STATISTIK ENERGI INDONESIA

Penyediaan energi di masa depan merupakan permasalahan yang senantiasa menjadi
perhatian semua bangsa karena bagaimanapun juga kesejahteraan manusia dalam kehidupan
modern sangat terkait dengan jumlah dan mutu energi yang dimanfaatkan. Bagi Indonesia yang
merupakan salah satu negara sedang berkembang, penyediaan energi merupakan faktor yang
sangat penting dalam mendorong pembangunan. Seiring dengan meningkatnya pembangunan
terutama pembangunan di sektor industri, pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan penduduk,
kebutuhan akan energi terus meningkat.
Sampai saat ini, minyak bumi masih merupakan sumber energi yang utama dalam
memenuhi kebutuhan di dalam negeri. Selain untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam
negeri, minyak bumi juga berperan sebagai komoditi penghasil penerimaan negara dan devisa.
Peranan minyak bumi yang besar tersebut terus berlanjut, sedangkan cadangan semakin menipis.
Di lain pihak harga minyak bumi sangat sulit untuk diperkirakan, sebagai akibat banyaknya
faktor tak menentu yang berpengaruh. Selain itu, produksi bahan bakar minyak (BBM) yang
dilakukan melalui teknologi transformasi di dalam negeri, tidak mencukupi kebutuhannya.
Menyadari kebergantungan yang sangat besar kepada minyak bumi tersebut, maka sejak
beberapa waktu yang lalu telah dilakukan upaya untuk menekan pertumbuhan penggunaan bahan
bakar minyak (BBM) dengan menggunakan bahan bakar non-minyak untuk memenuhi energi di
dalam negeri. Penyediaan energi non-minyak untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri
terus dikembangkan, namun sampai saat ini belum banyak berperan. Pemanfaatan energi nonminyak yang sudah berhasil antara lain adalah batubara dan gas bumi sebagai bahan bakar di
pembangkit listrik.
Sistem penyediaan kebutuhan energi, baik sebelum maupun setelah melalui teknologi
tranformasi sampai ke pemakai akhir dapat diperlihatkan pada gambar berikut.

Sumber: DESDM, Jakarta, 1996
Gambar 1. Sistem Penyediaan dan Kebutuhan Energi

1

25 8.03 9.12 9.65 9.20 4.12 4.13 Sumber:.75 75. Cadangan Minyak (1990 – 20003) Sumber ( dalam Milyar Barrel ) Tahun Terbukti Potensial Total 1990 5.90 45.50 46. Cadangan Gas ( 1990 – 2003 ) Sumber ( dalam Trillion Cubic Feet.90 1991 6.10 1996 4.80 Sumber:.50 1995 4. ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”. Tahun 2 .75 2003 4. Statistik Cadangan Sumber Daya Alam Minyak Tabel 10.15 2002 90.29 176.31 2001 92.72 5.98 4.69 1999 5.17 86.59 9. ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.70 95.00 11.80 5. Jakarta.98 1997 4.50 11.56 170.40 37.49 6.10 8.87 4.09 1998 5.10 5.17 61.45 1999 92.80 10.50 27.48 65.59 2003 91.73 135.92 1997 76.40 1994 5.10 4.26 51.10 4.80 10.a.30 86.30 9.78 158. 2004.00 104. TSCF ) Terbukti Potensial Total 1990 67.30 1993 5. Gas Tabel 11.60 4.62 9.20 1991 65.22 9.20 1994 78.79 1998 77.30 1992 64.75 2002 4. Jakarta.70 4.10 76.39 136.70 1993 67.82 2000 5.96 178.70 114.06 59.31 123.30 39.57 1996 77.20 4. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.30 101.19 58. 2004.62 137.26 2000 94.91 2001 5.00 1992 5.10 5. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.73 4.90 124.80 1995 72.05 168.

81 0.981.466.00 1. Jakarta.18 7.00 106.30 0.40 Terunjuk 0.08 450.97 0.11 0.27 0.06 Sulawesi Tengah 0.00 0.30 0.00 0. Ditjen GSM per 1 Januari 2004.00 132.401.42 20.98 Lampung 0.00 Riau 336.21 155. 2004.21 48.13 325.109. ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.720.59 Kalimantan Selatan 3. Jakarta.12 Jambi 94.00 0.95 113.09 36.567.410.40 2.15 Cadangan (juta ton) 0.08 5.15 198.60 42.00 13.32 482.01 0.80 57.52 0. Potensi Energi Terbarukan.653.22 15.00 22.00 7.57 9.00 0. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.17 0.314.95 0.00 Banten Jawa Tengah Jawa Timur Nanggroe Aceh Dasrussalam Sumatra Utara 19.11 456.03 0.00 0.240.399.00 0.35 0.00 138.00 110.533.00 Papua 0.00 Kalimantan Tengah 194.96 532.95 0.00 346.08 0.00 8.08 1. Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Energi Terbarukan Potensi Kapasitas Terpasang Tenaga Air 75.787.00 0.48 323.34 19.00 0.81 GW 445 MW Energi Surya 4.00 Kalimantan Barat 1.82 0.592.6 MW Sumber:.00 90.82 0.79 2.62 Sumber:.Batubara Tabel 12.09 15.847.62 0.462. ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.12 527.00 0. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.00 1.057.20 0.33 Sulawesi Selatan 21.67 GW 4200 MW Panas Bumi 27 GW 807 MW Mini/Mikrohydro 712 MW 206 MW Biomassa 49.00 138.75 19.946. Provinsi Terukur 0.97 0.00 106.98 0.98 0. 0.60 0.00 2.32 1.410.37 21.75 0.75 0.00 0.72 475.00 0.19 719.00 1.00 0.00 1.00 TOTAL 12.40 Sumber Daya Tereka Hipotetik 13.32 Kalimantan Timur 6.8 kWh/m2/hari 8 MW Energi Angin 3 – 6 m/det. Potensi Energi Terbarukan Tabel 13.00 Total 13.00 0.56 1.970. 3 . 2004.15 Sumatra Barat 181.21 12.385.00 1.00 26.22 36.48 1.56 24.00 Sumatra Selatan 1.07 Bengkulu 62.94 19.674. Cadangan Batubara.74 6.02 5.200.24 42.

Jika eksplorasi ditingkatkan dalam skala industri.000 km2 yang terdapat di Indonesia. Mineral-mineral penting kategori ini adalah Autunit (U & Ca). sesuai dengan teknologi energi nuklir yang dikembangkan.090 ton uranium. BATAN juga telah melaksanakan pemetaan di wilayah Irian Jaya seluas 3. terjadi di masa recent. Pelaksanaan eksplorasi dimulai dari peta geologi mineral. bijih pembawa uranium dibagi dalam 2 kategori. Sulawesi dan Irian Jaya.000 km2. Bijih U bervalensi VI. Prospek Detail (PD) dan Prospektif Sistematik (PS). yang digunakan untuk menentukan daerah favorabe atau Daerah Prospek Uranium (DPU). foto udara dan citra satelit. geolistrik). mengalami hidrasi. PNC Jepang (1977). geolistrik) geokimia (contoh lumpur sungai. Prospek Umum (PU). Brennerite (U titinat).Uranium (Nuklir) Secara geologi.707 ton RAR. Chalcolite atau Torbernite (U & Ca). 2. Berdasarkan Laporan BATAN yang telah diterbitkan pada terbitan ‘Red Book IAEA’ telah diperlihatkan bahwa cadangan uranium Indonesia sampai catatan bulan Januari 2001 dapat dirincikan pada tabel berikut. Sejak tahun 1960 telah dilakukan prospeksi umum dan saat ini telah mencakup 78 % dari luas total 535. Eksplorasi batuan yang mengandung uranium dilakukan dengan beberapa metoda. Secara garis besar. Untuk daerah yang luas sekali dapat dilakukan survai ‘car-borne’ atau ‘air-borne’. magnetik. BGR Jerman Barat (1977-1978). terbentuk di lingkungan oksidatif di permukaan bumi. Vanadate. seperempat daratan Indonesia diperkirakan mengandung deposit mineral radioaktif terutama uranium yang merupakan bahan bakar bagi energi nuklir. cebakan (in-place) di sekitar Kalan. Dalam tahun 1993 – 1995. Selain itu bahan baku nuklir juga dapat dikembangkan ke arah penggunaan Plutonium. yang terbentuk di lingkungan reduktif bawah muka bumi. yakni di sektor daerah Mentawai yang berlokasi di sekitar 50 km dari arah tenggara Kalan. emanometri. cebakan terbukti yang lebih besar akan dapat ditemukan di Kalimantan. Berwarna kuning-jingga atau hijau jika berasosiasi dengan Cu. serta termasuk batubara yang mengandung U. Berdasarkan perhitungan. seperti metoda geofisika (radiometri. seperti mineral-mineral: Pitchblende (campuran alami UO2 & UO3). serta pengamatan geologi.699 ton EAR-1 dan total spekulatif sebesar 4. Bijih tersebut berwarna hitam atau coklat tua. Apabila teknologi energi nuklir sudah dapat dikembangkan ke penggunaan bahan baku nuklir yang lain. Beberapa kerjasama teknik pernah dilakukan dengan CEA Perancis (1969-1979). yakni: 1. mineral berat. selanjutnya dilakukan Peninjauan (reconnaissance) Prospek Pendahuluan (PPP). maka Indonesia juga mempunyai potensi yang cukup besar misalnya cadangan Thorium yang saat ini masih dikategorikan sebagai limbah industri penambangan timah (Pb) di wilayah Sumatera. gravitasi. Pada umumnya cadangan spekulatif yang diperhitungkan berada di daerah Kalan. Coffinite (U silikat). Lithium dan Hidrogen. dan Gummite. Kalimantan Barat yang mengandung sekitar 6. tanah. 1. kaya bahan organik. 4 . merupakan hasil pelapukan bijih U bervalensi IV. Bijih U bervalensi IV.

EAR-II dan SR) Rentang Biaya Total Tidak dapat ditunjukkan 4.090 4.707 Tabel 15. Cadangan Uranium Tambahan yang Terkirakan (ton) (Estimated Additional Resources kategori I.699 Tabel 16. RAR) Rentang Biaya < 40 US$ / kg U < 80 US$ / kg U < 130 US$ / kg U 0 468 6. Peta Cadangan Uranium Indonesia Tabel 14.Gambar 2. Cadangan Spekulatif (ton) (Cadangan yang secara konvensional tidak dapat ditemukan. EAR-I) Rentang Biaya < 40 US$ / kg U < 80 US$ / kg U < 130 US$ / kg U 0 0 1.090 5 . Cadangan Uranium yang Terbuksi secara Layak (ton) (Reasonably Assured Resources.

169 610.711 297. Tenaga Panas LPG & LNG Air Bumi Biomassa JUMLAH Pertumbuhan (%) Ribu SBM 1990 27. Batubara Bumi & BBM Gas Bumi.565 925.841 8.107 2000 36.921 251.476 1993 13.190 7.000 205.609 -0.080 25.264 843.350 4.055 4.071.220 896.655 803.199 26.158 34.366 5.692 5.169 1991 11.762 222.280 226.678 2.502 219.641 754. Statistik Penyediaan Energi Primer Tabel 17.311 182.425 290.924 245.025 0.941 218.614 956.261 3.113 339.977 213.128 223.506 393.134 202.200 207. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.840 1.586 21.404 843.404 558. 2004.032 1999 27. Penyediaan Energi Primer Menurut Jenis Minyak No.191 441.844 612.336 234.954 329.685 7.266 201.918 4.459 451.665 27.235 215.222 2.046 199.01 1993 41.744 46.273 61.005 367.589 328.764 7.270 319.070 6.628 51.706 193.136 43.795 226.696 12.063 27.605 21.415 75.329 29.953 191.570 8.950 307.553 2003 40.68 2002 124.528 199.420 227.132 4.030 2002 39.520 1998 18.424 213.441 55. 2004.b. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.412 173.354 460.745 230.466 2.200 230.008 39.027 1992 12.517 219.915 4.996 348.826 6.121 4.96 2001 116.395 275.058 184.578 450.190 3.539 236.947 26.905 48.261 3.986 53.97 1998 58.051 30.00 1992 29.215 271.847 2001 38.424 1.354 729.527 307.418 8.300 465.550 25.435 217.424 760.469 27.204 1997 16. Jakarta.68 1999 77.111 9.778 217.170 89.04 1994 31.983 3.487 487. Pemakaiana Energi Final Menurut Jenis Tahun Batubara BBM Gas Bumi Listrik LPG Biomassa Ribu SBM JUMLAH 1990 9.150 170.874 43. Pemakaian Energi Final Tabel 18.984 205.738 3.936 18.233 52.169 971.655 513.34 2000 79.163 229.380 11.264 528.179 223.540 6.711 6.191 24.910 234.217 40.216 20.082 196.844 962.913 7.487 780.931 1994 14.420 43.581 84.805 1991 31.403 -4.28 1996 59.302 2.004.092.507 244.473 8.563 30.79 Catatan: - Penyediaan Energi Primer = Produksi + Impor – Ekspor Sumber: ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.862 207.525 90.191 687.030 12.668 464.220 583.232 25.78 2003 122.723 26.614 709.29 1997 56.840 734.005 49. c. Jakarta.021 409.367 6.769 25.435 145.022 6.565 664.217 339.231 196.169 202.641 1.355 260.185 193.021 Sumber: ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.788 2.550 49.173 93.966 217.461 2.802 227.779 245.774 209.492 21.545 209.165 26.786 261.926 55.354 1996 15.721 401.735 55.973 7.742 1995 16. 6 .95 1995 45.307 423.

792 82.440 26.071 96.822 57.698 68.897 61.294 72. Jakarta.535 323.121 28.085 128.924 263.103 123.233 2001 197.540 149.276 1994 104.372 87.138 45.489 64.834 25.291 155.538 91.215 76. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.695 33. Pemakaian Energi Final Menurut Sektor Sektor ( dalam Ribu SBM ) Tahun Rumah Industri Tangga & Transportasi Lainnya Non Energi JUMLAH Komersial 1990 72. 2004.275 98.608 48.714 106.478 1995 114.187 25.499 373.542 2000 184.658 525.674 1992 85.620 350.978 1991 75.860 41.713 23.597 Sumber: ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.863 1999 160.888 444.775 247.979 311.454 105.984 1997 125.183 17.586 18.118 92.990 1993 93.493 36.310 32.830 486.875 392.833 34.949 1996 115. 7 .624 26.018 36.892 97.156 523.984 116.617 35.558 25.480 143.464 54.242 29.676 1998 123.726 287.363 42.208 122.406 37.706 137.107 27.161 398.563 52.Tabel 19.908 31.209 19.499 101.812 45.068 79.833 83.189 33.333 507.867 29.992 30.911 2003 189.190 2002 197.

Transmisi & Distribusi 0 0 0 0 -6.444 -803.830 Sumber: ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.855 17.044 0 0 0 0 0 0 -46.285 -4.750 -22. Gas suara bakar (flaring) 0 0 0 0 -30.085 0 -251.709 -2.113.176 -41.249 9.353 0 0 245.797 67.176 -41.735 0 284. Rumah tangga 0 0 208.565 b. Transformsi Energi -11.214 12.012 0 -223. PLN -.343 -12 0 0 0 -5 0 0 5.372 24. Kilang Minyak 0 0 0 0 -5.551 a.616 -13.188 0 -107.958 6.830 0 0 0 0 0 0 45. 2004.445 0 0 0 0 170.626 79.523 223.STATISTIK ENERGI NUKLIR 2005 d. Neraca Energi Indonesia Tabel 20.224 6.138 0 0 0 0 26.762 4.570 0 709.856 -25.661 695 50. Komersial 0 0 1.500 a.045 -6.478 0 0 56. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.779 56.552 0 0 7.750 e.573 0 203 0 6.044 b.779 0 0 -17.239 2.994 Listrik LNG Total -25. Eksport 0 0 -250.136 -67.843 0 18.678 17.523 -12 -56. Pasokan Energi Primer Panas Bumi Biomasa Batubara Gasbumi Minyak Bumi BBM 25. Pasokan Energi Final 0 0 223.828 101.088 517.489 b.964 -5.409 c.275 0 0 27 0 137. Kilang LPG 0 0 0 0 -5.787 245.626 329. Konsumsi Energi Final 0 0 223. Impor 0 0 0 0 78.177 LPG 91.796 a. Jakarta.752 0 85.960 84. Neraca Energi Indonesia 2000 Tenaga Air 1.005 0 307.249 9.343 -31.616 d.255 0 -891 0 0 0 -6.085 0 -251.875 37.432 36.128 0 49.478 0 0 51. Penggunaan Sendiri & Rugi rugi 0 0 0 0 -82.102 124.787 0 -108.138 f.943 0 18.377 -1.136 Produk Kilang Minyak -67.535 67.580 8.332 6.102 834.440 c. Perbedaan Statistik 0 0 0 -111.165 -360.458 521.609 -11.604 25.523 223.600 0 -1.865 0 197.249 -9.897 0 8.176 -337.180 0 -56. Transportasi 0 0 0 0 138 0 137.626.081 5.444 993.708 0 -891 0 0 0 a.409 0 0 0 0 0 0 -30.249 -9.343 -159. Penggunaan non energi 0 0 0 0 45.523 -12 -56. Dalam proses transformasi 0 0 0 0 -46.388 0 21.909 0 0 0 -1. Produksi 2.877 0 0 0 0 1.099 0 -33. Non-PLN 3.717 0 0 3.232 240.615 c. Kilang LNG 0 0 0 0 -284.372 331.470 521.794 3.232 274.172 -6.099 0 -33.134 1.979 -360.858 0 0 13.610 85 82 0 52.808 c. Pembangkit Listrik -. 8 .210 12.088 372.467 695 602 -6.614 23.994 91. Industri b.149 d.615 36. Sektor lain lain 0 0 0 0 0 0 26.

Pasokan Energi Final 0 0 226.880 878.087 a.396 240.625 c.396 281.094 4.280 0 51.890 0 87.192 47.484 0 21.333 Sumber: ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.841 38.362 -6. Kilang Minyak 0 0 0 0 -5.592 0 0 9.287 -361.578 498.884 0 0 61. Pembangkit Listrik -. PLN -.768 0 9.741 -241.795 226.880 144.655 -55.058 d. Dalam proses transformasi 0 0 0 0 -106.171 8.616 -21.118 0 -222.467 334.486 -816.795 -17 -59.250 5.761 6.359 3. Jakarta.383 0 0 0 0 206.712 b.747 0 0 0 0 0 0 -31.712 0 0 0 0 0 0 -68.747 c.102 6.336 e.380 11.323 87 89 0 55.855 18. Industri 0 0 12.963 -17 0 0 0 -6 0 0 8.STATISTIK ENERGI NUKLIR 2005 Tabel 21.531 -5. Komersial 0 0 1.691 0 -114.306 b.047.924 -29.994 10.655 -55. Pasokan Energi Primer Panas Bumi Biomasa Gas Bumi Batubara Minyak Bumi BBM 29.261 89.947 0 -35.581 a.991 -39.875 b. Rumah tangga 0 0 212.860 f.860 0 0 0 0 26.380 -11.155 0 -362 d. Produksi 2.657.551 -12.832 b.049 53.333 0 0 0 0 0 0 41.167 -26. Sektor lain lain 0 0 0 0 0 0 26.168 c.808 4. Kilang LPG 0 0 0 0 -2. Penggunaan non energi 0 0 0 0 41. Kilang LNG 0 0 0 0 -267.833 0 -59.279 89.865 0 210.226 1.759 504.485 -3.991 -315.802 5.807 -2. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.862 29.479 0 -351 0 0 -8.164 489.383 Produk Listrik LNG Total -12.507 2. 9 .467 15. Penggunaan Sendiri & Rugi rugi a.629 0 319.167 0 0 -13.793 -29.437 0 292.555 0 19. Transportasi 0 0 0 0 111 0 143.049 1.005 0 0 0 705 c.938 0 -351 0 0 -8.937 38.840 56.857 395. Impor 0 0 0 0 117. Gas suara bakar (flaring) 0 0 0 0 -31.878 0 0 53.307 -13.362 -6.606 -39.286 10.795 226.126 -361.612 a. Konsumsi Energi Final 0 0 226.795 -17 -59.581 0 206 0 6.857 116.606 -172. Transmisi & Distribusi 0 0 0 0 -6.616 0 0 0 0 -68.181 -5.947 0 -35.062 0 0 218.649 65.300 0 0 3.484 0 0 30 0 143.887 0 734.849 -5.587 76.019 0 0 0 0 1. Eksport 0 0 -279.644 -3.847 218.167 61.847 0 -115. 2004.380 -11.269 3. Non-PLN 3.380 11. Perbedaan Statistik 0 0 0 18. Neraca Energi Indonesia 2001 Tenaga Air 1. Transformsi Energi LPG 89.080 -2.582 65.423 364.118 0 -222.486 1.028 0 20.991 -39.

Pembangkit Listrik -.233 0 -60.229 -14.069 5. 2004. Gas suara bakar (flaring) 0 0 0 0 -27. Penggunaan non energi 0 0 0 0 48.967 -23 0 0 0 -7 0 0 11.076 2.971 230. Perbedaan Statistik 0 0 0 24.600 93. 10 .608 f.608 0 0 0 0 27.038 -12.580 0 0 7.641 39.641 66.608 -1.200 230.963 -6. Sektor lain lain 0 0 0 0 0 0 27.200 -23 -60.405 55.STATISTIK ENERGI NUKLIR 2005 Tabel 22.414 a.038 12.419 0 754.267 -6.888 0 0 -10.422 -25.897 546.641 0 0 -25.405 2.237 0 -224. Kilang LNG 0 0 0 0 -297.426 0 87.712.232 4. Komersial 0 0 1. Impor 0 0 0 0 124. Konsumsi Energi Final 0 0 230.644 25. Neraca Energi Indonesia 2002 Tenaga Air 1.355 1.170 886.621 0 22.337 235. Pasokan Energi Primer a.173 8.038 12.650 0 -46. Kilang LPG 0 0 0 0 -4.105 -34.147 b.828 0 0 0 0 0 0 -27.811 6.904 c.309 -843.971 276.006 -9.631 1.568 -25.546 -357.108 c.906 4.982 e.970 0 19.373 331.669 2.985 b.170 131.888 0 0 -10.833 2.824 -52.561 a.563 87.363 2.650 0 -46.831 0 0 3.824 -52.976 0 0 33 0 149. Transportasi 0 0 0 0 99 0 148.105 -34.155 -10.019 0 0 235.607 -357.808 -2.086 b.506 6. Produksi Panas Bumi Biomasa Gas Bumi Batubara Minyak Bumi 25.200 230.483 0 0 0 0 1.237 0 -224.912 0 -19.756 0 0 0 0 230.510 45.838 -220.124 b.940 0 0 0 -891 c.320 1.673 3.601 -10.026 BBM LPG Produk Listrik LNG Total 103.200 -23 -60. Eksport 0 0 -317. Penggunaan Sendiri & Rugi rugi 0 0 0 0 -101. Transformsi Energi d.297 0 0 66.976 -22. Dalam proses transformasi 0 0 0 0 -66.641 64.432 0 -1.986 0 328.099.737 0 -114.424 -9.530 -3.895 0 9.621 d.770 -5.321 456.337 0 -111.465 90 96 0 57.828 c.226 0 20.245 0 -1. Rumah tangga 0 0 216. Transmisi & Distribusi 0 0 0 0 -6. Non-PLN 3.156 Sumber: ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.742 0 53. Pasokan Energi Final 0 0 230. Kilang Minyak 0 0 0 0 -5.838 0 299.780 7. PLN -.588 0 209 0 6.156 0 0 0 0 0 0 48. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral.105 -342.483 359. Jakarta.900 54.668 531.985 0 0 0 0 0 0 -66.038 -12. Industri 0 0 12.912 0 a.941 54.665 441.139 -193.588 39.148 106.600 0 2.665 124.513 17.578 0 210.290 0 0 54.139 -55.309 1.

432 -60.169 2. Perbedaan Statistik 0 0 0 16.310 234.619 0 0 0 0 0 0 0 -63.971 -1.265 -33.088 7. Transformsi Energi -22.490 22.596 0 212 0 6.102 0 139.899 0 -245.320 e.992 0 0 33 0 155.657 0 0 0 -1. Kilang Minyak 0 0 0 0 -4.937 -12.952 107. Gas suara bakar (flaring) 0 0 0 -31.787 0 -65.985 64.262 -349.959 90.592 -358.947 0 11.524 8. Neraca Energi Indonesia 2003 Tenaga Air 1.730 c.937 -12.474 0 760.812 0 0 0 0 28.691 0 -119.741.455 488.164 b. Kilang LPG 0 0 0 0 -4.377 87 104 0 60.037 94.498 2.971 328.950 d.847 6. Eksport 0 0 -366.440 0 0 0 -100.424 -1. Konsumsi Energi Final 0 0 234.735 0 329.619 b.455 122.972 0 0 0 -11. Industri 0 0 12.114 -9.745 0 0 7.356 -5.336 6.499 545.519 275.855 16.073 3.367 5.981 1.088 0 0 245.424 57.262 -33.608 0 0 69.626 0 0 -15.328 0 21.137 4.911 0 55.692 0 -19.267 0 -115.985 b.152 b.872 44.437 -3.423 40.731 64.981 -895. PLN -.250 -21.267 245.612 3.086.310 -31 -65.151 0 21.626 69.636 0 22.821 Produk Listrik LNG Total -9. Transportasi 0 0 0 0 97 0 154. 11 . Pembangkit Listrik -. Non-PLN 3.422 -21.437 -1.981 -171. Impor 0 0 0 0 131.606 0 0 56.981 -54.101 0 -50.704 1.310 234.STATISTIK ENERGI NUKLIR 2005 Tabel 23. Sektor lain lain 0 0 0 0 0 0 28.658 0 0 0 0 0 0 45.026 a.887 c. Pasokan Energi Final 0 0 234.432 -60.937 12.213 -188.310 -31 -65.877 0 -1.299 3. Kilang LNG d. Transmisi & Distribusi 0 0 0 -6.519 240.577 0 4.921 566. Pusat Informasi Energi dan Sumber Daya Mineral. Penggunaan non energi 0 0 0 0 45.053 0 0 0 0 0 0 0 -31.523 -31 0 0 0 -2 0 0 12.575 0 899.935 0 0 0 0 239.937 12. Penggunaan Sendiri & Rugi rugi 0 0 0 0 -307. Produksi Panas Bumi Biomasa Gas Bumi Batubara Minyak Bumi BBM 22.174 360.727 2. Dalam proses transformasi 0 0 0 -63.970 1. Rumah tangga 0 0 220.191 a.727 57.053 c.812 f.122 c.972 0 0 0 -11.869 4. 2004. Jakarta.692 0 a.414 1.676 -22.581 -6.899 0 -245.450 40.387 416.917 0 306.975 LPG 104.369 0 -50. Pasokan Energi Primer a.387 0 0 2.374 0 0 0 0 1.205 0 -1.373 0 202.664 0 79. Komersial 0 0 1.091 -358.658 Sumber: ”Statistik Ekonomi Energi Indonesia 2004”.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful