You are on page 1of 151

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PERUMAHAN PESONA INTAN (STUDI KASUS DI PT.

WIRATAMA INTAN MAS)

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mengikuti Tugas Akhir

Disusun Oleh:

Nur Setiawanti NIM. 0606057

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI GARUT 2011

88

89

NUR SETIAWANTI, 0606057 Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Perumahan Pesona Intan (Studi Kasus Di PT. Wiratama Intan Mas). Dibawah Bimbingan Bapak A.Hazairin, Dipl.Inf. Sebagai Dosen Pembimbing I dan Bapak Luthfi Nurwandi MT. Sebagai Pembimbing II 147hal+xii/ 65 gambar/ 51 tabel/ 11 daftar pustaka (1994-2010)+9 lampiran

ABSTRAK
Pada tugas akhir ini akan dilakukan analisis dan pengembangan sistem informasi penjualan perumahan. Latarbelakang dari sistem informasi penjualan perumahan adalah sulitnya petugas bagian administrasi dalam mengolah data konsumen yang berhubungan dengan bank dan developer dalam penjualan rumah dan membuat laporan yang membutuhkan banyak waktu. Adapun tujuan dari pengembangan sistem ini adalah mengembangkan sebuah sistem informasi penjualan yang berbasis komputer dengan menggunakan metode System Development Life Cycle dan sistem informasi penjualan perumahan ini, untuk membantu petugas bagian administrasi dalam menghadapi kendala yang dihadapi konsumen dalam melakukan transaksi penjualan dengan pihak developer dan bank, sehingga dengan adanya sistem informasi tersebut diharapkan dapat menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan penjualan rumah. Dalam pengembangan sistem informasi penjualan perumahan ini menggunakan metode konvensional yaitu Traditional (SDLC) System Development Life Cycle dikemukakan oleh Kendal & Kendal (2006) yang terdiri dari tahapan-tahapan Mengidentifikasi Masalah, Peluang dan Tujuan, Menetukan Syarat-Syarat, Menganalisis Kebutuhan Sistem, Merancang Sistem yang direkomendasikan, Mengembangkan dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak serta menggunakan Flowmap atau Flowchart, Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD) untuk memodelkan kebutuhan sistem. Dari hasil penyusunan ini, akhirnya dapat ditarik kesimpulan bahwa Sistem Informasi ini dapat menyelesaikan kendala yang dihadapi konsumen dalam melakukan transaksi penjualan dengan pihak developer dan bank. Dan metode konvensional System Development Life Cycle (SDLC) dapat digunakan sebagai metodologi untuk menganalisis dan mengembangkan Sistem Informasi Penjualan di Perumahan Pesona Intan.

Kata Kunci: Sistem Informasi, Penjualan, Perumahan, System Development Life Cycle

90

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, telah mempengaruhi aktivitas perusahaan dalam pengolahan informasi. Perusahaan dapat diibaratkan sebagai satu kesatuan. Dalam artian, sebuah perusahaan merupakan satu kesatuan sistem yang saling mempengaruhi satu sama lain untuk mencapai tujuan tertentu. Tetapi dengan pertumbuhan sebuah perusahaan, ada kalanya suatu sistem pada sebuah perusahaan menjadi tidak efektif dan efisien dalam menangani permasalahan yang muncul. Seperti misalnya, kebutuhan pengolahan data yang semakin meningkat, aturan pengolahan data yang semakin bervariasi, aturan dari dalam atau luar perusahaan, dapat digunakan sebagai indikator adanya permasalahan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan suatu sistem yang dapat mendukung operasi yang bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu perusahaan demi tercapainya tujuan, sebuah sistem yang dinamakan sistem informasi. Adapun definisi dari sistem informasi itu sendiri adalah “suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan” (Hartono, 2005). PT. Wiratama Intan Mas adalah perusahaan swasta yang bergerak dalam bisnis properti, khususnya dibidang penjualan pembangunan perumahan (developer) yang membantu pemerintahan dalam meningkatkan pembangunan ekonomi nasional. Adapun prosedur dalam pembelian perumahan ini adalah sebagai berikut : 1. Booking fee

91

Sebagai tahap awal, transaksi pemesanan biasanya dilakukan pada saat launching atau pameran perumahan dan konsumen membayar booking fee dengan konsekwensi hukum, yaitu jika dalam waktu tertentu (biasanya 14 hari) ia tidak membayar uang muka (biasanya sebesar 20-30% dari harga jual ), maka booking fee -nya hangus dan tidak dapat dikembalikan Untuk itu, sangat penting diperhatikan bahasa kata-kata yang terdapat dalam surat pesanan (booking fee letter). Harus jelas dan tegas, agar tidak menimbulkan interpretasi ganda yang akan membuat perselisihan di kemudian hari. 2. Melengkapi dan Menyerahkan Berkas KPR (Data Pribadi dan Persyaratan) Setelah pada tahapan biaya pemesanan, 1-2 hari kemudian konsumen akan dihubungi oleh petugas guna mengkonfirmasi data-data dan membantu konsumen dalam melengkapi persyaratan dan data penunjang yang dibutuhkan. Dan selambat-lambatnya dalam waktu 2 (dua) minggu dari tanggal pemesanan, semua berkas dan kelengkapan persyaratan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) tersebut sudah harus diserahkan. 3. Melunasi Uang Muka, Biaya Strategis dll Sesuai dengan ketentuan dalam daftar harga dan harga jual yang ada, konsumen mempunyai kewajiban melunasi uang muka pembelian rumah tersebut beserta biaya-biaya lain (Biaya Proses KPR, Biaya Strategis, dll) sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah konsumen sepakati dalam Surat Pemesanan Rumah (SPR). Pembayaran ini dapat konsumen lakukan pada petugas yang ada di lokasi perumahan ataupun melalui transfer ke Rekening yang telah ditentukan. apabila melalui transfer, konsumen diharuskan untuk mengirimkan bukti pembayaran tersebut. untuk konfirmasi atas pembayaran yang konsumen lakukan, hubungi petugas yang bersangkutan dan pastikan konsumen mendapat bukti pembayaran yang sah. 4. Interview (Wawancara) dengan Pihak Bank

92

Konsumen akan di undang untuk mengikuti proses interview/wawancara dengan pihak Bank pemberi KPR, sebagai prosedur pengajuan kredit. Sekaligus memberitahukan mengenai hari, tanggal dan lokasi interview. pemberitahuan ini maksimal 2 hari sebelum diselenggarakan. Setelah calon konsumen dinilai layak untuk menerima fasilitas pinjaman KPR, maka pihak Bank akan menerbitkan SP3K (Surat Penegasan Persetujuan Pemberian Kredit). dimana didalam SP3K ini akan muncul jumlah kredit yang disetujui, jangka waktu kredit, nilai angsuran, termasuk biaya yang timbul dari proses pengajuan KPR (Biaya Notaris, Apraisal, Provisi bank, Asuransi jiwa dan bangunan,) biaya proses ini wajib disetorkan dalam rekening masing-masing konsumen. 5. Pembangunan Rumah Rumah yang telah diambil oleh konsumen akan di bangun dalam jangka waktu kurang lebih 4 bulan dari setelah pembayaran unag muka. 6. Akad Kredit Konsumen akan hubungi untuk konfirmasi mengenai hasil dari wawancara dengan pihak Bank tersebut, dan apabila disetujui konsumen akan di undang sekali lagi untuk mengikuti proses Akad Kredit. 7. Penyerahan Kunci Untuk pengambilan kunci konsumen harus datang ke lokasi perumahan dan memeriksa rumah yang telah konsumen beli tersebut. Untuk menjamin kelayakan unit rumah yang konsumen beli, Developer memberikan garansi selama 100 hari. Berikut adalah flowmap prosedur dalam pengambilan KPR yang ditunjukan pada gambar 1.1 di bawah ini:

93

Konsumen
Start

Administrasi

Bank

Developer

Booking Fee

Wawancara

Akad Kredit

Booking Fee Pembuatan kwitansi Booking dan Surat Pemesanan Rumah (SPR) kwitansi Booking dan Surat Pemesanan Rumah (SPR) Akad Kredit Tidak

ACC Ya Penyerahan Kunci

Melengkapi dan Menyerahkan Berkas KPR

Berkas KPR

Melunasi Uang Muka, Hook, Biaya Strategis dll

Pembuatan Kwitansi Pembayaran

Kwitansi Pembayaran

Wawancara

Menerima Kunci

End

Gambar 1.1 Flowmap prosedur pengambilan KPR.

Adapun penjelasan dari flowmap di atas adalah sebagai berikut: 1. Konsumen mendatangi pihak development/pengembang dan melakukan peninjauan terhadap rumah yang ditawarkan. 2. Apabila konsumen menyetujui harga rumah yang ditawarkan maka konsumen membayar uang muka KPR jika tidak maka konsumen tidak jadi membeli rumah yang ditawarkan.

94

3.

Konsumen membayar uang muka KPR kemudian mendapatkan kwitansi pemesanan dan surat pemesanan rumah (SPR) dari pihak administrasi.

4.

Setelah mendapatkan kwitansi pemesanan dan surat pemesanan rumah (SPR) maka konsumen melengkapi dan menyerahkan berkas KPR kepada pihak administrasi dan kemudian menjadi berkas KPR.

5.

Konsumen melunasi uang muka, biaya strategis dll kepada bagian administrasi, bagian admnistrasi kemudian membuat kwitansi pembayaran dan diserahkan kepada konsumen.

6.

Setelah mendapatkan kwitansi bukti pembayaran maka konsumen akan di undang pihak bank untuk wawancara, apabila dalam proses wawancara lolos, maka dilanjutkan ke akad kredit, namun apabila tidak lolos maka selesai dan tidak bisa menggambil KPR.

7.

Akad

kredit

dilakukan

antara

pihak

konsumen

dan

pihak

developer/pengembang. 8. Dari akad kredit kemudian pihak developer/pengembang melakukan penyerahan kunci kepada pihak konsumen. 9. Konsumen menerima kunci dari rumah yang di beli dan selesai Adapun syarat dan ketentuan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) adalah: Persyaratan Umum Pengambilan KPR : 1. Foto copy KTP pemohon suami / istri ( masing-masing 2 lembar ) 2. Foto copy Kartu Keluarga ( 2 lembar ) 3. Pas photo warna ukuran 3 x 4 ( 2 lembar ) 4. Foto copy surat nikah / cerai ( 2 lembar ) 5. Foto copy buku tabungan, saldo + nomer rekening ( 2 lembar ) 6. Foto copy NPWP pribadi untuk nilai KPR Rp. 50 juta keatas ( 2 lembar ) 7. Buku rekening / buku tabungan bank pemberian kredit ( jika belum memiliki) 8. Melampirkan hasil penilaian bangunan tanah dan bangunan dari appraisal ( setelah rumah selesai )

95

Data Pekerjaan : A. PNS/POLRI/ABRI/BUMN/SWASTA : 1. Foto copy kartu pegawai / anggota ( 2 lembar ) 2. Foto copy kartu peserta taspen / jamsostek ( 2 lembar ) 3. Foto copy SK Pengangkatan dan SK awal/ akhir / surat keterangan pegawai ( 2 lembar ) 4. SIUP + NPWP perusahaan bagi pegawai swasta ( 2 lembar ) 5. Keterangan perincian Gaji/ slip gaji asli ( 2 lembar )

B. WIRASWASTA : 1. Foto copy SIUP ( 2 lembar ) 2. Foto copy TDR ( 2 lembar ) 3. Foto copy Akta pendirian perusahaan ( 2 lembar ) 4. Foto copy NPWP perusahaan ( 2 lembar ) 5. Laporan keuangan (Rugi-Laba, Neraca) tahun terakhir dan tahun berjalan. Dalam melakukan pemasaran rumah PT. Wiratama Intan Mas menerapkan dua cara yaitu dengan penjualan tunai dan penjualan kredit. Untuk penjualan rumah. PT. Wiratama Intan Mas menyediakan harga yang bervariasi tergantung tipe dan jenis rumahnya. Diantaranya yaitu tipe 36, tipe 45, tipe 54 dan tipe 70 yang berada pada tanah yang luasnya kurang lebih 90 h. Adapun daftar harga rumah pada perumahan Pesona Intanini adalah sebagai berikut: Tabel 1.1 Daftar Harga Rumah Pada Perumahan Pesona Intan
Blok A1 A2 B.1 B.2 B.3 B.5 C Nomor 3a 3a 2, 3, 7, 8, 9, 10 5, 6 2, 3, 3a, 7, 8, 9 1, 5, 6 2 s/d 8 2 s/d 18 21 s/d 30 5, 7 Type 45 45 36 45 36 45 36 36 36 45 Luas (m3) 126,00 126,00 108,00 108,00 108,00 138,00 72,00 72,00 108,00 108,00 Harga Jual (Rp.) 189.500.000 189.500.000 147.000.000 163.500.000 147.000.000 185.000.000 117.000.000 116.500.000 147.000.000 174.500.000 Uang Muka (Rp.) 59.500.000 59.500.000 47.000.000 53.500.000 47.000.000 55.000.000 37.000.000 36.500.000 47.000.000 54.500.000 KPR (Rp.) 130.000.000 130.000.000 100.000.000 110.000.000 100.000.000 130.000.000 80.000.000 80.000.000 100.000.000 120.000.000

96

Lanjutan Tabel 1.1
C.1 C.2 12, 15 5,7 s/d 12a 1 s/d 8, 15, 9,20 9, 11 s/d 12b 21 s/d 23a 27 s/d 33 5, 10, 11 3, 3a, 7 10 s/d 12, 12b 16 2 s/d 3a 2 s/d 10 12a s/d 20 5,6 9 s/d 12 15 s/d 17 27, 28, 29 36 36 45 45 45 45 36 45 45 27 45 36 36 27 36 36 36 108,00 108,00 144,00 120,00 120,00 144,00 108,00 108,00 108,00 72,00 108,00 108,00 108,00 72,00 108,00 108,00 72,00 147.000.000 147.000.000 196.500.000 178.000.000 178.000.000 196.500.000 147.000.000 174.500.000 174.500.000 83.000.000 174.500.000 147.000.000 141.500.000 83.000.000 124.500.000 124.500.000 106.000.000 47.000.000 47.000.000 61.500.000 53.000.000 53.000.000 61.500.000 47.000.000 54.500.000 54.500.000 28.000.000 54.500.000 47.000.000 46.500.000 28.000.000 34.500.000 34.500.000 36.000.000 100.000.000 100.000.000 135.000.000 125.000.000 125.000.000 135.000.000 100.000.000 120.000.000 120.000.000 55.000.000 120.000.000 100.000.000 95.000.000 55.000.000 90.000.000 90.000.000 70.000.000

C.3 D D.7 E1 F F.1 F.3

Sumber: PT. Wiratama Intan Mas, 2010.

Dalam pencatatan penjualan khususnya penjualan tunai dan kredit, menjadi sesuatu yang penting untuk kemajuan perusahaan tersebut. Namun pencatatan yang di kelola di PT. Wiratama Intan Mas masih menggunakan buku besar dalam melakukan transaksinya, hal ini sangat tidak efektif dan efisien apabila petugas pencatat melakukan pencarian data konsumen yang melakukan kredit rumah, transaksi pembayaran cicilan tiap bulan serta mencari data rumah yang masih tersedia. Persoalan menjadi bertambah karena buku besar secara fisik memerlukan ruangan yang cukup besar untuk menyimpan arsip serta dokumen yang berkaitan dengan penjualan rumah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penulis membuat sistem yang dapat digunakan untuk mengolah data penjualan rumah pada PT. Wiratama Intan Mas. Dengan adanya sistem informasi penjualan rumah PT. Wiratama Intan Mas dapat mempermudah dalam pencarian data penjualan perumahan bila sewaktuwaktu diperlukan dalam melakukan pembayaran kredit bulanan bagi konsumen serta mampu mengolah data penjualan perumahan secara efektif dan efisien. Berdasarkan penjelasan tersebut diatas, maka dalam tugas akhir ini penulis akan menganalisis dan mengembangkan suatu sistem informasi yang berjudul

97

“Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Perumahan Pesona Intan(Studi Kasus di PT. Wiratama Intan Mas)”.

1.2

Identifikasi Masalah Pada sistem yang berjalan saat ini, ada beberapa masalah yang dapat

diidentifikasi. Adapun masalah tersebut diantaranya:  Proses pencatatan data konsumen, data penjualan rumah, data transaksi penjualan rumah yang dilakukan belum terotomatisasi yaitu pencatatan dilakukan pada buku agenda yang mengakibatkan terjadinya penumpukan catatan sehingga menyulitkan dalam proses rekapitulasi laporan tahunan.  Pada proses pembuatan laporan tidak dapat dilakukan dengan cepat, itu disebabkan oleh pencarian datanya yang lama, belum lagi sering terjadi kesalahan pengetikan dan proses pencetakan.

1.3

Tujuan Penelitian Adapun yang menjadi tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan

suatu sistem informasi penjualan rumah pada PT. Wiratama Intan Mas, dimana sistm yang akan dibangun dapat membantu petugas bidang administrasi dalam menghadapi kendala yang dihadapi konsumen dalam melakukan transaksi penjualan rumah dengan pihak developer dan bank.

1.4

Batasan Masalah Agar pembahasan dalam penelitian dapat terarah dan tidak menyimpang dari

permasalahan yang ada, maka penulis membatasi laporan ini sebagai bertikut: a. Peneliiti ditekankan pada pengembangan aplikasi perangkat lunak pengolahan data penjualan perumahan pesona intan. b. System yang dikembangkan pada penelitian ini merupakan system yang terintegrasi dengan system yang lain yang sudah ada sebelumnya. c. Proses pencatatan data rekap konsumen bulanan yang dilakukan secara manual pada buku agenda pemeriksaan yang mengakibatkan terjadinya penumpukan catatan sehingga menyulitkan dalam proses rekapitulasi

98

laporan tahunan rekap konsumen.Aplikasi yang dibuat berdasarkan pada aktifitas bisnis penjualan perumahan pada PT. Wiratama Intan Mas di Perumahan Pesona Intan. d. Penggunaan metode pengembangan sistem menggunakan System Development Life Cyrcle (SDLC). e. Arsitektur sistem yang digunakan berupa stand alone. f. Bahasa pemrograman yang digunakan yaitu bahasa basic dengan menggunakan interface JAVA. g. Perangkat lunak yang digunakan untuk database-nya yaitu Microsoft Access . 1.5 Metodologi Penelitian Berikut dibawah ini adalah tahapan yang dilaksanakan pada metodologi penelitian dalam penyusunan tugas akhir ini yaitu :
Start

Studi Pendahuluan

Studi Pustaka

Penyusunan Model

Metodologin Pengembangan Sistem SDLC (system Development Live Cyrcle)

Input

Proses

Output

Kesimpulan

Gambar 1.2 Langkah-langkah melakukan penelitian

99

Tabel 1.2 No 1.

Uraian metodologi penelitian Tahapan Uraian Mengamati aktvitas di tempat penelitian yaitu untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari sistem sebelumnya serta menentukan data apa saja yang akan diamati untuk dikembangkan dalam sistem yang baru.

Studi Pendahuluan

2.

Studi Pustaka

Menentukan teori yang akan diambil untuk referansi dalam pemecahan permasalahan yang akan digunakan.

3.

Penyusunan Model

Menentukan model apa yang akan digunakan untuk menyelesaikan permasalahan pada sistem yang

sebelumnya untuk dijadikan data input yang akan diproses untuk menghasilkan sebuah informasi (data output). 4. Metodologi Pengembangan Tahapan yang dikerjakan dalam memulai

pengembangan sistem informasi yang baru yaitu : - Identifikasi masalah, peluang dan tujuan, tahap ini proses pereancangan diawali dengan

mengdentifikasi masalah, peluang dan tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Adapun perangkat yang digunakan yaitu menggunakan perangkat flowmap . Menetukan syarat-syarat, tahapan ini digunakan menetapkan syarat-syarat informasi diantaranya adalah menentukan sampel, memeriksa data

mentah, wawancara, mengamati prilaku pembuat keputusan dan lingkungan instansi. Adapun

perangkat yang digunakan yaitu menggunakan perangkat flowmap dan data-data dari perusahaan yang ada.

100

Lanjutan Tabel 1.2 - Menganalisis kebutuhan sistem, tahapan ini digunakan untuk membantu penulis dalam menentukan kebutuhan. Adapun perangkat yang digunakan yaitu diagram aliran data

untuk menyusun daftar input, proses, dan output. - Merancang sistem yang akan

direkomendasikan, tahapan ini, digunakan untuk menggunakan informasi-informasi yang terkumpul sebelumnya untuk mencapai desain system informasi yang logic. Adapun

perangkat yang digunakan yaitu flowmap, Data Flow Diagram (DFD) dan Entity Relationship Diagram (ERD) Mengembangkan dan mendokumentasikan sistem yang baru. Tahapan ini, penganalisis membuat program untuk mengembangkan suatu perangkat lunak awal yang diperlukan 5. Kesimpulan Hasil (output) dari analisis yang dilakukan dengan mengembangkan sistem yang baru, untuk menunjang kegiatan sistem.

1.6 Kerangka Pemikiran Melakukan analisis sistem merupakan langkah awal dari perancangan sistem, dimana hasil analisis nantinya menentukan sistem informasi yang akan dirancang. Untuk lebih jelasnya maka akan digambarkan kerangka pemikiran dalam perancangan sistem tersebut.

101

Sistem yang berjalan
Berkas syarat - syarat KPR dll Berkas KPR Customer

Customer

Menyerahkan syarat2 KPR, uang muka dan uang kredit pada bagian administrasi

Bagian Administrasi

Arsip/ Dokumen transaksi

Gambar 1.4 Transaksi pengajuan dan pembayaran kredit rumah pada sistem yang sedang berjalan

Pada proses transaksi yang sedang berjalan sekarang, proses dimulai dari konsumen menyerahkan berkas syarat-syarat kredit seperti uang muka, biaya kredit rumah bulanan dan hal lain yang bersangkutan yang di akan catat pada buku besar. Berkas dari konsumen tersebut kemudian di periksa oleh bagian administrasi agar tidak ada syarat – syarat yang kurang. setelah diperiksa, lalu berkas tersebut ditanda tangani dan dibawa ke bagian administrasi bidang pencatatan untuk dicatat dan kemudian menjadi arsip. 

Analisis sistem yang berjalan Proses pencatatan data konsumen memerlukan waktu yang lama. Berkas transaksi rawan hilang atau rusak dan beberapa waktu kemudian bisa terjadi penumpukan arsip.

102

Perancangan sistem yang akan dibangun

Berkas syarat - syarat KPR dll Berkas KPR Customer

Customer

Menyerahkan syarat2 KPR, uang muka dan uang kredit pada bagian administrasi

Bagian Administrasi

DataBase

Gambar 1.5 Perancangan sistem yang diusulkan Pada proses pengolahan data penjualan rumah yang akan dibangun, petugas pencatat dalam hal ini bagian bidang administrasi mengisi nama akun yang telah di buat. Adapun untuk proses penyerahan berkas syarat – syarat KPR dan hal lain yang bersangkutan sama dengan sistem yang berjalan sebelumnya. Namun untuk pencatatan dan dokumentasinya sudah menggunakan komputer yang terintegrasi dengan database sehingga dapat mempercepat kerja bagian administrasi dan pengarsipan tersusun dengan rapi.

1.7 . Sistematika Penulisan Untuk menghasilkan laporan tugas akhir yang sistematis dan mudah dipahami. Berikut dijelaskan mengenai sistematika yang dipakai dalam penyusunan tugas akhir ini : BAB I PENDAHULUAN Berisi latar belakang, identifikasi masalah, tujuan penulisan, batasan masalah, metode penelitian, kerangka pemikiran dan sistematika penulisan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA Bab ini akan menjelaskan teori-teori yang relevan dan digunakan sebagai dasar acuan pembahasan yang berhubungan dengan masalah penelitian.

103

BAB III

ANALISIS SISTEM Pada bab ini, berisi tinjauan umum organisasi yang meliputi visi, misi, tujuan dan sejarah singkat dari tempat penelitian. Pada bab ini juga berisikan hasil analisis sistem yang sedang berjalan, beserta kebutuhan dan fungsinya.

BAB IV

DESAIN SISTEM Bab ini akan menjelaskan tahap-tahap pengembangan Sistem Informasi yang terdiri dari perancangan secara global dan perancangan secara terperinci dengan alat bantu Data Flow Diagram (DFD), dan Entity Relationship diagram (ERD). Serta simulasi dari perangkat lunak, selain itu akan dibahas mengenai spesifikasi perangkat keras, spesifikasi perangkat lunak,

implementasi program dan basis data BAB V KESIMPULAN DAN SARAN Berisi kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan dan merupakan hasil dari penyelesaian permasalahan serta saran-saran dari penulis yang berkaitan dengan kegiatan perancangan sistem. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN - LAMPIRAN

104

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Konsep Dasar Sistem, Informasi dan Sistem Informasi Konsep dasar sistem informasi terdiri dari teori sistem dan informasi yang didalamnya terdapat beberapa sub bab.
Sistem informasi merupakan gabungan dari “Sistem” dan “ Informasi” yang apabila di satukan mempunyai pengertian tertentu.

2.1.1 Definisi Sistem Ada beberapa teori tentang definisi sistem yang diuraikan dan diambil dari beberapa referensi yang dijadikan landasan untuk mengetahui dan memahaminya diantaranya yaitu : “Sistem adalah sebuah tatanan (keterpaduan) yang terdiri atas sejumlah komponen fungsional ( dengan satuan fungsi/tugas khusus) yang saling berhubungan dan secara bersama-sama bertujuan untuk memenuhi suatu proses/pekerjaan tertentu”, (Fathansyah, 2007) Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai berikut: “Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang saling berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.” (Mustakini, 2005). Kedua kelompok definisi ini adalah benar dan tidak bertentangan, yang berbeda adalah cara pendekatannya. Karena pada hakekatnya setiap komponen sistem, untuk dapat saling berinteraksi dan untuk dapat mencapai tujuan tertentu harus melakukan sejumlah prosedur, metode, dan cara kerja yang juga saling berinteraksi. Suatu sistem dapat terdiri atas satu atau lebih input, yang kemudian di proses menghasilkan satu atau lebih output. Input yang dimasukkan berupa data dan data output yang dihasilkan berupa informasi. Secara umum model suatu sistem dapat digambarkan sebagai berikut:

105

Gambar 2.1 Model Umum Suatu Sistem Secara Sederhana, (Amsyah, 2005). Sebagai contoh sederhana dari sistem, kita analogikan pada sebuah benda atau barang misalnya sepeda. Kalau Anda membeli sebuah sepeda tetapi tidak dengan rodanya, maka sepeda itu tidak akan berfungsi, dengan kata lain sepeda tersebut tidak dapat dikatakan suatu sistem, karena masih ada komponennya yang kurang. Dari beberapa definisi sistem diatas dapat disimpulkan bahwa sistem merupakan beberapa komponen yang saling berhubungan dan saling bekerja sama satu sama lainnya untuk mencapai suatu tujuan dan sasaran yang sama.

2.1.1.1 Karakteristik Sistem Suatu sistem mempunyai karakterisitik atau sifat- sifat tertentu, yaitu, (Mustakini, 2005): a. Komponen Sistem (Component) Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling kerjasama membentuk satu kesatuan. Komponen- komponen sistem atau elemen- elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian- bagian dari sistem. b. Batas Sistem (Boundary) Merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.

c. Lingkungan Luar Sistem (Environments)

106

Lingkungan luar (environments) dari suatu sistem adalah apapun di luar dari batas sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar system dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. d. Penghubung (Interface) Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber- sumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem yang lainnya. Keluaran (output) dari suatu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem yang lainnya dengan melalui penghubung. e. Masukan Sistem (Input) Adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) yaitu energi yang dimasukkan supaya sistem dapat beroperasi dan dapat berupa masukan sinyal (signal input) yaitu energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran. f. Keluaran Sistem (Output) Adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dari sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supra sistem. g. Pengolahan Sistem (Process) Suatu sistem dapat mempunyai bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran. h. Sasaran Sistem (Objective) Suatu sistem mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Kalau suatu sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.

107

Gambar 2.2 Karakteristik Suatu Sistem, (Mustakini, 2005).

2.1.1.2 Klasifikasi Sistem Sistem dapat diklasifikasikan melalui beberapa sudut pandang,

diantaranya, (Mustakini, 2005): a. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system). Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide- ide yang tidak tampak secara fisik, sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. b. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system). Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. c. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system). Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah diprediksi, sehingga output dari sistem dapat diramalkan. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

108

d. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system). Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Secara teoritis sistem tertutup ini ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar- benar tertutup, tetapi yang ada hanyalah relatively closed system ( secara relatif tertutup, tetapi tidak benar- benar tertutup). Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini menerima input dan menghasilkan output untuk lingkungan luar atau subsistem yang lainnya.

2.1.2 Definisi Informasi Mengetahui definisi informasi sangat penting untuk membangun sebuah sistem informasi, dimana dengan mengetahui pengertian informasi maka kita dapat membedakan antara data dan informasi. Informasi sendiri didefinisikan sebagai berikut: “Data yang sudah diolah dengan cara tertentu menjadi bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan informasi bersangkutan” (Amsyah, 2005) “Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih beruna dan lebih berarti bagi yang menerimanya”, (Mustakini, 2005) Sedangkan definisi dari data yaitu: “Keterangan tertulis mengenai suatu fakta (kenyataan) yang masih berdiri sendiri-sendiri, belum mempunyai pengertian sebaai kelompok, belum terkoordinasi satu sama lain, dan belum diolah dengan cara tertentu menjadi bentuk yang sesuai dengan keperluan penggunaan informasi bersangkutan”, (Amsyah, 2005) Dari beberapa definisi informasi dan data diatas maka dapat disimpulkan bahwa informasi merupakan hasil dari data yang diolah dan memiliki nilai yang berarti bagi yang menerimanya. Sedangkan data merupakan fakta yang belum diolah.

109

2.1.3

Penjualan

Untuk mempermudah pengendalian penjualan diperlukan suatu sistem informasi penjualan yang baik. Sistem informasi penjualan dalam tugasa akhir ini dapat disimpulkan sebagai suatu sistem yang mengolah data transaksi penjualan customer yang akan melakukan transaksi dengan perusahaan, bank dan developer. (http://ridwaniskandar.files.wordpress.com, 2010)

2.1.3.1 Definisi Penjualan Penjualan adalah suatu usaha yang terpadu untuk mengembangkan rencana-rencana strategis yang diarahkan pada usaha pemuasan kebutuhan dan keinginan, guna mendapatkan penjualan yang menghasilkan laba. Penjualan merupakan sumber hidup suatu perusahaan, karena dari penjualan dapat diperoleh laba serta usaha memikat konsumen yang diusahakan untuk mengetahui daya tarik mereka sehingga dapat mengetahui hasil produk yang dihasilkan.

(http://ridwaniskandar.files.wordpress.com, 2010) Adapun berbedaan dari fungsi dan sasaran dari penjualan yaitu http://ridwaniskandar.files.wordpress.com, 2010):

1. Fungsi Penjualan Fungsi-fungsi dari penjualan adalah: a) Mendapatkan keuntungan dari penjualan b) Menjalin rekan bisnis yang luas c) Melayani kebutuhan konsumen

2. Sasaran Penjualan Pada umumnya sasaran penjualan adalah untuk mencapai pendapatan yang seoptimal mungkin dan mencapai tingkat pendapatan yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk mencapai sasaran tersebut maka dibutuhkan perencanaan penjualan agar dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

110

2.1.4 Pengertian Perumahan Perumahan ialah bangunan atau bagiannya, termasuk halaman dan jalan keluar masuk yang dianggap perlu yang dipergunnakan oleh seseorang, perusahaan, atau badan-badan lain untuk temap tinggal dan atau keperluan lain. (http://docs.docstoc.com/orig/2010) Perumahan pula didefinisikan sebagai bagian dari lingkungan hidup diluar kawasan lindung baik berupa kawasan perkotaan maupun pedesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal hunan dan tempat kegiatan yang mendukung perkehidupan dan penghidupan. Di dalam satu unsure perumahan terdapat beberapa subunsur rumah-rumah dengan segala kemudahan fizikal seperti kedai-kedai, sekolah dan lain-lain. Di kawasan perumahan, masyarakat hidup berkelompok dan bersosialisasi antara satu sama yang lain.

(http://file.upi.edu/Direktori/2010) Perumahan tidak dapat dilihat sekedar sebagai suatu benda mati atau sarana kehidupan semata-mata, tetapi lebih dari itu, perumahan merupakan suatu proses bermukim, kehadiran manusia dalam menciptakan ruang hidup di lingkungan masyarakat dan alam sekitarnya. Perumahan (housing) adalah tempat (ruang) dengan fungsi dominan untuk tempat tinggal. Untuk pengertian secara lanjut. Perumahan dapat diartikan dari beberapa elemen dari perumahan, yaitu (http://docs.docstoc.com/orig/2010) :

Shelter ; perlindungan terhadap gangguan eksternal (alam, binatang), dan sebagainya.

 

House ; struktur bangunan untuk bertempat tinggal. Housing ; perumahan, hal hal yang terkait dengan aktivitas bertempat tinggal (membangun, menghuni).

Human settlement ; kumpulan (agregat) rumah dan kegiatan perumahan (permukiman).

Habitat ; lingkungan kehidupan (tidak sebatas manusia).

111

Dari penjelasan diatas penulis dapat menyimpulkan, syarat - syarat perumahan yang baik yaitu (http://docs.docstoc.com/orig/2010) :
a. Perumahan itu harus bersih , rapih, asri, nyaman dan aman. b. Fasilitas yang disediakan sesuai kebutuhan warga perumahan.

Untuk memenuhi salah satu kebutuhan pokok yaitu perumahan, PT. Wiratama Intan Mas .

2.1.5

Siklus Informasi Data menurut yang merupakan bentuk yang masih mentah apabila tidak

diolah maka data tersebut tidak akan berguna. Data tersebut akan berguna dan menghasilkan suatu informasi apabila diolah melalui suatu model. Model yang digunakan untuk mengolah data tersebut dinamakan dengan model pengolahan data atau lebih dikenal dengan nama siklus pengolahan data menjadi informasi. (Mustakini, 2005). Proses( Model )

Input ( Data ) Dasar Data Data (Ditangkap)

Output (Information)

Penerima

Hasil Tindakan

Keputusan Tindakan

Gambar 2.3 Siklus Informasi, * Sumber : Analisis dan Desain, (Mustakini, 2005).

Dari gambar di atas dapat diperoleh penjelasan yakni data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi

112

tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali. Data tersebut akan ditangkap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan seterusnya membentuk suatu siklus.

2.1.6

Kualitas Informasi Kulitas dari informasi (quality of information) tergantung dari tiga hal,

(Mustakini, 2005): a. Akurat, berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan, harus jelas mencerminkan maksudnya. b. Tepat pada waktunya, berarti informasi yang datang pada penerima harus tepat pada waktu atau tidak boleh terlambat, karena informasi yang telah usang tidak akan bernilai lagi, dan informasi merupakan landasan didalam pengambil keputusan. c. Relevan, berarti informasi mempunyai manfaat untuk pemakainya John Burch dan Gary Grudnitski menggambarkan kualitas dari informasi dengan bentuk bangunan yang ditunjang oleh tiga buah pilar, seperti terlihat pada gambar berikut:

Gambar 2.4 Pilar Kualitas Informasi, (Hartono,2005).

2.1.7

Definisi Sistem Informasi

113

Sistem Informasi dapat didefinisikan sebagai berikut : “ Sistem Informasi yaitu suatu rangkaian informasi yang didalamnya terdapat bagian-bagian yang berhubungan dan saling berketergantungan satu sama lain, mulai dari bagian yang besar ke bagian yang terkecil, yaitu dari sub, subsub dan seterusnya sampai yang terkecil “,(Amsyah, 2005) “Sistem Informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan”,(Mustakini, 2005) Sistem informasi merupakan suatu sistem yang saling berhubungan satu sama lain dan bertujuan untuk menyediakan informasi dalam mendukung operasi, manajemen dan fungsi pengambilan keputusan pada suatu organisasi.

2.1.8

Komponen Sistem Informasi Komponen – komponen merupakan bagian dari suatu sistem yang saling

berhubungan dan berinteraksi satu sama lainnya dengan tujuan untuk mencapai sasaran yang sama. Sistem informasi sendiri memiliki komponen–komponen sebagai pendukungnya, dimana komponen–komponen tersebut diantaranya adalah sebagai berikut (Mustakini, 2005) : 1. Blok Masukan yaitu input yang mewakili data yang masuk ke dalam sistem informasi termasuk metode dan media untuk mendapatkan data yang akan dimasukan yang berupa dokumen-dokumen dasar. 2. Blok Model yaitu kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan. 3. Blok keluaran yaitu informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua pemakai sistem dan manajemen. 4. Blok Teknologi yaitu alat yang digunakan untuk menerima input, menyimpan dan mengakses data serta menghasilkan keluaran yang diinginkan. 5. Blok Basis Data yaitu basis data yang digunakan dan disimpan untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut dimana berisi data-data yang diorganisasikan sedemikian rupa agar informasi yang dihasilkan berkualitas.

114

6. Blok kendali yaitu pengendalian pada perusahaan untuk mencegah hal-hal yang dapat merusak sistem atau bila ada kesalahan-kesalahan dapat langsung diatasi.

2.2

Analisis Dan Desain Sistem Analisis dan desain sistem terdiri dari teori analisis sistem dan desain

sistem yang didalamnya terdapat beberapa sub bab.

2.2.1

Analisis Sistem Analisis sistem merupakan suatu kegiatan penguraian komponen-

komponen sistem secara detail yang bertujuan untuk mengetahui dan memahami kinerja dari sistem dan mampu mengidentifikasi permasalahan-permasalahan pada sistem tersebut. Analisis sistem dilakukan sebelum melakukan desaign sistem. Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting, karena kesalahan didalam tahap ini akan menyebabkan juga kesalahan di tahap selanjutnya. Analisis sistem dapat di definisikan sebagai berikut: “ Penguraian dari suatu sistem informasi yan utuh ke dalam bagian-bagian komponennya denan maksud untuk menidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan keutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehinga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya “.( Mustakini, 2005) Di dalam tahap analisis sistem terdapat langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem yaitu (Mustakini, 2005) : 1. Identify, yaitu mengidentifikasi masalah. 2. Understand, yaitu memahami kerja dari sistem yang ada 3. Analyze, yaitu menganalisis sistem 4. Report, yaitu membuat laporan hasil analisis.

2.2.2

Desain Sistem Desain sistem merupakan tahap yang dilakukan setelah melakukan analisis

sistem, dimana pada tahap ini komponen-komponen yang dihasilkan dari analisis sistem akan dibuat menjadi sebuah sistem. Adapun beberapa definisi dari desain

115

sistem diantaranya (Mustakini, 2005) : 1. Menurut Burch & Grudnitski dalam Mustakini (2005) menyatakan bahwa : “ Desain sistem dapat didefinisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi “,

2. Menurut Scott dalam Mustakini (2005) menyatakan bahwa : “ Desain sistem menentukan bagaimana suatu sistem akan menyelesaikan apa yang mesti di selesaikan, tahap ini menyangkut mengkonfigurasikan dari komponen-komponen perangkat lunak dan perankat perangkat keras dari suatu sistem sehingga setelah instalasi dari sistem akan benar-benar memuaskan rancang bangun yang telah di tetapkan pada akhit tahap analisis sistem “.

Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu sebaai berikut ( Mustakini, 2005) : 1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem 2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram computer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.

Untuk mencapai tujuan ini, analis sistem harus dapat mencapai sasaransasaran sebagai berikut (Mustakini, 2005) : 1. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah digunakan. 2. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaaan sesuai dengan yang telah didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan pada tahap analisis sistem 3. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung pengolahan transaksi 4. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terperinci untuk masing-masing komponen dari sistem informasi.

116

2.2.2.1 Desain Input Input memulai arus data melalui sebuah sistem, seperti komponen perancangan sistem lainnya, rancangan input harus direncanakan dan

dilaksanakan dengan hati- hati untuk mengkonversikan data mentah (input) ke dalam informasi yang dapat digunakan (output). Kegiatan yang dilakukan pada desain input ( Mustakini, 2005): 1. Menentukan kebutuhan- kebutuhan input dari sistem informasi, menentukan media pemasukan dan pengaturan format data ketika dimasukan dalam media tersebut 2. Mendefinisikan data yang akan dicatat atau dikirim 3. Merancang antar muka dalam proses pemasukan data

2.2.2.2 Desain Output Tujuan dari desain output adalah untuk mengubah tumpukan data menjadi informasi yang berkualitas dan dapat dipergunakan. Sasaran sesungguhnya bukan untuk menghasilkan data , bahkan juga bukan informasi, melainkan menghasilkan pengambilan keputusan yang tepat. Kegiatan dari desain output adalah sebagai berikut ( Mustakini, 2005): 1. Menentukan kebutuhan input dari sistem informasi 2. Menentukan parameter dari output, yang meliputi:    Bentuk output Format output Media yang digunakan

2.3

Pengembangan Perangkat Lunak Pengembangan perangkat lunak merupakan suatu kegiatan yang

117

membutuhkan proses yang cukup lama. Untuk pengembangkan perangkat lunak ini diperlukan suatu pendekatan ataupun metodologi , dimana metodologi ini terdiri dari beberapa tahap yang menggambarkan bagaimana langkah awal untuk mengembangkan perangkat lunak, lalu ke tahap berikutnya sampai ke tahap akhir tujuan. Tujuan dari penggunaan metodologi yaitu untuk membantu dalam mengembangkan sistem. Dalam pengembangan sistem ini metodologi yang digunakan yaitu Sistem Development Life Cycle (SDLC). Tahapan-tahapan dari SDLC disajikan dibawah berikut ini (Kendall & Kendall, 2006) :

Gambar 2.5 : Tahapan SDLC (Kendall & Kendall, 2006)

1.

Mengidentifikasi Masalah, Peluang dan Tujuan. Pada tahap ini penganalisis mengidentifikasi masalah, peluang, dan tujuan-

tujuan yang hendak dicapai. Tahap pertama ini penganalisis melihat apa yang terjadi didalam bisnis sehingga dapat menentukan permasalahan-permasalah yang ada dengan tepat. Kemuian penganalisis mengidentifikasi peluang untuk pengembangan sistem melalui penggunaan sistem informasi terkomputerisasi dan pada tahap ini juga dilakukan identifikasi tujuan dari pengembangan sistem informasi. 2. Menentukan Syarat-syarat Informasi

118

Tahap ini lebih ditekankan untuk memahami informasi apa yang dibutuhkan pemakai agar bisa ditampilkan dalam pekerjaan. Juga mengetahui detil fungsi-fungsi dalam sistem termasuk mengetahui siapa saja yang terlibat, kegiatan apa saja yang ada, lingkungan kerja yang mana, waktu yang diperlukan serta bagaimana mekanisme atau prosedur yang berlaku. 3. Menganalisis Kebutuhan Sistem. Pada tahap analisis kebutuhan sistem ini dilakukan penguraian suatu sistem informasi yang utuh dan ke dalam komponen-komponennya untuk

mengidentifikasi

mengevaluasi

permasalahan-permasalahan,

peluang-

peluang, maupun hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Tahapan analisis kebutuhan dari segi kelemahan dan kelebihan adalah menganalisis proses yang dilakukan, data yang dimasukkan, diolah dan dihasilkan dari sistem lama. Kemudian dijadikan dasar pengembangan model pada sistem baru. 4. Merancang Sistem yang Direkomendasikan. Dalam tahap perancangan sistem ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas dari rancang bangun yang lengkap. Terdapat dua bagian dalam perancangan sistem, yaitu rancangan sistem secara umum atau desain makro dan rancangan sistem secara terperinci atau rancangan fisik. Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini meliputi:
a. Desain model dari sistem informasi yang akan dikembangkan, yaitu rancangan fisik yang digambarkan dari bagan alir sistem (flowchart sistem) dan rancangan model logis berupa diagram arus data (DAD). b. Desain output adalah keluaran dari sistem informasi yang dapat dilihat, dapat berupa tampilan dilayar, kertas laporan dan sebagainya. c. Desain input yang perlu didesain secara rinci dari input adalah bentuk dari dokumen dasar yang digunakan dan bentuk tampilan dari input di alat input. Kegiatan dari desain input ini adalah menentukan kebutuhan dari sistem yang baru dan menentukan bentuk, sumber, alat serta periode dari input. d. Desain basis data ini adalah mengintegrasikan kumpulan dari data yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya dan membuatnya tersedia untuk

119

aplikasi yang bermacam-macam di dalam suatu organisasi, yang terdiri dari beberapa file yang diperlukan dalam suatu proses pengolahan data. e. Desain teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu pengendalian sistem secara keseluruhan. Teknologi ini perlu dirancang untuk menyesuaikan dengan sistem informasi yang akan digunakan dengan memperhatikan tiga hal pokok, yaitu perangkat keras, perangkat lunak dan teknisi.

5.

Mengembangkan dan Mendokumentasikan Perangkat Lunak. Tahap ini, merupakan tahap mengembangkan perangkat lunak awal yang diperlukan dan untuk mengembangkan dokumentasi perangkat lunak yang efektif. Tahap ini sangat penting untuk pengembangan sistem yang lebih baik sesuai dengan yang diinginkan.

6.

Menguji dan Mempertahankan Sistem. Sebelum sistem informasi dapat digunakan, maka harus dilakukan pengujian terlebih dahulu. Pengujian dilakukan untuk mengurangi waktu perancangan sistem yang akan dikembangkan.

7.

Mengimplementasikan dan Mengevaluasi Sistem. Implementasi sistem dilakukan setelah rancangan selesai dan melakukan evaluasi untuk revisi dengan segera terhadap sistem untuk memastikan kesesuaian dengan kebutuhan. Evaluasi diharapkan bahwa sistem baru lebih efisien operasionalnya dan efektif dalam pencapaian tujuan dan lebih mudah digunakan.

2.4

Pemodelan Sistem

Pemodelan sistem terdiri dari beberapa teori, diantaranya (Mustakini, 2005): 1. Struktur Organisasi 2. Data Flow Diagram 3. Kamus Data 4. Struktur Data 2.4.1 Struktur Organisasi

120

Struktur bisa dikatakan bagan atau bagian- bagian yang sedemikian rupa sehingga menjadi satu kesatuan yang utuh. Dimana setiap bagian tersebut mempunyai tugas dan fungsinya masing- masing. Sedangkan organisasi adalah sistem yang saling mempengaruhi antara orang dalam kelompok untuk mencapai suatu tujuan tertentu yang sama. Tujuan organisasi secara keseluruhan tidak mungkin dijalankan oleh seorang tertentu saja. Salah satu aspek pengorganisasian adalah menetapkan departemen-departemen. Dengan demikian, suatu struktur organisasi dapat menunjukkan bagaimana departemen- departemen di dalam organisasi dikoordinasikan bersama-sama melalui suatu jalur wewenang dan tanggung jawab. Dengan kata lain, struktur organisasi adalah penggambaran secara grafik yang menggambarkan struktur kerja dari masing- masing departemen. Berikut contoh bagan atau struktur organisasi dalam sebuah organisasi:

Gambar 2.6 Contoh Struktur Organisasi, (Mustakini, 2005). 2.4.2 Data Flow Diagram (DFD)

Diagram Aliran Data (DAD) dapat didefinisikan sebagai berikut: “Data Flow Diagram (DFD) atau diagram alir data adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar daru sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut.” (Kristanto, 2008) DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa

mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya lewat telepon) atau dimana data tersebut akan disimpan. Kelebihan utama

121

pendekatan aliran data, yaitu (Kristanto, 2008) : 1. Kebebasan dari menjalankan implementasi teknis sistem. 2. Pemahaman lebih jauh mengenai keterkaitan satu sama lain dalam sistem dan subsistem. 3. Mengkomunikasikan pengetahuan sistem yang ada dengan pengguna melalui diagram aliran data. 4. Menganalisis sistem yang diajukan untuk menentukan apakah data- data dan proses yang diperlukan sudah ditetapkan.

Disamping itu DFD juga memiliki beberapa keunggulan diantaranya : Kejadian yang digambarkan melalui DFD mudah untuk di pahami. Simbol yang digunakan sederhana DFD dapat dipecah-pecah menjadi beberapa level untuk memberikan kemudahan kepada pemakai agar kejadian yang digambarkan dapat rinci dan jelas. Adapun teknik dan simbol-simbol yang sering digunakan dalam Data Flow Diagram (DFD) yaitu (Kristanto,2008) : Tabel 2.1 : Simbol Pada DFD dengan Teknik Gane / Sarson (Kristanto, 2008) No 1. Simbol Keterangan Terminal / Entity luar = kesatuan antar sistem 2. Aliran Data = dipakai untuk menunjukan aliran data dari satu proses ke proses lainnya. 3. Proses = sistem yang mentranformasikan input data menjadi output data . Lanjutan Tabel 2.1 4. Data Store = merupakan sarana yang menunjukan

digunakan untuk menyimpan data.

122

*Sumber : Amsyah, 2005.

Tabel 2.2 : Simbol Pada DFD dengan Teknik Yourdon / De Marco (Kristanto, 2008) No 1. Simbol Keterangan Terminal / Entity luar = kesatuan antar sistem menunjukan

2.

Aliran Data = dipakai untuk menunjukan aliran data dari satu proses ke proses lainnya. Proses = sistem yang mentranformasikan input data menjadi output data . Data Store = merupakan sarana digunakan untuk menyimpan data. yang

3.

4.

*Sumber : Amsyah, 2005.

DAD merupakan alat untuk structured analysis. Pendekatan terstruktur ini mencoba untuk menggambarkan sistem pertama kali secara garis besar dan memecah-mecahnya menjadi bagian yang lebih terinci dengan tingkatan-tingkatan yang sudah ditentukan. Adapun tingkatan-tingkatan dari suatu DFD adalah sebagai berikut (Kendall & Kendall, 2006) : 1. Diagram Konteks
Diagram konteks adalah tingkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan. Proses tersebut diberi nomor nol. Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran data–aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram tersebut tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan, begitu entitas- entitas eksternal serta aliran data–aliran data menuju dan dari sistem diketahui penganalisis dari wawancara dengan pengguna dan sebagai hasil analisis dokumen.

123

2. Diagram Level 0
Diagram 0 adalah pengembangan diagram konteks dan bisa mencakup sampai sembilan proses. Memasukkan lebih banyak proses pada level ini akan terjadi suatu diagram yang sulit dipahami. Setiap proses diberi nomor bilangan bulat, umumnya dimulai dari sudut sebelah kiri atas diagram dan mengarah ke sudut sebelah kanan bawah. Penyimpanan data – penyimpanan data utama dari sistem dan semua entitas eksternal dimasukkan kedalam diagram 0.

3. Diagram Level n Diagram level n adalah hasil dekomposisi dari diagram level 0. Diagram level n menjelaskan proses secara lebih terperinci. Diagram level 1

merupakan turunan langsung dari diagram level 0 artinya diagram level 1 berada satu tingkat lebih rendah dari diagram level 0. Apabila diagram level 1 ini di uraikan lagi, maka akan terbentuk diagram level 2 dan seterusnya.

Dalam pembuatan DFD (Data Flow Diagram), beberapa hal penting lainnya adalah sebagai berikut, (Kristanto, 2008): 1. Komponen Proses Komponen proses memperlihatkan atau menggambarkan transformasi input menjadi output. Ada 4 (empat) kemungkinan yang dapat terjadi dalam proses sehubungan dengan input dan output seperti terlihat pada gambar di bawah ini:

124

Gambar 2.7 Kemungkinan Pada Proses DFD, (Kristanto 2008). Hal-hal yang perlu diperhatikan tentang proses: a. Proses harus memiliki input dan output. b. Proses dapat dihubungkan dengan komponen terminator, data store atau proses melalui alur data. Kesalahan-kesalahan proses pada DFD adalah: a. Proses mempunyai input tetapi tidak menghasilkan output. b. Proses menghasilkan output tetapi tidak pernah menerima input. 2. Komponen Penyimpanan Data (Data Store) Komponen ini digunakan untuk membuat model sekumpulan paket data dan diberi nama dengan kata benda bersifat jamak. Yang perlu diperhatikan tentang data store adalah: a. Alur data dari proses menuju data store, hal ini berarti data store berfungsi sebagai tujuan/ tempat penyimpanan dari suatu proses (proses write). b. Alur data dari data store ke proses, hal ini berarti data store berfungsi sebagai sumber atau proses yang memerlukan data (proses read). c. Alur data dari proses menuju data store dan sebaliknya berarti berfungsi sebagai sumber dan tujuan (proses update).

125

Gambar 2.8 Kemungkinan Penyimpanan Data, (Kristanto, 2008). 3. Komponen Alur Data (Data Flow) Alur data digunakan untuk menerangkan perpindahan data atau paket data dari satu bagian ke bagian lainnya. Alur data dapat berupa kata, pesan, formulir ataupun informasi. Ada 4 (empat) konsep tentang alur data yang diantaranya: a. Packets of Data apabila ada 2 data/ lebih yang mengalir dari 1 sumber yang sama menuju pada tujuan yang sama dan mempunyai hubungan digambarkan dgn 1 alur data. b. Diverging Data Flow apabila ada sejumlah paket data yang berasal dari

sumber yang sama menuju pada tujuan yang berbeda atau paket data yang kompleks dibagi menjadi beberapa elemen data yang dikirim ke tujuan yang berbeda. c. Converging Data Flow apabila ada beberapa alur data yang berbeda sumber menuju ke tujuan yang sama. d. Sumber dan Tujuan arus data harus dihubungkan pada proses, baik dari

maupun yang menuju proses.

2.4.3 Kamus Data Definisi kamus data sebagai berikut : “ Kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi ”, (Mustakini, 2005)
Setelah tingkatan diagram aliran data berturut- turut dilengkapi, penganalisis sistem menggunakannya untuk membuat katalog prosesproses, aliran, simpanan,

126

struktur dan elemen- elemen data dalam suatu kamus data. Kamus data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus- kamus yang digunakan sebagai referensi kehidupan setiap hari.

Berkaitan dengan system informasi, kamus data adalah katalog fakta tentang data dan kebutuhan informasi dari suatu sistem informasi. Dengan menggunakan kamus data, analis sistem dapat mendefinisikan data yang mengalir di sistem dengan lengkap. Kamus data dibuat pada tahap analisis sistem dan digunakan baik pada tahap analisis maupun pada tahap perancangan sistem. Pada tahap analisis, kamus data dapat digunakan sebagai alat komunikasi antara analisis sistem dengan pemakai sistem tentang data yang mengalir di sistem, yaitu tentang data yang masuk ke sistem dan tentang informasi yang dibutuhkan oleh pemakai sistem. Kamus data dibuat berdasarkan arus data yang ada di DFD. Arus data di DFD sifatnya adalah global, hanya ditunjukkan nama arus datanya saja. Keterangan lebih lebih lanjut tentang struktur dari suatu arus data di DFD secara lebih terperinci dapat dilihat di kamus data. Untuk maksud keperluan ini, maka kamus data harus memuat hal- hal berikut di bawah ini, (Kendal & Kendal, 2006): 1. Nama arus data Karena kamus data dibuat berdasarkan arus data yang mengalir di DFD, maka nama arus data juga harus dicatat di kamus data, sehingga mereka ang membaca DFD dan memerlukan penjelasan lebih lanjut tentang arus data tertentu di DFD dapat langsung mencarinya dengan mudah di kamus data.

2. Alias Alias atau nama lain dari data dapat dituliskan bila nama lain ini ada. Alias perlu ditulis karena data yang sama mempunyai nama yang berbeda untuk orang atau departemen satu dengan yang lainnya.

3. Bentuk data Telah diketahui bahwa arus data dapat mengalir :

127

- dari kesatuan luar ke suatu proses; - dari hasil suatu proses ke kesatuan luar; - dari hasil suatu proses ke proses yang lain; - dari hasil suatu proses yang direkamkan ke simpanan data; dan - dari simpanan data dibaca oleh suatu proses. Maka, dengan demikian bentuk dari data yang mengalir dapat berupa : - laporan dasar atau formulir; - dokumen hasil cetakan komputer; - laporan tercetak; - tampilan di layar monitor; - variabel; - parameter; dan - field. Bentuk dari data ini perlu dicatat di kamus data, karena dapat digunakan untuk mengelompokkan kamus data ke dalam kegunaannya sewaktu perancangan sistem. 4. Arus data Arus data menunjukkan dari mana data mengalir dan ke mana data akan menuju. Keterangan arus data ini perlu dicatat di kamus data supaya memudahkan mencari arus data ini di DFD.

5. Penjelasan Untuk lebih memperjelas lagi tentang makna dari arus data yang dicatat di kamus data, maka bagian penjelasan dapat diisi dengan keterangan- keterangan tentang arus data tersebut. 6. Periode Periode ini menunjukkan kapan terjadinya arus data ini. Periode perlu dicatat di kamus data karena dapat digunakan untuk mengidentifikasikan kapan

128

input data harus dimasukkan ke sistem, kapan proses harus dilakukan dan kapan laporan- laporan harus dihasilkan.

7. Volume Volume yang perlu dicatat di kamus data adalah tentang volume ratarata dan volume puncak dari arus data. Volume rata- rata menunjukkan banyaknya rata- rata arus data yang mengalir dalam satu periode tertentu dan volume puncak menunjukkan volume yang terbanyak. Volume ini digunakan untuk

mengidentifikasikan besarnya simpanan luar yang akan digunakan dan jumlah dari alat input, alat pemroses dan alat output.

8. Struktur data Struktur data menunjukkan data yang dicatat di kamus data terdiri dari beberapa item data. Selanjutnya struktur data yang ada pada data flow dan data store terletak pada level kedua atau middle level. Di sini struktur data dianggap sebagai record data. Yang terakhir adalah data element yang terletak pada level terendah, karena data element merupakan bagian dari struktur data. Di sini data element dianggap sebagai field. (Mustakini, 2005)

2.4.4 Struktur Data Struktur dari data terdiri dari elemen- elemen data yang disebut dengan item data, sehingga secara prinsip struktur dari data ini dapat digambarkan dengan menyebutkan nama dari item- item datanya. Nama dari item data saja yang dicatat di kamus data tidaklah cukup, masih diperlukan informasi lain dari struktur data tersebut, seperti misalnya informasi tentang apakah item data tersebut pasti ada atau hanya bersifat optional ( dapat ada atau dapat tidak ada ). Biasanya untuk menunjukkan informasi – informasi tambahan ini di kamus data dipergunakan notasi- notasi aljabar sebagai berikut: Tabel 2.3 Notasi yang digunakan pada kamus data, (Mustakini, 2005). Notasi = Arti Terbentuk dari (is composed) atau terdiri dari (consist of) atau sama dengan (equivalent of)

129

+ [] | M{ }M () * 2.5

AND Salah satu dari (memilih salah satu dari elemen-elemen data di dalam kurungan bracket ini) Sama dengan symbol [] Iterasi (elemen data di dalam kurungan brace beriterasi mulai minimum N kali dan maksimum M kali) Optional (elemen data di dalam kurung parenthesis sifatnya optimal, dapat ada atau dapat tidak ada) Keterangan setelah tanda ini adalah komentar

Basis Data Basis Data terdiri atas 2 kata, yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih

dapat diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang atau berkumpul. Sedangkan Data adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek yang di rekam dalam bentuk angka, huruf, symbol, teks, gambar, bunyi atau kombinasinya. Basis Data sendiri dapat didefinisikan dalam sejumlah sudut pandang seperti (Fathansyah, 2007) : 1. Himpunan kelompok data (arsip) yang saling berhubungan yang diorganisasi sedemikian rupa agar kelak dapat dimanfaatkan kembali dengan cepat dan mudah. 2. Kumpulan data yang saling berhubungan yang disimpan secara bersama sedemikian rupa dan tanpa pengulangan (redudansi) yang tidak perlu, untuk memenuhi berbagai kebutuhan. 3. Kumpulan file/ table/ arsip yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis. Di dalam sebuah disk beberapa atau satu basis data dapat dibuat dan pada sebuah basis data, kita dapat menempatkan satu atau lebih file/tabel. Data disimpan atau ditempatkan sesungguhnya didalam file/tabel yang telah dibuat. Basis data tidak mempunyai nilai manfaatnya jika tidak ada pengelola atau penggeraknya. Pengelola dan penggeraknya secara langsung yaitu

aplikasi/program. Gabungan keduanya menghasilkan sebuah sistem basis data. DBMS merupakan perantara bagi pemakai dengan basis data dalam disk. Cara berinteraksi/ berkomunikasi antara pemakai dan basis data tersebut diatur dalam

130

suatu bahasa khusus yaitu bahasa basis data. Sebuah bahasa basis data dapat dipilah kedalam 2 bentuk yaitu : 1. Data Definition Language (DDL) 2. Data Manipulation Language (DML)

2.5.1

Diagram Entity-Relationship (Diagram E-R) Model Entity Relationship merupakan suatu bentuk model yang didasarkan

pada persepsi dunia nyata dengan menggambarkan sekumpulan objek. Adapun objek yang dimaksud adalah, (Kristanto, 2008): - Entitas (entity) Entitas (entity) adalah individu yang mewakili sesuatu yang nyata yang dapat dibedakan satu dengan lainnya dengan sifat- sifatnya. Himpunan entitas adalah kumpulan entitas yang mempunyai sifat atau karakteristik yang sama. - Relasi (relationship) Relasi (relationship) adalah asosiasi atau keterhubungan yang

menunjukkan adanya suatu hubungan antara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Himpunan relasi merupakan kumpulan semua relasi yang terbentuk. - Atribut (property) Atribut adalah properti atau ciri atau karakteristik dari tipe entitas yang dipentingkan di satu sistem/ organisasi. Setiap atribut entitas menspesifikasikan properti tertentu dari entitas. - Konstrain- konstrain integritas Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan suatu bentuk diagram yang menggambarkan model Entity-Relationship yang berisi komponenkomponen himpunan entitas atau himpunan relasi yang masing- masing dilengkapi dengan atribut- atribut yang mempresentasikan seluruh fakta dari „dunia nyata‟ yang dicermati. Notasi-notasi simbolik didalam Diagram E-R dapat dilihat pada table dibawah ini (Fathansyah, 2007) :

Tabel 2.4 : Simbol-simbol Pada ERD

131

Simbol

Keterangan
Entitas = Adalah suatu objek yang ada pada dunia nyata

dan dapat dibedakan dari objek lainnya yang di definisikan secara unik. Relationship = Adalah Hubungan yang terjadi antara satu entitas atau lebih dan digambarkan dengan suatu prisma yang diberi label berbentuk kata kerja. Elips = Adalah menyatakan atribut.

Connection (link) = Yaitu garis penghubung antara himpunan relasi dengan himpunan entitas dengan atribut. * Sumber : Fathansyah (2007).
2.5.2 Kardinalitas Relasi

Dalam ERD hubungan (relasi) dapat terdiri dari sejumlah entitas yang disebut dengan derajad relasi. Derajat relasi ini menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas yang lain. Ada 4 derajat relasi yang terdiri dari (Fathansyah, 2007) : 1. Satu ke Satu (One to One) Dalam relasi satu ke satu, setiap record dalam tabel A berhubungan paling banyak dengan satu record pada tabel B, dan begitu juga sebaliknya. Jenis relasi ini tidak umum, karena sebenarnya tabel A dan tabel B dapat digabungkan menjadi satu tabel. Contoh : Adanya relasi antara himpunan entitas Dosen dengan himpunan entitas Jurusan. Himpunan relasinya yaitu „Mengepalai‟. Pada relasi ini, setiap dosen paling banyak mengepalai satu jurusan.
1 Dosen
Mengepalai

1
Jurusan

132

Gambar 2.9 Contoh relasi One to One. (Fathansyah, 2007)

2. Satu ke Banyak ( One to Many) Relasi One to Many atau relasi satu ke banyak adalah bentuk relasi yang paling umum. Dalam relasi satu ke banyak , sebuah record dari tabel A berhubungan dengan banyak record pada tabel B,. Namun sebuah record dalam tabel B berhubungan dengan paling banyak dengan satu record pada tabel A. Contoh : Adanya relasi antara himpunan entitas Dosen dengan himpunan entitas Kuliah. Himpunan relasinya yaitu „ Mengejar‟. Pada relasi ini, setiap dosen dapat megajar lebih dari satu mata kuliah, sedangkan setiap mata kuliah diajar hanya oleh paling banyak satu dosen.
1 Dosen
Mengajar

N
Kuliah

Gambar 2.10 Contoh relasi One to Many. (Fathansyah, 2007)

3. Banyak ke Banyak (Many to Many) Dalam relasi banyak ke banyak, sebuah record dalam tabel Adapat berhubungan dengan banyak record pada tabel B dan sebaliknya. Jenis relasi ini hanya memungkinkan jika kita mendefinisikan tabel baru sebagai perantara. Contoh : Adanya relasi antara himpunan entitas Mahasiswa dengan himpunan entitas Kuliah. Himpuna relasinya yaitu „Mempelajari‟. Pasa relasi ini, setiap mahasiawa dapat mempelajari lebih dari satu mata kuliah.
N
Mahasiswa
mempelajari

N
Kuliah

Gambar 2.11 Contoh relasi Many to Many. (Fathansyah, 2007)

2.5.3

Normalisasi

133

Normalisasi sendiri merupakan cara pendekatan lain dalam membangun desain logic basis data relational yang tidak secara langsung berkaitan dengan model data, tetapi dengan menerapkan sejumlah aturan dan kriteria standar untuk menghasilkan struktur table yang normal. Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut : (Kristanto, 2008)

1. Bentuk tidak normal (UnNormalized Form) Suatu bentuk dimana semua data dikumpulkan apa adanya tanpa mengikuti aturan-aturan tertentu. Bias jadi data yang akan dikumpulkan akan tidak lengkap dan terjadi duplikasi data. 2. Bentuk normal kesatu (1NF atau First Normal Form) Suatu bentuk dimana data yang dikumpulkan menjadi satu field yang sifatnya tidak akan berulang dan tiap field hanya mempunyai satu pengertian. Contoh : MAHASISWA (No_mhs, Nama_mhs, Nama_PA, Nama_MK1, Nama_MK2), bentuk tersebutbukan merupakan normal pertama karena dalam file gtersebut mahasiswa yang mempunyai nomer mahasiswa, nama mahasiswa, dan nama PA mengambil 2 mata kuliah. Sehingga terjadi perulanagn nama mata kuliah 2 kali.

2.5 Table MAHASISWA No_mhs 22931088 22931-90 Nama_mhs Andi Fendy Nama_PA Amir Susi Nama_MK1 Kalkulus Matematika Nama_MK2 Fisika Statistik

Berikut bentuk normal pertamanya : 2.6 Table MAHASISWA No_mhs 22931088 Nama_mhs Andi Nama_PA Amir Nama_MK1 Kalkulus

134

22931088 22931-90 22931-90

Andi Fendy Fendy

Amir Susi Susi

Fisika Matematika Statistik

*(Sumber : Kristanto, 2008). 3. Bentuk normal kedua (2NF atau Second Normal Form) Suatu bentuk yang memenuhi syarat-syarat yaitu ; (Kristanto, 2008)
 

Sudah memenuhi bentuk normal pertama Field yang bukan kunci tergantung secara fungsi pada kunci primer.

Contoh : Dari contoh file MAHASISWA diatas, dapat dilihat bahwa kunci primer adalah field No_mhs, field Nama_mhs dan field Nama_PA tergantung pada field No_mhs. Sedangkan field Nama_MK1 dan field Nama_MK2 tidak tergantung pada field No_mhs sehingga isa dipecah menjadi file yang lain misalnya file AMBILMK. Sehingga bentuk normal kedua yaitu : 2.7 Tabel MAHSISWA No_mhs Nama_mhs Nama_PA Amir Susi 2.8 Tabel AMBILMK No_mhs 22931088 22931-90 22931088 22931-90 (Sumber : Kristanto, 2008). Nama_MK1 Kalkulus Matematika Kalkulus Matematika

22931088 Andi 22931-90 Fendy

4. Bentuk normal ketiga (3NF atau Third Normal Form) Suatu bentuk yang memenuhi syarat-syarat yaitu ;
  Relasi antar file sydah merupakan bentuk normak kedua Field yang bukan kunci tergantung secara fungsi pada kunci primer.

Contoh

file MAHSISWA dan file AMBIKMK sudah merupakan bentuk

normal ketiga karena seluruh field yang bukan merupakan kunci sudah tergantung pada field kunci yaitu kunci primer. (Kristanto, 2008) 5. Boyce-Codd Normal Form (BCNF)

135

Boyce-Codd normal form mempunyai paksaan yang lebih kuat dari bentuk normal ketiga. Untuk menjadi BCNF, relasi harus dalam bentuk normal kesatu dan setiap atribut harus bergantung fungsi pada atribut superkey.
(Kristanto, 2008 ).

2.5.4

Flowmap Bagan alir Flowmap dapat didefinisikan sebagai berikut :

“Flowmap (Block Chart) berfungsi untuk memodelkan masukan, keluaran, proses maupun transaksi dengan menggunakan simbol-simbol tertentu. Pembuatan Flowmap harus memudahkan bagi pemakai dalam memahami alur dari sistem atau transaksi”, (Kristanto. 2008) Adapun simbol-simbol yang digunakan dalam bagan alir sistem dapat dilihat pada tabel dibawah ini (Amsyah, 2005) :

Tabel 2.9 Simbol Simbol dan Keterangan Pada Flowmap Simbol Keterangan Terminasi yang menandakan awal atau akhir dari suatu proses Menunjukan dokumen input dan output baik untuk proses manual mekanik atau komputer Menunjukkan pekerjaan manual Menunjukkan dokumen input dan output baik untuk proses manual mekanik atau komputer

Pengarsipan Data Menunjukkan Keputusan Data penyimpanan (Data Storage)

136

Proses apa saja yang tidak terdefiniskan aktifitas fisik Terminasi yang mewakili symbol tertentu untuk digunakan pada aliran lain halaman yang sama Layar Peraga (monitor) Pemasukan data secara manual Menunjukkan multi dokumen *Sumber : Amsyah, 2005.

2.5.5

SQL (Structured Query Language) Sistem basis data komersial menghendaki adanya sebuah bahasa query

yang lebih user-friendly. Oleh karena itu dikenal SQL sebagai bahasa query yang marketable. SQL menggunakan kombinasi aljabar relasional & kalkulus relasional. Meskipun SQL adalah bahasa query, namun SQL mempunyai banyak kemampuan lain disamping melakukan query terhadap basis data. SQL mempunyai kemampuan untuk mendefinisikan struktur data, modifikasi data dalam basis data dan menentukan konstrain sekuriti. SQL merupakan bahasa basis data relasional standard. Terdapat macam-macam versi SQL. Versi aslinya pertama kali dikembangkan oleh IBM San Jose Research Laboratory. Bahasa SQL mempunyai beberapa bagian yaitu, (Widianti, 2008): 1. Data Definition Language (DDL) DDL memberikan perintah untuk mendefinisikan skema relasi,

penghapusan relasi, membuat indeks dan modifikasi skema relasi. 2. Interactive Data-Manipulation Language (DML) DML merupakan bahasa query yang berdasarkan pada aljabar relasi dan kalkulus relasi tuple. Termasuk didalamnya adalah perintah untuk penyisipan, penghapusan dan modifikasi. 3. Embedded DML

137

Bentuk embedded SQL biasanya terdapat dalam bahasa pemrograman multi guna seperti PL/I, Cobol , Pascal dan Fortran. 4. View Definition DDL SQL memasukkan perintah untuk mendefinisikan view. 5. Authorization DDL SQL memasukkan perintah untuk menentukan hak-hak akses ke relasi dan view. 6. Integrity DDL SQL memasukkan perintah untuk menentukan konstrain integritas yang harus dipenuhi oleh data yang tersimpan dalam basis data.

7.

Transaction control SQL memasukkan perintah-perintah untuk menentukan awal dan akhir transaksi. Beberapa implementasi juga memungkinkan locking data untuk concurrency control. Struktur dasar dari ekspresi SQL terdiri dari tiga klausa yaitu: select, from dan where.  Klausa Select Berhubungan dengan operasi proyeksi dari aljabar relasional. Operasi ini digunakan untuk mendaftar semua atribut yang diinginkan sebagai hasil suatu query. Contoh: jika kita ingin menampilkan NIM dan nama mahasiswa yang ada di tabel Mahasiswa, maka dapat menggunakan perintah SQL berikut ini: Select Nim, Nama_Mhs From Mahasiswa  Klausa From Klausa ini digunakan untuk menetapkan tabel yang kita dijadikan sebagai sumber (lokasi) pencarian data. Sebagaimana kita ketahui, basis data terdiri atas sejumlah tabel yang saling berhubungan. Karena itu, akan sering kali ada kebutuhan untuk melakukan query tidak hanya dari satu tabel, tetapi dengan merelasikan beberapa tabel sekaligus. Contoh: jika kita ingin menampilkan data kuliah beserta beserta dosen-dosen yang mengajarkannya, maka kita tidak hanya dapat melakukan query dari tabel

138

Kuliah saja, tetapi juga dari tabel Dosen karena seperti data nama dosen tidak tersimpan di tabel Kuliah. Untuk memenuhi kebutuhan itu, kita dapat menggunakan ekspresi SQL sebagai berikut: Select *From Kuliah, Dosen Where Kuliah.Kode_Dosen = Dosen.Kode_Dosen  Klausa Where Klausa ini berguna untuk menetapkan predikat atau kriteria yang harus dipenuhi dalam memperoleh hasil query, yang berasosiasi dengan operasi Seleksi dalam Bahasa Query Formal. Contoh: Jika kita akan menampilkan semua atribut untuk mahasiswa dengan NIM = ‟0606057‟. Maka untuk memenuhi kebutuhan itu, ekspresi SQL yang digunakan adalah sebagai berikut: Select *From Mahasiswa Where Nim = ‟0606057‟

2.6

Interaksi Manusia Dan Komputer Interaksi manusia dan komputer adalah studi tentang interaksi manusia ,

komputer, dan tugas/task. Komputer dan peralatannya harus didesain sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan dan dapat bermanfaat dan membantu manusia dalam pekerjaan seharihari (disesuaikan dengan tugas khusus yang diberikan). (Santosa, 2004)

2.6.1

Antarmuka Manusia - Komputer Prinsip kerja dalam sebuah sistem komputer adalah masukan, proses,

keluaran, dan umpan balik/ kontrol (Input, proses, outputdan kontrol) digambarkan sebagai berikut:

139

Input

Proses

output

Umpan Balik /Kontrol

Gambar 2.12 Prinsip Kerja Dalam Sebuah Sistem Komputer. (Amsyah. 2005) Kepada komputer kita memberikan data masukan, yang biasanya berupa angka maupun deretan karakter, yang kemudian akan diolah (diproses) oleh komputer menjadi keluaran yang di inginkan atau diharapkan pengguna dan kontrol yanga akan mengontrol ketika input diproses menjadi output. Ketika seseorang bekerja dengan sebuah komputer, ia akan melakukan interaksi dengan komputer menggunakan cara-cara tertentu. Cara yang umum digunakan adalah bahwa pengguna memberikan suatu perintah kepada komputer, dan komputer

menanggapinya dengan mencetak atau menuliskan tanggapan itu pada layer tampilan. (Santosa, 2004) 2.6.2 Bidang Studi Tujuan utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia dan komputer pada dasarnya adalah untuk memudahkan manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer, dengan kata lain para perancang antamuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang ia rancang dapat mempunyai sifat yang akrab dan ramah dengan penggunanya. Yang terlibat dalam interaksi manusia dan komputer yaitu (Santosa, 2004): 1. Teknik elektronika dan ilmu komputer, yaitu tentang komputer, khusunya dari sisi perangkat keras, teknik elektronika, karena dalam bidang inilah dapat dipelajari aspek yang berhubungan dengan perangkat keras komputer. Selain itu juga harus dipahami tentang perangkat lunak, sehingga dari situ kita mampu menginmplementasikan hasil rancangan ke dalam program aplikasi

140

2. Psikologi dan ilmu kognitif, yaitu harus memahami bagaimana pengguna menggunakan sifat dan kebiasaan baiknya, menggunakan persepsi user, pengolahan kognitif, keterampilan motorik yang dimilikinya agar sesuai antara mesin dengan manusia untuk mendapatkan kerja sama yang serasi., dan kemampuan memecahkan masalah. Psikologi eksperimental menyediakan dasar teknik evaluasi format untuk mengukur unjuk kerja dan opini terhadap sistem manusia dan komputer. 3. Perancangan grafis dan tipografi yaitu: perancangan grafis pada gambar yang dapat digunakan sebagai sarana dialog yang cukup efektifanatara manusia dan komputer. Keahlian merancang grafis dan tipografi menjadi salah satu kunci utama dalam menunjang keberhasilan sistem manusia dan komputer, karena antarmuka yang disusun akan menjadi luwes dan ampuh. 4. Ergonomi, yaitu aspek fisik untuk mendapatkan lingkungan kerja yang nyaman. Bentuk fisik seperti kursi, meja layer tampilan, bentuk papan ketik, posisi duduk, pengturan lampu, kebersihan tempat kerja. 5. Antropologi, yaitu ilmu tentang manusia juga memegang peran penting dalam sistem interaksi manusia dan komputer, seperti diketahui bahwa interaksi sangat dipengaruhi oleh teknologi yang digunakan (misalnya dalam sebuah kantor), disisi lain lain antropologi dapat memberikan suatu pandangan mendalam tentang cara kerja berkelompok yang masing-masing anggotanya diharapkan dapat memberikan kontribusi sesuai dengan bidangnya masing-masing. 6. Sosiologi, yaitu studi tentang pengaruh sistem manusia dan kopmputer dalam struktur sosial. kemampuan memahami konsep interaksi. 7. Bisnis: pemasaran. 8. Linguistik, yaitu ilmu tentang bahasa, ketika kita sedang menggunakan komputer, seolah-olah kita sedang melakukan dialog dengan komputer yanang ada dihadapan kita, untuk dapat melakukan dialog tentunya kita memerlukan sarana komunikasi yang memadai, sarana komunikasi ini adalah berbentuk suatu bahasa khusus seperti bahasa mesin, bahasa alami, dan lain-lain. 2.6.3 Sistem Menu

141

Sistem menu merupakan pilihan yang tepat untuk menunjukkan kemampuan dan fasilitas yang dimiliki oleh sebuah program aplikasi kepada pengguna. Menu adalah daftar sejumlah pilihan dalam jumlah terbatas yang biasanya berupa suatu kalimat atau kumpulan beberapa kata. Ditinjau dari teknik penampilan pilihan-pilihan pada sebuah sistem menu, dikenal dua jenis sistem menu yaitu (Santosa, 2004) : 1. Sistem menu datar adalah sistem menu yang menampilkan semua pilihan secara lengkap. 2. Sistem menu tarik (pulldown) adalah sistem menu yang akan menampilkan pilihan dalam kelompok-kelompok tertentu. Keuntungan dan kerugian sistem menu yaitu. Keuntungannya: 1) Memerlukan sedikit pengetikan 2) Beban memori rendah 3) Strukturnya terdefinisikan dengan baik 4) Perancangan yang mudah 5) Tersedia peranti Bantu. Kerugiannya: 1) Seringkali lambat 2) Memakan ruang layer(khususnya untuk menu datar) 3) Tidak cocok untuk aktifitas pemasukan data 4) Tidak cocok untuk dialog terinisiasi pengguna 5) Tidak cocok untuk dialog terinisiasi campuran. 2.7 2.7.1 Sofware Pendukung Java Java adalah bahasa pemograman berorientasi objek yang dikembangkan oleh Microsystems sejak tahun 1991. Java menggunakan pemograman berorientasi objek yang membuat program dapat dibuat secara modular dan dapat dipergunakan kembali. Pemograman berorientasi objek memodelkan dunia nyata kedalam objek dan melakukan interaksi antar objek-objek tersebut.(Andi, 2010)

142

Java dibuat untuk membuat aplikasi terdistribusi secara mudah dengan adanya liberaries networking yang terintegrasi pada java. Java juga mempunyai reliabilitas yang tinggi. Compiler pada java mempunyai kemampuan mendeteksi error secara lbih teliti dibandingkan bahasa pemograman lain. Java juga mempunyai Runtime-Exception Handling untuk membantu mengatasi error pada pemograman.(Andi, 2010) Program java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Java Virtual Machine (JVM) adalah sebuah mesin imaginer (maya) yang bekerja menyerupai aplikasi pada sebuah mesin nyata. JVM menyediakan aplikasi Hardware dan platform dimana kode kompilasi java terjadi. Spesifikasi inilah yang membuat aplikasi berbasis java menjadi bebas dari platform manapun karena proses kompilasi diselesaikan oleh JVM.(Andi, 2010) Aplikasi program Java diciptakan dengan file teks berekstensi Java. Program ini dikompilasi menghasilkan satu berkas Bytecode berekstensi .class atau lebih. Bytecode adalah serangkaian intruksi serupa intruksi kode mesin. Perbedaannya adalah kode mesin harus dijalankan pada sistem komputer dimana kompilasi ditujukan sementara Bytecode berjalan pada java interpreter yang tersedia semua platform sistem komputer dan sistem operasi.(Andi, 2010)

2.7.2

Microsoft Access 2007 Microsoft acces merupakan aplikasi manajemen database yang relatif

paling baru dibandingkan dengan aplikasi lain yang sudah terlebih dahulu ada seperti dBase, Foxbase, Clipper dan sebagainya. Walau demikian komitmen dari Microsoft Corporation telah menjadikan Acces sebagai aplikasi paling popular saat ini dalam bidangnya. Apalagi setelah Microsoft mamasukkan Access sebagian dari Offices-suitnya (bersama Word, Exel, powerpoint dan outlook) yang merupakan standar utama aplikasi komputer di dunia kerja saat ini. Pembuatan aplikasi database dengan menggunakan Access sangatlah menyenangkan, karena Access menyediakan berbagai jenis data meliputi (madcoms, 2007):

143

a. Text Dapat menerima huruf, angka. Spasi dan tanda baca. Sebuah field berisi jenis data teks dapat menampung hingga 255 karakter atau sebanyak lebar yang anda tentukan dalam property FieldSize. b. Memo Dapat menerima teks apa saja sebagai catatan atau keterangan dengan panjang maksimal 65535 karakter. c. Number Berisi data bilangan yang digunakan untuk perhitungan matematis. d. Date/Time Hanya dapat menerima tanggal/waktu. Berisi nilai data dan waktu untuk tahun 100 sampai dengan 9999. ukuran tipe data ini adalah 8 byte. e. Currency Berisi nilai uang dan data bilangan yang digunakan dalam perhitungan matematis termasuk data dengan 1 sampai 4 angka dibelakang tanda decimal dan 4 digit di sebelah kanan tanda decimal. Ukuran tipe data ini adalah 8 byte. f. Auto number Berisi bilangan yang berurutan atau bilangan acak yang unik yang secara otomatis diberikan oleh access. g. Yes/No Berisi nilai Yes dan No, atau field yang hanya memiliki 2 kemungkinan nilai (Yes/No, True/False, atau On/Off). Ukuran tipe data ini adalah 1 bit. h. Ole object Berisi obyek yang dikaitkan (linked) ke atau disisipkan (embedded) ke dalam table access. Objek disini contohnya adalah lembar kerja Excel, dokumen Word, gambar, grafik, foto, suara atau data biner lainnya. Ukuran tipe data ini adalah sampai dengan 1 gigabyte atau dibatasi dengan ukuran media penyimpanan yang tersedia. i. Hyperlink

144

Dapat diisi dengan alamat hyperlink agar bisa terkait dengan objek atau data yang tersimpan dilokasi tertentu. Dengan menggunakan hyperlink anda dapat melompat ke sebuah objek dalam database Microsoft Access, ke Microsoft Word, ke lembar kerja Microsoft Excel, ke slide presentasi Microsoft Powerpoint, ke halaman web di internet. j. Lookup Wizerd Kemungkinan untuk memilih nilai dari table lain atau dari daftar yang didefinisikan sendiri dengan menggunakan list box atau combo box. Ukuran tipe data ini adalah sama dengan field primary key yang digunakan untuk menampilkan lookup biasanya 4 byte. Keunggulan - keunggulan dari Microsoft Access yaitu (madcoms, 2007): 1. Bisa membuat database yang terstruktur. 2. Bisa membuat suatu database relasional dengan menggunakan aplikasi pemrograman visual tertentu. 3. Bisa untuk menjalankan query sesuai dengan table-tabel yang telah ditentukan. 4. Bisa untuk membuat report (laporan) sesuai dengan informasi yang diinginkan. 5. Bisa untuk memacu dalam merancang sebuah form sesuai dengan bahasa pemrograman tertentu. Contoh Tampilan Awal dalam membuat database dari Microsoft Access digambarkan sebagai berikut:

145

Gambar 2.13 Contoh Tampilan Awal Dalam Membuat Database Dari Microsoft Access (madcoms, 2007) 2.7.3 Edraw Max v5 Edraw Max v5 adalah software grafis yang fleksibel, dengan fitur yang membuatnya tidak sempurna hanya untuk terlihat profesional flowchart, org bagan, diagram dan bisnis jaringan bagan, tetapi juga membangun rencana, peta pikiran, workflow, fashion desain, UML diagram, diagram teknik elektro , arah peta, diagram model database dan itu hanya permulaan! Dengan lebih dari 4.600 built-in vektor simbol, gambar tidak dapat lebih mudah! Membuat berbagai grafik dan presentasi bisnis berdasarkan template dan contoh-contoh ketika bekerja di sebuah intuitif dan kantor-gaya akrab lingkungan.

Adapun fitur-fitur yang dimiliki oleh Max Edraw yaitu memungkinkan siswa, guru dan profesional bisnis terpercaya dalam membuat dan mempublikasikan jenis diagram untuk mewakili ide. It‟s an all-in-satu perangkat lunak grafis yang memudahkan untuk membuat diagram alur yang tampak profesional, bagan organisasi, diagram jaringan, presentasi bisnis, rencana

146

pembangunan, peta pikiran, fashion desain, UML diagram, workflow, struktur program, desain web diagram, teknik elektro diagram, arah peta, database diagram dan banyak lagi.

Edraw memberikan Anda sebuah serbaguna, mudah, cepat dan solusi profesional untuk membiarkan anda menikmati pekerjaan Anda. Mengapa Pilih Edraw Max (http://www.ebookbrowser.com/.2011) 1. Gunakan diagram peta software yang terbaik untuk apa yang Anda tahu dan ke mana Anda menuju. 2. Fully vektor grafis berbasis perangkat lunak, yang memfasilitasi penciptaan cepat diagram alur, bagan organisasi, diagram jaringan dan banyak lagi. 3. Hanya dengan menarik build-dalam bentuk dari perpustakaan panel dan menjatuhkan mereka pada halaman Anda. Menggambar tidak dapat lebih mudah! 4. Buat diagram tampak profesional dengan cepat dengan tema, efek dan gaya cepat. 5. Memperoleh produktivitas yang lebih besar dalam diagram dengan fitur seperti secara otomatis sejalan dan mengatur semua bentuk. 6. Termasuk banyak bentuk yang berkualitas tinggi, contoh dan template. 7. Berbeda warna, huruf, bentuk, gaya, gambar, teks, dan simbol yang tersedia untuk setiap diagram objek. 8. Mudah memvisualisasikan informasi yang kompleks dengan berbagai diagram. Membuat diagram tersebut bahkan lebih cerdas dan lebih bermanfaat dengan menghubungkan mereka ke data yang mendasari, yang memberikan gambaran yang lebih lengkap dari sistem atau proses. 9. Bekerja dengan MS Office dengan baik. Hal ini dapat diintegrasikan dengan aplikasi Microsoft Office dengan mudah. UI adalah MS Office-

147

gaya seperti, mudah untuk dipelajari dan digunakan. Jika Anda sudah familiar dengan MS Office, Anda sudah familiar dengan Edraw cepat. 10. Format grafis generics dukungan dan WYSIWYG pencetakan.

148

BAB III ANALISIS PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dipaparkan mengenai analisis pendahuluan yang merupakan langkah awal untuk melakukan analisis sistem sebagai investigasi pendahuluan. Pada bab ini juga akan dibahas mengenai mengidentifikasi masalah, peluang, tujuan, menentukan syarat-syarat informasi, serta analisis sistem yang akan dikembangkan. Tahap analisis sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Tahap analisis merupakan tahap yang kritis dan sangat penting karena kesalahan di tahap ini akan menyebabkan kesalahan ditahap selanjutnya.

3.1

Mengidentifikasi masalah, peluang dan tujuan Identifikasi masalah, peluang dan tujuan dijelaskan dalam lima bahasan,

diantaramya: 1. Deskripsi masalah 2. Deskripsi proses 3. Analisa prosedur 4. Analisa dokumen input dan output 5. Analisis Sistem yang akan dirancang 6. Evaluasi current system

3.1.1

Deskripsi Organisasi Deskripsi organisasi dijelaskan dalam tiga bahasan, diantaranya adalah

sebagai berikut: 1. Sejarah Singkat Wiratama Intan Mas merupakan sebuah perusahaan yang bergerak dibidang kontraktor. Setelah menjalani usahanya di bidang konduktor, PT. Wiratama Intan Mas mengalihkan usahanya ke bidang pengembangan/ developer.

149

Sebagai perusahaan pengembang/developer PT. Wiratama Intan Mas selalu berusaha untuk menjadu perusahaan terkemuka dan dapa dikenal di garut, oleh sebab itu PT. Wiratama Intan Mas terus melakukan pengembangan usahaya dengan membangun sebuah perumahan sederhana, yaitu Perumahan Pesona Intan yang terletak di jl. Raya Samarang Km 3 dari Intan Regency, Garut. Dalam hal ini penunjukan pengelola kantor yang berada di Perumahan Pesona Intan, petugas pengelola mempunyai tugas sebagai berikut :    Melayani pembuatan rumah yang ada disekitar wilayah lingkungan perumahan. Merawat, menjaga dan mengembangkan perumahan yang dikelola. Mencatat dan melaporkan berbagai pembuatan rumah ke pihak direktur setiap bulannya.

2.

Visi dan Misi Visi dan misi yang dimiliki UPTD. Pangkalan Pendaratan Ikan Cilauteureun

adalah sebagai berikut:  Visi :   Misi :  Menanamkan Brand Image Pesona Intan di kota garut dan melayani sepenuh hati. Perumahan Berkualitas Terdepan, Terpercaya dan Inovasi Terdepan di Garut yang menjadikan perumahan yang Indah, tentram serta Aman.

3.

Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Kantor Perumahan Pesona Intan dipimpin oleh seorang Manager Pesona

Intan yang dalam pelaksanaannya dibantu oleh Bagian Administrasi dan Marketing, struktur organisasi selengkapnya adalah sebagai berikut

150

Manager

Bag. Administrasi

Markeing

Gambar 3.1 : Struktur Organisasi PT. Wiratama Intan Mas

Adapun uraian tugas dari pegawai kantor Perumahan pesona Intan adalah sebagai berikut : 1. Manager       2.       Mengelola dan menjalankan perusahaan Menetapkan pokok-pokok kebijakan disegala bidang Mengkoordinir, mengawasi dan mengarahkan seluruh kegiatan perusahaan sesuai dengan rencana Memberikan keputusan akhir dalam menghadapi persoalan Mewakili perusahaan dalam melakukan hungan dengan pihak lain Mengangkat dan memberhentikan karyawan yang ada bila dianggap perlu

Bagian Administrasi Menerima setiap pembayaran rumah dari customer Mencatat pendapatan dan pengeluaran Mengkoordinir penyelenggaraan dari transaksi keuangan Menyusun laporan keuangan bulanan atau laporan kas keuangan Bertanggung jawab atas keluar masuknya uang tunai, cek, giro masukan dan giro keluaran Memberikan gaji karyawan dalam setiap bulan

151

     

Memerima laporan dan setoran tagihan Rekapitulasi transaksi customer Kontroling perjanjian dengan customer Penagihan piutang Menyusun dan merekap nota pembelian bahan-bahan dan perlengkapan kontor Membukukan kwitansi tagihan yang telah dibuat ke dalam buku daftar piutang sebelum kwitansi

3.

Marketing      Langsung berhadapan dengan customer sebagai tempat informasi Mengadakan persetujuan dengan calon customer atas rumah yang akan dibeli Mencatat persetujuan kcustomer dalam pemesanan rumah Bertransaksi dengan customer Menerima transaksi dengan customer

3.1.2

Deskripsi Proses Bisnis Untuk mengidentifikasi masalah, peluang serta tujuan, hal yang perlu

dilakukan sebelumnya yaitu mengetahui proses bisnis atau gambaran umum pada Penjualan Perumahan dikelola PT. Wiratama Intan Mas. Adapun proses bisnis yang terjadi untuk penjualan rumah secara global dapat dilihat pada gambar dibawah berikut ini .

152

Konsumen

Bag. Administrasi

Bank

Manager

Start

Meminta Brosur

Memberikan Brosur dan Data Kavling

Berkas KPR dan Formulir Penjualan

Data Kavling dan Brosur

Data Kavling dan Brosur di Tolak

Seleksi Berkas Acc

Memilih Kavling

Pemberitahuan berkas ditolak Melengkapi Persyaratan KPR
Berkas KPR

Panggilan Wawancara

Berkas KPR dan Formulir Penjualan

Berkas KPR dan Formulir Penjualan

Menginput berkas KPR dan Transaksi pd form penjualan
Kwitansi

Berkas Manager yg telah acc

Menandatangani Formulir

Membuat Nota penjualan

Nota Penjualan

Nota Penjualan
Berkas KPR dan Formulir Penjualan yg telah di tandatangani

Membuat Kwitansi

Kwitansi Pembayaran

Pemberitahuan berkas ditolak + pengembalian DP 10%

Menerima Panggilan wawancara

Pemberitahuan wawancara Proses wawancara

Tidak Lolos

YA

Berkas akad kredit Akad Kredit Mencatat akad kredit Berkas akad kredit Memberitahukan pembangunan rumah Proses pembuatan rumah (+ - 4 bulan)

Penyerahan Kunci Membuat Laporan
End Lap. konsumen

Penyerahan Kunci

Lap. transaksi penjualan
Laporan Lap. data rumah

Gambar 3.2 : Flowmap Sistem Informasi Penjualan perumahan yang Sedang Berjalan

153

Adapun deskripsi sistem proses penjualan perumahan KPR yang sedang berjalan di PT. Polygon Abadi sebagai berikut : 1. Konsumen datang ke Bag. Administrasi untuk meminta brosur dan info perumahan yang ada di pesona intan. 2. Bag. Administrasi akan memberikan brosur berserta info data kavling yang berhubungamn dengan rumah yang kira-kira akan di ambil oleh konsumen. Setelah konsumen memilih dan menyetujui persyaratan maka konsumen harus melengkapi berkas persayaratan KPR yang akan di ambil dan membayar uang mukayang akan diberikan ke bagian administrasi. Kemudian bagian administrasi akan memberikan nota penjualan dan kwitasi pembayaran uang muka. 3. Bagaian Administrasi akan mencatat berkas KPR yang telah bawa oleh konsumen sebagai persyaratan yang akan diserahkan ke pihak bank untuk tahap penyeleksian. 4. Bank akan meyeleksi konsumen yang dapat mengambil KPR di pesona intan, jika berkas KPR konsumen di tolak maka pihak Bank akan memberitahukan ke bagian administrasi atas penolakan KPR yang akan diberitahukan kembali ke pihak konsumen dan selesai, tetapi jika berkas KPR yang di ajukan konsumen telah di Acc oleh pihak Bank maka, Bank akan memberitahuakan ke bagian administrasi untuk jawdal wawancara untuk pihak konsumen yang bersangkutan. 5. Proses wawancara dilakukan antara konsumen dengan pihak Bank. Dalam wawancara tersebut jika konsumen tidak lolos maka selesai dan jika lolosdari wawancara tersebut maka akan langsung dilakukan akan kredit yang dilakukan dengan pihak bank. Berkas akad kredit akan diberikan ke bagian administrasi untuk dicatat kembali dalam buku. 6. Bagian adaministrasi akan membuat surat peberitahuan ke bagian developer untuk pembuatan rumah yang proses pembuatanya sekitar ± 4 bulan. 7. Setelah pembuatan rumah selesai developer akan melakukan penyerahan kunci ke pihak konsumen.

154

8. Bagian administrasi akan membuat laporan berupa lapran konsumen, laopran

transaksi pembayaran dan laporan rumah yang akan diberikan ke Manger.

3.1.3

Analisis Prosedur Adapun prosedur sistem yang sedang berjalan pada Perumahan Pesona

Intan terdiri dari dua proses, antara lain yaitu : 1. Proses Input Data Proses input data merupakan pencatatan transaksi penjualan rumah berupa form dan nota penjualan . Data dari form dan nota penjualan merupakan input untuk pengisian buku induk perumahan. 2. Proses output Proses output merupakan pembuatan laporan yang terdiri dari laporan buku data konsumen, laporan buku data rumah dan laporan buku nota penjualan yang akan diserahkan kepada manger di PT. Wiratama Intan Mas, juga pemberian informasi kepada konsumen yang dilakukan secara manual dengan melihat buku besar penjualan tentang perumahan mana saja yang telah di beli oleh konsumen yang lainnya..

3.1.4 Analisa Dokumen Input dan Output Sistem yang sedang berjalan pada Perumahan Pesona intan memiliki beberapa dokumen yaitu dokumen input dan dokumen output sebagai berikut : 1. Dokumen Input Dokumen dari input yang sedang berjalan untuk pengambilan KPR yaitu :  Foto Copy KTP pemohon suami/istri.

155

Gambar 3.3 Foto Copy KTP pemohon suami/istri 

Foto copy Kartu Keluarga

Gambar 3.4 Foto Copy Kartu Keluarga

156

Pas photo warna ukuran 3 x 4

Gambar 3.5 P as photo pemohon 

Foto copy surat nikah / cerai

Gambar 3.6 Foto Copy surat nikah / cerai

157

   

Foto copy buku tabungan, saldo + nomer rekening Foto copy NPWP pribadi untuk nilai KPR Rp. 50 juta keatas Buku rekening / buku tabungan bank pemberian kredit ( jika belum memiliki) Melampirkan hasil penilaian bangunan tanah dan bangunan dari appraisal ( setelah rumah selesai )

Gambar 3.7 hasil penilaian bangunan tanah dan bangunan dari appraisal

158

Gambar diatas merupakan inputan dari beberapa syarat pengambila KPR, dimana pada inputan ini terdapat informasi dari konsumen yang akan membeli rumah yang akan diajukan kepada manajemen ditandatanganinya.

2. Dokumen Output
Dokumen output yang sedang berjalan untuk penjualan perumahan terdiri dari laporan data konsumen, laporan data rumah dan laporan rekapitulasi transaksi konsumen. Laporan data konsumen yaitu laporan yang berisikan data-data konsumen yang mengambil rumah.. Laporan data rumah yaitu laporan yang telah terjual. Sedangkan Laporan rekapitulasi transaksi konsumen yaitu laporan yang berisi data-data transaksi konsumen yang telah mengambil rumah di PT. Wiratama Intan Mas. Di bawah ini merupakan gambar laporan data data konsumen, laporan data rumah dan laporan rekapitulasi transaksi konsumen, 

Dokumen Output Laporan data konsumen

Gambar 3.8 Laporan data konsumen

Dari laporan data konsumen diatas terdapat informasi data konsumen yang sudah mengambil rumah di perumahan pesona intan dalam 1 bulan. Data yang dihasilkan dari laporan data konsumen diatas yaitu : no, tanggal transaksi, nama konsumen, blok rumah, alamat dan no. handphone.

159

Dokumen Output Laporan rekapitulasi transaksi konsumen

Gambar 3.9 Laporan rekapitulasi transaksi konsumen

Dari laporan rekapitulasi transaksi konsumen diatas terdapat informasi data konsumen yang sudah mengambil rumah beserta data rumah yang diambil. Data yang dihasilkan dari laporan rekapitulasi transaksi konsumen diatas yaitu : tanggal transaksi, nama konsumen, blok rumah, luas rumah yang diambil, harga jual, uang muka+tambah kurang dan cara pembayaran. 

Dokumen Output Laporan rekapitulasi data pembayaran

Gambar 3.10 Laporan rekapitulasi data pembayaran

Dari laporan rekapitulasi data pembayaran diatas terdapat informasi data konsumen yang sudah mengambil rumah serta bagaimana cara pembayaran yang akan digunakan. Data yang dihasilkan dari laporan rekapitulasi data pembayaran

160

diatas yaitu :

tanggal, kwitansi, nama, blok rumah, Tipe rumah, harga jual,

pembayaran (Tunai/Kredit) dan Keteranagan(tanggal penyetoran uang ke PT). 

Dokumen Output Form Penjualan

Gambar 3.11 Form Penjualan

161

Setiap penjualan perumahan bagian administrasi akan mengisikan data konsumen, data kavling yang dibeli, dan cara pembayaran yang akan diambik konsumen akan diisikan dalam form penjualan. Dengan cara pembayarannya bias dilakukan baik secara tuani atupun kredit, maka bagian administrasi akan membrikan kwitansi sebagai tanda terima dan tanda bukti pembayaran baik itu secara tunai maupun kredit. Form penjualan ini terdiri dari emapat rangkap, rangkap pertama akan dipegang oleh konsumen, rangkap kedua akan disimpan sebagai arsip PT. Wiratama Intan Mas, rangkap ketiga akan disimpan untuk bagian marketing dan rangkap keempat akan disimpan untuk arsip kantor pemesanan. 

Dokumen Output Nota Penjualan

Gambar 3.12 Nota Penjualan

162

Dalam pembelian rumah konsumen akan diberikan sebuah nota penjualan yang akan di isi oleh bagian administrasi yang berisikan identitas konsumen, no pembelian, tanggal pembelian, blok, Tipe kavling, harha jual tanah, kelebihan bangunan, kelebihan tanah, carport+taman, T. kurang bangunan, jumah total keseluruhan yang harus dibayar oleh konsumen serta catatan pembayaran uang muka dan cicilan pemnayaran yang harud di lunasi oleh pihak konsumen. 

Dokumen Output Kwitansi Pembayaran

Gambar 3.13 Kwitansi Pembayaran

Setiap pembayaran baik secara tunai maupun kredit, maka admin. marketing akan memberikan kwitansi sebagai tanda terima dan bukti pembayaran. Kwitansi ini terdiri dari tiga rangkap, rangkap 1 (pertama) dipegang oleh konsumen, rangkap 2 (kedua) dipegang oleh bagian keuangan dan rangkap 3 (ketiga) dipegang oleh marketing.

3.1.5

Analisa Sistem yang akan dirancang Analisis yang didefinisikan sebagai penguraian dari suatu system

informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan dan hambatanyang

163

terjadi serta kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya. Tahapan analisis sistem dilakukan setelah perencanaan sistem dan sebelum tahap desain sistem. Tahapan analisis sistem merupakan tahapan yang kritis dan sangat penting karena kesalahan ditahap ini akan menyebabkan kesalahan ditahap selanjutnya. Analisis sistem yang akan dirancang di PT. Polygon Abadi untuk dimasukan kedalam sebuah sistem informasi yang berdasarkan pada teori-teori yang sudah dicantumkan di BAB II sebelumnya. Penerapan teori tersebut kedalam permasalahan-permasalahan yang sudah diterangkan di BAB I, maka analisis sistem yang akan dirancang sebagai berikut :

164

Konsumen Start

Bank

Developer

Manager

Meminta Brosur Data Kavling dan Brosur

Memberikan Brosur dan Data Kavling Data Kavling dan Brosur

Berkas KPR dan Formulir Penjualan

Seleksi Berkas
di Tolak di Acc

Memilih Kavling

Melengkapi Persyaratan KPR

Pemberitahuan berkas ditolak

Panggilan Wawancara Berkas KPR dan Formulir Penjualan

Berkas KPR
Input berkas KPR dan Transaksi pd form penjualan

Berkas KPR dan Formulir Penjualan

Kwitansi
DataBase Terpusat

Berkas Manager yg telah acc
Menandatangani Formulir

Membuat Nota penjualan

Nota Penjualan

Nota Penjualan

Membuat Kwitansi

Kwitansi Pembayaran

Berkas KPR dan Formulir Penjualan yg telah di tandatangani

Pemberitahuan berkas ditolak + pengembalian DP 10%

Menerima Panggilan wawancara

Surat Pemberitahuan wawancara Proses wawancara

Tidak Lolos
Berkas akad kredit

YA

Akad Kredit

inputkan berkas akad kredit

Berkas akad kredit

Berkas Akad Kredit yg telah di tandatangani

Surat Pembuatan Pembangunan Rumah

Surat Pembuatan Pembangunan Rumah
Proses pembuatan rumah (+ - 4 bulan)

Memberitahukan proses pembangunan rumah

Penyerahan Kunci Membuat Laporan

Penyerahan Kunci

Lap. konsumen
Lap. transaksi penjualan

End

Laporan Lap. data rumah

Gambar 3.14 Analisis Sistem yang akan dirancang

165

3.1.6

Analisa Current System menggunakan Data Flow Diagram Arus data yang terjadi pada penjualan perumahan yang sedang berjalan

akan disajikan dalam sebuah diagram aliran data (DAD). Data Flow Diagram (DFD) atau diagram alir data adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut (Kristanto, 2008). Untuk menggambarkan diagram aliran data yang sedang berjalan pada kegiatan penjualan perumahan maka terlebih dahulu akan diidentifikasi external entity yang merupakan sumber atau tujuan dari aliran data yang memberikan input atau menerima output dari system dan kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi proses-proses yang terjadi pada penjualan perumahan yang ada. Untuk pengolahan data penjualan perumahan pesona intan, external entity yaitu : 1. Konsumen 2. Bank Setelah mengidentifikasi external entity yang dibutuhkan maka langkah selanjutnya yaitu pembuatan diagram aliran data (DAD) yang dibuat secara bertingkat dari level konteks sampai dengan level-level yang dibutuhkan dengan tujuan untuk memudahkan didalam memahami pembacaannya.

3.1.6.1 Diagram Konteks Penjualan Perumahan Diagram Konteks merupakan level awal yang menggambarkan hubungan antara entity luar, masukan dan keluaran dari system. Dalam pembuatan diagram aliran data ini menggunakan aplikasi Edraw Max versi 5. Dibawah ini merupakan diagram konteks dari penjualan perumahan yang sedang berjalan di Perumahan Pesona Intan yaitu :

166

Gambar 3.15 Diagram Konteks Sistem Informasi Penjualan perumahan Yang Sedang Berjalan 3.1.6.2 Diagram Level 0 Sistem Penjualan Perumahan Data Flow Diagram level 0 yang sedang berjalan di Perumahan Pesona Intan yaiitu :

Gambar 3.16 Diagram Level 0 Sistem Informasi Penjualan perumahan Yang Sedang Berjalan

167

Tabel 3.1 Nama Proses Proses Daftar

Deskripsi Proses DFD level 0 Deskripsi Meliputi proses entry data konsumenn yang nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data konsumen yang akan dijadikan input untuk pembuatan informasi Lanjutan Tabel 3.1

Proses Admin Meliputi proses entry data hasil keputusan dari bank yaitu Penyelesaian data KPR dan keuangan konsumen dengan yang nantinya Kontrak Rumah data tersebut akan disimpan pada berkas data keuangan dan berkas data admin yang akan dijadikan input untuk pembuatan informasi Proses Pembangunan Meliputi proses pembangunan rumah yang natinya data tersebut akan di simpan di data rumah dan data admin yang akan dijadikan input untuk pembuatan informasi

3.1.6.3 Diagram Level 1 Proses Daftar Data Flow Diagram level 1 proses daftar yang sedang berjalan di Perumahan Pesona Intan yaitu :

168

Gambar 3.17 Diagram Level 1 Proses Daftar

Tabel 3.2 Nama Proses

Deskripsi Proses Daftar DFD level 1 Deskripsi Meliputi proses verifikasi data konsumenn yang nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data konsumen

Proses Verifikasi

Proses Penentuan Meliputi proses Penentuan data lokasi rumah yang di Lokasi dan DP ambil konsumen yang nantinya akan di simpan di data rumah dan proses pembayaran uang muka yang nantinya akan di sumpan di data keuangan. Proses Pembayaran Meliputi proses pengecekan data keuangan yang telah disetorkan konsumen kepihak admin yang nantinya akan di simpan di data admin

169

3.1.6.4 Diagram Level 1 Proses Admin Penyelesaian Kontrak Rumah Data Flow Diagram level 1 proses Admin Penyelesaian Kontrak Rumah yang sedang berjalan di Perumahan Pesona Intan yaitu :

Gambar 3.18 Tabel 3.3 Nama Proses Proses

Diagram Level 1 Proses Admin Penyelesaian Kontrak Rumah

Deskripsi Proses Admin Penyelesaian Kontrak Rumah DFD level 1 Deskripsi

Verifikasi Meliputi proses verifikasi data konsumenn yang nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data konsumen yang akan di lanjut ke pengajuan bank

Konsumen

Proses Pembuatan Meliputi proses pembuatan rumah jika data konsumen Administrasi yang diajukan telah disetujui oleh bank Rumah Proses Administrasi Meliputi proses pemberitahuan ke pihak konsumen Pembangunan Rumah bahwa rumah yang diambil akan di bangun jika sudah melakukan akad kredit dengan bank.

170

3.1.6.5 Diagram Level 1 Proses Pembangunan Data Flow Diagram level 1 proses pembangunan yang sedang berjalan di Perumahan Pesona Intan yaitu :

Gambar 3.19 Tabel 3.4 Nama Proses Proses Rumah

Diagram Level 1 Proses Pembangunan

Deskripsi Proses Pembangunan DFD level 1 Deskripsi

Pembuatan Meliputi proses verifikasi data konsumen yang nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data konsumen yang akan di lanjut ke pengajuan bank

Proses

Pembuatan Meliputi proses pembuatan rumah jika data konsumen

Surat Penyelesaian yang diajukan telah disetujui oleh bank Rumah

171

3.1.7

Evaluasi Current System Evaluasi current system dijelaskan dalam 2 bahasan, diantaranya:

1.

Deskripsi permasalahan Berdasarkan dari current system yang sedang berjalan pada Sistem

Informasi Pengembangan Penjualan Perumahan Pesona Intan masih bersifat manual. Meskipun sistem yang lama masih digunakan akan tetapi sistem tersebut memiliki kekurangan seperti:  Pengelolaan data masih bersifat konvensional dan penyajian informasi untuk perusahaan masih bersifat rutin tiap bulan berupa laporan, sehingga kebutuhan informasi yang sifatnya segera untuk pengambilan keputusan kebijakan direktur menjadi terhambat.  Penyajian informasi bagi konsumen pada bidang penjualan belum

maksimal, ketika konsumen meminta informasi tentang perumahan dan penjualan informasi tersebut memerlukan waktu yang lama untuk diproses karena pengelolaan data masih bersifat konvensional. Melihat kondisi diatas, diperlukan pengolahan data yang baik dengan diterapkannya basis data yang berguna untuk menyusun data yang diperlukan agar dalam manipulasi data dapat dilakukan dengan mudah. Hal ini dilakukan sebagai solusi dari kekurangan yang ada, karena penerapan sistem komputer yang akan dibuat nantinya akan berdampak pada sistem agar:  Sistem informasi dapat meminimalkan kesalahan pengolahan data karena pengelolaan data telah terintegrasi, sehingga informasi yang disajikan untuk perusahaan bisa diberikan tepat waktu dan dapat dipergunakan sesuai kebutuhan perusahaan.  Sistem informasi dapat menyajikan informasi yang cepat untuk nelayan karena pengelolaan data telah terintegrasi untuk dipergunakan sesuai kebutuhan konsumen.

172

2.

Hasil analisa dokumen input dan output Setelah melakukan analisa terhadap dokumen input dan output pada

Sistem Informasi Penjualan Perumahan Pesona Intan yang sedang berjalan, dapat disimpulkan bahwa:  Dari segi dokumen input saat ini sudah cukup baik karena telah memenuhi kebutuhan sistem.  Dari segi dokumen output yang dihasilkan masih belum maksimal yaitu pemberian informasi kepada konsumen masih dilakukan secara lisan dan tidak terperinci sehingga sistem yang akan dibuat nantinya dapat memberikan informasi secara tertulis dan terperinci.

3.2 Menentukan Syarat-Syarat Informasi Menentukan syarat-syarat informasi terbagi diantaranya adalah sebagai berikut (Kristanto, 2008): 1. Fungsi Substantif 2. Fungsi Fasilitatif 3. Kualitas Informasi dalam tiga bahasan,

3.2.1

Fungsi Substantif Pengertian fungsi substantif disini adalah peranan current system terhadap

organisasi yang menggunakan sistem tersebut. Sistem yang berjalan saat ini mempunyai peranan atau fungsi khusus terhadap Pengembangan Aplikasi Perangkat Lunak Pengolahan Data Penjualan Perumahan Pesona Intan. Adapun peranan atau fungsi sistem tersebut adalah sebagai berikut : 1. Mengelola data penjualan perumahan 2. Mengelola data konsumen 3. Mengelola data pembayaran

173

4. Mengelola data rumah 5. Pembuatan laporan kegiatan pengolahan data penjualan

3.2.2

Fungsi Fasilitatif Fungsi fasilitatif menjelaskan kelompok kegiatan pendukung dari layanan

Sistem Informasi. Mengingat sistem yang sedang berjalan ditujukan bagi seluruh komponen intern dan ekstern organisasi, dalam hal ini konsumen dan

perusahaan, ini berarti setiap komponen tersebut merupakan bagian dari kelompok kegiatan pendukung dari sistem yang bersangkutan. Untuk sistem informasi ini terdapat beberapa perangkat kegiatan pendukung yang berhubungan langsung dengan sistem. Adapun perangkat kegiatan pendukung tersebut adalah sebagai berikut : 1. Manager Perumahan Pesona Intan yang bertanggung jawab secara keseluruhan terhadap kegiatan yang ada di perumahan pesona intan serta memantau dan mengawasi pengelolaan perumahan. 2. Bagian Administrasi perumahan pesona intan yang menjalankan kegiatan pengolahan data penjualan, pengolahan data konsumen dan pengolahan data rumah. 3. Konsumen yang melakukan pembelian rumah di perumahan pesona intan.

3.2.3 Kualitas Informasi Kualitas informasi yang diharapkan melalui pengembangan sistem informasi ini, berdasarkan segi akurasi (accurate), ketepatan waktu (timeliness) serta relevansinya (relevance) dapat dijelaskan sebagai berikut :

174

1. Akurasi (accurate) Sistem informasi yang dikembangkan harus terhindar dari kesalahan yang terjadi pada pengelolaan data, sehingga informasi yang disajikan kepada perusahaan maupun konsumen benar-benar sesuai keadaan. 2. Ketepatan Waktu (timeliness) Sistem informasi yang dikembangkan harus menyajikan informasi kapan saja apabila informasi tersebut diperlukan oleh perusahaan maupun konsumen. 3. Relevansi (relevance) Informasi yang disajikan harus benar dan tepat pada waktu dibutuhkan sehingga informasi tersebut bermanfaat untuk perusahaan maupun untuk konsumen.

3.3 Menganalisis Kebutuhan Sistem Analisis kebutuhan sistem terdiri dari sembilan bahasan diantaranya adalah sebagai berikut : 1. Analisis Kebutuhan perangkat lunak (software) 2. Analisis Kebutuhan perangkat keras (hardware)

3.3.1 Kebutuhan Perangkat Lunak (software) Kebutuhan software yang diperlukan untuk pembuatan aplikasi dalam Sistem Informasi Penjualan Perumahan Pesona Intan adalah dengan menggunakan aplikasi bahasa pemrograman Java dibuat untuk membuat aplikasi terdistribusi secara mudah dengan adanya liberaries networking yang terintegrasi pada java. Java juga mempunyai reliabilitas yang tinggi. Compiler pada java mempunyai kemampuan mendeteksi error secara lbih teliti dibandingkan bahasa pemograman lain. Program java dijalankan menggunakan interpreter yaitu Java Virtual Machine (JVM). Java Virtual Machine (JVM) adalah sebuah mesin imaginer (maya) yang bekerja menyerupai aplikasi pada sebuah mesin nyata. JVM menyediakan aplikasi Hardware dan platform dimana kode kompilasi java terjadi. Spesifikasi inilah yang membuat aplikasi berbasis java menjadi bebas dari platform manapun karena proses kompilasi diselesaikan oleh JVM

175

Untuk pembuatan database menggunakan Microsoft Office Access karena Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena semua tabel basis data, kueri, form, dan report disimpan di dalam berkas basis data miliknya (*.mdb). Untuk membuat Query, Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL. DI dalam Query Design Grid, para pengguna dapat memperlihatkan tabel basis data sumber dari query, dan memilih field-field mana yang hendak dikembalikan oleh proses dengan mengklik dan menyeretnya ke dalam grid. Join juga dapat dibuat dengan cara mengklik dan menyeret field-field dalam tabel ke dalam field dalam tabel lainnya. Access juga mengizinkan pengguna untuk melihat dan memanipulasi kode SQL jika memang diperlukan. Pemodelannya menggunakan edrawmax karena memiliki pemodelan yang jauh lebih mudah dioperasikan dengan waktu yang relatif cepat. Komponen software Sistem Informasi Penjualan Perumahan Pesona Intan ini dapat bekerja pada sistem operasi windows XP, dan sistem operasi diatasnya.

3.3.2

Kebutuhan Perangkat Keras (hardware) Kebutuhan hardware yang diperlukan untuk pelaksanaan sistem informasi

bengkel motor kapal nelayan UPTD. Pangkalan Pendaratan Ikan Cilauteureun adalah sebagai berikut: 1. Unit CPU dengan spesifikasi kompatible dengan Prosesor Intel Pentium 4 ,00 GHz, random acces memory 1 GB. 2. Free Space Harddisk 1 GB. 3. Floppy Disk Drive 1,44 MB 4. Monitor 17 inci 5. Keyboard 103 key dan mouse standar 6. Printer 7. Stabilizer

176

BAB IV RINCIAN ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

Pada bab ini akan menganalisis kebutuhan sistem untuk pengolahan data penjualan dengan menggunakan diagram aliran data untuk menyusun daftar input, proses, dan output untuk mengembangkan sistem yang akan dibangun menurut Kennetth E.Kendal dan Julie E.Kendal

4.1

Tahapan Proses Bisnis Penjualan Perumahan Untuk mengetahui sistem informasi penjualan rumah di perumahan pesona

intan, maka harus mengetahui terlebih dahulu proses bisnis yang terjadi pada pengolahan data penjualan yang sedang berjalan. Mengetahui proses bisnis yang sedang berjalan di perumahan pesona intan sangat penting untuk menganalisis kebutuhan sistem yang akan dibangun. Adapun tahapan-tahapan yang terjadi pada proses transaksi pembayaran KPR yaitu :

a. Proses Pemilihan Kavling Proses pemilihan kavling untuk konsumen merupakan tahap dimana konsumen akan melakuakan pemilihan kavling yang telah tersedia yang akan dibantu oleh bagian administrasi dengan memeriksa data kavling.

Gambar 4.1

Flowmap proses pemilihan kavling

177

Pada proses pemilihan kavling diatas, diman konsumen akan melakukan pemilihan kavning yang diinginkan okeh konsumen dengan data kavling yang tersedia dengan bantuan bag. Administrasi. Jika ada kavling yang sesuai dengan yang diinginkan oleh konsumen maka dilanjut ke penyerahan berkasberkas persyaratan KPR yang harus dipenuhi oleh konsumen yang diserahkan ke bag. Administrasi, dan jika tidak ada kavling yang sesuai dengan keinginan konsumen maka dilakukan pembatalan dan selesai.

b. Proses Input data konsumen dan pelunasan DP Proses input data konsumen danpelunasan DP merupakan tahapan dimana bag. Administrasi akan mencatat semua data yang telah dberikan oleh konsumen.
Konsumen Start Bag. Administrasi Bank

Melengkapi Persyaratan KPR

Berkas KPR

Berkas KPR dan Formulir Penjualan Berkas KPR dan Formulir Penjualan

Input berkas KPR dan Transaksi pd form penjualan

DataBase Terpusat

Berkas Manager yg telah acc

Membuat Nota penjualan

Nota Penjualan

Membuat Kwitansi

Kwitansi Pembayaran

Kwitansi

End

Gambar 4.2

Flowmap proses input data konsumen dan pelunasan DP

Pada tahapan proses input data konsumen dan pelunasan DP merupakan tahapan dimana bag. Administrasi akan menginput semua berkas konsumen

178

dan data transaksi. Bag.administrasi akan memberikan sebuah tanda bukti sebuah kwitansi untuk setiap transaksi yang dilakukan konsumen dengan bag.administrasi sebagai tanda bukti pembayaran uang muka (DP) ataupun cicilan pembayaran.

c. Proses seleksi data konsumen Proses seleksi data konsumen merupakan tahapan dimana bag. Administrasi akan mencatat semua data konsumen yang telah dberikan oleh konsumen dan akan diberikan ke ihak bank untuk dilakukan penyeleksian penerimaan KPR.

Gambar 4.3

Flowmap proses seleksi data konsumen

Pada tahapan proses seleksi data konsumen merupakan tahapan dimana bag. Administrasi akan memberikan semua data konsumen ke pihak bank untuk penyeleksian pengajuan KPR ayang diajukan oleh konsumen. Dimana pihak bank yang akan memberikan keputusan penolakan dan disetujuinya pengajuan KPR. Jika KPR yang di ajukan di setujui maka berlanjut ke tahap pemebrtahuan wawancara ke konsumen dan jika pengajuan KPR ditolak maka

179

bag. Administrator akan mengrimkan surat pemberitahuan penolakan dan pengembalian DP dan selesai.

d. Proses wawancara dan akad kredit Proses wawancara dan akad kredit merupakan tahapan dimana konsumen menerima pemberitahuan panggilan untuk wawancara dengan bank .

Gambar 4.4

Flowmap proses wawancara dan akad kredit

Proses wawancara dan akad kredit merupakan tahapan dimana konsumen menerima pemberitahuan panggilan untuk wawancara dengan nak dengan jadwal yang telah ditentukan. Konsumen akan melakukan wawancara dengan pihak bank untuk memutuskan pengajuan KPR yang diajukan. Jika konsumen lolos dalam tahapan wawancara ini maka akan dilakukan tahapan akad kredit dan bank akan memberikan salinan berkas akad kredit ke bag.administrator untuk menjadi berkas di perusahaan dan akan dilapotkan ke manager. Sedangkan jika tidak lolos dalam tahapan wawancara ini maka selesai.

180

e. Proses Pembangunan Rumah Proses pembangunan rumah merupakan tahapan dimana manager akan memberikan perintah ke bag.administrasi untuk pembuatan surat

pembangunan ke pihak developer.

Gambar 4.5

Flowmap Proses Pembangunan Rumah

Proses pembangunan rumah merupakan tahapan dimana manager akan memberikan perintah ke bag.administrasi untuk pembuatan surat

pembangunan ke pihak developer, dimana proses pembuatan rumah berlangsung kurang lebih 4 bulan dan penyerahan kunci ke konsumen jika pembangunan rumah telah selesai dibangun.

1. Proses Pembuatan Laporan Proses pembutan laporan merupakan tahapan dimana bag.administrasi akan membuat laporan-laporan yang akan diberikan ke manager.

181

Bag. Administrasi

Manager

Start

Membuat Laporan

Lap. konsumen

Lap. transaksi penjualan Laporan Lap. data rumah

Gambar 4.6

Flowmap proses pembuatan laporan

Proses pembutan laporan merupakan tahapan dimana bag.administrasi akan membuat laporan-laporan yang akan diberikan ke manager yang ersisikan tentang lapora konsumen, transaksi pembayaran dan lap. Data rumah

4.2

Analisa Current System menggunakan Data Flow Diagram Arus data yang terjadi pada pengelolaan data penjualan yang sedang

berjalan akan disajikan dalam sebuah diagram aliran data (DAD). Data Flow Diagram (DFD) atau diagram alir data adalah suatu model logika data atau proses yang dibuat untuk menggambarkan darimana asal data dan kemana tujuan data yang keluar dari sistem, dimana data disimpan, proses apa yang menghasilkan data tersebut dan interaksi antara data yang tersimpan dan proses yang dikenakan pada data tersebut (Kristanto, 2008). Untuk menggambarkan diagram aliran data yang sedang berjalan pada kegiatan penjualan perumahan maka terlebih dahulu akan diidentifikasi external entity yang merupakan sumber atau tujuan dari aliran data yang memberikan input atau menerima output dari system dan kemudian dilanjutkan dengan mengidentifikasi proses-proses yang terjadi pada penjualan rumah yang ada. Untuk penjualan perumahan pesona intan, external entity yaitu : 3. Konsumen 4. Bank

182

Setelah mengidentifikasi external entity yang dibutuhkan maka langkah selanjutnya yaitu pembuatan diagram aliran data (DAD) yang dibuat secara bertingkat dari level konteks sampai dengan level-level yang dibutuhkan dengan tujuan untuk memudahkan didalam memahami pembacaannya.

4.2.1

Diagram Konteks Penjualan Perumahan Diagram Konteks merupakan level awal yang menggambarkan hubungan

antara entity luar, masukan dan keluaran dari system. Dalam pembuatan diagram aliran data ini menggunakan aplikasi Edraw Max versi 5. Dibawah ini merupakan diagram konteks dari penjualan perumahan yang sedang berlajan di Perumahan Pesona Intan yaitu :

Gambar 4.7

Diagram Konteks Sistem Informasi Penjualan Perumahan Yang Sedang Berjalan

4.2.2

Diagram Level 0 Sistem Penjualan Perumahan Data Flow Diagram level 0 yang sedang berjalan di Perumahan Pesona

Intan yaiitu :

183

Gambar 4.8

Diagram Level 0 Sistem Informasi Penjualan Rumah Yang Sedang Berjalan

Berdasarkan gambar 4.8 diatas maka ditemukan 3 proses utama, yaitu : 1. Proses 1 Daftar 2. Proses 2 Administrasi Penyelesaian Kontrak Rumah 3. Proses 3 Pembangunan

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah DFD level 0 yang akan menggambarkan kedua proses di atas : Tabel 4.1 Nama Proses Proses Daftar Deskripsi Proses DFD level 0 Deskripsi Meliputi proses entry data konsumenn yang nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data konsumen yang akan dijadikan input untuk pembuatan informasi

184

Lanjutan Tabel 4.1 Proses Admin Meliputi proses entry data hasil keputusan dari bank Penyelesaian yaitu data KPR dan keuangan konsumen dengan yang Kontrak Rumah nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data keuangan dan berkas data admin yang akan dijadikan input untuk pembuatan informasi Proses Pembangunan Meliputi proses pembangunan rumah yang natinya data tersebut akan di simpan di data rumah dan data admin yang akan dijadikan input untuk pembuatan informasi

4.2.3

Diagram Level 1 Proses Daftar Data Flow Diagram level 1 proses daftar yang sedang berjalan di

Perumahan Pesona Intan yaitu :

Gambar 4.9

Diagram Level 1 Proses Daftar

Berdasarkan gambar 4.9 diatas maka ditemukan 3 proses utama, yaitu : 1. Proses 1 Verifikasi 2. Proses 2 Penentuan Lokasi dan DP 3. Proses 3 Pembayaran

185

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah DFD Proses Daftar pada level 1 yang akan menggambarkan ketiga proses di atas : Tabel 4.2 Nama Proses Proses Verifikasi Deskripsi Proses Daftar DFD level 1 Deskripsi Meliputi proses verifikasi data konsumenn yang nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data konsumen Proses Penentuan Meliputi proses Penentuan data lokasi rumah yang di Lokasi dan DP ambil konsumen yang nantinya akan di simpan di data rumah dan proses pembayaran uang muka yang nantinya akan di sumpan di data keuangan. Proses Pembayaran Meliputi proses pengecekan data keuangan yang telah disetorkan konsumen kepihak admin yang nantinya akan di simpan di data admin

4.2.4

Diagram Level 1 Proses Admin Penyelesaian Kontrak Rumah Data Flow Diagram level 1 proses Admin Penyelesaian Kontrak Rumah

yang sedang berjalan di Perumahan Pesona Intan yaitu :

186

Gambar 4.10

Diagram Level 1 Proses Admin Penyelesaian Kontrak Rumah

Berdasarkan gambar 4.10 diatas maka ditemukan 3 proses utama, yaitu : 1. Proses 1 Verifikasi Konsumen 2. Proses 2 Pembuatan Administrasi Rumah 3. Proses 3 Administrasi Pembangunan Rumah

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah DFD Proses Administrasi Penyelesaian Kontrak Rumah pada level 1 yang akan menggambarkan ketiga proses di atas : Tabel 4.3 Nama Proses Proses Deskripsi Proses Admin Penyelesaian Kontrak Rumah DFD level 1 Deskripsi

Verifikasi Meliputi proses verifikasi data konsumenn yang nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data konsumen yang akan di lanjut ke pengajuan bank

Konsumen

Proses Pembuatan Meliputi proses pembuatan rumah jika data konsumen Administrasi yang diajukan telah disetujui oleh bank Rumah

187

Lanjutan Tabel 3.3 Proses Administrasi Meliputi proses pemberitahuan ke pihak konsumen Pembangunan Rumah bahwa rumah yang diambil akan di bangun jika sudah melakukan akad kredit dengan bank.

4.2.5

Diagram Level 1 Proses Pembangunan Data Flow Diagram level 1 proses pembangunan yang sedang berjalan di

Perumahan Pesona Intan yaitu :

Gambar 4.11

Diagram Level 1 Proses Pembangunan

Berdasarkan gambar 4.11 diatas maka ditemukan 2 proses utama, yaitu : 1. Proses 1 Pembuatan Rumah 2. Proses 2 Pembuatan Surat Penyelesaian Rumah

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah DFD Proses Pembangunan pada level 1 yang akan menggambarkan ketiga proses di atas :

188

Tabel 4.4 Nama Proses Proses Rumah

Deskripsi Proses Pembangunan DFD level 1 Deskripsi

Pembuatan Meliputi proses verifikasi data konsumenn yang nantinya data tersebut akan disimpan pada berkas data konsumen yang akan di lanjut ke pengajuan bank

Proses

Pembuatan Meliputi proses pembuatan rumah jika data konsumen

Surat Penyelesaian yang diajukan telah disetujui oleh bank Rumah

4. 3

Perancangan Basis Data Dari Sistem Informasi Penjualan Perumahan

Pesona Intan

4.3.1

Teknik Normalisasi Dalam perancangan Basisdata untuk Sistem Informasi Penjualan Perumahan Pesona Intan ini, penyusunan menggunakan teknik

normalisasi. Dimana dalam Teknik Normalisasi ini merupakan proses yang dilakukan dengan mengelompokan data elemen menjadi suatu tabeltabel yang ditunjukan dengan suatu entity dengan sebuah relasinya. Pada perancangan Database Sistem Informasi Penjualan Perumahan Pesona Intan ini proses normalisasi dilakukan dengan pengujian pada beberapa kondisi. Dari beberapa pengujian bentuk tabel normalisasi, yaitu : Bentuk Tabel Unnormalized , Bentuk Tabel Normal Satu (1stNF), Bentuk Tabel Normal Dua (2stNF),

101

 Bentuk Tidak Normal (unnormalized) Dalam perancangan database ini pertama kali merancang bentuk tabel unnormalized. Adapun dalam perancangan bentuk tabel unnormalized pada table 4.23 berisikan field -field data yang akan direkam atau di record, dapat juga isi field data tidak lengkap Dibawah ini adalah rancangan tabel unnormalized untuk basisdata pada sistem informasi pengembangan penjualan perumahan pesona intan (PT. WIRATAMA INTAN MAS), seperti terlihat pada betuk tabel tidak normal dibawah ini :

Tabel 4.5 No. Penjualan Kd_

Nota Penjualan Nama Alamat No. Tlpn Lokasi Kavling Luas Type Tana h Luas Banguna n Harga Jual Fasilitas Uang Muka Besar Cicilan Nilai Jangka waktu Persetujuan Bank Akad Kredit Penolakan Tgl Pembangunan Mulai Serah

Konsumen Konsumen

Selesai Terima Kunci

Pada table nota penjualan diatas masih belum bisa disebut bentuk normal, karena di dalam table tersebut masih ada fieldfield yang double sehingga harus dipisahkan satu per satu untuk menghindari kesulitan dalam pengisian data. Adapun bentuk table tidak normalnya ada pada table 4.25 yang berisikan field-field : No_Penjualan, Kd_Konsumen, Nama_Konsumen, Alamat, No_Tlpn, Lokasi Kavling, Luas_Tanah, Luas_Bangunan, Harga_Jual, Kd_Pembayaran, Uang_Muka, Lama Kredit, Nilai cicilan, Akad kredit, Penolakan KPR, Mulai Pembangunan, Selesai Pembangunan dan Serah Terima Kunci

102

Tabel 4.6
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Bentuk tidak normal Penjualan
Alamat Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual Fasilitas
2 kamar + R.Tamu +

Uang Muka

Lama Kredit

Nilai cicilan

Akad Kredit KPR

Penolak an KPR

Mulai Pembangu nan

Selesai pembangu nan

Serah Terima Kunci

023.

001

Siti

(021) 598xxx

R.Keluarga + KM +

C2 no.9

45

120 m

3

90 m

3

178.000.000

Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

kamar1+ R,Tamu + (0262) 236xxx R.keluarga + KM + F3 no.6 27 72 m
3

024.

002

Rita

60 m

3

83.000.000

Teras + Halaman depan + rabat kamar1+ R,Tamu +

28.000.000

5 Th

1.288.000

Ya

-

26-02-2011

31-06-2011

02-07-2011

E1 no.16

27

72 m3

65 m3

R.keluarga + KM + 83.000.000 Teras + Halaman depan + rabat 28.000.000 10 Tn 828.000 Ya 05-03-2011 11-07-2011 13-07-2011

103

Bentuk Tabel Tidak Normal: Pada bentuk tabel Tidak Normal diatas, terlihat field data masih ada yang kosong atau record yang tidak lengkap,

contohnya untuk No_Penjualan 024, Kd_Konsumen, Nama_Konsumen, Alamat, No_Tlpn dan Kd_Pembayaran yang bisa mengakibatkan kesalahan dalam pemanggilan data yang akan muncul. Maka dari itu perlu dilakukan dilakukan perubahan kebentuk bentuk normal kesatu (1NF)  Bentuk Normal kesatu (1NF) Pada Bentuk Normal Satu (1NF) akan dibentuk field file yang berisikan 18 field, dimana setiap record akan berisikan data dan nilai dari field-field yang akan digunakan. Kemudian tahap selanjutnya adalah memisahkan data pada field-field yang bernilai atomic, bila relasi tersebut mempunyai nilai data yang atomic, artinya tidak ada lagi kerangkapan data, juga seluruh record harus lengkap terisi. Dibawah ini adalah tabel untuk Normal Satu (1NF) dengan mengisi seluruh isi field data dan record yang kosong pada bentuk normal sebelumnya.

104

Tabel 4.7
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Bentu Normal Kesatu (1NF)
Alamat No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual

Fasilitas
2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM +

Uang Muka

Lama Kredit

Nilai cicilan

Akad Kredit KPR

Penolak an KPR

Mulai Pembangu nan

Selesai pembangu nan

Serah Terima Kunci

023.

001

Siti

Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151)

(021) 598xxx

C2 no.9

45

120 m3

90 m3

178.000.000

Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

024.

002

Rita

(0262) 236xxx

F3 no.6

27

72 m3

60 m3

83.000.000

+ Halaman depan + rabat kamar1+ R,Tamu +

28.000.000

5 Th

1.288.000

Ya

-

26-02-2011

31-06-2011

02-07-2011

025.

002

Rita

0262) 236xxx

E1 no.16

27

72 m3

65 m3

R.keluarga + KM + Teras 83.000.000 + Halaman depan + rabat 28.000.000 10 Tn 828.000 Ya 05-03-2011 11-07-2011 13-07-2011

Akan tetapi dalam bentuk normal kesatu (1NF) ini masih banyak kelemahan yaitu :  Inserting / penyisipan Admin tidak dapat memasukan kd_konsumen dan nama_konsumen saja tanpa ada transaksi pembayaran dan lokasi kavling rumah. Karena jika hanya Kd_Konsumen dan nama_konsumen maka hasil outputnya hanya identitas konsumen saja yang akan muncul.

105

Contoh kelemahan dalam inserting pada tabel normal satu seperti terlihat pada halaman berkutnya : Contoh : jika admin memasukan Kd_konsumen dan Nama_Konsumen missal (Kd_Konsumen 003 atas Nama_Konsumen Joni) kita insert kedalam table bentuk normal kesatu maka hasil yang dihasilkan yang terisi hanya Kd_Konsumen dan Nama_Konsumen sedangkan yang lainnya kosong, akan tetapi dalam melakukan inserting, field yang akan direcord dalam bentuk table normal satu syaratnya itu adalah tidak boleh ada satupun record yang kosong, dengan kata lain No_Penjualan harus diisi jika akan memasukan Kd_Konsumen dan Nama_Konsumen dan begitu pula field-field yang lainya yang masinh kosong.

106

Tabel 4.8
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Contoh Inserting dalam Bentu Normal Kesatu (1NF)
Alamat Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual

Fasilitas
2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM + Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras + Halaman depan + rabat

Uang Muka

Lama Kredit

Nilai cicilan

Akad Kredit KPR

Penolak an KPR

Mulai Pembangu nan

Selesai pembangu nan

Serah Terima Kunci

023.

001

Siti

(021) 598xxx

C2 no.9

45

120 m3

90 m3

178.000.000

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

024.

002

Rita

(0262) 236xxx

F3 no.6

27

72 m3

60 m3

83.000.000

28.000.000

5 Th

1.288.000

Ya

-

26-02-2011

31-06-2011

02-07-2011

025.

002

Rita

0262) 236xxx

E1 no.16

27

72 m3

65 m3

83.000.000

kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras + Halaman depan + rabat

28.000.000

10 Tn

828.000

Ya

-

05-03-2011

11-07-2011

13-07-2011

003

joni

Contoh dalam inserting field data dalam record pada bentuk normal satu dapat dilihat seperti contoh table diatas, akan tatapi contoh table diatas tersebut masih belum lengkap karena masih adanya field data yang masih kosong dan kondisi tersebut sama saja seperti table sebelumnya yaitu bentuk table tidak normal. Seharusnya untuk menginsert record pada field-field pada table normal satu yaitu harus dimasukkannya semua field-field data yang ada.

107

Tabel 4.9
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Contoh Inserting dalam Bentu Normal Kesatu (1NF)
Alamat Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) Jl. Subyadinata no.51 RT/RW. 002/006 Kel. Jayaraga Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual Fasilitas 2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM + Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras + Halaman depan + rabat kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras + Halaman depan + rabat Uang Muka Lama Kredit Nilai cicilan Akad Kredit KPR Penolak an KPR Mulai Pembangu nan Selesai pembangu nan Serah Terima Kunci

023.

001

Siti

(021) 598xxx

C2 no.9

45

120 m3

90 m3

178.000.000

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

024.

002

Rita

(0262) 236xxx

F3 no.6

27

72 m3

60 m3

83.000.000

28.000.000

5 Th

1.288.000

Ya

-

26-02-2011

31-06-2011

02-07-2011

025.

002

Rita

0262) 236xxx

E1 no.16

27

72 m3

65 m3

83.000.000

28.000.000

10 Tn

828.000

Ya

-

05-03-2011

11-07-2011

13-07-2011

026

003

Joni

(0262) 241xxx

B2 no. 1

45

138 m3

110 m3

185.000.000

55.000.000

15 Th

1.590.000

Ya

-

11-04-2011

18-08-2011

23-08-2011

Deleting / Penghapusan Bila satu record diatas dihapus misal No_Penjualan 024, maka berakibat pula akan menghapus data konsumen 002, padahal data konsumen tersebut masih diperlukan untuk data jangka panjang di perumahan pesona intan. Contohnya yaitu ;

108

Tabel 4.10
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Contoh deleting dalam Bentu Normal Kesatu (1NF)
Alamat No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual

Fasilitas
2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM +

Uang Muka

Lama Kredit

Nilai cicilan

Akad Kredit KPR

Penolak an KPR

Mulai Pembangu nan

Selesai pembangu nan

Serah Terima Kunci

023.

001

Siti

Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151)

(021) 598xxx

C2 no.9

45

120 m3

90 m3

178.000.000

Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM +

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

024.

002

Rita

(0262) 236xxx

F3 no.6

27

72 m3

60 m3

83.000.000

Teras + Halaman depan + rabat kamar1+ R,Tamu +

28.000.000

5 Th

1.288.000

Ya

-

26-02-2011

31-06-2011

02-07-2011

025.

002

Rita

0262) 236xxx

E1 no.16

27

72 m3

65 m3

R.keluarga + KM + 83.000.000 Teras + Halaman depan + rabat 28.000.000 10 Tn 828.000 Ya 05-03-2011 11-07-2011 13-07-2011

Penghapusan record pada field 024 akan berakibat menghapus record pada filed-field lainya yang berhubungan dengan record 024.

109

Tabel 4.11
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Contoh deleting dalam Bentu Normal Kesatu (1NF)
Alamat No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual

Fasilitas
2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM +

Uang Muka

Lama Kredit

Nilai cicilan

Akad Kredit KPR

Penolak an KPR

Mulai Pembangu nan

Selesai pembangu nan

Serah Terima Kunci

023.

001

Siti

Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185)

(021) 598xxx

C2 no.9

45

120 m3

90 m3

178.000.000

Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

025.

002

Rita

Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151)

kamar1+ R,Tamu + 0262) 236xxx E1 no.16 27 72 m3 65 m3 R.keluarga + KM + 83.000.000 Teras + Halaman depan + rabat 28.000.000 10 Tn 828.000 Ya 05-03-2011 11-07-2011 13-07-2011

Updating / Pengubahan Dalam melakukan update data misalnya pada Kd_Konsumen dan Nama_Konsumen terlihat berkali-kali, bila suatu ketika terjadi perubahan Nama_Konsumen maka harus mengganti disemua record yang mengandung hal tersebut dan bila ada data yag terlewat maka membuat data tidak konsisten lagi. Contoh Updating Nama_Konsumen dengan Kd_Konsumen 001 atas nama Siti.

110

Tabel 4.12
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Contoh Updating dalam Bentu Normal Kesatu (1NF)
Alamat No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual

Fasilitas
2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM +

Uang Muka

Lama Kredit

Nilai cicilan

Akad Kredit KPR

Penolak an KPR

Mulai Pembangu nan

Selesai pembangu nan

Serah Terima Kunci

023.

001

Siti Eska

Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151)

(021) 598xxx

C2 no.9

45

120 m3

90 m3

178.000.000

Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM +

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

024.

002

Rita

(0262) 236xxx

F3 no.6

27

72 m3

60 m3

83.000.000

Teras + Halaman depan + rabat kamar1+ R,Tamu +

28.000.000

5 Th

1.288.000

Ya

-

26-02-2011

31-06-2011

02-07-2011

025.

002

Rita

0262) 236xxx

E1 no.16

27

72 m3

65 m3

R.keluarga + KM + 83.000.000 Teras + Halaman depan + rabat 28.000.000 10 Tn 828.000 Ya 05-03-2011 11-07-2011 13-07-2011

Kd_Konsumen 001 atas Nama_Konsumen Siti diupdate menjadi Siti Eska, akan tetapi untuk record yang lainnya juga seharusnya secara otomatis akan berubah nama_konsumen tersebut. Hal ini akan terbayang jika harus dilakukan satu per satu jika sudah tercatat sudah banyak datanya maka akan menimbulkan ketidak konsistenan lagi dalam table tersebut.

111

Redundancy Pada tabael normal pertama terdapat redundancy field seperti : No_Penjualan, Kd_Konsumen, Nama_Konsumen, Almat, No_Tlpn,Kd_Pembayaran. Seharusnya record tersebut hanya dicatat satu kali saja, misalnya No_Penjualan 024.

Tabel 4.13
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Contoh Redudanci dalam Bentu Normal Kesatu (1NF)
Alamat No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual

Fasilitas
2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM +

Uang Muka

Lama Kredit

Nilai cicilan

Akad Kredit KPR

Penolak an KPR

Mulai Pembangu nan

Selesai pembangu nan

Serah Terima Kunci

023.

001

Siti

Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151)

(021) 598xxx

C2 no.9

45

120 m3

90 m3

178.000.000

Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM +

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

024.

002

Rita

(0262) 236xxx

F3 no.6

27

72 m3

60 m3

83.000.000

Teras + Halaman depan + rabat kamar1+ R,Tamu +

28.000.000

5 Th

1.288.000

Ya

-

26-02-2011

31-06-2011

02-07-2011

024.

002

Rita

0262) 236xxx

E1 no.16

27

72 m3

65 m3

R.keluarga + KM + 83.000.000 Teras + Halaman depan + rabat 28.000.000 10 Tn 828.000 Ya 05-03-2011 11-07-2011 13-07-2011

Seharusnya No_Penjualan untuk record 024 ditulis satu kai saja, karena sudah mewakili record field yang lainya.

112

Tabel 4.14
No_ Penjualan Kd_ Konsumen Nama Konsumen

Contoh Redudanci dalam Bentu Normal Kesatu (1NF)
Alamat No. Tlpn Lokasi Kavling Type Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual

Fasilitas
2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM +

Uang Muka

Lama Kredit

Nilai cicilan

Akad Kredit KPR

Penolak an KPR

Mulai Pembangu nan

Selesai pembangu nan

Serah Terima Kunci

023.

001

Siti

Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151)

(021) 598xxx

C2 no.9

45

120 m3

90 m3

178.000.000

Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM +

58.000.000

5 Th

2.889.000

Ya

-

11-02-2011

15-06-2011

17-06-2011

024.

002

Rita

(0262) 236xxx

F3 no.6

27

72 m3

60 m3

83.000.000

Teras + Halaman depan + rabat kamar1+ R,Tamu +

28.000.000

5 Th

1.288.000

Ya

-

26-02-2011

31-06-2011

02-07-2011

024.

002

Rita

0262) 236xxx

E1 no.16

27

72 m3

65 m3

R.keluarga + KM + 83.000.000 Teras + Halaman depan + rabat 28.000.000 10 Tn 828.000 Ya 05-03-2011 11-07-2011 13-07-2011

Akan tatapi jika dikondisikan dengan record No_penjualan ditulis satu kali saja maka menjadikan table tersebut tidak normal kembali. Dengan demikian untuk Bentuk Normal Satu (1NF) setelah melakukan beberapa pengujian yang dilakukan, belum normal tabel tersebut. Maka diperlukan untuk melanjutkan ke tabel normal berikutnya yaitu : Bentuk Tabel Normal Dua (2NF).

113

 Bentuk Normal Kedua (2NF) Dari bentuk normal pertama dicari kunci kandidat dari field-field yang tersedia untuk dijadikan menjadi kunci primer sebagai patokan dalam pencarian dan sifatnya unik. Melihat kondisi dari permasalahan diatas dapat diambil kunci kandidat yaitu :  No_Penjualan Merupakan primary key karena berhubungan dengan file-file transaksi dan merupakan kunci dari table transaksi yang mewaliki record-record yang terdapat dalam field tersebut yang bergantung penuh pada primary key.  Kd. Konsumen Merupakan primary key karena berhubungan dengan file-file konsumen dan merupakan kunci dari table konsumen yang mewaliki record-record yang terdapat dalam field tersebut, dan jika untuk melakukan pencarian mengenai data konsumen cukup mengisikan Kd_Konsumen.  Lokasi_Kavling Merupakan primary key karena berhubungan dengan file-file rumah dan merupakan kunci dari table rumah yang akan mewaliki record-record yang terdapat dalam field tersebut, dan jika untuk melakukan pencarian mengenai data rumah cukup mengisikan lokasi_kavling.

Dalam tahap teknik normalisasi (2NF) yaitu dengan memisahkan antara field-field kedalam masing-masing tabel. Dengan demikian setiap field bergantung penuh kepada primary key, maka bentuk normal dua (2NF) sebagai berikut:

114

Tabel 4.15

Bentuk Relasi Tabel pada bentuk normal ke dua (2NF) Tabel Konsumen
* Kd_Konsumen Nama Alamt No. Telepon / Hp
* No_Penjualan

Tabel Rumah
* Lokasi_Kavling Type Luas_Tanah Luas_Bangunan Harga Jual Fasilitas

Uang Muka
Lama Kredit

Besar Cicilan
Akad Kredit KPR Penolakan KPR Mulai Pembangunan

Selesai Pembangunan
Serah Terima Kunci

** Kd_ Konsumen ** Lokasi_Kavling

Tabel-tabel pada normal ini dipisahkan dengan jumlah 3 tabel yaitu : Tabel Konsumen, Tabel Rumah, dan Tabel Transaksi seperti terlihat pada Tabel-tabel dibawah ini.

115

Tabel 4.16 Kd_ Konsumen 001 002 002

Konsumen Nama Siti Rita Rita Alamat No_Tlp

Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) (021)598xxx Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul (0262) 236xxx GARUT (44151) Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul (0262)234xxx GARUT (44151)

Tabel 4. 17 Lokasi_ Kavling C2 no.9 F3 no.6 E1 no. 16

Rumah Type Luas Tanah 45 27 27 120 m3 72 m3 72 m3 Luas Bangunan 36 m3 27 m3 27 m3 Harga Jual 178.000.000 83.000.000 83.000.000 Fasilitas
2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM + Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras + Halaman depan + rabat kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras + Halaman depan + rabat

Tabel 4.18 No_ Penjualan

Penjualan Kd_ Konsume n Lokasi Kavling Uang Muka Jangka Waktu Cicila Besar Cicilan Akad Kredit KPR Penolaka n KPR Mulai Pembanguna n Selesai pembanguna n Serah Terima Kunci

116

n 01 02 03 001 002 002 C2 no.9 F3 no.6 58.000.00 0 28.000.00 0 28.000.00 0 5 Th 5 Th 10 Th 2.889.00 0 1.288.00 0 828.000 Ya Ya Ya 11-02-2011 26-02-2011 05-03-2011 15-06-2011 31-06-2011 11-07-2011 17-06-2011 02-07-2011 13-07-2011

E1 no.16 Keterangan Relasi Antar Tabel :

Dengan pemisahan Tabel seperti diatas, maka sebagian dari pertanyaan pengujian pada bentuk normal kesatu (1NF) terjawab yaitu pada inserting, deleting, updating dan redudancy. Misalnya pada saat Nama Konsumen baru dapat masuk kapanpun tanpa harus ada transaksi Penjualan pada Tabel Penjualan , hanya dengan membuka Tabel Konsumen dan disisipkan satu record yang baru. Demikan juga pada saat melakukan update, delete dan redudancy baik untuk Tabel Konsumen, table Rumah dan pada Tabel Penjualan.

117

1.

Bentuk Relasi Bentuk relasi dari ketiga table diatas adalah sebagai berikut: Tabel 4.19
Kd_ Konsumen 001 002 002

Konsumen
Nama Siti Rita Rita Alamat Jl. Kihajardewantara no.18 RT/RW. 002/009 Ds. Cibunar Cibatu GARUT (44185) No_Tlp (021)598xxx

Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) (0262) 236xxx Jl. Merdeka Kp. Lewidaun RT/RW. 001/001 Ds. Haurpanggung Kec. Tarogong Kidul GARUT (44151) (0262)234xxx

Tabel 4.20
No_ Penjualan 01 02 03 Kd_ Konsumen 001 002 002 Lokasi Kavling C2 no.9 F3 no.6 E1 no.16 Uang Muka 58.000.000 28.000.000 28.000.000 Jangka Waktu Cicilan 5Th 5Th 10Th Besar Cicilan 2.889.000 1.288.000 828.000 Akad Kredit KPR Ya Ya Ya Penolakan KPR Mulai Pembangunan 11-02-2011 26-02-2011 05-03-2011

Penjualan
Selesai pembangunan 15-06-2011 31-06-2011 11-07-2011 Serah Terima Kunci 17-06-2011 02-07-2011 13-07-2011

118

Tabel 4.21
Lokasi_ Kavling C2 no.9 F3 no.6 E1 no. 16

Rumah
Type 45 27 27 Luas Tanah Luas Bangunan 120 m 72 m 72 m
3

Harga Jual 178.000.000

Fasilitas

36 m 27 m

3 3

3 3

27 m3

2 kamar + R.Tamu + R.Keluarga + KM + Dapur + 2 Teras + Taman + Carpot + Halman belakanga 83.000.000 kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras + Halaman depan + rabat 83.000.000 kamar1+ R,Tamu + R.keluarga + KM + Teras + Halaman depan + rabat

119

Untuk menjelaskan keterhubungan antar entitas yang ada pada Sistem Informasi Pengembangan Penjualan Perumahan Pesona Intan, maka dilakukan perancangan entity relationship diagram sehingga nantinya diperoleh gambaran setiap fungsi yang ada pada sistem yang dikembangkan. Berikut gambar entity relationship diagram pada Sistem Informasi Pengembangan Penjualan Perumahan Pesona Intan :
Besar_Cicilan Lama_Kredit
Akad Kredit KPR

Uang Muka
Penolakan KPR

Harga_Jual Lokasi_Kavling kd_konsumen

Mulai Pembangunan Selesai Pembangunan Serah Terima Kunci Transaksi Penjualan

N 1

Melakukan Lokasi_Kavling 1 kd_konsumen N nama Konsumen alamat no_tlpn/H N 1 Membeli 1 N Rumah Luas_Bangunan harga_Jual Fasilitas Baru Lama Luas_Tanah Tipe

Gambar 4.12 ERD Sistem Informasi Penjualan Perumahan Keterangan : a. Konsumen Deskripsi konsumen yaitu memberikan data konsumen melakukan pembayaran.   Konsumen baru yaitu konsumen yang akan melakukan pembelian rumah. Konsumen lama yaitu konsumen yang tinggal melakukan sisa pembayaran yg belum selesai. b. Rumah

120

Deskripsi rumah yaitu menginputkan data rumah yang akan diambil oleh konsumen dengan data yang tersedia termasuk pemilihan type rumah c. Penjualan Deskripsi Transaksi Penjualan yaitu hasil dari inputan dari semua data yang ada.

Keterangan Relasi :  Membeli Merupakan relasi yang terjadi antara entitas konsumen dengan entitas rumah  Melakukan Merupakan relasi yang terjadi antara entitas konsumen dengan entitas pembayaran

4.3.2

Rancangan Tabel Untuk memperjelas perancangan sebuah basis data, maka dibuat

rancangan sebuah tabel untuk DataBase dari Pengembangan Penjualan Perumahan Pesona Intan sebagai berikut : 

Rancangan Tabel Login Tabel. 4.22 Rancangan Tabel Login Transaksi Detil Column Name Data Type Enumerat User Name or/ enum Harus di entry, sistem akan 15 memvalidasi karakter pada kolom User Name Harus di entry, sistem akan Password Char 10 memvalidasi karakter pada kolom Password Length Explanation

121

Rancangan Tabel Konsumen

Tabel. 4.23 Rancangan Tabel Konsumen Konsumen Column Name Data Type Length Explanation Kd_Konsumen yang terdapat pada sistem database merupakan konsumen yang terdaftar sebagai konsumen yang membeli Perumahan di Pesona Intan Nama_Konsumen Merupakan Nama dari Konsumen yang membeli Perumahan di Pesona Intan Data Alamat diperlukan untuk mengetahui dimana Konsumen tersebut tempat tinggalnya. Data ini diperlukan sebagai informasi daerah tempat tinggal, yang nantinya apabila ada pemberitahuan dari kantor Pesona Intan. Telp diperlukan untuk menghubungi konsumen. Apabila ada pemberitahuan dari kantor pesona intan atau bank

* Kd_Konsumen

Char

3

Nama_Konsumen

Text

25

Alamat

Char

100

Telp

Number

12

122

Rancangan Tabel Rumah

Tabel. 4.24 Rancangan Tabel Rumah Transaksi Detil Column Name Data Type * Lokasi_Kavling Char 5 Lokasi_Kavling sebagai Primary Key, dari tabel rumah Length Explanation

Type

Char

3

Type sebagai type rumah yang akan dipilih Luas Tanah yang terdapat ditabel ini memeberkan informasi Luas tanah yang dipilih oleh Konsumen. Luas Bangunan merupakan luas bangunan yang dibawa oleh Konsumen uantuk dibuar rumah. Harga jual merupaka harag

Luas_Tanah

Number

5

Luas_Bangunan

Number

5

Harga_Jual Fasilitas

Curency Char

15 100

keseluruhan yang dibayarkan oleh konsumen

Fasilitas merupakan fasilitas rumah

keterangan

123

Rancangan Tabel Penjualan

Tabel. 4.25 Rancangan Tabel Penjualan Transaksi Column Name * No_Penjualan * *
Kd_Konsumen

Data Type Char

Length

Explanation No Penjualan yang tidak akan sama, dijadikan Primary Key dalam No.Penjualan. Informasi Data Konsumen, yang terdapat di tabel Konsumen. Dan sebagai Foreign Key. Informasi Data Rumah yang terdapat di table Rumah. Uang Muka yang akan dipilih oleh Konsumen yang akan disetorkan pada awal pembayaran.

3

Char Char

3 5

Lokasi Kavling

Uang_Muka

Curency

15

Lama_Kedit

Number

3

Jangka waktu cicilan yang diambil oleh konsumen dalam pembayaran Besar Cicilan menjadi informasi besaran cicilan yang akan dibayarkan. Akad kredit merupakan pengajuan KPR yang telah di setujuai bank. Penolakan KPR merupakan permohonan yang diajukan oleh konsumen yang ditolak oleh bank. Mulai Pembangunan merupakan tanggal awal pembangunan rumah. Selesai Pembangunan merupakan tanggal selesai pembangunan rumah. Serah terima Kunci merupakan tanggal penyerahan kunci rumah setelah selesai pembangunan rumah.

Besar_Cicilan

Curency Yes / No Yes / No

15 5 5

Akad_Kredit_KPR

Penolakan_KPR

Mulai_Pembang unan Selesai_Pemban gunan

Data

8

Data

8

Serah Terima Kunci

Data

5

124

4.3.3

Perancangan Kamus Data dan Struktur Data Kamus Data adalah suatu aplikasi khusus dari jenis kamus-kamus yang digunakan sebagai referensi kehidupan setiap hari. Kamus data merupakan hasil referensi data mengenai data (maksudnya, metadata), suatu data yang disusun oleh penganalisis sistem untuk membimbing mereka selama melakukan analisis sistem dan desain. Sebagai suatu dokumen, kamu data mengumpulkan dan mengkoordinasi istilah-istilah data teertentu, dan menjelaskan apa arti setiap istilah yang ada. (Kendall & Kendall, 2006) Untuk menggambarkan sebuah Struktur Data biasanya

digambarkan menggunakan notasi aljabar. Metode ini memungkinkan penganasilis membuat suatu gambaran mengenai elemen-elemen yang membentuk struktur data bersama-sama dengan informasi-informasi mengenai elemen-elemen tersebut. Sebagai contoh, pengenasilis akan menunjukan apakah ada beberapa elemen yang sama didalam struktur data tersebut (Kelompok berulang) atau apakah dua elemen saling terpisah satu sama lain. Notasi aljabar menggunakan simbol-simbol sebagai berikut : 1. Tanda sama dengan (=), artinya “terdiri dari”. 2. Tanda plus (+), artinya “dan” 3. Tanda kurung {}, menunjukan elemen-elemen repetitif, juga disebut kelompok berulang atau tabel-tabel. Memungkinan bisa ada satu atau beberapa elemen berulang didalam kelompok tersebut. Kelompok berulang bisa mengandung keadaan-keadaan tertentu, seperti misalnya, jumlah pengulangan yang pasti atau batas tertinggi dan batas terendah untuk jumlah pengulangan. 4. Tanda kurung [ ], menunjukan salah satu dari dua situasi tertentu. Satu elemen bisa ada sedangkan elemen lainnya juga ada, tetapi tidak bisa kedua-duanya ada secara bersamaan. Elemen-elemen yang ada didalam tanda kurung ini saling terpisah satu sama lain. 5. Tanda kurung ( ), menunjukan suatu elemen yang bersifat pilihan. Elemen-elemen yang bersifat pilihan ini bisa dikosongkan pada

125

layar masukan atau bisa juga dengan memuat spasi atau nol untuk field-field numerik pada struktur file.

Berikut dibawah ini Kamus Data dan Struktur Data yang akan dirancang dalam database penjualan perumahan dari hasil analisis Sistem Informasi Pengembangan Penjualan Perumahan Pesona Intan :

Tabel 4.26 Kamus Data Konsumen Deskripsi Aliran Data

Identitas : Nama : Konsumen Berisikan identitas konsumen

Deskripsi :

Sumber : Konsumen Jenis Aliran Data: File Layar

Tujuan: Data Konsumen

Laporan

Formulir Volume / Jam

Internal

Perjalanan Struktur Data dengan Aliran: Informasi Identitas konsumen

Komentar: Informasi record identitas konsumen yang akan diproses oleh bagian administrasi.

126

Tabel. 4.27

Struktur Data Konsumen Struktur Data Konsumen Konsumen = Kd_Konsumen+ Nm_Konsumen + No_Tlpn + Alamat+

Tabel 4.28 Kamus Data Rumah Deskripsi Aliran Data

Identitas : Nama : Rumah

Deskripsi : Berisikan identitas data konsumen dan data rumah yang akan dibuat Sumber : Pembuatan Rumah Jenis Aliran Data: File Layar Laporan Formulir Volume / Jam Internal Tujuan: Proses 1.3.1

Perjalanan Struktur Data dengan Aliran: Informasi data Pembuatan Rumah Komentar: Informasi mengenai data rumah

127

Tabel. 4.29

Struktur Data Rumah Struktur Data Rumah Rumah = Lokasi_Kavling+ Tipe+ Luas_Tanah+ Luas_Bangunan+ Harga_Jual+ Fasilitas+

Tabel 4.30 Kamus Data Penjualan Deskripsi Aliran Data

Identitas : Nama : Penjualan

Deskripsi : Berisikan data transaksi Penjualan yang mempunyai sebagian input dari data konsumen dan data rumah yang dipilih oleh konsumen. Sumber : Konsumen Jenis Aliran Data: File Layar Laporan Formulir Internal Tujuan: Proses 1.3

Perjalanan Struktur Data dengan Aliran: Informasi data Volume / Jam konsumen dan data rumah Komentar: Informasi mengenai data penjualan

128

Tabel. 4.31

Struktur Data Penjualan Struktur Data Penjualan Penjualan = No_Penjualan+ Kd_ Konsumen + Lokasi Kavling+ (Tipe)+ (Luas_Tanah)+ (Luas_Bangunan)+ (Harga)+ (Fasilitas)+ Uang_Muka+ Lama_Krdit+ Besar_Cicilan+ Akad_Kredit_KPR+ Penolakan_KPR+ Mulai_Pembangunan+ Selesai_Pembangunan+
Serah_Terima_Kunci+

4.4

Perancangan SQL SQL mempunyai kemampuan untuk mendefinisikan struktur data, modifikasi data dalam basis data dan menentukan konstrain sekuriti. SQL merupakan bahasa basis data relasional standard (Hariyanto, 2004). SQL secara garis besar dikelompokan mejadi 2 golongan, yaitu DDL (data definition language) dan DML (data manipulation language). DDL diarahkan untuk membuat tabel. Reserve word yang digunakan pada DDL ini yang utama adalah dengan penggunaan kata create table. Sedangkan DML diarahkan untuk melakukan manipulasi terhadap tabeltabel yang telah dibuat. Manipulasi dapat dilakukan terhadap satu tabel (single table manipulation) atau terdapat banyak tabel (multiple table

129

manipulation). Reserve word yang digunakan dalam DML adalah SELECT; FROM;WHERE. Dalam perancangan tabel untuk aplikasi Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Perumahan ini menggunakan sintaks SQL. Berikut adalah sintak SQL untuk pembuatan tabel : a. Perancangan Tabel Konsumen CREATE TABEL Konsumen ( Kd_konsumen char(3) NOT NULL, Nama char(25), Alamat char(25), No_Tlp char(12), );

b. Perancangan Tabel Rumah CREATE TABEL Rumah ( Lokasi_Kavling char(5) NOT NULL, Tipe char(3), Luas_Tanah char(7), Luas_Bangunan char(5), Harga_Jual char(15), );

c. Perancangan Tabel Penjualan CREATE TABEL Transaksi Penjualan ( No_Penjualan char (3) NOT NULL, Kd_Konsumen char (3), Lokasi_Kavling char(7),

130

Uang_Muka curency (15), Lama_Kredit number(3), Besar_Cicilan curency(15), Akad_Kredit_KPR yes/no(5), Penolakan_KPR yes/no(5), Mulai_Pembangunan date(8), Selesai_Pembangunan date(8), Serah_Terima_Kunci date(5), );

4.5

Perancangan Struktur Menu Dalam membangun Struktur Menu sebuah Aplikasi Sistem Informasi perlu

memperhatikan isi dari struktur menu sistem tersebut, seperti Menu Utama, Data Master, Interaksi Sistem, Laporan, Keamanan Sistem, dan lain sebagainya. Pada Pengembangan Sistem Informasi Penjualan Perumahan Pesona Intan, terdapat dua type user yaitu bagian Administrator dan Manager .  Administrator memiliki wewenang untuk menggunakan SI Penjualan Perumahan, dimana administrator bisa mengakses semua menu yang disediakan. Administrator juga memiliki username dan password yang berbeda agar dapat melakukan login untuk mengakses menu yang disediakan. Adapun menu tersebut adalah: 1. File : Merupakan menu dari Sistem Informasi Penjualan Rumah yang terdapat data login, pengaturan database dan log out (keluar) untuk keluar dari program Aplikasi penjualan Perumahan. 2. Data : Merupakan sub menu dari Aplikasi Penjualan Perumahan yang terdapat data rumah, data konsumen dan data user.

131

3. Transaksi : Merupakan Menu Proses Transaksi dalam sistem yang akan yang merelasikan antara Data Penjualan Rumah. 4. Laporan : Merupakan hasil Output dari Aplikasi Penjualan Perumahan yang dibangun untuk memudahkan dalam pembuatan laporan transaksi. 

Manager juga memlikiki wewenang untuk menggunakan SI Penjualan

Perumahan , manager usaha juga memiliki username dan password yang berbeda agar dapat melakukan login dan untuk mengakses menu yang disediakan yaitu hanya bisa mengakses menu laporan.

Berikut adalah gambar struktur menu dari masing-masing type user :
Form Login

Form Menu Utama

File

Data

Transaksi

Laporan

Data Login

Rumah

Penjualan

Laporan data Konsumen Laporan data rumah Laporan data Penjualan

Pengaturan database

Konsumen

Keluar

Data user / pengguna

Gambar 4.13

Struktur Menu

Keterangan struktur menu: 1. Form Login : Logg in (Masuk Sistem) diperlukan untuk keamanan sistem yang dibangun, yang diperlukan Kata Kunci untuk masuk Sistem.

132

2. Form Menu Utama : Menu utama untuk menampilkan Sub Menu dari Sistem Informasi Pengolahan Data Penjualan rumah untuk dipilh oleh pengguna Sistem. 3. File : Merupakan menu dari Sistem Informasi Penjualan Perumahan yang terdapat data login, pengaturan database dan log out (keluar) untuk keluar dari program SI pengolahan data penjualan. 4. Data : Merupakan sub menu dari SI Pengolahan Data Penjualan yang terdapat data rumah, data konsumen dan data user. 5. Transaksi : Merupakan Menu Proses Transaksi dalam sistem yang akan yang merelasikan antara Data Penjualan Rumah dengan Data konsumen dan rumah. 6. Laporan : Merupakan hasil Output dari SI penjualan Perumahan yang dibangun untuk memudahkan dalam pembuatan laporan transaksi.

4.6

Perancangan User Interface Perancangan Antarmuka merukapan gambaran mengenai tampilan-

tampilan menu program yang akan dibangun dalam program aplikasi, adapun Adapun rancangan form yang akan dibuat adalah sebagai berikut : 1. Rancangan Form Login Perancangan tampilan ligin merupakan syarat untuk dapat memanfaatkan program secara keseluruhan, dimana yang menggunakan aplikasi ini adalah petugas yang duberi wewenang untuk menginputkan data kedalam basis data ataupun karyawan yang bertugas di masing-masing bagian. Pada menu login ini ada 2 (dua) data yang harus dimasukan, yaitu : a. User Name User name merupakan pengguna yang sudah terdaftar dan diberi wewenang untuk menggunakan aplikasi. Pada kotak teks, yang dimasukan adalah jenis karakter. b. Password Password merupakan syarat mutlak untuk bias masuk ke dalam sistem, yang harus dimasukan denngan tepat, dimaksudkan agar orang yang

133

tidak berhak tidak dapat masuk dan melakukan sesuatu pada sistem. Demi keamanan kemudian diberikan validasi, menampilkan karakter yang diketikan dalam bentuk karakter bintang (*****).
Login User Name Password Oke Batal x

Gambar 4.14 Rancangan Form Login

Tabel. 4.32 Kegunaan Form Loggin Sistem No 1 Kolom / Field Name User Name Keterangan Harus di entry, sistem akan memvalidasi karakter pada kolom NamaPengguna

2

Password

Harus di entry, sistem akan memvalidasi karakter pada kolom KataSandi

2. Rancangan Form Menu Utama Rancanagan menu utama dibuat untuk merancang form menu utama yang sesunggunhnya pada Aplikasi Penjualan Perumahan Pesona Intan pada PT. Wiratama Intan Mas Garut. Menu utama ini merupakan induk dari form-form yang ada pada Aplikasi Pengolahan Data Penjualan Perumahan. Form menu ini terdiri dari menu file, data, transaksi, laporan dan exit. Untuk lebih lengkapnya dapat dilihat pada gambar 4.16 dibawah ini.

134

Menu Utama File Data Transaksi Laporan

x

Gambar 3.15 Rancangan Form Menu Utama

3. Rancangan Form Data User/Pengguna

Gambar 3.16 Rancangan Form Menu Utama Tabel. 4.33 Kegunaan Form Data User No 1 Kolom / Field Name Nama Lengkap Keterangan Harus di entry, sistem akan memvalidasi karakter pada kolom NamaPengguna

2

User Name

Harus di entry,

135

3 4 5

Password Ulangi Password Posisi

Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry,

4. Rancangan Form Konsumen

Gambar 3.17 Rancangan Form Konsumen

Tabel. 4.34 Kegunaan Form Data Konsumen No 1 Kolom / Field Name Kd Konsumen Keterangan Harus di entry, jika data sudah ada, maka data yang sesuai dengan konsumen

tertentu, akan ditampilkan semua 2 3 4 Nama Konsumen No Tlpn Alamat Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry,

136

5. Rancangan Form Rumah
Data Rumah

Lokasi Kavling Tipe Rumah Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual Fasilitas M2 M2 Simpan

Tambah Hapus Batal

Pencarian No

Search Fasilitas

Lokasi Kavling Tipe Rumah Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual

Gambar 3.18 Rancangan Form Rumah

Tabel. 4.35 Kegunaan Form Data Rumah No 1 Kolom / Field Name Lokasi Kavling Keterangan Harus di entry, jika data sudah ada, maka data yang sesuai dengan lokasi rumah tertentu, akan ditampilkan semua 2 3 4 5 6 Tipe Rumah Luas Tanah Luas Bangunan Harga Jual Fasilitas Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry,

137

6. Rancangan Form Penjualan
Data Penjualan

Kd. Konsumen Lokasi kavling Automatis Ket. Rumah Tipe Rumah Luas Tanah Luas Bangunan M2 M2 Harga Jual Fasilitas

Harga Jual Uang Muka Lama Kredit Bln

Akad Kredit Penolakan Besar Cicilan

Mulai Pembangunan Serah Terima Kunci

Selesai Pembangunan

Simpan

Batal

Gambar 3.19 Rancangan Form Penjualan

Tabel. 4.36 Kegunaan Form Data Penjualan No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. Kolom / Field Name No. Penjualan Kd. Konsumen Lokasi Kavling Harga Jual Uang Muka Besar Cicilan Akad Kredit Penolakan Mulai Pembangunan Selesai Pembangunan Serah Terima Kunci Keterangan Automatis setiap melakukan transaksi Harus di List, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry, Harus di entry,

138

4.7

Implementasi user interface 1. Form Loggin Form Loggin ini muncul ketika pertama kali menjalankan SI Penggolahan Data Penjualan yang fungsinya untuk menjaga keamanan sistem dari penyalahgunaan akses sistem.

Gambar 3.20 Tampilan Form loggin

Gambar tersebut merupakan form pengisian Nama Pengguna dan Kata Sandi dari SI Pengelolaan Data Penjualan Perumahan, dimana data Kata Sandi pada form diambil dari database Pengguna, jika Kata Sandi yang dimasukkan tidak sama maka akan tampil pesan yang menyatakan Nama Pengguna dan Kata Sandi tidak Sesuai atau tidak terdaftar . Jika Nama Pengguna dan Kata Sandi yang dimasukan valid atau sesuai dengan data yang ada pada database maka akan muncul tampilan menu utama sistem dan sistem siap digunakan dan langsung tampil menu utama SI Pengelolaan Data Penjualan Perumahan.

139

2. Form Menu Utama Dibawah ini merupakan gambar dari tampilan Form Menu Utama dari SI Pengelolaan Data Penjualan Perumahan.

Gambar 3.21 Tampilan form menu utama

Pada form menu utama seperti terlihat pada gambar diatas, menu disajikan untuk pengguna semudah mungkin untuk digunakan dan semenarik mungkin sesuai dengan ilmu Interaksi Manusia dan Komputer (IMK) agar pengguna tidak jenuh

140

3. Form Input Data Rumah Form Input data rumah ini menyediakan informasi mengenai data Rumah yang telah terdaftar ada di perumahan pesona intan.

Gambar 3.22 Tampilan form input dataRumah

141

4. Form Input Data Konsumen Form Input data konsumen ini menyediakan informasi mengenai data Konsumen yang telah terdaftar membeli perumahan di perumahan pesona intan.

Gambar 3.23 Tampilan form input data Konsumen

142

5. Form Input data User Form Input data user ini menyediakan informasi mengenai data petugas yang dapat menjalankan SI Penggolahan Data Penjualan Perumahan di Pesona Intan.

Gambar 3.24

Tampilan form input data user

143

6. Form Penjualan Form Menu Penjualan merupakan relasi antara Form Konsumen dengan Form Rumah. Form Penjualan ini dibangun untuk kegiatan transaksi yang akan dilakukan oleh konsumen.

Gambar 3.25 Tampilan form input data Penjualan

144

7. Form Laporan  Laporan Data Konsumen Laporan Data konsumen yang akan dicetak oleh bagian admin untuk dilaporkan kan ke manager

Gambar 3.26 Tampilan Laporan data Konsumen

145

Laporan Data Rumah Laporan Data Rumah yang akan dicetak oleh bagian admin untuk diberikan ke manager

Gambar 3.27 Tampilan Laporan Rumah

146

Laporan Data Penjualan Laporan Data penjualan yang akan dicetak oleh bagian kasir untuk dilaporkan kan ke manager dan ke konsumen.

Gambar 3.28 Laporan Penjualan

147

Hasil Printout dari proses Form Penjualan

Gambar 3.29 Tampilan Hasil Printout dari proses Form Penjualan

148

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan Berdasarkan kajian dan teori yang dimiliki, serta dari hasil analisis dan

pengembangan terhadap sistem informasi penjualan rumah yang sedang berjalan di PT. Wiratama Intan Mas, maka kesimpulan yang dapat diambil yaitu : Pada proses transaksi pada sistem sebelumnya dilakukan dengan belum terkomputerisasi dalam nota penjualan / transaksi penjualan dilakukan perhitungan secara manual, dan memiliki kekurangan ketika akan menambahkan nota baru. Memudahkan dalam pembuatan laporan yang akan dibuat oleh admin yang akan dilaporkan ke manager. Hal ini diperlukan dengan membangun tabel-tabel dalam database.

5.2

Saran Dalam pengembangan system yang dirancang perlu dikembangkan

kembali dengan menambahkan sub menu system, setelah pada tahap analisis berikutnya. Yaitu sub system update nota penjualan bagi konsumen yang memberikan uang muka dalam melakukan penjualan di Perumahan Pesona Intan.

149

DAFTAR PUSTAKA

Amsyah, Zulkifli., “Manajemen Sistem Informasi”., PT. Gramedia Pustaka Utama., Jakarta., 2005.

Andi, ”Membangun GUI dengan Java Netbeans 6.5”, Yogyakarta, 2010. Fatansyah., Basis Data., Informatika.,Bandung., 2007. Kendall, K.E dan Kendall, J.E., ”Analisis Dan Perancangan Sistem”, Jilid 1, Edisi kelima Bahasa Indonesia, 2006. Kristanto, Andri., “Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya”, Gaya Medi, Yogyakarta., 2008. Kristanto, Harianto, “Konsep dan Perancangan Data Base”, Andi Offset Yogyakarta., 1994. Madcoms.”Panduan Lengkap Microsoft Accses 2007”, Andi Offset, Yogyakarta, 2007. Mustakini, J, H., “Analisis dan Desain Sistem Informasi”, Andi Offset, Yogyakarta., 2005. Santosa, Insap.”Interaksi Manusia Dan Komputer”, Andi Offset, Yogyakarta, 2004. Sutabri, Tata, “Analisa Sistem Informasi”, Andi, Yogyakarta., 2003. Widianti, Sri.”Pengantar Basis Data”, CV Fajar, Jakarta, 2008. Pengertian Edraw-Max. Diperoleh dari http://www.ebookbrowser.com/ ; Internet; diakses tanggal 28 April 2011. PT.INDEKS., Jakarta.,

150

Pengertian

Penjualan.

Diperoleh

dari

http://ridwaniskandar.files.wordpress.com/; Internet; diakses tanggal 14 Oktober 2010. Pengertian Perumahan. Diperoleh dari http://docs.docstoc.com/ ; Internet; diakses tanggal 13 Oktober 2010. Pengertian Perumahan. Diperoleh dari http://file.upi.edu/ ; Internet; diakses tanggal 13 Oktober 2010.