Oleh : Simon Sani kleden Pengertian Respon terhadap cedera berupa serangkaian reaksi yang menyebabkan musnahnya agen

yang membahayakan jaringan atau yang mencegah agen menyebar lebih luas. Mencakup dua unsur utama reaksi yaitu : perubahaan vaskuler dan aktifitas fagositosis yang saling terkait. Peradangan tidak sama dengan infeksi, dimana infeksi oleh karena mikroorganisme hidup dalam jaringan dan infeksi dapat menyebabkan peradangan. Penyebab Radang • Kuman (bakteri, parasit, dll) • Benda (pisau, peluru) • Suhu (panas/dingin) • Berbagai jenis sinar (sinar X, ultraviolet, dll) • Listrik • Zat kimia Proses Peradangan Perubahaan Vaskuler Bila kapiler cedera seperti yang terjadi pada radang maka dindingnya akan lebih permiabel dan mudah dilalui zat-zat : cairan dan garam-garam, protein yan berupa koloid. Akibatnya jumlah cairan yang meninggalkan kapiler sewaktu radang akan menjadi lebih banyak dan masuk ke jaringan sehingga menyebabkan jaringan menjadi sembab (edema). Cairan ini disebut eksudat. Pada radang plasma jaringan menjadi lebih banyak protein dari pada biasa sehingga tekanan osmotik tinggi dan hal ini menyebabkan plasma tidak dapat mengalir lagi ke dalam pembuluh darah. Pembuluh menjadi kekurangan plasma dan butir darah terhenti mengalir yaitu terjadi statis. Jaringan menjadi banyak cairan sehingga membengkak (tumor). Aktifitas fagosit (reaksi selluler) Setelah aliran darah dalam pembuluh menjadi lambat maka leukosit-leukosit melekat pada sel endotel pembuluh (marginasi). Makin lama makin banyak sel leukosit melekat, sel endotel pada radang mendadak tampak menggelembung. Dengan pergerakan amuboid, leukosit menyusup antara sel endotel dan kemudian keluar (emigrasi). Sedangkan eritrosit dapat keluar dari pembuluh karena terdorong tekanan darah melalui dinding kapiler yang cedera. Bila banyak eritrosit keluar dari pembuluh maka cairan radang berwarna kemerah-merahan, dinamakan radang hemoragik. Leukosit keluar dari pembuluh mungkin karena tertarik oleh zat-zat kimia yang dilepaskan kuman atau oleh jaringan yang cedera secara kemotaksis, (kemotaksis positif, leukosit bergerak mendekati kuman, kemotaksis negatif leukosit bergerak menjauhi kuman) sehingga kuman dikelilingi oleh leukosit dan difagositosis. Aktifitas ini dilakukan oleh : 1. sel polimorphonukleus netrofil (mikrofag). 2. sel fagositik besar berinti bulat (makrofag). Tanda-tanda utama radang (makroskopik) Warna merah (rubor)

RADANG

Terjadi karena jaringan yang meradang mangandung banyak darah akibat kapilerkapilernya melebar dan kapiler yang tadinya kosong menjadi berisi darah juga. Panas (calor) Juga akibat sirkulasi darah yang meningkat. Naiknya suhu ini tidak melebihi suhu rektum sehingga diambil kesimpulan bahwa peningkatan metabolisme tidak seberapa menyebabkan kenaikan suhu ini. Pembengkakan (tumor) Disebabkan sebagian oleh hiperemi dan sebagian besar oleh eksudat yang terjadi pada radang. Rasa nyeri (dolor) Agaknya disebabkan oleh pengaruh zat pada ujung saraf perasa yang dilepaskan oleh sel yang cedera. Zat itu mungkin histamin. Rasa nyeri disebabkan juga oleh tekanan yang meninggi dalam jaringan akibat terjadinya eksudat. Proses Pemulihan Proses radang Radang Proses pemulihan Regenerasi (sel parenkim) Proiferasi fibroblas Repair Proiferasi endotel Pada proses pemulihan, sel-sel yang mati akan diganti oleh sel-sel hidup dengan melalui proses regenerasi dan repair. Pada proses regenerasi yang bekerja adalah sel-sel parenkim dan sel-sel parenkim ini yang akan menggantikan sel-sel yang rusak. Pada proses repair akan terbentuknya jaringan ikat. Adapun prosesnya adalah, dengan adanya iritan menyebabkan proliferasi fibroblas yang akan masuk kedalam serum dan membentuk kolagen, hingga terjadinya jaringan ikat yang menghubungi tepi luka. Bersamaan dengan proliferasi fibroblas maka sel-sel endotel kapiler juga akan berproferasi dan menjadi tunastunas sel endotel baru yang kemudian membentuk lumen pembuluh darah kapiler (vaskuler). Kedua proses proliferasi fibroblas dan proliferasi endotel akan membentuk jaringan granulasi. Melihat kasus di atas di mana luka tusuk di kaki yang kotor dengan banyak serpihan rumput dan daun bambu, maka bila luka tersebut tidak segera di rawat akan menimbulkan penyimpangan pada proses pemulihan (cenderung luka terinfeksi). Proses pemulihan pada kasus di atas pada dasarnya sama seperti proses pemulihan jaringan secara normal, akan tetapi pada saat pembentukan jaringan granulasi terdapat sel radang, leukosit, limpfosit, makrofag dan sebagainya serta permukaannya akan dilapisi pus. Pus ini terjadi akibat mencairnya jaringan nekrosis oleh karena kuman pyogenic sehingga akan memberikan penyimpangan penyembuhan dengan terbentuknya granuloma pyogenikum pada permukaan. Namun lambat laun sel-sel radang akan meghilang dan permukaan jaringan granulasi akan menjadi merah, sel epitel akan tumbuh dari luka dan melapisi permukaan jaringan granulasi. Jaringan granulasi

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful