You are on page 1of 17

Cervical Root Syndrome atau syndroma akar saraf leher adalah suatu keadaan yang disebabkan oleh iritasi

atau penekanan akar saraf servikal oleh penonjolan discus invertebralis, gejalanya adalah nyeri leher yang menyebar ke bahu, lengan atas atau lengan bawah, parasthesia, dan kelemahan atau spasme otot.

crs1

Salah satu contoh penyakitnya adalah Syndrome radikulopati. Radikulopati berarti radiks posterior dan anterior yang dilanda proses patologik. Gangguan itu dapat setempat atau menyeluruh. Dalam mempelajari tentang Cervikal Root Syndroma, ada beberapa istilah yang perlu diketahui sebagai berikut :
1. 2. 3.

Anasthesia : hilang perasaan ketika dirangsang ; hipestesia Hiperesthesia : perasaan terasa berlebihan jika dirangsang (kebalikan anasthesia) Parasthesia : perasaan yang timbul secara spontan, tanpa dirangsang ; disebut juga dengan istilah “Kesemutan”.

4.

a. Gangguan sensori negative : perasaan abnormal tubuh yang dinamakan anesthesia dan parasthesia.

1.

Gangguan sensori positive : hasil perangsangan pada nosiceptor serta unsur-unsur saraf yang menghantarkan impuls nyeri ke kortex cerebri.

1.

Ataksia : gangguan lintasan proprioseptif.

Nyeri bisa diakibatkan oleh proses degeneratif.2. Karena itulah penataan lamelar dermatome C5-T2 dan L2-S3 menjadi agak kabur. nukleus pulposus atau serpihannya atau tumor dapat merangsang satu atau lebih radiks posterior. Segala sesuatunya yang bisa merangsang serabut sensorik pada tingkat radiks dan foramen intervertebral dapat menyebabkan nyeri radikuler. Hipesthesia radikular : hipesthesia dermatomal. penonjolan tulang karena faktor congenital. Berkas serabut sensorik dari radiks posterior disebut dermatome. Tetapi pada permukaan lengan dan tungkai. infeksi/inflamasi. akar saraf. iritasi dan trauma. selisih waktu dalam penekanan. yaitu nyeri yang berpangkal pada tulang belakang tingkat tertentu dan menjalar sepanjang kawasan dermatome radiks posterior yang bersangkutan. banyak terdapat jaringan yang bisa merupakan sumber nyeri. faset artikular. Pada permukaan thorax dan abdomen. anatomi cervical Radiks anterior dan posterior bergabung menjadi satu berkas di foramen intervertebral dan disebut saraf spinal. dermatome itu selapis demi selapis sesuai dengan urutan radiks posterior pada segmen-segmen medulla spinalis C3-C4 dan T3-T12. GAMBAR ANATOMI Pada daerah leher. . sebagai permulaan hanya satu radiks saja yang mengalami iritasi terberat. Biasanya rasa nyeri berasal dari jaringan lunak atau ligament. Selain itu perlu juga diperhatikan adanya nyeri alih dari organ atau jaringan lain yang merupakan distribusi dermatomal yang dipersarafi oleh saraf servikal. Osteofit. penjepitan dan lain sebagainya. kawasan dermatome tumpang tindih oleh karena berkas saraf spinal tidak langsung menuju ekstremitas melainkan menyusun plexus dan fasikulus terkebih dahulu baru kemudian menuju lengan dan tungkai. kemudian yang kedua lainnya mengalami nasib yang sama karena adanya perbedaan derajat iritasi. Pada umumnya. kapsul. otot serta duramater.

DIAGNOSA A. Rasa nyeri di picu/diperberat dengan gerakan/posisi leher tertentu dan akan disertai nyeri tekan serta keterbatasan gerakan leher. ANAMNESA Anamnesa adalah hal-hal yang menjadi sejarah kasus pasien. Gejala-gejala yang mungkin nampak pada inspeksi dan palpasi. Pemeriksaan ini sangat spesifik namun tidak sensitif guna mendeteksi adanya radikulopati servikal. 4. Tes Provokasi Tes Spurling atau tes Kompresi Foraminal. misalnya : 1. Nyeri kaku pada leher Rasa nyeri dan tebal dirambatkan ke ibu jari dan sisi radial tangan Dijumpai kelemahan pada biceps atau triceps berkurangnya reflex biceps Dijumpai nyeri alih (referred pain) di bahu yang samar. misalnya : 1. Hasil positif bila terdapat nyeri radikuler ke arah ekstremitas ipsilateral sesuai arah rotasi kepala. lengan bawab\h atau tangan. dilakukan dengan cara posisi leher diekstensikan dan kepala dirotasikan ke salah satu sisi. Pada pasien yang . lengan atas. 3. Nyeri yang timbul pada vertebra servikalis dirasakan didaerah leherdan belakang kepala sekalipun rasa nyeri ini bisa di proyeksikan ke daerah bahu. 5. PEMERIKSAAN / TES KHUSUS Untuk tes-tes khusus yang harus dilakukan sebenarnya banyak.Maka nyeri radikuler akibat iritasi terhadap 3 radiks posterior ini dapat pula dirasakan oleh pasien sebagai nyeri neurogenik yang terdiri atas nyeri yang tajam. kemudian berikan tekanan ke bawah pada puncak kepala. juga berguna untuk menentukan diagnosa. menjemukan dan paraestesia. B. dimana “nyeri bahu” hanya dirasa bertahan di daerah deltoideus bagian lateral dan infrascapula atas. 2. karena misalnya dengan pendekatan psikiatri terhadap depresinya yang kadang merupakan factor dasar nyeri bahu ini.

Tes Distraksi Kepala Distraksi kepala akan menghilangkan nyeri yang diakibatkan oleh kompresi terhadap radiks syaraf. dapat dilakukan distraksi servikal secara manual dengan cara pasien dalam posisi supinasi kemudian dilakukan distraksi leher secara perlahan. Hal ini dapat diperlihatkan bila kecurigaan iritasi radiks syaraf lebih memberikan gejala dengan tes kompresi kepala walaupun penyebab lain belum dapat disingkirkan. Hasil dinyatakan positif apabila nyeri servikal berkurang.datang ketika dalam keadaan nyeri. . tes provokasi 2.

Cara meningkatkan tekanan intratekal menurut Valsava ini adalah pasien disuruh mengejan sewaktu ia menahan nafasnya. maka dengan di naikkannya tekanan intratekal akan membangkitkan nyeri radikuler. Nyeri syaraf ini sesuai dengan tingkat proses patologis dikanalis vertebralis bagian cervical. Hasil positif bila timbul nyeri radikuler yang berpangkal di leher menjalar ke lengan. bila terdapat proses desak ruang di kanalis vertebralis bagian cervical. . Tindakan Valsava Dengan tes ini tekanan intratekal dinaikkan.Tes Distraksi Kepala 3.

Tindakan Valsava C. FOTO .

Foto 1 .

m. Foramen vertebralis Vertebra cervicalis membentuk suatu columna vertebralis. latisimus dorsi. coraco radialis untuk gerakan flexi. rotasi. Arcus Arcus adalah bangunan yang merupakan lempengan dan simetris antara kanan dan kiri. Di sebelah posterior dari lengkung ini bertemu linea mediana posterior dan selanjutnya membentuk tonjolan seperti duri yang disebut prosessus spinosus. m. semispinalis cervicis. deltoid middle. dan m. deltoid anterior. m. Pada vertebra cervicalis satu sampai enam mempunyai corpus kecil. Anatomi Fungsional 1. Sistem tulang 2. sternoleidomastoideus.sternoleidomastoideus. 1. yang masing-masing terhubung dengan yang lain. lateral flexiotot penggerak utamanya adalah m. 1. ilioastalis cervicis (diinervasi C3T6). eksensor cervicalis otot penggerak utamanya adalah m.dimana otot-otot ini diinervasi oleh C1-8. dengan sendirinya tiap foramen vertebrae yang lain membentuk kanalis di dalamcolumna vertebralis yang ditempati oleh medulla spinalis. penggerak utamanya adalah m. m. oleh karena itu vertebrae cervical tujuh disebut vertebrae prominens. obliqus capitis inferior. supra spinatus untuk abduksi. medius dan posterior (diinervasi C2-3). longisimus cervicalis. 1. latisimus dorsi dan m. Tonjolan meruncing pada batas dataran radiks dan arus ke lateral disebut prosessus tranversus. m. 1. m. m. Pangkal dari corpus ini disebut radiks arcus vertebralis. m. Sedangkan pada vertebrae cervical tujuh terdapat perbedaan susunan dengan vertebrae cervicalis lainya karena prosessus spinosusnya disini meruncing menuju ke dorsal dan tidak bercabang menjadi dua lagi dan sangat menonjol sehingga mudah diraba dari luar. m.Processus tranversusnya mempunyai foramen transversarium yang membagi processus tranversum menjadi dua tonjolan yaitu tuberkulum anterius dan posterius. splenius cervicis. sebab belum dilalui oleh pembuluh darah. m. sclaneus medius dan anterior posterior. splennius cervicis. Sedangkan otot–otot penggerak bahu adalah m. longus capitis (diinervasi C2T5). sclaneus anterior. Vertebrae cervicalis Vertebrae cevicalis terdiri dari tujuh vertebrae. Processusnya bersifat bifida (bercabang dua). m. m. Selain itu perbedaan yang lainya adalah foramen tranversarium sangat kecil. teres . 2. teres mayor untuk ekstensi. terletak pada posterior corpus. tetapi pada cervical enam terdapat pembesaran dari tuberkulum anterius yang disebut tuberkulum karotikus yang terletak di arteria karotikus. m. m.A. semi spinalis. yaitu foramen vertebralis. m. supra spinatus. petoralis mayor. Sistem otot Sesuai dengan kondisi CRS ini maka dalam bab ini penulis akan membahas otot-otot yang berhubungan dengan gerakan leher dan bahu yang meliputi flexor cervicalis otot-otot penggerak utamanya adalah m.

Definisi . (Chusid. Serabut syaraf ini terdiri dari serabut-serabut yang berasal dari segmen C8-Th1. n. Kedua caput tersebut berasal dari fasikulus lateral danfasikulus medial. Sistem persarafan Sistem persarafan merupakan sistem penghantar yang berfungsi sebagai perantara impulsimpuls saraf yang berjalan di kedua arah antara susunan saraf pusat dan jaringan tubuh lainya. Nerves axillaris (circumflexa. coraco brachialis untuk adduksi. Nerves Medianus (C6-8. b. Nerves Musculocutaneus Nerves Musculocutaneus timbul dari fascicularis lateral plexsus brachialis dan terdiri dari serabut-serabut yang berasal dari segmen C5 dan C6. 1993). mula-mula nerves ini terletak di sebelah lateral arteri axillaris. 1993). d. Kedua caput tersebut bersatu pada bawah otot pectoralis minor. 1. Komponen badan saraf terdiri dari serabut-serabut yang terikat menjadi satu oleh jaringan penyokong konektif. Selama berjalan turun sepanjang lengan. n.minor dan m. B. ulnaris. Patologi dan Problematik Fisioterapi 1. cuaeus. 1. 1993). Nerves ulnaris ini berasal dari batas bawahmusculus pectoralis minor dan berjalan turun pada sisi medial lengan dan menembus septum intermuscular untuk melanjutkan perjalanan dalam sulcus pada caput medialis (Chusid. m. 1993). 1. medianus. lalu menembus muscular coraco brachialis dan turun secara oblique di sebelah lateral diantara musculus biceps dan brachialis (Chusid. Nerves radialis (musculospiralis. c. teres minor untuk internal dan eksternal rotasi. C6-8 dan Th 1) Nerves radialis merupakan cabang yang terbesar daripada batas bawah muscular pectoralis sebagai kelanjutan langsung dari fasciculer pectoralis dan serabut-serabut yang berasal dari tiga segmen thoracal pertama dari medulla spinalis. C5-C6) Nerves axillaris berasal dari fasciculer post plexus brachialis dan terdiri dari serabut-serabut yang berasal dari segmen C5 dan C6. 1993). 1993). 3. n. Sistem persarafan yang terletak pada plexsus brachialis merupakan sistem saraf perifer yang mana terdapat beberapa persarafan antara lain. Th1) Nerves medianus dipercabangkan dari pleksus brachialis dengan dua buah caput. radialis ini menyertai arteri profundus dan sekitar humerus serta di dalam sulcus musculospinalis. 1. radialis(Chusid. m. Nerves Ulnaris (C8-Th1) Nerves ulnaris merupakan cabang terbesar daripada plexsus brachialis. kemudian serabut berjalan ke dorsal (Chusid. a. infraspinatus. dan n. 1. n. e. 1. jadi serabut-serabut dari dalam trunkus berasal dari tiga segmen cervical yang bawah dan dari segmen thorakal pertama medulla spinalis di dalam lengan atas bagian bawah (Chusid.

gangguan . maka akar-akar saraf yang ada didalamnya akan tertekan. terjadi spasme otot. yang dikelilingi oleh annulus fibrosus yang terbentuk oleh jaringan fibrosus. 3. kanalis ini menyempit dengan diameter pada umumnya antara 9 mm sampai 10 mm (Adorte dan Galsberg. Menonjolnya bagian discus ini maka jaringan sekitarnya yaitu corpus-corpus vertebrae yang berbatasan akan terjadi suatu perubahan. Perubahan ini menyebabkan akar-akar saraf tersebut terikat pada dinding foramen intervertebralis sehingga mengganggu peredaran darah. Selanjutnya annulus fibrosus mengalami penekanan dan menonjol keluar. Penekanan akan menimbutkan rasa nyeri di sepanjang daerah yang mendapatkan persarafan dari akar saraf tersebut. Patologi Discus intervertebralis terdiri dari nucleus pulposus yang merupakan jaringan elastis. yang akhirnya akar-akar saraf kehilangan sifat fisiologisnya. 1980). Tanda gejala Adapun gejala yang khas dari CRS yaitu rasa nyeri yang menjalar mengikuti alur segmentasi serabut syaraf yang lesi sehingga disebut dengan nyeri radikuler. 1974). gangguan fungsi motoris yang ditandai dengan kelemahan otot berdasarkan distribusi myotom. Selanjutnya kepekaan saraf akan terus meningkat terhadap penekanan. Kondisi tebanyak pada kasus ini disebabkan oleh proses degeneratif dan herniasi dari discus intervertebralis (Gartland. akar-akar saraf akan menempati seperempat sampai seperlima. sehingga jarak antara vertebrae yang berdekatan mejadi kecil dan ruangan discus menjadi sempit. 1. Tetapi pada kondisi CRS. Kombinasi antara menipisnya discus yang menyebabkan penyempitan ruangan discus dan timbulnya osteofit akan mempersempit diameter kanalis spinalis. Perubahannya yaitu terbentuknya jaringan ikat baru yang dikenal dengan nama osteofit. yang ditandai dengan nyeri di leher yang menyebar ke lengan atau tergantung pada akar saraf yang tertekan (Dorland. Etiologi Beberapa kondisi pada leher banyak disebabkan oleh pergeseran atau penjepitan dari akar saraf atau gangguan pada foramen intervertebralis mungkin disertai dengan tanda dan gejala dari CRS. tetapi semakin tua umur seseorang kadar air dalam nuleus pulposussemakin berkurang terutama setelah seseorang berumur 40 tahun. bersamaan dengan itu terjadi perubahan degenerasi pada begian pusat discus. 1977). 1985). Pada keadaan normal. Saraf yang tertekan ini mula-mula akan membengkok.Cervical Root Syndrome adalah keadaan yang disebabkan oleh iritasi atau kompresi akar-akar saraf cervicalis. Kandungan air dalam nucleus pulposus ini tinggi. Bila foramen intervertebralis ini menyempit akibat adanya osteofit. akibatnya discus ini akan menjadi tipis. sedangkan sisanya akan diisi penuh oleh jaringan lain sehingga tidak ada ruang yang tersisa. Pada kondisi normal diameter kanalis spinalis adalah 17 mm sampai 18 mm (Adam dan Victor. 4. 2.

1980). Anterior sclanei syndrome Disebabkan karena adanya kompresi bundle neurovaskulerdiantara otot sclanei dan costa pertama. Petoralis minor syndrome Muncul bila ada penekanan bundle neuromuscular diantara bagian antero lateral atas dan otot pectoralis minor terjadi bila hiperabduksi humerus mengulur otot pectoralis minor ( Cailliet. 1991). di lengan dan jari-jari tangan. 6. 7. 1984). 1. cemas. Claviculocostal syndrome Timbul karena adanya penekanan pada bundle neurovasculer saat melewati belakang clavicula di sebelah anterior costa pertama. dan pada kondisi kronis timbul kontraktur otot dan kelemahan otot pada regio cervical (Adam dan victor.. Diagnosis banding Banyak kondisi yang dapat menimbulkan nyeri pada leher dan bahu serta rasa tak nyaman pada ekstremitas. 1. berupa gangguan saat menengok dan menunduk. Biasanya menggambarkan kesemutan datang dan pergi dari tangan dan jari tangan. nyeri saat bangun tidur dan tidur miring. 1991). (Cailliet. 1. Semua itu harus dibedakan dari mana asalnya dan bagaimana mekanisme terjadinya. Adalah suatu gejala yang muncul bila ada penekanannervus medianus oleh ligamen transversum sehingga timbul kesemutan.sensibilitas pada segmen dermatom. b. Komplikasi Komplikasi dari CRS adalah atrofi otot-otot leher dan adanya kelemahan otot-otot leher dan bahu. gangguan postural yang terjadi akibat menghindari posisi nyeri. Nyeri ini letaknya dalam biasanya datang setelah duduk lama (Cailliet. 1. Disability. 1. Carpal Tunnel Syndrome. Diagnosis banding untuk CRS ini adalah : 1. yaitu berupa nyeri. nyeri menjalar ke tangan (Cailliet. Impairment. serta penurunan lingkup gerak sendi bahu dan leher. Gejalanya adalah numbness. lelah. gejala lainnya adalah adanya dropy posture yaitu posturnya salah. Problematika fisioterapi 2. dan ketidakmampuan tangan untuk melakukan aktifitas (Sidharta. nyeri saat mengangkat lengannya. 1. C. 5. 1991). tingling. dam depresi. 4. Functional limitation. 3. yaitu tidak ada gangguan dalam bersosialisasi dengan masyarakat. a. Teknologi Fisioterapi . Thoracic outlet syndrome 1. 1991). penurunan kekuatan otot bahu dan leher.

a. 1991). Pengaruhnya terhadap jaringan yaitu meningkatkan permeabilitas terhadap jaringan dan meningkatkan metabolisme (Cameron. karena ultra sonic dapat meningkatkan ambang rangsang. Frekuensi yang diperbolehkan pada penggunaan SWD adalah 27 MHz dengan panjang gelombang 11 m. Gelombang ultra sonic menimbulkan adanya peregangan dan perapatan didalam jaringan dengan frekuensi yang sama dengan frekuensi dari ultra sonic. Merupakan gelombang longitudinal yang gerakan partikelnya dari arah “ke” dan “dari” dan perambatannya memerlukan media penghantar. Selain itu pembebasan histamin. sehingga akan menghalangi masuknya impuls nosiseptif di tingkat medulla spinalis sehingga nyeri akan berkurang dan selanjutnya akan memutus siklus nyeri. efek fibrasi dari ulta sonic terhadap gerbang nyeri dan dari suatu percobaan ditemukan bahwa pemakaian ultra sound dengan pulsa rendah . 1999). dan terapi latihan. ultra sonic. 2002). 1.Modalitas fisioterapi yang digunakan dalam penanganan CRS ini adalah SWD. 1996). Energi elektromagnetik yang dipancarkan dari emitter akan menyebar sehingga kepadatan gelombang semakin berkurang pada jarak semakin jauh. 1. kemudian akan memberikan efek relaksasi otot-otot lain yaitu mempengaruhi aliran darah lokal yang membuat spasme otot berkurang sehingga terapi relaksasi dan nyeri dapat terhambat ( Cailliet. Efek Ultra sonic 1) Efek mekanik Efek yang pertama kali didapat oleh tubuh adalah efek mekanik. 1. Pemberian SWD diharapkan dapat merangsang serabut syaraf tipe II dan tipe III. Efek mekanik ini juga disebut dengan micro massage. Dalam penggunakan modalitas ultra sonic beberapa ahli membuktikan bahwa ultra sonic efektif untuk mengurangi nyeri. . mekanisme dari efek termal panas. 2. Dalam kasus ini penulis menggunakan modalitas fisioterapi berupa Short Wave Diatermy ( SWD ). Ultra Sonic Gelombang ultra sonic adalah gelombang yang tidak dapat didengar oleh manusia. Media pengahantar harus elastis agar partikel bisa merubah bentuk dan kembali ke bentuk semula untuk memungkinkan gerakan “ke” dan “dari”. Dari sini dijumpai daerah padat ataucompression dan daerah renggang atau refraction (Sujatno dkk. Berkurangnya intensitas energi elektromagnetik juga disebabkan oleh penyerapan jaringan (Banress. SWD (Short Wave Diatermy) SWD adalah alat yang menggunakan energi listrik elektromagnetik yang dihasilkan arus bolak-balik frekuensi tinggi.

b) Rileksasi otot Rileksasi otot akan mudah dicapai bila jaringan dalam keadaan hangat dan rasa sakit tidak ada. 1999). Pengaruh biologi ultra sonic terhadap jaringan antara lain: a) Memperbaiki sirkulasi darah Pemberian ultra sonic akan menyebabkan kenaikan temperatur yang menimbulkan vasodilatasi sehingga aliran darah ke daerah yang diobati menjadi lebih lancar. 1999). 2) Efek termal Panas yang dihasilkan tergantung dari nilai bentuk gelombang yang dipakai. 1999). vasodilatasi yang mengakibatkan penambahan oksigen dan sari makanan dan memperlancar proses metabolisme (Cameron.Micro massage adalah merupakan efek terapeutik yang penting karena semua efek yang timbul oleh terapi Ultra Sonic diakibatkan olehmicro massage ini (Cameron. Hal ini akibat gelombang pulsa yang rendah intensitasnya memberikan efek sedatif dan analgetik pada ujung saraf sensorik sehingga mengurangi nyeri. Hal ini akan memungkinkan proses metabolisme dan pengangkutan sisa metabolisme serta suplai oksigen dan nutrisi menjadi meningkat (Cameron.(Cameron. Pengaruh termal dan mekanik dari ultra sonic dapat mempercepat proses pengangkutan sel P (zat asam laktat) sehingga dapat memberikan efek rileksasi pada otot (Cameron. 1999). intensitas dan lama pengobatan. 1999). Yang paling besar yang menerima panas adalah jaringan antar kulit dan otot. d) Mengurangi nyeri Nyeri dapat berkurang dengan pengaruh termal dan pengaruh langsung terhadap saraf. c) Meningkatkan permeabilitas jaringan Energi ultra sonic mampu menambah permeabilitas jaringan otot dan pengaruh mekaniknya dapat memperlunak jaringan pengikat. Dan dasar dari pengurangan rasa nyeri ini . Efek termal akan memberikan pengaruh pada jaringan yaitu bertambahnya aktivitas sel. 3) Efek biologi Efek biologi merupakan respon fisiologi yang dihasilkan dari pengaruh mekanik dan termal.

1985). 1999). Berdasarkan prinsip PNF dari teori pergerakan yang menyatakan bahwa PNF dapat memperbaiki kekuatan dan kondisi system neuro musuloseletal. 1. e). Jenis terapi latihan yang digunakan untuk kondisi CRS adalah Terapi latihan dengan menggunakan metode Propioceptif Neuromusular Fasilitation (PNF) berusaha memberikan rangsangan sedemikian sehingga diharapkan timbul reaksi-reaksi yang sesuai dengan perangsangan yang akhirnya gerakan-gerakan yang diinginkan tercapai. 1999). (2) Memperbaiki otot yang tidak efisien dan memperoleh kembali jarak gerak sendi yang normal tanpa memperlambat usaha mencapai gerakan yang berfungsi dan efisien. Tehnik ini bermanfaat untuk assisted otot-otot yang lemah sekaligus strengthening otot-otot yang lebih kuat tanpa melupakan prinsip-prinsip dasar PNF dan teknik PNF. g). normalisasi dari tonus otot. 3. Sedangkan dari aspek mekanik tidak terlalu berpengaruh (Sujatno dkk. berkurangnya tekanan dalam jaringan. Hilangnya suatu fungsi atau adanya hambatan dalam melakanakan suatu fungsi dapat menghambat kemampuan dirinya untuk hidup secara independent yaitu dalam melaksanakan aktifitas kerja (Priyatna. Dengan metode PNF Terapi Latihan merupakan salah satu pengobatan dalam fisioterapi yang dalam pelaksanaanya menggunakan latihan-latihan gerakan tubuh baik secara aktif maupun pasif. . sehingga dapat beraktifitas normal (Priyatna.diperoleh dari. berkurangnya derajat keasaman (Cameron. Mempercepat penyembuhan Pemberian Ultra sonic mampu mempercepat proses penyembuhan jaringan lunak . Atau pula dapat didefinisikan sebagai suatu usaha untuk mempercepat proses penyembuhan dari suatu cidera yang telah merubah cara hidupnya yang normal. Tujuan dari Terapi latihan adalah (1) Memajukan aktifitas penderita. Tujuan PNF adalah untuk meningkatkan kekuatan otot. Efek ini berhubungan dengan efek panas. 1985).5-3 w/cm2 dengan gelombang kontinyu dapat mempengaruhi exitasi dari saraf perifer. perbaikan sirkulasi darah. Adanya peningkatan suplai darah akan meningkatkan zat antibodi yang mempercepat penyembuhan dan perbaikan pembuluh darah untuk memperbaiki jaringan ( Cameron. Terapi latihan a. Pengaruh terhadap saraf parifer Menurut beberapa penelitian bahwa Ultra Sonic dapat mendepolarisasikan saraf efferent. ditunjukkan bahwa getaran Ultra Sonic dengan intensitas 0. 2002). (3) Memajukan kemampuan penderita yang telah ada untuk dapat melakukan gerakan-gerakan yang berfungsi serta bertujuan.

Faktor-faktor mekanis seperti cara kerja “lever”. 1985). ekstensi-abduksi-endorotasi. 2. 1985). Manual contact Manual contact dimaksudkan agar pasien mengerti arah gerakan yang diminta oleh terapis dan sebaiknya dilakukan dengan kedua tangan sehingga mudah untuk memberikan tahanan ataupun assisted ( Voss. 1. Pegangan pada lumbrical akan mempermudah dalam memberikan tahanan rotasi. Aproximasi bertujuan untuk stabilisasi sendi. ekstensi-adduksiendorotasi. 1985). Tahanan ini tergantung toleransi pasien ( Voss. Traksi adalah tarikan yang membuat saling menjauhnya segmen yang satu terhadap segmen yang lain atau usaha mengulur segmen pada suatu ekstrimitas. 1. fleksiadduksi-eksorotasi. Traksi dan aproksimasi. Tahanan maksimal (optimal) Tahanan maksimal maksudnya adalah tahanan maksimal yang masih bisa dilawan oleh penderita dengan baik sehingga memungkinkan penderita untuk mempertahankan suatu posisi (kontraksi isometric) dengan gerakan yang halus. grove dan menghadap ke pasien sehingga memungkinkan selalu memperhatikan pasien agar dalam melakukan latihan di rumah sama .Adapun prinsip-prinsip dasar yang berhubumgan dengan kasus CRS ini antara lain: 1. 1. Body position dan body mechanic Terapis berdiri pada seperti yang diajarkan terapis. abduksi-eksorotasi. ektsensi.. 1. 4. Stimulasi verbal (komando) Rangsangan suara dapat memacu semangat aktivitas penderita. Aproximasi adalah saling menekanya atau memberikan tekanan pada suatu segmern atau ekstrimitas. letak “as” dan gaya berat (gravitasi) sangat mempengaruhi terhadap besarkecilnya tahanan yang diberikan ( Voss. Tahanan diberikan sejak awal gerakan sampai titik lemah gerakan. 1. Pola gerak Pola gerak pada ekstrimitas atas adalah flksi-abduksi-eksoroasi. Dalam memberikan aba-aba kepada penerita harus jelas dan sering diulang-ulang.

Dalam percobaan traksi yang diberikan pada susunan vertebrae cervicalis.A Davis Company. 1988). De Wolf AN and Mens. Gajah Mada University Press. Dan tujuan dari teknik ini antara lain memperbaiki kekuatan otot dan daya tahan. Rene.G. Bina Dipnakes. Chusid. memperbaiki lingkup gerak sendi secara aktif. Bohn Stafleu Von Loghom. dari lintasan gerakan dengan jalan memberikan “ restrech “ yang disusun dengan kontraksi isotonic. Cailliet. 1993. Yogjakarta. www. Peningkatan Kualitas Layanan Kesehatan. serta diperoleh relaksasi otot-otot leher (Musthafa. Jakarta. F. 1994 . 1988). b. Houte Seventeen. Bambang Hastono. Dengan traksi cervical diharap terjadi penambahan ruangan pada intervertebralis maka penyempitan yang dapat menekan akar saraf dapat berkurang. Organisasi Kesehatan.Teknik yang digunakan pada kasus ini adalah “ repeated contration”. Neck and Arm Pain .Pikiran Rakyat. Pemeriksaan Alat Penggerak Tubuh . J. serta penguatan (strengtening) (Wahyono. Traksi adalah tarikan yang membuat saling menjauhnya segmen yang satu terhadap segmen yang lain atau usaha mengulur segmen pada suatu ekstrimitas. Traksi diberikan dengan tarikan diperoleh regangan jarak antara prosessus spinosus pada vertebrae yng berbatasan sebesar 1-1. DAFTAR PUSTAKA Ahmad tohamuslim (2005) Rehabilitasi Medik Cegah Kecacatan Pasien. Bagian satu. 1990. . Callifornia. yang dilakukan pada bagian–bagian tertentu. Neuroanatomi Corelatif dan Neuro Fungsional .com Bambang Hastono.5mm (Musthafa. Dengan traksi cervical. menurunkan ketegangan atau penguluran antagonis. oleh Olachis dan Strohm disebutkan bahwa dalam keadaan lordosis servical normal. Bina Dipnakes . Repeated contration adalah suatu teknik isotonic untuk kelompok agonis. Jakarta. 2000. 2002).

Harpes Row. 1988 Michlovits. Heri. Neurologi klinis dan Pemeriksaan . Akademi Fisioterapi surakarta. www.t Dian Rakyat. Pendekatan Diagnosa Dan tatalaksana Pada Radikulopati Cervical . Jakarta. et all . Heri dan Suharyono. Propeoceptive Neuromusceletal Falititaion .1985. Akademi Fisioterapi Surakarta. Taruna. 1982 .com. Yuda . Third Edition. Ihsan .mediastore. Joint Mobility . Davis Company. Cetakan pertama. Jakarta. 3 rd. p. Susan. Philadelpia. Thermal Agent in Rehabilitation . Priyatna. 1985 . Priguna1984 . Kumpulan makalah TITAFI ke VI. Philadelpia. Exercise Therapy . Voss. 1996.Mustafa. Priyatna. Penggunaan traksi pada penanggulangan nyeri. Sidharta.