P. 1
Hernia Nucleus Pulposus (HNP)

Hernia Nucleus Pulposus (HNP)

|Views: 23|Likes:
Published by Yuni Eun Wijaya

More info:

Published by: Yuni Eun Wijaya on Dec 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/17/2013

pdf

text

original

Hernia Nucleus Pulposus (HNP

)

Definisi
• HNP merupakan rupturnya nukleus pulposus (Brunner & Suddarth, 2002) • HNP adalah suatu keadaan dimana sebagian atau seluruh bagian dari nucleus pulposus mengalami penonjolan ke dalam kanalis spinalis

Etiologi
• Herniasi diskus lumbal dapat disebabkan oleh trauma atau perubahan degeneratif pada diskus. • Berat badan berlebihan, terutama beban ekstra di daerah perut dapat menyebabkan strain pada punggung bawah.

Patofisiologi

Gejala Klinis
• • • • Nyeri punggung bawah Nyeri daerah bokong Rasa kaku atau tertarik pada punggung bawah Nyeri yang menjalar atau seperti rasa kesetrum dan dapat disertai baal, yang dirasakan dari bokong menjalar ke daerah paha, betis bahkan sampai kaki,tergantung bagian saraf mana yang terjepit • Rasa nyeri sering ditimbulkan setelah melakukan aktifitas yang berlebihan,terutama banyak membungkukkan badan atau banyak berdiri dan berjalan • Rasa nyeri juga sering diprovokasi karena mengangkat barang yang berat, batuk,bersin akibat bertambahnya tekanan intratekal. Nyeri biasanya bersifat tajam seperti terbakar dan berdenyut menjalar sampai di bawah lutut • Bila mengenai konus atau kauda ekuina dapat terjadi gangguan miksi, defekasi dan fungsi seksual

Pemx Neurologis
• Pemeriksaan sensorik • Pemeriksaan motorik  dicari apakah ada kelemahan, atrofi atau fasikulasi otot • Pemeriksaan tendon • Tes laseque, tes Bragard, tes Sicard • Tes Nafzigger, tes Valsava • Tes Patrick dan Tes Contra Patrick • Tes Distraksi dan Tes Kompresi

Pemx Penunjang
• Elektromiografi (EMG) • Somato Sensoric Evoked Potential (SSEP) • Pemeriksaan Radiologi

Tata Laksana
Konservatif : 1.Penderita dengan gejala klinis ringan : Mencegah gerakan-gerakan yang menimbulkan keluhan dan tirah-baring pada saat timbul keluhan. Analgesik, bila perlu. Fisioterapi, seperti terapi panas, latihan, korset lumbal. 2.Penderita dengan gejala nyeri pinggang hebat : Tirah-baring (alas keras, pada posisi yang dirasakan enak). Analgesik, antispasmodik (diasepam), anti-inflamasi (aspirin, NSAID). Fisioterapi, seperti traksi pinggul.

Pembedahan Tujuan : Mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik

Prognosis
• Terapi konservatif yang dilakukan dengan traksi merupakan suatu perawatan yang praktis dengan kesembuhan maksimal. • Kelemahan fungsi motorik dapat menyebabkan atrofi otot dan dapat juga terjadi pergantian kulit.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->