MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL REPUBLIK INDONESIA

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR 0030 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL, Menimbang : a. bahwa sebagai pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia, maka perlu menyempurnakan organisasi dan tata kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; 1. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia; 2. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2005 tentang Unit Organisasi dan Tugas Eselon I Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2005; 3. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004 tentang Susunan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8/M Tahun 2005;

Mengingat

:

4. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian; 5. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah; 6. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tanggal 3 Desember 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi; 7. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 0002 Tahun 2005 tanggal 15 Maret 2005 tentang Pedoman Penyebutan Satuan Organisasi dan Penyelenggaraan Rapat di Lingkungan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral;

Memperhatikan :

Surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dalam Nomor B/11300/M.PAN/6/2005 tanggal 9 Juni 2005 perihal Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral; MEMUTUSKAN:

Menetapkan

:

PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DEPARTEMEN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

2

BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI Pasal 1 Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral selanjutnya dalam Peraturan Menteri ini disebut Departemen adalah unsur pelaksana Pemerintah dipimpin oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden. Pasal 2 Departemen mempunyai tugas membantu Presiden dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 3 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Departemen menyelenggarakan fungsi: a. perumusan kebijakan nasional, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis di bidang energi dan sumber daya mineral; b. pelaksanaan urusan pemerintahan di bidang energi dan sumber daya mineral; c. pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen; d. pengawasan atas pelaksanaan tugas Departemen; e. penyampaian laporan hasil evaluasi, saran, dan pertimbangan di bidang tugas dan fungsi Departemen kepada Presiden.

3

BAB II SUSUNAN ORGANISASI Pasal 4 Departemen, terdiri dari: a. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Sekretariat Jenderal; c. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi; d. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi; e. Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; f. Inspektorat Jenderal; g. Badan Geologi; h. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; i. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; j. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi; k. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan; l. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi; m. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup; n. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan; o. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.

4

Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. d. (2) Sekretariat Jenderal dipimpin oleh Sekretaris Jenderal. terdiri dari: a.BAB III SEKRETARIAT JENDERAL Pasal 5 (1) Sekretariat Jenderal adalah unsur pembantu pimpinan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi kegiatan Departemen. Biro Umum. c. 5 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 6 Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian administrasi Departemen. c. dan lembaga lain yang terkait. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Lembaga Pemerintah Non Departemen. b. pelaksanaan tugas lain yang diberikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. koordinasi dukungan Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 8 Sekretariat Jenderal. Pasal 7 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6. Kementerian Negara. Departemen lain. penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi Departemen. e. d. Biro Keuangan. penyelenggaraan hubungan kerja di bidang administrasi dengan Kementerian Koordinator. b. Biro Kepegawaian dan Organisasi.

rencana anggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. c. serta perumusan akuntabilitas kinerja. penyusunan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. analisis dan evaluasi pengembangan RK-KL dan RKA-KL. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. rencana dan program kerja dan anggaran. Bagian Perencanaan Anggaran. rencana dan program kerja. rencana pembangunan jangka panjang. perumusan rencana kerja kementerian lembaga (RK-KL). serta bimbingan teknis perencanaan dan kerja sama. g. e. e. perumusan pedoman penyusunan rencana kerja. d. k. 6 . b. penyusunan harga satuan. serta kerja sama. dan rencana anggaran. j. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kebijakan pembangunan. Pasal 11 Biro Perencanaan dan Kerja Sama. l. perumusan kebijakan pembangunan. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. evaluasi kebijakan pembangunan. rencana kerja dan anggaran. h. f. menengah dan tahunan. Bagian Analisis dan Evaluasi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. serta penyelenggaraan sinkronisasi program pembangunan.Bagian Ketiga Biro Perencanaan dan Kerja Sama Pasal 9 Biro Perencanaan dan Kerja Sama mempunyai tugas mengelola penyusunan dan evaluasi kebijakan pembangunan. c. serta rencana kerja dan anggaran kementerian lembaga (RKA-KL) satuan kerja berbasis kinerja. serta rencana strategis. b. d. Bagian Penyusunan Rencana Kerja. Bagian Kerja Sama. serta pengelolaan kerja sama Departemen. terdiri dari: a. Biro Perencanaan dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan kerja sama Departemen. serta prosedur kerja penyusunan akuntabilitas kinerja dan kerja sama. sosialisasi kebijakan pembangunan. perencanaan anggaran belanja satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga) satuan kerja berbasis kinerja. i. Pasal 10 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9.

pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana kerja Departemen. penelaahan. b. penyusunan rumusan RK-KL. (2) Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan norma. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Inspektorat Jenderal. d. dan Badan Geologi. Batubara dan Panas Bumi. Pasal 13 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana kerja. serta rumusan Rencana Pembangunan Jangka Panjang. Menengah dan Tahunan Departemen. e. terdiri dari: a. Subbagian Perencanaan Penunjang. standar dan kriteria rencana kerja. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. rencana program dan kegiatan satuan kerja Departemen. b.Pasal 12 Bagian Penyusunan Rencana Kerja Bagian Penyusunan Rencana Kerja mempunyai tugas menyiapkan penyusunan rencana kerja Departemen. Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Pasal 14 Bagian Penyusunan Rencana Kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Sekretariat Jenderal. penelaahan. penyiapan rumusan rencana strategis Departemen. c. Bagian Penyusunan Rencana Kerja menyelenggarakan fungsi: a. serta pemantauan pelaksanaan atas RK-KL dan kegiatan satuan kerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. serta penyelenggaraan sinkronisasi program. (3) Subbagian Perencanaan Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. 7 . penyiapan koordinasi penyusunan kebijakan pembangunan. Subbagian Perencanaan Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan urusan tata usaha Biro. c. f. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 15 (1) Subbagian Perencanaan Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. d. Batubara dan Panas Bumi. mempunyai tugas menyiapkan Pasal 17 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16. e. c. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Direktorat Jenderal Mineral. penyiapan rumusan satuan harga pokok. Subbagian Penganggaran Penunjang. dan 8 . f. kriteria perencanaan anggaran. berkoordinasi dengan Biro Keuangan. Pasal 19 (1) Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan laporan pelaksanaan rencana anggaran Departemen. b. c.Pasal 16 Bagian Perencanaan Anggaran Bagian Perencanaan Anggaran perencanaan anggaran Departemen. Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan. b. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana anggaran. dan Badan Geologi. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta rumusan RKA-KL dan DIPA. penyiapan koordinasi perencanaan anggaran Departemen. penyiapan rumusan standar. Pasal 18 Bagian Perencanaan Anggaran. norma. penyusunan rumusan anggaran satuan 2 (dua) dan satuan 3 (tiga). terdiri dari: a. Subbagian Penganggaran Minyak dan Gas Bumi Ketenagalistrikan. serta pemantauan pelaksanaan atas rencana anggaran lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Bagian Perencanaan Anggaran menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbagian Penganggaran Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan.

kriteria akuntabilitas kinerja. Bagian Analisis dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. e. Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang. c. rencana pembangunan jangka panjang. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen. penyiapan koordinasi pelaksanaan analisis dan evaluasi Departemen. RKA-KL. rencana anggaran dan akuntabilitas kinerja Departemen.(3) Subbagian Penganggaran Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja Departemen. g. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 21 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20. pelaksanaan analisis pengembangan program dan kegiatan RK-KL. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. terdiri dari: a. Pasal 20 Bagian Analisis dan Evaluasi Bagian Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas menyiapkan bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen. penyiapan bahan sidang. c. b. h. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan rencana kerja dan sosialisasi kebijakan akuntabilitas kinerja. Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan. Inspektorat Jenderal. Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral. 9 . rapat koordinasi dan rapat kerja Pimpinan Departemen. f. tahunan dan rencana strategis. penelaahan. menengah. b. d. serta evaluasi pengembangan rencana kerja. serta pemantauan pelaksanaan atas perencanaan anggaran Sekretariat Jenderal. dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. Pasal 22 Bagian Analisis dan Evaluasi. norma. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penyusunan bahan rapat Pimpinan Departemen dan akuntabilitas kinerja Departemen. evaluasi penyelesaian bahan sidang dan rapat koordinasi Pimpinan Departemen.

serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen.Pasal 23 (1) Subbagian Analisis dan Evaluasi Minyak dan Gas Bumi dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbagian Analisis dan Evaluasi Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. h. Bagian Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. penyiapan. lembaga sertifikasi dan instansi pemerintah. Pasal 25 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24. serta pengelolaan kerja sama Departemen. kriteria kerja sama. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. f. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan pemantauan dan dokumentasi kerja sama luar dan dalam negeri. penelaahan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Penunjang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Badan Geologi. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. Inspektorat Jenderal. norma. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyiapan penyelenggaraan kerja sama luar negeri. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan rapat Pimpinan Departemen. penelaahan. Pasal 24 Bagian Kerja Sama Bagian Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan kebijakan. penyiapan koordinasi pengelolaan kerja sama Departemen. Batubara. e. d. penelaahan. serta kerja sama asosiasi. 10 . g. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan serta pengelolaan kerja sama Departemen. pelaksanaan sosialisasi program dan hasil kerja sama. penyiapan rumusan standar. Panas Bumi. penyiapan. c. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Direktorat Jenderal Mineral. rencana kerja dan akuntabilitas kinerja lingkup Sekretariat Jenderal.

dan penilaian kinerja pegawai. c. d. b. 11 . serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Subbagian Kerja Sama Bilateral. perumusan kebijakan pembinaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup multilateral dan regional di lingkungan Departemen. kepangkatan. pembinaan mutasi. pemensiunan. dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri. penelaahan. c. serta pedoman penyempurnaan organisasi dan prosedur kerja (SOP). perencanaan. disiplin. pengembangan organisasi dan tata laksana. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama luar negeri lingkup bilateral di lingkungan Departemen. (2) Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 29 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28. penelaahan. penyelenggaraan koordinasi pembinaan kepegawaian. pengadaan. serta evaluasi penyiapan atas pengelolaan kerja sama dalam negeri lingkup pembinaan asosiasi. e.Pasal 26 Bagian Kerja Sama. jabatan struktural dan fungsional. penempatan dan pengembangan pegawai. perumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan kepegawaian. (3) Subbagian Kerja Sama Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta penyiapan penetapan pemberhentian. lembaga sertifikasi dan instansi Pemerintah di bidang energi dan sumber daya mineral. Biro Kepegawaian dan Organisasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Kerja Sama Multilateral dan Regional. b. Pasal 27 (1) Subbagian Kerja Sama Bilateral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Bagian Keempat Biro Kepegawaian dan Organisasi Pasal 28 Biro Kepegawaian dan Organisasi mempunyai tugas mengelola pembinaan kepegawaian.

Bagian Organisasi dan Tata Laksana. penyusunan rencana formasi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. Pegawai Negeri Sipil (PNS). pengadaan. penyusunan identifikasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan dan perumusan program pendidikan dan pelatihan aparatur. g. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta penyiapan penetapan pengelola anggaran. pola dan pengembangan karir pegawai. norma. d. Pasal 32 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31. b. serta pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. Bagian Mutasi Pegawai. Bagian Data dan Informasi Pegawai. e. evaluasi pembinaan kepegawaian. k. d. penyiapan penyelenggaraan sidang Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). g. j. 12 . pengangkatan dan penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). pengelolaan sistem informasi pegawai.f. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan dan pengembangan pegawai. penyiapan rumusan standar. perumusan pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan. penyiapan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. h. Pasal 31 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melaksanakan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. pengelolaan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral. serta kartu PNS. penyiapan koordinasi perumusan dan pelaksanaan kebijakan perencanaan dan pengembangan pegawai. b. f. serta standardisasi kompetensi jabatan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. i. e. penyiapan rumusan rencana. Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. dokumentasi dan tata naskah pegawai. kriteria perencanaan dan pengembangan pegawai. c. Pasal 30 Biro Kepegawaian dan Organisasi. serta administrasi penugasan ke luar negeri.

h. penelaahan. j. penyiapan. serta pengaktifan kembali pegawai Departemen. urusan tugas belajar dan izin belajar. pengelolaan administrasi tugas belajar. 13 . dan Kartu PNS Departemen. dan penugasan pegawai ke luar negeri. kompetensi pegawai. penelaahan. penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai Departemen. c. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan pola dan pengembangan karier. i. evaluasi pelaksanaan perencanaan dan pengembangan pegawai Departemen. Pasal 34 (1) Subbagian Perencanaan dan Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengangkatan dan penempatan CPNS atau PNS. (3) Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bimbingan teknis. kepangkatan. Subbagian Program Kebutuhan Pendidikan dan Pelatihan Aparatur. Subbagian Pengembangan Karir. izin belajar pegawai dan pengaktifan kembali dari tugas belajar. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas penyusunan rencana formasi dan pengadaan pegawai. pemberhentian dan disiplin. pelaksanaan bimbingan teknis kepegawaian. penelaahan. serta kesejahteraan pegawai Departemen. terdiri dari: a. Pasal 33 Bagian Perencanaan dan Pengembangan Pegawai. serta evaluasi pelaksanaan atas identifikasi kebutuhan dan program pendidikan dan pelatihan aparatur. b. penyiapan. Subbagian Perencanaan dan Pengadaan. Pasal 35 Bagian Mutasi Pegawai Bagian Mutasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengangkatan. (2) Subbagian Pengembangan Karir mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemindahan.

Pasal 38 (1) Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan kesejahteraan. ujian dinas dan Ujian KPPI.Pasal 36 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35. terdiri dari: a. dan penarikan kembali pegawai. Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan. kepangkatan. serta evaluasi atas kenaikan pangkat. pelaksanaan. dipekerjakan. pelaksanaan disiplin pegawai. pemindahan. serta pedoman dan prosedur kerja mutasi dan kesejahteraan pegawai. Subbagian Mutasi Jabatan. Kartu Suami. serta penyiapan penyelenggaraan sidang Baperjakat dan penetapan pengelola anggaran. pemindahan. penyiapan rumusan kebijakan pembinaan mutasi pegawai. dan penilaian angka kredit. penggajian dan pelayanan kesehatan pegawai. dan Bapertarum. e. pemberhentian dan disiplin. h. serta kesejahteraan pegawai. j. kriteria mutasi pegawai. pelaksanaan kepangkatan. norma. penyiapan standar. i. ujian dinas dan ujian Kenaikan Pangkat Penyesuaian Ijazah (KPPI) serta pengurusan cuti dan penilaian kinerja pegawai. perbantuan. serta urusan pemberian penghargaan pegawai. perbantuan. b. k. pembebasan sementara. f. b. Taspen. c. pelaksanaan pengangkatan dan penempatan jabatan struktural. dipekerjakan. cuti. Askes. d. evaluasi pelaksanaan pengangkatan. serta Kartu Istri. urusan pemberhentian dan pemensiunan pegawai. pemberhentian. Bagian Mutasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. pemberhentian. Subbagian Kepangkatan dan Pemindahan. g. c. kepangkatan. pengangkatan kembali. 14 . penyiapan koordinasi pelaksanaan pengangkatan. dan penilaian prestasi pegawai. pelaksanaan pengangkatan jabatan fungsional. pemindahan. penarikan kembali. serta kesejahteraan pegawai Departemen. Pasal 37 Bagian Mutasi Pegawai. pelaksanaan pemindahan pegawai. penelaahan. penyiapan administrasi lembaga tripartit sektor energi dan sumber daya mineral.

Pasal 39 Bagian Data dan Informasi Pegawai Bagian Data dan Informasi Pegawai mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sistem informasi. jabatan. pelaksanaan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan data dan informasi pegawai. disiplin. penyiapan. dan administrasi lembaga tripartit. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. e. pengelolaan sistem informasi pegawai (Sipeg) dan pengembangan aplikasi database kepegawaian. Bapertarum pegawai Departemen. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. penyusunan laporan kekuatan pegawai. pelaksanaan dokumentasi dan tata naskah pegawai. penggajian. evaluasi pelaksanaan pengelolaan sistem informasi. pemindahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pedoman pembinaan kepegawaian. dan daftar riwayat hidup pegawai. dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. Daftar Urut Kepangkatan. penghargaan. i. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem informasi pegawai Departemen. penelaahan. penelaahan. pengurusan pembinaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. serta evaluasi atas penyelenggaraan sidang Baperjakat. dan penetapan pengelola anggaran Departemen. kepangkatan. Bagian Data dan Informasi Pegawai menyelenggarakan fungsi: a. h. pengadaan pegawai. 15 . Kartu Suami. pengangkatan dan penempatan jabatan struktural atau fungsional. g. (3) Subbagian Pemberhentian dan Kesejahteraan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Taspen. c. Kartu Istri. Askes. d. Pasal 40 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengolahan data pegawai. pemberhentian dan pemensiunan. penilaian angka kredit. pendidikan dan pelatihan pegawai. serta pengelolaan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penghargaan. pelayanan kesehatan. pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi. b. f.(2) Subbagian Mutasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemberhentian.

c. jabatan. serta pengembangan organisasi dan jabatan. pemberhentian. d. c. penelaahan. klasifikasi dan peta jabatan. terdiri dari: a. kriteria pengembangan organisasi. pendidikan dan pelatihan pegawai. e. Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai. (3) Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan pedoman penyusunan prosedur kerja (SOP). Bagian Organisasi dan Tata Laksana menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. Pasal 43 Bagian Organisasi dan Tata Laksana Bagian Organisasi dan Tata Laksana mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan. pelaksanaan. Pasal 44 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43. penyiapan rumusan hubungan kerja Departemen. penghargaan. b. pelaksanaan analisis jabatan dan analisis beban kerja. pemindahan. pengadaan pegawai. serta penyusunan standar kompetensi jabatan. serta pedoman penyempurnaan organisasi. penyiapan koordinasi pengembangan organisasi dan ketatalaksanaan Departemen. (2) Subbagian Penerapan Aplikasi Informasi Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi.Pasal 41 Bagian Data dan Informasi Pegawai. kepangkatan. Subbagian Tata Naskah dan Kepegawaian Sekretariat Jenderal. Pasal 42 (1) Subbagian Pengolahan Data Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kepegawaian Sekretariat Jenderal. penggajian. bimbingan teknis dan tata usaha Biro. b. Subbagian Pengolahan Data Pegawai. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan dokumentasi dan tata naskah pegawai Departemen. serta evaluasi atas pengembangan sistem informasi pegawai dan aplikasi database kepegawaian Departemen. norma. 16 . serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi kebutuhan formasi.

pengembangan. g. penelaahan. pedoman prosedur kerja satuan organisasi Departemen. analisis beban kerja. pengembangan. administrasi keuangan. dan barang milik/kekayaan negara Departemen. 17 . c.f. evaluasi dan klasifikasi jabatan. h. serta evaluasi pelaksanaan atas analisis jabatan. Pasal 45 Bagian Organisasi dan Tata Laksana. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan dan sosialisasi organisasi Departemen. perbendaharaan. evaluasi pelaksanaan pengembangan organisasi dan tata laksana Departemen. pelaksanaan evaluasi organisasi berdasarkan beban kerja dan akuntabilitas kinerja. dan pelaksanaan bimbingan teknis. serta evaluasi pelaksanaan atas ketatalaksanaan. (3) Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kelembagaan. standardisasi kompetensi jabatan. penelaahan. (2) Subbagian Tata Laksana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. b. penelaahan. peta jabatan. Bagian Kelima Biro Keuangan Pasal 47 Biro Keuangan mempunyai tugas mengelola anggaran pendapatan dan belanja. pola hubungan kerja. Pasal 46 (1) Subbagian Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis organisasi dan ketatalaksanaan. Subbagian Tata Laksana. Subbagian Analisis dan Evaluasi Jabatan.

serta pembinaan perbendaharaan. g. Bagian Pendapatan dan Belanja. serta pelaksanaan akuntansi. c. Kelompok Jabatan Fungsional. pembinaan inventarisasi. penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. e. administrasi keuangan. d. evaluasi anggaran pendapatan dan belanja. serta penyusunan revisi anggaran pendapatan dan belanja. f. i. dan implementasi sistem akuntansi. terdiri dari: a. akuntansi dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. k. penyelesaian kerugian negara. Biro Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan penerimaan negara. Bagian Kekayaan Negara. penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara Departemen. pengelolaan Surat Perintah Membayar (SPM). j. pelaksanaan sosialisasi kebijakan keuangan. pengelolaan perbendaharaan dan kekayaan negara. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri. serta bimbingan teknis perbendaharaan. serta pengelolaan tindak lanjut hasil pemeriksaan. c. b. pengelolaan dokumen pelaksanaan anggaran. serta Neraca Departemen. Pasal 50 Bagian Pendapatan dan Belanja Bagian Pendapatan dan Belanja mempunyai tugas melaksanakan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Pasal 49 Biro Keuangan. e. Bagian Akuntansi. serta nota keuangan. Bagian Perbendaharaan. b. perbendaharaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan anggaran pendapatan dan belanja. serta penyiapan penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. d. 18 . penyusunan laporan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Departemen. laporan realisasi anggaran. l. penyelenggaraan koordinasi pembinaan administrasi keuangan. kekayaan negara dan akuntansi. administrasi keuangan dan barang milik/kekayaan negara Departemen. h.Pasal 48 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47.

kriteria administrasi anggaran pendapatan dan belanja. b. penyusunan rumusan standar. penyiapan penetapan pencairan anggaran pendapatan dan belanja. penyiapan. c. f. penelaahan. serta evaluasi kegiatan atas pengolahan data anggaran. Subbagian Anggaran Belanja. (2) Subbagian Anggaran Belanja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 52 Bagian Pendapatan dan Belanja. Subbagian Pengolahan Data Anggaran. evaluasi tarif dan revisi PNBP. serta penetapan daerah penghasil dan dasar penghitungan bagian daerah sumber daya alam. penyiapan penetapan tarif iuran dan izin penggunaan PNBP. 19 . serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran belanja Departemen. e. h. penelaahan.Pasal 51 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50. Pasal 53 (1) Subbagian Anggaran Pendapatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan target. penyusunan RAPBN dan nota keuangan Departemen. terdiri dari: a. i. k. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). c. berkoordinasi dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis PNBP dan belanja negara. penyiapan pengesahan dan revisi anggaran pendapatan dan belanja. j. Subbagian Anggaran Pendapatan. pelaksanaan pengolahan dan penelaahan data anggaran per jenis pendapatan dan belanja satuan kerja. g. b. dan urusan tata usaha Biro. d. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas anggaran pendapatan Departemen. norma. penyiapan rumusan RAPBN dan nota keuangan. penyiapan koordinasi penyusunan anggaran pendapatan dan belanja Departemen. penyiapan. penelaahan. Bagian Pendapatan dan Belanja menyelenggarakan fungsi: a. (3) Subbagian Pengolahan Data Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan administrasi anggaran pendapatan dan belanja Departemen.

dan pengelolaan SPM. Pasal 57 (1) Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis perbendaharaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi Dan Sumber Daya Mineral. penyelesaian tuntutan perbendaharaan atau tuntutan ganti rugi dan tindak lanjut laporan hasil pemeriksaan. mempunyai tugas melaksanakan Pasal 55 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54. penelaahan. Badan Geologi. Inspektorat Jenderal. kriteria pelaksanaan perbendaharaan. f. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi. d. c. penyiapan laporan pelaksanaan anggaran. dan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksanaan. Bagian Perbendahaaraan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi perbendaharaan Departemen. Pasal 56 Bagian Perbendahaaraan. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Sekretariat Jenderal. Subbagian Perbendaharaan Geologi dan Badan. evaluasi pelaksanaan administrasi perbendaharaan Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan perbendaharaan. penelaahan. Subbagian Perbendaharaan Kantor Pusat dan Energi. penyiapan rumusan standar. e. 20 . Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan. serta pembagian iuran sumber daya alam. b. serta evaluasi atas administrasi perbendaharaan lingkup Direktorat Jenderal Mineral.Pasal 54 Bagian Perbendaharaan Bagian Perbendaharaan perbendaharaan Departemen. (2) Subbagian Perbendahaaraan Geologi dan Badan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. b. norma. pelaksanaan. g. c.

penyiapan koordinasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara. c. penelaahan. 21 . pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan.(3) Subbagian Administrasi Pelaksanaan Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Pasal 60 Bagian Kekayaan Negara. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi kebijakan perbendaharaan Departemen. evaluasi pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. Bagian Kekayaan Negara menyelenggarakan fungsi: a. pengurusan penggunaan dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan. Pasal 61 (1) Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan bidang minyak dan gas bumi. b. c. penelaahan. pelaksanaan. g. kriteria pengelolaan kekayaan negara. f. tuntutan perbendaharaan. e. penyiapan rumusan standar. ganti rugi. serta evaluasi atas penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 59 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58. Subbagian Penyiapan Kekayaan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan barang milik/kekayaan negara. Pasal 58 Bagian Kekayaan Negara Bagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan barang milik/kekayaan negara yang menjadi tanggung jawab Departemen. b. pelaksanaan inventarisasi dan penilaian barang milik/kekayaan negara. d. tindak lanjut laporan hasil pemeriksanaan. norma. Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral.

penelaahan. Bagian Akuntansi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. penyiapan rumusan standar. Pasal 64 Bagian Akuntansi. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Direktorat Jenderal Mineral. pelaksanaan. Pasal 62 Bagian Akuntansi Bagian Akuntansi mempunyai tugas melaksanakan proses akuntansi dan rekonsiliasi pertanggungjawaban anggaran pendapatan dan belanja Departemen. Subbagian Penyiapan Neraca. g. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi.(2) Subbagian Penyiapan Kekayaan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. terdiri dari: a. Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran. norma. dan Sistem Akuntansi Aset Tetap (SAAT). kriteria pelaksanaan sistem akuntansi. pelaksanaan verifikasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan sistem akuntansi. f. Subbagian Sistem Informasi Akuntansi. rekonsiliasi. penyiapan koordinasi pelaksanaan sistem akuntansi Departemen. penelaahan. Pasal 63 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62. dan konsolidasi pertanggungjawaban APBN. Inspektorat Jenderal. serta penyusunan Laporan Keuangan Departemen. dan bidang geologi dan sumber daya mineral. e. (3) Subbagian Penyiapan Kekayaan Penunjang dan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara lingkup Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan bimbingan teknis sistem akuntansi. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan sistem akuntansi anggaran pendapatan dan belanja Departemen. b. 22 . implementasi Sistem Akuntansi Instansi (SAI). Badan Geologi. c. b.

Pasal 65 (1) Subbagian Penyiapan Realisasi Anggaran mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan. e. serta hubungan masyarakat Departemen. verifikasi anggaran. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembukuan aset. h. (2) Subbagian Penyiapan Neraca mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelenggaraan koordinasi penyusunan peraturan perundangundangan. kewajiban. Neraca. serta pelaksanaan kehumasan. pemberian telaahan dan pertimbangan hukum atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. serta kehumasan. serta evaluasi atas laporan keuangan dan implementasi Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP). bantuan hukum dan kehumasan. pelaksanaan. Laporan Realisasi Anggaran (LRA). equitas dana. dan implementasi SAAT Departemen. perpustakaan dan pelayanan informasi hukum dan kehumasan. dan bantuan hukum. (3) Subbagian Sistem Informasi Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. bantuan hukum. dan bantuan hukum. pengelolaan dokumentasi. c. serta bimbingan teknis perancangan peraturan perundangan. perumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. serta pelayanan bantuan dan konsultasi hukum. b. serta evaluasi atas pembukuan realisasi anggaran. penelaahan. penyelenggaraan kehumasan dan urusan hubungan antar lembaga tinggi negara. rekonsialiasi. Pasal 67 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66. dan implementasi SAI Departemen. konsolidasi. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan. Bagian Keenam Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Pasal 66 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat mempunyai tugas mengelola rancangan peraturan perundang-undangan. Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. g. pelaksanaan. d. 23 . penelaahan. serta program legislasi dan regulasi. f. dan penyelesaian kasus hukum. penelaahan hukum atas pemberian izin dari Pimpinan Departemen.

b. Pasal 71 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan peraturan perundangundangan. c. Pasal 68 Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat. b. Pasal 70 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69. penyusunan rumusan program legislasi dan regulasi. Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan Departemen. b. penyiapan koordinasi penyusunan rancangan peraturan perundangundangan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan peraturan perundang-undangan. c. serta pengembangan hubungan masyarakat Departemen. Pasal 69 Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan Departemen. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. terdiri dari: a. 24 . dan bantuan hukum. j. Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan. Kelompok Jabatan Fungsional.i. serta program legislasi dan regulasi Departemen. d. Bagian Penelaahan Hukum. evaluasi peraturan perundang-undangan. serta perancangan dan penyempurnaan peraturan perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan. Bagian Penyusunan Peraturan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. e. Bagian Bantuan Hukum. Bagian Hubungan Masyarakat. penelaahan. c. d. Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi. e.

f. penelaahan. c. dan unsur unit penunjangnya. kriteria kontrak atau perjanjian. penelaahan. norma. dan unsur unit penunjangnya. pelaksanaan bimbingan teknis penyusunan kontrak atau perjanjian. dan unsur unit penunjangnya. penelaahan. penyiapan rumusan standar. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas permasalahan hukum dan kontrak atau perjanjian. penyiapan.Pasal 72 (1) Subbagian Perundang-undangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan koordinasi pertimbangan hukum atas kontrak atau perjanjian Departemen. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. Pasal 73 Bagian Penelaahan Hukum Bagian Penelaahan Hukum mempunyai tugas melaksanakan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. Pasal 74 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundangundangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Mineral. Batubara dan Panas Bumi. d. evaluasi pelaksanaan telaahan dan pertimbangan hukum Departemen. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan kontrak atau perjanjian. g. pelaksanaan pertimbangan hukum atas pemberian izin Pimpinan Departemen. b. h. (3) Subbagian Perundang-undangan Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan telaahan dan pertimbangan atas rancangan peraturan perundang-undangan sektor lainnya. 25 . (2) Subbagian Perundang-undangan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. e. Bagian Penelaahan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan atas peraturan perundang-undangan dan program legislasi dan regulasi lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. penyiapan.

serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Subbagian Penelahaan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. dan unsur unit penunjangnya. 26 . penyiapan koordinasi pelaksanaan bantuan hukum Departemen. dan unsur unit penunjangnya. Bagian Bantuan Hukum menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 76 (1) Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. penelaahan. kriteria bantuan dan konsultasi hukum. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 77 Bagian Bantuan Hukum Bagian Bantuan Hukum mempunyai tugas melaksanakan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. c. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan bantuan hukum. evaluasi pelaksanaan pelayanan bantuan dan konsultasi hukum Departemen. Pasal 78 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77. e. b. Batubara dan Panas Bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas pemberian telaahan dan pertimbangan hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan pelayanan bantuan hukum dan penyelesaian kasus hukum di dalam dan luar pengadilan. c. f. Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan. penelaahan. Subbagian Penelaahan Hukum Minyak dan Gas Bumi. (3) Subbagian Penelaahan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d.Pasal 75 Bagian Penelaahan Hukum. b. norma. dan unsur unit penunjangnya. penyiapan. (2) Subbagian Penelaahan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan bimbingan teknis bantuan hukum. penyiapan.

f. pelaksaaan. dan unsur unit penunjangnya. Pasal 82 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81. Pasal 80 (1) Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan abstrak peraturan perundang-undangan. penelaahan. pelaksanaan hubungan kerja dengan media. serta monitoring dan analisis berita. d.Pasal 79 Bagian Bantuan Hukum. b. pelaksanaan hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. c. Subbagian Bantuan Hukum Minyak dan Gas Bumi. Bagian Hubungan Masyarakat menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Mineral. dan unsur unit penunjangnya. pelaksaaan. kriteria pelayanan hubungan masyarakat. c. norma. penelaahan. (3) Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pemberian bantuan dan konsultasi hukum lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. pelaksaaan. Pasal 81 Bagian Hubungan Masyarakat Bagian Hubungan Masyarakat mempunyai tugas melaksanakan hubungan masyarakat serta informasi hukum Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Geologi dan Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. penyiapan koordinasi pelaksanaan hubungan masyarakat Departemen. Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan standar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan hubungan masyarakat. b. 27 . dan unsur unit penunjangnya. konferensi pers. Batubara dan Panas Bumi. (2) Subbagian Bantuan Hukum Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e.

penelaahan. pelaksanaan peliputan. Subbagian Publikasi. serta evaluasi atas hubungan dengan media. Bagian Ketujuh Biro Umum Pasal 85 Biro Umum mempunyai tugas mengelola urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. (2) Subbagian Peliputan dan Hubungan Media mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan jaringan dokumentasi dan informasi hukum Departemen. b. penerbitan. penelaahan. pelaksanaan. Subbagian Hubungan Kelembagaan. peliputan dan perekaman kegiatan. j. pelaksanaan. (3) Subbagian Publikasi mempunyai tugas melakukan pengelolaan dokumentasi dan perpustakaan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. pelaksanaan bimbingan teknis kehumasan. serta evaluasi atas hubungan kerja dengan lembaga tinggi negara. 28 . evaluasi pelaksanaan pelayanan hubungan masyarakat dan informasi hukum Departemen.g. monitoring dan analisis berita Departemen. abstrak peraturan perundang-undangan. serta jaringan dokumentasi dan informasi hukum. i. c. konferensi pers. Subbagian Peliputan dan Hubungan Media. h. pelaksanaan dokumentasi dan perpustakaan. Pasal 84 (1) Subbagian Hubungan Kelembagaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pameran Departemen. terdiri dari: a. Pasal 83 Bagian Hubungan Masyarakat. dan urusan tata usaha Biro. rumah tangga Sekretariat Jenderal. perekaman dan pameran kegiatan Departemen.

Biro Umum menyelenggarakan fungsi: a. e. b. Subbagian Tata Usaha Staf Ahli. tata persuratan dinas dan kearsipan. serta pengelolaan distribusi penggunaan barang inventaris dan pelaksanaan Penguasa Barang Inventaris Sekretariat Jenderal. c. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. h. serta kebersihan dan pemeliharaan barang inventaris. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. penyediaan sarana dan prasarana kerja. pengadaan. c. penyelenggaraan koordinasi perlengkapan. Pasal 88 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen mempunyai melaksanakan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. f. pengelolaan rumah tangga. d. b. tata persuratan dinas dan kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Biro. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Pasal 87 Biro Umum. perumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan rumah tangga.Pasal 86 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 85. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Staf Ahli. tata persuratan dinas dan kearsipan. tata usaha dan kearsipan. f. perlengkapan dan pengadaan. j. i. terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha. perumusan rencana kebutuhan atau penggunaan sarana dan prasarana kerja Departemen. penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Menteri. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pengelolaan keamanan dan keselamatan. serta pembinaan perlengkapan dan ketatatusahaan Departemen. rumah tangga Sekretariat Jenderal. Sekretaris Jenderal. d. evaluasi pengelolaan urusan rumah tangga Pimpinan Departemen. Bagian Perlengkapan. g. tugas 29 .

serta penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. penyiapan penyelenggaraan rapat. pelantikan. (2) Subbagian Urusan Dalam Departemen mempunyai tugas melakukan penyiapan sarana dan prasarana kerja. c. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris pada gedung Departemen dan kendaraan Pimpinan Departemen. c. Pasal 92 Bagian Tata Usaha Bagian Tata ketatausahaan. Pasal 90 Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen. kearsipan dan penjadwalan kegiatan Pimpinan Departemen. terdiri dari: a. Medan Merdeka Selatan 18.Pasal 89 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 88. pelaksanaan penyediaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen (beralamat Jln. d. Subbagian Tata Usaha Menteri. f. pelayanan kesekretariatan dan persuratan dinas. e. Subbagian Urusan Dalam Departemen. Subbagian Protokol Pimpinan Departemen. Jakarta Pusat). persuratan dinas. (3) Subbagian Protokol Pimpinan Departemen mempunyai tugas melakukan pelayanan keprotokolan. serta pelayanan keprotokolan Pimpinan Departemen. keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga Pimpinan Departemen. serta pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Departemen. b. Bagian Rumah Tangga Pimpinan Departemen menyelenggarakan fungsi: a. serta pelayanan keamanan dan keselamatan Pimpinan Departemen. pelaksanaan kebersihan gedung Departemen. Pasal 91 (1) Subbagian Tata Usaha Menteri mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan 30 . penyelenggaraan rapat dan pelantikan oleh Pimpinan Departemen. b.

c. Pasal 94 Bagian Tata Usaha. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. Subbagian Kearsipan. Subbagian Tata Usaha Departemen. penyiapan. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. penyiapan rumusan standar. 31 . evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan. serta evaluasi atas pengelolaan tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. b. penelaahan. persuratan dinas. b. serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Pasal 96 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan ketatausahaan Departemen. f. Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal. norma.Pasal 93 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92. penjadwalan kegiatan. kriteria tata persuratan dinas dan kearsipan Departemen. terdiri dari: a. c. e. (3) Subbagian Kearsipan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pedoman dan pengelolaan kearsipan Departemen. Pasal 95 (1) Subbagian Tata Usaha Departemen mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. d. penelaahan. dan ekspedisi surat dinas. dan kearsipan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan pengelolaan kearsipan Departemen. serta urusan tata usaha dan ekspedisi. (2) Subbagian Tata Usaha Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan.

Jakarta Pusat). Kepala Biro dan Kepala Pusat. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. f. pelaksanaan kebersihan. Pasal 100 Bagian Perlengkapan Bagian Perlengkapan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. c.H. Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal. Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 98 Bagian Rumah Tangga Sekretariat Jenderal. Staf Ahli. serta pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. dan angkutan pegawai lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. e. d. 32 . serta keprotokolan Sekretariat Jenderal. Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal. keselamatan. rapat dan pelantikan oleh Sekretaris Jenderal. serta pengadaan. terdiri dari: a. M. b. Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal. (2) Subbagian Pemeliharaan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pemeliharaan barang inventaris dan kebersihan pada gedung Sekretariat Jenderal. keamanan. penyiapan penyelenggaraan rapat dan keprotokolan Sekretaris Jenderal. b. Pasal 99 (1) Subbagian Urusan Dalam Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan pelayanan keamanan. Staf Ahli. serta keprotokolan Sekretaris Jenderal. pelaksanaan pemeliharaan barang inventaris dan urusan Penguasa Barang Inventaris (PBI) Sekretariat Jenderal. penyiapan sarana dan prasarana kerja pada gedung Sekretariat Jenderal (beralamat Jln. c. Thamrin 1. Kepala Biro dan Kepala Pusat. pelaksanaan pelayanan dan pemeliharaan jaringan listrik dan telepon lingkup gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pelayanan rumah tangga pada gedung Sekretariat Jenderal. (3) Subbagian Protokol Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan penyelenggaraan upacara bendera.Pasal 97 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 96. keselamatan. dan angkutan pegawai pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal.

penyiapan bahan rumusan standar. g. Pasal 104 Subbagian Tata Usaha Staf Ahli Subbagian Tata Usaha Staf Ahli mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. c. (2) Subbagian Pengadaan mempunyai tugas melakukan pengadaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. e. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. dan kearsipan Staf Ahli. c. penyiapan rumusan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. kriteria perlengkapan.Pasal 101 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 100. b. (3) Subbagian Distribusi dan Inventarisasi mempunyai tugas melakukan pelayanan serta evaluasi inventarisasi dan distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pengelolaan perlengkapan. penyiapan kegiatan. f. Pasal 102 Bagian Perlengkapan. Pasal 103 (1) Subbagian Rencana Kebutuhan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. inventarisasi. pelaksanaan pengadaan. terdiri dari: a. distribusi penggunaan sarana dan prasarana kerja gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. d. penelaahan penyiapan. penyiapan koordinasi perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja Departemen. Bagian Perlengkapan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Pengadaan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana kebutuhan perlengkapan Departemen. norma. evaluasi pelaksanaan perencanaan kebutuhan perlengkapan Departemen. serta pengadaan. Subbagian Rencana Kebutuhan. penyelenggaraan bimbingan teknis pengadaan barang dan jasa. Subbagian Distribusi dan Inventarisasi. 33 .

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Sekretariat Jenderal mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 34 . yang diangkat oleh Sekretaris Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 105 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Biro atau Kepala Pusat yang bersangkutan. Pasal 106 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu.

c. b. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. dan prosedur di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 109 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108.BAB IV DIREKTORAT JENDERAL MINYAK DAN GAS BUMI Pasal 107 (1) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. c. d. (2) Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. b. d. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. kriteria. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. 35 . Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 108 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pedoman. e. terdiri dari: a. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 110 Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kebijakan di bidang minyak dan gas bumi. Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. penyusunan standar. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. norma.

serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Bagian Rencana dan Laporan. pengelolaan urusan ketatausahaan. terdiri dari: a. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. satuan kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 113 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. e. b. h. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Kelompok Jabatan Fungsional. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. 36 . Pasal 114 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Pasal 111 Sekretariat Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. Bagian Keuangan. f. kearsipan. Bagian Umum dan Kepegawaian. c. b. c. i. Pasal 112 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 111. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. dan rumah tangga. akuntabilitas kinerja. d. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. g. ketatalaksanaan. pelaporan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. d.

Pasal 115 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114, Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja, pelaporan, dan sistem informasi Direktorat Jenderal; b. pengelolaan sistem, jaringan dan situs informasi, serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala; c. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran, serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja; d. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja; e. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja; f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang, rapat koordinasi, dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal; g. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja, ketatalaksanaan, akuntabilitas kinerja, pelaporan, serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. Pasal 116 Bagian Rencana dan Laporan, terdiri dari: a. Subbagian Pengelolaan Informasi; b. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja; c. Subbagian Laporan. Pasal 117 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan sistem, jaringan, situs, penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran, satuan kerja, ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, penyiapan, serta evaluasi penyusunan atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. Pasal 118 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal.

37

Pasal 119 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 118, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Direktorat Jenderal, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. Pasal 120 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. Pasal 121 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, laporan pertanggungjawaban keuangan, dan Neraca Direktorat Jenderal.

38

Pasal 122 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan, pertimbangan hukum, serta informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 123 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 122, Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal; b. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan dan kontrak kerja sama (KKS); c. pemberian telaahan dan bantuan hukum, pelayanan konsultasi hukum, serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi; d. pelaksanaan informasi, dokumentasi dan sosialisasi hukum, serta kehumasan; e. pengurusan kehumasan dan perpustakaan; f. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan, serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 124 Bagian Hukum dan Perundang-undangan, terdiri dari: a. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan; b. Subbagian Pertimbangan Hukum; c. Subbagian Informasi Hukum. Pasal 125 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, penyiapan, serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan, program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum, telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum, urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal.

39

Pasal 126 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 127 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 126, Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal; b. pelaksanaan urusan kesekretariatan, ekspedisi persuratan dinas, dan kearsipan, serta urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris, pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja, serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik, telepon, keamanan, kebersihan, pertamanan dan perparkiran; e. pengurusan formasi, pengadaan pegawai, mutasi, pemberhentian, penghargaan dan kesejahteraan pegawai, dan implementasi Sipeg, serta urusan organisasi dan analisis jabatan; f. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai; g. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga, serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. Pasal 128 Bagian Umum dan Kepegawaian, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga; c. Subbagian Kepegawaian. Pasal 129 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan, persuratan dinas dan kearsipan, serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan, rencana pengadaan, distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan, serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon, kebersihan dan keamanan, serta pelayanan kesehatan pegawai Direktorat Jenderal.

40

penelaahan.(3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rencana produksi dan pengembangan sistim lifting. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. serta harga minyak mentah Indonesia (ICP). l. 41 . k. pengelolaan kerja sama internasional dan dalam negeri. perumusan penetapan potensi dan neraca sumber daya minyak dan gas bumi. e. h. n. serta pengembangan potensi dalam negeri dan kerja sama di bidang minyak dan gas bumi. rencana dan program. b. perumusan perencanaan dan pencatatan PNBP. perumusan kebijakan pengembangan investasi minyak dan gas bumi. WP & B). perumusan rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. perhitungan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi. perumusan pedoman dan prosedur kerja. urusan organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. pemberian rekomendasi rencana kerja dan anggaran kontraktor (work plan and bugetting. penyusunan statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. f. perumusan dan pengendalian rencana induk pengembangan infrastruktur minyak dan gas bumi. c. j. m. pelaksanaan. perumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi minyak dan gas bumi. g. serta pengendalian barang operasi dan penggunaan produksi dalam negeri. serta rencana induk jaringan transmisi dan distribusi gas bumi nasional. implementasi Sipeg. serta perhitungan bagi hasil. i. pengelolaan dan rumusan pengaturan cadangan strategis minyak dan gas bumi. perumusan pengaturan. Pasal 131 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 130. Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. d. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi Pasal 130 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan.

serta prosedur kerja penyusunan rencana dan program sektor. b. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. serta urusan cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi. rencana dan program di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 133 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program pengembangan. Pasal 135 Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan sosialisasi program sektor. f. Pasal 132 Direktorat Pembinaan Program Minyak dan Gas Bumi.o. penyiapan rumusan rencana dan program cadangan strategis. ketersediaan dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. kriteria penyusunan program sektor dan cadangan strategis. evaluasi kebijakan. c. Pasal 134 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 133. Subdirektorat Penyiapan Program Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan rencana strategis berbasis kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. h. p. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. menengah dan tahunan berbasis kinerja. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri. penyiapan rumusan. serta data kebutuhan. e. f. b. terdiri dari: a. g. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. c. 42 . serta cadangan strategis di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi. d. serta pencadangan strategis. e. penyiapan rumusan pedoman pencadangan strategis. b. norma. penyusunan statistik. d.

43 . dan pelaksanaan sosialisasi. f. (2) Seksi Program Cadangan Strategis Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan. penelaahan. Pasal 138 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 137. Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi. serta penyediaan informasi. b. d. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. e. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 139 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan layanan informasi peluang investasi. permasalahan iklim usaha. evaluasi pelaksanaan kebijakan. penyiapan. pengumpulan data potensi. penyiapan. g. penyiapan pengembangan bentuk kontrak kerja sama. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pengembangan minyak dan gas bumi. c. norma. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan cadangan strategis minyak dan gas bumi. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi. kriteria rencana induk dan kontrak kerja sama. Pasal 137 Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. penelaahan. terdiri dari: a. dan terms of condition KKS. serta pengembangan bentuk kontrak kerja sama bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur.Pasal 136 (1) Seksi Program Pengembangan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pengembangan Investasi Gas Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. kriteria produksi dan pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. infrastruktur dan terms of condition KKS minyak bumi. penyiapan rumusan standar.Pasal 140 (1) Seksi Pengembangan Investasi Minyak Bumi mempunyai melakukan pengumpulan bahan. c. f. e. tugas serta induk. serta bagi hasil daerah. penyiapan. serta perhitungan bagi hasil di bidang minyak dan gas bumi. pemeriksaan dan pengujian. Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan perhitungan produksi dan lifting minyak dan gas bumi. penyiapan. i. penyiapan rumusan penetapan tarif iuran PNBP. serta biaya operasi. norma. h. j. infrastruktur dan terms of condition KKS gas bumi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara dan perhitungan bagi hasil. dan harga minyak mentah Indonesia (ICP). pajak. penelaahan. pelaksanaan pencatatan. Pasal 141 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. d. penyusunan data rencana kerja dan anggaran kontraktor (WP & B). evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. 44 . retribusi. penyiapan rumusan target penerimaan PNBP dan tarif minyak dan gas bumi untuk RAPBN. Pasal 142 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 141. evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan rencana investasi. penelaahan. g. b. tugas serta induk. penyiapan rumusan program pemberdayaan masyarakat.

dan biaya operasi di bidang minyak dan gas bumi. dan rumusan program pemberdayaan masyarakat di bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rencana kebutuhan dan penggunaan barang operasi. pajak. penelaahan. retribusi. penelaahan. Pasal 145 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri mempunyai tugas melaksanakan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi. 45 . Pasal 146 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 145. g. serta penggunaan produksi dalam negeri dan tenaga kerja asing. (2) Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Pemberdayaan Potensi Dalam Negeri menyelenggarakan fungsi: a. tenaga kerja asing. pelaksanaan penilaian surplus barang operasi. f. Pasal 144 (1) Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 143 Subdirektorat Penerimaan Negara Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas perhitungan bagi hasil. penyiapan rumusan. PNBP dan tarif iuran. d. terdiri dari: a. e. harga minyak mentah Indonesia. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan impor barang operasi. serta pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. Seksi Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan. Seksi Perencanaan Penerimaan Minyak dan Gas Bumi. peyiapan rumusan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional. pelaksanaan pemberdayaan dan penggunaan barang produksi dalam negeri. b. serta evaluasi atas pengelolaan data rencana kerja dan anggaran kontraktor. b. norma. kriteria pemberdayaan potensi dalam negeri. pelaksanaan. lifting dan target penerimaan. c. tenaga kerja asing.

penelaahan. Pasal 148 (1) Seksi Pengelolaan Barang Operasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan rencana penggunaan tenaga kerja nasional dan asing. Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi. Pasal 147 Subdirektorat Pemberdayaan Potensi dalam Negeri. pelaksanaan fasilitasi lembaga tripartit sub sektor. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan rencana impor barang operasi. dan pengembangan sistem barang operasi dan tenaga kerja nasional di bidang minyak dan gas bumi.h. k. pengumpulan data dan informasi potensi kerja internasional. rencana penggunaan tenaga kerja asing. Pasal 149 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas program pengembangan tenaga kerja nasional. serta pengaturan tenaga kerja asing. penyiapan. j. pemberdayaan produksi dalam negeri. penyiapan rumusan program kerja sama internasional dan kerja sama dalam negeri. penyiapan. serta evaluasi atas pengaturan dan pengawasan program pemberdayaan barang produksi dalam negeri. 46 . (2) Seksi Ketenagakerjaan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan kerja sama dalam negeri. penelaahan. dan data peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. pelaksanaan peningkatan kualitas dan produktivitas tenaga kerja. rencana impor barang operasi. penggunaan barang operasi. i. b. Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 150 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 149. fasilitasi lembaga tripartit. Seksi Pengelolaan Barang Operasi. terdiri dari: a. dan surplus barang operasi di bidang minyak dan gas bumi.

kontrak perpanjangan KKS dan pengelolaan data. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional multilateral dan regional di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 152 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pengaturan dan pembinaan pengawasan usaha hulu.c. c. pelaksanaan dan pemantauan kerja sama internasional. penyusunan dokumentasi kesepakatan atau penjanjian kerja sama internasional. penyiapan bahan pertemuan kerja sama internasional. Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. g. penyiapan rekomendasi persetujuan pengembangan lapangan pertama. pengurusan kegiatan kerja sama lembaga internasional. b. Pasal 151 Subdirektorat Kerja Sama Minyak dan Gas Bumi. lembaga sertifikasi dan asosiasi. 47 . penelaahan. b. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hulu minyak dan gas bumi. f. d. (2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. rencana kerja kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKS). Seksi Multilateral dan Regional. penyiapan. penelaahan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. evaluasi pelaksanaan program kerja sama internasional dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi Pasal 153 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan kebijakan pengembangan usaha. serta kerja sama Pemerintah Daerah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas program dan pengelolaan kerja sama internasional bilateral dan dalam negeri di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan. Pasal 154 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 153. pelaksanaan. e.

pelaksanaan penagihan PNBP kegiatan hulu di luar produksi. Kelompok Jabatan Fungsional. c. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. serta penyiapan penawaran WK dan rekomendasi penilaian penawaran WK. penyelenggaraan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha hulu. j. h. penyiapan rekomendasi izin survei umum wilayah terbuka dan survei di Wilayah Kerja (WK) aktif. d. kriteria pengelolaan WK. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyiapan dan penawaran WK. Pasal 155 Direktorat Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi. h. penyiapan rumusan standar. f. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. b. pengelolaan WK. Subdirektorat Wilayah Kerja menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 156 Subdirektorat Wilayah Kerja Subdirektorat Wilayah Kerja mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan wilayah kerja. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran usaha hulu. serta penawaran wilayah kerja di bidang minyak dan gas bumi. 48 . Subdirektorat Wilayah Kerja. f. d. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu. k. l. penyiapan penetapan kontraktor pemenang lelang WK. i. penyiapan pertimbangan teknis dan ekonomi WK. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi. g. pengelolaaan laporan Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas). penyiapan rumusan konsep kontrak kerja sama.d. b. pelaksanaan pengumuman WK. norma. e. c. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. e. terdiri dari: a. f. Pasal 157 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 156. penyiapan rekomendasi izin survei umum minyak dan gas bumi untuk wilayah terbuka. penyiapan penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. serta penyiapan dan penilaian dokumen penawaran WK.

Pasal 162 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi. (2) Seksi Penawaran Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 160 Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan eksplorasi. 49 . pelaksanaan. penelaahan. Pasal 159 (1) Seksi Penyiapan Wilayah Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha eksplorasi. Seksi Penyiapan Wilayah Kerja. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksplorasi. b. terdiri dari: a. b. Subdirektorat Eksplorasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha eksplorasi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. terdiri dari: a. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksplorasi sesuai peraturan perundang-undangan. Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi. b. penelaahan. penyiapan rekomendasi izin survei (Multi Client) di WK aktif. Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penawaran WK usaha minyak dan gas bumi. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksplorasi minyak bumi. d. Pasal 161 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 160. serta evaluasi atas penyiapan WK usaha minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. norma. c. penilaian. Seksi Penawaran Wilayah Kerja. f.Pasal 158 Subdirektorat Wilayah Kerja. e.

Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama. usaha pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 163 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksplorasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. j. penyiapan. Pasal 165 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 164. penyiapan rumusan standar. penyiapan penetapan bentuk usaha perpanjangan kontrak. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan pengembangan usaha hulu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Pasal 164 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan eksplorasi dan eksploitasi. pelaksanaan penilaian rencana kerja dan anggaran KKS. pelaksanaan. penelaahan. f. serta evaluasi atas pemantauan usaha eksplorasi. penyiapan partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. Seksi Penilaian Rencana Pengembangan. pelaksanaan. c. i. Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu menyelenggarakan fungsi: a. e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan pengembangan kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi di bidang minyak dan gas bumi. b. kriteria. penelaahan. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan lapangan yang pertama kali. d. penyiapan pengelolaan laporan BP Migas. norma. b. serta evaluasi atas pedoman dan pelayanan kegiatan usaha eksplorasi. g. 50 . pelaksanaaan fasilitasi penyelesaian tumpang tindih penggunaan lahan usaha. Pasal 166 Subdirektorat Penilaian Pengembangan Usaha Hulu terdiri dari: a.

tumpang tindih lahan. penyiapan rekomendasi izin usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi. penyusunan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan dan pemantauan usaha eksploitasi. serta pembinaan kegiatan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 168 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Eksploitasi Migas mempunyai tugas melaksanakan kebijakan kegiatan eksploitasi. serta evaluasi pelaksanaan atas penilaian perpanjangan KKS. b. rencana kerja dan anggaran KKS. kriteria usaha eksploitasi. partisipasi interest kepada BUMD dan/atau perusahaan nasional. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksploitasi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan lapangan pertama kali dan pengelolaan laporan BP Migas. 51 . f. c. penyiapan. pelaksanaan pengawasan dan pembinaan pengelolaan data eksploitasi. b. pelaksanaan pembinaan pengawasan kegiatan eksploitasi sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 169 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 168.Pasal 167 (1) Seksi Penilaian Kontrak Kerja Sama mempunyai tugas mlakukan pengumpulan bahan. g. serta pembinaan kegiatan usaha hulu eksploitasi minyak dan gas bumi. e. (2) Seksi Penilaian Rencana Pengembangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi. norma. serta pengumpulan data produksi minyak dan gas bumi. penelaahan. Pasal 170 Subdirektorat Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi terdiri dari: a. pelaksanaan pemantauan usaha eksploitasi.

penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pemantauan kegiatan usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. i. penelaahan. (2) Seksi Pemantauan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. serta evaluasi pelaksanaan atas pelayanan usaha eksploitasi minyak dan gas bumi.Pasal 171 (1) Seksi Pelayanan Usaha Eksploitasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemantauan pembangunan infrastruktur gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi. Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. serta evaluasi atas pemantauan kegiatan produksi minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. d. g. c. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. b. penyiapan. f. Pasal 174 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi terdiri dari: a. h. 52 . penyiapan rekomendasi penetapan alokasi dan harga gas bumi kegiatan hulu. kriteria usaha pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. pelaksanaan pembinaan teknis. Pasal 173 Dalam Melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 172. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi. penelaahan. Pasal 172 Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi Subdirektorat Pemanfaatan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan serta pembinaan pemanfaatan hulu di bidang gas bumi. norma. penyiapan data penyediaan dan kebutuhan gas bumi kegiatan hulu. penyiapan rekomendasi usaha pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu.

e. penelaahan. d. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan lindungan konsumen. Pendistribusian Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (P3JBT) atau Public Service Obligation. pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. Light Petroleoum Gas (LPG). Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Pasal 176 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. bahan bakar gas.Pasal 175 (1) Seksi Pelayanan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. perumusan formulasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM). i. bahan bakar lain. perumusan jenis bahan bakar minyak. serta perhitungan harga BBM dan subsidi bahan bakar. 53 . serta evaluasi atas pemantauan pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. serta evaluasi pelaksanaan atas rekomendasi pengembangan dan pemanfaatan gas bumi kegiatan hulu. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha hilir minyak dan gas bumi dan/atau hasil olahan. pelaksanaan. perumusan pengaturan pengawasan usaha hilir minyak dan gas bumi. h. hasil olahan dan bahan bakar lain. pembinaan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Penyediaan. Light Natural Gas (LNG). penelaahan. perumusan pengaturan Penugasan. serta perhitungan tarif fasilitas P3JBT. c. g. penyiapan rekomendasi izin usaha hilir. serta pemberian pertimbangan sanksi pelanggaran izin usaha hilir. Pasal 177 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 176. f. (2) Seksi Pemantauan Usaha Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penyiapan perizinan usaha pengolahan. c. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. e. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengolahan. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. l. Pasal 179 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. f. pengelolaan data. j. penyiapan rumusan standar. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengolahan bahan bakar dan/atau hasil olahan. serta pemantauan penyediaan bahan bakar dan pemantauan pembangunan infrastruktur kegiatan usaha hilir. f. d. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. norma. Pasal 178 Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi. LNG. penyiapan rumusan jenis bahan bakar minyak. serta pemantauan pembangunan pengolahan kegiatan usaha hilir. b. pelaksanaan kerja sama teknik pengolahan minyak bumi dengan instansi terkait. Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan pengolahan. bahan bakar gas. i. g. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. Pasal 180 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 179. hasil olahan dan produk akhir yang dipasarkan di dalam negeri. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengolahan kegiatan usaha hilir. bahan bakar lain. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. kriteria usaha pengolahan minyak bumi dan gas bumi. 54 . h. terdiri dari: a. LPG.j. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha pengolahan. d. c. k.

b. Pasal 182 (1) Seksi Pengolahan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 183 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. serta pemantauan pembangunan pengangkutan dan penyimpanan. g. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha gas bumi. serta pemantauan penyediaan bahan bakar. norma. Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. kriteria usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. Seksi Pengolahan Minyak Bumi.Pasal 181 Subdirektorat Pengolahan Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. terdiri dari: a. Pasal 184 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 183. (2) Seksi Pengolahan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. pelaksanaan pemantauan usaha pengangkutan dan penyimpanan. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan standar. f. pengaturan dan pelayanan usaha pengolahan minyak bumi. hasil olahan dan bahan bakar lain. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. e. penyiapan rumusan pembinaan dan pengaturan pengawasan pengangkutan dan penyimpanan. penyiapan. c. penelaahan. pelaksanaan pemutakhiran data dan pemantauan pelabuhan khusus minyak dan gas bumi. pengelolaan data. h. penyiapan pelayanan usaha pembangunan ruas jaringan transmisi dan distribusi gas bumi. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama teknik. penyiapan perizinan usaha pengangkutan dan penyimpanan. Seksi Pengolahan Gas Bumi. 55 . b.

pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha pengangkutan dan penyimpanan. serta pelaksanaan pemantauan harga dan subsidi. j. hasil olahan dan bahan bakar lain. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan gas bumi. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur penentuan harga bahan bakar minyak. Pasal 187 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar mempunyai tugas melaksanakan kebijakan harga. bahan bakar gas dan LPG. serta penyiapan penetapan P3JBT.i. kriteria harga bahan bakar. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi. penyiapan rumusan standar. Pasal 186 (1) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 185 Subdirektorat Pengangkutan dan Penyimpanan Minyak dan Gas Bumi. perhitungan harga bahan bakar dan besaran subsidi. penyiapan. penyiapan rumusan formulasi harga. hasil olahan gas bumi dan bahan bakar lain. penelaahan. penelaahan. e. c. pelaksanaan perhitungan tekno ekonomi kegiatan hilir minyak dan gas bumi. b. penyiapan. Pasal 188 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 187. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pembinaan usaha pengangkutan dan penyimpanan minyak bumi dan hasil olahan minyak bumi. (2) Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha pengangkutan dan penyimpanan kegiatan usaha hilir. 56 . terdiri dari: a. Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. norma. Seksi Pengangkutan dan Penyimpanan Gas Bumi. pelaksanaan perhitungan tarif fasilitas P3JBT. b.

penelaahan. b. serta evaluasi atas perhitungan harga bahan bakar gas dan besaran subsidi. serta evaluasi atas formulasi dan perhitungan harga bahan bakar minyak dan besaran subsidi. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan usaha niaga.f. pelaksanaan. penyiapan. (2) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan harga. LPG. penyiapan rekomendasi ekspor dan impor kegiatan usaha niaga. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha niaga minyak bumi. kriteria usaha niaga. g. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak. d. Pasal 192 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 191. Pasal 191 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan pengaturan dan pelayanan usaha niaga minyak dan gas bumi. penelaahan. i. h. bahan bakar minyak dan bahan bakar gas. pelaksanaan sosialisasi dan promosi usaha niaga. terdiri dari: a. g. e. pelaksanaan sosialisasi kebijakan harga dan subsidi bahan bakar. b. norma. h. penyiapan rumusan standar. c. evaluasi pelaksanaan pengaturan serta pelayanan usaha niaga kegiatan usaha hilir. penyiapan perizinan usaha niaga. pelaksanaan penilaian rencana pengembangan usaha hilir minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pengaturan pembinaan dan pengawasan niaga. Pasal 190 (1) Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Minyak mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 189 Subdirektorat Harga dan Subsidi Bahan Bakar. pengelolaan data. Seksi Harga dan Subsidi Bahan Bakar Gas. f. serta pemantauan pembangunan niaga kegiatan usaha hilir. Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. gas bumi. LNG. serta penyiapan rumusan perhitungan harga dan penentuan besaran subsidi bahan bakar. penyiapan. pelaksanaan. 57 .

Pasal 193 Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi. penyiapan norma. petrokimia. Pasal 194 (1) Seksi Niaga Minyak Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelumas. pelaksanaan sosialisasi usaha non bahan bakar. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha gas bumi. b. penyiapan rekomendasi izin usaha pengelolaan non bahan bakar. biodiesel. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha. c. e. pelaksanaan pemantauan dan pengawasan non bahan bakar. penelaahan. LNG. penyiapan. terdiri dari: a. Seksi Niaga Gas Bumi. penyiapan. b. Pasal 197 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar. Pasal 196 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 195. hasil olahan dan bahan bakar lain. Seksi Proses Non Bahan Bakar. Seksi Niaga Minyak Bumi. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pelayanan usaha niaga kegiatan usaha minyak bumi. dan non bahan bakar lainnya. b. hasil olahan dan bahan bakar lain. (2) Seksi Niaga Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. tugas 58 . kriteria usaha non bahan bakar. evaluasi pelaksanaan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. penelaahan. Pasal 195 Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar mempunyai menyiapkan pengaturan dan pengawasan usaha non bahan bakar. Subdirektorat Pengelolaan Non Bahan Bakar menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar. f. terdiri dari: a. LPG.

penyiapan. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang minyak dan gas bumi. c. h. produk. perumusan Rancangan Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. 59 . pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. b.Pasal 198 (1) Seksi Proses Non Bahan Bakar mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kelaikan teknis. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. (2) Seksi Pemanfaatan Non Bahan Bakar mempunyai tugas pengumpulan bahan. petrokimia. d. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan pemanfaatan pelumas. serta evaluasi pelaksanaan atas pengaturan dan pengawasan proses pelumas. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. kelaikan teknis. e. penelaahan. Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. biodiesel. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Pasal 199 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan pembinaan teknis. dan non bahan bakar lainnya. biodiesel. f. keselamatan dan kesehatan kerja (K3). serta penggunaan tenaga teknik. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. profesi personil. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. lindungan lingkungan. petrokimia. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 200 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 199. usaha penunjang. penyiapan. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penelaahan. dan non bahan bakar lainnya. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. g. lindungan lingkungan.

Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. d. Pasal 203 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 202. h. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas standar wajib dan spesifikasi teknis wajib termasuk spesifikasi bahan bakar minyak dan bahan bakar gas.i. b. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi . Pasal 201 Direktorat Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. d. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan pemberian sanksi atas pelanggaran standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 202 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan serta melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang minyak dan gas bumi. j. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. f. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. e. b. f. c. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. 60 . penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. g. c. evaluasi kebijakan dan pembinaan teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. e.

terdiri dari: a. b. dan kalibrasi alat ukur. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi. c. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. e. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi. g. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. 61 . f. instalasi. penyiapan. b.Pasal 204 Subdirektorat Standardisasi Minyak dan Gas Bumi. Pasal 206 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. Pasal 205 (1) Seksi Perumusan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. norma. Pasal 207 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 206. K3. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. dan penggunaan tenaga teknik. keselamatan operasi. instrumentasi. pelaksanaan serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknis minyak dan gas bumi. penelaahan. (2) Seksi Penerapan Standar Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis.

terdiri dari: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. 62 . penelaahan. penelaahan.Pasal 208 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hulu Minyak dan Gas Bumi. instalasi. Pasal 209 (1) Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. (2) Seksi Kelaikan Teknis Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 211 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 210. b. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. K3. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis keselamatan operasi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. e. dan kalibrasi alat ukur. d. Seksi Keselamatan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi. penyiapan. Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan teknis atas kelaikan peralatan. instrumentasi. c. pengangkutan. dan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan. penyiapan rumusan standar. Pasal 210 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. keselamatan operasi. norma. b. pelaksanaan.

Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. c. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi. Penyimpanan. pengangkutan. Penyimpanan. b. penelaahan. Pasal 214 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). g. penelaahan. penyiapan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. Pasal 215 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 214. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi dan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. Pasal 212 Subdirektorat Keselamatan Operasi Hilir Minyak dan Gas Bumi. pengangkutan. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. serta penjaminan pasca operasi. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknis kegiatan usaha pengolahan. b. Pengangkutan dan Niaga Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. pelaksanaan. pengangkutan. Penyimpanan. Pasal 213 (1) Seksi Keselamatan Pengolahan. Penyimpanan. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi kegiatan usaha pengolahan. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Keselamatan Pengolahan.f. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan. Seksi Kelaikan Teknis Pengolahan. 63 .

penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. penyiapan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Pasal 218 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 217 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyimpanan dan niaga minyak dan gas bumi. dan kriteria usaha penunjang. penelaahan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan kegiatan usaha pengolahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi. b. penyiapan rumusan standar. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. e. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang minyak dan gas bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. terdiri dari: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. Pasal 216 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Hilir Minyak dan Gas Bumi. 64 . penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. f.d. pengangkutan. norma. c. Pasal 219 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 218. g. Seksi Lindungan Lingkungan Hulu Minyak dan Gas Bumi.

produk. b. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang e. profesi personil. Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi.d. pelaksanaan. Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. pelaksanaan. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. terdiri dari: a. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 222 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. (2) Seksi Usaha Penunjang Hilir Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 221 (1) Seksi Usaha Penunjang Hulu Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang kegiatan usaha hilir minyak dan gas bumi. f. Pasal 220 Subdirektorat Usaha Penunjang Minyak dan Gas Bumi. 65 . Pasal 223 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. penelaahan. g. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang minyak dan gas bumi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). yang diangkat oleh Direktur Jenderal. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 66 .

67 . kriteria. b. e. dan prosedur di bidang listrik dan pemanfaatan energi. pedoman. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. norma. pelaksanaan kebijakan di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Pasal 226 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 225. penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang listrik dan pemanfaatan energi. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan standar. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. Pemanfaatan Energi adalah unsur fungsi Departemen. d. c. yang berada di kepada Menteri Energi dan Sumber Pemanfaatan Energi dipimpin oleh Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 225 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang listrik dan pemanfaatan energi. (2) Direktorat Jenderal Listrik dan Direktur Jenderal.BAB V DIREKTORAT JENDERAL LISTRIK DAN PEMANFAATAN ENERGI Pasal 224 (1) Direktorat Jenderal Listrik dan pelaksana sebagian tugas dan bawah dan bertanggung jawab Daya Mineral.

f. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 227 Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. b. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. h. satuan kerja. c. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. d. terdiri dari: a. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi Pasal 228 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. kearsipan. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. dan rumah tangga. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 68 . e. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. c. b. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. g. Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan urusan ketatausahaan. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. e. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Pasal 229 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 228. d.

penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. Bagian Keuangan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. rapat koordinasi. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. ketatalaksanaan. Pasal 233 Bagian Rencana dan Laporan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. terdiri dari: a. laporan dan sistem informasi Direktorat Jenderal. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. b. b. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala.Pasal 230 Sekretariat Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. Pasal 234 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. f. Subbagian Laporan. situs. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. e. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. akuntabilitas kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. terdiri dari: a. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. c. 69 . ketatalaksanaan. e. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. akuntabilitas kinerja. Pasal 231 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. pelaporan. d. penyiapan koordinasi pengelolaan rencana kerja. c. jaringan dan situs informasi. c. Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. b. pengelolaan sistem. Pasal 232 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 231. d. jaringan. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. g.

(2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. b. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. satuan kerja. f. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. perhitungan pelaksanaan anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. 70 . serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. perhitungan pelaksanaan anggaran. c. Subbagian Kekayaan Negara. c. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. serta penyelesaian kerugian negara. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran. penelaahan. Pasal 235 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Pasal 237 Bagian Keuangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. penyiapan. e. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Pasal 238 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan. Subbagian Perbendaharaan. terdiri dari: a. Pasal 236 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 235. serta pengurusan revisi anggaran. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. PBI Direktorat Jenderal. b.

pelaksanaan. penelaahan. penyiapan. dan Neraca Direktorat Jenderal. b. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. program legislasi dan regulasi bidang minyak dan gas bumi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pemberian telaahan dan bantuan hukum. c. pelaksanaan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan.(2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyelesaian kerugian negara. Pasal 241 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. Pasal 239 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. Subbagian Informasi Hukum. pertimbangan hukum. c. terdiri dari: a. b. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Pasal 242 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. d. f. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penelaahan. 71 . penelaahan. Pasal 240 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 239. serta kehumasan. e. pelayanan konsultasi hukum. pelaksanaan informasi. Subbagian Pertimbangan Hukum. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. pengurusan kehumasan dan perpustakaan.

pelaksanaan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. b. 72 . penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. pemberhentian. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. serta urusan keprotokolan dan upacara. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha. g. dan Implementasi Sipeg. perlengkapan dan rumah tangga. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. telepon. c. kebersihan. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. f. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. pertamanan dan perparkiran. dan kearsipan. pelaksanaan. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Pasal 245 Bagian Umum dan Kepegawaian. pengadaan pegawai.(2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Kepegawaian. mutasi. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. Pasal 243 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. b. penelaahan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. c. pengurusan formasi. perlengkapan dan rumah tangga. e. keamanan. d. pelaksanaan urusan kesekretariatan. Pasal 244 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 243. ekspedisi persuratan dinas.

dan rencana umum ketenagalistrikan nasional (RUKN). (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. c. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan Pasal 248 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 247. penyelenggaran pembinaan kerja sama Pemerintah Daerah. evaluasi kebijakan. rencana dan program. f. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. rencana dan program. g. rencana pengadaan. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. serta pengelolaan data tenaga listrik dan pelayanan informasi ketenagalistrikan. 73 . kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan investasi ketenagalistrikan. penyiapan pengaturan pemanfaatan data ketenagalistrikan. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Pasal 247 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. pelaksanaan analisis pemanfaatan sumber energi primer. serta rencana dan program pembangunan berjangka. pelaksanaan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. b. serta pengelolaan kerja sama luar negeri. serta pembinaan kerja sama dan informasi di bidang ketenagalistrikan.Pasal 246 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. d. h. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. persuratan dinas dan kearsipan. penelaahan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. implementasi Sipeg.

pelaksanaan analisis pemanfaatan potensi sumber energi primer pembangkit tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik. Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik. rencana dan program pembangkitan dan penyaluran tenaga listrik. g. e. b. menengah dan tahunan tenaga listrik. c. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial. serta penyusunan prakiraan kebutuhan tenaga listrik. serta rencana strategis dan RUKN. Pasal 252 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan. e. penyiapan rumusan rencana jangka panjang. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan penetapan jaringan transmisi nasional. pelaksanaan pemantauan suplai dan beban jaringan penyediaan tenaga listrik. Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik. c. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis. d. b. b. f. evaluasi pelaksanaan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 249 Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan terdiri dari: a. 74 . Pasal 251 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 250. serta program pengembangan jaringan transmisi. penyiapan pedoman dan prosedur teknis penyusunan rencana dan program di daerah. Pasal 250 Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan Subdirektorat Penyiapan Program Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan di bidang ketenagalistrikan. d. penyiapan rumusan.

Pasal 256 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik terdiri dari: a. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program penyaluran tenaga listrik. Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 75 .Pasal 253 (1) Seksi Program Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penyusunan program pendanaan internasional pembangunan tenaga listrik. b. d. penelaahan. Pasal 254 Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik Subdirektorat Investasi dan Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. Pasal 255 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 254. penyiapan prakiraan kebutuhan investasi tenaga listrik. penyiapan. penyiapan rumusan kebijakan investasi dan pendanaan tenaga listrik. penelaahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan investasi dan pendanaan di bidang ketenagalistrikan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangkitan tenaga listrik. b. (2) Seksi Program Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan investasi pembangunan tenaga listrik. pemantauan pelaksanaan investasi tenaga listrik. pelaksanaan. penelaahan. Pasal 257 (1) Seksi Investasi Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Investasi Tenaga Listrik. c.

norma. penelaahan. penyiapan rumusan program penggunaan dana pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik sosial. pelaksanaan. penelaahan. Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial.(2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 258 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. c. penyiapan pedoman pembangunan tenaga listrik sosial. Pasal 260 Subdirektorat Tenaga Listrik Sosial terdiri dari: a. penyiapan. b. penyiapan. serta model dan skema pendanaan tenaga listrik sosial. penyiapan. d. kriteria tenaga listrik sosial. b. Pasal 259 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 258. serta pemantauan pembangunan listrik perdesaan. penelaahan. Pasal 261 (1) Seksi Program Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas program pendanaan serta subsidi tenaga listrik sosial. penyiapan bahan rumusan standar. 76 . penyiapan rumusan program terpadu pembangunan desa berlistrik. pelaksanaan ekstensifikasi dan intensifikasi desa berlistrik. serta evaluasi atas prakiraan kebutuhan dan pemantauan pelaksanaan pendanaan pembangunan tenaga listrik. e. f. Seksi Program Tenaga Listrik Sosial. serta evaluasi pelaksanaan atas program pembangunan tenaga listrik sosial. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan pembangunan tenaga listrik sosial. (2) Seksi Pendanaan Tenaga Listrik Sosial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

(2) Seksi Multilateral dan Regional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan rencana dan program. b. lembaga sertifikasi. Pasal 264 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas kerja sama bilateral dan dalam negeri di bidang ketenagalistrikan. c.Pasal 262 Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana. penelaahan. serta kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 266 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. serta pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama dalam dan luar negeri. penelaahan. Seksi Multilateral dan Regional. penyusunan dokumen perjanjian. pelaksanaan fasilitasi kerja sama bilateral. serta pemantauan pelaksanaan dan dokumentasi kerja sama. program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. Pasal 265 (1) Seksi Bilateral dan Dalam Negeri mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. multilateral dan regional. 77 . program dan fasilitasi kerja sama di bidang ketenagalistrikan. b. asosiasi dan lembaga lainnya. d. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Seksi Bilateral dan Dalam Negeri. Subdirektorat Kerja Sama Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi pelaksanaan fasilitasi dan kerja sama multilateral dan regional di bidang ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan rencana. Pasal 263 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 262.

78 . penyiapan. d. pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi perencanaan dan program ketenagalistrikan. Seksi Informasi Program Tenaga Listrik. serta pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas bimbingan teknis perencanaan dan program ketenagalistrikan. pelaksanaan pengelolaan data. evaluasi pelaksanaan pengumpulan. penelaahan. b. (2) Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik mempunyai tugas pengumpulan bahan. serta pelayanan informasi kegiatan pembangunan dan tenaga listrik. b. pelayanan informasi dan pengaturan pemanfaatan data serta bimbingan teknis perencanaan dan program pembangunan ketenagalistrikan. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan Pasal 270 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyelenggarakan kebijakan pembinaan. Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 267 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266. pengolahan. e. penyiapan rumusan pedoman bimbingan teknis tenaga listrik. Pasal 269 (1) Seksi Informasi Program Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. statistik dan pemetaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi tenaga listrik. Pasal 268 Subdirektorat Informasi dan Bimbingan Teknis terdiri dari: a. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha. c. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan dan pelayanaan data dan informasi rencana dan program tenaga listrik. Seksi Bimbingan Teknis Tenaga Listrik.

i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. b. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. 79 . c. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. perumusan pedoman dan prosedur pelayanan izin usaha penyediaan tenaga listrik. f. Pasal 274 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 273. pengelolaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. g. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. penyiapan rumusan aturan penyelenggaraan dan pengembangan usaha. Pasal 273 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan pengaturan. d. pembinaan. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. perumusan pedoman dan prosedur kerja. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. h. serta perumusan aturan usaha penyediaan tenaga listrik. tarif dasar listrik dan subsidi listrik. pelayanan izin dan pengawasan usaha penyediaan tenaga listrik. b. e. perumusan aturan dan penetapan harga jual tenaga listrik. pengaturan dan pengawasan kegiatan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. serta penetapan wilayah usaha dan pengembangan usaha. d. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. c.Pasal 271 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 270. penyelenggaraan kebijakan pembinaan usaha. e. serta perlindungan konsumen. b. Pasal 272 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Ketenagalistrikan terdiri dari: a.

evaluasi pelaksanaan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengawasan kepatuhan terhadap aturan dalam penyelenggaraan usaha. tugas 80 . d. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengawasan penyelenggaraan usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 278 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 277. penelaahan. serta penetapan wilayah usaha. Pasal 277 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik mempunyai melaksanakan pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. d. c. serta penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan. pelaksanaan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta efisiensi dan transparansi usaha. penyiapan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 276 (1) Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Usaha Tenaga Listrik. b. b. serta pelaksanaan pengawasan dan pengembangan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik. evaluasi pelaksanaan pengaturan. Pasal 275 Subdirektorat Pengaturan dan Pengawasan Usaha Tenaga Listrik terdiri dari: a. (2) Seksi Pengawasan Usaha Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.c. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur pelayanan usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengembangan dan pengaturan usaha penyediaan tenaga listrik.

evaluasi pelaksanaan kebijakan harga dan subsidi listrik. b. pelaksanaan pemantauan kepatuhan Badan Usaha terhadap penetapan harga dan/atau tarif dasar listrik. e. serta evaluasi atas pelayanan dan penetapan izin usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan standar. f. Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik menyelenggarakan fungsi: a. dan pengolahan laporan pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas pengawasan kepatuhan. Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi. (2) Seksi Pengawasan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan penetapan fasilitas impor barang kebutuhan operasi usaha penyediaan tenaga listrik. serta analisis dan penyiapan penetapan harga jual listrik swasta. kriteria harga jual tenaga listrik. Pasal 280 (1) Seksi Pelayanan Izin Usaha mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pemberian sanksi. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 281 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan harga dan subsidi listrik. penelaahan. norma. terdiri dari: a. 81 . Pasal 283 Subdirektorat Harga dan Subsidi Listrik. b. penyiapan rumusan pedoman dan formulasi penentuan harga listrik. c. b. Seksi Pelayanan Izin Usaha. Seksi Pengawasan Izin Usaha.Pasal 279 Subdirektorat Pelayanan Usaha Tenaga Listrik. Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik. penyiapan perhitungan tarif dasar listrik dan besaran subsidi listrik. Pasal 282 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 281. penelaahan.

penyiapan. penyiapan. penelaahan. 82 . penelaahan. Pasal 287 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik. penyiapan pertimbangan teknis pemberian sanksi atas pelanggaran penyelenggaraan usaha. f. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan tarif dasar listrik dan subsidi. serta fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan kasus tindak pidana pemakaian listrik ilegal. Pasal 285 Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Subdirektorat Hubungan Komersial Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. kriteria hubungan komersial. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersial usaha penyediaan tenaga listrik. Pasal 286 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 285. d. pelaksanaan inventarisasi permasalahan hubungan komersial. Pasal 288 (1) Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Fasilitasi Hubungan Komersial. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan hubungan komersial. terdiri dari: a. pelaksanaan. pelaksanaan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan. c. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial dan sosialisasi pembinaan usaha penyediaan tenaga listrik. penelaahan. norma. (2) Seksi Tarif Dasar Listrik dan Subsidi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan standar. serta evaluasi pelaksanaan atas formulasi dan perhitungan harga jual tenaga listrik. b.Pasal 284 (1) Seksi Perhitungan Harga Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. e.

penyiapan rumusan standar. terdiri dari: a. d. kriteria perlindungan konsumen listrik. b. Pasal 292 (1) Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengawasan perlindungan konsumen listrik dan tingkat mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. serta evaluasi atas fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha penyediaan tenaga listrik. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur perlindungan konsumen listrik. pelaksanaan. pelaksanaan pengawasan perlindungan konsumen listrik. penyiapan. b. Pasal 289 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik melaksanakan perlindungan konsumen listrik.(2) Seksi Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Seksi Penyiapan Aturan Perlindungan Konsumen Listrik. penelaahan. e. evaluasi pelaksanaan perlindungan konsumen listrik. serta evaluasi pelaksanaan atas aturan perlindungan konsumen listrik. Pasal 290 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 289. penelaahan. serta pengawasan mutu pelayanan penyediaan tenaga listrik. norma. Pasal 291 Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi perlindungan konsumen listrik. mempunyai tugas 83 . Subdirektorat Perlindungan Konsumen Listrik menyelenggarakan fungsi: a. (2) Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penelaahan. Seksi Pengawasan Perlindungan Konsumen Listrik.

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. serta penggunaan tenaga teknik. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. c. produk. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. profesi personil. keselamatan dan K3. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. g. lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. lindungan lingkungan. lindungan lingkungan. Pasal 294 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 293. evaluasi kebijakan teknis serta pembinaan teknis. e. b. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. h. Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pembinaan teknis. kelaikan teknis. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. i. f.Bagian Keenam Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Pasal 293 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan teknis. 84 . sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis j. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. kelaikan teknis. c. b. Kelompok Jabatan Fungsional. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang ketenagalistrikan. Pasal 295 Direktorat Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan. d. e. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.

b. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. penyiapan. g. Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan. f. Pasal 299 (1) Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. b. d. serta Rancangan SNI. pelaksanaan pengawasan penerapan SNI wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 298 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan. c. e. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. Seksi Perumusan Standardisasi Ketenagalistrikan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan standardisasi teknis ketenagalistrikan. serta evaluasi atas penerapan dan pengawasan standardisasi teknik ketenagalistrikan. Pasal 297 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 296. (2) Seksi Pengawasan Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait.Pasal 296 Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Standardisasi Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. jenis dan mutu tenaga listrik. penelaahan. 85 . pelaksanaan.

Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan. 86 . d. penelaahan. Pasal 301 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 300. kalibrasi alat ukur. terdiri dari: a. pelaksanaan sosialisasi pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknik. pengawasan pelaksanaan sertifikasi keselamatan ketenagalistrikan peralatan dan pemanfaat tenaga listrik. pelaksanaan. kelaikan peralatan. b. Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan. dan K3. e. penyiapan rumusan standar. Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik ketenagalistrikan. instrumentasi. keselamatan operasi. pelaksanaan pengawasan teknis atas pengujian instalasi tenaga listrik. norma. (2) Seksi Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. penyiapan. penyiapan. g. f. b. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi di bidang ketenagalistrikan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. evaluasi pelaksanaan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. penelaahan. pelaksanaan. Pasal 302 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan.Pasal 300 Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Subdirektorat Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan kelaikan teknik dan keselamatan operasi ketenagalistrikan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. Pasal 303 (1) Seksi Kelaikan Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

penelaahan. Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan.Pasal 304 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang tenaga listrik. terdiri dari: a. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan. d. penelaahan. pelaksanaan sosialisasi serta bimbingan teknis pengelolaan lingkungan. pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan pembangkit tenaga listrik. e. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pertimbangan teknis dokumen Amdal. Pasal 307 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Pembangkitan Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 306 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Tenaga Listrik. b. Pasal 305 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 304. 87 . pelaksanaan dan evaluasi atas pembinaan lindungan lingkungan kegiatan penyaluran tenaga listrik. c. Seksi Lindungan Lingkungan Penyaluran Tenaga Listrik. g. b. evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang ketenagalistrikan. f. pelaksanaan pengawasan pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan.

Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. serta pemberlakuan kompetensi tenaga teknik. pelaksanaan. Pasal 310 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. penyiapan rumusan Standar Kompetensi Kerja. Pasal 312 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 311 (1) Seksi Penyiapan Kompetensi Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengawasan standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. 88 . penyiapan. b. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. terdiri dari: a. b. pelaksanaan pengawasan penggunaan tenaga teknik dan standar kompetensi kerja. Pasal 309 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 308. serta evaluasi atas standar kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan penggunaan tenaga teknik. pelaksanaan sosialisasi pengaturan dan standar kompetensi.Pasal 308 Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan Subdirektorat Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pembinaan tenaga teknik di bidang ketenagalistrikan. (2) Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. c. Seksi Pengawasan Tenaga Teknik Ketenagalistrikan. d. penelaahan.

serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. 89 . pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. Pasal 314 Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang ketenagalistrikan. b. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha industri penunjang di bidang tenaga listrik. penyiapan dan evaluasi pelaksanaan atas pembinaan usaha jasa penunjang di bidang ketenagalistrikan. Subdirektorat Usaha Penunjang Ketenagalistrikan menyelenggarakan fungsi: a. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. penyiapan rumusan standar. (2) Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. dan kriteria usaha penunjang. produk. Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. terdiri dari: a. c. penelaahan. norma. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang.Pasal 313 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 312. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelayanan usaha penunjang. f. d. g. penelaahan. e. profesi personil. Bagian Ketujuh Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Pasal 316 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan energi baru terbarukan dan konservasi energi. Pasal 315 (1) Seksi Jasa Penunjang Ketenagalistrikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. Seksi Industri Penunjang Tenaga Listrik.

f. Subdirektorat Bimbingan Teknis. Kelompok Jabatan Fungsional. energi perdesaan dan konservasi energi. Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. serta rencana dan program energi baru terbarukan. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. 90 . terdiri dari: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja. pelaksanaan analisis penyediaan dan pemanfaatan energi termasuk pemanfaatan energi nuklir. d. Subdirektorat Pemanfaatan Energi menyelenggarakan fungsi: a. e. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan. b. energi perdesaan dan konservasi energi. c. d. penyiapan rumusan standar. perumusan kebijakan dan pedoman perencanaan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi pemanfaatan energi. Subdirektorat Pemanfaatan Energi. g. Pasal 319 Subdirektorat Pemanfaatan Energi Subdirektorat Pemanfaatan Energi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan program dan pengaturan pemanfaatan energi. norma. energi alternatif. program dan pengaturan pemanfaatan energi. perumusan rencana dan program intensifikasi dan diversifikasi energi. b. kriteria pemanfaatan energi. c. f. penyiapan rumusan kebijakan. e. pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Subdirektorat Konservasi Energi. c. energi perdesaan dan konservasi energi. Pasal 318 Direktorat Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi.Pasal 317 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 316. Pasal 320 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 319. pembinaan kelembagaan energi perdesaan. b. pengawasan pelaksanaan energi baru terbarukan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. evaluasi kebijakan energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. h.

serta evaluasi atas pengaturan pemanfaatan energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pemanfaatan energi. b. Pasal 321 Subdirektorat Pemanfaatan Energi. penelahaan. Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi. kriteria usaha energi baru terbarukan. Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan. (2) Seksi Penyiapan Aturan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. rencana dan program pengembangan usaha. penyiapan rumusan standar. Pasal 325 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan. b. Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan. b. c. Seksi Program Pemanfaatan Energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. evaluasi pelaksanaan program dan pengaturan pemanfaatan energi. Pasal 324 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 323. terdiri dari: a. pelaksanaan pengelolaan kerja sama teknik pemanfaatan energi. terdiri dari: a. 91 . norma. Pasal 323 Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan dan program usaha energi baru terbarukan. penyiapan. d. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 322 (1) Seksi Program Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. e. penyiapan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama usaha energi baru terbarukan. penyiapan pengaturan dan pelaksanaan pemantauan usaha. e.d. Subdirektorat Usaha Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a.

norma dan kriteria konservasi energi. evaluasi pelaksanaan kebijakan konservasi energi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program pembangunan energi baru terbarukan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan pelaksanaan konservasi energi. penyiapan. Pasal 328 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 327. penelahaan. penyiapan rumusan standar. c. serta evaluasi atas program konservasi energi. b. d. 92 . e. b. penyiapan. pengaturan dan pengembangan usaha enegi baru terbarukan. Pasal 330 (1) Seksi Program Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pengaturan labelisasi efisiensi energi. penelahaan. Subdirektorat Konservasi Energi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kemitraan. serta evaluasi atas fasilitasi kemitraan. rencana dan program. penelahaan. (2) Seksi Pengembangan Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Pasal 327 Subdirektorat Konservasi Energi Subdirektorat Konservasi Energi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan konservasi energi. pelaksanaan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. penelahaan. serta pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penerapan konservasi energi. terdiri dari: a. Seksi Program Konservasi Energi. Seksi Penerapan Konservasi Energi. penyiapan rumusan kebijakan. Pasal 329 Subdirektorat Konservasi Energi. (2) Seksi Penerapan Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pemantauan dan pengawasan penerapan konservasi energi.Pasal 326 (1) Seksi Program Usaha Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

norma.Pasal 331 Subdirektorat Energi Perdesaan Subdirektorat Energi Perdesaan mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan program energi perdesaan. penyiapan. b. terdiri dari: a. penyiapan rumusan kebijakan. penelahaan. b. pemberdayaan masyarakat. d. Pasal 332 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 331. serta pedoman pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan kelembagaan. Pasal 335 Subdirektorat Bimbingan Teknis Subdirektorat Bimbingan Teknis mempunyai tugas melaksanakan bimbingan teknis energi baru terbarukan. e. pembinaan kelembagaan dan pemantauan pengembangan energi perdesaan.. evaluasi pelaksanaan kebijakan dan program energi perdesaan. (2) Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Seksi Program Energi Perdesaan. Seksi Kelembagaan Energi Perdesaan. rencana dan program energi perdesaan. penelahaan. pelaksanaan fasilitasi kerja sama. 93 . dan kriteria pengembangan energi perdesaan. rencana dan program. Pasal 333 Subdirektorat Energi Perdesaan. Pasal 334 (1) Seksi Program Energi Perdesaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan serta evaluasi atas fasilitasi kerja sama. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan pengembangan. energi perdesaan dan konservasi energi. Subdirektorat Energi Perdesaan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar.

Pasal 336 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 335. Pasal 338 (1) Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelahaan. Pasal 337 Subdirektorat Bimbingan Teknis. (2) Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subdirektorat Bimbingan Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 340 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan dan energi perdesaan. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis energi baru terbarukan. Seksi Bimbingan Teknis Konservasi Energi. Seksi Bimbingan Teknis Energi Baru Terbarukan. penelahaan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 339 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. energi perdesaan dan konservasi energi. b. 94 . penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan teknis energi baru terbarukan. penyiapan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. evaluasi pelaksanaan bimbingan teknis dan sosialisasi energi baru terbarukan. energi perdesaan dan konservasi energi. serta evaluasi atas pelaksanaan bimbingan teknis konservasi energi. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan. terdiri dari: a. c. b. energi perdesaan dan konservasi energi.

yang diangkat oleh Direktur Jenderal. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. 95 .(2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior.

pedoman. Direktorat Jenderal Mineral. 96 . penyiapan rumusan kebijakan Departemen di bidang mineral. Pasal 343 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 342. pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Mineral. pemberian bimbingan teknis dan evaluasi. pelaksanaan kebijakan di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi. e. batubara dan panas bumi. d. Batubara. dan panas bumi. dan prosedur di bidang mineral. batubara dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara dan Panas Bumi adalah unsur pelaksana sebagian tugas dan fungsi Departemen. batubara dan panas bumi. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 342 Direktorat Jenderal Mineral. norma. b. c. (2) Direktorat Jenderal Mineral. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. batubara. Batubara dan Panas Bumi dipimpin oleh Direktur Jenderal.BAB VI DIREKTORAT JENDERAL MINERAL. penyusunan standar. BATUBARA DAN PANAS BUMI Pasal 341 (1) Direktorat Jenderal Mineral. kriteria. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a.

pengelolaan sistem dan jaringan informasi.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 344 Direktorat Jenderal Mineral. e. Batubara dan Panas Bumi. koordinasi pelayanan administratif Direktorat Jenderal. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. b. satuan kerja. evaluasi pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. h. d. serta perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Direktorat Jenderal. kearsipan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. Pasal 346 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 345. Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. c. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal. f. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Direktorat Jenderal. c. pengelolaan urusan ketatausahaan. Batubara dan Panas Bumi. g. Direktorat Pembinaan Program Mineral. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. 97 . b. Bagian Ketiga Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. dan rumah tangga. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. d. Batubara dan Panas Bumi Pasal 345 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. pengelolaan kepegawaian dan pengurusan organisasi. e. terdiri dari: a. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara. i. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan kekayaan negara. Batubara dan Panas Bumi.

serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. Kelompok Jabatan Fungsional. terdiri dari: a. c. Pasal 350 Bagian Rencana dan Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. Bagian Hukum dan Perundang-undangan. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Direktorat Jenderal. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Direktorat Jenderal. g.Pasal 347 Sekretariat Direktorat Jenderal Mineral. Pasal 349 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 348. ketatalaksanaan. rapat koordinasi. b. Bagian Umum dan Kepegawaian. pengelolaan sistem. Subbagian Laporan. b. d. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. c. akuntabilitas kinerja. f. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. jaringan dan situs informasi. pelaporan. Batubara dan Panas Bumi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. 98 . akuntabilitas kinerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Direktorat Jenderal. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. e. ketatalaksanaan. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. terdiri dari: a. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan. b. c. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 348 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. e. d. Bagian Keuangan. dan rapat kerja pimpinan Direktorat Jenderal.

evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta pengurusan revisi anggaran. penelaahan.Pasal 351 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. Subbagian Kekayaan Negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. situs. pelaksanaan. satuan kerja. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 353 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 352. 99 . serta penyelesaian kerugian negara. penelaahan. terdiri dari: a. penelaahan. PBI Direktorat Jenderal. Subbagian Akuntansi dan Pelaporan. serta evaluasi atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi Direktorat Jenderal. jaringan. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyusunan Neraca Direktorat Jenderal dan laporan pertanggungjawaban keuangan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 354 Bagian Keuangan. penyiapan. pelaksanaan. f. penyiapan. Pasal 352 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Direktorat Jenderal. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Direktorat Jenderal. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Direktorat Jenderal. c. e. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. d. c. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Direktorat Jenderal. serta evaluasi penyelesaian atas perencanaan kerja dan anggaran.

Subbagian Informasi Hukum. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. d. serta penyiapan rumusan program legislasi dan regulasi. Pasal 358 Bagian Hukum dan Perundang-undangan. e. serta pelaksanaan pertimbangan hukum dan informasi hukum Direktorat Jenderal. pertimbangan hukum. laporan pertanggungjawaban keuangan. serta informasi hukum Direktorat Jenderal. f. pelaksanaan. pelaksanaan. c. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan. Subbagian Pertimbangan Hukum. terdiri dari: a. pelaksanaan informasi. b. pemberian telaahan dan bantuan hukum. Pasal 356 Bagian Hukum dan Perundang-undangan Bagian Hukum dan Perundang-undangan mempunyai tugas menyiapkan rancangan peraturan perundang-undangan. serta kehumasan. Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan. dan revisi anggaran Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. 100 . Bagian Hukum dan Perundang-undangan menyelenggarakan fungsi: a. dan Neraca Direktorat Jenderal. dokumentasi dan sosialisasi hukum. penyelesaian kerugian negara.Pasal 355 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rancangan peraturan perundang-undangan. c. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. penelaahan. (3) Subbagian Akuntansi dan Pelaporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perhitungan pelaksanaan anggaran. pengurusan kehumasan dan perpustakaan. Pasal 357 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 356. penyiapan koordinasi perancangan peraturan perundang-undangan dan kehumasan Direktorat Jenderal. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. penelaahan. pelayanan konsultasi hukum. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Direktorat Jenderal. pelaksanaan.

e. panas bumi dan air tanah. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan penetapan penggajian dan penyertaan kediklatan pegawai. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. perlengkapan dan rumah tangga. b. serta urusan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. (2) Subbagian Pertimbangan Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. g. f. dan Implementasi Sipeg. serta evaluasi atas pemberian bantuan hukum. penyiapan koordinasi urusan umum dan pengelolaan kepegawaian Direktorat Jenderal. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta pengelolaan pegawai dan pengurusan organisasi Direktorat Jenderal. 101 . serta urusan organisasi dan analisis jabatan. c. pelaksanaan. perlengkapan dan rumah tangga. (3) Subbagian Informasi Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. kebersihan.Pasal 359 (1) Subbagian Perumusan Peraturan Perundang-undangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta urusan keprotokolan dan upacara. pengurusan formasi. urusan kehumasan dan perpustakaan Direktorat Jenderal. mutasi. pelaksanaan. penyiapan rencana kebutuhan sarana barang inventaris. keamanan. penelaahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan informasi dan dokumentasi hukum. dan kearsipan. batubara. pelaksanaan pengelolaan jaringan listrik. penghargaan dan kesejahteraan pegawai. program legislasi dan regulasi bidang mineral. telepon. pelaksanaan urusan kesekretariatan. pengadaan pegawai. Bagian Umum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. ekspedisi persuratan dinas. telaahan hukum dan pelayanan konsultasi hukum Direktorat Jenderal. Pasal 361 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 360. pemberhentian. penyiapan. pelaksanaan urusan pengadaan sarana dan prasarana kerja. pertamanan dan perparkiran. Pasal 360 Bagian Umum dan Kepegawaian Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.

neraca sumber daya wilayah kerja. cadangan atau potensi. Batubara dan Panas Bumi Pasal 364 Direktorat Pembinaan Program Mineral. rencana dan program di bidang mineral. Subbagian Tata Usaha. kebersihan dan keamanan Direktorat Jenderal. perumusan kebijakan pengembangan usaha. dan produksi. Pasal 365 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 364. Direktorat Pembinaan Program Mineral. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. 102 . perumusan rencana induk pengembangan investasi dan produksi. distribusi penggunaan barang inventaris dan pemeliharaan. dan produksi. serta evaluasi atas urusan kepegawaian. b. serta rencana dan program pembangunan berjangka berbasis kinerja. c. penelaahan. terdiri dari: a. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan kebijakan. serta keprotokolan dan upacara Direktorat Jenderal. pelaksanaan.Pasal 362 Bagian Umum dan Kepegawaian. implementasi Sipeg. panas bumi dan air tanah. b. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. Bagian Keempat Direktorat Pembinaan Program Mineral. perumusan rencana pencadangan wilayah kerja. batubara. rencana pengadaan. (3) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. c. serta penetapan wilayah kerja. Pasal 363 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan pengelolaan kesekretariatan. wilayah kerja. perumusan pedoman dan prosedur kerja. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. organisasi dan analisis jabatan Direktorat Jenderal. Subbagian Kepegawaian. investasi dan pendanaan. serta kebijakan pengelolaan air tanah.

Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. j. evaluasi kebijakan. lembaga sertifikasi dan asosiasi. Batubara. i. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan rencana strategis berbasis kinerja. g. batubara. terdiri dari: a. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. d. f. Batubara dan Panas Bumi. statistik dan pelayanan informasi kebijakan dan program. rencana dan program di bidang mineral. batubara. Kelompok Jabatan Fungsional. evaluasi pelaksanaan rencana dan program kegiatan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. perumusan pengaturan pemanfaatan data survei umum. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penyusunan rencana dan program pertambangan di daerah. e. pencatatan dan perhitungan PNBP. penyiapan rumusan rencana pembangunan jangka panjang. batubara. 103 . serta pembinaan kerja sama dengan Pemerintah Daerah. Pasal 367 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta pemantauan perencanaan program di daerah. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. b. pengelolaan data. b. eksplorasi dan operasi produksi. Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. Pasal 366 Direktorat Pembinaan Program Mineral. Batubara dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. c. h. perumusan perencanaan. pelaksanaan sosialisasi dan sinkronisasi program sektor. pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri. serta perhitungan bagi hasil. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. e.e. panas bumi dan air tanah. menengah dan tahunan berbasis kinerja. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan program pengembangan di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. c. Pasal 368 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 367. f. Batubara dan Panas Bumi. d.

f. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan fasilitasi kerja sama dengan Pemerintah Daerah. penyiapan rumusan program kerja sama dalam dan luar negeri. Batubara dan Panas Bumi. serta rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur sektor. Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pengembangan investasi. batubara.Pasal 369 Subdirektorat Penyiapan Program Mineral. d. Pasal 371 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. Pasal 370 (1) Seksi Program Mineral dan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta dokumentasi kesepakatan dan perjanjian internasional. pelaksanaan program dan pemantauan kerja sama internasional. penelaahan. Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan investasi. b. penyiapan. pengumpulan data dan informasi potensi kerja sama. serta kerja sama di bidang mineral. serta pengelolaan kerja sama di bidang pertambangan mineral. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan investasi. Seksi Program Mineral dan Batubara. 104 . asosiasi dan lembaga sertifikasi. serta pemantauan pelaksanaan investasi. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan berjangka. strategis dan program kegiatan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. e. penyusunan prakiraan kebutuhan investasi. (2) Seksi Program Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. batubara. h. penyiapan pedoman penyusunan rencana induk pengembangan investasi dan infrastruktur. Pasal 372 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 371. penelaahan. strategis dan program kegiatan pertambangan mineral dan batubara. penyiapan. panas bumi dan pengelolaan air tanah.

Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan. d. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Seksi Kerja Sama Mineral. c. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. Pasal 375 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Pasal 376 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 375. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan. terdiri dari: a. panas bumi dan air tanah. penyiapan rumusan kebijakan dan rencana produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 374 (1) Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Seksi Pengembangan Investasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. rencana dan program investasi pertambangan mineral. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja perencanaan produksi dan pemanfaatan. Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Batubara dan Panas Bumi. serta kebijakan peningkatan nilai tambah pertambangan. Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan pemanfaatan panas bumi sesuai kewenangannya. penyiapan. batubara. penyiapan kebijakan dan rencana pengelolaan air tanah. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. batubara dan pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama dalam dan luar negeri kegiatan pertambangan mineral. penelaahan. Batubara dan Panas Bumi. Kontrak Karya (KK). Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 105 . batubara dan pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. (2) Seksi Kerja Sama Mineral.Pasal 373 Subdirektorat Pengembangan Investasi dan Kerja Sama Mineral. b. penelaahan. b. penyiapan penetapan rencana produksi Kuasa Pertambangan (KP).

panas bumi dan di bidang pengelolaan air tanah. 106 . c. evaluasi pelaksanaan kebijakan. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah. b. penyiapan rumusan kebijakan pengembangan wilayah kerja. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Pasal 378 (1) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 380 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 379. rencana produksi dan pemanfaatan di bidang mineral. batubara. d. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. pemantauan pelaksanaan produksi pertambangan dan pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Pasal 377 Subdirektorat Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral. Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Batubara dan Panas Bumi. (2) Seksi Perencanaan Produksi dan Pemanfaatan Mineral dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. panas bumi dan air tanah. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. penelaahan. batubara. Batubara dan Panas Bumi. b. Pasal 379 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral.e. norma. penyiapan. penelaahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penetapan pencadangan wilayah kerja. serta penyusunan statistik pengusahaan. serta pengelolaan informasi bidang mineral. kriteria pencadangan wilayah kerja. f. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi mineral dan pengelolaan air tanah. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan dan rencana produksi pertambangan batubara dan pemanfaatan panas bumi.

digitasi pemetaan dan content data situs informasi di bidang mineral. serta pengelolaan informasi bidang mineral. Pasal 381 Subdirektorat Perencanaan Wilayah Kerja dan Informasi Mineral. Pasal 383 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. pencadangan dan potensi di bidang mineral. h. Batubara dan Panas Bumi. panas bumi dan air tanah. Seksi Informasi Mineral. panas bumi dan air tanah. pelaksanaan. penelaahan. Batubara. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. f. batubara. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan rencana dan pencatatan penerimaan negara. 107 . penyiapan penetapan potensi. Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. batubara. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. statistik. b. batubara dan panas bumi. Panas Bumi dan Air Tanah. serta penetapan wilayah kerja. cadangan atau potensi dan neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. panas bumi dan air tanah. evaluasi pelaksanaan kebijakan pencadangan dan pengembangan wilayah kerja. serta pengelolaan content data wilayah kerja pada situs informasi. terdiri dari: a. peyiapan rumusan pengaturan pemanfaatan data dan informasi. Batubara.e. g. batubara. penyiapan. Pasal 382 (1) Seksi Wilayah Kerja Mineral Batubara. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan pengembangan wilayah kerja. cadangan dan wilayah kerja. penelaahan. neraca sumber daya. Panas Bumi dan Air Tanah. pelaksanaan digitasi peta wilayah kerja. serta evaluasi pelaksanaan atas pengelolaan data dan informasi. (2) Seksi Informasi Mineral.

c. serta laporan hasil PNBP dan tarif iuran PNBP. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. penyiapan rumusan penetapan tarif PNBP. (2) Seksi Penerimaan Negara Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta bagi hasil daerah. pelaksanaan pencatatan. Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral. penyiapan perhitungan bagi hasil Pemerintah dan kontraktor. penyiapan. Batubara dan Panas Bumi. pemeriksaan dan pengujian PNBP. b. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. dan perhitungan bagi hasil di bidang batubara. evaluasi pelaksanaan rencana dan pencatatan penerimaan negara. 108 . batubara dan panas bumi. serta target penerimaan PNBP untuk RAPBN. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan pencatatan PNBP. d. dan perhitungan bagi hasil di bidang mineral dan panas bumi. penyiapan bahan pedoman dan prosedur kerja pencatatan penerimaan negara. Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi. b. e. penelaahan. terdiri dari: a. Bagian Kelima Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara Pasal 387 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. serta perhitungan bagi hasil di bidang mineral. Seksi Penerimaan Negara Batubara. Pasal 386 (1) Seksi Penerimaan Negara Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Pasal 385 Subdirektorat Penerimaan Negara Mineral.Pasal 384 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 383. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang mineral dan batubara.

Pasal 388 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 387, Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. perumusan pedoman dan prosedur kerja; b. perumusan pengaturan kegiatan usaha KP yang terletak dalam beberapa Propinsi dan atau wilayah laut yang terletak di luar 12 mil laut; c. pengelolaan Kuasa Pertambangan sesuai kewenangan Departemen, serta pengelolaan KK dan PKP2B berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah; d. perumusan pengaturan usaha Kontrak Karya dan PKP2B, serta pelayanan usaha Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; e. pengawasan usaha penyelidikan umum, eksplorasi dan operasi produksi, serta pemantauan harga produksi; f. pembinaan dan fasilitasi hubungan komersial usaha; g. pengolahan laporan pemegang Kuasa Pertambangan, Kontrak Karya dan PKP2B; h. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha, serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha mineral dan batubara; i. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat; j. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha mineral dan batubara. Pasal 389 Direktorat Pembinaan Pengusahan Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara; b. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara; c. Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara; d. Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara; e. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara; f. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 390 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara.

109

Pasal 391 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 390, Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar, norma, kriteria kontrak kerja sama usaha; b. penyiapan rumusan pedoman kontrak kerja sama dan pelayanan usaha; c. penyiapan pertimbangan pemberian KP, serta penetapan izin prinsip KK dan PKP2B; d. penyiapan pertimbangan persetujuan tahap kegiatan, dan persetujuan perubahan luas wilayah; e. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan izin usaha; f. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha, serta pelayanan usaha mineral dan batubara. Pasal 392 Subdirektorat Pelayanan Usaha Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pelayanan Usaha Mineral; b. Seksi Pelayanan Usaha Batubara. Pasal 393 (1) Seksi Pelayanan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan mineral. (2) Seksi Pelayanan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pelayanan usaha pertambangan batubara. Pasal 394 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengawasan usaha eksplorasi mineral dan batubara. Pasal 395 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 394, Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan eksplorasi; b. pelaksanaan pengawasan kegiatan usaha penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan;

110

c.

penyiapan pertimbangan perpanjangan tahap kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; d. perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan penyelidikan umum dan eksplorasi serta studi kelayakan; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan eksplorasi dan studi kelayakan, serta pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan mineral dan batubara. Pasal 396 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral; b. Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara. Pasal 397 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi mineral. (2) Seksi Pengawasan Eksplorasi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi batubara. Pasal 398 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pengawasan operasi produksi di bidang mineral dan batubara. Pasal 399 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 398, Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan pengawasan operasi produksi; b. penyiapan perumusan pengaturan dan penanganan laporan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; c. pelaksanaan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi; d. pelaksanaan pemantauan harga produksi; e. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral dan batubara.

111

Pasal 400 Subdirektorat Pengawasan Operasi Produksi Mineral dan Batubara, terdiri dari: a. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral; b. Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara. Pasal 401 (1) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang mineral. (2) Seksi Pengawasan Operasi Produksi Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas pengawasan kegiatan konstruksi dan operasi produksi di bidang batubara. Pasal 402 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara. Pasal 403 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 402, Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja bimbingan usaha; b. penyiapan rumusan pedoman penentuan master list dan pelaksanaan bimbingan usaha; c. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional, serta perubahan kepemilikan saham; d. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan; e. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha; f. pelaksanaan promosi dan layanan informasi, serta sosialisasi peraturan perundang-undangan; g. pelaksanaan penagihan PNBP; h. evaluasi pelaksanaan kebijakan bimbingan usaha di bidang mineral dan batubara.

112

c. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha. b. Pasal 407 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 406. Pasal 406 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. Seksi Bimbingan Usaha Batubara. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha. (2) Seksi Bimbingan Usaha Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pembinaan hubungan komersial. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha dan wilayah kerja. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha mineral. pelaksanaan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). evaluasi pelaksanaan pembinaan hubungan komersial di bidang mineral dan batubara. 113 . terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha batubara. Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a.Pasal 404 Subdirektorat Bimbingan Usaha Mineral dan Batubara. Pasal 405 (1) Seksi Bimbingan Usaha Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. e. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama. d. b. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. f. pelaksanaan. g. Seksi Bimbingan Usaha Mineral.

h. pembinaan pengelolaan dan pengendalian pemanfaatan air tanah. serta pengaturan dan pembinaan usaha bidang pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. Bagian Keenam Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Pasal 410 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha. f. i. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial mineral.Pasal 408 Subdirektorat Hubungan Komersial Mineral dan Batubara. pengawasan pelaksanaan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. serta penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyusunan pedoman dan prosedur kerja. serta evaluasi atas pembinaan hubungan komersial batubara. b. pembinaan dan pengawasan pelaksanaan kontrak kerja sama usaha pertambangan panas bumi sebelum diberlakukannya Undang-undang Nomor 27 Tahun 2003 tentang Panas Bumi. pembinaan hubungan komersial panas bumi. (2) Seksi Hubungan Komersial Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pembinaan dan pengawasan usaha pertambangan panas bumi pada wilayah lintas propinsi. e. b. perumusan pengaturan. c. perumusan pengaturan pelaksanaan pertambangan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. 114 . g. Seksi Hubungan Komersial Batubara. pelaksanaan pengawasan eksplorasi dan eksploitasi panas bumi. pelaksanaan. Direktorat Pembinaan Pengusahan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. Seksi Hubungan Komersial Mineral. Pasal 409 (1) Seksi Hubungan Komersial Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. pelaksanaan. Pasal 411 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 410.

penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kontrak kerja sama dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah.j. f. penyiapan pertimbangan persetujuan studi kelayakan. c. penyiapan rumusan pengaturan usaha. b. Pasal 412 Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. 115 . e. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaksanaan pemantauan pelaksanaan kontrak kerja sama pemanfaatan panas bumi. k. dan perubahan batas wilayah kerja. serta pengelolaan air tanah. serta pengelolaan air tanah. l. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta pemberian rekomendasi izin usaha pemanfaatan panas bumi. g. serta fasilitasi pemberdayaan masyarakat untuk usaha panas bumi. b. serta pengembangan lapangan tahap kegiatan eksploitasi panas bumi. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. d. e. Pasal 414 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 413. c. d. Subbagian Tata Usaha. penyiapan rumusan pedoman teknis pengolaan air tanah. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. norma. Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta pengaturan dan pembinaan kegiatan usaha pemanfaatan panas bumi dan pengelolaan air tanah. terdiri dari: a. kriteria kontrak kerja sama usaha pemanfaatan panas bumi. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. Pasal 413 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha. g. f. penyiapan perumusan pengaturan pengelolaan air tanah pada litosfer. sosialisasi kebijakan dan bimbingan usaha. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat. penyiapan rumusan standar.

Pasal 418 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 417. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi. b. (2) Seksi Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. penyiapan rumusan pengaturan laporan pemegang kontrak kerja sama dan Izin Usaha Pertambangan. Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi. pelaksanaan. Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. i. pelaksanaan pengawasan kegiatan operasional pemanfaatan panas bumi. bantuan teknis dan penyelesaian sengketa dalam pengelolaan air tanah. penelaahan. Pasal 416 (1) Seksi Pelayanan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi. b. serta evaluasi atas pembinaan usaha pemanfaatan panas bumi. terdiri dari: a. Seksi Pengelolaan Air Tanah. pelaksanaan. studi kelayakan dan eksploitasi pemanfaatan panas bumi.h. studi kelayakan dan eksploitasi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan usaha dan pelayanan usaha pemanfaatan panas bumi. 116 . penyiapan pertimbangan perpanjangan pelaksanaan tahap kegiatan eksplorasi. penelaahan. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas pengelolaan air tanah. c. Pasal 417 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pengawasan usaha eksplorasi. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengawasan usaha. evaluasi pelaksanaan pengawasan usaha eksplorasi. Pasal 415 Subdirektorat Pelayanan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. e.

(2) Seksi Penawasan Eksploitasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. serta penyiapan rekomendasi teknis pengambilan dan penggunaan air tanah dan mata air sesuai kewenangannya. pelaksanaan fasilitasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat panas bumi. Pasal 421 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan pembinaan hubungan komersil usaha pemanfaatan panas bumi. penyiapan pedoman pembinaan hubungan komersial pemanfaatan panas bumi. penelaahan. serta pengendalian air tanah. g. Seksi Pengawasan Eksploitasi Panas Bumi. pelaksanaan. Pasal 422 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 421. penyiapan pertimbangan pengalihan usaha panas bumi.Pasal 419 Subdirektorat Pengawasan Eksplorasi dan Eksploitasi Panas Bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksplorasi dan studi kelayakan panas bumi. pelaksanaan fasilitasi penyelesaian perselisihan usaha pemanfaatan panas bumi. serta evaluasi atas pengawasan usaha eksploitasi panas bumi. f. serta penyiapan pertimbangan pembatalan atau pengakhiran usaha panas bumi. penyiapan pedoman teknis dan prosedur pelaksanaan pengawasan eksplorasi air tanah. Pasal 420 (1) Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. c. Seksi Pengawasan Eksplorasi Panas Bumi. penyiapan pertimbangan penggunaan air tanah atas kegiatan usaha pertambangan. serta pengendalian air tanah. 117 . terdiri dari: a. penyiapan pertimbangan sanksi atas pelanggaran pelaksanaan kontrak kerja sama panas bumi. e. d. Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. b. b.

pelaksanaan promosi dan layanan informasi. penyiapan pertimbangan persetujuan penambahan peserta asing dan/atau nasional. i. pelaksanaan. Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi. b. serta pengendalian air tanah. penyiapan rekomendasi perubahan anggaran dasar perusahaan kontraktor pemanfaatan panas bumi. 118 . d.h. Seksi Pengendalian Air Tanah. pelaksanaan bimbingan teknis pengelolaan air tanah. Pasal 424 (1) Seksi Hubungan Komersial Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan fasilitasi kelembagaan Tripartit ketenagakerjaan dan RPTKA panas bumi. pelaksanaan. e. Pasal 426 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 425. c. serta sosialisasi peraturan perundang-undangan panas bumi f. Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a. penelaahan. Pasal 425 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan bimbingan usaha panas bumi. pelaksanaan fasilitasi impor barang (master list) kebutuhan operasi usaha pemanfaatan panas bumi. (2) Seksi Pengendalian Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengendalian air tanah. penyiapan rumusan pedoman pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. Pasal 423 Subdirektorat Hubungan Komersial Panas Bumi dan Pengendalian Air Tanah. evaluasi pelaksanaan fasilitasi hubungan komersil pemanfaatan panas bumi. serta perubahan kepemilikan saham perusahaan pemanfaatan panas bumi. serta pengelolaan air tanah. serta evaluasi atas fasilitasi hubungan komersial di bidang panas bumi. terdiri dari: a. serta pengelolaan air tanah. b.

penyiapan rumusan pedoman penetapan dan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan penetapan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan pengawasan wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi. b. f. 119 . e. b. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas bimbingan pengelolaan air tanah. d. penelaahan. evaluasi pelaksanaan bimbingan usaha panas bumi. (2) Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 429 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. pelaksanaan sosialisasi dan penyebarluasan informasi wilayah konservasi panas bumi dan air tanah. c. Pasal 427 Subdirektorat Bimbingan Usaha Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah.g. serta pengelolaan air tanah. penelaahan. Seksi Bimbingan Pengelolaan Air Tanah Pasal 428 (1) Seksi Bimbingan Usaha Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan penagihan PNBP panas bumi. h. pelaksanaan. Pasal 430 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 429. serta evaluasi atas pengelolaan bimbingan usaha panas bumi. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengembangan pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. penyiapan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan konservasi panas bumi dan air tanah. Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah menyelenggarakan fungsi: a.

b. b. batubara dan panas bumi. c. Pasal 433 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Direktorat Pembinaan Pengusahaan Panas Bumi dan Pengelolaan Air Tanah. serta evaluasi atas pengelolaan konservasi air tanah. pelaksanaan. Pasal 435 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 434. Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. penyusunan pedoman dan prosedur kerja.Pasal 431 Subdirektorat Pengelolaan Konservasi Panas Bumi dan Air Tanah. serta evaluasi atas pengawasan konservasi panas bumi. serta air tanah. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan teknis. serta pemberlakuan standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. Pasal 432 (1) Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang mineral. serta ketatausahaan. perumusan Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. mempunyai tugas melakukan pengelolaan urusan rumah tangga. Seksi Pengawasan Konservasi Panas Bumi. 120 . penelaahan. Seksi Konservasi Air Tanah. (2) Seksi Konservasi Air Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. persuratan dinas dan kearsipan Direktorat. pelaksanaan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Pasal 434 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. perumusan kebijakan teknis serta pengaturan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Bagian Ketujuh Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral.

Batubara dan Panas Bumi.d. serta pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang di bidang pertambangan mineral. standar wajib dan spesifikasi teknis wajib. c. lindungan lingkungan. dan panas bumi. produk. pengawasan atas penerapan keselamatan operasi. serta penggunaan tenaga teknik. batubara dan panas bumi. 121 . h. f. Pasal 437 Subdirektorat Standardisasi Mineral. pembinaan lindungan lingkungan dan usaha penunjang mineral. f. evaluasi pelaksanaan kebijakan teknis. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan melaksanakan kebijakan standardisasi teknis di bidang mineral. Kelompok Jabatan Fungsional. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. i. Batubara dan Panas Bumi. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. pemberian pertimbangan sanksi atas pelanggaran penerapan keselamatan operasi. kelaikan teknis. j. Batubara dan Panas Bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan standardisasi teknis. pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Batubara dan Panas Bumi. b. g. sosialisasi dan bimbingan teknis penerapan keselamatan operasi dan kelaikan teknis. Batubara dan Panas Bumi. terdiri dari: a. Pasal 436 Direktorat Teknik dan Lingkungan Mineral. Pasal 438 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 437. kelaikan teknis. serta Rancangan SNI dan rancangan Standar Kompetensi Kerja. batubara. Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Standardisasi Mineral. d. profesi personil. Subdirektorat Standardisasi Mineral. K3. Batubara dan Panas Bumi. batubara. b. penyiapan rumusan kebijakan standardisasi. panas bumi dan air tanah. lindungan lingkungan. e. e. pembinaan kelompok jabatan fungsional Direktorat.

b. kaedah dan kriteria kelaikan teknis dan konservasi pertambangan. Pasal 440 (1) Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas menyusun rumusan dan melaksanakan kebijakan pengawasan kelaikan teknik pertambangan.c. Seksi Standardisasi Batubara dan Panas Bumi. Pasal 441 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. dan Panas Bumi. penelaahan. pelaksanaan kerja sama pembinaan standardisasi antar lembaga teknis terkait. penyiapan. d. penyiapan pemberlakuan serta notifikasi atas SNI wajib dan spesifikasi teknis pengolahan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pembinaan standardisasi teknis di bidang mineral. Batubara. Pasal 442 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 441. f. penyiapan pembinaan lembaga sertifikasi untuk lembaga inspeksi. Seksi Standardisasi Mineral. Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. penelaahan. jenis dan mutu produk. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis. serta konservasi mineral dan batubara. sistem mutu dan uji laboratorium sesuai kewenangannya. batubara. Pasal 439 Subdirektorat Standardisasi Mineral. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan standardisasi. produk. profesi personil. serta evaluasi pelaksanaan atas standardisasi teknis dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan mineral. dan panas bumi. pemurnian. penyiapan. g. dan urusan pembinaan lembaga sertifikasi kegiatan batubara dan panas bumi. penyiapan rumusan standar. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. (2) Seksi Standardisasi Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 122 . e. norma.

Pasal 444 (1) Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pelaksanaan lindungan lingkungan. (2) Seksi Pengawasan Teknik Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penelaahan. Pasal 445 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. penyiapan pemberian pertimbangan teknis dan rumusan untuk pengaturan pengelolaan lingkungan. penyiapan rumusan kebijakan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. batas wilayah kerja. b. terdiri dari: a. penelaahan. penyiapan. evaluasi pelaksanaan kebijakan pengawasan kelaikan teknik. f. pelaksanaan. Pasal 443 Subdirektorat Pengawasan Teknik Mineral. Pasal 446 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 445. serta konservasi mineral dan batubara. pelaksanaan pengawasan kelaikan teknik pertambangan. Batubara dan Panas Bumi. Seksi Pengawasan Teknik Mineral dan Panas Bumi. d. dan konservasi mineral. 123 . b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan kelaikan teknik dan konservasi pertambangan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. konservasi mineral dan batubara sesuai kewenangannya. penyiapan. e. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan batubara dan konservasi batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan kelaikan teknik pertambangan mineral dan panas bumi. batubara dan panas bumi. Seksi Pengawasan Teknik Batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan pertambangan. c. Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan.b. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral.

penelaahan. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha batubara. g. serta evaluasi atas pembinaan dan pengawasan lindungan lingkungan usaha mineral dan panas bumi. terdiri dari: a. i. batubara dan panas bumi. pelaksanaan bimbingan teknis serta sosialisasi pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. dan panas bumi. dan Panas Bumi mempunyai tugas menyiapkan rumusan dan pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Pasal 449 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. Pasal 447 Subdirektorat Lindungan Lingkungan Mineral. pelaksanaan pengawasan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. 124 . evaluasi pelaksanaan pembinaan lindungan lingkungan di bidang usaha mineral. h. Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi. b. d. batubara. Pasal 448 (1) Seksi Lindungan Lingkungan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. serta pelaksanaan pengawasan reklamasi lahan sesuai kewenangannya. penelaahan. pelaksanaan pengawasan kegiatan penutupan tambang sesuai kewenangannya. Seksi Lindungan Lingkungan Batubara. penyiapan rumusan pertimbangan teknis penyusunan dokumen Amdal. pelaksanaan.c. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran pengelolaan lingkungan dan pasca operasi. Batubara dan Panas Bumi. Batubara. (2) Seksi Lindungan Lingkungan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Batubara. penyiapan penetapan jaminan reklamasi. f. pelaksanaan. e.

b. pelaksanaan. 125 . dan panas bumi. g. batubara. keamanan instalasi. terdiri dari: a. Seksi Keselamatan Batubara. pengangkutan. penelaahan. f. Pasal 452 (1) Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 451 Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. penyiapan rekomendasi sanksi atas pelanggaran keselamatan operasi. K3 dan penggunaan tenaga teknik. penyiapan. Pasal 453 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. (2) Seksi Keselamatan Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan Panas Bumi. penyimpanan. panas bumi dan air tanah. kalibrasi alat ukur. b. d. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan batubara. pelaksanaan sosialisasi kebijakan dan bimbingan teknis pengawasan keselamatan operasi. instrumentasi. batubara. serta evaluasi atas kebijakan dan pengawasan keselamatan operasi dan penggunaan tenaga teknik bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. norma. Seksi Keselamatan Mineral dan Panas Bumi. Batubara. c. penyiapan. penyiapan rumusan standar. evaluasi pelaksanaan kebijakan keselamatan operasi usaha mineral. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral. dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penimbunan. Batubara dan Panas Bumi Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. e. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan keselamatan operasi. Batubara. penelaahan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengawasan keselamatan operasi. Subdirektorat Keselamatan Operasi Mineral. pelaksanaan.Pasal 450 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 449. kaedah dan kriteria keselamatan operasi dan kelaikan teknis. pelaksanaan pengawasan teknik atas kelaikan peralatan. serta pengaturan penggunaan tenaga teknik.

(2) Seksi Usaha Penunjang Batubara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. pelaksanaan. evaluasi pelaksanaan pembinaan usaha penunjang di bidang mineral.Pasal 454 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 453. penelaahan. pelaksanaan pelayanan izin usaha penunjang. c. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan batubara. Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 457 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Direktorat Jenderal atau Direktur yang bersangkutan. Batubara dan Panas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rumusan standar. Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi. Batubara dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. penyiapan rumusan pedoman pelayanan usaha dan prosedur kerja pengawasan usaha penunjang. d. Pasal 456 (1) Seksi Usaha Penunjang Mineral dan Panas Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta klasifikasi dan kualifikasi usaha penunjang. b. batubara. Batubara. dan Panas Bumi. 126 . norma. e. penyiapan rumusan pengaturan penggunaan usaha penunjang. pelaksanaan sosialisasi usaha penunjang. f. serta evaluasi atas pembinaan usaha penunjang bidang pertambangan mineral dan pemanfaatan panas bumi. Pasal 455 Subdirektorat Usaha Penunjang Mineral. dan kriteria usaha penunjang. penelaahan. panas bumi dan air tanah. terdiri dari: a. serta pengawasan penggunaan usaha penunjang. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral. Seksi Usaha Penunjang Batubara.

dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. yang diangkat oleh Direktur Jenderal. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 458 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah jabatan fungsional tertentu. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 127 . (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 460 Inspektorat Jenderal mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas di lingkungan Departemen. c. Sekretariat Inspektorat Jenderal.BAB VII INSPEKTORAT JENDERAL Pasal 459 (1) Inspektorat Jenderal adalah unsur pengawasan. c. b. pelaksanaan pengawasan kinerja. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 462 Inspektorat Jenderal. Inspektorat III. Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. 128 . terdiri dari: a. pelaksanaan urusan administrasi Inspektorat Jenderal. e. Inspektorat I. yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. penyusunan laporan hasil pengawasan. (2) Inspektorat Jenderal dipimpin oleh Inspektur Jenderal. Inspektorat IV. Pasal 461 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 460. keuangan. d. b. Inspektorat II. d. dan pengawasan untuk tujuan tertentu atas petunjuk Menteri. penyiapan rumusan kebijakan pengawasan.

perumusan rancangan peraturan perundang-undangan dan pemberian pertimbangan hukum. pengelolaan penyelesaian administrasi dan penyajian hasil pengawasan. c. b. d. serta pemantauan penyelesaian tindak lanjut dan evaluasi hasil pengawasan. pengurusan kepegawaian dan organisasi. pengelolaan urusan tata usaha. d. j. 129 . keprotokolan dan rumah tangga. Pasal 465 Sekretariat Inspektorat Jenderal. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. terdiri dari: a. k. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inspektorat Jenderal. Bagian Hukum dan Kepegawaian. f. kearsipan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Inspektorat Jenderal. e. serta penyusunan bahan sidang dan laporan pimpinan Inspektorat Jenderal. Sekretariat Inspektorat Jenderal menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran serta kegiatan satuan kerja c. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. koordinasi pelayanan administratif Inspektorat Jenderal. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi. perlengkapan. Bagian Umum dan Keuangan. keamanan. i. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. e. Bagian Pemantauan dan Evaluasi. Kelompok Jabatan Fungsional. perumusan ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja.Bagian Ketiga Sekretariat Inspektorat Jenderal Pasal 463 Sekretariat Inspektorat Jenderal mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Inpektorat Jenderal. h. Bagian Rencana dan Laporan. Pasal 464 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 463. g.

Pasal 466 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. b. pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Pasal 467 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466. pengurusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. penyiapan koordinasi penyusunan rencana kerja dan laporan Inspektorat Jenderal. penelaahan. (2) Subbagian Penyiapan Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. g. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. i. pelaporan. terdiri dari: a. 130 . j. pelaksanaan pengelolaan sistem. satuan kerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. b. h. dan ketatalaksanaan Inspektorat Jenderal. Pasal 468 Bagian Rencana dan Laporan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan dan laporan untuk sidang. serta evaluasi penyelesaian atas laporan bahan kebijakan dan rapat koordinasi. program kerja. penyiapan. ketatalaksanaan. Subbagian Penyiapan Rencana. akuntabilitas kinerja. d. jaringan dan situs informasi. f. dan rapat kerja pimpinan Inspektorat Jenderal. penyajian informasi. penelaahan. Subbagian Penyiapan Laporan. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. penyusunan pelaporan hasil pelaksanaan pengawasan fungsional. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyiapan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. e. akuntabilitas kinerja. jaringan. pelaporan. Pasal 469 (1) Subbagian Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan rencana kerja. c. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Inspektorat Jenderal. rapat koordinasi. dan akuntabilitas kinerja Inspektorat Jenderal. ketatalaksanaan. situs.

monitoring hasil pemeriksanaan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. pengawasan masyarakat dan pengawasan urusan pemerintahan bidang energi dan sumber daya mineral. d. penyiapan koordinasi Inspektorat Jenderal untuk pelaksanaan pemantauan dan evaluasi. klasifikasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. pengolahan. Bagian Pemantauan dan Evaluasi menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi tindak lanjut hasil pengawasan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II. Badan Geologi. Batubara dan Panas Bumi. pelaksanaan dokumentasi hasil pengawasan. Pasal 471 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 470. c. Pasal 473 (1) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Pemantauan dan Evaluasi I. Direktorat Jenderal Mineral. serta administrasi laporan tindak lanjut hasil pengawasan. analisis hasil pengawasan. dan evaluasi hasil pengawasan pada Sekretariat Jenderal. pelaksanaan analisis. pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. b. 131 . terdiri dari: a. pemantauan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan dan kasus hukum.Pasal 470 Bagian Pemantauan dan Evaluasi Bagian Pemantauan dan Evaluasi mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan. b. dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Inspektorat Jenderal. penyiapan. evaluasi laporan hasil pengawasan dan pelaksanaan tindak lanjut hasil pengawasan. Pasal 472 Bagian Pemantauan dan Evaluasi. penelaahan. pelaksanaan. e. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan.

serta pemberian pertimbangan hukum. serta pemberian pertimbangan dan bantuan hukum. penyiapan rumusan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan. penelaahan. e. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Subbagian Kepegawaian. b. dokumentasi hukum. Pasal 475 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 474. pelaksanaan penyuluhan peraturan perundang-undangan pengawasan fungsional. pertimbangan hukum. dokumentasi dan tata naskah. bantuan hukum. Subbagian Hukum. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. dan evaluasi hasil pengawasan pada Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi. 132 . pemantauan tindak lanjut dan kasus hukum. penyiapan koordinasi urusan hukum. Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi Dan Sumber Daya Mineral. kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. d. evaluasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. c. Bagian Hukum dan Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. dan implementasi Sipeg. serta pemberian pertimbangan hukum. serta evaluasi atas pengelolaan pelaporan. dan pelayanan informasi hukum Inspektorat Jenderal. serta evaluasi pelaksanaan atas rancangan peraturan perundang-undangan. penyiapan. dokumentasi hukum. Pasal 476 Bagian Hukum dan Kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan kepegawaian.(2) Subbagian Pemantauan dan Evaluasi II mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi. b. penyuluhan. urusan pengelolaan kepegawaian dan organisasi Inspektorat Jenderal. pelaksanaan. penelaahan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan. perpustakaan. jaringan informasi hukum dan perpustakaan. monitoring tindak lanjut hasil pemeriksanaan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan dan yustisia. terdiri dari: a. penyiapan. Pasal 474 Bagian Hukum dan Kepegawaian Bagian Hukum dan Kepegawaian mempunyai tugas menyiapkan peraturan perundang-undangan pelaksanaan pengawasan Departemen. Pasal 477 (1) Subbbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. masyarakat dan yustisia.

penyiapan koordinasi urusan umum dan administrasi keuangan Inspektorat Jenderal. pelaksanaan keamanan. perbendaharaan dan pelaksanaan perhitungan anggaran. pelayanan kesekretariatan. serta perencanaan kebutuhan sarana dan prasarana kerja. penyusunan laporan pertanggungjawaban keuangan. perlengkapan. Bagian Umum dan Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta evaluasi atas pengelolaan kepegawaian. dan kearsipan. pengurusan perlengkapan dan pengadaan. dokumentasi dan tata naskah. Pasal 479 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 478.(2) Subbagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. Subbagian Rumah Tangga. perbendaharaan. kebersihan. persuratan dinas. penelaahan. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta implementasi sistem akuntansi unit eselon I dan penyiapan Neraca Inspektorat Jenderal. b. pengurusan penganggaran. dan akuntansi Inspektorat Jenderal. serta pengurusan administrasi keuangan. serta pengurusan administrasi keuangan. Pasal 478 Bagian Umum dan Keuangan Bagian Umum dan Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. rumah tangga dan kehumasan. 133 . rumah tangga dan kehumasan. k. c. d. pengurusan inventarisasi dan penghapusan barang milik/kekayaan negara. perbendaharaan. Subbagian Tata Usaha dan Keuangan. e. h. i. Pasal 480 Bagian Umum dan Keuangan. dan implementasi Sipeg. j. f. evaluasi pelaksanaan urusan tata usaha. keprotokolan dan kehumasan. pengurusan PBI Inspektorat Jenderal. pelaksanaan tuntutan perbendaharaan dan ganti rugi. g. pelaksanaan. serta urusan organisasi dan analisis jabatan Inspektorat Jenderal. b. perlengkapan. terdiri dari: a.

perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). pelaksanaan. keprotokolan dan kehumasan. perumusan laporan hasil pengawasan. penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). c. perlengkapan dan pengadaan. pemeriksaan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan kesekretariatan. b. persuratan dinas. Inspektorat I menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris Inspektorat Jenderal. perencanaan kebutuhan. serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. dan administrasi keuangan. Pasal 483 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 482. d. Bagian Keempat Inspektorat I Pasal 482 Inspektorat I mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). penelaahan. 134 . (2) Subbagian Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 481 (1) Subbagian Tata Usaha dan Keuangan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kearsipan. kebersihan. serta evaluasi atas urusan keamanan. perbendaharaan dan akuntansi Inspektorat Jenderal. penelaahan. e. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero).

f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat I; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi dan satuan kerja PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang energi dan ketenagalistrikan. Pasal 484 Inspektorat I, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 485 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat I mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat I.

Bagian Kelima Inspektorat II Pasal 486 Inspektorat II mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 487 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 486, Inspektorat II menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi;

135

d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat II; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Mineral, Batubara dan Panas Bumi, serta pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang mineral, batubara dan panas bumi. Pasal 488 Inspektorat II terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 489 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat II mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat II.

Bagian Keenam Inspektorat III Pasal 490 Inspektorat III mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 491 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 490, Inspektorat III menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi;

136

c.

pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi, dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat III; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Inspektorat Jenderal, Badan Geologi dan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang geologi. Pasal 492 Inspektorat III terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 493 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat III mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat III.

Bagian Ketujuh Inspektorat IV Pasal 494 Inspektorat IV mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi.

137

Pasal 495 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 494, Inspektorat IV menyelenggarakan fungsi: a. perumusan rencana pengawasan dan program kerja pengawasan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; b. Pengawasan fungsional atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi; c. pemeriksaan, penilaian dan pengujian terhadap pelaksanaan, kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; d. pengusutan terhadap kebenaran laporan atau pengaduan tentang penyimpangan atau penyalahgunaan wewenang lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral; e. perumusan laporan hasil pengawasan. f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Inspektorat IV; g. evaluasi pelaksanaan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan lingkup Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral, dan pengawasan atas pelaksanaan urusan pemerintahan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 496 Inspektorat IV terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha; b. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 497 Subbagian Tata Usaha Subbagian Tata Usaha pada Inspektorat IV mempunyai tugas melakukan kesekretariatan, ketatausahaan dan kearsipan pada semua unsur di lingkungan Inspektorat IV.

138

Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 498 (1) Inspektur Jenderal membentuk kelompok kerja Auditor berdasarkan usulan Inspektur. Pasal 499 (1) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada Pasal 494 ayat (2). (3) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). serta pelaksanaan tugasnya dibina oleh Inspektur yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Inspektur Jenderal berdasarkan usulan Inspektur. (4) Kelompok Jabatan Fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional melakukan tugas sesuai dengan bidang keahliannya berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (2). diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Inspektorat Jenderal terdiri dari Jabatan Fungsional Auditor dan sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. 139 . (3) Kelompok Jabatan Fungsional Auditor melaksanakan fungsi Inspektorat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja.

Pusat Sumber Daya Geologi. e. Sekretariat Badan Geologi. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. pemberian rekomendasi serta penyajian informasi hasil survei. 140 . serta penelitian dan pelayanan di bidang sumber daya geologi. Pusat Survei Geologi. d. b. vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. perumusan kebijakan di bidang geologi. (2) Badan Geologi dipimpin oleh Kepala Badan. Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. g. pembinaan pelayanan jasa penelitian geologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. Pusat Lingkungan Geologi. d. f. b. h. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.BAB VIII BADAN GEOLOGI Pasal 500 (1) Badan Geologi adalah pelaksana tugas tertentu di bidang geologi yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. c. Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 503 Badan Geologi. pembinaan dan pelaksanaan penelitian dan pelayanan. c. Pasal 502 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 501. e. pelaksanaan urusan administrasi Badan Geologi. dan geologi lingkungan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 501 Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pelayanan di bidang geologi. terdiri dari: a. pelayanan survei geologi. penelitian dan pelayanan.

Bagian Ketiga Sekretariat Badan Geologi Pasal 504 Sekretariat Badan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. kearsipan. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. h. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta pelaksanaan bantuan hukum. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. perumusan rancangan peraturan perundang-undangan geologi. akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. Bagian Umum. e. d. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. koordinasi pelayanan administratif Badan. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. c. b. j. i. Pasal 505 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 504. pengelolaan urusan ketatausahaan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 506 Sekretariat Badan Geologi. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. f. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Pasal 507 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. serta perencanaan kerja. d. g. perumusan kebijakan penelitian dan pelayanan geologi. informasi hukum. 141 . Bagian Rencana dan Laporan. ketatalaksanaan. Sekretariat Badan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Bagian Keuangan. b. c. Bagian Kepegawaian. Kelompok Jabatan Fungsional. pelaporan. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. terdiri dari: a.

penelaahan. pelaksanaan. penelaahan. jaringan. Subbagian Laporan. Subbagian Pengelolaan Informasi. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan. prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. Pasal 510 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. ketatalaksanaan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala. situs. akuntabilitas kinerja. b. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. penyajian informasi. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. e. jaringan dan situs informasi. c. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. Pasal 511 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. dan laporan pelaksanaan kerja rutin dan berkala Badan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penyusunan rumusan ketatalaksanaan. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. satuan kerja. f. Pasal 509 Bagian Rencana dan Laporan. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. c. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. pengelolaan sistem. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. d. b. serta pengembangan organisasi Badan. 142 .Pasal 508 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 507.

b. kepangkatan.Pasal 512 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 511. pelaksanaan. e. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. c. kepangkatan. serta implementasi Sipeg. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. dan analisis jabatan. penggajian. d. serta implementasi Sipeg Badan. penyiapan. pengangkatan. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbagian Pengembangan Pegawai. pemberhentian. serta evaluasi atas perencanaan. kesejahteraan. pengembangan. b. pelaksanaan. pengadaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. penelaahan. pemberhentian. serta evaluasi atas mutasi. pelaksanaan. serta pengembangan organisasi Badan. c. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengembangan. penggajian. Pasal 515 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. Pasal 513 Bagian Kepegawaian. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. pengurusan perencanaan. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. 143 . kesejahteraan. Pasal 514 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai.

e. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. pelaksanaan. penelaahan. dan revisi anggaran Badan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. serta penyelesaian kerugian negara. Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. kearsipan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. d. Subbagian Akuntansi. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. pelaksanaan. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. 144 . c. serta pengurusan revisi anggaran. dan rumah tangga. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbagian Perbendaharaan. Pasal 518 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Neraca. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyelesaian kerugian negara. penelaahan. c. pelaksanaan. penelaahan. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. terdiri dari: a. f. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. PBI Badan. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. Subbagian Kekayaan Negara. perlengkapan. b.Pasal 516 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 515. Pasal 517 Bagian Keuangan. Pasal 519 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan.

kebersihan dan keamanan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. serta evaluasi atas rancangan peraturan perundang-undangan. serta pengurusan perlengkapan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 521 Bagian Umum. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. perpustakaan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. dan hak atas kekayaan intelektual Badan. kearsipan. c. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. distribusi penggunaan. pengadaan. dan pemeliharaan barang inventaris. terdiri dari: a. kehumasan. Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. d. kesekretariatan. rencana kebutuhan dan pengadaan. b. 145 .Pasal 520 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 519. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. dan kearsipan. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. dokumentasi hukum dan perpustakaan. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. perlengkapan. perlengkapan dan rumah tangga Badan. penelaahan. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. persuratan dinas. c. b. Pasal 522 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. dan rumah tangga. penyiapan. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. informasi dan dokumentasi hukum. f. Subbagian Tata Usaha. Subbagian Hukum. serta keprotokolan dan upacara Badan. persuratan dinas dan kearsipan. bantuan hukum. pelaksanaaan bantuan hukum. pelayanan kesekretariatan. penyiapan koordinasi ketatausahaan. e.

b. batubara. inventarisasi dan eksplorasi wilayah keprospekan sumber daya minyak dan gas bumi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. j. rekayasa teknologi. penyelidikan. g. pengelolaan sistem informasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. keuangan. Pasal 525 Pusat Sumber Daya Geologi terdiri dari: a. administrasi keuangan. e. Kelompok Jabatan Fungsional. penyusunan neraca sumber daya geologi. 146 . perumusan rencana dan program. evaluasi penyelenggaraan penelitian. d. serta pemberian rekomendasi pemanfaatan potensi. i. Bidang Informasi. e. serta kerja sama penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. rumah tangga. dan panas bumi. gambut. h. penyelidikan. dan pelayanan bidang sumber daya geologi. dan pelayanan kebumian di bidang sumber daya geologi. bitumen padat. f. pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. serta rancang bangun dan pemodelan. Bidang Sarana Teknik. Bagian Tata Usaha. pengelolaan ketatausahaan. Bidang Program dan Kerja Sama. serta pemetaan tematik potensi. Pasal 526 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. dan kepegawaian Pusat. b. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. mineral. c. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan.Bagian Keempat Pusat Sumber Daya Geologi Pasal 523 Pusat Sumber Daya Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. d. c. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pusat Sumber Daya Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 524 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 523.

Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. keselamatan kerja dan keprotokolan. pengangkatan. 147 . keuangan. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. serta akuntansi. Pasal 530 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Pasal 528 Bagian Tata Usaha. d. Pasal 531 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 530. serta dokumentasi tata naskah pegawai. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. keamanan. terdiri dari: a. b. e. Pasal 529 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. b. pengurusan perencanaan. kebersihan. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja. Subbagian Umum dan Kepegawaian. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. b.Pasal 527 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 526. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. c.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pelaksanaan. serta kerja sama pelayanan jasa. b. Subbidang Laboratorium. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. b. pelaksanaan. e. Pasal 535 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 534. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. penelaahan.d. Pasal 534 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. terdiri dari: a. Pasal 532 Bidang Sarana Teknik. Subbidang Sarana Penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. 148 . (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. f. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 533 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta rencana strategis berbasis kinerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. c. penelaahan.

serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penganggaran. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. penelaahan. serta pemutakhiran basis data. pelaksanaan sosialisasi. serta pengelolaan perpustakaan. jaringan dan situs informasi. c. terdiri dari: a. pelakanaan pengelolaan sistem. b. penelaahan. dokumentasi dan publikasi. d. Subbidang Program. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang sumber daya geologi. Pasal 538 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Kerja Sama. Pasal 540 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. penyiapan.Pasal 536 Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. 149 . Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta operasi perangkat lunak informasi. b. Pasal 539 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 538. b. Pasal 537 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. penyiapan.

i. dan kepegawaian Pusat. b. g. pelaksanaan. dan pelayanan bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Bagian Kelima Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pasal 542 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. pengelolaan ketatausahaan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta penetapan status kegiatan dan peringatan dini gunung api. sistem. rumah tangga. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. penyelidikan. dan rekayasa teknologi. operasi perangkat lunak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi menyelenggarakan fungsi: a. tsunami. serta rancang bangun. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perpustakaan. tsunami. Pasal 543 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 542. dan gerakan tanah. pemetaan tematik kawasan rawan bencana gunung api. dokumentasi. dan gerakan tanah h. pemodelan. serta sesar aktif. e. serta pos pengamatan gunung api. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pemberian rekomendasi penanggulangan bencana gunung api. c. d. gempa bumi. f. gempa bumi. sosialisasi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. pengamatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Penyelikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian.Pasal 541 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. j. penelaahan. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. 150 . pelaksanaan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang sumber daya geologi. pengelolaan sarana dan prasarana vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. administrasi keuangan. penelaahan.

Pasal 548 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. keuangan. pelaksanaan pengelolaan sarana. Pasal 544 Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Bagian Tata Usaha. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan pegawai. keselamatan kerja dan keprotokolan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. c. perpustakaan dan akuntabilitas kinerja Pusat. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran berbasis kinerja. Kelompok Jabatan Fungsional. l. pengembangan. d. kearsipan. kebersihan. b. e. Pasal 546 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 545. pengurusan perencanaan. b.k. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. serta dokumentasi tata naskah pegawai. 151 . Subbagian Umum dan Kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. terdiri dari: a. Pasal 545 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. pengurusan. serta perpustakaan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. e. terdiri dari: a. Bidang Evaluasi Potensi Bencana. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengangkatan. pemelaahan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. d. keamanan. dan pelayanan geologi di bidang vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Pasal 547 Bagian Tata Usaha. c. evaluasi pelaksanaan penelitian. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. penyelidikan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.

Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api menyelenggarakan fungsi: a. peringatan dini dan rekomendasi penanggulangan. pengurusan. pengelolaan sarana dan rumah tangga Pusat. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengamatan gunung api. administrasi keuangan. pelaksanaan penyelidikan geofisika. Subbidang Pengamatan Gunung Api.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelasanaan atas pengelolaan perencanaan kerja. Pasal 552 (1) Subbidang Pengamatan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. (2) Subbidang Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta penetapan status dan peringatan dini. serta evaluasi atas penyelidikan gunung api. Pasal 551 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api. b. penelaahan. c. pelaksanaan pemberian rekomendasi penangulangan. Pasal 549 Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api mempunyai tugas melaksanakan pengamatan dan penyelidikan gunung api. pelaksanaan pengamatan dan pemantauan gunung api. 152 . serta pengembangan metode pemantauan dan pemetaan geologi gunung api. b. Pasal 550 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 549. penelaahan. pelaksanaan. d. pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan dan penyelidikan gunung api. penetapan status. Subbidang Penyelidikan Gunung Api. geokimia dan deformasi. pemelaahan.

pelaksanaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. pelaksanaan. Pasal 554 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 553. Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah. (2) Subbidang Pengamatan Gerakan Tanah mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. pelaksanaan pemberian rekomendasi teknis penanggulangan gempa bumi. penelaahan. penelaahan. Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 557 Bidang Evaluasi Potensi Bencana Bidang Evaluasi Potensi Bencana mempunyai tugas melaksanakan evaluasi potensi bencana geologi. Pasal 556 (1) Subbidang Pengamatan Gempa Bumi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pengamatan Gempa Bumi. pelaksanaan pengamatan dan pemeriksaan gempa bumi dan gerakan tanah. b.Pasal 553 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah mempunyai tugas melaksanakan pengamatan gempa bumi dan gerakan tanah. gerakan tanah dan tsunami. serta evaluasi atas mitigasi gerakan tanah. d. terdiri dari: a. serta evaluasi atas mitigasi gempa bumi. 153 . pelaksanaan identifikasi serta pemetaan sesar aktif dan daerah rawan tsunami. Pasal 555 Bidang Pengamatan Gempa Bumi dan Gerakan Tanah. c.

154 . pelaksanaan pengelolaan sistem informasi dan sosialisasi hasil pengamatan. f. serta identifikasi potensi dan rekomendasi teknis penanggulangan kebakaran batubara. penyelidikan. b. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana geologi. Bagian Keenam Pusat Lingkungan Geologi Pasal 561 Pusat Lingkungan Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian. pelaksanaan mitigasi bencana gempa bumi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur teknis mitigasi bencana. terdiri dari: a. b. gerakan tanah dan tsunami. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. Subbidang Evaluasi Bencana Geologi. d. (2) Subbidang Evaluasi Bencana Geologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. penelaahan. serta penyusunan peta kawasan rawan bencana gunung api.Pasal 558 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 557. serta kerja sama dan sistem mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan prakiraan bencana gunung api. penelaahan. penyiapan. serta pelaksanaan atas perencanaan program. c. penyiapan. Pasal 559 Bidang Evaluasi Potensi Bencana. Pasal 560 (1) Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. akuntabilitas kinerja dan evaluasi potensi bencana gunung api. penyiapan rumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan geologi kegiatan vulkanologi dan mitigasi bencana geologi. e. Bidang Evaluasi Potensi Bencana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Evaluasi Bencana Gunung Api.

c. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rancang bangun dan pemodelan untuk lingkungan geologi. d. pengelolaan ketatausahaan. keuangan. Kelompok Jabatan Fungsional. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. Bagian Tata Usaha. Pasal 564 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 562 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 561. 155 . Pasal 565 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 564. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. d. rekayasa teknologi. geologi teknik dan air tanah. serta pemetaan tematik lingkungan geologi. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. inventarisasi air tanah dan penyusunan neraca air tanah. pengangkatan. rumah tangga. b. e. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. e. dan kepegawaian Pusat. Pusat Lingkungan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. penyelidikan. pengembangan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. j. Bidang Program dan Kerja Sama. k. Bidang Informasi. h. b. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dan pelayanan bidang lingkungan geologi dan air tanah. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. c. evaluasi penyelenggaraan penelitian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. g. geologi teknik dan air tanah. Bidang Sarana Teknik. f. i. Pasal 563 Pusat Lingkungan Geologi. pemberian rekomendasi konservasi kawasan lindung geologi dan air tanah. dan pengelolaan tata ruang.

pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. serta akuntansi. Pasal 568 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja. e. keselamatan kerja dan keprotokolan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. e. Pasal 567 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. d. kebersihan. Pasal 566 Bagian Tata Usaha. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. b. f. terdiri dari: a. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.c. keamanan. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. Pasal 569 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 568. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. c. Subbagian Umum dan Kepegawaian. 156 .

pelaksanaan. (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. b. Subbidang Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta kerja sama pelayanan jasa. Subbidang Laboratorium. pelaksanaan. b. b. e. penelaahan. Pasal 572 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. c. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. serta rencana strategis berbasis kinerja. Pasal 574 Bidang Program dan Kerja Sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan lingkungan geologi. Pasal 571 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 157 . serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi.Pasal 570 Bidang Sarana Teknik. Pasal 573 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 572. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. terdiri dari: a. Subbidang Sarana Penyelidikan. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Subbidang Program. terdiri dari: a. d.

158 . rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. penelaahan. Pasal 577 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 576.Pasal 575 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. jaringan dan situs informasi. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. serta pengelolaan perpustakaan. penyiapan. pengelolaan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. b. penelaahan. Subbidang Penerapan Sistem Informasi. serta operasi perangkat lunak informasi. serta pemutakhiran basis data. d. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan sosialisasi. dokumentasi dan publikasi. c. penganggaran. terdiri dari: a. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 578 Bidang Informasi. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. Pasal 576 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. b.

pembinaan Unit Pelaksana Teknis Museum Geologi. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penelaahan. rancang bangun dan pemodelan untuk survei geologi. i. geofisika. penelitian dan penyelidikan geologi. rekayasa teknologi. dan kepegawaian Pusat. c. g. pemetaan. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil survei. penyelenggaraan penelitian dan penyelidikan. pemetaan geologi. pelaksanaan. l. j. sistem. pengembangan kerja sama dan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. dokumentasi. Pasal 581 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 580. geokimia. Pusat Survei Geologi menyelenggarakan fungsi: a. h. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. pelayanan jasa survei. b. perumusan rencana dan program penelitian dan pelayanan. f. sosialisasi. rumah tangga. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi.Pasal 579 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan geologi kuarter secara bersistem atau bertema. tektonik. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang lingkungan geologi. geomorfologi. operasi perangkat lunak. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. perumusan pedoman dan prosedur kerja. perpustakaan. penyelidikan dan pelayanan bidang geologi. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. penyelidikan dan survei di bidang geologi. k. penelaahan. pengelolaan ketatausahaan. evaluasi pelaksanaan penelitian. 159 . Bagian Ketujuh Pusat Survei Geologi Pasal 580 Pusat Survei Geologi mempunyai tugas menyelenggarakan survei serta penelitian. pelaksanaan. pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan. inventarisasi hasil survei. m. administrasi keuangan. d. pemetaan dan penelitian geologi.

Pasal 585 Bagian Tata Usaha. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. keamanan. pengurusan perencanaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. d. e. Bidang Informasi. Pasal 583 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. d. serta akuntansi. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 586 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan pengelolaan pegawai. penyiapan sarana dan prasarana kerja.Pasal 582 Pusat Survei Geologi terdiri dari: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. terdiri dari: a. Bidang Program dan Kerja Sama. serta dokumentasi tata naskah pegawai. b. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. c. Pasal 584 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 583. Bidang Sarana Teknik. Subbagian Umum dan Kepegawaian. c. keuangan. 160 . keuangan. pelaksanaan administrasi anggaran dan perbendaharaan. b. kebersihan. pengembangan. Kelompok Jabatan Fungsional. serta persuratan dinas dan kearsipan Pusat. pengangkatan.

penelaahan. Subbidang Sarana Penyelidikan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengembangan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 588 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 587. Subbidang Laboratorium. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan dan pelayanan jasa sarana teknik.Pasal 587 Bidang Sarana Teknik Bidang Sarana Teknik mempunyai tugas melaksanakan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan dan pelayanan jasa sarana teknik penelitian dan pengembangan. e. Pasal 589 Bidang Sarana Teknik. d. b. 161 . (2) Subbidang Sarana Penyelidikan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan. b. c. penelaahan. Pasal 590 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Bidang Sarana Teknik menyelenggarakan fungsi: a. analisis spesifikasi dan kebutuhan sarana teknik penelitian dan pengembangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. penyiapan rumusan rencana pengembangan sarana teknik penelitian dan pengembangan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan dan sarana laboratorium penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. pengelolaan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. f.

penyiapan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. Subbidang Kerja Sama. penyusunan akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. pengelolaan. rencana strategis dan akuntabilitas kinerja penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan perencanaan dan program. Bidang Program dan Kerja Sama menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan pedoman dan prosedur kerja penelitian dan pelayanan sumber daya geologi. penyiapan rumusan perencanaan kerja dan penganggaran. Pasal 592 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 591. Pasal 594 (1) Subbidang Program mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. d. penyiapan. (2) Subbidang Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. b. penganggaran. penelaahan. serta kerja sama pelayanan jasa. 162 . c. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja. serta pengembangan kerja sama penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi.Pasal 591 Bidang Program dan Kerja Sama Bidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas menyiapkan rumusan perencanaan dan program. terdiri dari: a. serta rencana strategis berbasis kinerja. Subbidang Program. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas pengembangan kerja sama penggunaan peralatan dan kerja sama pelayanan jasa pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 593 Bidang Program dan Kerja Sama. e.

Subbidang Penerapan Sistem Informasi. Pasal 596 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 595. pelaksanaan.Pasal 595 Bidang Informasi Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. Subbidang Penyediaan Informasi Publik. jaringan dan situs informasi. penelaahan. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. c. Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan sistem informasi dan penyebarluasan informasi. operasi perangkat lunak. pelaksanaan. perpustakaan. serta operasi perangkat lunak informasi. penyiapan rumusan pengembangan infrastruktur teknologi informasi. serta pengelolaan perpustakaan. sosialisasi. pelaksanaan sosialisasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan pemutakhiran basis data. serta dokumentasi hasil penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta pemutakhiran basis data. penelaahan. terdiri dari: a. Pasal 597 Bidang Informasi. dokumentasi dan publikasi. (2) Subbidang Penyediaan Informasi Publik mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan publikasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. serta evaluasi atas pengelolaan infrastruktur teknologi informasi. dokumentasi. b. jaringan dan situs informasi penelitian dan pelayanan pada Pusat di bidang survei geologi. Pasal 598 (1) Subbidang Penerapan Sistem Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelakanaan pengelolaan sistem. sistem. 163 . d.

164 . serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 599 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pelayanan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Geologi. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Geologi mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan jasa penelitian dan pelayanan di bidang geologi. Perekayasa. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelidik Bumi. Teknisi Litkayasa. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Pasal 600 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1). (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1).

Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 602 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. d. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang minyak dan gas bumi. rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi. 165 . (2) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh Kepala Badan. b. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. pembinaan pelayanan jasa teknologi. g. panas bumi. c. mineral batubara. perumusan kebijakan penyelenggaraan. e. pembinaan penelitian dan pengembangan teknologi tinggi dan ekonomi.BAB IX BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 601 (1) Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas tertentu Departemen sesuai dengan bidang tugasnya. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 603 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 602. penyajian informasi hasil penelitian dan pengembangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a.

g. pengelolaan urusan ketatausahaan. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan penelitian dan pengembangan. serta perencanaan kerja. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. e. terdiri dari: a. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “Lemigas”. informasi hukum. b.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 604 Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. d. koordinasi pelayanan administratif Badan. h. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 605 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas menyelenggarakan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. d. pengelolaan kepegawaian dan pengembangan organisasi. Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. serta pelaksanaan bantuan hukum. c. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. dan rumah tangga. 166 . b. kearsipan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kelitbangan. f. kehumasan dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. c. Pasal 606 Dalam melaksanakan tugas sebagai dimaksud dalam Pasal 605. penganggaran dan kegiatan satuan kerja. e. pengelolaan sistem dan jaringan informasi.

pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. Bagian Rencana dan Laporan. f. Pasal 607 Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. Subbagian Pengelolaan Informasi. pengelolaan sistem. d. e. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. penyusunan rumusan ketatalaksanaan dan prosedur kerja. serta susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. terdiri dari: a. b. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyusunan rumusan akuntabilitas kinerja. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. pelaporan. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Umum. Subbagian Penyiapan Rencana Kerja. terdiri dari: a.i. c. c. Bagian Kepegawaian. Pasal 608 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas menyiapkan perencanaan kerja. d. j. evaluasi penyelesaian perencanaan kerja. b. 167 . penyiapan perencanaan kerja dan penganggaran. c. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi di lingkungan Badan. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. akuntabilitas kinerja. e. Subbagian Laporan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. Pasal 610 Bagian Rencana dan Laporan. jaringan dan situs informasi. ketatalaksanaan. Bagian Keuangan. pelaporan. b. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. g. Pasal 609 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 608. ketatalaksanaan.

d. penggajian. Pasal 614 Bagian Kepegawaian. penyiapan rumusan pengembangan organisasi. penyajian informasi. b. kepangkatan. serta pengembangan organisasi Badan. serta implementasi Sipeg. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 612 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian. satuan kerja. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Administrasi Kepegawaian. penyiapan. c. penelaahan. kesejahteraan. penyiapan. pemberhentian. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. Subbagian Pengembangan Pegawai. c. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. penelaahan. jaringan. situs. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. pelaksanaan. pengurusan perencanaan. (3) Subbagian Laporan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. Pasal 613 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 612. serta penyempurnaan organisasi Badan. e.Pasal 611 (1) Subbagian Pengelolaan Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan kerja dan anggaran. (2) Subbagian Penyiapan Rencana Kerja mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala Badan. b. serta evaluasi pelaksanaan atas bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. 168 . dan analisis jabatan. ketatalaksanaan dan akuntabilitas kinerja Badan. pengadaan. terdiri dari: a. Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional. pengembangan.

Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. penelaahan. implementasi sistem akuntansi unit eselon I. dokumentasi dan tata naskah pegawai. d. penyiapan. Subbagian Akuntansi. pengangkatan. penelaahan. penelaahan. pengembangan. penyiapan. pelaksanaan. kesejahteraan. (3) Subbagian Pembinaan Jabatan Fungsional mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. kepangkatan pemberhentian. PBI Badan. b. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan. serta implementasi Sipeg Badan. e. penyiapan. 169 . Pasal 616 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan urusan perbendahaaraan dan barang milik/kekayaan negara. serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 617 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 616. b. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja. serta evaluasi atas pembinaan jabatan fungsional dan non struktural Badan. (2) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan.Pasal 615 (1) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyertaan kediklatan pegawai dan organisasi Badan. Subbagian Kekayaan Negara. serta evaluasi atas perencanaan. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. c. serta pengurusan revisi anggaran. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan. Subbagian Perbendaharaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. serta penyelesaian kerugian negara. f. Pasal 618 Bagian Keuangan. c. serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. serta evaluasi atas mutasi. penggajian.

pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Subbagian Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengadaan. Neraca. serta pengurusan perlengkapan. dan pemeliharaan barang inventaris. pelaksanaaan bantuan hukum. penelaahan. c. informasi dan dokumentasi hukum. serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara. kehumasan. Pasal 622 Bagian Umum. perpustakaan. perlengkapan. pelaksanaan. Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Hukum. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana. dan rumah tangga. serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja.Pasal 619 (1) Subbagian Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. pelaksanaan keamanan dan kebersihan. kearsipan. perlengkapan. perhitungan pelaksanaan anggaran. serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I. serta informasi hukum dan kehumasan Badan. serta pengelolaan jaringan listrik telepon. 170 . Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga. c. kearsipan. dan revisi anggaran Badan. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan. serta urusan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 620 Bagian Umum Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan. penyelesaian kerugian negara. Pasal 621 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 620. distribusi penggunaan. persuratan dinas. penelaahan. f. laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. b. dan rumah tangga. dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. d. e. perlengkapan dan rumah tangga Badan. b. pelayanan kesekretariatan. Subbagian Tata Usaha. dan kearsipan. serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara. penyiapan koordinasi ketatausahaan. (3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan.

(2) Subbagian Perlengkapan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan urusan perlengkapan. e. kesekretariatan. Pasal 625 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 624. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. d. rencana kebutuhan dan pengadaan. pelaksanaan. distribusi penggunaan dan pemeliharaan barang inventaris. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. serta pengelolaan jaringan listrik dan telepon. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. serta keprotokolan dan upacara Badan. b. g. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. dokumentasi hukum dan perpustakaan. f.Pasal 623 (1) Subbagian Tata Usaha mempunyai tugas melakukan urusan ketatausahaan. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. bantuan hukum. perumusan pedoman dan prosedur kerja. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penyiapan. persuratan dinas dan kearsipan. kebersihan dan keamanan Badan. c. 171 . dan hak atas kekayaan intelektual Badan. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. Bagian Keempat Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 624 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. serta evaluasi atas rancangan ketentuan penyelenggaraan kelitbangan.

serta pelaksanaan keamanan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan pengelolaan anggaran. perbendaharaan dan akuntansi. keuangan. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. d. kebersihan. persuratan dinas dan kearsipan. Pasal 628 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 627. Pasal 626 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara. pengangkatan. b. dan kepegawaian Pusat. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. Pasal 629 Bagian Tata Usaha. pengembangan. b. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang mineral dan batubara. keselamatan kerja dan keprotokolan. e. rumah tangga. administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. terdiri dari: a. d. Bidang Program. pengurusan perencanaan. e.h. c. pengelolaan ketatausahaan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Pasal 627 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. keuangan. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Kelompok Fungsional. c. 172 . serta dokumentasi tata naskah pegawai. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. i. Pasal 630 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. b. Bagian Tata Usaha.

e. serta pengadaan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. d. 173 . penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. keamanan. penyediaan bahan baku. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. b. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. c. terdiri dari: a. Pasal 632 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 631. Pasal 633 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 634 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan kebersihan Pusat. Subbidang Pengembangan Sarana. b. Subbidang Pengoperasian Sarana. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. pelaksanaan operasi penggunaan. pemeliharaan sarana kerja. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 631 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi.

penyediaan bahan baku. Pasal 635 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. b. b. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Subbidang Penyiapan Rencana. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. Pasal 638 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 174 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. evaluasi. Pasal 636 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 635. Pasal 637 Bidang Program.(2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. terdiri dari: a. serta analisis. penyiapan. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan. penelaahan.

(2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Pasal 641 Bidang Afiliasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b. jaringan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. 175 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. c. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan hukum untuk pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 640 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 639. b. d. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. pelaksanaan. Subbidang Informasi dan Publikasi. Pasal 642 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. penelaahan. Pasal 639 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. pelayanan jasa teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja.

pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. administrasi keuangan. i. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir minyak dan gas bumi. b. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" menyelenggarakan fungsi: a. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Bagian Kelima Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" Pasal 643 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas" mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. g. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. dan kepegawaian Pusat. e. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.(2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. h. c. 176 . d. rumah tangga. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi di bidang minyak dan gas bumi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 644 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 643. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. f. pelaksanaan. pengelolaan ketatausahaan. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. perumusan pedoman dan prosedur kerja. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual.

Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. pengembangan. Kelompok Fungsional Pasal 646 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. kebersihan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. pelaksanaan pengelolaan anggaran. serta pengadaan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. 177 . Pasal 647 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 646. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. pengangkatan. serta pelaksanaan keamanan. terdiri dari: a. Bidang Program. keuangan. keuangan.Pasal 645 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi "Lemigas". terdiri dari: a. c. d. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 649 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. persuratan dinas dan kearsipan. keamanan. pemeliharaan sarana kerja. d. keselamatan kerja dan keprotokolan. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. b. perbendaharaan dan akuntansi. b. serta dokumentasi tata naskah pegawai. perbendaharaan dan akuntansi. c. b. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Pasal 648 Bagian Tata Usaha. pengurusan perencanaan. Bagian Tata Usaha. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. Subbagian Umum dan Kepegawaian. Bidang Afiliasi. e. dan kebersihan Pusat. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.

e. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. Pasal 651 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 650. penelaahan. 178 . pelaksanaan operasi penggunaan. pelaksanaan. terdiri dari: a. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyiapan. b.Pasal 650 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. d. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. penelaahan. Pasal 652 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. pelaksanaan. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. b. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Pasal 653 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. Subbidang Pengembangan Sarana. penyediaan bahan baku. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium.

serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. b. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Penyiapan Rencana. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. terdiri dari: a. Pasal 656 Bidang Program. penyiapan. serta analisis. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. penelaahan. c. 179 . pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. b. Pasal 655 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 654. penyiapan rumusan rencana dan program. penyiapan. Pasal 657 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program.Pasal 654 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi kegiatan hulu dan hilir bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi pelaksanaan atas akuntabilitas kinerja.

evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. jaringan. b. Pasal 659 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 658.Pasal 658 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. jaringan. pelaksanaan. Pasal 660 Bidang Afiliasi. c. pelayanan jasa teknologi. b. Subbidang Informasi dan Publikasi. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. penelaahan. pelaksanaan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. Pasal 661 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. situs dan penyebarluasan informasi. 180 . Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. situs dan penyebarluasan informasi. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. terdiri dari: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. penelaahan. d. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi minyak dan gas bumi. e. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan.

Kelompok Fungsional. evaluasi penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. c. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. dan kepegawaian Pusat. d. Bidang Afiliasi. Bidang Program. c. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Pasal 664 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Pasal 663 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 662. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan teknologi. e. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. rumah tangga. b. Bagian Tata Usaha. perumusan pedoman dan prosedur kerja. e. i. g. serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi. h. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. terdiri dari: a. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. administrasi keuangan. pengelolaan ketatausahaan. d. 181 . f. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan teknologi berbasis kinerja.Bagian Keenam Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 662 Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan teknologi bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.

pelaksanaan pengelolaan anggaran. Pasal 668 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. kebersihan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. keuangan. keuangan. pemeliharaan sarana kerja. 182 . terdiri dari: a. b. keselamatan kerja dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan kebersihan Pusat. pengurusan perencanaan. Pasal 667 Bagian Tata Usaha. d. b. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. e. pengembangan. serta pelaksanaan keamanan. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai. keamanan. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. perbendaharaan dan akuntansi. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. Pasal 669 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. perbendaharaan dan akuntansi. persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan. c. Pasal 666 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 665. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian.Pasal 665 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. serta pengadaan.

pelaksanaan. penyediaan bahan baku. serta evaluasi atas dukungan operasi penggunaan. 183 . penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. b. terdiri dari: a. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. Pasal 671 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. penyediaan bahan baku. penelaahan. penelaahan. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. Pasal 672 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pelaksanaan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan. Subbidang Pengembangan Sarana. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelaksanaan operasi penggunaan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. serta evaluasi atas pengembangan dan pengadaan laboratorium. Subbidang Pengoperasian Sarana. Pasal 673 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.Pasal 670 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 669. d.

Pasal 677 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. c. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Pasal 676 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta analisis. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. Subbidang Analisis dan Evaluasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Rencana. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan teknologi. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program. evaluasi. b. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. penyiapan. serta rencana strategis penelitian dan pengembangan teknologi. penelaahan. 184 . Pasal 675 Bidang Program. terdiri dari: a. penyiapan rumusan rencana dan program. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja.Pasal 674 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 673. penyiapan. penelaahan.

Pasal 679 Bidang Afiliasi. terdiri dari: a. pelayanan jasa teknologi. penelaahan. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. dan publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang teknologi ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. b.Pasal 678 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 677. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. situs dan penyebarluasan informasi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. 185 . pelaksanaan. c. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. Pasal 680 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. d. jaringan. jaringan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan. penelaahan. situs dan penyebarluasan informasi. b. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. pelaksanaan pengelolaan sistem. Subbidang Informasi dan Publikasi. Bagian Ketujuh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan Pasal 681 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan mempunyai tugas menyelenggarakan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan.

serta pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. c. penanganan masalah hukum dan hak atas kekayaan intelektual. perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. d. i. evaluasi pelaksanaan penelitian dan pengembangan bidang geologi kelautan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan menyelenggarakan fungsi: a. 186 . Pasal 683 Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan. geokimia. Kelompok Fungsional. h. perumusan rencana dan program penelitian dan pengembangan berbasis kinerja. Bidang Program. perumusan pedoman dan prosedur kerja. administrasi keuangan. penyelenggaraan penelitian dan pengembangan pemetaan geologi. d. b. serta kerja sama penggunaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan. pengelolaan kerja sama kemitraan penerapan hasil penelitian dan pelayanan jasa teknologi. g. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi dan layanan informasi. Pasal 684 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian. f. dan geofisika kelautan. dan kepegawaian Pusat. serta sosialisasi dan dokumentasi hasil penelitian dan pengembangan teknologi. e. Bidang Afiliasi.Pasal 682 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 681. c. j. e. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. rumah tangga. pengelolaan ketatausahaan. keuangan. b. terdiri dari: a. serta pengembangan sistem mutu kelembagaan penelitian dan pengembangan teknologi.

perbendaharaan dan akuntansi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan urusan kepegawaian. keselamatan kerja dan keprotokolan. b. kebersihan. pemeliharaan sarana kerja. b. Pasal 687 (1) Subbagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan kebersihan Pusat. rumah tangga dan ketatausahaan Pusat. serta dokumentasi tata naskah pegawai.Pasal 685 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 684. penyiapan rencana pengembangan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. 187 . d. pengembangan. terdiri dari: a. perencanaan. serta pelaksanaan keamanan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melaksanakan urusan administrasi anggaran. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja penggunaan sarana dan prasarana. Pasal 686 Bagian Tata Usaha. Pasal 688 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan menyelenggarakan fungsi: a. b. perbendaharaan dan akuntansi. Pasal 689 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 688. c. keuangan. penyiapan sarana dan prasarana kerja kantor. pemberhentian dan kesejahteraan pegawai. pelaksanaan pengelolaan anggaran. Subbagian Umum dan Kepegawaian. keamanan. pelaksanaan persuratan dinas dan kearsipan. serta pengadaan. e. organisasi dan ketatalaksanaan Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. persuratan dinas dan kearsipan. pengangkatan.

serta rencana strategis penelitian dan pengembangan. serta evaluasi pelaksanaan atas urusan pengembangan dan pengadaan laboratorium. jadwal penggunaan dan pemeliharaan sarana penelitian dan pengembangan teknologi. pemeliharaan dan penjadwalan penggunaan pada laboratorium. Pasal 690 Bidang Sarana Penelitian dan Pengembangan.c. Pasal 691 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. terdiri dari: a. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan dan penelaahan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyediaan bahan baku. pelaksanaan pengembangan sistem manajemen mutu kelembagaan Pusat. d. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. Bidang Program menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 693 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 692. Subbidang Pengoperasian Sarana. penyediaan bahan baku. b. e. b. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. Subbidang Pengembangan Sarana. penyiapan perumusan rekomendasi batas landas kontinen Indonesia. penyiapan rumusan rencana dan program. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan operasi penggunaan. Pasal 692 Bidang Program Bidang Program mempunyai tugas melaksanakan penyiapan rumusan rencana dan program. pengelolaan. pengelolaan. sarana dan prasarana penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi pelaksanaan atas dukungan operasi penggunaan. 188 .

Pasal 697 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 696. serta evaluasi pelaksanaan atas rencana dan program.c. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan akuntabilitas kinerja. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penyiapan rumusan akuntabilitas kinerja. b. evaluasi. pelaporan dan dokumentasi hasil pelaksanaan penelitian dan pengembangan. d. c. rencana strategis penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. penelaahan. serta penyusunan akuntabilitasi kinerja. pelayanan jasa teknologi dan pengurusan administrasi kerja sama. penyiapan. b. penyiapan rumusan pedoman dan prosedur kerja pengelolaan kerja sama. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan rencana dan program. Pasal 696 Bidang Afiliasi Bidang Afiliasi mempunyai tugas melaksanakan pengembangan kerja sama. Pasal 694 Bidang Program. 189 . pelaksanaan penanganan masalah hukum dan pengelolaan hak atas kekayaan intelektual. Pasal 695 (1) Subbidang Penyiapan Rencana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta analisis. Subbidang Analisis dan Evaluasi. penelaahan. Bidang Afiliasi menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Penyiapan Rencana. (2) Subbidang Analisis dan Evaluasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. pelaporan dan dokumentasi kegiatan penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. pelaksanaan pengembangan kerja sama penggunaan peralatan.

Pasal 698 Bidang Afiliasi. pelayanan jasa teknologi. Pasal 699 (1) Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. situs dan penyebarluasan informasi. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama penggunaan peralatan. jaringan. situs dan penyebarluasan informasi. administrasi kerja sama kelitbangan dan hak atas kekayaan intelektual pada Pusat di bidang geologi kelautan. e. serta publikasi hasil kelitbangan dan kemampuan jasa teknologi. b. penelaahan.d. Subbidang Afiliasi Jasa Teknologi. Subbidang Informasi dan Publikasi. pelaksanaan. (3) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa penelitian dan pengembangan di bidang energi dan sumber daya mineral. dan publikasi kemampuan jasa teknologi dan kelitbangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta evaluasi atas pengelolaan sistem. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan kerja sama. 190 . terdiri dari: a. pelaksanaan. serta penyebarluasan informasi hasil penelitian dan pengembangan pada Pusat di bidang geologi kelautan. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundangundangan. Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 700 (1) Kepala Badan membentuk kelompok program penelitian dan pengembangan berdasarkan usulan Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Subbidang Informasi dan Publikasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pengelolaan sistem. (2) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. jaringan.

dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang diangkat oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. 191 . Perekayasa. Teknisi Litkayasa. diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. Penyelidik Bumi. (2) Masing-masing Kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).Pasal 701 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Peneliti. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. mineral.BAB X BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 702 (1) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral adalah pelaksana tugas pendidikan dan pelatihan bidang energi dan sumber daya mineral. penyajian informasi hasil pendidikan dan pelatihan. h. (2) Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala Badan. Bagian Pertama Tugas dan Fungsi Pasal 703 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. e. perumusan kebijakan penyelenggaraan. b. pembinaan dan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan. serta ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. geologi. g. pembinaan operasional Perguruan Tinggi Kedinasan Akademi Minyak dan Gas Bumi. batubara. pembinaan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. d. c. f. pelaksanaan urusan administrasi Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. 192 . rencana dan program pendidikan dan pelatihan. penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang energi dan sumber daya mineral. Pasal 704 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 703.

pembinaan kerja sama. serta perumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. koordinasi pelayanan administratif Badan. serta akuntansi dan pertanggungjawaban keuangan. pengelolaan administrasi perbendaharaan dan barang milik/kekayaan negara. Pasal 707 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 706. pengelolaan sistem dan jaringan informasi. serta informasi hukum dan urusan kehumasan. i. e.Bagian Kedua Susunan Organisasi Pasal 705 Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral terdiri dari: a. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. b. penyelenggaraan program bimbingan teknis aparatur. Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. perumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi. pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. g. program dan lembaga penyelenggara pendidikan dan pelatihan. perumusan rancangan pengaturan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum. d. f. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi. d. c. Bagian Ketiga Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral Pasal 706 Sekretariat Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas koordinasi pelaksanaan tugas dan pelayanan administrasi kepada semua unsur di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan. c. serta penyiapan bahan laporan pimpinan Badan. satuan kerja. b. e. h. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. penyusunan perencanaan kerja dan penganggaran. 193 . Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara.

c. penyiapan rumusan kebijakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. serta penyajian informasi dan laporan pelaksanaan kerja rutin atau berkala. kearsipan. Pasal 708 Sekretariat Badan. Pasal 709 Bagian Rencana dan Laporan Bagian Rencana dan Laporan mempunyai tugas melaksanakan perencanaan kerja. pengelolaan urusan ketatausahaan. penganggaran. ketatalaksanaan. h. terdiri dari: a. evaluasi pelaksanaan perencanaan kerja. pelaporan. dan rumah tangga. c. g. penyiapan bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. Bagian Rencana dan Laporan. d. pelaksanaan pengelolaan kerja sama. d. akuntabilitas kinerja. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Kepegawaian. b.j. Bagian Rencana dan Laporan menyelenggarakan fungsi: a. Bagian Keuangan. 194 . serta perencanaan kerja. penyiapan rumusan program penyelenggaraan bimbingan teknis aparatur. k. f. Pasal 710 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 709. penyiapan koordinasi perencanaan kerja dan layanan informasi Badan. evaluasi pelaksanaan pembinaan dan pelayanan administratif kepada semua unsur di lingkungan Badan. serta pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. l. serta pengelolaan jaringan informasi di lingkungan Badan. Bagian Umum. b. e. penyusunan rumusan prosedur kerja dan akuntabilitas kinerja. pembinaan kelompok jabatan fungsional Sekretariat Badan. pelaporan. dan susunan kegiatan satuan kerja berbasis kinerja. ketatalaksanaan. akuntabilitas kinerja. pengelolaan jaringan dan situs informasi.

akuntabilitas kinerja. perencanaan kerja.Pasal 711 Bagian Rencana dan Laporan. serta implementasi Sipeg. c. penyiapan. penyiapan. penelaahan. c. e. penyiapan koordinasi pengelolaan kepegawaian Badan. Subbagian Penyusunan Rencana dan Program. pelaksanaan. (3) Subbag Evaluasi dan Pelaporan mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. dan sistem. Pasal 712 (1) Subbagian Penyusunan Rencana dan Program mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. bahan sidang dan rapat pimpinan Badan. serta evaluasi pelaksanaan atas kebijakan. 195 . Subbagian Kerja Sama. serta pengembangan organisasi Badan. pengurusan penyertaan pendidikan dan pelatihan pegawai. penelaahan. (2) Subbagian Kerja Sama mempunyai tugas melaksanakan pengumpulan bahan. jaringan dan situs informasi Badan. dokumentasi dan tata naskah pegawai. penelaahan. b. serta evaluasi atas pengelolaan kerja sama luar negeri Badan dan pembinaan lembaga sertifikasi dan asosiasi untuk lembaga pelatihan. pemberhentian. Bagian Kepegawaian menyelenggarakan fungsi: a. kepangkatan. penggajian. pengadaan. serta pengurusan jabatan struktural dan non struktural. evaluasi pelaksanaan pengelolaan kepegawaian. b. d. penyiapan rumusan penyempurnaan organisasi. pelaksanaan. terdiri dari: a. prosedur kerja. pengurusan perencanaan. serta evaluasi atas laporan berkala. dan kegiatan satuan kerja Badan berbasis kinerja. pengembangan. dan analisis jabatan. Subbagian Evaluasi dan Pelaporan. penganggaran. Pasal 714 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 713. Pasal 713 Bagian Kepegawaian Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan kepegawaian dan penyempurnaan organisasi. kesejahteraan.

Pasal 715 Bagian Kepegawaian terdiri dari: a. Subbagian Mutasi Kepegawaian; b. Subbagian Pengembangan Pegawai; c. Subbagian Administrasi Kepegawaian. Pasal 716 (1) Subbagian Mutasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas perencanaan, pengadaan, pengangkatan, kepangkatan, penggajian dan pengelolaan administrasi jabatan fungsional, kinerja pegawai, pemberhentian dan pemensiunan pegawai Badan. (2) Subbagian Pengembangan Pegawai mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas rencana dan program kebutuhan pengembangan pegawai, penyertaan kediklatan pegawai, dan penyempurnaan organisasi Badan. (3) Subbagian Administrasi Kepegawaian mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas dokumentasi dan tata naskah, disiplin, implementasi Sipeg dan kesejahteraan pegawai Badan. Pasal 717 Bagian Keuangan Bagian Keuangan mempunyai tugas melaksanakan dan evaluasi penyiapan bahan pengelolaan perbendaharaan, sistem akuntansi, standar, pendapatan dan belanja dan kekayaan negara di lingkungan Badan. Pasal 718 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 717, Bagian Keuangan menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi administrasi keuangan Badan; b. penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, serta pengurusan revisi anggaran; c. pelaksanaan urusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara, PBI Badan, serta penghapusan inventarisasi barang milik/kekayaan negara; d. pengurusan tindak lanjut hasil pemeriksaan, serta penyelesaian kerugian negara; e. implementasi sistem akuntansi unit eselon I, serta penyusunan Neraca dan laporan pertanggungjawaban keuangan Badan; f. evaluasi pelaksanaan urusan perbendahaaraan dan kekayaan negara, serta akuntansi dan pelaporan pertanggungjawaban keuangan Badan.

196

Pasal 719 Bagian Keuangan, terdiri dari: a. Subbagian Perbendaharaan; b. Subbagian Kekayaan Negara; c. Subbagian Akuntansi. Pasal 720

(1) Subbagian

Perbendaharaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas penatausahaan anggaran penerimaan dan belanja, perhitungan pelaksanaan anggaran, dan revisi anggaran Badan. Kekayaan Negara mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas inventarisasi barang milik/kekayaan negara, penyelesaian kerugian negara, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan Badan. bahan, penelaahan, pelaksanaan, serta evaluasi atas implementasi sistem akuntansi unit eselon I, Neraca, laporan pertanggungjawaban keuangan Badan. Pasal 721 Bagian Umum

(2) Subbagian

(3) Subbagian Akuntansi mempunyai tugas melakukan pengumpulan

Bagian Umum mempunyai tugas melaksanakan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 722 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 721, Bagian Umum menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan koordinasi ketatausahaan, perlengkapan dan rumah tangga Badan; b. pelayanan kesekretariatan, persuratan dinas, dan kearsipan, serta pelaksanaan urusan keprotokolan dan upacara; c. penyiapan kebutuhan sarana dan prasarana, serta pengurusan perlengkapan, pengadaan, distribusi penggunaan, dan pemeliharaan barang inventaris; d. pelaksanaan keamanan dan kebersihan, serta pengelolaan jaringan listrik telepon;

197

e. pelaksanaaan penyiapan perumusan rancangan peraturan perundangundangan penyelenggaraan kediklatan dan pemberian bantuan hukum, serta pengelolaan informasi hukum, kehumasan dan hak atas kekayaan intelektual; f. evaluasi pelaksanaan ketatausahaan, kearsipan, perlengkapan, dan rumah tangga, serta informasi hukum dan kehumasan Badan. Pasal 723 Bagian Umum, terdiri dari: a. Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga; b. Subbagian Perlengkapan; c. Subbagian Hukum. Pasal 724 (1) Subbagian Tata Usaha dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan persuratan dinas, kesekretariatan, dan kearsipan, serta keamanan, kebersihan dan keprotokolan Badan. (2) Subbagian Perlengkapan mempunyai tugas menyiapkan rencana kebutuhan sarana dan prasarana kerja, serta pengadaan, pemeliharaan dan distribusi penggunaan barang inventaris Badan. (3) Subbagian Hukum mempunyai tugas melaksanakan penyiapan pengaturan penyelenggaraan kediklatan, bantuan hukum, kehumasan, perpustakaan, informasi dan dokumentasi hukum, serta urusan hak atas kekayaan intelektual Badan.

Bagian Keempat Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi Pasal 725 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 726 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 725, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi menyelenggarakan fungsi: a. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan; b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar, pedoman, norma, prosedur, kriteria pendidikan dan pelatihan; c. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi;

198

d. pemberian pelayanan jasa, sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan; e. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan; f. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat; g. pengelolaan ketatausahaan, administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat; h. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. Pasal 727 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Minyak dan Gas Bumi, terdiri dari: a. Bagian Tata Usaha; b. Bidang Sarana Kilang; c. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel; d. Bidang Pelatihan; e. Kelompok Jabatan Fungsional. Pasal 728 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat Pasal 729 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 728, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian, serta organisasi dan ketatalaksanaan; b. pelaksanaan pengelolaan kearsipan, persuratan dinas, dokumentasi dan tata naskah; c. pelaksanaan pengelolaan pemeliharaan, keamanan, kebersihan, sarana dan prasarana serta angkutan dan perlengkapan; d. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan, perbendaharaan, akuntansi, dan inventarisasi kekayaan negara, serta hukum, kehumasan dan keprotokolan; e. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan, kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 730 Bagian Tata Usaha, terdiri dari: a. Subbagian Kepegawaian dan Umum; b. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

199

Pasal 735 (1) Subbidang Kilang mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan rencana dan pemanfaatan sarana kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. penyiapan. Subbidang Utilitas. Pasal 733 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 732. Pasal 732 Bidang Sarana Kilang Bidang Sarana Kilang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana pemanfaatan dan kontrol kualitas. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan dan sarana kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. terdiri dari: a.Pasal 731 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. b. dan produk kilang penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. kontrol kualitas. pelaksanaan penyediaan utilitas serta proses kilang. Bidang Sarana Kilang menyelenggarakan fungsi: a. c. d. Pasal 734 Bidang Sarana Kilang. pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja. organisasi dan ketatalaksanaan serta umum Pusat. serta sistem manajemen lingkungan proses kilang dan utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. pelayanan jasa.. pelayanan jasa kilang penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Subbidang Kilang. 200 . produk kilang. penelaahan. b.

dan pelayanan jasa sarana laboratorium penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana. d. Pasal 737 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 736. penelaahan. 201 . serta evaluasi atas pengelolaan rencana. pelayanan jasa. produk utilitas penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pengembangan dan pemanfaatan serta pelayanan jasa sarana bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelaksanaan jasa konsultasi sarana laboratorium dan bengkel. penelaahan. b. pelaksanaan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. Pasal 738 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel terdiri dari: a. penyiapan. pengembangan dan pemanfaatan. Pasal 739 (1) Subbidang Laboratorium mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyediaan dan pemanfaatan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel menyelenggarakan fungsi: a. penyiapan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Subbidang Bengkel. b. pelaksanaan. pelaksanaan. (2) Subbidang Bengkel mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. c. Subbidang Laboratorium. Pasal 736 Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel Bidang Sarana Laboratorium dan Bengkel mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan evaluasi sarana laboratorium dan bengkel penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. serta evaluasi atas pengelolaan rencana.(2) Subbidang Utilitas mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.

Pasal 740 Bidang Pelatihan Bidang Pelatihan mempunyai tugas menyiapkan. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. Pasal 743 (1) Subbidang Penyiapan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. serta kepustakaan. g. penyiapan rencana dan program serta pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Bidang Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma. pelaksanaan. penelaahan. pelaksanaan sistem informasi manajemen pendidikan dan pelatihan bidang minyak dan gas bumi. b. penyiapan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan minyak dan gas bumi. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. melaksanakan dan evaluasi penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 742 Bidang Pelatihan terdiri dari: a. e. penyiapan dan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang minyak dan gas bumi. Pasal 741 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 740. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. c. penyiapan penyelenggaraan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. standar. (2) Subbidang Pelaksanaan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. norma. penyiapan dan pelaksanaan penyusunan kebutuhan serta pemantauan pendidikan dan pelatihan. penelaahan. pedoman. f. pengelolaan kepustakaan. kerja sama. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pedoman. pelaksanaan. Subbidang Penyiapan Pelatihan. 202 . Subbidang Pelaksanaan Pelatihan.

e. kearsipan. g. f. pembinaan Unit Pelaksana Teknis Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. 203 . evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 745 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 744. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. Kelompok Jabatan Fungsional. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. d. Pasal 746 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral. b. norma. pedoman. prosedur. i. perlengkapan. Bidang Sarana Teknis. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Batubara. pengelolaan ketatausahaan. kriteria pendidikan dan pelatihan. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. b. e. h.Bagian Kelima Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara Pasal 744 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang teknologi mineral dan batubara. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara menyelenggarakan fungsi: a. terdiri dari: a. c. Pasal 747 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

b. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. b. e. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga. Pasal 751 Bidang Sarana Teknis Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. serta hukum. Pasal 750 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. Pasal 749 Bagian Tata Usaha. Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 752 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 751.Pasal 748 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 747. 204 . dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. kehumasan dan keprotokolan. organisasi. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. penyiapan rumusan rencana pengembangan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. c. kearsipan. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. d. terdiri dari: a. perbendaharaan. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian serta organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. akuntansi. pelaksanaan pengadaan dan pengembangan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. perlengkapan. ketatalaksanaan dan umum Pusat. b. kearsipan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat.

pengadaan dan pemanfaatan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara.c. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. d. 205 . pedoman. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. pelaksanaan pelayanan jasa sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta penatausahaan barang milik/kekayaan negara. Subbidang Pengoperasian Sarana. c. pelaksanaan. Pasal 753 Bidang Sarana Teknis. pengoperasian sarana teknis dan kepustakaan penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. b. Pasal 755 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyiapan rumusan standar. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan sarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Pasal 756 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 755. rencana pengembangan. (2) Subbidang Pengoperasian Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pelaksanaan pemeliharaan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyiapan rumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. penggunaan. e. penelaahan. Pasal 754 (1) Subbidang Pengembangan Sarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. serta evaluasi atas pengelolaan barang milik/kekayaan negara. terdiri dari: a. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. Subbidang Pengembangan Sarana. norma.

terdiri dari: a. kriteria dan prosedur penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan standar. Subbidang Program dan Kerja Sama. pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. kriteria. e. pelaksanaan kerja sama pendidikan dan pelatihan. c. d. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 759 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. e. penelaahan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. b. penyiapan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penelaahan. kerja sama dan sistem. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan. Pasal 757 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. norma. Pasal 758 (1) Subbidang Program dan Kerja Sama mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. dan prosedur. jaringan dan situs informasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. pedoman. 206 . b. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. pelaksanaan inventarisasi kebutuhan pendidikan dan pelatihan. Pasal 760 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 759.d. pedoman. pelaksanaan. f. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan dan pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. serta evaluasi pelaksanaan atas standar.

pelaksanaan. penelaahan. penyiapan penyelenggaraan. pedoman. Pasal 764 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 763. pelaksanaan. penyusunan standar. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi. d. penelaahan. f. b. kriteria dan prosedur. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. b. Bagian Keenam Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan Pasal 763 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pedoman. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan jabatan pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. norma. kriteria pendidikan dan pelatihan. pemberian pelayanan jasa. serta evaluasi atas inventarisasi kebutuhan. norma. pedoman. Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan. penyiapan penyelenggaraan. tenaga dan jasa dan kerja sama pendidikan dan pelatihan teknologi pada Pusat di bidang teknologi mineral dan batubara. penyusunan standar. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. 207 . (2) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Teknologi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan menyelenggarakan fungsi: a. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. prosedur. kriteria dan prosedur. serta evaluasi atas laporan inventarisasi kebutuhan. c. terdiri dari: a. norma. e.Pasal 761 Bidang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan. Pasal 762 (1) Subbidang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar.

dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. organisasi dan ketatalaksanaan. h. Bagian Tata Usaha. Subbagian Kepegawaian dan Umum. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. 208 . b. c. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. b. d. perlengkapan. e. perbendaharaan. Pasal 767 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 766. kearsipan. pengelolaan ketatausahaan. c. kehumasan dan keprotokolan. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. dokumentasi dan tata naskah serta hukum. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.g. Pasal 768 Bagian Tata Usaha. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. akuntansi. Pasal 766 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. Pasal 765 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. Pasal 769 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. kearsipan. evaluasi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. terdiri dari: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bidang Pelatihan dan Sarana. terdiri dari: a. b.

penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kerja sama. 209 . Pasal 771 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 770. e. b. Pasal 772 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. dan sarana dan prasarana penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.(2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program. norma. d. b. Pasal 770 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. penyiapan. jaringan dan situs informasi. Pasal 773 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. terdiri dari: a. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Perencanaan. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. dan sistem. pedoman. c. akuntabilitas kinerja. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar.

serta evaluasi atas pengelolaan standar. b. e. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. terdiri dari: a. penelaahan. Subbidang Pelatihan. kerja sama. Subbidang Sarana dan Prasarana. pelaksanaan. Pasal 777 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. kriteria dan prosedur. norma. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. pedoman. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. pelaksanaan kerja sama. promosi. 210 . evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. b. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. Pasal 774 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.(2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penyiapan. c. Pasal 775 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 774. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. pelaksanaan. Pasal 776 Bidang Pelatihan dan Sarana. penyiapan. pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan.

Bidang Pelatihan dan Sarana. pedoman. b. pembinaan kelompok jabatan fungsional Pusat. pengelolaan ketatausahaan. g. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan. d. c. f. b. penyiapan rumusan dan pelaksanaan standar. pemberian pelayanan jasa. Bagian Ketujuh Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi Pasal 778 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan bidang geologi. prosedur. c. 211 . h. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. kriteria pendidikan dan pelatihan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan.(2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. pengelolaan sistem informasi pendidikan dan pelatihan. d. norma. Pasal 780 Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi terdiri dari: a. penelaahan. sarana dan prasarana pendidikan dan pelatihan. e. perumusan dan pelaksanaan rencana dan program serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Geologi menyelenggarakan fungsi: a. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagian Tata Usaha. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. pelaksanaan. Pasal 779 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 778. evaluasi pendidikan dan pelatihan bidang geologi.

d. c. pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. administrasi keuangan dan kepegawaian serta rumah tangga Pusat. organisasi dan ketatalaksanaan. dokumentasi dan tata naskah. akuntansi. kearsipan. Pasal 784 (1) Subbagian Kepegawaian dan Umum mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi kepegawaian. pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara. b. pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan. perbendaharaan.Pasal 781 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan ketatausahaan dan administrasi keuangan. hukum. Pasal 783 Bagian Tata Usaha. organisasi dan ketatalaksanaan dan umum Pusat. kepegawaian serta rumah tangga Pusat. kearsipan. perlengkapan. 212 . terdiri dari: a. b. e. Pasal 785 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melaksanakan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan pengelolaan perlengkapan dan rumah tangga Pusat. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengelolaan ketatausahaan. kehumasan dan keprotokolan. Subbagian Kepegawaian dan Umum. Pasal 782 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 781. (2) Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga mempunyai tugas melakukan pengelolaan administrasi keuangan dan rumah tangga Pusat. Subbagian Keuangan dan Rumah Tangga.

norma. sistem informasi dan laporan akuntabilitas kinerja pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyiapan dan pelaksanaan perumusan standar. c. Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan menyelenggarakan fungsi: a. norma dan kriteria. terdiri dari: a. b. kriteria dan prosedur pengembangan pendidikan dan pelatihan. pedoman. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan pengembangan pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. serta kerja sama pendidikan dan pelatihan. Subbidang Perencanaan. Pasal 789 Bidang Pelatihan dan Sarana Bidang Pelatihan dan Sarana mempunyai tugas melaksanakan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. pelaksanaan. b. penyiapan dan pelaksanaan perumusan rencana dan program. Pasal 787 Bidang Pengembangan Pendidikan dan Pelatihan. penelaahan. penyiapan Tempat Uji Kompetensi tenaga khusus dan teknis keperluan lembaga sertifikasi profesi. Pasal 788 (1) Subbidang Perencanaan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan.Pasal 786 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 785. 213 . pedoman. penyiapan laporan akuntabilitas kinerja penyelenggaraan. dan proses uji kompetensi tenaga khusus dan teknis pada Pusat di bidang geologi. serta pengelolaan sistem informasi dan publikasi pendidikan dan pelatihan. kerja sama. serta evaluasi atas standar. (2) Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Penyiapan Standar Pendidikan dan Pelatihan. penyiapan. d. penelaahan. e. pelaksanaan. serta evaluasi atas pengelolaan rencana dan program.

b. pelayanan tenaga dan jasa pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. penyusunan inventarisasi kebutuhan dan rencana pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. promosi. penyiapan dan pelaksanaan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan serta pengelolaan kepustakaan. b. evaluasi dan pelaporan pelaksanaan penyelenggaraan dan pengembangan pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. terdiri dari: a. serta evaluasi atas pengelolaan penyelenggaraan pemantauan. pengembangan pemanfaatan dan pelayanan jasa sarana dan prasarana teknis. perpustakaan dan promosi pendidikan dan pelatihan pada Pusat di bidang geologi. Subbidang Sarana dan Prasarana. serta evaluasi atas pengelolaan inventarisasi kebutuhan. penelaahan. pelaksanaan kerja sama. pelaksanaan. Pasal 791 Bidang Pelatihan dan Sarana. (2) Subbidang Sarana dan Prasarana mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. d. Pasal 792 (1) Subbidang Pelatihan mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. pelaksanaan. c. penelaahan.Pasal 790 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 789. 214 . pemantauan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan. kerja sama. pelaksanaan pelayanan tenaga dan jasa serta pemanfaatan sarana dan prasarana teknis penunjang pendidikan dan pelatihan. Bidang Pelatihan dan Sarana menyelenggarakan fungsi: a. Subbidang Pelatihan.

(2) Masing-masing kelompok Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). Pasal 794 (1) Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari Jabatan Fungsional Widyaiswara serta sejumlah jabatan fungsional tertentu lainnya yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya yang diangkat dan diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan.Bagian Kedelapan Kelompok Jabatan Fungsional Pasal 793 (1) Kelompok Jabatan Fungsional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Sekretaris Badan atau Kepala Pusat yang bersangkutan. (2) Kelompok Jabatan Fungsional di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melaksanakan dan memberikan pelayanan jasa pendidikan dan pelatihan. (3) Jumlah Tenaga Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1). 215 . diatur berdasarkan ketentuan peraturan perundangundangan. dikoordinasikan oleh seorang Tenaga Fungsional Senior yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral berdasarkan usulan Sekretaris Badan dan Kepala Pusat yang bersangkutan. ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja. serta melaksanakan tugas lainnya yang didasarkan pada keahlian dan atau keterampilan tertentu sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. (4) Jenis dan jenjang Jabatan Fungsional sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

d. (5) Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kemasyarakatan dan kelembagaan. Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi. b. Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Kelembagaan. (2) Staf Ahli mempunyai tugas memberikan telaahan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral mengenai masalah tertentu sesuai bidang keahliannya. Pasal 797 (1) Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia dan Teknologi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah sumber daya manusia dan teknologi. (2) Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah ekonomi dan keuangan. (4) Staf Ahli Bidang Kewilayahan dan Lingkungan Hidup mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah kewilayahan dan lingkungan hidup. Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan. Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi. Direktorat Jenderal. terdiri dari: a. Pasal 796 Staf Ahli di lingkungan Departemen. yang tidak menjadi bidang tugas Sekretariat Jenderal. (3) Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi mempunyai tugas memberikan telaahan mengenai masalah informasi dan komunikasi. (3) Kelompok Staf Ahli dalam melaksanakan tugasnya. Inspektorat Jenderal dan Badan. 216 . e. secara administratif dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal.BAB XI STAF AHLI Pasal 795 (1) Staf Ahli berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. c.

BAB XII PUSAT DATA DAN INFORMASI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL Pasal 798 (1) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral adalah unsur penunjang Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melalui Sekretaris Jenderal. f. serta neraca energi dan sumber daya mineral. Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral menyelenggarakan fungsi: a. evaluasi pengelolaan sistem informasi Departemen. 217 . (2) Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral dipimpin oleh seorang Kepala. pengolahan dan pelayanan data dan informasi. d. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. h. koordinasi integrasi pengelolaan dan pengembangan sistem informasi Departemen. serta penelaahan kebijakan strategis energi dan sumber daya mineral. pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. g. dan penyelenggaraan kesekretariatan Badan Koodinasi Energi Nasional (Bakoren) dan data nasional energi dan sumber daya mineral. penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren dan data nasional. pembinaan administratif data nasional energi dan sumber daya mineral. j. perumusan pedoman sistem informasi Departemen. b. pengelolaan jaringan dan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Pusat. i. e. penelaahan kebijakan strategis tekno ekonomi dan harga. Pasal 799 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai tugas mengelola sistem informasi Departemen. c. k. Pasal 800 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 799. dan penyelenggaraan kesekretariatan Bakoren. perumusan rencana dan program pengembangan sistem informasi.

pelaksanaan urusan tata usaha. Subbagian Tata Usaha Bakoren. serta kearsipan Pusat. terdiri dari: a. b. Pasal 802 Bagian Tata Usaha Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. Bidang Kajian Strategis. Kelompok Jabatan Fungsional. c. evaluasi pelaksanaan urusan ketatausahaan dan rumah tangga Pusat. c. Subbagian Tata Usaha Pusat. d. e. pelaporan dan tata persuratan. b. d. (2) Subbagian Tata Usaha Bakoren mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. dan persuratan dinas. serta ketatausahaan Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. c. Pasal 805 (1) Subbagian Tata Usaha Pusat mempunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. Bagian Tata Usaha. rumah tangga. persuratan dinas dan kearsipan Pusat. penyelenggaraan dukungan operasi kerja. terdiri dari: a. Bakoren dan data nasional energi dan sumber daya mineral. Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi: a. b. Bidang Pelayanan Data dan Informasi. dukungan operasi kerja. Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pelaksanaan dukungan administratif dan pelaporan atas penyelenggaraan national data centre atau data nasional energi dan sumber daya mineral. serta kearsipan Bakoren.Pasal 801 Pusat Data dan Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. 218 . Subbagian Tata Usaha Data Nasional. persuratan dinas dan kearsipan Bakoren. Pasal 803 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 802. Pasal 804 Bagian Tata Usaha.

d.(3) Subbagian Tata Usaha Data Nasional mepunyai tugas melakukan urusan kesekretariatan. e. standar dan kriteria pengelolaan sistem informasi. Pasal 806 Bidang Penerapan Teknologi Informasi Bidang Penerapan Teknologi Informasi mempunyai tugas melaksanakan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi. b. b. 219 . i. Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi. Bidang Penerapan Teknologi Informasi menyelenggarakan fungsi: a. persuratan dinas dan kearsipan. f. pengkajian perkembangan dan pemanfaatan teknologi informasi. g. Pasal 807 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 806. serta pengelolaan sistem dan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. k. h. Pasal 808 Bidang Penerapan Teknologi Informasi. pengelolaan situs informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. evaluasi pelaksanaan pemanfaatan dan penerapan teknologi informasi Departemen. Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi. c. serta pelayanan administrasi kerja sama pengelolaan data energi dan sumber daya mineral. penyiapan norma. penyiapan rumusan rencana dan program integrasi jaringan sistem informasi Departemen. serta pengelolaan jaringan informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyiapan koordinasi penerapan teknologi informasi Departemen. penerapan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi dan jaringan sistem informasi gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyelenggaraan sistem jaringan komunikasi intranet Departemen. pelayanan aksesibilitas jaringan sistem informasi Departemen. pelaksanaan integrasi jaringan sistem informasi Departemen. terdiri dari: a. j. l. pemeliharaan perangkat teknologi dan jaringan sistem informasi pada gedung Departemen dan Sekretariat Jenderal. penyusunan rumusan pedoman penerapan teknologi informasi Departemen.

serta evaluasi pelaksanaan atas perencanaan dan pemanfaatan infrastruktur teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. pelaksanaan. batubara dan panas bumi.Pasal 809 (1) Subbidang Perencanaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral. terdiri dari: a. penyiapan. 220 . Pasal 813 (1) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. penelaahan. serta evaluasi atas pengelolaan teknologi informasi Departemen dan Sekretariat Jenderal. b. Pasal 811 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 810. pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi. Bidang Pelayanan Data dan Informasi menyelenggarakan fungsi: a. penyusunan rumusan norma. penyiapan. d. penelahaan. Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Energi. penyiapan koordinasi pengelolaan data dan informasi Departemen. (2) Subbidang Pengelolaan Teknologi Informasi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. Pasal 810 Bidang Pelayanan Data dan Informasi Bidang Pelayanan Data dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. ketenagalistrikan. f. penelaahan. evaluasi pelaksanaan pengumpulan dan pengolahan data dan informasi energi dan sumber daya mineral. e. c. pelaksanaan. pelayanan data dan informasi. b. standar dan kriteria pengelolaan data dan informasi. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi minyak dan gas bumi. penyiapan rumusan pedoman pengelolaan data dan informasi Departemen. Pasal 812 Bidang Pelayanan Data dan Informasi.

f. penelahaan. 221 . pelaksanaan kajian kebijakan strategis. evaluasi kebijakan strategis yang lintas sektor dan komoditi energi dan sumber daya mineral. penyiapan rumusan dan model dan/atau skenario kebijakan strategis tekno ekonomi. Subbidang Kajian Strategis Energi. Pasal 815 Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 814. pelaksanaan. penelahaan. pelaksanaan. b. Bidang Kajian Strategis menyelenggarakan fungsi: a. Pasal 814 Bidang Kajian Strategis Bidang Kajian Strategis mempunyai tugas melaksanakan dukungan teknis pengkajian kebijakan strategis lintas sektor dan lintas komoditi energi dan sumber daya mineral. serta evaluasi atas pengolahan data dan informasi mineral. pemberian dukungan teknis kebijakan lintas sektor dan lintas komoditi melalui pengkajian strategis. Pasal 817 (1) Subbidang Kajian Strategis Energi mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. air tanah dan kegeologian.(2) Subbidang Pelayanan Data dan Informasi Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. e. c. terdiri dari: a. pelaksanaan. penyiapan koordinasi pelaksanaan kajian strategis Departemen. Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral. b. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi sumber daya mineral. d. (2) Subbidang Kajian Strategis Sumber Daya Mineral mempunyai tugas melakukan pengumpulan bahan. gambut. penelahaan. serta evaluasi atas kajian kebijakan strategis lintas sektoral dan lintas komoditi energi. Pasal 816 Bidang Kajian Strategis. bitumen padat. penyiapan pertimbangan dan rumusan cetak biru kebijakan strategis.

(3) Dalam melaksanakan tugasnya setiap pimpinan satuan organisasi dibantu oleh pimpinan satuan organisasi di bawahnya dalam rangka pemberian bimbingan kepada bawahannya masing-masing wajib mengadakan rapat berkala. 222 . integrasi dan sinkronisasi baik dalam lingkungan masing-masing maupun antar satuan organisasi dalam lingkungan Departemen. tembusan laporan wajib disampaikan pula kepada satuan-satuan organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja. dan menyampaikan laporan tepat pada waktunya. (5) Setiap laporan yang diterima oleh pimpinan satuan organisasi dari bawahan. (2) Setiap pimpinan satuan organisasi Departemen bertanggung jawab memimpin dan mengkoordinasikan bawahannya masing-masing. pejabat eselon I dan II wajib menerapkan prinsip koordinasi. (4) Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengikuti dan mematuhi petunjuk dan bertanggung jawab kepada atasan masing-masing.BAB XIII TATA KERJA Pasal 818 (1) Dalam melaksanakan tugas. dan memberikan bimbingan serta petunjuk bagi pelaksanaan tugas bawahannya. serta dengan instansi lain di luar Departemen sesuai dengan tugas masing-masing. Pasal 819 Setiap pimpinan satuan organisasi wajib mengawasi bawahannya masingmasing. wajib diolah dan dipergunakan sebagai bahan untuk penyusunan laporan lebih lanjut dan untuk memberikan petunjuk kepada bawahan. dan bila terbukti terjadi penyalahgunaan tugas dan fungsi agar mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (6) Dalam menyampaikan laporan kepada atasan.

dengan lingkup meliputi penyelenggaraan bidang tertentu. (4) Sistem kerja dan prosedur kerja administrasi umum dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. yang dilakukan oleh Badan sesuai dengan bidangnya. yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal sesuai dengan bidangnya. (7) Setiap satuan organisasi Unit Utama dan Unit Departemen wajib menyusun laporan berkala berdasarkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen. (2) Sistem kerja merupakan rangkaian tata kerja dan prosedur kerja yang membentuk suatu kebulatan pola tetap atau kerja tertentu dalam rangka pelaksanaan tugas mencapai hasil kerja yang diharapkan. dengan lingkup meliputi kebijakan publik dan program sektor. standardisasi teknis. 223 . yang dilakukan oleh Sekretariat Jenderal dan didukung oleh Sekretariat Unit Utama. sistem kerja dan prosedur kerja wajib dievaluasi oleh satuan organisasi yang bersangkutan dalam rangka penyempurnaan dan dukungan operasional kerja yang efektif dan efisien. sedangkan prosedur kerja adalah rangkaian tata kerja yang berkaitan satu sama lain.a kepada pejabat eselon I. (5) Sistem kerja dan prosedur kerja teknis dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dan keselamatan umum. penganggaran. dan prosedur kerja Unit diusulkan oleh pejabat eselon II.Pasal 820 (1) Setiap satuan organisasi Unit Utama Departemen merumuskan dan melaksanakan sistem kerja Unit Utama yang bersangkutan. (8) Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menetapkan pedoman penyusunan laporan berkala Departemen pada ayat (7). perencanaan kerja. dan akuntabilitas kinerja Departemen. dan sistem kerja ditetapkan oleh Pimpinan Departemen. dengan lingkup meliputi personil. (9) Pedoman penyusunan tata laksana.a pada Unit Utama yang bersangkutan untuk diadakan telaahan ketatalaksanaan oleh Sekretariat Unit Utama Departemen. peraturan perundang-undangan. organisasi. (3) Setiap satuan organisasi Unit merumuskan dan melaksanakan prosedur kerja pelaksanaan tugas dan fungsi tertentu pada Unit yang bersangkutan. (6) Sistem kerja dan prosedur kerja pelaksanaan tugas tertentu dirumuskan berdasarkan pedoman penyusunan tata laksana Departemen. dokumentasi. regulasi ekonomi dan keteknikan. peralatan. yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal.

BAB XIV ESELON. Inspektur Jenderal. Kepala Badan dan Staf Ahli diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. PENGANGKATAN DAN PEMBERHENTIAN Pasal 821 (1) Sekretaris Jenderal. (2) Staf Ahli adalah jabatan struktural eselon I. Direktur Jenderal. Kepala Subdirektorat dan Kepala Bidang adalah jabatan struktural eselon III. (3) Kepala Biro. Kepala Seksi dan Kepala Subbidang adalah jabatan struktural eselon IV. Inspektur. (4) Kepala Bagian.a.a. (2) Pejabat struktural eselon II ke bawah diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. (3) Pejabat struktural eselon III ke bawah dapat diangkat dan diberhentikan oleh pejabat yang diberi pelimpahan wewenang oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Sekretaris Direktorat Jenderal. Inspektur Jenderal dan Kepala Badan adalah jabatan struktural eselon I. (5) Kepala Subbagian. Sekretaris Inspektorat Jenderal dan Sekretaris Badan adalah jabatan struktural eselon II.b. 224 . Kepala Pusat. Direktur Jenderal. Pasal 822 (1) Sekretaris Jenderal.a. Direktur.a.

diubah menjadi “Museum Geologi merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Survei Geologi”. dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi”. (3) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1725 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Museum Geologi.d. yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Teknologi Mineral dan Batubara”. Pasal 824 (1) Struktur organisasi Departemen dan satuan organisasi di bawah Departemen tercantum dalam Lampiran I s. 225 . (3) Perubahan atas unit organisasi dan tugas eselon II ke bawah pada Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. diubah menjadi “Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Energi dan Sumber Daya Mineral. X. (2) Perubahan atas unit organisasi eselon I pada Departemen ditetapkan oleh Presiden atas usul Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat pertimbangan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (2) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1724 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Tambang Bawah Tanah.BAB XV KETENTUAN LAIN-LAIN Pasal 823 (1) Pasal 1 ayat (1) Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1723 Tahun 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK). diubah menjadi “BPPTK merupakan Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Badan Geologi. Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

dan tata kerja Departemen ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri yang bertanggung jawab di bidang pendayagunaan aparatur negara. (5) Usulan perubahan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan (3) diajukan oleh pejabat eselon I. susunan organisasi. fungsi.(4) Perubahan atas rincian tugas. 226 .a pada Unit Utama yang bersangkutan berdasarkan pedoman pengembangan organisasi Departemen yang dirumuskan oleh Sekretaris Jenderal untuk ditetapkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1066 Tahun 2003 tentang Perubahan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.BAB XVII KETENTUAN PENUTUP Pasal 825 Dengan diberlakukannya Peraturan Menteri ini. Pasal 826 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. c. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Juli 2005 MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 150 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. PURNOMO YUSGIANTORO 227 . dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. maka: a. Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 1915 Tahun 2001 tentang Kelengkapan Organisasi dan Tata Kerja Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful