You are on page 1of 10

HABITUS POHON (Laporan Praktikum Dendrologi

)

Oleh DINGIN PRAYOGA 1114151019

FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG 2011

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Habitus tumbuhan merupakan perawakan tumbuhan atau wujud bentuk fisik tumbuhan secara keseluruhan. Habitus juga dapat diartikan sebagai bentuk kehidupan tumbuhan (life form). Adapun habitus pohon (perawakan pohon) diartikan sebagai wujud bentuk fisik pohon secara keseluruhan, hal ini menggambarkan mengenai keseluruhan morfus dalam sistem organ pohon. Dengan demikian, habitus pohon sesungguhnya adalah fenotipe keseluruhan organ dalam sistem organ pohon. Karakteristik pohon yang berkaitan dengan habitus ditentukan oleh ukuran pohon, bentuk utama tajuk pohon, dan tekstur pohon. Pohon-pohon yang telah dewasa ini memiliki tinggi tubuh yang berbeda-beda. Selain tinggi tubuh yang berbeda-beda, setiap jenis pohon mempunyai bentuk tajuk yang spesifik (khas) selama pohon tersebut dalam keadaan pertumbuhan yang normal. Meskipun bentuk tajuk pohon bisa berubah-ubah mengikuti pola pertumbuhan dari fase muda (juvenile) ke fase dewasa (maturity), tetapi bentuk tajuk yang spesifik dan tetap akan muncul setelah pohon mencapai fase dewasa.

B. Tujuan Adapun tujuan dari praktikum habitus pohon ini adalah : 1. Para mahasiswa mampu mengelompokkan pohon ke dalam beberapa kategori ukuran pada saat pohon mencapai fase dewasa. 2. Para mahasiswa mampu menentukan bentuk utama tajuk pohon dan tekstur pohon bagi setiap jenis pohon yang diamati.

C. Lokasi Praktikum mengenai habitus pohon ini berlokasi di Arboretum Universitas Lampung di dekat jurusan Sosial Ekonomi Pertanian.

II. METODE PRAKTIKUM

A. Bahan dan alat Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah jenis-jenis pohon yang ada di Arboretum Universitas Lampunng sebagai objek pengamatan. Sedangkan alat-alat yang diperlukan untuk praktikum ini meliputi lembar pengamatan, buku gambar, pinsil, dan kamera.

B. Cara Kerja Adapun hal-hal yang perlu dilakukan oleh praktikan dalam praktikum ini adalah: 1. Mencari dua pohon yang jenisnya berbeda sesuai jenis pohon yang ditentukan oleh dosen untuk diamati habitusnya. 2. Mengambil gambar kedua pohon tersebut secara penuh dengan kamera. 3. Mengukur tinggi masing-masing pohon dengan christen hypsometer, dan menetapkan kelas ukuran pohon. Pada saat menggunakan christen hypsometer diperlukan alat bantu berupa galah/tongkat yang panjangnya 2 meter atau 3 meter atau 4 meter sesuai dengan keterangan kebutuhan alat bantu yang tertera pada christen hypsometer. 4. Untuk mengukur tinggi pohon, letakkan galah pembantu pada pohon yang akan diukur tingginya, kemudian peganglah christen hypsometer posisi vertikal dengan angka nol pada skala alat berada di bagian atas, lalu membidik pangkal batang pohon sampai berimpit dengan garis batas bawah christen hypsometer dan membidik ujung tajuk pohon sampai

berimpit dengan garis batas atas christen hypsometer. Pada saat posisi tersebut, maka angka pada skala christen hypsometer yang berada dalam satu garis bidikan dengan ujung galah adalah menunjukkan tinggi pohon yang diukur. 5. Menggambar dengan pensil pada buku gambar mengenai bentuk tajuk tiap jenis pohon yang menjadi tugas pengamatan. 6. Mengamati masing-masing pohon mengenai tekstur dan warna pohon kemudian mencatat hasilnya pada lembar pengamatan. 7. Membuat laporan sementara dan laporan akhir tentang hasil pengamatan sesuai dengan petunjuk pada buku penuntun praktikum.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan diperoleh hasil: 1. Tabel pengamatan No. Jenis pohon 1. Kayu hitam (Diospyros macrophylla) Tanjung (Mimusops elengi) Bungur lilin (Lagerstroemia speciosa) Ukuran pohon Sedang Bentuk Tekstur tajuk pohon pohon Kerucut Sedang Warna pohon Hijau tua

2. 3.

Sedang Sedang

Round Jambang

Sedang Halus

Hijau kekuningan Hijau kekuningan

2. Gambar pohon

Kayu hitam (Diospyros macrophylla)

Tanjung (Mimusops elengi)

Bungur lilin (Lagerstroemia speciosa)

B. Pembahasan Praktikum kali ini adalah mengenai habitus pohon. Habitus pohon merupakan perawakan pohon atau wujud bentuk fisik pohon secara keseluruhan. Dalam praktikum habitus pohon ini yang diamati adalah ukuran pohon, bentuk tajuk pohon, tekstur pohon, dan warna pohon. Hal-hal yang dilakukan dalam praktikum kali ini adalah mengambil gambar pohon yang telah ditentukan, lalu menggambar di buku gambar atau kertas sebagai laporan sementara, pohon-pohon tersebut diberi keterangan sesuai dengan hasil yang telah diamati. Dalam praktikum kali ini ada tiga jenis pohon yang diamati yaitu Kayu hitam (Diospyros macrophylla), Tanjung (Mimusops elengi), dan Bungur lilin (Lagerstroemia speciosa). Berdasarkan hasil pengamatan yang terdapat

dalam tabel pengamatan diperoleh bahwa pohon jenis kayu hitam (Diospyros macrophylla) memiliki ukuran sedang, bentuk tajuk kerucut, tekstur sedang, dan warna hijau tua; pohon jenis tanjung (Mimusops elengi) memiliki ukuran sedang, bentuk tajung bundar (round), tekstur sedang, dan warna hijau kekuningan; sedangkan untuk pohon jenis Bungur lilin (Lagerstroemia speciosa) memiliki ukuran sedang, bentuk tajuk jorong, tekstur halus, dan warna hijau kekuningan.

IV. KESIMPULAN

Berdasarkan pengamatan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan: 1. Pohon jenis kayu hitam (Diospyros macrophylla) memiliki ukuran sedang, bentuk tajuk kerucut, tekstur sedang, dan warna hijau tua. 2. Pohon jenis tanjung (Mimusops elengi) memiliki ukuran sedang, bentuk tajung bundar (round), tekstur sedang, dan warna hijau kekuningan. 3. Pohon jenis Bungur lilin (Lagerstroemia speciosa) memiliki ukuran sedang, bentuk tajuk jorong, tekstur halus, dan warna hijau kekuningan.

DAFTAR PUSTAKA

Indriyanto. 2010. Dendrologi (Penuntun Praktikum). Penerbit Universitas Lampung. Bandarlampung Tjitrosoepomo, G. 1987. Morfologi Tumbuhan. Penerbit Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Indriyanto. 2005. Dendrologi. Penerbit Universitas Lampung, Bandarlampung