MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

b. terdiri dari: a. Biro Keuangan. Biro Kepegawaian dan Organisasi. dan lembaga lain yang terkait. d.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. c. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. koordinasi kegiatan Departemen. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Biro Umum. 5 . b. c. Kementerian Negara. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. d. e. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Departemen lain. Lembaga Pemerintah Non Departemen.

Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9. rencana anggaran. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). b. terdiri dari: a. e. l. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. i. serta pengelolaan kerja sama Departemen. evaluasi kebijakan pembangunan. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. k. Bagian Analisis dan Evaluasi. rencana dan program kerja dan anggaran. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. sosialisasi kebijakan pembangunan. f. c. rencana pembangunan jangka panjang. serta perumusan akuntabilitas kinerja. dan rencana anggaran. rencana dan program kerja. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. e. j. perumusan kebijakan pembangunan. 6 . h. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan. b. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. menengah dan tahunan. rencana kerja dan anggaran. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. g. serta pengelolaan kerja sama Departemen. Bagian Perencanaan Anggaran. d. d. Bagian Kerja Sama. c. serta kerja sama. serta rencana strategis. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. penyusunan harga satuan.

f. b. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. c. Inspektorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. standar dan kriteria rencana kerja. penyiapan rumusan norma. penyusunan rumusan RK-KL. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. penelaahan. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. terdiri dari: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. penelaahan. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. dan Badan Geologi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. b. c. d. penelaahan. 7 . Menengah dan Tahunan Departemen. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. dan urusan tata usaha Biro. Subbagian Perencanaan Penunjang. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. penelaahan. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). e. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. dan 8 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. penyiapan rumusan satuan harga pokok. b. penyiapan rumusan standar. Subbagian Penganggaran Penunjang. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. d. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penelaahan. c. dan Badan Geologi. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. c. terdiri dari: a.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. b. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. f. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. kriteria perencanaan anggaran. penyiapan. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. norma. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan.

penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. h. tahunan dan rencana strategis. menengah. c. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. penyiapan bahan sidang. b. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria akuntabilitas kinerja. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. b. terdiri dari: a. RKA-KL. Inspektorat Jenderal.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. c. penyiapan rumusan standar. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. g. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. penelaahan. f. norma. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. d. rencana pembangunan jangka panjang. 9 . dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. e. serta evaluasi pengembangan rencana kerja.

f. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. e. Inspektorat Jenderal. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. d. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. Batubara. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Panas Bumi. norma. serta kerja sama asosiasi. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. penelaahan.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penyiapan. c. serta pengelolaan kerja sama Departemen. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. b. 10 . rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. dan Badan Geologi. kriteria kerja sama. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. h. g. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. penyiapan. penyiapan rumusan standar.

penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. b. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. penempatan dan pengembangan pegawai. penelaahan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). kepangkatan. pengembangan organisasi dan tata laksana. 11 . dan penilaian kinerja pegawai. perencanaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. dan kesejahteraan pegawai. serta penyiapan penetapan pemberhentian. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. jabatan struktural dan fungsional. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. disiplin. Subbagian Kerja Sama Bilateral. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. pembinaan mutasi. penelaahan. terdiri dari: a. pengadaan. b. e. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. penelaahan. pemensiunan. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c.

serta standardisasi kompetensi jabatan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. pola dan pengembangan karir pegawai. g.f. serta administrasi penugasan ke luar negeri. e. b. h. d. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. e. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pengadaan. evaluasi pembinaan kepegawaian. 12 . pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. b. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. c. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. k. d. serta kartu PNS. terdiri dari: a. penyusunan rencana formasi. Bagian Organisasi dan Tata Laksana. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. c. norma. j. f. Pegawai Negeri Sipil (PNS). Bagian Mutasi Pegawai. pengelolaan sistem informasi pegawai. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. penyiapan rumusan rencana. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. g. penyiapan rumusan standar. i.

penyiapan. kepangkatan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. penyiapan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dan penugasan pegawai ke luar negeri. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. i. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. pemindahan. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Subbagian Pengembangan Karir. kompetensi pegawai. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. 13 . penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. b. pengelolaan administrasi tugas belajar. penelaahan. pemberhentian dan disiplin. bimbingan teknis.h. penyiapan. terdiri dari: a. c. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. urusan tugas belajar dan izin belajar. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Kartu PNS Departemen. serta kesejahteraan pegawai Departemen.

Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. penelaahan. h. pemindahan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. dan Bapertarum. dipekerjakan. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. penyiapan standar. ujian dinas dan Ujian KPPI. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. pengangkatan kembali. j. pelaksanaan disiplin pegawai. penarikan kembali. terdiri dari: a. c. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kepangkatan. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. c. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. kepangkatan. cuti. dipekerjakan. pemberhentian. e. pemberhentian. serta kesejahteraan pegawai. kriteria mutasi pegawai. f. d. Kartu Suami. pembebasan sementara. pemindahan. i. b. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. pelaksanaan kesejahteraan. kepangkatan. pelaksanaan pemindahan pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. b. dan penarikan kembali pegawai. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian dan disiplin. Askes. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. norma.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. perbantuan. dan penilaian prestasi pegawai. serta Kartu Istri. dan penilaian angka kredit. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. pemindahan. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. g. Taspen. perbantuan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. pelaksanaan. 14 . k.

penyusunan laporan kekuatan pegawai. jabatan. f. pemindahan. Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. dan administrasi lembaga tripartit. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. pelaksanaan. c. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. disiplin. pemberhentian dan pemensiunan. penyiapan.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. Askes. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. i. pengadaan pegawai. Daftar Urut Kepangkatan. 15 . e. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pemberhentian. d. Kartu Suami. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. pendidikan dan pelatihan pegawai. b. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Taspen. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. Kartu Istri. dan daftar riwayat hidup pegawai. Bapertarum pegawai Departemen. pelayanan kesehatan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. penghargaan. penilaian angka kredit. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. g. penghargaan. penelaahan. kepangkatan. penggajian. h.

Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. pengadaan pegawai. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pemberhentian. penelaahan. e. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. penelaahan. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. norma. klasifikasi dan peta jabatan. penggajian. terdiri dari: a. kepangkatan. pelaksanaan. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. c. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. c. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. d. 16 . b. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan. pelaksanaan. pelaksanaan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan rumusan standar. b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. kriteria pengembangan organisasi. penghargaan. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pendidikan dan pelatihan pegawai. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. serta evaluasi. penelaahan. jabatan. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen.

pola hubungan kerja.f. perbendaharaan. standardisasi kompetensi jabatan. analisis beban kerja. pengembangan. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. Subbagian Kelembagaan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. dan pelaksanaan bimbingan teknis. pengembangan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. administrasi keuangan. Subbagian Tata Laksana. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. evaluasi dan klasifikasi jabatan. c. 17 . penelaahan. terdiri dari: a. h. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. peta jabatan. g. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. penelaahan. b. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan.

akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. d. e. c. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. f. terdiri dari: a. administrasi keuangan. g. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. dan implementasi sistem akuntansi.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47. l. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. Bagian Pendapatan dan Belanja. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. Bagian Perbendaharaan. j. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. b. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. serta bimbingan teknis perbendaharaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta pembinaan perbendaharaan. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyelesaian kerugian negara. i. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pembinaan inventarisasi. laporan realisasi anggaran. 18 . serta pelaksanaan akuntansi. d. h. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. Bagian Kekayaan Negara. perbendaharaan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Akuntansi. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. serta Neraca Departemen. b. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. k. e. serta nota keuangan. Pasal 49 Biro Keuangan. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. kekayaan negara dan akuntansi.

k. e. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. penelaahan. 19 . kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. pelaksanaan. dan urusan tata usaha Biro. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. penyusunan rumusan standar. c. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. Subbagian Anggaran Pendapatan. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. Subbagian Anggaran Belanja. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. penyiapan target. penyiapan. g. b. i. penelaahan. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. evaluasi tarif dan revisi PNBP. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. d.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. h. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. norma. penelaahan. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. j. c. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

b. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Batubara dan Panas Bumi. Badan Geologi. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. norma. e. penyiapan rumusan standar. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. d. c. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. penelaahan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. g. c. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. b. serta pembagian iuran sumber daya alam. pelaksanaan. dan pengelolaan SPM. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat Jenderal. 20 . f. terdiri dari: a. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. b. kriteria pengelolaan kekayaan negara. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. ganti rugi. pelaksanaan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tuntutan perbendaharaan. d. f. penelaahan. b. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. g. pelaksanaan. dan bidang minyak dan gas bumi. 21 . pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan standar. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. e. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. c. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. terdiri dari: a.

Inspektorat Jenderal. kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. rekonsiliasi. b. b. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. pelaksanaan verifikasi. implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). e. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 64 Bagian Akuntansi. 22 . terdiri dari: a. c. Subbagian Penyiapan Neraca. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. norma.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. g. penyiapan rumusan standar. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. d. penelaahan. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. pelaksanaan. pelaksanaan. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Badan Geologi. Batubara dan Panas Bumi. f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. c. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT).

bantuan hukum. dan implementasi SAI Departemen. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. g. rekonsialiasi. serta kehumasan. verifikasi anggaran. bantuan hukum dan kehumasan. penelaahan. serta evaluasi atas pembukuan aset. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. b. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. pelaksanaan. f.Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta program legislasi dan regulasi. dan implementasi SAAT Departemen. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. d. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan dokumentasi. pelaksanaan. h. 23 . c. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. dan bantuan hukum. penelaahan. dan penyelesaian kasus hukum. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). e. kewajiban. serta hubungan masyarakat Departemen. dan bantuan hukum. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen. Neraca. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. pelaksanaan. konsolidasi. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. equitas dana. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pelaksanaan kehumasan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum.

e. Bagian Penelaahan Hukum. dan bantuan hukum. 24 . c. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. Bagian Bantuan Hukum. terdiri dari: a. b. penelaahan. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. serta program legislasi dan regulasi Departemen. c. d. e. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan.i. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. c. Bagian Hubungan Masyarakat. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. terdiri dari: a. j. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. b. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. d. evaluasi peraturan perundang-undangan.

(3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. kriteria kontrak atau perjanjian. penelaahan. 25 . penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. e. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan. b. penyiapan. c. (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. penyiapan rumusan standar. dan unsur unit penunjangnya. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penelaahan. penelaahan. dan unsur unit penunjangnya. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. penyiapan. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. dan unsur unit penunjangnya.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. h. d. f. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a.

penyiapan rumusan standar. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. penyiapan. norma. penelaahan. penyiapan. d. 26 . (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. e. dan unsur unit penunjangnya. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. b. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. f. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. c. dan unsur unit penunjangnya. Batubara dan Panas Bumi.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. b. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum.

kriteria pelayanan hubungan masyarakat. c. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. konferensi pers. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. b. dan unsur unit penunjangnya. e.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. pelaksaaan. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. norma. f. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. penelaahan. 27 . pelaksaaan. c. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan unsur unit penunjangnya. serta monitoring dan analisis berita. pelaksaaan. d. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. penelaahan. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. b.

h. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.g. 28 . Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. perekaman dan pameran kegiatan Departemen. penerbitan. konferensi pers. pelaksanaan. pameran Departemen. pelaksanaan peliputan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. b. monitoring dan analisis berita Departemen. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. pelaksanaan. j. Subbagian Publikasi. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. i. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. peliputan dan perekaman kegiatan. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. dan urusan tata usaha Biro. penelaahan. abstrak peraturan perundang-undangan. c. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. penelaahan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. serta evaluasi atas hubungan dengan media. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. terdiri dari: a.

tata usaha dan kearsipan. Sekretaris Jenderal. d. tata persuratan dinas dan kearsipan. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. terdiri dari: a. perlengkapan dan pengadaan. c. Bagian Tata Usaha. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. e. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. g. tugas 29 . tata persuratan dinas dan kearsipan. pengelolaan keamanan dan keselamatan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. f. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. tata persuratan dinas dan kearsipan. pengadaan. b. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga. Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyediaan sarana dan prasarana kerja. f. h. e. d. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Staf Ahli. j. b. Pasal 87 Biro Umum. pengelolaan rumah tangga. Bagian Perlengkapan. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. i.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85.

serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. c. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Jakarta Pusat).Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. Medan Merdeka Selatan 18. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. pelantikan. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. Subbagian Tata Usaha Menteri. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. persuratan dinas. terdiri dari: a. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. e. b. c. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. d. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. b. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. f.

Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. penjadwalan kegiatan. f.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Tata Usaha Departemen. penelaahan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. b. penyiapan rumusan standar. b. d. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. persuratan dinas. 31 . Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. norma. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. c. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. e. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. Subbagian Kearsipan. penyiapan. dan ekspedisi surat dinas. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. penelaahan. pelaksanaan.

dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal.H. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta pengadaan. 32 . serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. b. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera. pelaksanaan kebersihan. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. M. keamanan. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. c. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. d. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. f.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. keselamatan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Jakarta Pusat). Staf Ahli. Kepala Biro dan Kepala Pusat. terdiri dari: a. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. e. c. Staf Ahli. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. b. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. keselamatan. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Kepala Biro dan Kepala Pusat. Thamrin 1.

distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. kriteria perlengkapan. penyiapan bahan rumusan standar. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengadaan. terdiri dari: a. e. c. serta pengadaan. 33 . Subbagian Rencana Kebutuhan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan penyiapan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. b. c. penyiapan kegiatan. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. d. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. f. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. g. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Subbagian Pengadaan. inventarisasi. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan.

(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 34 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. norma. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. c. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. d. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. c. e. b. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. b. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. e. 35 . dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. kriteria. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. e. Bagian Umum dan Kepegawaian. h. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. b. pelaporan. f. g. i. e. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. satuan kerja. kearsipan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. 36 . akuntabilitas kinerja. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. c. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. ketatalaksanaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. terdiri dari: a. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. dan rumah tangga. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d. Bagian Keuangan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. m. n. l. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. 41 .(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. k. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. b. WP & B). pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. h. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perumusan pengaturan. g. perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. pelaksanaan. penelaahan. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. e. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. i. perumusan pedoman dan prosedur kerja. j. implementasi Sipeg. d. rencana dan program. c. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. f. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional.

pelaksanaan sosialisasi program sektor. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. serta data kebutuhan. p. e. penyusunan statistik. serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. menengah dan tahunan berbasis kinerja. serta pencadangan strategis. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. c. c. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. f. e. terdiri dari: a. d. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. Kelompok Jabatan Fungsional.o. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. g. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. 42 . Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. evaluasi kebijakan. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. norma. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. ketersediaan dan infrastruktur sektor. b. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. d. b. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. b. h.

g. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. penelaahan. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. d. b. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. permasalahan iklim usaha. b. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. penyiapan. penyiapan. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. dan terms of condition KKS. e. serta penyediaan informasi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. f. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 43 . pengumpulan data potensi. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. norma. penyiapan rumusan. evaluasi pelaksanaan kebijakan. c. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. dan pelaksanaan sosialisasi. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan.

tugas serta induk. pemeriksaan dan pengujian. penyiapan. h. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. 44 . dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). serta biaya operasi. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. penelaahan. j. e. i. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan rumusan standar. f. retribusi. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. c. b. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. d. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan pencatatan. serta bagi hasil daerah. pajak. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. g. norma. penelaahan. tugas serta induk. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil.

Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tenaga kerja asing. 45 . (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. c. retribusi. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. e. tenaga kerja asing. f. pelaksanaan. dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. norma. penelaahan. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. PNBP dan tarif iuran. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. d. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. lifting dan target penerimaan. pelaksanaan. g. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. harga minyak mentah Indonesia. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. b. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. penyiapan rumusan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. b. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. pajak.

j. pelaksanaan. rencana impor barang operasi. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. dan kerja sama dalam negeri. terdiri dari: a. fasilitasi lembaga tripartit. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. penyiapan. penelaahan. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. penggunaan barang operasi. (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. b. pelaksanaan. pemberdayaan produksi dalam negeri. i. penyiapan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. k. penelaahan.h. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. serta pengaturan tenaga kerja asing. 46 . b.

b. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Seksi Multilateral dan Regional. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. f. kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. lembaga sertifikasi dan asosiasi. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. penyiapan. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. penelaahan. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. g. e. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. c. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. d. serta kerja sama Pemerintah Daerah. 47 .

b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. d. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. l. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. pengelolaan WK. f. 48 . Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. g. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. k. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. norma. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan standar. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. c. i. g. e. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengumuman WK. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. f. terdiri dari: a. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama. e. e. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. h. pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Wilayah Kerja. f. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK. h. j. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. kriteria pengelolaan WK. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas).d. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK.

terdiri dari: a. norma. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. f. penilaian. pelaksanaan. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. c. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. e. 49 . pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. b. b. d. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. penelaahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. terdiri dari: a. b. kriteria usaha eksplorasi. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi.

pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 50 . f. norma. penelaahan. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. kriteria. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. c. penyiapan rumusan standar. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. b. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. e. penelaahan. j. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. i. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a. d.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. b. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan. h. pelaksanaan. g. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi.

pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. penyiapan rumusan standar. norma. f. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. kriteria usaha eksploitasi. penelaahan. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tumpang tindih lahan.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168. c. penyiapan. g. b. d. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. 51 . pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. penyiapan. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. rencana kerja dan anggaran KKS. b. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. e. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. penelaahan.

pelaksanaan. i. b. e. c. f. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. g. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. norma. penelaahan. d. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. b. pelaksanaan pembinaan teknis. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. penyiapan. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. h. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penelaahan. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. 52 .

h. b. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penelaahan. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. d. perumusan jenis bahan bakar minyak. perumusan pengaturan Penugasan. Light Petroleoum Gas (LPG). pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. 53 .Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. penyiapan. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. f. Light Natural Gas (LNG). serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. Penyediaan. i. c. bahan bakar lain. bahan bakar gas. penelaahan. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. g. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. pelaksanaan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. e.

j. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. norma. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. pengelolaan data. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. k. b. g. h. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. d. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. c. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. LNG. penyiapan perizinan usaha pengolahan. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan data. f. terdiri dari: a. 54 . e. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi.j. e. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. b. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. LPG. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. i. f. bahan bakar lain. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. bahan bakar gas. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. l.

penyiapan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. b. b. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. e. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. hasil olahan dan bahan bakar lain. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. norma. terdiri dari: a. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. g. penelaahan.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. h. penelaahan. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Gas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. c. 55 . d. f. pengelolaan data. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. penyiapan. Seksi Pengolahan Minyak Bumi.

Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. serta penyiapan penetapan P3JBT. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kriteria harga bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. norma. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. 56 . (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. penyiapan. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan formulasi harga. j. e. b.i. d. penyiapan rumusan standar. penyiapan. terdiri dari: a. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. c. bahan bakar gas dan LPG. hasil olahan dan bahan bakar lain. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir.

pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. h. gas bumi. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. b. norma. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. kriteria usaha niaga. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. b. g. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. pelaksanaan. f. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. i. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. penelaahan. g.f. penelaahan. penyiapan. 57 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. LNG. penyiapan perizinan usaha niaga. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. penyiapan rumusan standar. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. pengelolaan data. e. pelaksanaan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. d. LPG. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi.

b. kriteria usaha non bahan bakar. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. terdiri dari: a. LNG. e. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Gas Bumi. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelumas. penyiapan norma. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. penyiapan. c. biodiesel. f. b. penyiapan. penelaahan. tugas 58 . (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. petrokimia. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar.Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. dan non bahan bakar lainnya. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. LPG. b. Seksi Proses Non Bahan Bakar.

Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. c. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. penyiapan. 59 . g. lindungan lingkungan. penelaahan. e. d. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. kelaikan teknis. lindungan lingkungan. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. penyiapan. h.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. profesi personil. dan non bahan bakar lainnya. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. b. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. biodiesel. petrokimia. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta penggunaan tenaga teknik. dan non bahan bakar lainnya. usaha penunjang. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. biodiesel. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. f. kelaikan teknis. petrokimia. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. produk.

Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. h. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. e. d. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. e. d. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . g. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. b. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi.i. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. b. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. f. 60 . pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. c. j. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. c.

Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. 61 . b. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. b. e. f. penelaahan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyiapan. d. dan penggunaan tenaga teknik. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. c. g. keselamatan operasi. K3. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. instalasi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. norma. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. dan kalibrasi alat ukur. instrumentasi. penelaahan.

Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. c. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. d. norma. keselamatan operasi. penelaahan. penyiapan rumusan standar.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. instalasi. b. pengangkutan. penyiapan. pelaksanaan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. K3. penelaahan. e. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. instrumentasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan kalibrasi alat ukur. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. 62 .

Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. pelaksanaan. penyiapan. b. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. b. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. pelaksanaan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. pengangkutan. 63 . serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Penyimpanan. Penyimpanan. c. pengangkutan. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).f. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Penyimpanan. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. serta penjaminan pasca operasi. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. Seksi Keselamatan Pengolahan. pengangkutan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Penyimpanan. penyiapan. penelaahan. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. g.

Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan. f. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. penelaahan. 64 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi.d. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. c. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. g. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. b. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. e. pengangkutan. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. dan kriteria usaha penunjang.

penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. produk. g. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. 65 . penelaahan. profesi personil. f. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi.d. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. 66 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.

pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. e. b. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pedoman. penyusunan standar. d. 67 .BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral. kriteria. c. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. norma. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225.

Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. g. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. h. terdiri dari: a. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. b. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. 68 . d. e. e. c. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. kearsipan. satuan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. f. d. i. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. b.

pelaporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. terdiri dari: a. Bagian Umum dan Kepegawaian. Bagian Rencana dan Laporan. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. ketatalaksanaan.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan. Bagian Keuangan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan. jaringan dan situs informasi. c. b. 69 . d. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. f. d. pengelolaan sistem. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. akuntabilitas kinerja. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. jaringan. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. g. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. e. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. Kelompok Jabatan Fungsional. rapat koordinasi. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. c. akuntabilitas kinerja. Subbagian Laporan. b. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. situs. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. b.

serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. pelaksanaan. c. e. serta penyelesaian kerugian negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. c. 70 . penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. f. penyiapan. satuan kerja. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. terdiri dari: a. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 237 Bagian Keuangan. d. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. b. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. b.

serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. b. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan. pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. c. dokumentasi dan sosialisasi hukum.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. b. d. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. c. 71 . (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. pelaksanaan. penelaahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan informasi. Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. serta kehumasan. laporan pertanggungjawaban keuangan. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. f. penyelesaian kerugian negara. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. dan Neraca Direktorat Jenderal. terdiri dari: a.

d. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. c. serta urusan keprotokolan dan upacara. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. perlengkapan dan rumah tangga. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. pelaksanaan urusan kesekretariatan. dan kearsipan. penelaahan. e. terdiri dari: a. kebersihan. ekspedisi persuratan dinas. perlengkapan dan rumah tangga. keamanan. telepon. g. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. b. pemberhentian. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. Subbagian Kepegawaian. pelaksanaan. 72 . pertamanan dan perparkiran. mutasi. Subbagian Tata Usaha. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. pengadaan pegawai. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. dan Implementasi Sipeg. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. b. f. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. pengurusan formasi. serta urusan organisasi dan analisis jabatan.

lembaga sertifikasi dan asosiasi. serta rencana dan program pembangunan berjangka. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. penelaahan. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. h.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. 73 . pelaksanaan. evaluasi kebijakan. b. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. f. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. e. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. rencana dan program. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan. implementasi Sipeg. rencana dan program. c. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. d. rencana pengadaan. g. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247.

b. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. g. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. f. serta program pengembangan jaringan transmisi. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. c. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. e. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. c. d. b. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. penyiapan rumusan. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. menengah dan tahunan tenaga listrik. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. e. d. b. pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. 74 . Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.

Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. pelaksanaan. d. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. penyiapan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan.Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. c. penyiapan. b. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. 75 . penelaahan.

penyiapan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. b. c. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penelaahan. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. f. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. b.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. 76 . penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. penelaahan. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial. norma. d. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. e. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penyiapan. kriteria tenaga listrik sosial.

Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. c. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262. multilateral dan regional. asosiasi dan lembaga lainnya. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. d. evaluasi pelaksanaan rencana. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. lembaga sertifikasi. b. 77 . serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. b. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan dokumen perjanjian. Seksi Multilateral dan Regional. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. penelaahan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri.

b. statistik dan pemetaan tenaga listrik. c. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. e. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. penelaahan. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. d. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. pengolahan. 78 . penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan data. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. b. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. c. d. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. f. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. e. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. serta perlindungan konsumen. h. d. pembinaan. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a. e. 79 . Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. i. c. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. b. g.

Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. d. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. b. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. tugas 80 . serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. d. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengaturan. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha.c. serta penetapan wilayah usaha. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. b. c.

c. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. b. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pemberian sanksi. penelaahan. Seksi Pelayanan Izin Usaha. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. f. norma. b. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. kriteria harga jual tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. penyiapan rumusan standar.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. penyiapan. e. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. pelaksanaan. Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. Seksi Pengawasan Izin Usaha. terdiri dari: a. 81 . Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik.

c. penyiapan. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. norma. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. f. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan. penelaahan. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. b. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. 82 . kriteria hubungan komersial. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. d. b. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. e. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

kriteria perlindungan konsumen listrik. penelaahan. penyiapan rumusan standar. b. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. penelaahan. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. e. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . b. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik. d. terdiri dari: a. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. penyiapan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik.

profesi personil. e. keselamatan dan K3. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. lindungan lingkungan. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. Kelompok Jabatan Fungsional. h. i. c. c. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. d. d. terdiri dari: a. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. serta pembinaan teknis. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. g. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. b. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. e. serta penggunaan tenaga teknik. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. kelaikan teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. f. lindungan lingkungan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. kelaikan teknis. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. produk. 84 . f. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293.

terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. e. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. f. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. c. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. penelaahan. serta Rancangan SNI. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. pelaksanaan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. g. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. jenis dan mutu tenaga listrik. 85 . penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. d.

penyiapan. c. dan K3. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. f. penyiapan rumusan standar. 86 . penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. pelaksanaan. b. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. d. kelaikan peralatan. g. penyiapan. keselamatan operasi. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. penelaahan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. e. b. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. instrumentasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. norma. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. kalibrasi alat ukur.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. terdiri dari: a.

penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penelaahan. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. d. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. g. f. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. 87 . pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. b. c. terdiri dari: a.

penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. c. d. terdiri dari: a. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. b. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. b. penelaahan.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. e. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 88 . Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan.

Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. profesi personil. norma. d. c. produk. 89 . terdiri dari: a. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan kriteria usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. b. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. f. penyiapan rumusan standar. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. e. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan.

kriteria pemanfaatan energi. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. f. c. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. f. norma. serta rencana dan program energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. e. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. energi perdesaan dan konservasi energi. energi perdesaan dan konservasi energi. b. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. d. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. Subdirektorat Konservasi Energi. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan kebijakan. b. g. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. b. h. energi perdesaan dan konservasi energi. c. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. Subdirektorat Energi Perdesaan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. 90 . evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. energi alternatif. penyiapan rumusan standar. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. c. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Subdirektorat Bimbingan Teknis. program dan pengaturan pemanfaatan energi. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. energi perdesaan dan konservasi energi.

(2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. penelahaan. kriteria usaha energi baru terbarukan. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan. e. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. b. e. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. b. 91 . penelahaan. penyiapan rumusan kebijakan. b.d. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. penyiapan rumusan standar. Seksi Program Pemanfaatan Energi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. terdiri dari: a. norma. rencana dan program pengembangan usaha. terdiri dari: a. penyiapan.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penyiapan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. penyiapan. penelahaan. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. penelahaan.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi. penyiapan rumusan kebijakan. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. 92 . Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. b. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. rencana dan program. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas program konservasi energi. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penyiapan. b. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c. Seksi Penerapan Konservasi Energi. norma dan kriteria konservasi energi. Seksi Program Konservasi Energi. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. terdiri dari: a. d. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan.

penyiapan rumusan standar. dan kriteria pengembangan energi perdesaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. norma.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. rencana dan program. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan rumusan kebijakan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Seksi Program Energi Perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. penelahaan. e. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. pemberdayaan masyarakat. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan.. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. energi perdesaan dan konservasi energi. terdiri dari: a. d. serta pedoman pengembangan. penyiapan. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. c. 93 . b.

Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. c. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. b. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. energi perdesaan dan konservasi energi. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyiapan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. 94 . penyiapan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. penelahaan. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. 95 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. (2) Direktorat Jenderal Mineral. d. e. batubara. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. penyusunan standar. norma. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. batubara dan panas bumi. pedoman. dan panas bumi. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. dan prosedur di bidang mineral. batubara dan panas bumi. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. 96 . Batubara. batubara dan panas bumi. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. b. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

h. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. 97 . i. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. g. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. Direktorat Pembinaan Program Mineral.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. satuan kerja. dan rumah tangga. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. c. Batubara dan Panas Bumi. e. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. d. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. kearsipan. f. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. b. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. e. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.

b. jaringan dan situs informasi. c. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. ketatalaksanaan. e. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. d. f. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. d. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. rapat koordinasi. Bagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. pengelolaan sistem. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. 98 . g. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. c. Bagian Keuangan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. akuntabilitas kinerja. pelaporan.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Bagian Rencana dan Laporan. Kelompok Jabatan Fungsional. e. ketatalaksanaan. b. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. b. pelaporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. Subbagian Laporan. c.

b. terdiri dari: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. satuan kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penyiapan. situs. penelaahan. d. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. c. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. serta pengurusan revisi anggaran. f. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan. e. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. jaringan. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. serta penyelesaian kerugian negara. Subbagian Kekayaan Negara. penelaahan. PBI Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. c. Pasal 354 Bagian Keuangan. 99 . ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352.

serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. b. penelaahan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. pertimbangan hukum. pelaksanaan. dokumentasi dan sosialisasi hukum. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. 100 . Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. f. pelaksanaan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. b. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. e. penyelesaian kerugian negara. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pemberian telaahan dan bantuan hukum. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan informasi. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta kehumasan. c. laporan pertanggungjawaban keuangan. c. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. pelaksanaan. d. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan konsultasi hukum. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. Subbagian Pertimbangan Hukum. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. dan Neraca Direktorat Jenderal. penelaahan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Subbagian Informasi Hukum.

pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. batubara.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. pelaksanaan. kebersihan. telepon. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan dan rumah tangga. d. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. ekspedisi persuratan dinas. pelaksanaan urusan kesekretariatan. keamanan. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. perlengkapan dan rumah tangga. program legislasi dan regulasi bidang mineral. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pengurusan formasi. penyiapan. mutasi. pertamanan dan perparkiran. pengadaan pegawai. pemberhentian. g. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. dan kearsipan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. 101 . e. f. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. b. dan Implementasi Sipeg. pelaksanaan. panas bumi dan air tanah. c. penelaahan.

serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. d. c. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. implementasi Sipeg. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. Subbagian Kepegawaian. rencana dan program di bidang mineral. perumusan kebijakan pengembangan usaha. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. serta penetapan wilayah kerja. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. b. dan produksi. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. c. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. investasi dan pendanaan. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. dan produksi. pelaksanaan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. wilayah kerja. batubara. perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. cadangan atau potensi. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Tata Usaha. 102 . kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta kebijakan pengelolaan air tanah. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. persuratan dinas dan kearsipan. neraca sumber daya wilayah kerja. penelaahan. rencana pengadaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan.

b. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. i. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. batubara. lembaga sertifikasi dan asosiasi. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. pencatatan dan perhitungan PNBP. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. h. e. d. e. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. f. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. pengelolaan data. 103 . pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. rencana dan program di bidang mineral. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta perhitungan bagi hasil. Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. f. serta pemantauan perencanaan program di daerah. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. j. batubara. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. d. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. perumusan perencanaan. c. g. panas bumi dan air tanah.e. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. c. Batubara dan Panas Bumi. serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. batubara. b. eksplorasi dan operasi produksi. evaluasi kebijakan. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. menengah dan tahunan berbasis kinerja. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral.

evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. panas bumi dan pengelolaan air tanah. serta pemantauan pelaksanaan investasi. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. penyiapan. terdiri dari: a. serta kerja sama di bidang mineral. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. g. Seksi Program Mineral dan Batubara. batubara. e. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. batubara. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. penyiapan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. penelaahan. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. h. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. d. f. asosiasi dan lembaga sertifikasi. Batubara dan Panas Bumi. 104 . penelaahan. c. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional.

serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi. Batubara dan Panas Bumi. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. batubara. Seksi Kerja Sama Mineral. b. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP). d. 105 . (2) Seksi Kerja Sama Mineral. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. c. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Kontrak Karya (KK). serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penyiapan. panas bumi dan air tanah. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta penyusunan statistik pengusahaan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. penelaahan. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. 106 . rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. penyiapan rumusan standar. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. norma. batubara. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja.e. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. c. d. b. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. f. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi. kriteria pencadangan wilayah kerja. Batubara dan Panas Bumi. b. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral.

cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. cadangan dan wilayah kerja. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah. batubara. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. (2) Seksi Informasi Mineral. h. pencadangan dan potensi di bidang mineral. statistik. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. terdiri dari: a. pelaksanaan. penelaahan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penyiapan. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan penetapan potensi. panas bumi dan air tanah. f. Batubara dan Panas Bumi. digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. batubara. Seksi Informasi Mineral.e. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. 107 . Panas Bumi dan Air Tanah. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. Batubara. batubara dan panas bumi. g. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. serta penetapan wilayah kerja. b. penelaahan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. neraca sumber daya.

Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. e. serta bagi hasil daerah. batubara dan panas bumi. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. c. Seksi Penerimaan Negara Batubara. penyiapan. pemeriksaan dan pengujian PNBP. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. penyiapan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. 108 . dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. terdiri dari: a. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penelaahan. pelaksanaan pencatatan. b. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. d.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

Seksi Bimbingan Usaha Batubara. g. 113 . Seksi Bimbingan Usaha Mineral. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. f. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. terdiri dari: a. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. d. pelaksanaan.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. pelaksanaan. c. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. b. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. e. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. b.

perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. b. f. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. c. pelaksanaan. b. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. terdiri dari: a. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410. e. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. d. pembinaan hubungan komersial panas bumi. i. 114 . h. pelaksanaan. g. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Seksi Hubungan Komersial Batubara. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan.

Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. penyiapan rumusan standar. g. k. Subbagian Tata Usaha. b. g. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. 115 . f. c. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. serta pengelolaan air tanah. d. penyiapan rumusan pengaturan usaha. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. dan perubahan batas wilayah kerja. e. d. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. f. c. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. e. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. terdiri dari: a. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. l. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. serta pengelolaan air tanah. norma.j.

terdiri dari: a. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Seksi Pengelolaan Air Tanah. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. pelaksanaan. serta pengelolaan air tanah. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. c. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. studi kelayakan dan eksploitasi. d. penelaahan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.h. penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. e. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. b. b. pelaksanaan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. 116 . pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. i.

pelaksanaan. f. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. 117 . serta pengendalian air tanah. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi. b. (2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. e. g. penelaahan. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. terdiri dari: a. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. b. pelaksanaan. serta pengendalian air tanah.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. c. d.

penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. serta pengendalian air tanah. Seksi Pengendalian Air Tanah. serta pengelolaan air tanah. c. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi.h. serta pengelolaan air tanah. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. 118 . pelaksanaan promosi dan layanan informasi. i. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. e. pelaksanaan. b. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. penelaahan. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. terdiri dari: a.

(2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. e. terdiri dari: a.g. f. pelaksanaan. b. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. d. b. penelaahan. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. 119 . pelaksanaan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. c. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. h.

perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pelaksanaan. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. 120 . c. serta air tanah. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Seksi Konservasi Air Tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. b. b. terdiri dari: a. pelaksanaan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. serta ketatausahaan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. batubara dan panas bumi. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penelaahan. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

f. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. dan panas bumi. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. e. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. produk. Batubara dan Panas Bumi. h. f. kelaikan teknis. c. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. batubara dan panas bumi. lindungan lingkungan. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. d. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. profesi personil. K3. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral.d. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. terdiri dari: a. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. panas bumi dan air tanah. batubara. serta penggunaan tenaga teknik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. 121 . batubara. b. Kelompok Jabatan Fungsional. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. g. j. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. i. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. lindungan lingkungan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. Subdirektorat Standardisasi Mineral.

serta konservasi mineral dan batubara. batubara. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. Batubara. jenis dan mutu produk. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. d. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. pemurnian. dan panas bumi. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. profesi personil. g. produk. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. penyiapan rumusan standar. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. f. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. penyiapan. penyiapan. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. penelaahan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis.c. penelaahan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. dan Panas Bumi. Seksi Standardisasi Mineral. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral.

b. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi.b. penyiapan. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. dan konservasi mineral. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. 123 . penelaahan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. penyiapan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. f. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. e. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. pelaksanaan. batas wilayah kerja. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. serta konservasi mineral dan batubara. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. c. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. terdiri dari: a.

batubara. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. b. i. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. penelaahan. e. Batubara. g. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. 124 . (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. Batubara. pelaksanaan. dan panas bumi. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. batubara dan panas bumi. h. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. d. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. penelaahan.c. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. terdiri dari: a.

f.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. d. penyimpanan. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Batubara. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. c. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. g. penyiapan. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. batubara. instrumentasi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. dan panas bumi. b. pengangkutan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. pelaksanaan. dan Panas Bumi. penyiapan rumusan standar. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penyiapan. b. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. penelaahan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Keselamatan Batubara. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. panas bumi dan air tanah. 125 . Batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penimbunan. penelaahan. norma. keamanan instalasi. pelaksanaan. K3 dan penggunaan tenaga teknik. e. kalibrasi alat ukur.

penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. batubara. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. penelaahan.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. Seksi Usaha Penunjang Batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. f. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. b. dan kriteria usaha penunjang. norma. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. e. c. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. panas bumi dan air tanah. (2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. 126 . Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. dan Panas Bumi. b. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Batubara. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

penyusunan laporan hasil pengawasan. terdiri dari: a. b. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat III. pelaksanaan pengawasan kinerja. Inspektorat IV. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. d. d. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. 128 . yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan. Inspektorat I.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. Inspektorat II. b. Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. keuangan. c. c. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal.

pengurusan kepegawaian dan organisasi. pengelolaan urusan tata usaha. 129 . perlengkapan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. f. j. d. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. d. i. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. kearsipan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. h. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. keprotokolan dan rumah tangga. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. g. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. terdiri dari: a. Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. k. pengelolaan jaringan dan situs informasi. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum dan Keuangan. e. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. b. e. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. c. b. keamanan. Bagian Hukum dan Kepegawaian. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal.

(2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. rapat koordinasi. f. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. c. pelaporan. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. jaringan. Subbagian Penyiapan Rencana. akuntabilitas kinerja. penelaahan. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Penyiapan Laporan. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. situs. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. 130 . program kerja. g. akuntabilitas kinerja. b.Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. ketatalaksanaan. penyajian informasi. dan rencana kerja. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. i. satuan kerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan dan situs informasi. b. penelaahan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. e. h. d. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. j. penyiapan. pelaporan.

Direktorat Jenderal Mineral. 131 . Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. e. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. c. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. b. pelaksanaan. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan analisis. Badan Geologi. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. d. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. penelaahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. pengolahan. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. penyiapan. b. analisis hasil pengawasan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi.

Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. e. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. bantuan hukum. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pertimbangan hukum. d. jaringan informasi hukum dan perpustakaan.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. Subbagian Kepegawaian. serta pemberian pertimbangan hukum. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Subbagian Hukum. 132 . penyiapan koordinasi urusan hukum. penelaahan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. masyarakat dan yustisia. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pemberian pertimbangan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. dokumentasi dan tata naskah. penyiapan. dokumentasi hukum. pelaksanaan. terdiri dari: a. dokumentasi hukum. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. b. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. penelaahan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. dan implementasi Sipeg. penyiapan. penyuluhan. b. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. perpustakaan. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). c. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional.

pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. rumah tangga dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. perlengkapan. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. pelayanan kesekretariatan. k. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. i. perbendaharaan. dan kearsipan. g. perlengkapan. pelaksanaan. kebersihan. penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. h. c. Subbagian Rumah Tangga. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. f. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478. b. dan implementasi Sipeg. persuratan dinas. b. serta pengurusan administrasi keuangan. e. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. rumah tangga dan kehumasan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. dokumentasi dan tata naskah. j. d. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. keprotokolan dan kehumasan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. terdiri dari: a. perbendaharaan.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengurusan administrasi keuangan. 133 . penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. pelaksanaan keamanan. penelaahan. pengurusan penganggaran.

pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. kearsipan. pelaksanaan. kebersihan. pemeriksaan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. c. serta evaluasi atas urusan keamanan. b. perlengkapan dan pengadaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perumusan laporan hasil pengawasan. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). keprotokolan dan kehumasan. d. perencanaan kebutuhan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penelaahan. e. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). 134 .Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). dan administrasi keuangan. (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. 139 . ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2).

e. Pusat Survei Geologi. Pusat Sumber Daya Geologi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Sekretariat Badan Geologi. pelayanan survei geologi. g. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. perumusan kebijakan di bidang geologi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. c. d. 140 .BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. d. terdiri dari: a. b. f. h. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. Pusat Lingkungan Geologi. penelitian dan pelayanan. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. c. b. dan geologi lingkungan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. e.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. f. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. j. h. serta perencanaan kerja. Bagian Umum. akuntabilitas kinerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. Bagian Keuangan. Bagian Kepegawaian. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. koordinasi pelayanan administratif Badan. Bagian Rencana dan Laporan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. d. g. i. ketatalaksanaan. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. informasi hukum. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. 141 . Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. terdiri dari: a. pengelolaan urusan ketatausahaan. e. b. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kearsipan. c. b. serta pelaksanaan bantuan hukum. pelaporan. dan rumah tangga. e. d.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. pelaksanaan. penelaahan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. e. d. Subbagian Laporan. pelaporan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. jaringan dan situs informasi. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. penyajian informasi. satuan kerja. penyiapan. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. jaringan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan.Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507. f. pengelolaan sistem. ketatalaksanaan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. serta pengembangan organisasi Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. penyiapan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 142 . Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. b. terdiri dari: a. c. situs. c. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. akuntabilitas kinerja. b. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja.

pemberhentian. pemberhentian. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan analisis jabatan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas perencanaan. kepangkatan. Subbagian Pengembangan Pegawai. penggajian. b. penyiapan. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. penelaahan. kesejahteraan. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. c. serta pengembangan organisasi Badan. e. penyiapan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. 143 . Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. penggajian. d. kepangkatan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. pengurusan perencanaan. pelaksanaan. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan. pengangkatan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pengembangan. c. terdiri dari: a. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. b. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta implementasi Sipeg. pengadaan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. kesejahteraan. serta evaluasi atas mutasi.

e. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. perlengkapan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Akuntansi. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. Subbagian Kekayaan Negara. c. b. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 517 Bagian Keuangan. kearsipan. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penelaahan. dan rumah tangga. c. 144 . PBI Badan. serta penyelesaian kerugian negara. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. Subbagian Perbendaharaan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. d. pelaksanaan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. terdiri dari: a. f. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Neraca. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. serta pengurusan revisi anggaran. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan.

Subbagian Hukum. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. e. c. distribusi penggunaan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. perlengkapan. kehumasan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan.Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. d. b. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kebersihan dan keamanan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. informasi dan dokumentasi hukum. f. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. kearsipan. rencana kebutuhan dan pengadaan. pengadaan. Pasal 521 Bagian Umum. c. bantuan hukum. kesekretariatan. dan rumah tangga. persuratan dinas dan kearsipan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. persuratan dinas. 145 . serta keprotokolan dan upacara Badan. penelaahan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. dan kearsipan. perpustakaan. pelaksanaaan bantuan hukum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. dan pemeliharaan barang inventaris. penyiapan. b. Subbagian Tata Usaha. pelayanan kesekretariatan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. perlengkapan dan rumah tangga Badan. serta pengurusan perlengkapan. terdiri dari: a.

dan kepegawaian Pusat. i. c. c. penyelidikan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. dan panas bumi. bitumen padat. g. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. Bidang Informasi. serta kerja sama penelitian dan pelayanan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. administrasi keuangan. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. rumah tangga. keuangan. b. perumusan rencana dan program. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 146 . inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. j. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. f. e. Bidang Sarana Teknik. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. e. gambut. Bagian Tata Usaha. b. mineral. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. h. Kelompok Jabatan Fungsional. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan ketatausahaan. penyelidikan. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. rekayasa teknologi. batubara. penyusunan neraca sumber daya geologi. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian. serta pemetaan tematik potensi. serta rancang bangun dan pemodelan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. d.

serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta akuntansi. e. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan sarana dan prasarana kerja. kebersihan. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengurusan perencanaan. terdiri dari: a. b. b. c. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. keamanan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. 147 . analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. keuangan. pengangkatan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. c. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. d. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 528 Bagian Tata Usaha.

serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. b. d. serta kerja sama pelayanan jasa. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. penyusunan akuntabilitas kinerja. penelaahan. pelaksanaan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. b. pelaksanaan. e. f. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. c. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. terdiri dari: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi.d. 148 . e. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Laboratorium.

c. penyiapan. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. jaringan dan situs informasi. penganggaran. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Subbidang Program. b. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. terdiri dari: a. serta pengelolaan perpustakaan. terdiri dari: a. b. 149 . serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Kerja Sama.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. b. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. Pasal 540 Bidang Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. d. penyiapan. serta operasi perangkat lunak informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. serta pemutakhiran basis data.

d. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penelaahan. gempa bumi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. operasi perangkat lunak. pemodelan. 150 . pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian. sistem. i. dan kepegawaian Pusat. e. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. f. tsunami. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rekayasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. dan gerakan tanah. administrasi keuangan. sosialisasi. dokumentasi. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. pengelolaan ketatausahaan. j. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. g. perpustakaan. serta pos pengamatan gunung api. serta rancang bangun. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. penelaahan. pelaksanaan. tsunami. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. gempa bumi. penyelidikan. c.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. b. dan gerakan tanah h. serta sesar aktif. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. pelaksanaan. rumah tangga.

keuangan. c. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. e. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. penyelidikan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. kearsipan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. e. pengurusan. pengembangan. b. keamanan.k. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. evaluasi pelaksanaan penelitian. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. c. kebersihan. d. Bagian Tata Usaha. pemelaahan. serta perpustakaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pengurusan perencanaan. Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. pelaksanaan pengelolaan sarana. 151 . penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. l. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. keuangan.

serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. b. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. administrasi keuangan. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. pelaksanaan. penelaahan. serta penetapan status dan peringatan dini. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. penelaahan. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. Subbidang Pengamatan Gunung Api. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. pemelaahan. d. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. pengurusan. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. terdiri dari: a. geokimia dan deformasi. 152 . c. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. b. pelaksanaan. penetapan status.

penelaahan. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. b. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penelaahan. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. b. pelaksanaan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. d. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. 153 . Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. gerakan tanah dan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. c. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. pelaksanaan. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah.

terdiri dari: a. 154 . c. penyiapan. b. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penelaahan. b. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. serta pelaksanaan atas perencanaan program.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api. pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. f. penelaahan. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. penyiapan. gerakan tanah dan tsunami. penyelidikan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api. e. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. d.

pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. j. k. b. Bidang Program dan Kerja Sama. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. pengangkatan. i. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. f. Bagian Tata Usaha. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. perumusan pedoman dan prosedur kerja. terdiri dari: a. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. Bidang Sarana Teknik. rekayasa teknologi. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. c. rumah tangga. penyelidikan. geologi teknik dan air tanah. pengembangan. evaluasi penyelenggaraan penelitian. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. h. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. b. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. pengurusan perencanaan. d. administrasi keuangan. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. g. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keuangan. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. Bidang Informasi. e. Kelompok Jabatan Fungsional. pengelolaan ketatausahaan. geologi teknik dan air tanah. dan pengelolaan tata ruang. Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. e. 155 . b. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan.

pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. d. b. serta akuntansi. e. 156 . keamanan. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. kebersihan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. e. f. b. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. d. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. keuangan. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta rencana strategis berbasis kinerja. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. c. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. Subbidang Program. Subbidang Kerja Sama. pelaksanaan. terdiri dari: a. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. 157 . penelaahan. b. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. penelaahan. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. pelaksanaan. Subbidang Sarana Penyelidikan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyusunan akuntabilitas kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. b. e. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572.

penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. 158 . pelaksanaan sosialisasi. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. d. Pasal 578 Bidang Informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penganggaran. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. serta pemutakhiran basis data. b. dokumentasi dan publikasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. jaringan dan situs informasi. penelaahan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. b. pengelolaan. serta operasi perangkat lunak informasi. pelakanaan pengelolaan sistem. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penelaahan. serta pengelolaan perpustakaan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

e. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penelitian dan penyelidikan geologi. geokimia. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. evaluasi pelaksanaan penelitian. operasi perangkat lunak. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. l. geofisika. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. g. dan kepegawaian Pusat. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. penelaahan. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tektonik. pelaksanaan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. c.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pelaksanaan. i. pengelolaan ketatausahaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. rumah tangga. geomorfologi. penyelidikan dan survei di bidang geologi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perpustakaan. k. pemetaan geologi. sosialisasi. j. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. inventarisasi hasil survei. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. rekayasa teknologi. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. pemetaan. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. m. sistem. pemetaan dan penelitian geologi. 159 . jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelayanan jasa survei. penelaahan. d. dokumentasi. f. Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. b.

b. Pasal 585 Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. keuangan. d. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengembangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. keamanan. 160 . penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. e. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Sarana Teknik. keselamatan kerja dan keprotokolan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. Bidang Program dan Kerja Sama. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. kebersihan. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. serta akuntansi. d. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. Bidang Informasi. terdiri dari: a. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai.

b. pelaksanaan. 161 . pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penelaahan. Subbidang Laboratorium. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. e. d. terdiri dari: a. penelaahan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. f. c. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan.

b. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. penelaahan. penganggaran. d. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. 162 . Subbidang Program. serta rencana strategis berbasis kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penelaahan. c. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. e. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. pengelolaan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. b. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Kerja Sama. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. serta kerja sama pelayanan jasa. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.

Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. operasi perangkat lunak. serta operasi perangkat lunak informasi. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. perpustakaan. 163 . serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi dan publikasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta pengelolaan perpustakaan. dokumentasi. serta pemutakhiran basis data. d. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pelaksanaan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. pelaksanaan. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. sistem. c. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. sosialisasi. Pasal 597 Bidang Informasi. penelaahan. b. pelakanaan pengelolaan sistem. b. jaringan dan situs informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. pelaksanaan sosialisasi.

164 . Teknisi Litkayasa. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Perekayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). Penyelidik Bumi.

Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. f. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. 165 . pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. mineral batubara. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. c. panas bumi. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. g. (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. pembinaan pelayanan jasa teknologi. e. b. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan penyelenggaraan.

pengelolaan urusan ketatausahaan. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. b. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. f.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. serta perencanaan kerja. g. d. serta pelaksanaan bantuan hukum. informasi hukum. koordinasi pelayanan administratif Badan. 166 . Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. h. c. d. e. dan rumah tangga. b. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. terdiri dari: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. c. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. kearsipan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan.

terdiri dari: a. Bagian Kepegawaian. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. akuntabilitas kinerja. terdiri dari: a. c. g. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. Kelompok Jabatan Fungsional. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. pelaporan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. e. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. f. 167 . akuntabilitas kinerja. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja.i. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Pengelolaan Informasi. b. Bagian Keuangan. Subbagian Laporan. j. pengelolaan sistem. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. ketatalaksanaan. e. Bagian Umum. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pelaporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. c. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. ketatalaksanaan. b. Bagian Rencana dan Laporan. b. d. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. d. jaringan dan situs informasi.

pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. dan analisis jabatan. penyiapan. d. jaringan. c. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. pengurusan perencanaan.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penggajian. Subbagian Pengembangan Pegawai. 168 . penyiapan. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. pengembangan. kesejahteraan. penyajian informasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b. satuan kerja. serta implementasi Sipeg. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. penelaahan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. situs. pengadaan. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. e. dokumentasi dan tata naskah pegawai. serta pengembangan organisasi Badan. penelaahan. c. pelaksanaan. pemberhentian. Subbagian Administrasi Kepegawaian. serta penyempurnaan organisasi Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. kepangkatan. terdiri dari: a.

pelaksanaan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. b.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas mutasi. 169 . Subbagian Akuntansi. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas perencanaan. f. pelaksanaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pengangkatan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Pasal 618 Bagian Keuangan. penggajian. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. e. Subbagian Perbendaharaan. kepangkatan pemberhentian. pelaksanaan. penelaahan. d. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Subbagian Kekayaan Negara. kesejahteraan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. serta penyelesaian kerugian negara. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. serta implementasi Sipeg Badan. pengembangan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. terdiri dari: a. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. PBI Badan. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. c. penyiapan. penyiapan.

dan revisi anggaran Badan. dan kearsipan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. penyelesaian kerugian negara. Neraca. kehumasan. e. penelaahan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perlengkapan. b. dan rumah tangga. penelaahan. dan rumah tangga. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta pengurusan perlengkapan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. persuratan dinas. distribusi penggunaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. d. perlengkapan dan rumah tangga Badan. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Hukum. informasi dan dokumentasi hukum. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. f. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. b. pengadaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. perlengkapan. pelaksanaaan bantuan hukum. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 170 . kearsipan. dan pemeliharaan barang inventaris. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. c. perpustakaan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. kearsipan. terdiri dari: a. pelaksanaan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. pelaksanaan.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelayanan kesekretariatan. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. Pasal 622 Bagian Umum. penyiapan koordinasi ketatausahaan. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620.

b. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. persuratan dinas dan kearsipan. rencana kebutuhan dan pengadaan. pelaksanaan. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. kebersihan dan keamanan Badan. e. 171 . f. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. c. kesekretariatan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. serta keprotokolan dan upacara Badan. bantuan hukum. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. penyiapan.

b. b. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. pengangkatan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan.h. dan kepegawaian Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Bidang Afiliasi. keuangan. d. serta pelaksanaan keamanan. rumah tangga. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Program. c. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. serta dokumentasi tata naskah pegawai. d. Subbagian Umum dan Kepegawaian. terdiri dari: a. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. e. pengembangan. Bagian Tata Usaha. b. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. i. 172 . Kelompok Fungsional. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. perbendaharaan dan akuntansi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. kebersihan. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. c. e. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengurusan perencanaan.

Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. 173 . Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. keamanan. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. penyediaan bahan baku. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. pemeliharaan sarana kerja. Subbidang Pengembangan Sarana. serta pengadaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. pelaksanaan operasi penggunaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kebersihan Pusat. perbendaharaan dan akuntansi. b. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. terdiri dari: a. d. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. penyiapan. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.

rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan. b. Pasal 637 Bidang Program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. c. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. b. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. 174 . evaluasi. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyediaan bahan baku. penyiapan. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta analisis. penyiapan.

c. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. jaringan. Pasal 641 Bidang Afiliasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. d. pelaksanaan. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 175 . e. b. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. b. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelayanan jasa teknologi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penelaahan. penyiapan. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. situs dan penyebarluasan informasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. terdiri dari: a. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem.

dan kepegawaian Pusat. f. i. penelaahan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan ketatausahaan. h. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. c. situs dan penyebarluasan informasi. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. rumah tangga. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. e. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. g. pelaksanaan. d. administrasi keuangan. jaringan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. 176 . penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.

keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. c. terdiri dari: a. b. e. keamanan. e. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pemeliharaan sarana kerja. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pengangkatan. terdiri dari: a. 177 . serta pengadaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Afiliasi. Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. Bidang Program. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengurusan perencanaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. c. pengembangan. Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. d. serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. b. d. keuangan. perbendaharaan dan akuntansi. dan kebersihan Pusat. b. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan. pelaksanaan pengelolaan anggaran.

pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. penelaahan. b. e. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. 178 . b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. penyediaan bahan baku. penyiapan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. c.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penyiapan. d. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pengembangan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.

serta analisis. penyiapan. c. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. Pasal 656 Bidang Program. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan rumusan rencana dan program. 179 . (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.

c. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. jaringan. penelaahan. b. e. Pasal 660 Bidang Afiliasi. d. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. jaringan. pelaksanaan. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658. 180 . situs dan penyebarluasan informasi. Subbidang Informasi dan Publikasi. b.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelayanan jasa teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama.

perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. rumah tangga. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. h. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. Bidang Afiliasi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Bagian Tata Usaha. d. pengelolaan ketatausahaan. e. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. b. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. g. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. Kelompok Fungsional. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. 181 . administrasi keuangan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. e. d. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. i. dan kepegawaian Pusat. c. terdiri dari: a. Bidang Program. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. c.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

keuangan. keselamatan kerja dan keprotokolan. c. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. perbendaharaan dan akuntansi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pengangkatan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. d. terdiri dari: a. dan kebersihan Pusat. b. keuangan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. serta pengadaan. serta pelaksanaan keamanan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. 182 . e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. pengurusan perencanaan. kebersihan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. keamanan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. pengembangan. pemeliharaan sarana kerja. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat.

jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. 183 . Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. e. d. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana. Subbidang Pengembangan Sarana. penelaahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. terdiri dari: a. pelaksanaan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penyiapan. penyediaan bahan baku. b. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium.

Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. 184 . b. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. penyiapan rumusan rencana dan program. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. serta analisis. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 675 Bidang Program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. evaluasi.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penelaahan. c. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a.

serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. jaringan. c. b. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. pelayanan jasa teknologi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 679 Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. e. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Informasi dan Publikasi. situs dan penyebarluasan informasi.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. b. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 . penelaahan. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual.

b. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. h. administrasi keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. 186 . geokimia. g. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. rumah tangga. Bidang Afiliasi. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. d. Kelompok Fungsional. b. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. f. dan kepegawaian Pusat. keuangan. Bagian Tata Usaha. Bidang Program. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan geofisika kelautan. e. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. j. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. terdiri dari: a. c. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. e.

perbendaharaan dan akuntansi. terdiri dari: a. 187 . c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. pengembangan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. keuangan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. b. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. serta pelaksanaan keamanan. keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. b. keselamatan kerja dan keprotokolan.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. e. pengangkatan. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. perencanaan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. persuratan dinas dan kearsipan. d. dan kebersihan Pusat. serta pengadaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. b. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. e. pelaksanaan operasi penggunaan.c. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. 188 . penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. pengelolaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyediaan bahan baku. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. b. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. terdiri dari: a. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. Subbidang Pengoperasian Sarana.

d. evaluasi. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. 189 . serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Analisis dan Evaluasi. serta analisis. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penyiapan.c. c. b. penelaahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. penyiapan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. penelaahan. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 694 Bidang Program. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan.

penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. jaringan. Pasal 698 Bidang Afiliasi. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. jaringan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.d. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pengelolaan sistem. situs dan penyebarluasan informasi. e. pelaksanaan. pelaksanaan. penelaahan. 190 . pelayanan jasa teknologi. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi.

diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. Teknisi Litkayasa. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Perekayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 191 . Penyelidik Bumi. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

e. 192 . b. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703. c. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. geologi. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. h. g. d. f. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. mineral. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. rencana dan program pendidikan dan pelatihan.

Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. d. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. h. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. g. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. c. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. f. e. i. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. d. koordinasi pelayanan administratif Badan. b. e. pembinaan kerja sama. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. satuan kerja.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara. b. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi.

pelaporan. c. akuntabilitas kinerja. serta perencanaan kerja. Bagian Rencana dan Laporan. akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. penganggaran. b. h. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. terdiri dari: a. f. b. ketatalaksanaan. pengelolaan urusan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja.j. 194 . pengelolaan jaringan dan situs informasi. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. ketatalaksanaan. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. c. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Kepegawaian. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. kearsipan. g. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. l. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. d. k. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. pelaporan. Bagian Umum. Pasal 708 Sekretariat Badan.

Subbagian Evaluasi dan Pelaporan.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. kepangkatan. penggajian. serta pengembangan organisasi Badan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. d. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pelaksanaan. b. dan analisis jabatan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. pengadaan. jaringan dan situs informasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. perencanaan kerja. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. pemberhentian. c. kesejahteraan. c. pengembangan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas laporan berkala. terdiri dari: a. e. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. serta implementasi Sipeg. penyiapan. 195 . Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penyiapan. penelaahan. Subbagian Kerja Sama. penganggaran. pengurusan perencanaan. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. prosedur kerja. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. penelaahan. akuntabilitas kinerja. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. dan sistem. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

pelayanan jasa. 200 . pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. produk kilang. Subbidang Utilitas. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. kontrol kualitas. b.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. d. Subbidang Kilang. c.

penyediaan dan pemanfaatan. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. b. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penelaahan. b. penelaahan. penelaahan. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. pengembangan dan pemanfaatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Bengkel. Subbidang Laboratorium. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelaksanaan. pelaksanaan. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. d. 201 . pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. penyiapan.

pedoman. penyiapan penyelenggaraan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. Subbidang Pelaksanaan Pelatihan. norma. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. kerja sama. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. pengelolaan kepustakaan. kriteria dan prosedur. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. pedoman. e. f. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. standar. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. d. pelaksanaan. g. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. norma. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi.Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. b. pelaksanaan. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. b. serta kepustakaan. 202 . dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. c.

pemberian pelayanan jasa. pedoman. Batubara. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. g. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. norma. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. b. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Sarana Teknis. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. terdiri dari: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. e. h. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. c. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. c. Kelompok Jabatan Fungsional. kriteria pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. kearsipan.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. perlengkapan. pengelolaan ketatausahaan. 203 . f. Bagian Tata Usaha. d. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur. e. i. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. d. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. b.

kearsipan. e. d. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. organisasi. c. ketatalaksanaan dan umum Pusat. terdiri dari: a. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. akuntansi. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 204 . pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. b. kehumasan dan keprotokolan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. serta hukum. b.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. perlengkapan. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Subbagian Kepegawaian dan Umum. dokumentasi dan tata naskah. b. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. kearsipan. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat.

kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengembangan Sarana. pelaksanaan. pelaksanaan pemeliharaan. norma. pelaksanaan. rencana pengembangan. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Pengoperasian Sarana. pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. e. penelaahan. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. penggunaan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. c. d. pedoman. 205 . penelaahan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b.c. b.

terdiri dari: a. norma. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. f. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. 206 . e. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. d. pedoman. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. kriteria.d. e. penyiapan. norma. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan prosedur. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Subbidang Program dan Kerja Sama. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. b. penelaahan. b. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759. kerja sama dan sistem. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. c.

terdiri dari: a. 207 . sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. pedoman. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. pedoman. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. f. b. pemberian pelayanan jasa. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. pelaksanaan. c. kriteria pendidikan dan pelatihan. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. b. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. norma. penyusunan standar. kriteria dan prosedur. prosedur. e. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pelaksanaan. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. norma. penelaahan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan penyelenggaraan. penyusunan standar. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. norma.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan.

dokumentasi dan tata naskah serta hukum. c. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. perbendaharaan. perlengkapan. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbagian Kepegawaian dan Umum.g. organisasi dan ketatalaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. Bagian Tata Usaha. Bidang Pelatihan dan Sarana. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. akuntansi. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Kelompok Jabatan Fungsional. b. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. terdiri dari: a. e. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. h. d. pengelolaan ketatausahaan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. kehumasan dan keprotokolan. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. kearsipan. kearsipan. d. 208 . b.

b. b. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. akuntabilitas kinerja. Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. d. penelaahan. penyiapan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. e. kerja sama. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. c. jaringan dan situs informasi. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. norma. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. dan sistem. Subbidang Perencanaan. terdiri dari: a. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. 209 . dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman.

pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta evaluasi atas pengelolaan standar. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. promosi. terdiri dari: a.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. c. kerja sama. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. penyiapan. pelaksanaan kerja sama. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Pelatihan. kriteria dan prosedur. penelaahan. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Subbidang Sarana dan Prasarana. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. pelaksanaan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. e. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. norma. 210 . penelaahan.

Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. g. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi. prosedur. penelaahan. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. 211 . kriteria pendidikan dan pelatihan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. b. b. Kelompok Jabatan Fungsional.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan. c. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pemberian pelayanan jasa. c. norma. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana. pengelolaan ketatausahaan. d. d. Bagian Tata Usaha. pedoman. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. e. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. f.

kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. akuntansi. kehumasan dan keprotokolan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. organisasi dan ketatalaksanaan. kearsipan. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. e. terdiri dari: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. d. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. dokumentasi dan tata naskah. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Subbagian Kepegawaian dan Umum. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. c. b. hukum. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. b. perlengkapan. perbendaharaan. 212 .

serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. e. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. serta evaluasi atas standar. penyiapan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. terdiri dari: a.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. penelaahan. 213 . serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. pedoman. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. d. penelaahan. kerja sama. Subbidang Perencanaan. b. norma dan kriteria. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. c.

c. pelaksanaan. promosi. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pelaksanaan kerja sama.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. e. b. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. pelaksanaan. d. kerja sama. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pelatihan. Subbidang Sarana dan Prasarana. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penelaahan. 214 . b. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. penelaahan.

ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 215 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan.

(2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. 216 . Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. terdiri dari: a. c. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. d. Inspektorat Jenderal dan Badan. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal. e. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. Direktorat Jenderal.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. b. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya.

f. (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. k. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. b.BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. e. d. serta neraca energi dan sumber daya mineral. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. j. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi. i. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. g. 217 . h.

Bidang Pelayanan Data dan Informasi. b. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. c. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. 218 . d. terdiri dari: a. e. terdiri dari: a. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha. serta kearsipan Pusat. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. rumah tangga. b. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. d. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Pasal 804 Bagian Tata Usaha. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. dukungan operasi kerja. Subbagian Tata Usaha Pusat. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. pelaksanaan urusan tata usaha. serta kearsipan Bakoren. c. Subbagian Tata Usaha Data Nasional. dan persuratan dinas. Bidang Kajian Strategis. b. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Subbagian Tata Usaha Bakoren. pelaporan dan tata persuratan.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan.

f. b. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. k. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen. 219 . l. penyiapan norma. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. c. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. h. d. g. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. b. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. terdiri dari: a. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. i. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. j. e. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen.

Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. batubara dan panas bumi. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi. penelahaan. ketenagalistrikan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan. b. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. penyusunan rumusan norma. e. pelayanan data dan informasi. penelaahan. penyiapan. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. penelaahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. c. 220 . evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. terdiri dari: a. pelaksanaan. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. penyiapan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

terdiri dari: a. e. b. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bitumen padat. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. 221 . air tanah dan kegeologian. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. f. penelahaan. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis. d. pelaksanaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gambut. penelahaan. pelaksanaan. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. b. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. Subbidang Kajian Strategis Energi. c. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. penelahaan. pelaksanaan kajian kebijakan strategis.

pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing. 222 . dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. (3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen.

sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. organisasi. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. (9) Pedoman penyusunan tata laksana. dokumentasi. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen.a kepada pejabat eselon I. regulasi ekonomi dan keteknikan. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dengan lingkup meliputi personil. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. penganggaran. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. peraturan perundang-undangan. peralatan. 223 . (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. standardisasi teknis. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. perencanaan kerja. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. dan keselamatan umum. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya.

Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II. (4) Kepala Bagian. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.a.b. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektur. Direktur Jenderal. Kepala Pusat.a. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal. Inspektur Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. Direktur. (3) Kepala Biro.a.BAB XIV ESELON. Direktur Jenderal. 224 . (5) Kepala Subbagian. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Sekretaris Direktorat Jenderal.

diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi. (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. X. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi.d. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. 225 . Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.

a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.(4) Perubahan atas rincian tugas. dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. susunan organisasi. 226 . fungsi. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I.

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. maka: a.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b. c. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.