BAB IV PEMBAHASAN

Dalam bab ini berisi tentang semua asuhan kebidanan yang di lakukan pada Ny. M yang kemudian di padukan dengan teori dengan tujuan untuk mengetahui adanya kesenjangan ataupun kesamaan antara teori dan praktek di lahan.

A. LANGKAH I (PENGKAJIAN / PENGUMPULAN DATA) Teori menurut varney (2003), data subjektif ialah data yang di kumpulkan dari keterangan atau keluhan klien melalui anamnesa. Dalam teori di jelaskan salah satu metode pengkajian /pengumpulan data yaitu melalui data subjektif dan objektif. Pengkajian di lakukan secara langsung terhadap Ny. M di BPS Ny . I , Pasien datang segera di lakukan pengkajian. Didalam pengkajian terbagi menjadi dua yaitu data subjektif dan objektif. Menurut teori wiknjosastro (2006) pemeriksaan objektif

yang di lakukan meliputi pemeriksaan obstetrik, dan penunjang. Pada pemeriksaan objektif yang di lakukan pada Ny.M meliputi pemeriksaan fisik klien dan pemeriksaan obstetrik. Pada kasus ini tidak di lakukan pemeriksaan penunjang. Dengan demikian langkah pengkajian yang di lakukan pada Ny.M terdapat kesenjangan antara teori dan praktek yaitu pada pemeriksaan obstetri, dan penunjang. B. LANGKAH II (INTERPRETASI DATA) Menurut varney (2003), interpretasi data di kembangkan berdasarkan data dasar yang telah di kumpulkan. Diagnosa kebidanan ialah diagnosa yang di tegakkan bidan dalam lingkup praktek kebidanan dan memenuhi nomenklatur diagnosa kebutuhan. Pada langkah ini diagnosa di buat berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang di kumpulkan. Diperoleh diagnosa Ny. M Umur 33 th G2 P2 Ao hamil 40 minggu, janin hidup tunggal intrauterin, letak memanjang, punggung kanan, presentasi

kepala,divergen, dengan kehamilan normal. Sehingga pada kasus Ny.M tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.

C. LANGKAH III (DIAGNOSA POTENSIAL) Menurut Varney (2003), Langkah ini dilakukan dengan mengidentifikasikan masalah atau diagnosis potensial yang lain berdasarkan beberapa masalah dan diagnosis yang sudah diidentifikasi. Langkah ini membutuhkan antisipasi yang cukup dan apabila memungkinkan dilakukan proses pencegahan atau dalam kondisi tertentu membutuhkan tindakan segera. Pada kasus Ny. M, diagnosa potensial tidak ditemukan Jadi antara teori dan praktek tidak ada kesenjangan. pasien

D. LANGKAH IV (ANTISIPASI PENANGANAN SEGERA) Menurut Varney (2003), Tahap ini dilakukan oleh bidan dengan melakukan identifikasi dan menetapkan beberapa kebutuhan setelah diagnosa dan masalah di kerjakan. Kegiatan bidan pada tahap ini adalah konsultasi, kolaborasi dan melakukan rujukan. Pada kasus Ny. M tidak dilakukan antisipasi penanganan segera. Jadi antara teori dan praktek tidak ada kesenjangan.

E. LANGKAH V (PLANNING) Menurut varney. 2003, pada langkah ini direncanakan asuhan yang menyeluruh yang di tentukan oleh langkah sebelumnya. Langkah ini menggambarkan kesinambungan dari langkah sebelumnya,setelah bidan mengidentifikasi masalah atau diagnosa potensial dan tindakan segera berdasarkan masalah atau diagnosa yang direncanakan, dirumuskan seluruh perencanaan yang akan membantu menyelesaikan masalah atau yang terjadi pada klien. Perencanaan yang di lakukan pada Ny. M Beritahu hasil pemeriksaan yang telah dilakukan Berikan ibu support mental Anjurkan ibu untuk menyusui secara esklusif dan manfaatnya serta menyusui secara on demand beritahu ibu tentang cara perawatan payudara dan cara menyusui yang benar Anjurkan ibu untuk makan-makanan yang bergizi

-

Beritahu ibu tentang tanda bahaya masa nifas Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup Anjurkan ibu untuk menjaga kebersihan diri terutama pada daerah kemaluan ibu Anjurkan pada ibu untuk melanjutkan therapy obat Anjurkan ibu untuk kunjungan ulang.

jadi, dalam perencanaan Ny. M tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek. F. LANGKAH VI (IMPLEMENTASI) Menurut varney. 2003, pada langkah ini rencana asuhan yang menyeluruh seperti yang telah di uraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. Implementasi pada kasus Ny.M Sudah dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, sehingga tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek.

G. LANGKAH VII (EVALUASI) Menurut varney. 2003, dilakukan evaluasi dari asuhan yang sudah di berikan apa bila pemenuhan kebutuhan berdasarkan identifikasi dalam diagnosa dan masalah rencana dan dianggap berhasil jika benar-benar efektif dalam pelaksanaannya.Sehingga penulis menyimpulkan tidak ada kesenjangan antara teori dan praktek di lapangan. Ibu sudah merasa nyaman dengan kondisinya saat ini setelah dilakukan observasi untuk mengetahui keadaan ibu. Evaluasi sudah sesuai dengan pelaksanaan perencanaan. Jadi antara teori dan praktek tidak ada kesenjangan.