PENDAHULUAN

Sebuah Critical Review dari Frans Mardi Hartanto, 2009, Paradigma Baru Manajemen Indonesia : Menciptakan Nilai dengan Bertumpu pada Kebajikan dan Potensi Insani, Bab 3 Beradaptasi dengan Lingkungan Eksternal dan Konsolidasi Internal. Dalam bab ini, penulis memaparkan kiat-kiat untuk beradaptasi dengan lingkungan eksternal dengan cara belajar berkiprah di lingkungan eksternal, menjalani perubahan transformatif, membangun kerjasama cerdas, memberi respons cepat terhadap tantangan strategik, berpikir dinamik dan strategik, membiasakan diri berbisnis dalam tatanan ekonomi pasar, membangun keunggulan sekarang untuk mempersiapkan diri bagi hari esok, membangun ekosistem bisnis, melakukan investasi modal maya sebagai tumpuan untuk bertumbuh kembang, dan beradaptasi dengan dunia bisnis menggunakan standar dunia. Dalam kajian kritis ini disertakan pula 2 tabel mengenai konstruk dan kiat menghadapi tatanan ekonomi produksi yang bergeser menjadi tatanan ekonomi pasar. Selain itu penulis juga menekankan pentingnya konsolidasi internal yang produktif yang kiatnya diantara lain adalah dengan memperlakukan pekerja sebagai anggota perusahaan yang bermartabat dan mengembangkan budaya kerja kerja tranformasional yang optimis.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

68

RINGKASAN

Perusahaan perlu berubah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan lingkungan eksternalnya maupun untuk mengakomodasi dinamika internalnya.

Beradaptasi terhadap Lingkungan Eksternal Isu terbesar yang dihadapi suatu perusahaan pada era pengetahuan ini adalah tekstur lingkungan eksternal yang bergejolak tidak menentu dengan pola sukar diprediksi. Orang biasanya melupakan bahwa di dalam situasi yang paling kacau pun sebenarnya terdapat keteraturan. Dengan mempertimbangkan sikap yang diambil saat menghadapi lingkugan eksternal yang bergejolak, maka ada beberapa model mental yang dapat digunakan perusahaan untuk beradaptasi secara efektif terhadap lingkungan eksternalnya.
1. Belajar berkiprah di lingkungan eksternal yang bergejolak.

Respons stratejik yang biasa diambil manajemen saat lingkungan eksternal bergejolak ialah dengan membangun “tembok pelindung”. Usaha itu ternyata sukar dan bertambah mahal karena gejolak makin besar dari hari ke hari, dan pada akhirnya usaha ini hanya menghasilkan stabilitas yang semu. Apabila pelaku bisnis dihadapkan secara langsung dengan lingkungan yang penuh tantangan, maka mereka akan dengan cepat belajar bagaimana berkiprah dengan terbaik di lingkungan penuh gejolak tersebut, dengan cara menyadari keberadaan mereka membawa dampak positif, menyadari bahwa keberhasilan usaha ditentukan oleh kerja sama cerdas

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

69

dan mereka akan memahami makna kerja sama dengan mitra usaha. Perusahaan yang dapat menjadi organisasi belajar akan mampu menghadapi lingkungan eksternal yang penuh gejolak dengan lebih efektif dan lebih murah secara berkelanjutan.
2. Menjalani perubahan transformatif.

Bila perusahaan ingin menjadi organisasi belajar berarti perusahaan perlu menjadi suatu entitas bisnis yang mampu memperbarui diri secara berkesinambungan. Pembaruan atau perubahan yang dijalankan di masa depan tidak boleh dibangun di atas kecaman atas pengalaman masa lalu karena pengalaman masa lalu terbentuk oleh berbagai faktor dan kondisi kontekstual yang berbeda dari saat ini. Perusahaan perlu menghindarkan diri dari perlawanan untuk berubah dari stakeholder dan shareholder perusahaan lain. Perubahan transformasional dibangun diatas kesadaran dan keyakinan untuk berubah, bukan untuk memperbaiki kesalahan yang dianggap telah dilakukan di masa lalu. Dalam perubahan transformatif, kesalahan yang dilakukan dengan jujur adalah sesuatu yang manusiawi karena manajemen dan anggota perusahaan bukan malaikat. 3. Membangun kerja sama cerdas Paradigma kompetisi dapat membawa perusahaan tertentu menjadi pemenang, namun perusahaan yang menang juga perlu mencurahkan banyak energi dan sumber daya untuk menjaga keunggulan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mengubah strategi kompetisi dengan cara perluasan kontrak bisnis, menggabungkan diri dalam network yang berskala lokal
Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113 70

hingga global dan meninggalkan anggapan bahwa perusahaan dapat membangun keunggulan secara mandiri. Meskipun begitu, semangat kompetitif untuk menawarkan produk dan jasa yang terbaik bagi pelanggan dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat tetap diperlukan. Untuk membangun kerjasama yang lebih mendasar dan berskala global, maka di masa depan diperlukan aliansi strategik yang berfungsi sebagai instrumen membangun keunggulan kompetitif jangka panjang. Aliansi strategik bagi banyak perusahaan menjadi modal sosial yang mampu menghasilkan nilai yang tinggi bagi semua stakeholder apabila a. Kerjasama yang melandasinya dilakukan secara terfokus b. Dilandasi rasa saling percaya yang tulus dan etika bisnis c. Hubungan profesional d. Perusahaan yang berkerjasama mampu menggabungkan pengetahuan secara sinergistik e. Kapabilitas yang komplementer f. Aliansi yang kontinjen g. Menghasilkan konsensus integratif
4. Memberi respons cepat terhadap tantangan strategik.

Pada era pengetahuan yang lingkungan bisnisnya bergejolak, konsep kesesuaian strategik sudah tidak cocok karena kurang responsif terhadap perkembangan lingkungan luar yang dinamis. Perusahaan perlu menghindari usaha untuk birokratisasi perencanaan untuk melanggengkan sukses masa lalu yang biasanya tidak mungkin terulang kembali. Manajemen
Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113 71

perlu menyadari bahwa proses adaptasi eksternal penuh unsur kesementaraan. 5. Berpikir dinamik dan strategik Rencana strategik adalah wujud dari formalisasi dan koordinasi terperinci dari pemikiran yang dilakukan pada tingkat kebijakan yang menjangkau hal-hal yang melampaui perincian tugasnya sendiri. Konsep perencanaan strategik sebagai perwujudan prinsip management by exception memang benar pembagian waktunya namun kondisi lingkungan telah berbeda. Oleh karena itu, diusulkan pembuatan strategi sebagai suatu proses belajar, dimana tindakan mengikuti pikiran. Dalam dekade terakhir, perusahaan terdorong merumuskan pikiran strategik dalam bentuk suatu visi korporasi yang ingin diwujudkan melalui misi yang dijalankan bertitik tolak pada suatu keyakinan dan dengan menjunjung tinggi seperangkat tata nilai bersama. Maka dalam proses formulasi suatu falsafah, visi, misi dan tata nilai bersama yang dibutuhkan adalah kesepakatan mengenai prinsip.
6. Membiasakan diri berbisnis dalam tatanan ekonomi pasar.

Dunia bisnis kontemporer perlu menyadari bahwa mereka tidak lagi berkiprah dalam tatanan ekonomi produksi melainkan tatanan ekonomi pasar. Tabel 3.1 menjelaskan secara ringkas perbedaan konstruk tatanan ekonomi produksi dan tatanan ekonomi pasar. Tabel 3.2 menunjukan kiat apa saja yang perlu dilakukan pelaku bisnis apabila ingin sukses di tatanan ekonomi pasar.
7. Membangun keunggulan sekarang untuk mempersiapkan diri

bagi hari esok.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

72

Ada anggapan bahwa membangun keunggulan sekarang adalah untuk memenuhi tuntutan stakeholder perusahaan yang disuarakan saat ini. Dalam kenyataannya hal itu tidak tidak mungkin dilaksanakan saat ini karena perubahan kontekstual yang dihadapi dari hari perlu ditampung dalam pikiran dan program strategik yang dikembangkan darinya. Jadi, mewujudkan visi perusahaan pada dasarnya adalah mengelola perubahan.
8. Membangun ekosistem bisnis.

Keberadaan suatu perusahaan bukanlah untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan dan pemegang sahamnya saja tapi juga untuk bertumbuh kembang bersama anggotanya secara adil. Perpaduan sinergistik hanya dapat terwujud di antara orang-orang kapabel dan berintegritas yang memiliki empati terhadap sesamanya, saling percaya, saling menghargai dan saling peduli serta memiliki semangat kompetitif yang sehat.
9. Melakukan investasi modal maya sebagai tumpuan untuk

bertumbuh kembang. Investasi dalam orang perlu dilakukan untuk meningkatkan kompetensi, tetapi yang lebih diperlukan adalah memunculkan kesadaran pada anggota perusahaan bahwa mereka memiliki banyak potensi, kapabilitas dan kebajikan yang dapat dimanfaatkannya untuk mewujudkan kemajuan bersama. Inilah sumber daya maya yang terdapat di lingkungan perusahaan.
10. Beradaptasi dengan dunia bisnis menggunakan standar dunia.

Adopsi dari standar bisnis internasional akan memudahkan perusaahan berkomunikasi, berinteraksi, dan bertransaksi dengan mitra bisnis yang tersebar di seluruh dunia.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

73

Konsolidasi Internal yang Produktif Usaha adaptasi dengan lingkungan eksternal sering memunculkan kekuatan yang bersifat divergen. Perusahaan perlu menjaga agar kekuatan divergen tidak destruktif namun juga mengusahakan agar semua potensi perusahaan termasuk potensi insani dapat digunakan untuk menciptakan nilai sebesar-besarnya bagi semua pihak berkepentingan. Integrasi internal perlu dilakukan. Untuk mewujudkannya perusahaan perlu melakukan serangkaian kegiatan seperti 1. Memperlakukan pekerja sebagai anggota perusahaan yang bermartabat 2. Mengembangkan kepemimpinan untuk melengkapi manajemen yang birokratik 3. Membiasakan diri berkerja dalam tim lintas fungsional 4. Menguasai pengetahuan kontekstual dan pengetahuan substansial 5. Berkerja dengan pengetahuan nirwujud di samping memanfaatkan pengetahuan eksplisit 6. Membangun perusahaan sebagai komunitas yang hidup 7. Mengembangkan budaya kerja transformasional yang optimistis. Mewujudkan keterpaduan internal adalah tanggung jawab semua anggota perusahaan. Semangat egaliter ini tidak perlu mengurangi respek kepada orang yang diberi tanggung jawab untuk memimpin. Keterpaduan internal mencerminkan tekad dari semua pihak untuk
Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113 74

hidup dan berkerjasama mewujudkan suatu cita-cita ideal yang disepakati bersama.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

75

KAJIAN KRITIS

Dalam bab 3 ini, penulis memaparkan 2 isu penting yaitu kiat beradaptasi dengan lingkungan eksternal yang penuh gejolak dan konsolidasi internal. Menarik bila memperhatikan dalam paparannya mengenai adaptasi dengan lingkungan eksternal yang penuh gejolak, penulis menyatakan bahwa dalam kekacauan sekalipun terdapat keteraturan. Sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan contoh kasus sehingga pembaca hanya tahu namun tidak mengerti sepenuhnya arti dari pernyataan tersebut. Di sisi lain ,pernyataan penulis tersebut tidak dipungkiri memberi inspirasi dan harapan bagi para pelaku bisnis yang sedang menghadapi lingkungan eksternal yang bergejolak. Pelaku bisnis menjadi optimis dan berpikir visioner dan percaya bahwa gejolak-gejolak yang mereka hadapi sebenarnya dapat diatasi. Selain itu, paparan penulis mengenai konsolidasi internal juga menarik. Penulis menunjukan bahwa konsolidasi internal tidak selalu membawa manfaat namun juga konsekuensi. Konsekuensi yang dimaksud adalah kekuatan divergen yang muncul dalam usaha perusahaan melakukan konsolidasi internal. Penulis menekankan perusahaan perlu meredam kekuatan divergen ini agar tidak destruktif dan sebaliknya diarahkan untuk mengarahkan semua potensi perusahaan untuk menciptakan nilai yang sebesar-besarnya
Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113 76

bagi pelanggan. Dalam perjalanannya, penulis juga memberi wawasan baru bahwa konsolidasi internal berpotensi mengurangi respek pada pucuk pimpinan dikarenakan derajat atasan-bawahan yang disamakan. Penulis mengingatkan bahwa para pemimpin harus melakukan tugas dan kewajibannya sebagai pemimpin dengan penuh tanggung jawab, tidak sekedar akseptabel sehingga respek manusia bersumber daya di sekitarnya tetap terjaga. Satu hal yang paling menarik perhatian dari bab ini saat penulis menuliskan perusahaan adalah organisasi hidup yang bertumbuh kembang dan perlu menyadari perlunya membangun ekosistem bisnis yang di dalamnya perusahaan dapat bertumbuh kembang bersama. KESIMPULAN

Keseluruhan bab ini menekankan satu hal yaitu perlunya perubahan dan adaptasi perusahaan baik ke arah luar (eksternal) ataupun ke dalam (internal). Perubahan dan adaptasi ini berkaitan erat dengan dunia bisnis yang secara keseluruhan telah berubah daripada masa sebelumnya. Perubahan ini menghasilkan keragaman yang begerak dinamis namun cenderung bergejolak baik di eksternal maupun internal perusahaan. Maka melalui kiat-kiat adaptasi eksternal dan konsolidasi internal yang dipaparkan penulis dalam bab ini, perusahaan dapat survive bahkan berkembang dalam dunia bisnis kontemporer saat ini dan menyadari bahwa mewujudkan visi perusahaan adalah mengelola perubahan itu sendiri.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

77

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful