1

BAB I PENDAHULUAN

1.I latar Belakang Indonesia adalah sebuah negara yang sedang berkembang dalam segala bidang, baik dalam bidang ekonomi, teknologi, sosial, dan sebagainya. Untuk menunjang perkembangan tersebut, energi listrik adalah salah satu yang memegang peranan penting. Oleh karena itu, kebutuhan akan energi listrik cenderung meningkat setiap tahunnya. Energi listrik dalam kehidupan modern peranannya sangat penting untuk keperluan penerangan, transportasi/komunikasi, indrustri dan rumah tangga. Dengan adanya perkembangan pembangunan, pertambahan jumlah penduduk, dan kenaikan taraf hidup masyarakat kearah yang lebih baik, maka kebutuhan akan energi listrik juga bertambah. Kenaikan kebutuhan listrik tentunyadiimbangi dengan pertambahan pembangunan Pembangkit-Pembangkit Listrik, Saluran Transmisi

(SUTT/SUTET), Gardu Induk, Saluran Distribusi, hingga dapat dikonsumsi oleh konsumen dan tidak lupa aspek keadalan dan keamanan perlu jugga di perhatikan. PT. PLN (persero) Unit Pengatur Beban Sumatera Unit Pelayanan Transmisi Palembang merupakan unit kerja PT. PLN (Persero) yang bertanggung jawab atas keadalan dan ketersediaan sarana instalasi sistem transmisi tegangan tingi dan pengelolaan aktivitas EDP guna menjamin pencapaian terget kinerja yang ditetapkan oleh manajemen P3B Sumatera., dalam bidang pelaksana, pengkoordinir dan pengawas dalam proses penyaluran dan pengaturan energi listrik dari pembangkit/saluran transmisi (SUTT/SUTET) hingga ke saluran distribusi sekunder (SUTM). Proses penyaluran energi listrik ini berkaitan dengan

2

jaringan transmisi dan gardu induk di dalamnya sebagai penunjang utama keandalan suatu sistem tenaga listrik. Hal-hal tersebut membuat penulis untuk mengetahui lebih jauh tentangproses-prosesnya, lingkup pekerjaan, dan sekaligus menjadi latar belakang penulis untuk mengadakan kerja praktek di PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) 1.2 Tujuan Adapun tujuan melaksanakan kerja praktek di PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Pelaksana Kontruksi Jaringan Sumatera Regional IV adalah : 1. Kerja praktek adalah merupakan salah satu kurikulum pada Teknik Listrik, Politeknik Negeri Sriwijaya. 2. Membandingkan dan menerapkan ilmu pengetahuan yang telah didapat selama di bangku kuliah dengan praktek yang terjadi di lapangan. 3. Mempelajari dan mengetahui berbagi macam proses yang terjadi dalam penerapan bidang listrik, khususnya di PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), Gardu Induk Seduduk Putih 4. 1.3 Pembatasan Masalah Dalam laporan Kerja Praktek ini, penulis membahas tentang Relai Proteksi Arus Lebih Waktu Terbalik di Gardu Induk Seduduk Putih

3

1.4 Metode Penulisan Penulisan laporan kerja praktek ini menggunakan metode-metode sebagai berikut : 1. Metode Wawancara Metode ini dilaksanakan melalui tanya jawab secara langsung melalui narasumber yang menguasai dibidangnya masing-masing untuk mencari data-data yang diperlukan tentang PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) Unit Pengatur Beban Sumatera Unit Pelayanan Transmisi Palembang. 2. Metode Literatur Metode pengumpulan bahan ini dilakukan dengan cara mempelajari buku-buku kuliah, panduan manual Perusahaan Listrik Negara dan berbagai sumber lainnya. 3. Metode Tinjauan Lapangan Metode tinjauan lapangan dilakukan agar penulis bisa memahami secara praktek mengenai proses pengamanan dan kontrol pada transformator. 1.5 Sistematika Penulisan Dalam penulisan laporan ini, penulis membuat suatu sistematika penulisan yang terdiri dari beberapa bab dimana masing-masing bab terdapat uraian-uraian sebagai berikut : Bab I PENDAHULUAN Berisikan tentang Latar Belakang, Tujuan Kerja Praktek, Pembatasan Masalah, Metodelogi Penulisan, serta Sistematika Penulisa.

4

Bab II

TINJAUAN UMUM Berisikan tentang gambaran umum PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero), Gardu Induk Seduduk Putih

Bab III TINJAUAN PUSTAKA Berisikan tentang pengertian, klasifikasi, pemilihan jenis garduk induk, dan sistem hubung rangkaian gardu induk serta peralatan dan perlengkapan yang terdapat di dalamnya seperti Transformotor Tenaga, PT (Trafo Tegangan), CT (Trafo Arus), Pemisah dan lainlain. Bab IV HASIL DAN PEMBAHASAN Berisikan tentang fungsi proteksi Transformator, relai proteksi arus lebih pada penyulang yang disuplai trafo tenaga. Bab V KESIMPULAN DAN SARAN Berisikan kesimpulan dan saran yang berdasarkan analisa penulis.

5

BAB II TINJAUAN UMUM

2.1 Visi dan Misi PT. PLN (Persero) Visi Diakui sebagai Perusahaan Kelas Dunia yang Bertumbuh Kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani. Misi  Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.  Menjadika tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.  Mengupayakan perekonomian.  Menjakankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkuangan. 2.2 Sejarah dan Perkembangan PT. PLN (PERSERO) Perusahaan listrik di indonesia dirintis oleh perusahaan perusahaan swasta Belanda, yaitu oleh pabrik perusahaan kelistrikan untuk umum yang mempunyai nilaikeuntungan, maka berdirilah perusahaan swasta milik Belanda seperti: 1. NV. ANIEW 2. NV. GEBEO 3. NV. OGEM 4. Dan perusahaan listrik yang bersifat lokal lainnya. agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan

PLN ) terbentuk berdasarkan undangundang dan peraturan pemerintah tersebut menteri pekerjaan umum dan tenaga pada saat ini menertibkan surat keputusan : Menteri PU.25/45/17 tanggal 23 September 1958. 3.Tiga belas (13) PLN exploitasi proyek proyek kelistrikan 4. SDS dua (2) daerah exploitasi khusus distribusi listrik c. 2. Nomor : ment 16/Mei 1961 yang arah nya sebagai berikut : 1.6 Jawatan tenaga membawahi perusahaan negara untuk pembangkit tenaga listrik (PANUPATEL) dan di perluas membawahi juga perusahaan negara untuk distribusitenaga listrik (PANUDITEL). D. BPU adalah Suatu badan perusahaan negara yang di serahi tugas untuk menguasai dan mengurus perusahaan listrik negara dan tugas yang terbentuk badan hukum. 5. Pada tahun 1952.163 tanggal 3 oktober 1953 tentang nasionalisme perusahaan listrik milik bangsaBelanda yaitu: jika konsei perusahaan telah berakhir. Sepuluh (10) daerah exploitasi umum (pembangkit dandistribusi) b. Sedangkan P3LG di bubarkan pada tahun 1959. Satu (1) daerah exploitasi khusus pembangkit listrik d . maka beberapa perusahaanswasta tersebut di ambil alih dan di gabungkan jawatan kerja tenaga. Di daerah di bentuk daerah exploitasi yang terdiri dari: a. Organisasi BPU-PLN di pimpin oleh direksi. T. Daerah exploitasi pembangkit di bagi lebih lanjut menjadi sector . setelah dewan direkturmembentuk Perusahaan Listrik Negara (D. Daerah exploitasi khusus pembangkit di bagi lebih lanjut menjadi cabang dan ranting. berdasarkan keputusan presidenNO.P. Jawatan tenaga kerja di ubah menjadi perusahaan listrik negara melalui surat Menteri pekerjaanumum dan tenaga NO.

17 tahun 1990 tentang perusahaanumum (PERUM) listrik negara. Peraturan ini merupakan dasar hukum pengelolaanperusahaan umum listrik negara sebagai pemegang tenaga kuasa usahaketenagalistrikan berdasarkan peraturan pemerintah NO.ditjen gatrik. PLN (persero). 2.3 Tugas pokok Adapun tugas pokok yang di lakukan selama kerja praktek di PT. PLN (Persero) di Gardu Induk Seduduk Putih: . Tahun 1972 PLN di tetapkan sebagai perusahaan umum melalui peraturanpemerintah NO. berhubungandengan itu maka agar di dalam pelaksanaan operasional sebagai pemegang kuasatenaga kelistrikan sesuai dengan makna di atas. PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengaturan Beban(P3B) Sumatera Unit Pelayanan Transmisi (UPT) Palembang Gardu Induk Seduduk Putih JALAN MP MANGKUNEGARA NO 1 A 2.7 Dalam kabinet pembangunan satu . Terlihat bahwa tugas tugas pemerintah yang semula di pakai oleh PLN (secarabertahap di kembalikan ke departemen).8/PRT/1970. Berdasarkan undang undang dan peraturan pemerintah yang semula di pakaioleh PLN merupakan salah satu pemegang kekuasaan usaha kelistrikan.18 pemerintah juga memberikan tugas-tugas di bidang kelistrikan kepada PLN untuk Mengatur.PLN dan lembaga lembagamasalah kelembagaan (LMK) di alihkan ke departemen PUTI. dan melaksanakanperencanaan umum di bidang kelistrikan nasional di samping tugas tugas perusahaan. LMK di tetapkandalam pengelolaan PLN melalui peraturan menteri PUTL NO. Membina. sehingga PLN dapat lebih memuaskanfungsinya sebagai perusahaan. pemerintah republik indonesiamenetapkan peraturan pemerintah indonesia NO.23 tahun 1994 status PLN diubah dari PERUM menjadi persero atau dengan PT. Mengawasi.2 Lokasi Adapun lokasi dari PT.

PLNPenyaluran dan Pusat Pengaturan Beban (P3B) Sumatera Unit Pelayanan Transmisi(UPT) Palembang dapat dilihat pada gambar di bawah ini. MANAJER UPT ASISTEN MANAJER UPT ASISTEN MANAJER OPERASI DAN PEMELIHARAAN SUPERVISOR PEMELIHARAAN PROTEKSIDAN SCADA SUPERVISOR PEMELIHARAAN JARINGAN ASISTEN MANAJER ADM DAN PEMELIHARAAN SUPERVISO R SEKRETARI AT SUPERVISO R SDM SUPERVISOR PDKB SUPERVISOR ANGGARAN DAN KEUANGAN SUPERVISOR PEMELIHARAAN G.4 Struktur Organisasi dan Uraian Tugas Struktur Organisasi Transmisi dan Gardu Induk Unit Tragi Boom Baru PT.I SUPERVISO R LOGISTIK SUPERVISOR PEMBINAAN OPRRASI TRAGI TRAGI SUPERVISO R AKUTANSI . PLN (Persero) Unit Penyaluran Transmisi (UPT) Palembang Gardu Induk Seduduk Putih.8 o Mencari data data tentang “RELE ARUS LEBIH pada PT. 2.

Mengelola pelaksanaan pengoperasian Instalasi Gardu Induk sesuai SystemOperating Procedure (SOS). g. e. Gardu Induk 70 KV di Bukit Siguntang 2.Gardu induk tersebut adalag sebagai berikut : 1. pemeliharaan rutin. f. Menyusun usulan Rencana Keraja Anggaran Perusahaan (RKAP) beseratRAB dan data pendukung meliputi . non rutin. Gardu Induk 70 KV di Sungai Juaro 4. Melaksanakan usaha deteksi dini(predictive maintenance)sarana transmisi dan Gardu Induk serta segera melaporkan kondisi danmemberikan rekomendasi atas penyimpanan terhadap standar yangberlaku . Gardu induk 70 KV di Seduduk Putih 3.1 Manager TRAGI a.predictive serta ketidak normalan unjuk kerja peralatan Gardu Induk dan jaringan. c.4. Mengelola pengamanan fisik instalasi sistem transmisi termasuk ROW jaringan di wilayah kerjanya. Gardu Induk 70 KV di Talang Ratu 5. b. Melaksanakan penilaian unjuk kerja SMUKI secara berkala. Mengelolah pelaksanaan rutin atau non rutin Gardu Induk dan jaringansesuai prosedur dan instruksi kerja. Membuat laporan realisasi operasi. ke Kantor Unit Pelayanan transmisi (UPT). d.9 Unit transmisi dan Gardu Induk Tragi Boom Baru membawahi lima gardu induk. Gardu Induk 70 KV di Boom Baru 2.

h. Memeriksa pertanggung jawaban keuangan kegiatan operasionalpemeliharaan secara umum. gardu induk. f. c. d. Memelihara dan melaksanakan inventarisasi aktiva kantor dan saranaumum. Melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan danemulumen pegawai.2 Supervisor HAR Jaringan a. Menyediakan kebutuhan Alat Tulis Kantor (ATK) di Tragi dan garduinduk.10 laporan kerusakan peralatan instalasitransmisi.4. 2. Mengusulkan kursus atau diklat pegawai untuk meningkatkan kompetensisesuai kebutuhan. Memeriksa hasil penilaian kinerja (SMUKI) pegawai secara berkala. rele proteksi dan scada. b. Mengusulkan pembinaan atau mengembangkan SDM untuk meningkatkankompetensi susuai kebutuhan. 2. 2. . e. Melakukan kegiatan administrasi untuk mendukung kelancaran pekerjaanoperasional dan pemeliharaan di Tragi b.3 Supervisor Tata Usaha a.4. Mengawasi tanam tumbuh lokasi transmisi (ROW). Mengawasi jaringan transmisi apabila terjadi gangguan misalnyakonduktor rantas dan isolator pecah.4 Juru Tata Usaha a. Melaksanakan kegiatan administrasi untuk kkelancaran operasional danpemeliharaan di Tragi.4. g.

f.5 Supervisor OPHAR Gardu Induk a. cleaning service. c. e. .11 b. Mendistribusikan kebutuhan Alat Tulis Kantor (ATK) di Tragi dan GarduInduk. a. Memeriksa dan mengawasi pekerjaan mandor line (ROW). Membuat data peralatan yang terpasang pada gardu induk dan transmisi. Memeriksa hasil monitoring peralatan gardu induk dan membuat laporanketidak normalan peralatan gardu induk dan transmisi d. b. 1. b. 2. Menghimpun hasil penilaian kinerja (SMUKI) pegawai secara berkala.6 Operator Gardu Induk. Mengoperasikan Peralatan Gardu Induk. 2.sistem SOP lokal atau Instruksi Kerja (IK). Menyiapkan peralatan yang terkait dengan pengoperasian gardu induk. bulanan danharian. Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan untuk kegiatanoperasional dan pemeliharaan. Memeriksa dan membuat rekap laporan operasi gardu induk dan transmisi. Membina dan membuat penilaian SMUKI bawahan. Menghimpun dan memeriksa kuitansi biaya pemeliharaan kesehatan danmembuat daftar pembayaran restitusinya. g. Melaksanakan dan membuat laporan pemeliharaan mingguan. e.4. c.4. Menyusun jadwal kerja operator dan petugas keamanan. Melaksanakan pelepasan dan penyambungan PMT dan PMS sesuai SOP. d.

PT. Melaksanakan pemeriksaan kondisi peralatan secara visual sesuai SE 032Suplemen dan mencatat item pemeriksaan kedalam checklist yang tersedia.1 Komitmen keselamatan ketenagalistrikan (K2 ) pada Instalasi ListrikTegangan Tinggi Prosedur pelaksanaan K2 dan K3 ini sangat diperlukan disetiap pemeliharaanmaupun guna mengurangi angka tingkat kecelakaan kerja yang tinggi . c. kondisi darurat(emergency) keatasan terkait dan UPB serta melaporkan perbuatan manusiaatau masyarakat yang dapat merusak dan merugikan perusahaan kepadapihak yang berwajib. Dalam melaksanakan kegiatan penyaluran ketenagalistrikan akanmengutamakan keselamatan ketenagalistrikan yang aman serta nyaman bagi siapapunyang berada di tempat kerja.12 c. Prosedur pelaksanaan K2 ini sangat di perlukan di setiap pengoperasianmanapun guna mengurangi angka tingkat kecelakaan kerja yang tinggi. d. 2. Memonitor Operasi Peralatan Gardu Induk a. Mencatat parameter operasi secara berkala ke logsheet b.5 Keselamatan dan Kesehatan Kerja ( K2 dan K3 ) 2. serta masyarakat di lingkungan nya denganmemperhatikan : . Mencatat penyimpangan dan kegagalan pengoperasian peralatan(Indikasi rele dan announciator). PLN ( Persero ) P3B Sumatera berkomitmen dan sadar bahwakeselamatan ketenagalistrikan ( K2 ) sebagai bagian yang tak terpisahkan dari bisnisperusahaan yang pelaksanaan nya merupakan tanggung jawab semua jajaran diperusahaan. Membuat laporan manuver kedalam format yang tersedia. 2.5. Melaporkan ketidak normalan operasi peralatan.

PLN (Persero ) P3B Sumatera berkomitmen dan sadar bahwa keselamatandan kesehatan kerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bisnis perusahaanyang pelaksanaan nya merupakan tanggung jawab di semua jajaran di perusahaan.kerusakan peralatan lingkungan.Keberhasilan perusahaan juga tergantung pada keberhasilan kinerja keselamatanketenagalistrikan. dan green ( SCG ) di lingkungantransmisi dan gardu induk. PT. .2 Pernyataan kebijaksanaan kesehatan dankeselamatan kerja ( K3 ) PT. cidera.  Mematuhi seluruh peraturan perundangan (K3) sebagai persyaratan minimumK3. clean. dan penyakit akibatkerja.untuk mencegah dan mengurangi kerugian jiwa. Menciptakan dan membudayakan safety.13    Melaksanakan pekerjaan dengan prinsip GOOD CORPORATEGOVERNANCE.  Tidak akan melakukan pekerjaan lain di luar tugas yang di berikan perusahaan. lingkungan yang dilaksanakansecara berkelanjutan dengan :  Mencegah kecelakaan akibat kegiatan penyaluran tenaga listrik.5. 2. serta hilang nya jam kerja. oleh karena itu K2 siap mempertanggung jawab kan segala resiko dan konsekuensi nya jika ada pelanggaran keselamatan ketenagalistrikan. PLN (Persero ) P3B Sumatera bertekad melaksanakan kegiatan ketenagalistrikanyang mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja yang aman dan nyaman bagi siapapun yang berada di tempat kerja dan masyarakat. dengan di lengkapi perlengkapankeselamatan ketenagalistrikan yang sesuaidengan SOP serta mensosialisasikan keselamatan ketenagalistrikan kepadaseluryh pekerja dan pihak terkait. Mematuhi seluruh keselamatan dan pengoperasianyang merupakan bagian tugaskerja.

Pelaksana pekerjaan . Pelaksana maneuver 5. tuntutan pasar dan teknologi. dan pihak pihak terkait. Pengawas K3 3. Pengawas maneuver 4. 2.14  Mensosialisasikan K3 kepada seluruh karyawan. Keberhasilan perusahaan sangat tergantung pada keberhasilan kinerja K3.  Meningkatkan kompetensi karyawan dan memenuhi kualifikasi persyaratan tugasnya.2 Maksud dan Tujuan Agar setiap pekerjaan pada instalasi listrik tegangan tinggi dapat terlaksanadengan aman dan lancar serta selamat.5. Pengawas pekerjaan 6.  Mengkonsultasikan permasalahan K3 dengan seluruh pekerja dan pihak terkait. Pelaksanaan ini di tinjau paling lama 1tahun sekali untuk menjamin agar tetap konsisten dan sesuai dengan perkembanganstandar.  Melakukan evaluasi dan tinjauan terhadap kinerja dan kesesuaian K3. Olehkarena itu setiap resiko harus dapat di kendalikan sehingga keterlibatan seluruhmanajemen dan personil perusahaan merupakan faktor yang penting untuk selalu didukung guna mendapatkan hasil yang baik. Penanggung jawab pekerjaan 2. peraturan.Personel yang diperlukan : 1. rekanan. sehingga tercapai zero accident.

perlengkapan K3 dan material. Mengelolah seluruh kegiatan meliputi: personil. . Manuver pemberian tegangan. 3. Pengawas manuver dan pengawas pekerjaan tidak boleh dirangkap. 2. Penanggung Jawab Pekerjaan  Bertanggung jawab terhadap seluruh rangkaian pekerjaan yang akan dansedang dilaksanakan.15 Personil tersebut haruslah terorganisir sebaik-baiknya. Mengawasi pemasangan dan pelepasan sistem pentanahan. Pelaksana pada instalasi dalam keadaan tidak bertegangan. 2. Pengawas Manuver  Sebagai pengawas proses pembebasan dan pengisian tegangan.5. Melakukan pemasangan dan pelepasan Pemisah (PMS) tanah. 3.    Penanggung jawab pekerjaan adalah kuasa pemilik asset yaitu managerUPT. sehingga menjadisebuah team work yang solid. Pelaksanaan Manuver    Bertindak selaku eksekutor pada manuver peralatan instalasi. Manuver pembebasan tegangan.3 Peranan dan Tugas / Tanggung Jawab 1.   Mengawasi pemasangan tagging di panel control serta rambu pengaman lainya. 2. Melakukan koordinasi dengan unit lain yang terkait. Pelaksana adalah operator gardu induk. peralatan kerja. Penerapan prosedur ke pada pekerjaan yang berlaku pada instalasi listrik meliputi: 1.  Mengawasi pelaksanaan manuver.

Pelaksanaan Pekerjaan    Tugas melaksanakan pekerjaan instalasi listrik tegangan tinggi (TT)/ Tegangan Ekstra tinggi. Memasang dan melepaskan pentanahan lokal. Stick ground 20 KV. Tangging (Kartu Gantung). 5. Sarung tangan 20 KV. Pengawas Pekerjaan    Mengawasi pemasangan dan pelepasan pentanahan lokal.           Alat pemadam api ringan tradisional.4 Alat Pelindung Diri yang Dibutuhkan  Alat pemadam api ringan. Safety belt. Safety shoes 20 KV.5. 4. Mengatur pelaksanaan pekerjaan. . Jas Hujan. Melakukan pengesetan tegangan pada lokasi yang dipasang groundinglokal. Stick tester. Stick ground 150 KV.16  Melakukan pemasangan tagging. Police line. Menjelaskan metode pelaksanaan pekerjaan. 2.

Formulir 3 : Berisi pembagian tugas dan penggunaan alat keselamatan kerjapetugas pemeliharaan. Sepatu boot. Formulir 9 : Permintaan izin kerja. 2. 3.17        Kotak obat (P3K). Master. 4.5 Belangko Pelaksanaan Pekerjaan Instalasi / Blangko ISO Merupakan lembaran-lembaran yang wajib diisi setiap ada kegiatanpemeliharaan dan dapat juga dijadikan sebagai tanda bukti dan tanggunng jawab ataspekerjaan yang telah dilakukan. Kaca mata. Formulir 5 : Pernyataan bebas tegangan 6.5. Helmed safety. Formulir 1 : Tentang prosedur pengamanan instalasi. 5. Formulir 6 : Serah terima pekerjaan pemeliharaan 7. Formulir 8 : Surat pendelegasian tugas 9. 2. Formulir 4 : Berisi tentang manuver pembebasan tegangan instalasi listrik TT.Terdiri dari 9 formulir/butir: 1. Formulir 7 : Pernyataan pekerjaan selesai 8. Kotak sampah. Formulir 2 : Berisi pemeriksaan kesiapan pelaksanaan sebelum kerja. . Sarung tangan kulit.

Mengembangkan sumber daya manusia yang berbasis kompetensi(MSDMBK) dalam penyaluran Operasional perusahaan 3. . Memberikan pelayanan yang terbaik dibidang ketenaga listrikan secara berkesinambungan dengan menjamin operasi dan pemeliharaan instalasipenyaluran dan memenuhi asfek keandalan keamanan dan efisiensi 2.18 2. Menjalankan bisnis ketenaga listriakan sesuai dengan visi dan misiperusahaan. PLN (Persero) Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban (P3B) Sumatera UnitPelayanan Transmisi (UPT) Palembang memiliki komitmen manajemen menjalankanbisnis ketenaga listrikan dengan langkah : 1.6 Sistem Manajemen dan Kebijakan Manajemen PT.

Pengaturan daya ke gardu-gardu induk lainnya melalui tegangan tinggi dan gardu-gardu induk distribusi melalui feeder tegangan menengah. atau merupakan satu kesatuan dari sistem penyaluran (transmisi). atau merupakan satu kesatuan dari system penyaluran (transmisi). Pada dasarnya gardu induk bekerja mengubahtegangan yang dibangkitkan oleh pusat pembangkit tenaga listrik menjaditenaga listrik menjadi tegangan tinggi atau tegangan transmisi dansebaliknya mengubah tegangan menengah atau tegangan distribusi.19 BAB III TINJAUAN PUSTAKA 3. 3.2 Fungsi Gardu Induk Gardu Induk merupakan sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi) tenaga listrik. Sebagai sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi). Gardu Induk juga merupakan sub sistem dari sistem penyaluran (transmisi) tenaga listrik. gardu induk mempunyai peranan penting. dalam pengoperasiannya tidak dapat dipisahkan dari sistem penyaluran (transmisi) secara keseluruhan. gardu induk merupakan sub-sub sistem dari sistem tenaga listrik. . Penyaluran (transmisi) merupakan sub sistem dari sistem tenaga listrik. Penyaluran (transmisi) merupakan sub sistem dari sistem tenaga listrik.1 GARDU INDUK Gardu induk di sebut juga gardu unit pusat beban yang merupakan gabungan dari transformer dan rangkaian switchgear yang tergabung dalamsatu kesatuan melalui sistem kontrol yang saling mendukung untuk keperluan operasional. Berarti.

Untuk sarana telekomunikasi (pada umumnya untuk internal PLN). pengawasan operasi serta pengamanan dari system tenaga listrik. b. Dari tegangan tinggi ke tegangan yang lebih rendah (150 KV/ 70 KV) 3. e. Dari tegangan ekstra tinggi ke tegangan tinggi (500 KV/150 KV). Mentransformasikan daya listrik : 1. d. Daya listrik dapat berasal dari Pembangkit atau dari gardu induk lain. MVA) sesuai dengan kebutuhan pada tegangan tertentu. Pengaturan pelayanan beban ke gardu induk-gardu induk lain melalui tegangan tinggi dan ke gardu distribusi-gardu distribusi. setelah melalui proses penurunan tegangan melalui penyulang-penyulang (feeder. Untuk pengukuran. 2. c. Dengan frequensi tetap (di Indonesia 50/60 Hertz). yang kita kenal dengan istilah SCADA.feeder) tegangan menengah yang ada di gardu induk. . Menyalurkan tenaga listrik (kVA.20 Fungsi gardu induk secara umum : a. Dari tegangan tinggi ke tegangan menengah (150 KV/ 20 Kv 70Kv/20) 4.

3. Klasifikasi Gardu Induk Gardu induk dapat diklasifikasikan menjadi beberapa macam menurut dari segi fungsi.3. Pasangan luar yang dimaksud adalah diluar gedung atau bangunan. rangkaian switchgear dan panel kontrol serta batere semuanya. c.1 Gardu induk (substations) berdasarkan dari pemasangan peralatan a. Berikut adalah jenis-jenis dari Gardu Induk : 3. Jenis pasangan dalam ini dipakai untuk menjaga keselarasan dengan daerah sekitarnya dan untuk menghindari bahaya kebakaran dan gangguan suara. Peralatan ini sepertihalnya pada gardu induk pasangan luar. seperti peralatan panel kontrol. Gardu Induk Pasang Luar (out door substation) Gardu induk jenis pasangan luar terdiri dari peralatan tegangan tinggi pasangan luar. Dari transformator utama. Gardu Induk Semi-Pasangan Luar (semi-out door substation) Sebagian peralatan tegangan tingginya terpasang di dalam gedung dan yang lainnya dipasang diluar dengan mempertimbangkan situasi dan kondisi lingkungan.Gardu Induk jenis ini ini memerlukan tanah yang begitu luas namun biaya kontruksinya lebih murah dan pendinginannya murah. Karena konstruksi yang berimbang antara pasangan dalam dengan pasangan luar inilah tipe gardu induk ini disebut juga gardu induk semi pasangan dalam.21 3. b. meja penghubung (switch board) dan baterai. Walaupun ada beberapa peralatan yang lain berada di dalam gedung. segi pemasangan. dll. . Gardu Induk Pasangan Dalam (indoor door substation) Disebut Gardu induk pasangan dalam karena sebagian besar peralatannya berada dalam suatu bangunan.

12 KV atau 6 KV) untuk kemudian tegangan tersebut diturunkan kembali menjadi tegangan rendah (127/220 V atau 220/380 V) sesuai dengan kebutuhan. Gardu induk distribusi yaitu gardu induk yang menerima tenaga dari gardu induk transmisi dengan menurunkan tegangannya melalui transformator tenaga menjadi tegangan menengah (20 KV. Gardu induk transmisi yang ada di PLN adalah tegangan tinggi 150 KV dan tegangan tinggi 30 KV.2. antara lain : a. Gardu induk transmisi Yaitu gardu induk yang mendapat daya dari saluran transmisi untuk kemudian menyalurkannya ke daerah beban (industri. b. kota.3. . Gardu induk jenis ini umumnya berada dipusat kota. Hanya alat pendinginan biasanya berada diatas tanah. 3.22 d. dan peralatan-peralatan yang tidak memungkinkan untuk ditempatkan di bangunan bawah tanah. Gardu Induk Pasangan Bawah Tanah (underground substation) Sesuai dengan namanya. gardu induk pasangan bawah tanahhampir semua peralatanya terpasang dalam bangunan bawah tanah. dan sebagainya). karena tanah yang tidak memadai. Gardu induk (substations) berdasarkan dari tegangan Dapat diklasifikasikan menjadi bebarapa jenis.

yaitu tegangan pembangkit (generator) dinaikkan menjadi tegangan sistem. yang pada saat tertentu menjadi pembangkit tenaga listrik. Gardu Induk Pengatur Beban Berfungsi untuk mengatur beban. antara lain : a. c. tegangannya dinaikkan menjadi tegangan ekstra tinggi atau tegangan tinggi. maka terjadi tegangan jatuh (voltage drop) transmisi yang cukup besar. Gardu Induk Pengatur Tegangan Pada umumnya gardu induk jenis ini terletak jauh dari pembangkit tenaga listrik. Karena output voltage yang dihasilkan pembangkit listrik kecil dan harus disalurkan pada jarak yang jauh. Gardu Induk Penurun Tegangan Merupakan gardu induk yang berfungsi untuk menurunkan tegangan. .3. karena di gardu induk inilah pelanggan (beban) dilayani. Oleh karena diperlukan alat penaik tegangan. Pada gardu induk ini terpasang beban motor.23 3.3. Karena listrik disalurkan sangat jauh. Gardu Induk Penaik Tegangan Merupakan gardu induk yang berfungsi untuk menaikkan tegangan. maka dengan pertimbangan efisiensi. d. seperti bank capasitor. Gardu Induk ini berada di lokasi pembangkit tenaga listrik. sehingga tegangan kembali dalam keadaan normal. Gardu induk (substations) berdasarkan dari fungsinya dapat diklasifikasikan menjadi bebarapa jenis. b. dengan generator berubah menjadi motor yang memompakan air kembali ke kolam utama. motor berubah menjadi generator dan suatu saat generator menjadi motor atau menjadi beban. Gardu Induk terletak di daerah pusat-pusat beban. dari tegangan tinggi menjadi tegangan tinggi yang lebih rendah dan menengah atau tegangan distribusi.

4. Gardu induk (substations) berdasarkan dari sistem rel/ busbar Dapat diklasifikasikan menjadi bebarapa jenis. antara lain : a. Gardu induk dengan isolasi udara Merupakan gardu induk yang menggunakan isolasi udara antara bagian yang bertegangan yang satu dengan bagian yang bertegangan lainnya. tersambung (terhubung) satu dengan lainnya dan membentuk ring (cincin). Gardu induk ini disebut Gas Insulated Substation atau Gas Insulated Switchgear (GIS).3. Gardu induk yang menggunakan isolasi gas SF 6 Gardu induk yang menggunakan gas SF 6 sebagai isolasi antara bagian yang bertegangan yang satu dengan bagian lain yang bertegangan. Merupakan gardu induk yang busbarnya berbentuk ring. 3. . b. yang memerlukan tempat yang sempit. Gardu induk sistem ring busbar. antara lain : a. Pada gardu induk jenis ini. Gardu induk (substations) berdasarkan dari isolasi Dapat diklasifikasikan menjadi bebarapa jenis.24 e. maupun antara bagian yang bertegangan dengan bagian yang tidak bertegangan.3.5. 3. semua rel (busbar) yang ada. Gardu Induk Distribusi Gardu induk yang menyalurkan tenaga listrik dari tegangan sistem ke tegangan distribusi. Gardu induk ini terletak di dekat pusat-pusat beban. Gardu Induk ini berupa gardu induk konvensional memerlukan tempat terbuka yang cukup luas.

Pada umumnya gardu dengan sistem ini adalah gardu induk yang berada pada ujung (akhir) dari suatu sistem transmisi. c. Gardu induk dilengkapi komponen utama sebagai fasilitas yang diperlukan sesuai dengan tujuannya serta mempunyai fasilitas untuk operasi dan pemeliharaan. Merupakan gardu induk yang mempunyai satu (single) busbar. Gardu induk sistem single busbar. Gardu induk sistem double busbar sangat efektif untuk mengurangi terjadinya pemadaman beban.4. Gardu induk sistem satu setengah (on half) busbar. Secara umum perlatan dan perlengkapan pokok yang ada di Gardu Induk terdiri dari : . .25 b. Adalah gardu induk yang mempunyai dua (double) busbar. Pada umumnya gardu induk jenis ini dipasang pada gardu induk di pembangkit tenaga listrik atau gardu induk yang berkapasitas besar. 3. d. gardu induk ini sangat efektif. Dalam segi operasional. Gardu induk sistem double busbar. Sistem ini menggunakan 3 buah PMT dalam satu diagonal yang terpasang secara deret (seri). karena dapat mengurangi pemadaman beban pada saat dilakukan perubahan system (manuver system). Jenis gardu induk ini pada umumnya yang banyak digunakan. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN GARDU INDUK Gardu induk merupakan suatu sistem Instalasi listrik yang terdiri dari beberapa perlengkapan peralatan listrik dan menjadi penghubung listrik dari jaringan transmisi ke jaringan distribusi primer. khususnya pada saat melakukan perubahan sistem (manuver sistem). Merupakan gardu induk yang mempunyai dua (double) busbar.

Transformator Daya Transformator daya atau tenaga merupakan peralatan listrik yang berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari tegangan tinggi (500 KV) ke tegangan menengah (200 KV) atau sebaliknya (mentransformasikan tegangan).3. Fungsi trafo tegangan (potensial transformer) : 1. Tipe Cincin (ring/window tipe) b. 3.2. Tipe Tangki Minyak c.4.4. Transformator Arus Trafo arus disebut juga current transformer (CT) berfungsi untuk menurunkan arus besar pada tegangan tinggi menjadi arus kecil pada tegangan rendah untuk keperluan pengukuran dan pengaman.1. Transformator Tegangan Trafo tegangan disebut juga potensial transformator adalah trafo yang berfungsi menurunkan tegangan tinggi menjadi tegangan menengah dan tegangan rendah. Memperkecil besaran tegangan pada system tenaga listrik menjadi besaran tegangan untuk system pengukuran atau proteksi. 3. Menurut tipe kontruksinya : a. untuk sumber tegangan alat-alat ukur dan alat-alat proteksi.26 3. Mengisolasi rangkaian sekunder tehadap rangkaian primer.4. Tipe cor-coran Cast Resin (mounded cast resin tipe) . Memungkinkan standarisasi rating tegangan untuk peralatan sisi sekunder. 3. 2.

27 Gambar 3.4. Bahan dari rel terbuat dari bahan tembaga (bar copper atau hollow conductor). Ada beberapa jenis konfigurasi busbar yang digunakanhingga saat ini.4. Yang paling penting adalah sebagai pasokan sumber tenaga cadangan seperti sumber DC yang merupakan sumber utama jika terjadi gangguan dan sebagai pasokan tenaga untukproteksi sehingga proteksi tetap bekerja walaupun tidak ada pasokan arus AC. Jadi merupakan pasokan utama untuk alat-alat bantu seperti motormotor 3 fasa yang digunakan sebagai motor pompa sirkulasi minyak trafo beserta motor-motor kipas pendingin. Transformator Bantu Transformator bantu adalah trafo yang digunakan untuk membantu beroperasinya secara keseluruhan gardu induk tersebut. 3.1 Transformator Tenaga Pada GI Seduduk Putih 3.5. . Busbar/ rel Merupakan titik pertemuan/hubungan antara trafo-trafo tenaga. Saluran Kabel TT dan peralatan listrik lainnya untuk menerima dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik.4. Saluran Udara TT.

.2 Arrester Pada GI Seduduk Putih 3. Oleh karena itu pemisah tidak boleh dihubungkan atau dikeluarkan dari rangkaian listrik dalam keadaan berbeban. motor.28 3. Aresster Berfungsi sebagai alat untuk melindungi isolasi atau mengamankan instalasi (peralatan listrik pada instalasi) dari gangguan tegangan lebih yang diakibatkan oleh sambaran petir atau tegangan transient yang tinggi dari suatu penyambungan atau pemutusan rangkaian.6. Saklar Pemisah (PMS) Berfungsi untuk mengisolasikan peralatan listrik dari peralatan lain atau instalasi lain yang bertegangan.7. Tenaga penggerak dari PMS adalah secara manual.4. Cara pemasangan PMS dibedakan ataspasangan dalam dan pasangan luar. PMS ini boleh dibuka atau ditutup hanya pada rangkaian yang tidak berbeban.4. alat ini bersifat sebagai by-pass disekitar isolasi yang membentuk jalan yang mudah dilalui oleh arus kilat sistem pentanahan sehingga akan menimbulkan tegangan lebih yang tinggi dan tidakmerusak isolasi peralatan listrik. Gambar 3. pneumatic atau angin dan hidrolis.

4. Pada waktu menghubungkan atau memutus beban.29 Gambar 3. Pemutus Tenaga Pemutus tenaga (PMT) adalah peralatan atau saklar untuk menghubungkan atau memutuskan suatu rangkaian/jaringan listrik sesuai dengan ratingnya. baik dalam keadaan berbeban maupun tidak berbeban dan proses ini di lakukan dengan cepat. seperti media udara dan gas SF6. PMT memutuskan hubungan daya listrik bila terjadi gangguaan. Gambar 3.5 PMT Pada GI Seduduk Putih .8. akan terjadi tegangan recovery yaitu suatu fenomena tegangan lebih dan busur api. oleh karena itu sakelar pemutus dilengkapi dengan media peredam busur api tersebut.3 PMS Pada Gardu Induk 3.

4. maka batere dipakai sebagai sumber tenaga kontrol dan proteksi pada gardu induk. batery sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan alat-alat kontrol dan proteksi.11 Baterai Sumber tenaga untuk sistem kontrol dan proteksi selalu mempunyai keandalan dan stabilitas yang tinggi. 3. sedangkan yang stationer adalah kondensator statis atau kapasitor shunt dan reaktor shunt.4. Sakelar Pentanahan ini dibuka dan ditutup hanya apabila sistem dalam keadaan tidak bertegangan (PMS dan PMT sudah membuka). Baterai timah hitam ada dua macam yaitu: 1. Sakelar Pentanahan Sakelar ini untuk menghubungkan kawat konduktor dengan tanah / bumi yang berfungsi untuk menghilangkan/ mentanahkan tegangan induksi pada konduktor pada saat akan dilakukan perawatan atau pengisolasian suatu sistem. Baterai timah hitam (lead acid storage batery) : bahan elektrolitnya adalah larutan asam belerang.30 3. Alat tersebut ada yang berputar dan ada yang stationer. dengan mengatur daya reaktif atau dapat pula dipakai untuk menurunkan rugi daya dengan memperbaiki faktor daya. . Lead-calcium. yaitu: a. 3. Bentuk fisik baterai yang digunakan pada gardu induk : Menurut bahan elektrolit yang digunakan maka baterai dapat dibedakan atas dua.4. Lead-antimony 2.10. yang berputar adalah kondensator sinkron dan kondensator asinkron. Peranan dari batery sangat penting karena pada saat gangguan terjadi. Kompensator Kompensator didalam sistem Penyaluran tenaga Listrik disebut pula alat pengubah fasa yang dipakai untuk mengatur jatuh tegangan pada saluran transmisi atau transformator.9.

Nickel-iron-alkaline storage batery (NI-Fe batery) DN dan Nickel-cadmium battery (Ni-Cd battery).31 Baterai alkali (alkali stroge batery) : bahan elektrolitnya adalah larutan alkali (patassium hydroxide). Gambar 3.4. maka untuk menjaga keandalan dari sistem tenaga listrik.6 Baterai Pada GI Seduduk Putih 3. Syarat-syarat Rele Proteksi : Rele merupakan kunci kelangsungan kerja untuk menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik. rele harus memenuhi persyaratan-persyaratan sebagai berikut: . Batery alkali ada dua macam yaitu: 1.12 Relai Proteksi Rele menurut definisi dari IEEE (The Institute of Electrical and Elektronic Engineers) merupakan suatu peralatan elektrik yang didesain untuk menginterpretasikan kondisi masukan dalam kondisi tertentu dan memberikan respon dengan mengoperasikan kontak-kontak bila masukan yang diterima telah memenuhi kondisi tertentu.

Kehandalan Yang menjamin bahwa sistem proteksi akan bekerja secara benar. Fungsi Rele Proteksi Rele proteksi berfungsi untuk mengamankan peralatan listrik dari kondisi kerja yang kurang normal atau kondisi gangguan. Selektif Dimana sistem dapat menjamin untuk kelangsungan pelayanan maksimum daerah yang tetap dilayani.32 1. Ekonomis Yaitu sistem proteksi yang memilki perlindungan maksimum dengan biaya minimum. Waktu kerja rele cepat Sistem dengan cepat akan mengamankan apabila kondisi dalam keadaan tidak normal dengan mengisolir area yang mengalami gangguan secepat mungkin untuk meminimumkan lama gangguan dan kerusakan peralatan. dimana sistem tidak akan beroperasi pada kondisi normal atau gangguan diluar zona operasinya. Jika terjadi kondisi tidak normal pada peralatan yang diproteksi maka sistem rele proteksi yang digunakan akan merasakan kondisi tadi dan kemudian memberi tanda bahaya atau mengerjakan pemutus CB (Circuit Breaker). Kesederhanaan Peralatan dan sirkit yang dibutuhkan dalam sistem proteksi disusun sesederhana mungkin tetapi tetap mampu bekerja sesuai dengan tujuan dasar proteksi. 5. dengan meminimumkan daerah yang diisolir. . 2. 4. 3.

yang dapat mengalir melaluinya. Oleh sebab itu pemutus beban harus mempunyai kemampuan memutuskan arus hubung singkat sesaat maksimum. Membuat seminimum mungkin bahaya kerusakan pada peralatanperalatan lain. Membunyikan alarm sebagai tanda adanya gangguan dan memberikan informasi mengenai jenis gangguan yang terjadi pada sistem. 2. Pemutus beban harus mampu juga terhadap penutup pada “kondisi hubung singkat” yang kemudian diputuskan sesuai dengan sinyal yang diterima rele. . Memblok rele-rele lain agar tidak bekerja untuk suatu kondisi tertentu. Biasanya semua data tersebut dianalisa secara efektif guna langkah pencegahan gangguan dan juga mengetahui apa kekurangan-kekurangan yang terjadi pada sistem pengaman termasuk rele itu sendiri. Sehingga data-data tersebut dapat dipakai untuk pedoman perbaikan peralatan yang rusak dengan membandingkan data-data yang diperoleh dari pengamatan orang dan hasil pengukuran otomatis.33 Pemutus beban atau (circuit breaker) merupakan satu rangkaian dengan peralatan rele pengaman. Fungsi lain dari rele pengaman adalah untuk mengetahui letak dan jenis gangguan. 3. Dengan demikian suatu sistem rele proteksi mempunyai peranan yang penting didalam mengurangi pengaruh kesalahan dan mengurangi kerusakan pada saat terjadi gangguan pada sistem tenaga listrik. Jika dirumuskan maka fungsi rele proteksi adalah sebagai berikut: 1.

2 Kebutuhan peralatan proteksi trafo berdasarkan kapasitas trafo sesuai SPLN . Kebutuhan Fungsi Relai Proteksi Terhadap Berbagai Gangguan Tabel 4.34 Tabel 4-1.

35 Klasifikasi relay pengaman Relay-relay yang digunakan dalam system tenaga listrik dapat diklasifikasikan sebagai berikut. intergreted circuit. dioda. releini sering digunakan untuk pengaman terhadap arus lebih dan dapat beroperasi dengan sumber arus searah maupun arus sumber bolak-balik. Berdasarkan prinsip kerjanya Berdasarkan prinsip kerjanya relay pengaman dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :  Jenis elektromagnetis Relay pengaman jenis ini bekerja berdasarkan prinsip elektromagnetis dan dapat bekerja menggunakan arus AC maupun DC sebagai penginduksi kumparan yang fungsinya untuk menggerakan anak kontak yang memutuskan rangakaian. dengan mendeteksi panas yang terjadi akaibat arus lebih. A.  Jenis thermis Relay thermis bekerja atas dasar yang ditimbulakan oleh arus yang melewatinya. seperti transistor. Langkah-langkah dalam penggunaan relay pengaman .  Jenis statis Relay statis dengan menggunakan komonen-komponen elektromagnetis. dan lain-lain guna mendapatkan karekteristik yang diinginkan.

Pengaman Transformator 4. Peangaman Jaringan 2. Relay ini juga digunakan untuk pengaman terhadap beban lebih. Konfigursi system 2. Pada jaringan lisrik relay yang paling banyak digunakan adalah relay arus lebih dengan pembatas waktu (Definite Time Current Relay). Pengaman alat-alat pembantu dari rangkaian transformator tegangan dan transformator arus Relay Arus Lebih Relay Arus Lebih adalah relay yang akan bekerja apa bila terjadi gangguan hubung singkat antara fasa.36 Dalam penggunaan relay pengaaman harulah ditentukan tepat persoalan pengaman yang akan dihadapi. Pengaman Alat Pengubah fasa 5. Informasi yeng diperlukan untuk menentukan persoalan proteksi yang akan dihadapi dalam sistem tenaga listrik adalah : 1. Tinkatan pengaman yang dibutuhkan 3. Studi gangguan 4. Beban maksimum dari data transformator dan impendansi Tempat Pengaman Relay Pengaman Relay pengaman yang terpasang di gardu induk. Pengaman Ril 3. secara umum dapat dibagi menjadi 5 golongan yaitu : 1. Oleh karena itusetting arus yang digunakan untuk relay arus lebih ini adalah arus yang kecil .

37 maka akan diperoleh arus tersebut digunakanlah trafo arus. Relay arus lebih dengan waktu terbalik/Inverse Time Over Current Relay Relay ini akan bekerja dengan waktu tunda sesuai dengan karakteristik inverse yang dipilih. Apabila arus yang mengalir melebihi dari nilai setingnya. Relay (moment) / Instantanous Relay ini bekerja secara seketika atau tanpa ada waktu tunda. maka relay akan bekerja dalam waktu yang sangat cepat. menurut karakteristik waktu kerjanya relay pengaman arus lebih terbagi atas beberapa jenis yaitu : 1.7 Karakteristik Relai Arus Sesaat 2. Gambar 3. Cara kerjarelay ini adalah semakin besar arus gangguan makin cepat waktu kerja relay tersebut. Relay arus lebih dengan Inverse Definite Minimum Time(IDMT) .

. arus hubung singkat 1Ø dan arus hubung singkat yang sering terjadi pada sisi sekunder transformator arus. Relay arus lebih biasanya dihubungakan ke sistem melalui trafo arus. dan kemudian sifat-sifat waktu tertentu untuk nilai arus yang lebih besar . Oleh karena itu kecepatan mengatasi suatu gangguan sangatlah dibutuhkan dalam suatu sisten pengaman. Hubung singkat dapat terjadi antara fasa dengan fasa ketanah. Setting Relay Arus Lebih Untuk menentukan setting relay arus lebih perlu diketahui terlebih dahulu besar arus hubung singkat yang terjadi pada rel baik itu arus hubung singkat 3Ø maupun arus hubung singkat 2Ø.38 Jika Jangka waktu mulainya relay bekerja samapai selesainya relay bekerja mempunyai sifat-sifat waktu terbalik untuk nilai arus yang kecil setelah relay pick–up. Relay arus lebih mempunyai beberapa tipe yaitu :  Pengaman arus lebih kecepatan tinggi (Hight Speed Over CurrentProtection)  Pengaman arus lebih waktu inverse minimum (Inverse minimum time over current protection)  Pengaman arus lebih searah(direktonal over current protection) Pengaman arus lebih sudah termasuk pengaman arus hubung singkat. Hubung singkat pada umunya 5 sampai 20 kali arus beban penuh. Untuk dapat menentukan besarnya arus hubung singkat 3Ø yang sering terjadi pada rel daya dapat menggunakan persamaan (2-) dan untuk menetukan besarnya arus hubung singkat 2Ø yang terjadi dapat dilihat pada persamaan (2-).

Sedangkan untuk menentukan arus setting rele dapat di tentukan dengan rumus sebagai berikut: Ratio Relay = CT x Arus hubung singkat = A .39 sedangkan untuk menentukan besarnya arus gangguan hubung singkat 1Ø.

sedangkan untuk gannguan eksternal transformator memiliki proteksu elektrik. Peralatan proteksi yang digunakan berdasarkan kapasitas transformator ditampilkan pada tabel 1. transformator memiliki proteksi mekanik dan proteksi elektrik. Khusus pada bab ini hanya membahas mengenai relai relai proteksi pada transormator tenaga baik relai pengaman internal ataupun relai pengaman eksternal. Untuk efektifitas dan dan efisiensi. Untuk gangguan internal.PMT. Sistem proteksi terdiri dari Relai Proteksi. maka setiap peralatan proteksi yang dipasang harus disesuaikan dengan kebutuhan dan ancaman ketahanan peralatan yang dilindungi sehinnga peralatan proteksi digunakan sebagai jaminan pengamanan.1 Peralatan sistem proteksi trafo tenaga 70/20 kV .40 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Sistem proteksi bertujuan untuk mengidentifikasi gangguan dan memisahkan bagian yang terganggu dari bagian lain yang masih sehat sekaligus mengamankan bagian yang masih sehat dari kerusakan yang lebih besar. Catu Daya AC/DC yang terintegrasi dalam suatu rangkaian. Proteksi transformator harus dapat mengamankan transformator dari gangguan internal maupun eksternal. Transformator Arus.1 PMT 70 KV CT70 CTN70  Indikasi relai  Data Scada RELAIPROTEKS OCR  Event Recorder  Disturbance Recorder  NGR CTN20 PMT 20 KV CATU DAYA CT20 DC / AC OCR/GF3 Gambar 4. Transformator tegangan.

Transformator daya ini dilengkapi juga dengan pengubanh tap beban (on load tap changer) pada sisi 70KV dengan daerah pengaturan 9. tiga fasa. Data Relay Arus Lebih yang digunakan pada kedua Transformator.1 Data GI Seduduk Putih Gardu Induk Seduduk Putih merupakan gardu induk penurun tegangan dengan mengunakan transformator daya.4. system pendingin yang dugunakan adalah ONAN (oil nature air nature). 4.41 4.1 Data peralatan Adapun data Transformator 70KV/20KV yang ada pada GI seduduk Putih adalah sebagai berikut : 1. Transformator daya yang digunakan mempunyai kemampuan 1 x 10 MVA.2 Data Transformator Data selenkapnya dari kedua transformator daya pada substation 29 adalah sebagai berikut : Transformator 70KV/20KV Buatan :OSAKA Tahun pembuatan :1979 Nomor seri Hubungan Daya : 5A2281005 : YN yn0 : 10 MVA . 4.8 . yaitu system pendingin dengan menggunakan minyak dan udara sebagai pendingin kumparan transformator (didalam transformator) Gardu induk seduduk putih mendapat catu daya dari gardu induk Borang dengan menggunakan saluran udara yang kemudian disalurkan kegardugardu distribusi. dua kumparan dengan tegangan nominal 70KV pada sisi primer dan 20KV pada sisi sekunder. 2. Data Transformator 70KV/20KV.4.

3 Data relay arus lebih Relay Arus Lebih yang digunakan pada sisi primer 70 KV : Merk : ABB Tipe : SPAJ 142 C Arus nominal : 5A Frekuensi nominal : 50 Hz Relay arus lebih yang digunakan pada sisi sekunder 20 KV: Merk : ABB Tipe : SPAJ 142 C .4.5 A Arus sekunder Frekuensi Impedansi : 289 A : 50 Hz : 9.5%-9.8% : ONAN Jenis pendingin Berat total : 28400Kg : 3650Kg Total minyak 4.42 Jumah fasa :3 : 70000V : 20000V Tegangan primer Tegangan sekunder Arus primer : 82.

3 Relai Arus Lebih (OCR) Prinsip kerja relai arus lebih adalah berdasarkan pengukuran arus.43 4.Very inverse . akan tetapi harus dipastikan bahwa setting arus relai masih tetap bekerja pada arus hubung singkat fasa-fasa minimum. mempunyai karakteristik inverse (waktu kerja relai akan semakin cepat apabila arus gangguan . Gambar 4. sehingga tidak bekerja pada saat trafo dibebani nominal.Definite . OCR dirancang sebagai pengaman cadangan Trafo jika terjadi gangguan hubung singkat baik dalam trafo (internal fault) maupun gangguan ekternal (external fault). setting arus OCR harus lebih besar dari kemampuan arus nominal trafo yang diamankan (110 – 120% dari nominal). Oleh karena itu.12 Kurva/Karakteristik Relai OCR Keterangan: .Normal/Standar inverse . yaitu relai akan bekerja apabila merasakan arus diatas nilai settingnya.Long time inverse Relai ini digunakan untuk mendeteksi gangguan fasa–fasa.

serta handal. maka dibuatlah setingan nilai suhu. Karena panas berlebih bisa mengurangi kekuatan isolasi(minyak) trafo. selektif. Agar dapat dikoordinasikan dengan baik terhadap relai arus lebih disisi yang lain (bukan relai arus lebih yang terpasang di penghantar). ini disebakan karena OCR merupakan backup protection atau relay backup jadi bukan relai/ pengaman utama. dan juga ditujukan untuk keamanan peralatan apabila proteksi utama gagal kerja. penghantar transmisi. Hal ini diterapkan dengan cara mengatur waktu kerja rele agar bekerja lambat ketika terjadi arus gangguan kecil. Sedangkna Over Load adalah beban yang berlebih. Prinsip kerja OCR yaitu ketika suatu trafo mengalami gangguan di feeder (penyulang).44 yang dirasakannya semakin besar) atau definite (waktu kerja tetap untuk setiap besaran gangguan). tapi bisa juga trip jika arus gangguan itu terlampau besar lalu men TRIPkan PMT 20 Kv/ tingkat xtrem sampai PMT 150 kV. dan bekerja semakin cepat apabila arus gangguan semakin besar. trafo. maka belum tentu trafo itu akan TRIP. . Relai ini digunakan sebagai proteksi cadangan karena tidak dapat menentukan titik gangguan secara tepat. dan penyulang. OCRdan GFR sebagai proteksi trafo dan penyulang. Rele harus disetting sedemikian rupa sehingga dapat bekerja secepat mungkin dan meminimalkan bagian dari sistem yang harus padam. Selain itu pada relai arus lebih tersedia fungsi high set yang bekerja seketika (moment/instantaneous). maksudya suatu trafo memiliki kapasitas tersendiri / kemampuan untuk memikul beban. Sebagai alat proteksi maka penggunaa rele harus memenuhi persyaratan proteksi yaitu : cepat. maka karakteristik untuk proteksi penghantar yang dipilih adalah kurva yang sama yaitu standard inverse (IEC) / normal inverse (ANSI/IEEE). Rele OCR dan GFR dipasang sebagai alat proteksi motor. Untuk karakteristik inverse mengacu kepada standar IEC atau ANSI/IEEE. Biasanya kasus Over load disertai dengan panasnya suhu trafo yg melebihi dari setingannya. hal ini disebut karakteristik inverse.

yang terdiri dari sebuah CT (Current Transformer) dan sebuah PT (Potential Transformer). alarm 2. maka ia akan memberikan perintah trip. OCR membaca arus. Pemanasan yang dialami oleh peralatan tersebut akan dihitung oleh algoritma relay. yaitu alarm1. sebuah relay dan pemutus tenaga (circuit breaker). Setiap sistem proteksi akan mempunyai komponen komponen dasar tersebut. Cara kerja OCR dan OLR sangatlah berbeda. dan kemudian akan membuat keputusan trip / no trip berdasarkan nilai setting dan besarnya arsus yang dirasakan. Perbedaannya OCR bekerja untuk mengamankan kelebihan arus yang disebabkan oleh gangguan. Apabila relay menggangap peralatan yang diamankannya sudah kepanasan.45 jika melebihi settingan tersebut maka ada level2nya. OCR dan OLR sama-sama bekerja berdasarkan input arus. yg paling fatal adalah TRIP. sedangkan OLR(Over Load Relay) bekerja untuk mengamankan kelebihan arus kerena kelebihan beban. arus yang dibaca akan di analogikan sebagai panas yang sedang dialami oleh suatu peralatan (menggunakan thermal model). Sedangkan OLR. Parameter OCR/GFR: . Gambar Sistem Proteksi Pada Gambar di atas menunjukan sebuah sistem proteksi untuk proteksi relay jarak pada saluran transimisi.

46 1. Sangat berbanding terbalik (very inverse) c). merupakan setelan arus minimal yang akan mengerjakan relai 2. Kecepatan dari perputaran setting arus. setelah piringan berputar melalui sudut yang telah diset sebelumnya. Relay arus lebih yang digunakan pada GI Seduduk Putih adalah relay arus invers time. Berbanding terbalik (inverse) b). kumparan ini mempunyai tapping-tapping yang dihubungkan pada plug setting. untuk mendapatkan jumlah belitan yang diinginkan dapat diperoleh dengan setting arus yang diinginkan. merupakan setelan arus kerja high set untuk arus gangguan yang besar. Relay ini memiliki dua belitan electromagnet. pada fasa yang diamankan. Setting sudut dapat diperoleh bervariasi dari 0 sampai 360 variasi dari sudut-sudut ini memungkinkan mendapat time setting. belitan primer dan belitan sekunder. 3. Nilai arus kerja maksimum. merupakan parameter pemilihan kurva waktu kerja 4. Belitan kedua disebut belitan sekunder yang mendapat induksi dari belitan primer. Nilai kerja arus high set. Bentuk perbandingan relay arus lebih ini dapat digolongkan menjadi : a). merupakan setelan waktu Kerja relai berdasarkan karakteristik yang telah ditentukan. Nilai waktu kerja. Karakteristeik waktu kerja. dimana electromagnet bagian atas dilengkapi dengan dua belitan yakni. Sangat berbanding terbalik sekali (extremely inverse) Spindle dari piringan membawa sebuah kontak bergerak yang akan menutup kontak diam. jika arus naik melebihi setting maka kecepata dari piring . Belitan primer dihubungkan pada transformator arus.

OCR tersebut dipasang pada kedua sisi trafo yaitu : 1.47 akan menaik dan waktu operasi menurun. Pada sisi 70KV 2. sedangkan pada sisi 20 KV rating arusnya sebesar 300/5 A yang telah tertera pada OCR itu Sendiri. Pada sisi 20KV OCR pada sisi 70 KV mempunyai rating arus 100/5 A. dan rele ini merupakan satu kesatuan dari rele diferensial. Jadi karakteristik waktu relay ini adalah inverse dimana semakin besar arus gangguan semakin cepat waktu pemutusan dari relay ini. .

1 KESIMPULAN Kesimpulan yang dapat saya tarik setelah melakukan kerja praktek di PT PLN (Persero) P3B Unit Pelayanan Transmisi Palembang: a.48 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Proteksi utama pada transformator ialah Rele Differensial dan REF. Program Kerja Praktek pada industri sangat bermanfaat beagi mahasiswa. memberikan bekal kepada mahasiswa mengenai dunia kerja. Rele Tegangan Lebih/Kurang dan Rele SBEF. sedangkan proteksi cadangan transformator yakni Rele arus Lebih OCR. Rele Gangguan Tanah. agar nantinya mampu bersaing didunia industri b. Sistem proteksi bertujuan untuk mengidentifikasi gangguan dan memisahkan bagian yang terganggu dari bagian lain yang masih sehat sekaligus mengamankan bagian yang masih sehat dari kerusakan atau kerugian yang lebih besar. karena dengan adanya Kerja Praktek ini mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang di dapatkan dari bangku kuliah. . c. Terdapat minimal 2 ring dalam proteksi untuk sebuah transformator yakni proteksi utama dan proteksi cadangan di tambah dengan proteksi internal dalam taransformator itu sendiri d.

Hal ini bertujuan untuk mengawasi dan memantau kegiatan dari mahasiswa yang bersangkutan yang berhubungan langsung dengan perusahaan dan kaitannya dengan dengan proses kerja sama yang berkelanjutan antara perusahaan dan pihak kampus. Ada baiknya transformator –transformator tersebut dipasang pada daerah daerah yang belum terjangkau PLN. sebaiknya peralatan peralatan proteksinya juga dilakukan pemeliharaan terutama menjelang pergantiaan musim kemarau ke hujan atau sebaliknya dari musim hujan ke kemarau d. . c. Transformator adalah bagian terpenting dalam suatu gardu induk sehinnga membutuhkan peralatan proteksi dari berbagai macam jenis gangguan.2 SARAN Adapun saran-saran yang dapat kami sumbangkan kepada PT PLN (Persero) P3B unit Pelayanan Transmisi Palembang Sebagai ungkapan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk Kerja Praktek di perusahaan ini antara lain: a. b. Adanya evaluasi kerja praktek yang dilakukan secara rutin terhadap mahasiswa yang sedang melakukan kerja praktek. Adanya perubahaan dalam sistem distribusi tenaga listrik khususnya distribusi sekunder dari tegangan 12 kV menjadi tegangan 20 kV menyebabkan beberapa transformator tenaga hanya diopersikan satu atau dua penyulang saja sehingga sangat tidak efektif dan efisien baik ditinjau dari transformatornya sendiri ataupun jaringa yang ada.49 5. Selain dilakukan pemeliharaan rutin terhadap transformator. untuk itu peralatan proteksi tersebut hendaknya telah memiliki spesifikasi dan settingan (khusus untuk rele proteksi) yang tepat.

50 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful