1.

Tujuan Instruksional a) TIU Setelah proses belajar mengajar mahasiswa semester V diharapkan mampu memahami konsep pengendalian infeksi nosokomial secara benar.

b) TIK Setelah perkuliahan mahasiswa Semester V dapat :  Memahami pengertian pengertian infeksi nosokomial  Menjelaskan faktor yang mempengaruhi dan penyebab dari infeksi nosokomial  Memahami cara melakukan pengendalian infeksi nosokomial

2. Materi Pengertian, faktor yang memengaruhi , dampak dan cara pengendalian infeksi nosokomial

3. Pendekatan Deduktif

4. Metode Ceramah, dan tanya jawab

5. Kegiatan belajar mengajar No. Yang dilakukan dosen 1. Membuka pelajaran a) Membuka dengan salam Menjawab salam Yang dilakukan mahasiswa Waktu 2’

b) Memberikan persepsi (menanyakan Menjawab sesuai kemampuan dan dan menceritakan tentang sesuatu) 2. Menyampaikan isi a) Memberi materi b) Memberikan Mendengarkan kesempatan pertanyaan dan mengajukan menyimak 6’

mahasiswa untuk bertanya c) Menjawab pertanyaan mahasiswa 3. Menutup pelajaran a) Merangkum menanyakan dengan cara Menjawab salam 2’

at all. Infeksi nosokomial.scribd. Buku Ajar Keperawatan Perioperatif. Diakses tanggal 5 November 2011. Guendemann.com/.pdf e. b. Evaluasi a. d. Apa pengertian infeksi nosokomial? b. http://repository.com/doc/21378345/INFEKSI-NOSOKOMIALrumah-sakit. Gibson. Hastomo. 2005. Faktor faktor yang dapat meningkatkan terjadinya infeksi nosokomial meliputi : 1. Sebutkan faktor yang mempengaruhi infeksi nososkomial? c.b) Menutup dengan salam 10’ 6. f. Jakarta: EGC. meliputi : . Infeksi nosokomial terjadi setelah lebih dari 5 hari dirawat di rumah sakit diluar penyakit yang mendasari (Kneyber MC. Mikrobiologi dan Parasitologi Modern Untuk Perawat. Sebutkan rantai infeksi nosokomial? 7. fk. Endogen Adalah faktor yang berasal dari pasien itu sendiri.id/elib/Arsip/Departemen/Mikrobiologi/in-p. J. 1996. Barbarra J. Makalah infeksi nosokomial.id/bitstream/123456789/3455/1/paru-parhusip4. Lampiran : PENGENDALIAN INFEKSI NOSOKOMIAL Pengertian Infeksi nosokomial ialah infeksi yang di peroleh selama dalam perawatan di rumah sakit. Sumber a. diakses tanggal 5 November 2011. c.M. Parhusip. Adi. http://www. 2000) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Infeksi Nosokomial.usu.pdf. http://amcswiranata. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Infeksi Nosokomial dan Pengendaliannya.blogspot.uwks.ac. diakses tanggal 5 November 2011. Wiranata. Jakarta : ECG.ac.

f. Kebersihan diri Kebersihan diri yang buruk meningkatkan resiko infeksi nosokomial karena terdapat mikroorganisme di tubuh yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi g. Obat obatan imunosupresan Obat obat imunosupresan dapat menurunkan daya tahan tubuh. Pengunjung . luka bakar meningkatkan kejadian infeksi nosokomial. Daya tahan tubuh Daya tahan tubuh yang lemah meningkatkan kejadian infeksi. Malnutrisi Nutrisi yang adekuat dapat mengurangi resiko terjadinya infeksi. Eksogen a. c. b. 2. sedangkan pada lansia terjadi penurunan fungsi tubuh sehingga mudah terkena infeksi. Dalam melakukan perawatan tidak jarang perawat melakukan tindakan yang berhubungan dengan cairan tubuh pasien yang mengandung banyak bakteri. Usia Anak anak dan lansia lebih mudah untuk terkena infeksi. Penyakit sebelumnya Diabetes melilus. Tindakan invasive Tindakan inviasive dapat menjadi pintu masuk bagi organisme sehingga dapat menimbulkan infeksi. Sehingga apabila perawat tidak menggunakan alat pelindung diri dan melakukan universal precaution dengan baik. e. b. dapat menjadi tempat hidup bagi bakteri atau mikroorganisme penyebab infeksi nosokomial. maka hal ini akan meningkatkan kejadian infeksi nosokomial karena bakteri yang terbawa oleh perawat dapat berpindah dari pasien yang satu ke pasien yang lain. Semakin berat tindakan invasive yang dilakukan akan semakin meningkatkan resiko infeksi nosokomial. Karena pada anak kekebalan tubuhnya belum sempurna. Lingkungan Lingkungan yang kurang terjaga. Misalnya lingkungan yang kotor dan aliran udara dalam ruangan yang buruk. c. Petugas kesehatan Petugas kesehatan terutama perawat dapat menyebabkan timbulnya infeksi nosokomial karena perawat di rumah sakit menangani lebih dari satu pasien yang memiliki penyakit yang berbeda.a. d.

virus. Rantai infeksi nosokomial 1. Infeksi ini dapat disebabkan oleh mikroorganisme yang didapat dari orang lain (cross infection) atau disebabkan oleh flora normal dari pasien itu sendiri (endogenous infection). hal ini akan meningkatkan resiko kejadian infeksi nosokomial pada pasien tersebut. Jika jumlah pengunjung tidakk dibatasi maka bakteri dari luar yang masuk kedalam ruangan pasien akan bertambah. Mengurangi kenyamanan pasien 4. Reservoir . jika ditambah dengan keadaan pasien yang mengalami penurunan daya tahan tubuh karena sakit. Kematian Pengendalian infeksi nosokomial Untuk mengendalikan tingkat kejadian infeksi nosokomial di rumah sakit. jamur dan parasit dapat menyebabkan infeksi nosokomial. maka tindakan yang harus dilakukan adalah dengan memutuskan rantai infeksi. Memperlama waktu perawatan 2. Agen infeksi Semua mikroorganisme termasuk bakteri. 2.Pengunjung yang dating ke rumah sakit akan membawa bakteri dari luar. Dampak infeksi nosokomial 1. Cara memutuskan rantai infeksi adalah dengan cara mengidentifikasi secara cepat dan tepat bakteri yang menyebabkan infeksi sehingga dapat ditentukan pengobatan yang tepat pula. Menambah biaya 3.

Pintu masuk Merupakan jalan masuknya mikroorganisme ketempat penampungan dari berbagai kuman. Pengawasan makanan e. maupun lingkungan. Sterilisasi d. Sanitasi Lingkungan Menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengaturan limbah.Merupakan habitat pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme dapat berupa manusia. Cara memutus rantai penularan : a. Cara memutuskan rantai infeksi : a. Wound care b. doplet. Isolasi penderita b. Employee Health Meningkatkan kesadarn untuk menggunakan alat pelindung diri ketika melakukan tindakan kepada pasien. airbone dan vector. saluran pernafasan. c. lapisan mukosa. kulit yang terluka. Desinfeksi Pensterilan alat kesehatan yang akan digunakan untuk melakukan tidakan medis. Cuci tangan c. Pintu keluar Merupakan tempat keluarnya mikroorganisme dari resevior. b. membersihkan lantai dengan desinfektan. b. Mengontrol aliran udara 5. tumbuhan. Mencuci tangan sebelum dan sesudah kontak dengan cairan tubuh pasien. Cara transmisi Cara mikroorganisme masuk ke dalam tubuh bisa melalui kontak langsung. binatang. seperti saluran pencernaan. 4. 3. c. Cara memutuskan rantai infeksi adalah dengan cara: a. secret. Menggunakan alat pelindung diri setiap akan melakukan tindakan kepada pasien. Catheter care . proses ingesti. Manajemen limbah medis dan non medis. area genitalia. Cara memutus rantai penularan : a.

Menjaga kebersihan (linen. makanan. . Personal hygiene d. lingkungan) 6. Host yang rentan Pasien yang beresiko tinggi untuk terkena infeksi nosokomial.c. Cara memutuskan rantai infeksi adalah dengan cara memberikan treatmen yang baik pada penyakit yang mendasari dan juga dengan cara mengidentifikasi pasien yang memiliki resiko tinggi terkena infeksi nosokomial untuk selanjutnya dapat dilakukan tindakan untuk mengurangi faktor resikonya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful