# SSI ‘1996 => Fasies : aspek fisika, kimia/biologi suatu endapan dalam kesamaan waktu # Selly 1970 => fasies

sedimen : suatu massa batuan yg dpt ditentukan dan dibedakan dg lainnya oleh geometri, litilogi, struktur sedimen, pola arus purba dan fosilnya #Faktor2 yg mempengaruhi penyebaran dan perubahan dari suatu fasies 1. Proses sedimentasi => sangat berpengaruh dalam distribusi dan perubahan fasies yg disebabkan oleh terjadinya progradasi 2. Supplay/pasokan material => berpengaruh dalam pembentukan ketebalan fasies dan macam material sedimentasi. 3. Iklim => secara luas memberikan perbedaan pd source area dan lingkungan pengendapannya. Contoh : iklim hangat akan berpengaruh terhadap perkembangan karbonat. 4. Tektonik => penyebab perubahan fasies secara lokal yg disebabkan oleh gerak – gerik vertikal dan kemiringan sesar blok. 5. Perubahan permukaan air laut => transgresi/regresi akan menyebabkan terjadinya perubahan kedalaman air laut, sehingga sedimen yg dihasilkan berbeda. 6. Aktifitas biologi => sedimen organik dapat berupa pertumbuhan koral dan organisme lainnya yg membentuk lapisan cukup tebal. Adanya arus dan erosi, maka akan terendapkan organisme yg telah mati. Burrow organisme tidak hanya merusak struktur sedimen dan homogenitas sedimen tetapi juga berlaku sebagai sedimen dan pemilah kimiawi. 7. Komposisi kimia => salinitas dan komposisi kimia air laut dan danau bervariasi dari tempat yg satu dg tempat yg lain sepanjang waktu geologi. Sangat berpengaruh pada sedimen kimiawi dan biologi , misal : karbonat , evaporit. 8. Aktifitas vulkanisme => berpengaruh secara lokal, terutama pd sedimen intrabasinal. Adanya gunung api2 dan munculnya pulau2 adalah penyebab perubahan lingkungan secara cepat, karena secara langsung berpengaruh terhadap kedalaman laut. #MIDOLLETON dan HAMTON 1973 1. Turbidity Current Butiran mengalir secara aktif merupakan butiran2 yg didukung oleh fluida. Sebagian besar butiran mengalir turbulen sehingga pengendapan secara suspensi akan berlangsung dg baik dan seluruh sedimen akan terendapkan bila energi yg bekerja telah habis yaitu pada saat tercapainya keseimbangan antara turbulen dg suspensi. 2. Fluidezed Sediment Flow Butiran2 yg dialirkan sudah tidak lg tegas tetapi butiran sudah didukung oleh air pori dan butirannya sudah lepas2. Pengendapan terjadi apabila air pori sudah terperas sehingga menghasilkan struktur mangkok dan membentuk endapan proximal turbidite 3. Grain Flow Butiran2 yg mengalir belum seluruhnya lepas sehingga terjadi interaksi antar butir secara langsung. Dalam pengendapannya peran media hampir tidak ada dan butiran mengendap secara langsung dan menghasilkan tipe endapan fluxo turbidit 4. Debris Flow Merupakan aliran butiran yg berukuran krakal sampai bongkah yg didukung oleh material2 halus sbg massa dasar. Pergerakannya dipengaruhi oleh gaya berat karena peran media hampir tidak ada. #progradasi adalah material sedimen yg sudah tertransportasi jauh dari darat dan mendekati cekungan, penyebaran batuan ke arah cekungan (menghalus)

# Fasies Konglomerat ( conglomerate – CGL ) Pendiskripsiannya dimasukan pada tipe perlapisan bersusun. Berbentuk channel dan perlapisan lateral yg tdk menerus. Struktur trough cross bedding dan planar cross bedding.PS ) Berasosiasi dg gradasi yg baik. Lapisan2 sbg sisipan banyak dijumpai dan slalu berukuran agak kasar. 5. Struktur mangkok ( dish structure ) dan struktur tiang ( pillar structure ) indikasi banyaknya jln kluar fluida selama pengendapan. # Fasies Batupasir Krikilan ( pebbly sandstone . merupan suatu aturan /tatanan untuk digunakn sebagai perbandingan . Dapat digunakan sebagai interpretasi lingkungan pengendapan dan sistem yg diwakilinya. Dapat dipakai sebagai penduga / prekdiktor dalam keadaan geologi baru.MS ) Berasosiasi dg channel dg kedalaman beberapa meter. # Fasies Batupasir Masif (masif sandstone . CGL ( conglomerates ). merupakan suatu kerangka kerja dan petunjuk dalam observasi yg akan dilakukan.#MODEL FASIES Suatu bentuk ataupun model produk suatu proses sedimentasi yg teratur yg terbentuk pada suatu kondisi dan lingkungan yg tertentu #syarat2nya: 1. 2. Fasies Turbidit Klastik ( classical turbidite – CT ) Fasies Batupasir Masif (masif sandstone . dan tdk dijumpai lapisan serpih. CT 2 => Fasies turbidit klastik yg berasosiasi dg perulangan dr batupasir dg batas kontak jelas dimana fraksi halus (lempung/lanau) & fraksi kasar (batupasir) punya perbandingan yg relatif sama. CT 3 => Fasies turbidit klastik yg berasosiasi dg perulangan dr batupasir dg batas kontak jelas dimana sudah terdapat MS ( masif sandstone ) CT 4 => Fasies turbidit klastik yg berasosiasi dg perulangan dr batupasir dg batas kontak jelas dimana selain terdapat MS jg terdapat PS ( pebbly sandstone ). tipe stratifikasi dan tipe fabrik Imbrikasi (penjajaran fragmen) tipe ini dilihat dr sumbu panjang fragmennya yg dapat menentukan arah arus dan kemiringan dasar sungai. Batupasir dan sisipan lanau yg masif dg batas ketebalan dr 50cm – beberapa meter ( biasanya hanya hadir sbg interval A dr sekuen Bouma 1962 Graded bedding dijumpai sesekali / bahkan tdk pernah dijumpai. debris flow. # MODEL FASIES WALKER 1984 dan 1992 1. 2. 4. penjajaran fragmen kerikilan. 3. slump. slide ) # Fasies Turbidit Klastik ( classical turbidite – CT ) CT 1 => Fasies turbidit klastik yg berasosiasi dg perulangan dr batupasir dg batas kontak jelas dimana fraksi halus mendominasi dlm perulangan. aliran butiran. . 4. pelongsoran.MS ) Fasies Batupasir Krikilan ( pebbly sandstone . gelinciran ( pebbly mudstone. Penyusun atau perulangan dr fasies turbidit klastik dg lapisan tebal hingga masif. 3. baik normal maupun terbalik.PS ) Fasies Konglomerat ( conglomerate – CGL ) Fasies Batulempung Krikilan.

potong memotong dg endapan batial. . dapat secara tiba2 meluncur dg kecepatan tinggi bercampur air berupa suatu aliran padat. Dg gelinciran (slide) secara tdk langsung dpt mengakibatkan sedikit berkurangnya perubahan bentuk. karena daya tahan lapisan pasir pada bongkah2 tdk mungkin dpt memisahkan diri. Bentuk dr pelongsoran (slump) dan gelinciran (slide) dapat digunakan dan mendiskripsikan perubahan2 bentuk kelompok lapisan. # Lower interval with paralel lamination (Tb) ~ struktur sedimen yg khas ~ tekstur ~ genesa => laminasi2 sejajar yg kasar => perselingan dg lumpur dg pasir => sudah tdk dipengaruhi oleh suspensi seperti interval a ~ kontak interval a dan interval b umumnya berangsur. memberi kesan diendapkan pd lereng hingga ke dasar. 2. 1. Pengendapan berasal dr lantai dasar dan tdk seperti pelongsoran yg diendapkan pd channel / leeves ~ pelongsoran dg susunan penjajaran bongkah2 yg menyudut Massa yg dilongsorkan pergerakan/perpindahan tidak begitu jauh. Dahulunya akibat reruntuhan dinding2 suatu channel akibat tererosinya lantai dasar channel. kadang gravel atau pebble ~ Terendapkan relatif dekat dg sumber material. # MODEL FASIES BOUMA 1962 Aliran densitas => sedimen yg beronggok pd suatu lereng yg labil. debris flow. ~pelongsoran serpih (shale) dan batulempung Beberapa lapisan2 batupasir dan ciri khasnya oleh banyaknya kehadiran lipatan2 lembut dr sedimen (soft sediment fold) pd berbagai macam skala yg didominasi oleh batulempung sepanjang lapisan2 yg kaya pelongsoran. ~ pelongsoran turbidit lapisan tipis Terjadi pd berbagai macam skala dan meliputi berbagai macam lapisan / sebagian besar lapisan yg tebal. Flysch => sedimentasi dr arus turbit biasanya berbentuk kipas pd dasar lereng2 bawah laut. Batulempung yg belum terkompakkan diisi oleh kerikil yg diakibatkan oleh aktifitas air dan percampuran dr kerikil dan lempung.# Fasies Batulempung Krikilan. Interval with graded bedding (Ta) Lower interval with paralel lamination (Tb) Interval with current ripple lamination and convolute lamination (Tc) Upper interval with paralel lamination (Td) Pellitic interval (Te) # Interval with graded bedding (Ta) ~ struktur sedimen yg khas ~ tekstur => graded bedding (menghalus). 3. 5. aliran butiran. pelongsoran. sortasi baik => pasiran. gelinciran ( pebbly mudstone. slump. 4. slide ) Terdiri dr batupasir dan batulempung yg terdapat dalam matrik. Satu sumber terdiri tekstur pasir dan kerakal yg diendapkan oleh arus besar/deras dan pada bagian arus yg banyak mengandung air.

Jarang berasosiasi dg slump. Jarak transportasi masih relatif dkt dg sumber. Lapisan bersusun tdk berkembang. Proximal turbidite 3. Seringkali membentuk flysch. Butiran yg kasar berada dibawah. Ukuran butir pasir. Jarak transportasi sudah lebih jauh dibandingkan dg endapan fluxo turbidite. Fluxo turbidite 2. Membentuk interval Ta yg sangat tebal.~ terendapkan relatif lebih jauh dibandingkan dg interval a # Interval with current ripple lamination and convolute lamination (Tc) ~ struktur sedimen yg khas ~ tekstur => current ripple berupa convolute => ukuran butir halus /clay/silt antara 60-100 mikron ~batas kontak interval b dan interval c terlihat sangat jelas # Upper interval with paralel lamination (Td) ~ struktur sedimen yg khas ~ tekstur => laminasi paralel => ukuran butir dr pasir sangat halus sampai dg lempung ~batas kontak interval c dg interval d jg dpt dibedakan ~terendapkan relatif jauh dr sumber dibandingkan dg interval c # Pellitic interval (Te) ~ struktur sedimen yg khas ~ tekstur => laminasi dr lumpur => halus (clay/silt/lumpur) -> endapan pelagic ~merupakan interval yg paling atas dr susunan sekuen Bouma ~kadang2 ditemukan foraminifera ~terendapakan paling jauh dr sumbernya # MODEL FASIES KUENEN 1950 Membagi dan mengklasifikasikan endapan2 turbidit berdasarkan pada jarak transportasi dan keadaan massa sedimennya 1. # Proximal turbidite Secara umum ciri2 sama dg fluxo turbidite. Gradasi berkembang lbh baik. Sole mark jarang dijumpai dan banyak mengandung clay pellets. Distal turbidite # Fluxo turbidite Dicirikan oleh ukuran burtir yg kasar. Jarang berasosiasi dg slump. Ketebalan interval Ta lbh tipis. Tidak dijumpai clay pellets. Pemilahan baik. # Distal turbidite Dicirikan oleh kehadiran sekuen Bouma 1962 yg lbh lengkap. .

1988 dalam Catuneanu. 2006). Parameter-parameter tersebut saling berinteraksi dan secara langsung mempengaruhi tingkat serta pola akumulasi sedimen di dalam cekungan. analogi modern. Untuk mendapatkan hasil studi yang detail. PENDAHULUAN Transport dan pengendapan sedimen dari daerah sumber ke daerah pengendapannya tidaklah dikuasai oleh jenis – jenis mekanisme transport tertentu. atau keselarasan korelatif (Van Wagoner et al. tetapi selalu merupakan suatu sistem dari berbagai mekanisme. Sedangkan kontrol utama dalam stratigrafi sikuen adalah perubahan muka air laut. Stratigrafi sikuen merupakan integrasi dari beberapa disiplin ilmu geologi yang meliputi sedimentologi. fisiografi cekungan serta energi lingkungan pengendapan (Catuneanu. Pada prakteknya. maka litologi. 1. secara umum ruang akomodasi merupakan fungsi dari perubahan muka air laut (eustacy) serta pergerakan dasar cekungan akibat proses tektonik. geokimia isotop dan analisa cekungan. batuan inti. a. Perubahan suplai sedimen disebabkan oleh tektonik serta perubahan iklim. Sedangkan kedalaman air adalah jarak vertikal antara permukaan laut dengan dasar laut b. 1990).Mengenal Konsep Dasar Sequence Stratigraphy Definisi Stratigrafi sikuen (Sequence Stratigraphy) merupakan studi mengenai hubungan batuan dalam kerangka waktu stratigrafi yang berulang. (Blum. umumnya berupa horizon khusus seperti kontak terbawah dengan batuan dasar. tektonik. stratigrafi sikuen meliputi analisa pola siklus sedimentasi yang hadir pada suksesi stratigrafi serta proses perkembangannya sebagai respon variasi suplai sedimen dan ruang akomodasi yang tersedia. 1992. 2006). misal hanya arus traksi saja. Eustacy Eustacy merupakan kedudukan muka air laut global. Kedudukan muka air laut relatif adalah kedudukan muka air laut. iklim. yang diukur relatif terhadap titik (datum) yang berubah. tetapi juga bersifat kimiawi (Koesoemadinata. 2. 1999). 2006). Beberapa sistem transport dan sedimentasi : . geomorfologi. 2006). yang merupakan jarak antara base level terhadap permukaan pengendapan (depositional surface) (Jervey. sedimentologi. antara permukaan air laut tersebut terhadap titik yang tetap yaitu pusat bumi. Ketika variabel ruang akomodasi dianggap konstan. 1981). Suplai sedimen Suplai sedimen merupakan variabel penting dalam arsitektur stratigrafi cekungan sedimentasi. 1996. Miall. 1939 dalam Catuneanu. Sistem Arus Traksi Struktur Sedimen I. Ruang Akomodasi Ruang akomodasi merupakan ruang yang tersedia bagi sedimen untuk terakumulasi. maka data yang digunakan terdiri dari data singkapan batuan. Dengan demikian. bahkan bukan hanya bersifat mekanis. data log sumur dan data seismik. Agen transportasi tersebut dapat berupa gravitasi. lokasi dan tipe pola penumpukan merupakan fungsi dari volum dan tipe suplai sedimen. stratigrafi. Einsele.Dengan demikian. dalam Cataneanu. dan sebagainya. non-deposisi. Tektonik Proses tektonik dapat menyebabkan dasar cekungan mengalami pergerakan secara vertikal. 1990. suplai sedimen. 1999). Base level sendiri adalah level tertinggi dimana suksesi sedimen dapat terbentuk (Twenhofel. Pergerakan tersebut berupa pengangkatan (uplifting) serta penurunan dasar cekungan (subsidence). geofisika. yang secara genetik saling berhubungan dan dibatasi oleh permukaan erosional. Sehingga proses tersebut akan mempengaruhi secara langsung kapasitas ruang akomodasi yang terbentuk. air dan angin (Catuneanu. Faktor Pengontrol Dinamika Sedimentasi Faktor-faktor utama yang mempengaruhi pola fasies dan arsitektur strata pada pengisian cekungan antara lain berupa ruang akomodasi serta karakter dan kecepatan suplai sedimen dari darat (Posamentier dan Allen. Suplai sedimen meliputi jumlah dan tipe (ukuran butir) sedimen yang di suplai dari area sumber menuju area pengendapan (cekungan) melalui agen transportasi yang bervariasi. 2006). peranan stratigrafi stratigrafi merupakan metode dalam melakukan analisa bagaimana mekanisme pengisian cekungan sedimentasi (Posamentier dan Allen..

Sistem arus traksi dan suspensi. Hukum Impact material kasar. SISTEM ARUS TRAKSI STRUKTUR SEDIMEN Sebenarnya sistem ini terdiri dari 2 faktor. 1914). Sistem arus turbid dan pekat (density current). 1914). diukur oleh kecepatan radien dekat dasar aliran. 2. dimana diendapkan dari sistem tersendiri. yaitu kemampuan aliran untuk mentransport sedimen dalam pengertian dimensi partikel (Twenhofel. sedang sebaliknya. Selain itu juga sifat – sifat transport dan pengendapan lainnya akan mengalami perubahan – perubahan. 1950). Kedalaman air. Hukum Stokes material halus. 3. II. yaitu muatan maksimal yang dapat diangkut oleh aliran (Gilbert. yaitu bed load dan suspended load. Konsep yang ada pada dasarnya delam pelbagai kekuatan arus (stream power) transport sedimen. Kapasitas aliran (stream capacity). yaitu : 1. Gerakan partikel/butir. 0. Koefisien kekasaran (maningsin). 7. 1. 2. Bentuk dasar juga tergantung dari besar butir. makin halus besar butir yang ada maka hukum Stokes yang akan berlaku. Traksi atau gaya gesek kritis juga dipengaruhi oleh hidraulica lift. 2. pertikel mengendap dari suatu aliran berdasarkan dua hukum. Lebih kasar besar butir yang dimiliki maka hukum Impact akan berlaku. : Reaksi benturan terhadap medium. 6. yaitu jumlah total sedimen yang diangkut oleh suatu aliran (Gilbert. pengendapan dan bentuk dasar (forms of bed roughness). 2. Dalam kenyataannya tiap – tiap hukum berlaku untuk besar butir tertentu. Sistem suspensi dan kimiawi. 5. Cara pengendapan bed load berhubungan erat dengan pembentukan struktur sedimen dan aliran. 4. Turbulensi. Konsentrasi sedimen transport. 3. Kompetensi aliran (stream competence). 8.6 mm sebagai batas. antara lain : 1. Cara pengendapannya sendiri menurut Rubey (1935). hal ini berlaku untuk . Kecepatan aliran dekat dasar. 3.1. Sifat permukaan air. 3. Mekanika transport dan pengendapan sendiri memuat beberapa bagian. hal ini berlaku untuk : Berat efektif suatu pola. 2. yaitu pengangkatan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan diatas dan dibawah aliran. Struktur sedimrn yang dibangun. berubah – ubah dan memiliki karateristik tersendiri. Muatan. seperti : 1. Traksi merupakan salah satu mekanika transportasi dan pengendapan.

Berdasarkan cara/gaya mengangkut partikel ini maka transport sedimen secara massal terdapat sebagai berikut (koesoemadinata. 1981): 1. Kadang – kadang mengakibatkan terbentuknya :    Horizontal stratification (transition) Low angle cross stratification < 100. Maksud dan Tujuan Maksud :  Pengenalan terhadap berbagai struktur sedimen . karena momentum air dan secara massal. Struktur sedimen sangat ditentukan sebagai akibat dari jatuhan partikel – pertikel kedalam lubang – lubang. yaitu (Koesoemadinata. maka ini dibagi menjadi : 1. Cara transport menerus. Imbricated pebbles Dalam sistem traksi dan suspensi. 2. Hal ini mengakibatkan 1. 2. Analisis Struktur Sedimen I. Dari segi muatan. Suspensi. Onggokan – onggokan lebih disebabkan karena penumpukan pada endapan – endapan yang lebih awal. Terbentuk onggokan – onggokan dan scou. Saltasi (rolling. berselang – seling atau sering pula dalam kombinasi. Struktur sedimen acretion terbentuk pada punggung onggokan – onggokan. Suspended load (wash load) III. 4. Rayapan permukaan (surface creep) : menggelundung. 4. skipping) : meloncat dan meluncur. maka sedimentasi terjadi dari muatan suspensi dan muatan dasar. Hal ini mengakibatkan : Rezim aliran bawah (lower flow regim). Rezim aliran tinggi. Sudut kemiringan dari cross laminae adalah searah dengan arah arus. Bed load (surface creep dan saltasi) 2. Kombinasi pengendapan traksi dan suspensi terutama terjadi di bagian bawah dari lower flow regim. 2. 2. yaitu gaya tarikan lebih berpengaruh. 3. Sudut kemiringan berbanding terbalik dengan arah arus. : 1. 1981) : 1. 1. Cara transport diseret dan jatuh bebas ke dalam scour. STRUKTUR SEDIMEN YANG TERBENTUK DARI ARUS TRAKSI Arus traksi yang berlangsung mengakibatkan terbentuknya struktur sediment.r 2. Struktur sediment yang terbentuk sendiri terbagi menjadi dua. 3. 3.

membundar. Berdasarkan genetiknya struktur sedimen dibedakan menjadi empat yaitu: 1. material penyusunnya. Proses fisika meliputi pergerakan arus fluida. Tujuan : Mampu menggunakan data pengukuran struktur sedimen untuk analisa proses sedimentasi dan interpretasi lingkungan pengendapan. seperti cross – bedding. dan sandstone dikes. arah aliran arus. dengan puncak yang tajam. Pada sayatan transversal. khususnya material berupa pasir lepas. Struktur biogenik (Trace fossil) Ripple marks merupakan struktur sedimen yang menunjukkan kenampakan adanya undulasi berjarak teratur pada permukaan pasir atau pada permukaan perlapisan batupasir. kekuatan angin. dan komponen-komponen serta media pembentuknya. aliran massa dan transportasi sedimen oleh angin dan salju. Dasar Teori Sybill (1984) menjelaskan bahwa struktur sedimen adalah sebuah struktur dalam batuan sedimen. atau cenderung datar. Proses biogenik adalah aktifitas tumbuhan dan binatang di tempat dimana sedimen tersebut diendapkan. Sedang Sybill (1984) mengatakan bahwa ripple marks adalah bentukan permukaan pada material sedimentasi. Menentukan pola arus purba dan paleogeografi suatu daerah. selama dan sesudah sedimentasi. Sedang proses kimia merupakan proses yang muncul akibat pelarutanpelarutan dan reaksi antar komponen penyusun batuan sedimen. dan kecepatan relatif arus. Struktur Sedimen . Menentukan bagian atas dan bawah pada lapisan yang sudah terdeformasi. bentuknya dapat simetris atau asimetris. yang terdiri dari gundukan dan cekungan yang bergantian yang dibentuk oleh gaya angin atau aliran air. Struktur sedimen merupakan data dinamis lingkungan pengendapan karena sebagian besar struktur sedimen terbentuk oleh proses fisika sebelum. ripple marks. antara lain untuk : 1. Interpretasi lingkungan pengendapan yang mencakup mekanisme transportasi sedimen. 4. 3. Struktur sedimen saat pengendapan (Depositional sedimentary structure) 3. Ada beberapa parameter untuk memudahkan penentuan jenis ripple dan juga dapat digunakan untuk interpretasi proses pembentukannya. Puncak dari sebuah ripple dapat saling berhubungan secara paralel satu dengan yang lainnya atau membentuk anastome pada sebagian tubuh struktur ini. Bentuk dan ukuran dari struktur Ripple marks ini dapat bervariasi. Proses fisik dapat terjadi selama sedimentasi atau berupa aktifitas mekanik beberapa saat setelah sedimentasi. 2. II. Struktur sedimen erosional 2. Struktur sedimen yang terbentuk segera setelah/pasca pengendapan ( Post depositional sedimentary structure). Melakukan pengukuran data struktur sedimen : ripple mark ( beberapa parameterIndeks Ripple ) dan silang siur. sehingga struktur sedimen sangat bermanfaat. Struktur sedimen mencerminkan kondisi lingkungan saat sedimentasi dan perubahan yang mengontrolnya. struktur yang lain dihasilkan oleh proses biogenik dan proses kimia. kedalaman air. yang terbentuk bersama pada saat deposisi berlangsung (struktur sedimen primer) atau sesaat setelah deposisi (struktur sedimen sekunder).

Struktur sediment adalah bentukan struktur yang terbentuk saat pengendapan batuan sediment terjadi. struktur sediment dikelompokkan menjadi 4 yaitu: 1. dan pengaruh lainnya. cuaca atau iklim. Sale mark terbagi menjadi: . Struktur sediment erosional a. Untuk itu kita harus mampu melakukan genesa bagaimana pembentukan yang terjadi pada batuan sedimen tersebut. bounce mark.  Kenapa harus kita pelajari ya…… Bagi seorang geologist batuan adalah salah satu object utama yang harus dipelajari terutama batuan sedimen karena sekitar 70% batuan yang tersingkap pada permukaan merupakan batuan sedimen. Impact mark c. Riil mark 2.Anti dunes dan perlapisan anti dunes . hal ini akibat pengaruh ketika pembentukan yang terjadi misalnya gelombang sungai/laut. Repeadted : skip mark b. dunes dan silang siur (cross strarification) – Silang siur: – cross bedding: tabular. flaser bedding. Channel d.Scour mark (turbulent mark): obstacle scour. Struktur sediment merupaka struktur yang sangat kompleks dan struktur tersebutlah kita dapat melakukan dugaan sementara tentang fenomena yang terjadi. . dan gutter cast.Tool mark (objects moved by current) berdasrkan morfologinya terbagi menjadi 2: – Continous: groove : profilnya tajam dan tidak teratur Chevron: smooth dan crenulated – Discontinous: single: prod mark. Struktur pada sediment sangat beraneka ragam. lingkungan pengendapan.Perlapisan dan laminasi . flute longitudinal scour. Struktur sediment saat pengendapan (depositional sedimentary structure) . dan lenticular bedding. Lalu paan aja struktur sedimen tuh!! Berdasarkan genetiknya. . komposisi sediment.cross laminations: tabular dan through cross stratification dengan struktur internalnya: ripple drift. through .Current ripple.Ripple dan laminasi silang siur oleh gelombang .

Mud crack: desiccation dan syneresis .Wind ripple. draas.Perlapisan massif . Trace fossil yang dibentuk oleh organisme endobentik di dalam sediment (burrow).sand volcano . Struktur Laminasi Struktur ini hampir sama dengan perlapisan namun yang membedakannya adalah jarak perlapisan yang kurang dari 1 cm. 2..Rain spot (rain drop print) 3. Penjelasan Tentang Struktur Sedimen     Struktur Perlapisan Struktur ini dikatakan perlapisan dikarenakan mempunyai jarak lapisan >1 cm struktur ini terbentuk karena pengaruh endapan lapisan atau arus gelombang yang tenang dan pengendapan yang lama. Beberapa istilah dan parameter-parameter diskripsi dan perhitungan untuk analisis terlihat pada gambar-gambar dibawah ini.staylolite .Perlapisan gradasi . Struktur Riple marks Struktur ini lebih diakibatkan gelombang yang mempengaruhi endapan tersebut sehingga bentukan sedimen ini berbentuk seperti gelombang air. dan eolian cross bedding .dish. Dan relatif pengendapan yang dilakukan akan bergantung pada energi gelombang tersebut . pillar dan sheet dewatering 4. Trace fossil yang dibentuk oleh organisme epibentik pada permukaan sediment (track dan trail).Hummocky dan cross stratifications . Ripple merupakan kenampakan struktur sediment yang menunjukkan adanya undulasi berjarak teratur pada permukaan pasir atau pada permukaan perlapisan batu pasir. Pada praktikum kali ini untuk kepentingan analisis hanya akan digunakan struktur ripple dan cross laminations.Load cast . Biasanya struktur ini diakibatkan oleh proses diagenesis sediment yang cepat dengan media pengendapan yang   tenang. Struktur sediment yang terbentuk segera setelah/pasca pengendapan (post depositional sedimentary structure) . Sedang cross lamination adalah pola konstruktur laminasi internal yang berkembang saat migrasi dari struktur ripple.Slide convolute bedding dan laminasi . Struktur biogenic: trace fossil Trace fossil terbagi menjadi 2 kelompok yaitu: 1. dunes.

    . ini diakibatkan karena pengendapan yang belum sempurna tersebut terbebani mineral endapan diatasnya sehingga endapan menjadi berlubag dan tidak rata. sehingga berbentuk seperti lubang. Struktur rain marks Struktur sedimen ini diakibatkan oleh air hujan yang membuat permukaan sedimen yang belum benar-benar sempurna akhirnya tidak rata dan membentuk lubang akibat air hujan.  Struktur Flute Cast Struktur ini lebih diakibatkan karena adanya pengaruh benturan atau pembebanan dari batuan atau saltation endapan misalnya kerakal. Struktur Convolute Struktur ini struktur paling tidak terstruktu dikarenakan energi gelombang yang bolak-balik dan tidak menentu sehingga menghasilkan alur sedimentasi yang susah di prediksi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful