ketatausahaan. prosedur. pelaksanaan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pedoman. 211 . d. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi.

Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. akuntansi. 212 . kearsipan. b. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kehumasan dan keprotokolan. e. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dokumentasi dan tata naskah. perbendaharaan. perlengkapan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. d. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. kearsipan. c. hukum. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan. terdiri dari: a.

Subbidang Perencanaan. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. c. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. b. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas standar. b. pelaksanaan. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. e. kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. norma. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. pedoman. norma dan kriteria. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. 213 . pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. penyiapan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan.

d. e. pelaksanaan kerja sama. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. pelaksanaan. 214 . terdiri dari: a. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. kerja sama. Subbidang Pelatihan. b. promosi. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. b. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Sarana dan Prasarana. c. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 .

yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. c. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. Direktorat Jenderal. e. d. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. 216 . b. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. terdiri dari: a. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Inspektorat Jenderal dan Badan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan.

evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. c. g. j. f.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. serta neraca energi dan sumber daya mineral. d. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. b. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. h. e. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. k. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. 217 . koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. i. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi.

b. Subbagian Tata Usaha Bakoren. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Kelompok Jabatan Fungsional. d. dukungan operasi kerja. pelaksanaan urusan tata usaha. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. serta kearsipan Bakoren. Subbagian Tata Usaha Pusat. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. dan persuratan dinas. Bagian Tata Usaha. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. e. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. b. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. d. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan tata persuratan. serta kearsipan Pusat. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. rumah tangga. c. terdiri dari: a. 218 . c. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bidang Kajian Strategis. b. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. i. h. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. 219 . penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. c. b. d. l. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyiapan norma. k. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. f. b. j. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. g.

ketenagalistrikan. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. e. penelaahan. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyusunan rumusan norma. penyiapan. penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penelaahan. pelayanan data dan informasi. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. pelaksanaan. c. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. b. terdiri dari: a. d. batubara dan panas bumi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 220 . penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. f. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. pelaksanaan. penelahaan. d. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bitumen padat. penelahaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. b. c. b. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. air tanah dan kegeologian. Subbidang Kajian Strategis Energi. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. e. pelaksanaan. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. pelaksanaan kajian kebijakan strategis. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. 221 . penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gambut. terdiri dari: a.

Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. 222 . serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing.

regulasi ekonomi dan keteknikan. yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. dan akuntabilitas kinerja Departemen. peraturan perundang-undangan. penganggaran. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. standardisasi teknis. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. dengan lingkup meliputi personil. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. dan keselamatan umum. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). dokumentasi. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. perencanaan kerja. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. peralatan. organisasi.a kepada pejabat eselon I. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. 223 . (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen.

(2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal.a. Kepala Pusat. (5) Kepala Subbagian. Inspektur. Direktur Jenderal. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. Direktur. Sekretaris Direktorat Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.b. Inspektur Jenderal.a. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (3) Kepala Biro. 224 . (4) Kepala Bagian. Direktur Jenderal.

(3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 225 . Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.d. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. X. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. 226 . susunan organisasi.a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. c. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. maka: a. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful