You are on page 1of 16

ADAPTASI TUMBUHAN MANGROVE PADA LINGKUNGAN SALIN DAN JENUH AIR PENDAHULUAN

Hutan mangrove merupakan formasi tumbuhan yang tumbuh dan berkembang pada daerah landai di muara sungai, dan pesisir pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Oleh karena hutan mangove secara rutin digenangi oleh pasang air laut, maka lingkungan ( tanah dan air ) hutan mangrove bersifat salin dan tanahnya jenuh air.

Lingkungan salin terutama menyebabkan dua bentuk cengkaman pada tumbuhan, yaitu cengkama osmotik dan cengkaman keracunan. Berbagai kondisi lingkungan ekstrim, yakni lingkungan salin, tanah jenuh air, radiasi sinar matahari dan suhu yang tinggi akan menyebabkan terganggunya metabolisme tumbuhan dan pada akhirnya akan

menyebabkan rendahnya produktivitas atau laju pertumbuhan tumbuhan. Walaupun demikian, hutan mangrove dapat tumbuh dengan baik pada kondisi lingkungan ekstirim tersebut dan berdsarkan berbagai pustaka diketahui bahwa diketahui bahwa hutan mangrove memiliki produktivitas yang tinngi.

ADAPTASI MANGROVE

Berdasarnya karakteristikdari ekosistem mangrove adalah berkaitan dengan keadaan tanah, salinitas, pasang surut, dan keadaan tanah. Adapun adaptasi dari tumbuhan mangrove terhadap habitat terebut tampak pada fisiologi dan komposisi struktur tumbuhan mangrove.

yaitu: 1. selain itu sistem perakaran yang khas sebagai tanggapan terhadap tanah yang jenuh air. Hilangnya kulit yang mati dan tebal pada jenis mangrove non-secreter merupakan salah satu mekanisme hilangnya garam dari tumbuhan tersebut. Ada tiga bentuk sistem perakaran pada tumbuhan pada tumbuhan mangrove. Akar lutur yang memberikan kesempatan bagi oksigen masuk ke sistem perakaran. Adaptasi Anantomi Mangrove Vegetasi mangrove memiliki adaptasi anatomi dalam merespon berbagai kondisi eksrim misalkan adanya kelenjar garam pada mangrove secreter dan melepasnya kulit sebagai tanggapan terhadap lingkungan salin pada non-secreter. Adaptasi tumbuhan mangrove secara anatomi terhadap keadaan tanah dan kekurangan oksigen adalah melalui sistem perakaran yang khas dan lentisel pada akar napas. 1. Akar napas yang muncul dipermukaan tanah untuk aerasi . batang dan organ lainnya. Berdasarkan pada jenis mangrove non-secreter memiliki kulit luar yang mati yang jauh lebih tebal dibandingkan jenis-jenis mangrove yang memiliki kelenjar garam. Pada jenis mangrove non-secreter kehilangan garam terjadi ketika daun atau bagian tumbuhan lain gugur. Kulit luar yang mati dan tebal tersebut kemudian mengelupas dan lepas dari tumbuhan serta digantikan oleh kulit yang baru.

Hampir semua jenis mangrove. yaitu bagian horizontal yang meluas dan berfungsi menyatu dengan penyerapan dan penjangkaran dari sistem perakaran. Komponen aerasi. Komponen penyerapan dan penjangkaran. Akar tunjang yang berbentuk seperti jangkar. Lubang-lubang ini membawa oksigen ke bagian akar tumbuhan mangrove. Komponen jaringan. Akar merupakan organ yang kontak secara langsung dengan lingkungan salin. Pada dasarnya sistem perakarannya tumbuhan mangrove terdiri dari tiga komponen. berguna untuk menopang pohon. kekurangan oksigen juga dapat diatasi dengan adanya lubang-lubang yang ada di dalam yantah yang dibuat oleh hewan-hewan.2. daun-daunnya mempunyai sejumlah kenampakkan anatomi yang membatasi hilangnya uap air. Hal ini . Kondisi ini terjadi saat air laut surut. Selain bentuk akar yang khas dan adanya lentisel di berbagai organ tumbuhan mangrove. 2. yaitu berfungsi untuk membentuk basis penjangkaran pada seluruh sistem dan untuk melakukan penyerapan zat hara. sehinnga lantai hutan mangrove saat air laut surut tersebut tidak tergenang air secara keseluruhan. 3. yaitu: 1. yaitu bagian akar yang mencuat kebagian atas dari sistem perakaran dam berfungsi sebagai pertukaran gas.

sedangkan daun yang ternaungi yang berada jauh diantara tajuk. dan pengeluaran garam. oleh karena mangrove tumbuh di daerah pesisir dan sebagian besar di wilayah garis lintang rendah/tropis. penyesuaian osmotik. walaupun lingkungan tempat tumbuh mangrove yang memiliki radiasi sinar matahari dan suhu udara yang umumnya tinggi yang mendorong laju transpirasi yang tinngi pula. Mangrove juga dapat mempertahankan keseimbangan air yang baik karena adanya mekanisme pengaturan yang beragam. yang semuanya terdapat hanya pada permukaan abaksial dari beberapa jenis. cenderung posisinya horizontal.mencakup kutikula yang tebal. . Anatomi daun mangrove demikian merupakan adaptasi terhadap kondisi lingkungan mangrove yang memiliki radiasi sinar matahari dan suhu udara yang umumnya tinggi. dan stomata yang tersembunyi. tingkat kesekulenan. Keunikan daun mangrove sebagai adaptasi terhadap lingkungan yang biasanya mempunyai suhu dan radiasi sinar matahari yang tinngi terlihat pada daun-daun yang posisinyaterbuka pada tajuk teratas secara tajam condong. seperti perilaku stomata. lapisan lilin. Oleh karena itu.  Adaptasi Fisiologi Mangrove Mangrove sebagai kelompok khusus yang mempunyai kapasitas menahan air yang tinggi dari substrat yang bergaram. kadang posisinya mendekati vertikal. namun pada kenyataannya mangrove memiliki laju transpirasi yang rendah yang disebabkan oleh adaptasi anatomi daunnya.

Hampir semua jenis mangrove mengandung konsentrasi garam yang tinggi pada jaringannya.Pada umumnya transpirasi jenis-jenis mangrove adalah rendah.   Akumulasi garam pada berbagai bagian tumbuhan Hilangnya garam ketika daun dan bagian tumbuhan lainnya gugur. agar lebih rendah dari potensi air dalam tanah. Secara umum. Untuk mengatasi hal ini beberapa jenis mangrove mempunyai kelenjar pengeluaran garam pada daunnya. seperti halnya akar tumbuhan tingkat tinggi lainnya. konsentrasi ion-ion organik yang tinggi diperlukan oleh mangrove didalam mengatur potensi osmotik antar sel. sedangkan akarnya terus menerus mengabsorbsi air garam. sedangkan pada mangrove yang tidak memiliki kelenjar garam dilakukan dengan cara mengalirkan garam tersebut ke daun-daun meda yang baru terbentuk. Pengeluaran ion merupakan proses pasif . Hal ini merupakan kebutuhan minimum untuk mengatur keseimbangan air positif. Pada dasarnya akar mangrove. Hal ini menyebabkan terjadinya akumulasi garam pada daun. Mekanisme penting dalam pengaturan keseimbangan garam pada mangrove meliputi :   Kapasitas akar untuk melawan NaCl yang berbeda Pemilihan kelenjar-kelenjar khas sekresi garam dari beberapa jenis pada daunnya. berperan selektif dalam menyeleksi ion-ion yang diserap dan ditransportasikan ke xilem.

Pada daun muda terdapat dua mekanisme sekresi garam. yaitu : 1. terdiri dari formasi sebuah vesikel yang terus bergerak sampai mencapai ukuran maksimum dan pada akhirnya pecah dengan mengeluarkan larutan garam. Dan pada akhirnya akan merobek lapisan kutikula dan melepaskanlarutan garam terhadap titik cair. Meskipun perakaran dapat mengeluarkan garam NaCl dari tanah. mekanisme ini dimulai dengan akumulasi larutan yang tersekresi dalam ruangan sub-kutikula. Selanjutnya vesikel tersebut terdisintrigasi dan vesikel yang baru mulai terbentuk. Merocrine. Absorbsi air beserta ion-ion dilakukan terutama oleh . Kecepatan transpirasi dan konsentrasi NaCl pada daun mangrove membuktikan adanya sejumlah garam yang ditransportasikan kedaun melalui xilem selama hidupnya. 2.dari mangrove.  Proses Penyerapan Garam Senyawa yang tersedia pada tubuh tumbuhan hanya dalam bentuk kation dan anion. pada akar mangrove dan perbedaan kapasitas dalam pengeluaran garam diantara jenis mangrovemungkin terjadi karena adanya perbedaan adanya garis-garis kapsari di endodermis akar. Kelenjar tersebut mengekspresikan garam NaCl melalui proses yang aktif. Sejumlah mangrove mempunyai kelenjar sekresi garam. Halocrine. efek kumulatif dari sisa disaluran masuk dapat menyebabkan pengaliran daram yang terus menerus nyata ke daun.

khususnya pada tahap awal penyesuaian terhadap kadar garam ketika terjadi peningkatan konsentrasi larutan dalam cairan langsung. Penyesuaian tersebut pada khususnya dipengaruhi oleh pengurangan laju . beberapa sel korteks. hal ini akan menyebabkan terjadinya timbulnya garam. Walaupun lintasan ion untuk menuju akar dapat beragam. Kadar ion daun yang aktif fotosintesis diatur oleh : a) Filtrasi ujung yang melingkar kortek akar b) Pertukaran dari sel parenkim xilem c) Penyerapan natrium dan clorida didalam kantong air dari daun. Penimbunan garam dipengaruhi oleh oksigen. dan perisiklus. Proses penyerapan sebagian besar akan terjadi pada epidermis akar.ujung-ujung akar yang memiliki permukaan yang luas. Proses pengambilan garam tumbuhan mangrove merupakan sistem trasport pasif. Dengan adanya timbunan garam menyebabkan kadar ion didalam sel akan lebih banyak dari pada diluar sel. ion harus selalu menerobos membran plasma sel akar yang hidup. Meskipun demikian. endodermis. membran plasma merupakan penghalang bagi penyerapan ion. dan suhu. Hubungan laju pertumbuhan dan penyerapan ion merupakan hal yang penting. proses transpirasi. eksodermis. Ion-ion diserap oleh sel epidermis. bahkan juga saat diserap pertama kali. Kemampuan untuk menimbun garam tersebut berkurang pada sel-sel yang berukuran dewasa.

maka peningkatan pertumbuhan diikuti oleh konsentrasi ion eksternal. Pada keadaan stomata terbuka. yaitu penjumlahan tekanan potensial ( Wp ) dan tekanan osmotik ( Wn ) yang secara matematika dapat dinyatakan dalam persamaan berikut : W = Wp + Wn Tekanan air pada jaringan daun selalu lebih rendah dari air laut. Akibatnya status air mangrove dipengaruhi secara nyata oleh salinitas substrat. Hal ini membuktikan bahwa tumbuhan mangrove tergolong transpirator rendah. karena tanaman mengalami penurunan tekanan yang disebabkan oleh transpirasi.pertumbuhan sebagai respon awal terhadap salinitas. sehingga air memasuki sel daun dan akhirnya keluar melalui proses transpirasi. Hampir semua jenis mangrove tumbuh ditanah yang jenuh air. sehingga terdapat tambahan tekanan hidrostatik sebesar satu bars untuk setiap ketinggian 10m. maka tidak terdapataliran air pada xilem. yang potensi airnya diatur oleh potensi osmotik substrat. umumnya mengalami transpirasi lebih rendah dibandingkan dengan tumbuhan darat. jika pertumbuhan pada konsentrasi eksternal yang rendah dibatasi oleh laju pengambilan ion. Pada tumbuhan mangrove. Pada daerah yang selalu tergenangi . Dan dalam keadaan stomata tertutup. maka terjadi pergerakan ke bagian atas.  Air Dan Keseimbangan Garam Hubungan antara air dan keseimbangan garam pada tumbuhan mangrove dapat dilihat didalam bentuk tekanan potensial air ( W ).

Defisit tekanan uap antara daun mangrove dan lingkungannya dapat mencapai 5 kPa. memberikan defisit tekanan uap yang besar diantara daun dan udara sekitarnya. meningkatnya konsentrasi garam pada permukaan daun. Berarti tidak banyak berbeda dari potensial-potensial tekanan hidrostatik pada xilem. potensi air maksimum dari daun dan organ lainnya diperkirakan sebesar kurang lebih 2. Berarti secara normal akarakar mangrove terkondisi dengan potensi osmotik yang rendah pada substratnya. kecepatan tranpirasi mungkin berlipat ganda atau lebih besar. Pengeluaran garam ole akar selama penganbilan air diduga karena ada penurunan gradasi kadar garam jenuh dari perakaran. Dibawah kondisi yang sesuai. meskipun secara normal terdapat kelembaban yang tinngi pada lingkungan mangrove.air laut. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya defisit air selama periode evapotranspirasi yang tinngi. Sebagian efek dari penyerapan garam adalah gradasi yang secara nyata mengganggu keseimbangan air pada mangrove. Walaupun tekanan uap besar. sehingga perakaran dapat terbuka terhadap potensi osmotik.5 Mpa. Akibatnya suhu daun lebih tinggi dari suhu sekitarnya. Meskipun demikian banyak sendimen yang mempunyai daya hantar hidrolik yang rendah dan drainase yang jelek. evapotranspirasi . yang dapat dilihat dengan pengukura potensi osmotik daripada kejenuhan air pada substrat atau air pasang yang menggenangi. Sebagian besar jenis mangrove tumbuh diwilayah garis lintang rendah yang radiasi matahari dan suhu udara umumnya tinggi. akibatnya salinitas air yang terkandung didalamnya lebih tinggi daripada salinitas air dari air pasang yang datang menggenangi.

Meskipun demikian berkurangnya DHL pada daun secara drastis. Pada kondisi normal keseimbangan karbondioksida secara linierberhubungan dengan DHL daun. Uap air juga. hanya akan memberikan pengaruh yang sangat kecil terhadap perubahan kadar air pada jaringan. maka kecepatan asimilasinya juga rendah dibandingkan dengan tanaman budidaya. Suhu daun dan defisit tekanan uap yang tinggi. mempunyai suhu optimum dibawah 35˚C dan mempunyai titk kompensasi karbondioksida yang sudah ditera. Hal ini mencakup kutikula yang tebal. menurun dengan meningkatnya salinitas. tidak mengganggu dalam meningkatkan defisit tekanan uap antara daun dan udara. . yang semuanya terdapat hanya pada permukaan abaksial dari beberapa jenis. Dengan demikian hilannya air dari daun berkaitan dengan meningkatnya defisit tekanan uap dan suhu daun.dari daun mangrove dapat tinggi.  Fiksasi Karbon Fotosintesis tumbuhan mangrove secara khas terpenuhi seluruh radiasi matahari. Hampir semua jenis mangrove daundaunnya mempunyai sejumlah kenampakkan anatomi yang membatasi hilangnya uap air. Dengan DHL daun mangrove rendah. Terjadinya perubahan besar dalam hal potensi daun. lapisan lilin dan stomatayang tersembunyi. dapat mengurangi daya hantar Listrik (DHL) daun menjadi uap air.

Osmoregulasi dan cara pembagian ruangan dari ion-ion yang terdapat pada vakuola dari sel akar dan jaringan lainnya. memerlukan energi metabolik. Hal ini dapat dijelaskan oleh terjadinya defisit air dalam organ yang membesar. Peningkatan energi sinar matahari akan memberikan perlindungan pada pusat reaksi terhadap kerusakan akibat kelebihan penyerapan sinar. Pada beberapa jenis mangrove. konduktansi stomata dan laju pertukaran karbondioksida antara saturasi-cahayayang rendah. Dengan demikian aktivitas respirasi akar dan jaringan lainnya meningkat dengan meningkatnyabsalinitas. .Kecepatan asimilasi banyak berkurang pada suhu daun yang tinngi. Daun mangrove mempunyai potensi air. Efisiensi konversi energi menurun dengan bertambahnya jumlah sinar matahari yang diterima. Perbedaan respon terhadap cahaya antara daun yang beradaptasi dengan sinar matahari dan daun yang beradaptasi dengan naungan dari masing-masing jenis mungkin terjadi. tetapi salinitas air dalam kultur hanya kecil efeknya terhadap efisiensi. Salinitas dan urea daun pada umumnya berhubungan terbalik. kecepatan asimilasi relatif tidaj terpengaruh oleh suhu dengan kisaran 17 – 30˚C tetapi menurun secara tajam pada suhu diatas 30˚C dan mendekati nol pada suhu 40˚C. Daun mangrove yang terkena matahari menerima kelebihan energi yang besar daripada bagin yang lain. Daun yang terkena sinar matahari langsung akan menunjukkan efisiensi yang lebih tinggi pada mangrove yang ditanam.

Rendahnya fiksasi karbondioksida selama vegetasi terang tidak sepenuhnya disebabkan oleh defisit air dan penutupan sebagian stomata. tapi juga fiksaki karbondioksida per unit daun mungkin menurun. . namun juga diakibatkan efek langsung ion klorida yang besar.Namun bukan hanya area daun saja.

DAFTAR PUSTAKA Onrizal. USU. 2005. Fakultas Pertanian. Jurusan Kehutanan . . Adaptasi Tumbuhan Mangrove Pada Lingkungan Salin dan Jenuh Air.

Tugas Makalah Biologi Laut ADAPTASI TUMBUHAN MANGROVE PADA LINGKUNGAN SALIN DAN JENUH AIR OLEH: YUSHRA L111 08 002 JURUSAN ILMU KELAUTAN FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2012 .

seiring dengan menghindari konsentrasi garam yang tinggi didalam sitoplasmanya. respirasi adalah jalan yang baik. Tanah yang jenuh air. Mekanisme penting dalam pengaturan keseimbangan garam pada mangrove. lapisan lilin. dan stomata yang tersembunyi serta pengaturan posisi daun. . Oleh karena itu. keberadaan lubang-lubang tanah yang dibuat oleh satwa tanah juga membantu penyediaan oksigen bagi akar. sehingga tidak lagi meracuni tumbuhan. Selain itu. meliputi : a) Kapasitas akae untuk melawan NaCl yang berbeda b) Pemilihan kelenjar-kelenjar khas sekresi garam dari beberapa jenis pada daunnya c) Akumulasi garam pada berbagai bagian tumbuhan d) Hilangnya garam ketika daun dan bagian tumbuhan lainnya gugur. sehingga tanah mengandung sedikit oksigen direspon tumbuhan mangrove dan memiliki sistem perakaran yang khas dan lentisel pada bagian diatas permukaan substrat sehingga memungkinkan penyerapan oksigen dari udara.KESIMPULAN Vegetasi mangrove yang merupakan tumbuhan resisten terhadap garam mampu memelihara pertumbuhannya dalam kondisi cengkaman osmotik. Daun vegetasi mangrove yang memiliki kutikula yang tebal.

Adaptasi Tumbuhan Mangrove Pada Lingkungan Salin dan Jenuh Air. Hal ini merupakan adaptasi anatomi yang unik dari daun mangrove dalam mengatasi cengkaman radiasi sinar matahari dan suhu yang tinggi. Jurusan Kehutanan . DAFTAR PUSTAKA Onrizal. 2005. sementara pemasukan panas per unit luas daun dan suhu menjadi berkurang. USU. . Fakultas Pertanian.sehingga radiasi sinar matahari terseleksi sepanjang permukaan fotosintetik luas.