ANALISIS TINGKAT KERAWANAN LONGSOR

Parameter peta yang digunakan : 1. Peta Kemiringan Lereng 2. Peta Kerapatan Vegetasi 3. Peta Curah Hujan Wilayah

Tabel Skor Peta Kemiringan Lereng : No 1 2 3 4 0–2% 3–5% 6–9% >9 % Kemiringan Keterangan Datar Agak Datar Agak Curam Curam Skor 1 2 3 4

Tabel Skor Peta Kerapatn Vegetasi No 1 2 3 Keterangan Kerapatan Tinggi Kerapatan Sedang Kerapatan Rendah Skor 10 20 30

Tabel Skor Peta Curah Hujan Wilayah No 1 2 3 4 Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Keterangan Skor 30 20 10 5

curah hujan sedang atau rendah sehingga skor totalnya yakni < 33 . dan curah hujan sangat tinggi atau tinggi sehingga skor total yakni 53 – 64 Rawan jika kemiringan lereng agak curam. dan curah hujan sangat tinggi atau tinggi sehingga skor total yakni 33 .53 Tidak rawan jika kemiringan lerengnya datar atau agak datar. kerapatan vegetasi rendah. kerapatan vegetasi sedang atau rendah.Parameter Tingkat Kerawanan : Sangat Rawan jika kemiringan lereng curam atau agak curam. kerapatan vegetasi tinggi atau sedang.

PETA KEMIRINGAN LERENG 1 2 3 4 Keterangan : 1. Kemiringan Lereng > 9 % . Kemiringan Lereng 0 – 2 % 2. Kemiringan Lereng 3 – 5 % 3. Kemiringan Lereng 6 – 9 % 4.

Kerapatan Vegetasi Sedang C. Kerapatan Vegetasi Tinggi B.PETA KERAPATAN VEGETASI A B C Keterangan : A. Kerapatan Vegetasi Rendah .

Curah Hujan Tinggi c. Curah Hujan Rendah . Curah Hujan Sangat Tinggi b. Curah Hujan Sedang d.PETA CURAH HUJAN WILAYAH d b a c Keterangan : a.

Tugas yang dilakukan kali ini. kemudian setelah diberikan skor dan dijumlahkan skor totalnya. rawan dan tidak rawan dengan memenuhi persyaratan yang ada diatas. proses ini pada Arcgis dinamakan proses dissolve. Langkah selanjutnya adalah mengoverlaykan ketiga peta diatas yang telah diberikan atribut masing – masing agar dapat terlihat area mana yang bertampalan dan memiliki atribut yang sama. Sehingga pemahaman konsep sangat diperlukan guna menunjang dasar teori dalam setiap mengambil keputusan. Pada Arcgis proses ini dinamakan intersect. kemudian menentukan parameter arahan dari analisis tingkat kerawanan longsor ini. Meskipun pada tugas kali ini. Dengan menggunakan peta diatas dibuat sebuah pemodelan dengan cara memberikan atribut sesuai dengan skor masing – masing peta terlebih dahulu. Setelah pengisian atribut selesai lalu kemudian polygon yang ukurannya lebih kecil namun memiliki atribut yang sama digabungkan pada polygon yang lebih besar. kemudian diisikan atribut analisis tingkat kerawanan dimana dapat dilihat pada persyaratan yang ada diatas.Analisis tingkat kerawanan longsor ini diturunkan atau disintesiskan menggunakan 3 peta yang dijadikan parameter seperti yang telah disajikan diatas. . Selain itu pemahaman akan konsep itu sendiri menjadi dasar bagi setiap proses yang akan dilakukan di dalam setiap software pemetaan. dikerjakan secara manual sehingga kesalahan interpretasi sangat mungkin terjadi. Parameter tersebut meliputi mana saja daerah yang masuk kedalam area sangat rawan. hanya sebatas pada konsep pembuatan overlay peta. dimana proses seperti ini pasti akan sering dijumpai dalam setiap pembuatan peta agar dapat dianalisis.

3.PETA TINGKAT KERAWANAN LONGSOR Keterangan : Sumber : 1. 2. Peta Kemiringan Lereng Peta Kerapatan Vegetasi Peta Curah Hujan Wilayah Metode : Pertampalan layer (intersect) .

2. . Peta Kemiringan Lereng Peta Kerapatan Vegetasi Peta Curah Hujan Wilayah Metode : Penggabungan Polygon kecil yang memiliki atribut yang sama (dissolve). 3.PETA TINGKAT KERAWANAN LONGSOR Keterangan : Sumber : 1.

TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DASAR 1 Dibuat Oleh : Ikhsan Wicaksono M. Mangku Parasdyo Luthfan Prima Zul Fahmi Dony Octa Setyawan Sri Lestari Nisfu Naharil Mufarikhah 11/316521/GE/07096 11/317451/GE/07208 11/316636/GE/07200 11/316511/GE/07086 11/316585/GE/07158 11/316608/GE/07176 FAKULTAS GEOGRAFI UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful