P. 1
1410-12

1410-12

|Views: 0|Likes:
Published by Muhamad Amar's

More info:

Published by: Muhamad Amar's on Dec 19, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/30/2014

pdf

text

original

Temuan Seberapa sering Wernicke Encephalopati didiagnosis ketika hidup?

Studi otopsi menunjukkan bahwa Wernicke Encephalopati sering tidak terdiagnosis selama hidup. Daftar Tabel 2 tentang studi otopsi melaporkan persentase dari pasien alkoholik dan non-alcoholik yang terdiagnosis Wernicke Encephalopati ante mortem. Semua merupakan penelitian Kelas IV. Wernicke Encephalopati yang dicurigai semasa hidup hanya kira-kira sepertiga dari jumlah pasien alkohol dan 6% dari nonalkoholik. Kelompok ini kemungkinan akan bias terhadap kasus yang lebih parah dan jumlah pasien yang belum terdiagnosis sebelum kematian, yang diperkirakan lebih tinggi. Pengamatan ini akan menunjukkan bahwa defisisensi tiamin beserta akibatnya, cenderung tidak terdiagnosis ketika hidup dalam sejumlah kasus yang signifikan. Kami mungkin meremehkan kejadian nyata penyakit dan tampaknya masuk akal untuk merekomendasikan bahwa otopsi harus dilakukan ketika pasien meninggal dalam keadaan suspek defisiensi tiamin. Rekomendasi Pasien yang meninggal menunjukkan gejala Wernicke Encephalopati sebaiknya diotopsi. Kapan sebaiknya kita mencurigai Wernicke Encephalopati pada pasien nonalkoholik? Kami menemukan lebih dari 600 kasus Wernicke Encephalopati yang dilaporkan secara klinis yang tidak mengkonsumsi alkohol (Tabel 3). Di antara yang paling sering dilaporkan merupakan penyakit ganas, penyakit pencernaan dan pembedahan, dan muntah dikarenakan hiperemesis gravidarum. Penyebab lain termasuk puasa, kelaparan, kekurangan gizi dan diet yang tidak seimbang. Tinjauan sistematis telah dipublikasikan untuk operasi bariatrik [6,7] dan hyperemesis gravidarum [8]. Setelah operasi bariatrik, yaitu prosedur pembedahan untuk obesitas (pengikatan lambung, gastric by-pass, bilio-pankreas pengalihan, dll), Risiko untuk Wernicke Encephalopati adalah berlangsung lama. Menurut salah satu laporan, 94% dari kasus Wernicke Encephalopati terlihat dalam waktu 6 bulan setelah operasi [6]. Setiap kali pasien hamil dengan muntah yang menetap mengembangkan tanda-tanda dan gejala neurologis,perlu dicurigai Wernicke Encephalopati [8]. Jumlah penelitian Wernicke Encephalopati antara non pecandu alkohol belum

tanda mata. tetapi meningkat menjadi 85% jika pasien memiliki setidaknya dua dari empat keadaan berikut: kekurangan makanan. gangguan memori ringan. Rekomendasi Tingkat kecurigaan Wernicke Encephalopati harus tinggi di semua kondisi klinis yang dapat menyebabkan defisiensi tiamin defisiensi dalam ketiadaan alkoholisme (GPP). dapat meningkat di masa depan. Mereka membagi tanda-tanda dan gejala menjadi delapan domain klinis (lihat Tabel 4 untuk definisi): kekurangan makanan. Setelah operasi bariatrik kami sarankan tindak lanjut dari keadaan thiamina minimal 6 bulan (Rekomendasi Tingkat B). beri-beri basah (neuropati dengan risiko tinggi gagal jantung . Otopsi berturut-turut dikumpulkan tanpa informasi dari data klinis. Meskipun sebaiknya dipertimbangkan untuk perkiraan minimal karena kemungkinan hasil yang bias. Beberapa kondisi. Reproduktifitas dan kriteria validitas tersebut kemudian diuji pada 106 otopsi pasien beralkohol. tanda-tanda cerebellum. Sebagian besar pasien merupakan pecandu alkohol. [9] (Kelas II) mempelajari keadaan klinis dari 28 otopsi yang terbukti pasien beralkohol dengan Wernicke Encephalopati yang dievaluasi dengan baik selama hidupnya. tanda cerebellum. kejang.dilakukan dan kami hanya bisa berspekulasi tentang prevalensi nyata penyakit dalam situasi yang berisiko. Sensitivitas dari trias klasik adalah 23%. seperti operasi bariatrik. disfungsi lobus frontal. sedangkan penyebab yang lain mungkin hilang. Keadaan klinis mana yang secara akurat dapat mengidentifikasi Wernicke Encephalopati? Daftar tabel 4 penelitian yang membandingkan kelompok otopsi (terdiri ‡ 3 kasus) dengan keadaan klinis pasien dengan akut Wernicke Encephalopati. dan penurunan memori ringan atau keadaan mental yang berubah. Catatan klinis dari pasien ditinjau secara membabibuta oleh tiga peneliti: kepekaan terhadap setiap domain (dihitung ulang dari kertas status) berkisar 20% (kejang) sampai 75% (tanda cerebellar). gambaran ini mendorong kebutuhan untuk mempertimbangkan kembali kriteria diagnostic untuk diagnosis Ewrnicke Encephalopati selama hidup. Caine et al. tanda mata. dan kondisi mental berubah. sehingga semua studi ini dianggap Kelas IV. tanda cerebellum dan kebingungan) dilaporkan hanya 8% dari pasien dengan detail klinis. tidak diketahui apakah evaluasi data klinis dibutakan oleh hasil otopsi. Namun. Kekurangan tiamin juga dapat mengakibatkan manifestasi yang lain seperti beri-beri kering (neuropati). amnesia. Trias diagnostik klasik (tanda mata.

karena beberapa makalah telah melaporkan hasil yang menguntungkan hasil setelah pengobatan tiamin [12. . muntah dan asidosis laktat) dan koma yang diikuti oleh sindrom Marchiafava-Bignami [10.kongestif). beri-beri gastrointestinal (nyeri perut.11] Gagal jantung dengan asidosis laktat merupakan sindrom penting untuk dicatat.13].

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->