PENDAHULUAN

Dunia bisnis telah berkembang dengan pesat selama beberapa dekade terakhir, tetapi perkembangan itu sering kali tidak disertai dengan perkembangan dunia kerja yang sepadan. Hal ini dipandang terjadi karena sifat dunia bisnis yang oportunistis. Namun sebenarnya fenomena ini terjadi karena dipengaruhi oleh pola pikir penyelenggara dan pengelola bisnis itu sendiri, terutama pola pikir yang bersangkutan dengan perusahaan dan para pelakunya.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

122

RINGKASAN Perkembangan Pemahaman tentang Peran dan Posisi Pekerja Selama ini, dunia bisnis melihat bahwa yang paling menentukan keberhasilan usaha adalah mereka yang diberi kekuasaan dan wewenang untuk menyelenggarakan dan mengelola bisnis, yaitu para manager. Para pekerja dianggap sebagai faktor produksi yang harus patuh dengan perintah managerial. Pekerjaan pekerja ditetapkan secara rinci dalam job desk yang baku. Mengelola perusahaan dengan sistem birokrasi yang mekanistis mendominasi kehidupan kerja di seluruh dunia. Pola manajemen ini memang terbukti efektif dan menghasilkan kinerja baik. Tetapi kini orang mulai menyadari bahwa konsep manajemen yang selama ini dianggap baik perlu diubah, kadang secara radikal.

Barat Mulai Menengok ke Timur Baru selama tahun 1970-1980an, para pengelola perusahaan dan pakar manajemen mulai melihat bahwa pola manajemen yang birokratik tak dapat lagi memenuhi kebutuhan dunia bisnis kontemporer. Kesadaran itu menemukan wujud nyata pada saat

Ouchi (1981) secara jelas menunjukkan perusahaan berhasil tidak harus dijalankan secara birokratis seperti pola dasar pada tahun 1930an. Ouchi mengatakan bahwa meskipun perusahaan jepang dikelola dengan cara yang berbeda dari perusahaan Amerika, perusahaan itu dapat menghasilkan kinerja yang tidak kalah bahkan kadang melebihi kinerja perusahaan Amerika. Secara ringkas Ouchi menunjukkan perbedaan pola perusahaan Amerika dan Jepang seperti dipaparkan dalam tabel 8.1. Organisasi perlu mencari keseimbangan di antara kerja yang efektif dengan perlakuan yang adil berdasarkan keterampilan dan efisiensi para pelakunya, bukan berdasarkan
Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113 123

pertimbangan politik atau persahabatan. Kehidupan sosial dan kehidupan dipisahkan. kerja di kalangan holistis pekerja seperti Jepang ini sering kali dari tak cara Orientasi tecermin

perusahaan memperlakukan pekerjanya dengan menyediakan rumah dinas dan tunjangan keluarga. Praktik seperti ini jarang ditemui di perusahaan Amerika. Agar keberhasilan bersifat langgeng, kinerja yang dihasilkan perlu diusahakan agar menjadi bermakna bagi semua pihak yang menghasilkannya. Bukan laba besar yang diperlukan tetapi kemampuan berlaba yang langgeng.

Pendorong Perubahan Paradigma Manajemen Paradigma manajemen telah mengalami perubahan radikal dan terjadi dimana-mana selama dua dekade terakhir ini. Masing-masing kultur mengembangkan pola manajemen yang cocok dengan budayanya sendiri. Namun perubahan itu tetap mengandung unsur universal yaitu munculnya keyakinan yang kuat bahwa faktor penentu keberhasilan bisnis adalah pekerja yang menjadi pelaku bisnis di seluruh jajaran perusahaan. Proses perubahan pola manajemen memerlukan perubahan pada model mental dari para pelakunya, khususnya yang memegang posisi kunci di perusahaan. Perubahan inilah yang disebut perubahan paradigmatis. Perubahan paradigma manajemen ini terjadi karena dorongan perubahan dari lingkungan yang dilayaninya. Ada enam peristiwa yang menunjukkan perubahan tersebut dan dampaknya terhadap praktik manajemen dan peran manusia di dalamnya. 1. Dunia bisnis kini makin membutuhkan anggota perusahaan yang berani dan cepat tanggap untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan serta masyarakat yang makin bervariasi dan berubah dengan cepat tanpa pola yang jelas.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

124

2. Dunia bisnis kontemporer membutuhkan anggota perusahaan

yang percaya diri dan mampu tetap tegar di dalam konteks yang nirwujud dan makin kacau. 3. Kemajuan perusahaan dewasa ini makin ditentukan oleh anggota perusahaan yang inovatif dan berani memasuki arena bisnis baru yang tidak memiliki presedens di tempat lain atau pada masa lalu. 4. Perusahaan yang maju dan berkembang makin memerlukan anggota perusahaan yang memahami konsep teknologi serta berani, mampu memilih, teknologi dan yang mengambil sesuai resiko serta untuk segera mendapatkan

memanfaatkannya secara maksimal, tepat guna dan efisien. 5. Dunia bisnis kini makin membutuhkan anggota perusahaan yang berani mengambil inisiatif pembaruan secara berkesinambungan. 6. Kini dunia bisnis juga makin memerlukan anggota perusahaan yang mampu dan mau berkontribusi untuk melancarkan aliran barang, uang, dan informasi dalam rangka proses peningkatan kemampuan penciptaan daya ekonomik.

Pada masa depan perusahaan akan makin memerlukan orang-orang yang memiliki integritas tinggi, cerdas, bersemangat, berwawasan luas serta memiliki kepedulian tinggi terhadap rekan kerja dan perusahaan. Akan lebih baik bila orang-orang ini juga memiliki naluri yang tajam. Mereka inilah yang pantas disebut sebagai manusia bersumber daya yang menjadi tumpuan kemajuan bisnis pada masa depan.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

125

Pekerja sebagai Manusia Bersumber Daya Dewasa ini diyakini bahwa kandungan intelek serta wawasan, semangat dan keyakinan, komitmen kerja, serta kerja sama akan menjadi tumpuan sistem usaha masa depan yang lebih gesit, fleksibel dan adaptif. Kegesitan, kecepatan, dan kemampuan untuk melakukan adaptasi terhadap lingkungan usaha dimiliki oleh para pelaku bisnis. Dibutuhkan tekad untuk mewujudkan hasil yang konkret serta keyakinan baru tentang siapa atau apa sebenarnya pekerja dan pelaku bisnis tersebut untuk menerapkan gagasan baru tersebut. Apabila pekerja diharapkan bekerja inovatif dengan semangat dan komitmen tinggi, tentu hal itu tidak sejalan dengan perlakuan terhadap pekerja yang dianggap sebagai sumber daya, karena semangat dan komitmen hanya dapat diharapkan dari manusia yang merdeka dari hubungan patronase (patron-klien) yang membelenggu serta bebas untuk melakukan pilihan secara cerdas.

Pekerja

sebagai

Sumber

Daya

Manusia:

Mengapa

Bermasalah? Di Amerika Serikat, sistem usaha mencari orang yang mampu memanfaatkan kompetensinya untuk bekerja dengan teknologi produksi yang tersedia pada suatu sistem usaha tertentu. Manusia menjadi sumber daya yang setara dengan sumber daya lain, maka manusia juga dapat diberhentikan dengan langsung, dengan alasan yang dapat diterima ataupun tidak. Perlakuan terhadap pekerja sebagai faktor produksi memunculkan konsep sumber daya manusia dalam khazanah manajemen di Amerika. Fenomena ini menimbulkan suatu pertanyaan mendasar, layakkah manusia yang terhormat dipandang tak lebih dari kelengkapan suatu sistem usaha seperti sumber daya lainnya?
Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113 126

Jawaban yang tepat dapat membantu kita untuk menciptakan nilai dari sumber potensi dan gagasan yang tak pernah kering, yaitu manusia merdeka yang berkarakter dan berkemampuan.

Asumsi Dasar tentang Pekerja sebagai Manusia Bersumber Daya Pekerjaan fungsional, kontemporer dan tidak hanya tetapi memiliki juga sifat tehnikal, kandungan

operasional,

memiliki

intelektual, psikososial, dan budaya yang tinggi. Untuk menjalankan pekerjaan itu dibutuhkan orang yang mampu bekerja sama dengan orang lain, bekerja dalam tempo tinggi serta mau memperbarui diri untuk menghadapi tantangan kerja di masa depan. Pekerja kontemporer tidak dapat diperlakukan sebagai sumber daya, tetapi sebagai orang bebas yang cerdas dan bertanggung jawab. Jadi, paradigma manajemen yang bertumpu pada manusia sebagai sumber daya sudah sepantasnya dikaji ulang secara seksama dan dipertimbangkan penggunaan paradigma manajemen yang lebih manusiawi dan bertumpu pada manusia yang bersumber daya.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

127

KAJIAN KRITIS

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

128

Bisa dikatakan dari 7 bab terdahulu, bab 8 ini adalah bab yang menjadi inti pembahasannya. Sebab, di dalamnya dijelaskan mengenai paradigma baru manajemen dan potensi insani yang menggeser konsep sumber daya manusia menjadi manusia yang bersumber daya, dan 2 hal tersebut secara jelas disebutkan di judul buku karangan Frans Mardi Hartanto ini. Paparan penulis mengenai paradigma baru manajemen ini dapat ditelisik dan ditemukan bahwa penulis mengemukakan dunia kerja di barat yang selama ini diagung-agungkan ternyata perlu berubah bahkan belajar dari dunia kerja di Asia, khususnya Jepang. Paparan ini coba penulis buktikan melalui tabel 8.1 yang berisi perbedaan cara hidup dan bekerja perusahaan di jepang dan di Amerika. Dan entah kebetulan atau tidak, namun saat menghadapi krisis, Jepang terbukti berhasil lebih bertahan daripada negara superpower Amerika. Perubahan paradigma manajemen dalam bab ini, penulis

wujudnyatakan dalam pergeseran konsep sumber daya manusia menjadi manusia bersumber daya. Mengapa demikian? Penulis berpendapat bahwa dunia bisnis kontemporer perlu perusahaan yang selalu dinamis, gesit, dan organik, dimana hal tersebut tidak didapatkan dalam perusahaan yang kental akan unsur birokratik dan menganggap pekerja sama hal nya dengan faktor produksi lainnya. Penulis menunjukkan untuk menjadi perusahaan yang dapat tumbuh dalam dunia bisnis kontemporer, pekerja yang ada di dalam perusahaan perlu diberi peran yang lebih dari sekedar sebagai sumber daya. Pekerja perlu menjadi salah satu aktor yang menentukan keberhasilan kebijakan suatu perusahaan. Hal inilah yang kemudian perlu menjadi bahan pemikiran bagi perusahaan yang masih menganut paradigma manajemen lama yang birokratis dan sedang mengalami penurunan produktifitas, karena paradigma manajemen baru yang ditawarkan penulis ini, tidak ada yang terbantahkan kebenarannya.
Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113 129

KESIMPULAN

Selama ini banyak perusahaan yang masih menganut paradigma manajemen lama yang birokratik dan masih menganggap pekerja sebagai sumber daya yang sama dengan sumber daya lainnya. Anggapan ini menjadi hambatan bagi perusahaan untuk maju dan berkembang di dunia bisnis kontemporer. Paradigma manajemen baru menjadi kunci keberhasilan bagi perusahaan. Dengan menganut paradigma manajemen yang baru, perusahaan yang kaku dan usang, dapat menjadi hidup dan dinamis kembali. Semua ini tidak lepas dari pergeseran konsep pula dari sumber daya manusia menjadi manusia bersumber daya. Pekerja yang selama ini hanya diberi tugas terperinci dan wajib patuh mengikuti tugas tersebut atau dipecat, dalam konsep manusia bersumber daya, diberi peran lebih sesuai dengan kemampuan intelektual dan instingnya untuk maju bersama perusahaan. Hanya dengan inilah, perusahaan yang ingin berkembang dalam dunia bisnis kontemporer saat ini dapat berhasil.

Critical Review PARADIGMA BARU MANAJEMEN INDONESIA | Kevin Febtryawan Halim - 31409113

130

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.