TUGAS MATA KULIAH ALAT DAN MESIN PERTANIAN “URGENSI MEKANISASI PERTANIAN UNTUK PERKEMBANGAN PERTANIAN DI INDONESIA”

OLEH: Damar Mahardhika Ahmad H0709025

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2012

Pendahuluan Dengan menyandang nama negara agraris, tidak diragukan lagi bahwa indonesia memiliki potensi yang luar biasa dalam sektor pertanian. Pun begitu, kenyataannya tidaklah lebih menjadi ironi dalam kurun waktu satu dekade ini. Bagaimana tidak, dengan luasnya lahan potensial yang dimiliki serta kekayaan biodiversitas spesies tanaman serta kondisi lahan yang relatif subur dengan iklim tropis yang mendukung indonesia masih belum mampu terlepas dari kebutuhan impor bahan baku maupun bahan makanan pokok yang sebenarnya sangat mungkin untuk dipenuhi sendiri (swasembada). Belum lagi adanya permasalahan di tingkat petani, dimana terdapat defisiensi dalam hal pengolahan maupun produktivitas. Itu juga tidak lepas dari paradigma yang melekat pada sektor pertanian, yakni tradisional dan ndeso (kampungan) sehingga kurangnya minat maupun antusias generasi muda untuk mengupayakan serta memberdayakan potensi ini. Terlepas dari segala permasalahan diatas, campur tangan pemerintah menjadi aspek penting dalam upaya peningkatan sektor pertanian di indonesia. Perlu adanya usaha yang signifikan dan kontinyu dalam rangka memajukan sekor pertanian. Dalam hal ini, salah satu usaha yang dapat dilakukan berupa mekanisasi pertanian, yangmana telah dilakukan pada negaranegara maju. Usaha mekanisasi ini mampu memberi dampak yang signifikan pada peningkatan produktivitas serta kualitas pada usaha dan industri pertanian. Dalam hal ini dibutuhkan adanya perencanaan yang tepat dalam upaya mengimplementasikan peralatan pertanian yang modern guna mendongkrak dan memajukan mutu maupun produktivitas sektor pertanian di indonesia.

Urgensi dari upaya mekanisasi pertanian Sejalan dengan berjalannya waktu, tidak bisa dipungkiri bahwa pertumbuhan jumlah penduduk melahirkan problem yang sama di setiap negara maupun bangsa di penjuru dunia ini, tidak lain adalah pangan. Untuk pemenuhan pangan tentu saja dibutuhkan sektor pertanian yang kuat dan stabil guna memenuhi kebutuhan pangan suatu bangsa, bila tidak dipenuhi dengan jalan terakhir yakni impor. Indonesia sebenarnya sangat mampu untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, bahkan ekspor sekalipun bila ditinjau dari potensi yang dimiliki bangsa ini. Dimana sangat memungkinkan untuk menjadi negara yang maju dan unggul dalam sektor pertaniannya, sekali lagi dilihat dari melimpahnya sumberdaya alam dan lahan potensial serta letak geografis yang didukung iklim tropis. Namun hal ini nampaknya belum mampu dipenuhi bila kita lihat dari ciri pertanian modern, yakni; produktif, efisien, berkualitas serta kontinyu. Hal ini terkait dengan perlunya usaha mekanisasi di bidang pertanian. Aspek produktivitas yang mana terkait dengan seberapa tinggi suatu usaha pertanian mampu menghasilkan produk tani dalam satu kali masa tanam. Dengan penggunaan mesin pertanian modern, tidak diragukan lagi mampu untuk meningkatkan produktivitas dari usaha pertanian. Semisal pada tahap perontokan padi dari malai, apabila menggunakan peralatan tradisional akan mengalami kehilangan sebesar 5% yang sebenarnya apabila dilakukan dengna peralatan modern akan mengurangi tingkat kehilangan produk tersebut, yang apabila jumlah ini dikalikan jumlah lahan dan petani akan menghasilkan jumlah penurunan produksi yang masif. Aspek efisiensi, yang dalam hal ini berupa efisiensi waktu, tenaga dan biaya yang dibutuhkan dalam pengelolaan. Dengan adanya mekanisasi maka waktu yang dibutuhkan dalam mengerjakan sebidang lahan dapt dilakukan lebih cepat bila dibandingkan menggunakan tenaga kerja konvensional. Selain

menghemat waktu, dengan mekanisasi dapat mengeleminir kebutuhan akan tenaga kerja terlebih biaya yang dibutuhkan untuk pengelolaan lebih rendah bila dibandingkan menggunakan tenaga kerja konvensional dalam jumlah yang massif. Dalam poin terakhir, era globalisasi secara tidak langsung memaksa kita untuk bersaing secara global dengan negara lain. Sektor pertanian menjadi salah satu pilar utama dalam mempertahankan ketahanan pangan yang akan berdampak sistemik dalam keberlanjutan suatu bangsa. Pasar global yang semakin gencar menembus akan mematikan usaha local apabila tidak ditangani secara serius. Yang dalam hal ini berarti meningkatkan produktivitas dan efisiensi sector pertanian . Tak ada yang menafikan posisi, kontribusi, kekuatan, serta peluang mekanisasi pertanian untuk memberikan dukungan bagi pembangunan pertanian di Indonesia. Namun, sampai saat ini status mekanisasi pertanian dalam menunjang pengembangan pertanian di Indonesia belum memadai. Karena itu, untuk menciptakan suatu sistem mekanisasi pertanian yang berkelanjutan, pemerintah mengeluarkan kebijakan, strategi, dan program yang pada intinya mengajak semua pihak yang terkait dengan mekanisasi pertanian memiliki hubungan yang erat dan masing-masing pihak dapat memperoleh manfaat dari keberadaan mekanisasi pertanian tersebut. Sebagai supporting system, pemerintah mengakui, posisi mekanisasi pertanian harus kuat dalam menopang modernisasi, dan sekaligus memberdayakan dan memihak kepada petani yang lemah dalam posisi tawar. Kebijakan pengembangan mekanisasi pertanian ini diharapkan mampu menumbuhkan peningkatan produktivitas baik pada sumber daya lahan dan tenaga kerja, peningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, serta peningkatan mutu produk dengan nilai tambah tinggi sehingga produk pertanian berdaya memiliki daya saing.

Kesimpulan Pertanian modern dicirikan memiliki produktivitas tinggi, efisiensi dalam penggunaan sumberdaya dan teknologi yang menghasilkan produk yang berkualitas dalam jumlah yang mencukupi dengan harga yang masuk akal. Pertanian modern merupakan proses terus menerus yang dibutuhkan peningkatan kinerja sistem pertaniannya, difasilitasi dengan perubahan dari pertanian konvensional menuju pertanian yang komersil. Mekanisasi pertanian di Indonesia merupakan suatu proses evolusi teknologi. Yang menuju peran strategis dalam perubahan dinamis dari pertanian konvensional menjadi pertanian yang modern. Peran tersebut adalah: (a)peningkatan produksi dan produktivitas (b) peningkatan efisiensi proses dan penggunaan sumberdaya (c) peningkatan kualitas dan nilai tambah dari produk pertanian dan yang terakhir (d) peningkatan kesejahteraan petani.

DAFTAR PUSTAKA Handaka. 2009. Inovasi mekanisasi pertanian berkelanjutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian. Hasan, Qusyaini. 2009. Mendongkrak swasembada pangan dengan mekanisasi. http://qusyhasan.blogspot.com/2009/08/mendongkrak-swasembadapangan-dengan.html. Diakses pada pada pukul 21.57 tanggal 8 oktober 2012 Hendriadi, Agung. 2009. Country Report Indonesia. The Fifth Session of technical Commite of UNAPCAEM and Expert Group Meeting. ICAERD.Ministry of Agriculture Indonesia. Los Banos, Philippines Tim Studi Kebijakan Mekanisasi Pertanian. 2004. Telaah Strategis Mekanisasi Pertanian dalam Pembangunan Pertanian Berwawasan Agribisnis. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Departemen Pertanian.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful