Tumor Medula Spinalis

Idha Kurniasih H2A008025

PENDAHULUAN
Jumlah tumor medula spinalis mencakup kira-kira 15 % dari seluruh neoplasma susunan saraf Prevalensi tumor medulla spinalis lebih sedikit dibandingkan tumor intrakranial, dengan rasio 1:4. Segmen yang paling sering terkena adalah segmen torakal (50%), servikal (25%), dan lumbosakral (20%). Sedangkan frekuensi menurut lokasinya adalah 55% tumor epidural, 40% tumor intraduralekstrameduler dan 5% tumor intrameduler

ANATOMI MEDULA SPINALIS
Medulla Spinalis adalah bagian dari sistem saraf pusat (SSP), yang memanjang kearah kaudal dan dilindungi oleh struktur vertebra. Medulla spinalis dibungkus oleh tiga lapisan sama seperti otak yaitu duramater, arachnoidmater dan piamater.

.

.

Definisi Tumor Medulla spinalis adalah tumor di daerah spinal yang dapat terjadi pada daerah cervical pertama hingga sacral. yang dapat dibedakan atas .

kondroma) •Serabut saraf (neurinoma) •Selaput otak (meningioma) •Jaringan otak (glioma.Jinak Tumor primer TUMOR MEDULA SPINALIS Tumor sekunder Ganas •Tulang (osteoma.epend yoma) Metastase •Jaringan saraf ( astrocytoma. neuroblastoma ) •Sel muda (kordoma) .

Epidemiologi  insiden tumor primer medulla spinalis berdasarkan lokasi 15-25% 25-30% 50-55% thorakal lumbal servikal dan foramen magnum .

insiden tumor primer medulla spinalis berdasarkan histologi Histologi Tumor sel glia Ependymoma Astrositoma Schwanoma Meningioma Lesi vascular Chondroma/chondrosarkoma Jenis tumor yang lain Insiden 23 % 13%-15% 7%-11% 22%-30% 25%-46% 6% 4% 3%-4% .

jenis kelamin dan lokasi tersering Jenis tumor Total insiden Umur Jenis kelamin Lokasi anatomis Schwanoma Meningioma Ependymoma 53.7 % 31.9% 40-60 tahun 40-60 tahun <> > Laki-laki >perempuan Lakilaki=perempuan >lumbal >thorakal >lumbal .3% 14.tumor intradural ekstramedular berdasarkan umur.

tumor SSP dapat disebabkan penyakit genetik tertentu. Beberapa tumor spinalis primer terjadi karena defek genetik. seperti neurofibromatosis dan tuberous sclerosis.Etiologi   Pada sejumlah kecil individu. atau paparan radiasi Penyebab tumor spinalis primer tidak diketahui. .

fungsi neurologi pasien lebih memburuk. . impuls listrik yang dibawa dan dikirim untuk memfasilitasi gerakan dan sensasi. dan peregangan dari system serabut menyebabkan hilangnya fungsi motorik dan sensorik. kompresi. Sejalan pertumbuhan tumor.Patofisiologi  Medula spinalis terdiri dari banyak berkas saraf yang naik dari dan turun ke otak. Dengan tumor medulla spinalis intramedulla.

Klasifikasi hubungannya dengan selaput menings spinal Intramedullary Intradural Tumor medula spinalis Ekstradural Ekstramedullary Metastase .

distribusi anatomi dari tumor medulla spinalis berdasarkan gambaran histologisnya Ekstradural Chondroblastoma Chondroma Hemangioma Lipoma Lymphoma Meningioma Metastasis Neuroblastoma Neurofibroma Osteoblastoma Osteochondroma Osteosarcoma Sarcoma Vertebral hemangioma Intradural ekstramedular Ependymoma myxopapillary Epidermoid Lipoma Meningioma Neurofibroma Paraganglioma Schwanoma Intradural intramedular Astrocytoma Ependymoma Ganglioglioma Hemangioblastoma Hemangioma Lipoma Medulloblastoma Neuroblastoma Neurofibroma Oligodendroglioma Teratoma .

Gambar letak tumor medulla spinalis .

atau nyeri funikuler.Manifestasi Klinis Menurut Cassiere. perjalanan penyakit tumor medula spinalis terbagi dalam tiga tahapan. yaitu:    Ditemukannya sindrom radikuler unilateral dalam jangka waktu yang lama Sindroma Brown Sequard Kompresi total medula spinalis atau paralisis bilateral  Keluhan pertama dari tumor medula spinalis dapat berupa nyeri radikuler. Secara statistik adanya nyeri radikuler merupakan indikasi pertama adanya space occupying lesion . nyeri vertebrae.

mual dan muntah. Temuan neurologik tidak selalu timbul tetapi dapat mencakup hiperrefleksia.Gejala klinis berdasarkan lokasi tumor Lokasi Tanda dan Gejala Foramen Magnum Gejala awal dan tersering adalah nyeri servikalis posterior yang disertai dengan hiperestesia dalam dermatom vertebra servikalis kedua (C2). Perluasan tumor menyebabkan kuadriplegia spastik dan hilangnya sensasi secara bermakna. disfagia. gaya berjalan spastik. mengangkat barang. rigiditas nuchal. Gejala tambahan adalah gangguan sensorik dan motorik pada tangan dengan pasien yang melaporkan kesulitan menulis atau memasang kancing. serta atrofi otot sternokleidomastoideus dan trapezius. palsi N. atau bersin) dapat memperburuk nyeri. . kesulitan bernafas. dan kelemahan ekstremitas. nistagmus. Gejala-gejala lainnya adalah pusing. mengedan.XI. Setiap aktivitas yang meningkatkan TIK (misal .IX hingga N. disartria. batuk.

C6. triseps). Defisit sensorik membentang sepanjang tepi radial lengan bawah dan ibu jari pada kompresi C6. C7) dapat menyebabkan hilangnya refleks tendon ekstremitas atas (biseps. dan lesi C7 menyebabkan hilangnya sensorik jari telunjuk dan jari tengah. Tumor servikalis yang lebih rendah (C5.Servikal Menimbulkan tanda-tanda sensorik dan motorik mirip lesi radikular yang melibatkan bahu dan lengan dan mungkin juga menyerang tangan. melibatkan jari tengah dan jari telunjuk pada lesi C7. brakioradialis. Pada umumnya terdapat kelemahan dan atrofi gelang bahu dan lengan. .

Pasien dapat mengeluh nyeri dan perasaan terjepit dan tertekan pada dada dan abdomen. yang mungkin dikacaukan dengan nyeri akibat gangguan intratorakal dan intraabdominal. refleks perut bagian bawah dan tanda Beevor (umbilikus menonjol apabila penderita pada posisi telentang mengangkat kepala melawan suatu tahanan) dapat menghilang. Pada lesi torakal bagian bawah. .Torakal Seringkali dengan kelemahan spastik yang timbul perlahan pada ekstremitas bagian bawah dan kemudian mengalami parestesia.

. serta kehilangan refleks pergelangan kaki. Nyeri umumnya dialihkan keselangkangan. Lesi yang melibatkan lumbal bagian bawah dan segmen-segmen sakral bagian atas menyebabkan kelemahan dan atrofi otot-otot perineum. namun menghilangkan refleks kremaster dan mungkin menyebabkan kelemahan fleksi panggul dan spastisitas tungkai bawah.Lumbosa kral Kompresi medula spinalis lumbal bagian atas tidak mempengaruhi refleks perut. betis dan kaki. Hilangnya sensasi daerah perianal dan genitalia yang disertai gangguan kontrol usus dan kandung kemih merupakan tanda khas lesi yang mengenai daerah sakral bagian bawah. Juga terjadi kehilangan refleks lutut dan refleks pergelangan kaki dan tanda Babinski bilateral.

yang kadang-kadang menjalar ke tungkai. Paralisis flaksid terjadi sesuai dengan radiks saraf yang terkena dan terkadang asimetris.Kauda Ekuina Menyebabkan gejala-gejala sfingter dini dan impotensi. Tnda-tanda khas lainnya adalah nyeri tumpul pada sakrum atau perineum. .

Perjalanan klinis tumor berdasarkan letak tumor dalam kanalis spinalis .

Penegakan Diagnosis     Laboratorium Foto Polos Vertebrae CT-scan MRI .

syringomielia. arthritis hipertopik. syphilis. spondilosis. adhesive arachnoiditis. rupture diskus intervertebralis. anomali pada vertebra servikal dan dasar tengkorak. multiple sklerosis. radiculitis cauda ekuina.Diagnosis Banding  Beberapa diferensial diagnosis meliputi : transverse myelitis. . dan anomaly vascular.amyotropik lateral sklerosis (ALS).

Penatalaksanaan  Penatalaksanaan untuk sebagian besar tumor baik intramedular maupun ekstramedular adalah dengan pembedahan. Tujuannya adalah untuk menghilangkan tumor secara total dengan menyelamatkan fungsi neurologis secara maksimal .

mungkin juga menghasilkan perbaikan neurologis). radiasi biasanya seefektif seperti laminektomi dengan komplikasi yang lebih .a. terapi radiasi lokal pada lesi bertulang.    b. lakukan bedah atau radiasi (biasanya 3000-4000 cGy pada 10x perawatan dengan perluasan dua level di atas dan di bawah lesi). Deksamethason: 100 mg (mengurangi nyeri pada 85 % kasus. Bila ada lesi epidural. Penatalaksanaan berdasar evaluasi radiografik Bila tidak ada massa epidural: rawat tumor primer (misalnya dengan sistemik kemoterapi). analgesik untuk nyeri.

selama 2 minggu. bila < 80 % blok: perawatan rutin (untuk radiasi. d. lalu diturunkan (tappering) selama radiasi. . diturunkan (tappering) selama perawatan sesuai toleransi.     c. Dosisnya antara 45 dan 54 Gy. Radiasi Terapi radiasi direkomendasikan umtuk tumor intramedular yang tidak dapat diangkat dengan sempurna. teruskan deksamethason keesokan harinya dengan 24 mg IV setiap 6 jam selama 2 hari. Penatalaksanaan darurat (pembedahan/ radiasi) berdasarkan derajat blok dan kecepatan deteriorasi bila > 80 % blok komplit atau perburukan yang cepat: penatalaksanaan sesegera mungkin (bila merawat dengan radiasi. lanjutkan deksamethason 4 mg selama 6 jam.

dan mikroskop digunakan pada pembedahan tumor medula spinalis. Aspirasi ultrasonik.  Pembedahan Tumor biasanya diangkat dengan sedikit jaringan sekelilingnya dengan teknik myelotomy. laser. .

Komplikasi       Komplikasi yang mungkin pada tumor medula spinalis antara lain: Paraplegia Quadriplegia Infeksi saluran kemih Kerusakan jaringan lunak Komplikasi pernapasan .

. Pembedahan radikal mungkin dilakukan pada kasus-kasus ini. Fungsi neurologis setelah pembedahan sangat bergantung pada status pre operatif pasien.Prognosis  Tumor dengan gambaran histopatologi dan klinik yang agresif mempunyai prognosis yang buruk terhadap terapi. Prognosis semakin buruk seiring meningkatnya umur (>60 tahun). Pengangkatan total dapat menyembuhkan atau setidaknya pasien dapat terkontrol dalam waktu yang lama.

 Terima kasih .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful