LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI PENGELOLAAN LIMBAH PERTANIAN ACARA : PUPUK BOKASHI

OLEH : NAMA NIM KELAS NILAI : AJENG WIDYANINGRUM : 111510501111 : BU :

LABORATORIUM HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN JURUSAN HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS JEMBER 2012

Limbah ini memiliki nilai potensial.1 Latar Belakang Limbah serigkali menimbulkan permasalahan yang sangat kompleks. Peningkatan jumlah penduduk berarti peningkatan jumlah timbulan limbah. teknologi bokasi mudah. misalnya sebagai pupuk. Teknologi EM dan bokashi merupakan salah satu pilihan yang realistis dalam mengatasi kelangkaan dan mahalnya pupuk buatan. jumlahnya akan semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan beragam aktivitasnya. PENDAHULUAN 1. murah. Limbah yang paling besar bersumber dari kegiatan pertanian. dan pemanfaatan lain sebagai bahan pembuatan kompos yang dapat digunakan untuk memperbaiki lahan kritis di berbagai daerah di Indonesia. Selain baunya yang tidak sedap. dan dapat juga mempengaruhi penerimaan devisa negara. seperti penyediaan lapangan pekerjaan. Dan juga dapat mendatangkan wabah penyakit. Disamping itu. baik itu dari kotoran ternak maupun dari tumbuh-tumbuhan. tetapi ada sisi manfaatnya. sampah juga dapat diubah menjadi barang yang bermanfaat. Limbah-limbah tersebut dapat diolah menjadi berbagai barang bermanfaat yang bisa kita kembalikan lagi untuk alam.BAB 1. Bokasi adalah kompos yang salah satu bahan penyusunnya menggunakan EM (Effective Microorganism). sampah sering dihinggapi lalat.Sampah yang menumpuk itu. . dan semakin beragam aktivitas berarti semakin beragam jenis limbah yang dihasilkan. kedua teknologi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pilihan dalam pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT). Kemanfaatan limbah ini tidak terlepas dari penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menanganinya. Selain menunjang pertumbuhan tanaman. peningkatan kualitas dan estetika lingkungan. sudah tentu akan mengganggu penduduk di sekitarnya. Walaupun terbukti sampah itu dapat merugikan. Pupuk anorganik yang selalu digunakan petani dapat diganti dengan pupuk organik yang dapat dibuat sendiri dari bahan-bahan alami seperti penggunaan pupuk bokasi yang dapat dibuat dari bahan jerami dan sampah rumah tangga. Hal ini karena selain dapat mendatangkan bencana bagi masyarakat.

Mengetahui limbah-limbah apa saja yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bokashi. 2.2 Tujuan Tujuan dari praktikum Pengolahan Limbah Pertanian dengan acara pembuatan pupuk bokashi yaitu sebagai berikut : 1. Dalam usaha untuk meningkatkan pendapatan hasil pertanian dan usaha pertanian lainnya seharusnya penggunaan pupuk organik untuk pertanian organik yang bebas dari bahan kimia ditingkatkan.dan ramah lingkungan sehingga sangat prospektif untuk dikembangkan di tingkat petani. . Mengetahui cara pembuatan pupuk bokashi. 3. 1. Selain itu pupuk cair organik dapat diterima oleh petani dengan baik karena petani dapat membuatnya sendiri dan tidak memerlukan biaya yang banyak dalam prosespembuatannya dan efektif pengaplikasiannya untuk tanaman yang mereka budidayakan. sehingga memiliki nilai atau harga yang lebih dipasaran. Mengetahui formulasi yang tepat untuk membuat pupuk bokashi.

Pupuk organik merupakan suatu sistem yang mendorong kesehatan tanah dan tanaman melalui praktek pendaurulangan unsur hara dari bahan organik. karena berguna menjadi pupuk yang bernilai ekonomis tinggi dan dapat meningkatkan kesuburan dan kese-hatan tanah. Keuntungan dari pemanfaatan mik-roorganisme dalam proses penguraian bahan organik adalah dapat mempercepat penguraian. Pembenah tanah atau soil ameliorant menurut SK Mentan adalah bahan-bahan sintesis atau alami. Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke dalam tanah menyediakan essensial bagi pert-umbuhan tanaman. dan . 2011). Sumber bahan organik dapat berupa kompos. protein. limbah ternak. 2008). didaur ulang dan dirombak dengan bantuan mikroorganisme decomposer seperti bakteri dan cendawan menjadi unsure-unsur hara yang dapat diserap oleh tanaman (Suprihatin. Bila C-organik rendah dan tidak masuk dalam ketentuan pupuk organik maka diklasifikasikan sebagai pembenah tanah organik. pupuk hijau. Pupuk bokashi penguraiannya melalui fermentasi. limbah industri yang menggunakan bahan pertanian. rotasi tanaman. tongkol jagung. kimia dan biologi tanah. alkohol dan mikroorganisme yang bermanfaat diban-dingkan dengan kompos. mampu meningkatkan nilai ekonomis bahan organik. sisa panen (jerami. sehingga bahan organis lim-bah tidak menimbulkan pencemaran. TINJAUAN PUSTAKA Akhir-akhir ini berkembang wacana untuk kembali ke alam (back to nature) dalam kegiatan pertanian.BAB 2. pupuk kandang. asam amino. Pupuk untuk organik merupakan pupuk yang terbuat dari bahan-bahan alami yang dapat diperbaharui. karena pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik. maka bokashi lebih banyak mengandung senyawa organik. Di samping itu. pengelolaan yang tepat dan menghindari pupuk sintesis serta pestisida. dan sabut kelapa). gula. brangkasan. diantaranya dengan pemanfaatan bahanbahan alam (sumber daya hayati) untuk kebutuhan pupuk dan pestisida (pengendali hama) yang dikenal dengan system pertanian organic yang ramah lingkungan. proses penguraian bahan organik pada pembuatan berlangsung lebih cepat (Mihrani.organik atau mineral. bagas tebu.

Pupuk hijau merupakan keseluruhan tanaman hijau maupun hanya bagian dari tanaman seperti sisa batang dan tunggul akar setelah bagian atas tanaman yang hijau digunakan sebagai pakan ternak. dengan berkembangnya pemukiman. kerbau. perkotaan dan industri makan bahan dasar kompos makin beranekaragam seperti dari tinja. Di alam ini terdapat begitu banyak bahan organik yang tidak teroptimalkan potensinya. Sedangkan kotoran ternak yang banyak dimanfaatkan adalah kotoran sapi.150 g per polybag (Loekito. 1998). Hasil penelitian Wididana (1994) memperlihatkan bahwa penggunaan bokashi sekam padi pada tanaman cabai keriting mampu memperbaiki sifat fisik tanah dengan meningkatnya pori drainase mikro. seperti jerami. kacang-kacangan. bahan- . actinomycetes dan ragi yang digunakan sebagai inokulum untuk meningkatkan mikroba tanah. Hasil fermentasi bahan organik menggunakan teknologi EM4 disebut bokashi. limbah cair. Disamping itu.limbah kota. Bokashi merupakan hasil fermentasi bahan organik dengan bakteri EM4 yang menguntungkan seperti bakteri asam laktat. itik dan babi. dan tanaman paku air Azolla. Dengan demikian. batang jagung. dan sekam padi. baik dalam bentuk kompos maupun pupuk kandang dapat berasal dari limbah pertanian. Sebagai contoh pupuk hijau ini adalah sisa–sisa tanaman. kulit kacang tanah. ayam. Bokashi juga dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk menyuburkan tanah dan meningkat-kan pertumbuhan dan produksi tanaman. Pupuk kandang merupakan kotoran ternak (Parnata. 2004). 1999). ampas tebu. Salah satu bentuk pupuk organik yang sekarang sedang banyak digunakan adalah pupuk bokasi (Nasir. Pemberian bokashi untuk tanaman tahunan sebagai pupuk dasar saat pembibitan berkisar 50 . air tersedia dan peningkatan hasil buah sebesar 71%. Oleh karena itu penulis tertarik mengambil bahan organik yang ada di alam dan difermentasikan bersama EM4 menjadi bokashi. dan bahan hijauan lainnya. kambing. Bahan dasar pupuk organik. Pemberian bokashi kotoran ayam pada dosis 150 g per polybag memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuh-an bibit kelapa sawit yang ditandai dengan peningkatan berat kering pupus dan berat kering tanaman. sampah kota dan pemukiman.

serbuk gergaji. kotoran ternak. Adapun bahan organik tersebut adalah alang-alang. . serbuk gergaji dan lain-lain dapat digunakan sebagai bahan pembuat bokasi yang baik (Subadiyasa. 2008).bahan organik yang tersedia dapat dioptimalkan pemanfaatannya. Kecepatan pembuatan bokasi dipandang penting mengingat berlimpahnya bahan organik buangan. Bokasi dapat dipergunakan sebagai pupuk alternatif yang memiliki banyak keunggulan dibanding kompos tradisional dan pupuk buatan. Seperti halnya kompos tradisional. Pembuatan kompos secara tradisional memakan waktu yang relatif lama (3 – 4 bulan). 1997). petani dapat membuat sendiri sesuai dengan kebutuhan dan ketersediaan bahan-bahan organik buangan di sekitar tempat tinggal. Dengan teknologi yang sederhana. dkk. bokasi juga ramah lingkungan. Berbagai bahan organik seperti jerami. Dengan teknologi EM. pembuatan bokasi hanya memerlukan waktu yang sangat singkat (kurang lebih 4 hari). eceng gondok dan kotoran sapi (Soverda. sedangkan kebutuhan pupuk terus meningkat dengan harga yang semakin tinggi dan makin sulit terjangkau oleh petani. sekam padi. dedak.

3. 4.Arit. atau ayam) 10 kg EM-4 1lt Bekatul 250 kg Tetes/larutan gula pasir 1kg/1 lt Air secukupnya Arang sekam/serbuk gergaji 10 kg 3. 7.2 Bahan 1. 5. Melarutkan EM-4 dan gula ke dalam air dengan perbandingan 1 ml : 1 ml : 1 liter. 5.2 Alat dan Bahan 3.3 Cara Kerja 1.1 Alat 1. Mencampur kotoran ternak secara merata.2. dan cangkul 3. Tempat penimbunan Plastik gelap ukuran 1x1 m Karung goni Tali Pisau. Jerami/Daun sisa tanaman/Buah rusak 5 kg Kotoran ternak (Sapi. METODOLOGI 3. atau mencampurkan dedaunan menjadi satu atau mencampurkan kotoran ternak dengan buah serta kotoran ternak dengan rumput . 4. 6.Kambing.BAB 3. 2. 3.2.1 Waktu dan Tempat Praktikum Pengelolaan Limbah Pertanian acara V ( Pupuk Bokashi ) dilaksanakan pada hari Sabtu. 3. 2. 2. tanggal 27 November 2012 pukul 10.00 wib bertempat di depan Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Jember.

6.3. 4. dan bila kepalan dilepas maka adonan akan segar. 5. sampai kandungan air adonan mencapai 30%. Mempertahankan suhu adonan 40-50 oC. . air tidak keluar dari adonan. Menimbun adonan dan menutupnya dengan plastik. Suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukkan. Setelah 14 hari Bokashi telah selesai terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik. Pengecekan suhu dilakukan setiap 5 jam sekali. Bila adonan dikepal dengan tangan. Menyiramkan larutan EM-4 secara perlahan-lahan ke dalam adonan secara merata. bukalah penutup plastik.

tidak Kotoran ternak tanah & lengket campuran Tidak Berbau (Kotoran sapi. Dingin Tidak Jadi 3. Suhu tumpukan kompos akan meningkat dengan cepat. Tanah miskin akan menjadi subur. Tidak Jadi 1. Suhu akan meningkat hingga di atas 50o . Tanah masam akan menjadi lebih netral.70o C.1 Proses Pengomposan Pupuk Bokashi Kompos ibarat multivitamin bagi tanah dan tanaman dengan pupuk organik sifat fisik.2 Pembahasan 4. JENIS WARNA & KEREMAHAN BOKASHI AROMA Bahan dasar : Hitam & Remah. dan ayam) SUHU Dingin KET. yaitu tahap aktif dan tahap pematangan. Demikian pula akan diikuti dengan peningkatan pH kompos. Suhu akan tetap tinggi selama waktu tertentu. oksigen dan senyawa-senyawa yang mudah terdegradasi akan segera dimanfaatkan oleh mikroba mesofilik. Dingin 4. Proses pengomposan secara sederhana dapat dibagi menjadi dua tahap.2. Selama tahap-tahap awal proses. kimia dan biologi tanah menjadi lebih baik. Mikroba yang aktif pada kondisi ini adalah mikroba termofilik.kambing.BAB 4. Kompos akan mengembalikan kesuburan tanah. Tanah keras akan menjadi lebih gembur. tidak kotoran kambing Tidak Berbau lengket. Tanaman yang diberi kompos tumbuh lebih subur dan kualitas panennya lebih baik daripada tanaman tanpa kompos. + rumput Rumput tidak terdekomposisi Bahan dasar : Hitam & Remah.1 Hasil Data Pengamatan Bokashi NO. Dingin Tidak Jadi 2. yaitu . HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Jadi (terdapat jamur putih) 4. bentuk Kotoran sapi + Tidak Berbau granula sedikit tomat lengket Bahan dasar : Hitam Masih berbentuk daun-daunan Kehijauan & daun-daunan Tidak Berbau Bahan dasar : Hitam seperti Remah.

pupuk bokashi ini tidak berbau. bentuknya remah. Meningkatkan kapasitas fotosintesis tanaman-menjamin perkecambahan dan pertumbuhan tanaman yang lebih baik 5. Beberapa pengaruh EM yang menguntungkan dalam pupuk bokashi tersebut adalah sebagai berikut : 1.2. buah. Pupuk bokashi ini dianggap gagal karena suhunya dingin dan bahan tidak terdekomposisi. dan biologi tanah 3. Pupuk bokashi ini juga dianggap gagal karena suhunya dingin serta tanda-tanda keberhasilan pembuatan pupuk bokashi tidak ada. Menekan pertumbuhan hama dan penyakit dalam tanah 4. pupuk bokashi ini tidak berbau. agak lengket. dan kematangan hasil tanaman. bahan yang digunakan yaitu kotoran sapi yang dicampur tomat. bentuknya masih . Pada kelompok 2. 2. pada kelompok 1 yang menggunakan bahan dasar kotoran kambing yang dicampur rumput penganti jerami ternyata setelah dilakukan pengamatan selama 13 hari pupuk bokashinya berwarna hitam.aroma akhirnya tidak berbau.tidak lengket tetapi rumput sebagai campuran tidak terurai malah tumbuh kembali. maka suhu akan berangsurangsur mengalami penurunan. Pada saat ini terjadi pematangan kompos tingkat lanjut.mikroba yang aktif pada suhu tinggi. Selama proses pengomposan akan terjadi penyusutan volume maupun biomassa bahan. Pada saat ini terjadi dekmposisi/penguraian bahan organik yang sangat aktif. Pengurangan ini dapat mencapai 30 – 40% dari volume/bobot awal bahan. Memperbaiki lingkungan fisik. Memperbaiki perkecambahan bunga. Meningkatkan manfaat bahan organik sebagai pupuk 4. uap air dan panas.3 Pembahasan Data yang Diperoleh Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan. kimia. bentuknya granula remah. Hasil pengamatan diperoleh bahwa warnanya hitam. yaitu pembentukan komplek liat humus. Mikroba-mikroba di dalam kompos dengan menggunakan oksigen akan menguraikan bahan organik menjadi CO2. Setelah sebagian besar bahan telah terurai. Pada perlakuan kelompok 3 yang menggunakan bahan dasar daun-daunan ternyata diperoleh data yaitu untuk warnanya hitam kehijauan.

kambing. tidak lengket. 2. Pupuk bokashi dianggap berhasil jika ditemukannya jamur putih atau abu-abu seperti kapas di permukaan pupuk bokashi. 4. Satu ton bokashi padat bisa digunakan untuk memupuk lahan pertanian seluas 0. bentuknya remah. Pupuk bokashi juga dianggap gagal karena suhunya dingin dan bahan dasarnya belum terfermentasi sempurna. perbandingan antara bokashi padat dan tanah sebesar 1 : 2. Apabila rasio C/N terlalu tinggi.2. aroma sama dengan perlakuan kelompok lainya tidak berbau. Pada rasio C/N di antara 30 s/d 40 mikroba mendapatkan cukup C untuk energi dan N untuk sintesis 5 protein.2. perbandingan antara bokashi padat dan tanah yaitu 1 : 1. Untuk tanaman hias. dan ⁄ bokashi padat. dan ayam) warnanya hitam seperti tanah. Untuk tanaman sayur.5 ha. Sementara untuk tanaman dalam pot. dengan bahan campuran kotoran (Sapi. perbandingan campuran sebesar 1 bagian tanah lempung.berwujud daun-daunan yang mulai lapuh. Permukaan area yang lebih luas akan meningkatkan kontak antara mikroba dengan bahan dan . mikroba akan kekurangan N untuk sintesis protein sehingga dekomposisi berjalan lambat.3 Cara Pengaplikasian pada Tanaman Aplikasi bokashi padat yang telah dibuat diberikan dengan campuran tanah sebagai media tanam.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi Adapun faktor-faktor yang memperngaruhi proses pembuatan bokashi tersebut antara lain: 1. 4. Rasio C/N Rasio C/N yang efektif untuk proses pengomposan berkisar antara 30: 1 hingga 40:1. media tanam perlu diganti dengan yang baru seperti komposisi semula. Mikroba memecah senyawa C sebagai sumber energi dan menggunakan N untuk sintesis protein. Ukuran Partikel Aktivitas mikroba berada diantara permukaan area dan udara. 1 bagian pasir. Sedangkan untuk perlakukan kelompok 4. Setahun sekali.

Udara akan mensuplay Oksigen untuk proses pengomposan. Temperatur Panas dihasilkan dari aktivitas mikroba. 4. Porositas dihitung dengan mengukur volume rongga dibagi dengan volume total. Rongga-rongga ini akan diisi oleh air dan udara. Kelembaban 40 . 6. Mikrooranisme dapat memanfaatkan bahan organik apabila bahan organik tersebut larut di dalam air. aktivitas mikroba akan mengalami penurunan dan akan lebih rendah lagi pada kelembaban 15%.proses dekomposisi akan berjalan lebih cepat. Aerasi secara alami akan terjadi pada saat terjadi peningkatan suhu yang menyebabkan udara hangat keluar dan udara yang lebih dingin masuk ke dalam tumpukan kompos. Ada hubungan langsung antara peningkatan suhu dengan konsumsi oksigen.60 % adalah kisaran optimum untuk metabolisme mikroba. Semakin tinggi temperatur akan semakin banyak konsumsi oksigen dan akan semakin cepat pula proses . volume udara berkurang. Apabila aerasi terhambat. Apabila kelembaban lebih besar dari 60%. 5. Aerasi ditentukan oleh posiritas dan kandungan air bahan(kelembaban). Porositas Porositas adalah ruang diantara partikel di dalam tumpukan kompos. Ukuran partikel juga menentukan besarnya ruang antar bahan (porositas). Apabila rongga dijenuhi oleh air. maka akan terjadi proses anaerob yang akan menghasilkan bau yang tidak sedap. 3. Untuk meningkatkan luas permukaan dapat dilakukan dengan memperkecil ukuran partikel bahan tersebut. Aerasi dapat ditingkatkan dengan melakukan pembalikan atau mengalirkan udara di dalam tumpukan kompos. akibatnya aktivitas mikroba akan menurun dan akan terjadi fermentasi anaerobik yang menimbulkan bau tidak sedap. Kelembaban (Moisture content) Kelembaban memegang peranan yang sangat penting dalam proses metabolisme mikroba dan secara tidak langsung berpengaruh pada suplay oksigen. hara akan tercuci. maka pasokan oksigen akan berkurang dan proses pengomposan juga akan terganggu. Apabila kelembaban di bawah 40%. Aerasi Pengomposan yang cepat dapat terjadi dalam kondisi yang cukup oksigen(aerob).

Peningkatan suhu dapat terjadi dengan cepat pada tumpukan kompos. Tempat tidak tidak terkena sinar matahari langsung atau terkena hujan Alas sebaiknya disemen atau diberi ubin Kondisi tempat cukup lembab Tempat tidak tergenang Adapun tanda-tanda keberhasilan pembuatan pupuk bokashi. Kandungan bahan berbahaya Beberapa bahan organik mungkin mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kehidupan mikroba. 7. pH kotoran ternak umumnya berkisar antara 6. 8. pH Proses pengomposan dapat terjadi pada kisaran pH yang lebar.dekomposisi.5 sampai 7. Sebagai contoh. Selain itu faktor-faktor yang mempengarui keberhasilan pembuatan pupuk bokashi adalah: 1. 4.8 hingga 7. Suhu yang lebih tinggi dari 60oC akan membunuh sebagian mikroba dan hanya mikroba thermofilik saja yang akan tetap bertahan hidup. pH yang optimum untuk proses pengomposan berkisar antara 6. sedangkan produksi amonia dari senyawa-senyawa yang mengandung nitrogen akan meningkatkan pH pada fase-fase awal pengomposan. Logam-logam berat akan mengalami imobilisasi selama proses pengomposan. 2. 3. proses pelepasan asam. Cr adalah beberapa bahan yang termasuk kategori ini. secara temporer atau lokal. Temperatur yang berkisar antara 30 . Logam-logam berat seperti Mg. Nickel. Kandungan hara Kandungan P dan K juga penting dalam proses pengomposan dan bisanya terdapat di dalam kompos-kompos dari peternakan.60oC menunjukkan aktivitas pengomposan yang cepat. Cu. pH kompos yang sudah matang biasanya mendekati netral.5. 9. Hara ini akan dimanfaatkan oleh mikroba selama proses pengomposan. Proses pengomposan sendiri akan menyebabkan perubahan pada bahan organik dan pH bahan itu sendiri. Zn. Suhu yang tinggi juga akan membunuh mikroba-mikroba patogen tanaman dan benih-benih gulma. antara lain : .4. akan menyebabkan penurunan pH (pengasaman).

4. Dalam jangka pendek. yaitu : 1. 3. sehingga jumlah pupuk yang diberikan harus relatif banyak bila dibandingkan dengan pupuk anorganik. apalagi untuk tanah-tanah yang sudah miskin unsur hara. Sementara itu reaksi atau respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik tidak sespektakuler pemberian pupuk buatan.2. 4. Ramah lingkungan dan dapat menfaatkan seluruh potensi sumberdaya alam yang ada dilingkungan pertanian Sedangkan kelemahan dari pupuk bokashi ini adalah sebagai berikut : 1. Kandungan unsur hara jumlahnya kecil. Pemakaian pupuk yang praktis 4.5 Keunggulan dan Kelemahan Adapun beberapa keunggulan dari pupuk bokashi yang merupakan pupuk organik ini. sehingga sangat efektif dan efisien bagi petani 5. menyebabkan memerlukan tambahan biaya operasional untuk pengangkutan dan implementasinya. 3. 2. 2. Biaya murah. Setelah 6 jam panasnya antara 40 – 50oC Setelah 3 hari tumbuh cendawan /jamur seperti kapuk yang berwarna putih keabu-abuan.1. 3. Meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman 2. Menyuburkan tanah karena mengandung unsur hara yang sangat diperlukan tanaman dan menekan pertumbuhan pathogen dalam tanah. 5. . pemberian pupuk organik bokashi membutuhkan jumlah besar sehingga menjadi beban biaya bagi petani. Aromanya sedap Fisik bokashi agak memasir dan tidak lengket Tidak berwarna hitam dan basi. Karena jumlahnya banyak.

pemakaian pupuk yang praktis.2 Saran Praktikan harus lebih memperhatikan proses kerja yang ada agar tidak terjadi kesalahan dalam praktikum yang mengakibatkan praktikum yang dilakukan gagal karena tidak mengindahkan faktor-faktor penentu keberhasilan pembuatan bokashi. Keunggulan dari pupuk bokashi ini antara lain : Meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. menyuburkan tanah. dan biaya murah sehingga sangat efektif dan efisien bagi petani. Terdapat tanda – tanda seperti tumbuh jamur putih abu-abu. Bokashi merupakan salah satu metode pengomposan yang menggunakan starter aerobik maupun anaerobik untuk mengkomposkan bahan organik. ramah lingkungan serta dapat menfaatkan seluruh potensi sumberdaya alam 4. KESIMPULAN DAN SARAN 5. fisiknya remah tidak lengket. Fisik masir dan tidak lengket. tidak berbau busuk. 5. . 2. menekan pertumbuhan pathogen dalam tanah. Terdapat beberapa tanda-tanda keberhasilan dalam pembuatan pupuk bokasi. Dalam acara praktikum pupuk bokashi hanya kelompok 4 saja yang berhasil. Setelah 3 hari tumbuh jamur seperti kapuk berwarna putih keabu-abuan. 3. yakni : Setelah 6 jam tercapai suhu 40 – 50 0C. dll. Tidak busuk.BAB 5.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil pada praktikum kali ini antara lain: 1.

1999. SP. Gramedia. Agrisistem 4 (1) : 18 – 27.. MBA. Ayub. Pengaruh Penggunaan Pupuk Bokasi Pada Pertumbuhan Dan Produksi Padi Palawija Dan Sayuran.dkk. Seminar Nasional Pertanian Organik. PT. PT Agromedia Pustaka. Jakarta Parnata. Suprihatin. 1997. . Agronomi 12 (1) : 17 – 20.) Di Polybag. Subadiyasa. Jakarta Soverda. N. Pupuk Organik. Teknologi Effektive Microorganism (EM) potensi dan prospeknya di Indonesia. Teknik Kmia 15 (2) : 429 – 433. 2011. Nasir. Jakarta.DAFTAR PUSTAKA Mihrani. 2004. Evaluasi Penyuluhan Penggunaan Bokashi Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Rumput Gajah. Proses Pembuatan Pupuk Organik Dari Batang Pohon Pisang. Pengaruh Beberapa Macam Bokashi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicon Esculentum Mill. 2008. 2008.S.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful