3.4.

PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS PEKERJAAN FIRE FIGHTING

3.4.1. Standar dan Peraturan-peraturan / persyaratan yang di berlakukan : Untuk material / peralatan serta pengerjaan sistem dan instalasi Fire Figthing dan sub-sistem yang menjadi lingkup pekerjaan dalam babini, harus memenuhi dan mengikuti bebearapa referensi, standar material dan pengerjaannya, begitupula Peraturan Daerah terkait namun tidak terbatas kepada apa yang disebutkan di bawah ini :  Standar Nasional Indonesia/SNI 03-1745-2000 perihal Tata Cara Perencanaan dan Pemasangan Sistem Pipa Tegak dan Slang untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan Gedung.  Standar Nasional Indonesia/SNI 03-6570-2001 tentang Instalasi Pompa yang dipasang tetap untuk Proteksi kebakaran.  Standar Nasional Plambing 2000 Indonesia/SNI 03-6481-2000 tentang Sistem

 Standar Nasional Indonesia/SNI 03-0255-2000 atau Persyaratan Umum Instalasi Listrik ( PIUL tahun 2000 ) khusus untuk pekerjaan listrik subpekerjaan system fFire Fighting ini  Beberapa standar internasional /negara lain yang tidak bertentangan dengan SNI terkait seperti : NFPA, National Plumbing Codes, dll  Pedoman Peraturan Plumbing Indonesia yang dikeluarkan oleh Direktorat Teknik Penyehatan Dit.Jen.Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum  Pemeriksaan Umum untuk Pemeriksaan bahan-bahan bangunan NI-3 (PUBB) 1956 NI-31963. PUBB 1969  Peraturan Beton Indonesia PBI-NI-2/1955, PBI-NI-2/1971

 Peraturan Perburuhan Indonesia tentang penggunaan tenaga kerja harian, mingguan, bulanan dan borongan  Sebagai Referensi : Perda DKI-Jakarta Raya No.3 tahun 1975 tentang Tata Cara Penanggulangan Bahaya kebakaran pada bangunan Gedung sebagai tambahan persyaratan pada proyek ini.  SK.Menteri Negara PU No.28 tahun 2000

3.4.2. Material/Bahan-bahan yang digunakan : Material atau bahan yang digunakan pada system dan instalasi Fire Fighting ( Fire Hydrant dan Fire Sprinkler ), yaitu :  Bahan pipa Hydrant dan Sprinkler menggunakan pipa Black Steel Pipe ( BSP) schedule 40 atau ASTM A.53-A dan diusahakan dari satu merk ( standard merk: Bakrie pipe, PPI, SPS, Spindo )  Fitting-fittings yang digunakan dari bahan Black Steel Pipe class 20 K, steel butt-welding pipe fittings JIS.B.2311  Peralatan utama ( Electric Hydrant Pump, Jockey Pump, Diesel Hydrant Pump dan panel kontrol ) harus memenuhi standar, peraturan dan persyaratan NFPA, UL,FM, NEMA2

3.4.3. Pengujian : 3.4.3.1. Pengujian Sistem Pemipaan : a) Seluruh sistem pemipaan Fire Figthing harus mempunyai lubanglubang yang dapat di tutup ( plugged) agar semua sistem pemipaan tersebut dapat diisi dengan air sampai lubang ”vent” tertinggi. b) Sistem tersebut harus dapat menahan tekanan air hingga 20 Kgf/cm2 yang diisikan sesuai yang ditetapkan, dan apabila MK, PT.(Persero) Angkasa Pura II dan Perencana menginnginkan pengujian disamping pengujian diatas, penyedia jasa/pemborong harus melakukannya tanpa tambahan biaya. 3.4.3.2. Pengujian Instalasi Sistem Distribusi : a) Penyedia Jasa/pemborong diwajibkan untuk melakukan pengujian secara partial terhadap seluruh jaringan pipa Fire Fighting dan peralatan bantu seperti : valve-valve, flexible joint, jointing pipe dan termasuk pompa utama, pompa bantu , panel kontril , instalasi pengkabelan dan lain-lain : Pengujian yang wajib dilakukan pada sistem dan instalasi pemipaan, adalah ;  Pengujian pada pipa Black Steel Pipe schedule 40 atau ASTM A.53-A hingga tekananan 20 kgf/cm2 selama 24 jam, dimana tekanan air tidak mengalami penurunan atau berubah.

putaran pompa Tekanan pompa.16. .3 class 300 lb. b) Pengujian terhadap performasi peralatan utama sesuai sistem dan instalasi yang telah difungsikan secara penuh : Pengujian ini meliputi :    Kapasitas pompa. Debit aliran air. wrought steel butt-welding pipe fittings ANSI B. (Persero) Angkasa Pura II dan perencana 3. Forged steel RF class 300 lb. screwed and dan untuk pipa diameter 65 mm ( Ø 2 ½ ” ) ke atas.9 schedule 40.PT.4. maka Penyedia Jasa / Pemborong harus mengganti bagian atau bahan yang rusak atau gagal tersebut dan pemeriksaan/pengujian dilakukan kembali sesuai dengan persyaratan yang berlaku yang disaksikan oleh MK. PT.4. Untuk memperkuat terhadap kebocoran.(Persero) Angkasa Pura II dan Perencana untuk dimintakan persetujuannya. 3.1. welding joint. Kerusakan dan kegagalan Uji : Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada kerusakan atau kegagalan dari suatu bagian dari instalasi atau bahan dari instalasi.( Persero) Angkasa Pura II dan perencana untuk dimintakan persetujuannya.4.4. Sistem Pemipaan : 3.3. Flanged black malleable cast iron RF class 300 lb.3. Pengujian dilakukan secara partial pada setiap jarak 150 m panjang pipa.penyambungan pipa dengan ulir terlebih dahulu harus diberi lapisan Primatone Eponxy Adhesive & Sealants. sistem Penyambungan Pipa : Pipa Fire Fighting : Penggunaan sambungan / fitting pipa Fire Fighting diameter 50 mm ( Ø 2”) ke bawah type malleable cast iron ANSI B. arus kerja motor Tekanan air pada fixture terjauh dan lain-lain.4. PT. Hasil pengujian harus dicatat oleh Penyedia Jasa/Pemborong dan dilaporkan kepada MK. Hasil pengujian ini harus dicatat oleh Penyedia Jasa/Pemborong dan dilaporkan kepada MK.16.

24 atau 1 M 3 beton = 250 kg baja ). Elbow . 3.sedangkan untuk sambungan flanged harus dilengkapi ring dari karet yang dikencangkan secara homogen. b) Pipa horizontal harus digantung dengan penggantung yang dapat di atur ( adjuster ) tinggi rendahnya sistem pemipaan dengan jarak tidak lebih dari 2. bangunan. b.4. Seluruh pemasangan fixtures. fittings dan sebagainya : a. Seluruh fixtures dan fittings harus dipasangkan dengan baik dan di dalamnya bebas dari kotoran yang menganggu aliran atau kebersihan air serta harus terpasang dengan kokoh ( rigid) ditempatnya dan tidak mudah bergerak. c) Seluruh pipa yang melewati daearah atau lokasi dipergunakan flexible joint untuk mencegah patahnya pergeseran gedung.4.2.225-U.4. bahan penggantung produksi pabrik ( standar Ramco . mekanikal dan elektrikal lainnya. Penggantung / Penumpu Pipa : a) Seluruh pipa harus diikat/ ditetpkan dengan kuat dengan penggantung atau angker yang kokoh ( rigid). e) Pipa – pipa vertikal harus ditumpu dengan clamp yang kuat dan dibuat pada setiap jarak tidak lebih dari 3 m. pipa dari d) Penggantung atau penumpu pipa harus disekrup/terikat pada konstruksi bangunan dengan insert/angker yang dipasang pada waktu pengecoran beton atau dengan Ramset/Dynabolt yang dimensinya disesuaikan kebutuhan.4. fittings dan pipa-pipa fire fighting harus rapih tidak menganggu waktu pemasangan dinding lapis granit/keramik. termasuk pada setiap ada sambungan pipa. Pemasangan fixtures harus kuat pada dudukannya untuk menahan atau memegang fituress.5 m. Pemasangan Fixtures. c. Valve dan sebagainya.3. pekerjaan sipil. 3.T-Way . agar inklinasinya tetap untuk mencegah timbulnya getaran dan untuk pipa-pipa yang menembus dinding harus diberi sleeves. . fittings karenanya Penyedia Jasa/Pemborong harus bertanggungjawab untuk melengkapi komponen tersebut dalam sistem jaringan instalai pekerjaan Fire Figthing ini. Untuk pipa-pipa yang tekanan airnya tinggi/pipa induk. dipasangkan balok-balok dari adukan beton ( K.

Bila pekerjaan di lakukan di lapangan bahan proteksi anti karat menggunakan jenis cat zinchromate atau dilapisi bahan bitumen yang diperkuat dengan lapisan polyethene dan untuk mendapatkan jaminan kualitas. Pengecatan : Pipa Fire Figthing diluar bangunan ( site plan ) sebelum diletakkan dalam tanah harus di coating/dilapisi anti karat dimana pekerjaan tersebut dilakukan di pabrik. 3.4.4.4. Pipa – pipa untuk pemasangan didalam tanah : a) Galian pipa dalam tanah harus dibuat dengan kedalaman minimum 600 mm untuk pipa diameter 100 mm ( Ø 4”) ke bawah dan 800 mm – 1000 mm untuk pipa diameter 125 mm ( Ø 5”) ke atas.4. b) Water valve lebih besar dari diameter 65 mm ( Ø 2 ½ ”) adalah jenis ”flanged steel body dengan external spendle yoke ”. ditimbun kembali dengan pasir urug dan tanah bekas galian dari puingpuing. b) Galian tanah harus dibersihkan dari kotoran-kotoran/puing-puing. kemudian pipa dipasang dalam lubang galian dan diperiksa oleh MK.6. c) Tekanan kerja dari valve-valve harus disesuaikan dengan fingsinya.4. c) Patokan atau pedoman yang ditetapkan untuk dalamnya galian tanah. Dasar lubang galian harus cukup stabil dan rata sehingga seluruh panjang pipa terletak.5. d) Persyaratan untuk pipa yang melintasi jalan atau saluran drainase harus diperlakukan secara spesifik ( dilihat gambar rencana ). Valve – valve : a) Water valve sampai diameter 50 mm ( Ø 2”) adalah jenis ”screwed bronze body dengan external spendle ”.4. diukur dari garis tengah pipa ( as pipa ) sampai ke permukaan jalan/tanah asli atau di sesuaikan gambar rencana. permukaan akhir dari pipa dilapisi bahan sheet plastic tapes ( Denso .3. setelah bersih diurug dengan pasir urug setebal 5 cm dipadatkan. pipa-pipa air kotor dan air bangunan tidak boleh diletakkan pada lubang galian yang sama dengan pipa fire figthing. tertumpu dengan baik dan merata.4. e) Pada jalur pipa yang dipendam harus dibuatkan tanda-tanda dari balok beton diatas tanah untuk memudahkan identifikasi pipa di dalam tanah. 3. Khusus untuk pemasangan pipa-pipa air bersih. bahan cast iron. menggunakan valve dengan tekanan kerja 300 psi.

Pump Kapasitas : 25 Head pompa : 160 meter Putaran : 2. pengerjaannya harus mengikuti standar produk yang Sedangkan untuk pipa-pipa yang terlihat ( exposed ) harus di coating bahan zinchromate.Tapes ). 3. kemudian di cat warna merah minimal 3 x jalan.000 US gpm Head pompa : 150 meter Putaran : 2. Pompa bantu / Jockey Pump ( JP ) : Type pompa : Vertikal . UL/FM dan NEMA2. Fire Fighting Pump System : Pompa Fire Fighting merupakan satu kesatuan system dan instalasi yang terdiri dari pompa utama penggerak electric ( Electric Hydrant Pump/EHP ). 16. Electric Hydrant Pump ( EHP ) : TYPE Pompa : Horizontal split casing pump Kapasitas : 1. 3.2.1. pompa pembantu ( jockey pump/JP ).5.960 rpm . cara digunakan. Untu pipa-pipa diatas/dalam ceiling agar mudah dikenali. 50 Hz Jumlah : 1 ( satu ) set Controller : UL/FM system micropocessor. Dana paints atau Nippon paints. 13.5. Sebagai patokan dipakai warna cat sebagai berikut : 3.5. standar mutu produk cat : ICI. harus diberikan tanda cat/warna pada setiap jarak 3 m pada pipa-pipa induk dan cabang begitu pula pipa-pipa dalam shaft dimana terletak pintu pemeriksaan. pressure sensor tranducer. logic control.3. pompa penggerak diesel ( Diesel Hydrant Pump/DHP )sesuai standar NFPA-20.. SPESIFIKASI TEKNIS PERALATAN UTAMA 3.. untuk mengetahui arah aliran. 3 Ph. enclosure NEMA2.960 rpm Power/Daya : ± 150 kW Karakteristik listrik : 380 – 415 volt.18..5.

000 US gpm Head pompa : 150 meter Putaran : 2.5.5 kW Karakteristik listrik : 380 – 415 volt. 50 Hz Jumlah : 1 ( satu ) set Controller : UL/FM System micropocessor. 3. pressure sensor tranducer.Power/Daya : ± 7. direct connection Power /Daya : Accu 24 Volt. enclosure NEMA2. enclosure NEMA2. minimum 2 buah. maintenance free type.4.960 rpm Power/Daya : ± 201 HP Type Engine : UL/FM. Logic control. Perlengkapan Engine : Flexible coupling Coupling guard Heat exchanger loop Batteries Battery rack Battery cable Battery charger Silencer Flexible ex hose connector Cooling water heater dan thermostat Perlengkapan pemipaan : Coumpond suction gauge . logic control. 80 Apm. couplig flexible shaft. starter electric/dual battery System Coupling : heta Exchanger with cooling loop. Diesel Hydrant Pump ( DHP ) : Type Pompa : Horizontal split casing pump Kapasitas : 1. pressure sensor tranducer. Jumlah : 1 (satu) set Controller : UL/FM System Micropocessor. 3 pH.

Pengaturan kinerja pompa melalui trigger Pressure Switch (PS).lengkap dengan radiator. Panel control dan instalasinya harus memenuhi NFPA 20 dan NFPA 13. sistem operation automatic dan manual. yakni bahan bakar untuk keperluan 2 jam operasi. 3. pump dan valve serta panel pengoperasian. Logic contol. sistem bekerjanya pompa diatur oleh panel khusus system micropocessor. Sistem Pengoperasian Pompa : Pelayanan Hydrant Pillar ( HP ) diluar gedung mengggunakan satu set pompa yang terdiri dari jockey Pump. pressure sensor tranducer dan harus memenuhi NFPA-20.- Discharge pressure gauge Automatic air release valve Main relief valve Enclosed waste cone ± 135 gallon fuel tank ( ± 500 liter ) Fuel system accessories Fitting packaged Dan lain – lain Kelengkapan pompa : Pompa harus sudah terkopel dengan diesel engine diatas base plate. muffer. baik Jockey Pump sebagai pompa pembantu dan pompa utama penggerak Elektic Hydrant Pump (EHP) maupun pompa penggerak Engine ( Diesel Hydrant Pump/DHP ). Khusus pompa penggerak Engine akan bekerja secara automatic bila saluran daya listrik terputus dan pada saat terjadinya kebakaran. panel listrik. UL/FM.5.NEMA2. pressure sensor tranducer yang memenuhi peraturan-peraturan NFPA 20. pompa bekerja secara automatic system microppcessor. flexible pipe. . fuel tank. logic control. Electric Hydrant Pump dan Diesel Hydrant Pump dengan tekanan kerja minimal ± 10 kgf/cm2. battery chager. sesuai sistem dan kinerja pompa yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis. Panel Kontrol dan Pengaturan system : Panel kontrol merupakan kelengkapan unit sistem Fire Figthing yang mengatur kinerja pompa secara automatic.UL/FM .5.

sampai ambang batas yang telah ditentukan maka Pompa Jockey (JP) akan start dan akan berhenti/stop secara otomatis sesuai ambang batas yang ditetapkan. Pressure switch pertama berfungsi untuk mendeteksi penurunan tekanan air dalam pipa dan memberikan signal ke panel kontrol jockey pump ( JP) bila tekanan menurun mencapai tingkat yang lebih rendah dari batas bawah.5. Daya listrik untuk Electric Hydrant Pump ( EHP ) disediakan melalui panel khusus yang mendapatkan sumber daya listrik dari PLN atau Generator Set. Apabila tekanan air dalam jaringan pipa terus menurun karena terbukanya salah satu atau lebih dari katup Hydrant atau bekerjanya beberapa kepala sprinkler. h) . pompa utama electric ( Electric Hydrant Pump ) Start secara otomatis dan berhenti/stop secara automatis atau manual oleh operator apabila uji coba atau pemadaman telah selesai. maka panel kontrol Electric Hydrant Pump ( EHP ) akan menghidupkan / kerja pompa electric (utama) secara automatis namun mematikan pompa utama ini harus dapat juga dilakukan dengan cara manual.1. uji coba sprinkler flushing. Bila tekanan menurun terus sampai mencapai ambang batas/level Pressure Switch kedua. Bekerjanya pompa karena pada jalur pemipaan utama dari setiap sistem. Electric Hydrant Hydrant Pump ( EHP ) DAN Diesel Hydrant Pump ( DHP ). dan menghidupkan jockey pump sampai tekanan kembali mencapai batas atas dari Pressure Switch tersebut dan secara automatis panel kontrol akan mematikan kerja Jockey Pump. pompa kebakaran penggerak Engine ( Diesel Hydrant Pump ) akan bekerja secara automatis dengan mentriger tekanan dibawah tekanan pompa utama penggerak electric ( Electric Hydrant Pump /EHP ).3. a) Pengaturan Kinerja Hydrant Pump Set. sebagai berikut : Apabila tekanan air pada jaringan pipa turun disebabkan oleh adanya kebocoran. dipasangkan minimal 3 (tiga) buah pressure switch yang masingmasing dihubungkan ke panel kontrol jockey pump (JP) .5. b) c) d) e) f) Kinerja ini secara automatis akan memberikan signal ke system Fire Alarm atau ke panel MCFA dan sebaliknya pompa kebakaran penggerak g) Bila sumber daya listrik dari PLN terputus. Disamping hal diatas pompa kebakaran penggerak Engine ( Diesel Hydrant Pump ) juga akan bekerja secara automatis jika terjadi perbedaan tekanan pada pipa vertikal atau horizontal karena sesuatu hal penurunan tekanan terjadi.

Sumber daya dari PLN harus diambil dari switching khusus sebelum main switch Peralatan hydrant pump set minimal harus terdiri dari dari :      Jockey pump c/w motor.2. mechanical seal Heavy duty grease lubricat bearing b) c) d) e) f) Motor pompa mendapat sumber daya listrik ( PLN/Genset dan bekerja secara automatis ). inlet strainer Power and cntrole panel. material pompa adalah :    Cast Iron Casing. inlet and outlet valve Check valve againts water hammer. Hydrant Pump set harus terdiri dari satu atau lebih pompa utama electric ( Electric Hydrant Pump ). Main Pump with motors  Water level drop. base frame/plate g) Announciating pump status :  Jockey PumpOn. pressure switch. Indicating lamp. kecuali jockey pump menggunakan type vertical in-line pump. broze Impeller Heavy duty steel shaft.5. Unit pompa type Horizontal Split Casing Pump Type dengan flanged connection dan komponen.3. Alarm horn and Indicating lamp 3. pressrure gauge Flexible connection.5. main pump switch motor Outlet heder.5. electric connetions.5. Alarm horn and Indicating lamp  Water level to low. a) Hydrant Pump Set Electric Driven : Hydrant Pump set harus mampu memasok kebutuhan air untuk pemadam kebakaran sampai batas maksimum kemampuan pompa dan bekerja secara automatis.3. Engine Driven Hydrant Fire Pump : . hydrauli connections. pompa bantu ( Jockey Pump/JP ) dan Engine ( Diesel Hydrant Pump/DHP ).

controle board. dekat dengan lalu lintas mobil pemadaman kebakaran serta mudah di gunakan bila diperlukan ( lihat gambar rencana ) sesuai standard ANSI. fuel oil tank.24 atau 1 M3 beton = 250 kg baja ) sesuai gambar rencana f) Lokasi penempatan seamese connection harus mudah di lihat. diesel engine Starting device with pully or motor starter Battery starter and outside battery charger Engine speed controle. hydraulic connections Electric connections.24 atau 1 M3 beton = 250 kg baja ) sebagai dudukan b) Seamese connection di cat merah ex ICI atau Danapaints c) Coupling disesuaikan dengan standar coupling PMK setempat d) Setiap pemasangan seamese connection dilengkapi outlet dengan ukuran diameter 100 mm x 65 mm x 65 mm dan check valve e) Dudukan hydrant box menggunakan pondasi beton bertulang ( mutu K.a) Engine driven hydrant fire pump berfungsi untuk memasok kebutuhan air untuk pemadaman kebakaran pada saat pompa electric gagal atau diperlukan lebih banyak air untuk pemadaman b) c) Engine driven hydrant fire pump harus diuji coba minimal sekali seminggu selama satu jam operasi Engine driven hydrant fire pump harus merupakan satu paket yang dirancang khusus untuk keperluan pemadaman kebakaran menggunakan jenis/type :      Horizaontal split casing fire pump. instrumentations Seamese Connection ( SC ) a) Menggunakan jenis two-way type Y terbuat dari baja tuang dilengkapi pondasi beton ( mutu K.225-U. Hydrant Main Valve : Jenis : Hydrant underground Gate Valve cast-iron Ukuran : 150 mm ( Ø 6”) Standard / kelas : ANSI. 300 psi WOG Landing Valve : .225-U.

Tekanan Kerja : ANSI 300psi WOG Check Valve : Type : Swing type. bolted bonnet. Y pattern. stainless steel shaft. hand wheel operated with position indicator. cast iron body. stainless steel mesh Dimension / ukuran : Screwed end untuk strainer sampai dengan diameter 50 mm ( Ø 2” ) dan type Y pattern. material bronze body. flanged end. steam disc broze material female thread screwed cap. Y pattern untuk ukuran lebih besar dari diameter 65 mm ( Ø 2 ½ ’) s/d 200 mm ( Ø 8” ) Tekanan kerja : ANSI 300psi WOG Strainer : Type : Valve body. screwed bonnet. female thread Dimension / ukuran : Type screwed and untuk valve sampai dengan diameter 50 mm 9 Ø 2” ) atau type flanged or lugged body. stainless steel disk dengan body material cast iron flanged end. screwed cup. cast iron body. stainless steel disk. Y type untuk strainer lebih dari diameter 65 mm ( Ø 2 ½ ’) s/d 200 mm ( Ø 8” ) Tekanan kerja : ANSI 300psi WOG Air Realese Valve ( ARV ) : ( Ø 2 ½ ) s/d . 300 psi WOG Gate Valve ( GV ) : Type : Bronze body non rising steam. cadmium plated escutcheon Standard / kelas : ANSI. stainless steel perforated screen. hand wheel operated. hose coupling. henged and untuk valve diameter 65 mm 200 mm ( Ø 8”).Jenis : Oblique cast – iron landing valve di cat merah Ukuran : 65 mm ( Ø 2 ½ ”) Kelengkapan : cap and chain. metal disk Dimension / ukuran : Screwed and untuk valve sampai dengan diameter 50 mm ( Ø 2” ) dan swing silent type sampai dengan diameter 50 mm ( Ø 2” ) dan swing silent type. solid wedge disk.

adjustable flow : 5 % of rated flow Applicable temperature : below 2200 C End connection : Flaned KS 10 Kgf/cm2 RF Hydraulic pressure test : 20 Kgf/cm g Pemasangan : dipasangkan pada posisi horizontal Tekanan sisi masuk dan tekanan sisi keluar yang diperlukan harus sesuai persyaratan atau ketentuan dan dilengkapi peralatan untuk melakukan by-pass Pressure Gauge ( PG ) : Type : Bourdon-Tube Pressure Gauge Size of Dial : 100 mm Satuan ukuran : psi dan Kgf/cm2 Skala ukuran : 0 s/d 50 Kgf/cm2 ANSI 300 psi Connection nominal : Ø 15 mm ( Ø ½ ) .JENIS : Cast – iron ( besi tuang ) floating Ball Ukuran : 0. berfungsi untuk mengeluarkan kandungan udara pada jalur pemipaan secara automatic.2 Kgf/cm2 g Offset pressure : within 0.diaphragm SS Inlet pressure : Maximum 20 Kgf/cm2 ( 294 psi ) Maximum reducing rate : 10 : 1 Lock up pressure : maximum 0. 1. Pressure Reducing VALVE ( PRV ) : Type : CL-101 Material body : Cast Iron.5 Kgf/cm2 g Min. Fungsi alat : dipasang pada setiap ujung akhir dari pipa tegak hydrant dalam bangunan.75 inch connection. Air Realese valve yang digunakan diemeter 40 mm.625 inch valve Material : Floating dari bahan stainless steel Standard / kelas : ANSI 300 psi WOG pada temperatur air sampai dengan 800 C. disc & seat cast bronze.

Fungsi alat : Untuk mengontrol dan menjaga besaran aliran dan tekanan yang diperlukan sehingga tidak terjadi perbedaan yang sangat besar yang akan mengakibatkan terjadinya tekanan balik ( back pressure ). plastic ball.working pressure : 10 Kgf/cm2 ( 147 psi ) . tee. standard ANSI / 300 psi. cross tee. Flow control dari brass c/w pilot valve dari brassbronze. reducer. male thread Fungsi alat : Filterisasi sand or sluge Float Valve ( FIV ) : Type : Ball Float Valve Material body : Gun metal Material float : Copper Material ball float lever : Brass Max. socket untuk diameter 15 mm ( ½”) sampai dengan 50 mm (2”) menggunakan type ulir dan diameter 65 mm ( 2 ½ ”) ke atas type flenged. Relief Valve ( RV ) : Type : Orifice dari stainless steel Material : Casing dari cast iron.Sight Glass ( SG ) : Material : steel / bronze and glass. Foot Valve : Type : Bronze body type. sight glass harus dapat menahan tekaan minimum 10 Kgf/cm2 Penempatan : mudah dilihat /jelas dan tidak mudah pecah Dimension : Diameter 25 mm ( Ø 1 ”) Flexible Connection ( FC ) : Menggunakan synthetic rubber material flanged and double sphare yang dapat menahan tekanan sampai dengan 20 Kgf/cm2. Strainer dari brass. check valve. Isolation valve dari Nickel plated brass. Tekanan kerja 300 psi Peralatan bantu ( accessories ) : Pemakaian accessories pipa seperti : elbow.

3. Masa Pemeliharaan : Masa pemeliharaan ditetapkan selama 180 (seratus delapan puluh ) hari kalender sejak tanggal penyerahan pertama pekerjaan dengan disertai Berita Acara Penyerahan. MASA JAMINAN.Pemasangan : Float valve dipasang pada posisi horizontal Water Level Control ( WLC ) : Type : Stick dan electroda control Material : SS-304 for electrode Fungsi alat : sebagai electrode control elevasi muka air dan untuk mengaktifkan kinerja pompa. Setelah jangka waktu pemeliharaan berakhir dan segala kerusakan atau kekurangan itu telah diselesaikan dengan baik oleh Penyedia Jasa/Pemborong ini.3. Serah Terima Pekerjaan : . Semua pengadaan dan pemasangan peralatan/material dalam lingkup pekerjaan ini harus diberi jaminan selama 1 (satu) tahun setelah masa penyerahan pekerjaan tersebut 3. Pekerjaan perbaikan ini harus segera dikerjakan oleh Penyedia Jasa/Pemborong untuk memperbaiki segala kerusakan-kerusakan yang diakibatkan oleh pelaksanaan pekerjaan ini. MK dapat meminta Penyedia Jasa/Pemborong lain untuk memperbaiki dan atau mengganti peralatan yang rusak/tidak sesuai spesifikasi teknis dan atas biaya Penyedia Jasa/Pemborong ini.6. 3.2. Masa Jaminan : Seluruh pekerjaan instalasi maupun pengadaan peralatan Fire Fighting harus di jamin akan bekerja dengan baik dan sempurna. maka pekerjaan dapat diserahkan untuk kedua kalinya dan MK membuat berita acara serah terima kedua.6. Selama masa pemeliharaan Penyedia Jasa/Pemborong harus memperbaiki segala kerusakan.6. standar Omron or Fanal.6.1. PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA 3. cacat pekerjaan atau kekurangan yang disebabkan karena kurang sempurnanya pelaksanaan dan atau bahanbahan yang digunakan. Jika Penyedia Jasa/Pemborong melalaikan peringatan yang diberikan 3 kali berturut-turut.

3. maka MK dan PT. Tabel daftra material ini diutamakan untuk komponen-komponen berupa barang-barang produksi pabrik ( terlampir ).seluruh material yang disuplai dan dipasang oleh Penyedia Jasa /Pemborong harus dalam keadaan baru ( new product ) dan material tersebut sesuai atau cocok untuk digunakan di daerah tropis.7.7.Penyedia Jasa / Pemborong harus bersedia mengganti material yang tidak disetujui karena menyimpang dari spesifikasi teknis atau hal lainnya. PT.3. Daftar Material : Untuk semua material yang ditawarkan.Pekerjaan System Fire Fighting ini harus selesai seluruhnya dan diserahkan untuk pertama kalinya sesuai jadual waktu yang telah ditetapkan. Untuk material-material yang disebutkan dibawah ini harus dapat dijamin oleh Penyedia Jasa /Pemborong bahwa material tersebut adalah baik dan baru dengan jalan menunjukkan surat order pengirimin dari dealer / agen / pabrik. type. penyedia jasa / pemborong wajib mengisi daftar material yang menyebutkan merk. bulan dan tahun. PERSYARATAN BAHAN / MATERIAL 3. 3. (Persero) Angkasa Pura II untuk diproses lebih lanjut. Penyerahan dan dalam waktu 1 (satu) minggu sebelum penyerahan pekerjaan. Penyebutan Merk / Produk Pabrik .(persero) Angkasa Pura II akan menerima pekerjaan tersebut untuk pertama kali. Umum : . 3.Material – material tersebut harus dari produk dengan kualitas baik dan dari produksi terbaru. . Jika pekerjaan telah memenuhi syarat dan seluruh proses yang diberlakukan dalam spesifikasi teknis ini dipenuhi. Penyerahan pekerjaan harus dinyatakan secara tertulis dengan menyebutkan tanggal. diberi tanda (stabilo) yang turut dilampirkan pada waktu tender/ pemasukan penawaran.Apabila pada spesifikasi teknis ini atau pada gambar disebutkan beberapa merk tertentu atau kelas mutu ( quality preformance ) dari . kelas lengkap dengan brosur / catalog. dimana penggantian tersebut tanpa biaya tambahan ( extra ).1.7. .2. Penyedia Jasa/Pemborong harus menyampaikan perihal tersebut kepada MK.7. yang disertai dengan dibuatnya Berita Acara Penyerahan Pertama.

MK dan Perencana. MARATHON.Apabila nantinya atau selama proyek berjalan dan terjadi bahwa material yang disebutkan pada tabel material tidak dapat diadakan oleh penyedia jasa / pemborong yang diakibatkan oleh sesuatu alasan yang kuat dan dapat diterima PT. Daftar Material / Standar / Merk yang direkomendasikan : No . PATTERSON.960 rpm 2. Merk ITT-Goulds. 3. 1.7. maka hal ini akan dipikirkan penggantian merk/type tersebut dengan sanksi bahwa material tersebut mempunyai klasifikasi teknis yang sama dengan harga yang tinggi serta menguntungkan PT. speed = 2. AURORA. ELECTRIC MOTOR NFPA – 20. shaft sleeve : Bronze Shaft Seal : Gland Packing Bearing : design for 250. FLOWSERVE.000 hour lifetime Outboard : Double Ball Bearing Cooling Pipe/Flushing : Internanal in casing bore Bearing Housing : Integral with lower casing Capasity = 1. .( Persero) Angkasa Pura II. FIREBANKMO USE . UL/FM TYPE : Open Drip Proof or totally Enclosed US MOTOR.material atau komponen tertentu terutama untuk material yang mempunyai taraf mutu / pabrik disebutkan maka hal itu harus diikuti dan menjadi acuan Penyedia Jasa /Pemborong ini.250 US gpm Head = 295 meter.002” deflection). Uraian Peralatan ELECTRIC FIRE PUMP Spesifikasi Teknis Pump : Horizontal Split Casing Pump UL/FM Casing : Cast Iron/Ductile Iron Impeller : Bonze ( Vacuum Cast ) Shaft : Carbon Steel ( Holding 0.4. (Persero) Angkasa Pura II.

system : microprosessor logic. CUMMINS. pressure sensor : transducer 6. control.CATTER PILLAR CUTTLER HAMMER. cooling System : heat exchanger with cooling loop 5. JOCKEY PUMP NFPA-20. METRON. CONTROLLER Enclosure : NEMA2 UL/FM.Pressure Sensor : Transducer 3. METRON. AURORA. DIESEL ENGINE Starter : Electric/Dual Battery.main relief valve : pilot Operarated ( UL Listed ) Enclosed waste cone : 250 flange Flowmeter ventury/annular : presso/gerand Fuel tank : as per NFPA – 20 ( 1hp=1 gallon+5% for sump and + 5 + for expantion ) 7. pressure sensor : Transducer Enclosure : NEMA2 4. System : Microprosessor logic Control. CONTROLLER Coupling : flexible shaft UL/FM. UL/FM Model : Horizontal split casing pump.960 rpm Coupling : Flexible Non Rubber (’Falk’Coupling) UL/FM. casing/impeller/shaft/shaft sleeve. FRIRETROLL CLARKE. speed 1450 – 2.Fan Cooled. ASSEMBLY ACCESSORIES Enclosure : NEMA2 By Manufacturer Compond suction gauge :-30-0-150 psi Discharge : 0 – 600 psi Automatic air relief valve (electric drive) : Spring operated. FIRETROLL ITT-Goulds. all stainles SIEMENS CUTTLER HAMMER. .

Oseki. CONTROLLER NFPA-20. Hoozeki CUTTELER HAMMER.Steel. FIRETROLL Yamato. Hoozeki KITZ. panjang minimal 30 meter • Nozzle Test pressure minimal 20 Kgf/cm2 Nozzle dilengkapi dengan coupling. shaft seal : mechanical seal Electric motor : as per factory assembled and recommended Type : open drip proof or totally enclosed Fan Cooled ( NEMA ) Speed : 1400 – 2. dicat • HOSE warna merah. danapaints Rubber hose synthetic sesuai standa ANSI. set spray diameter 1 ½ ” • Landing Diameter 2 ½ ” ( dia. System : microprosessor logic control. 9. pressure sensor : Transducer. HYDRANT PILLAR (HP) Jenis two-way terbuat dari baja tuang. Oseki. standar ICI. Hoozeki Spray Valve . 1m3 beton = 250kg baja) sebagai dudukan. pondasi beton ( mutu K. tulisan hydrant dicetak timbul dicat merah. SOCLE. HYDRANT BOX • BOXES Enclosure : NEMA2 Cover (tutup boxes) bahan stainles steel tebal 1. Ashimori/cold-line (jepang) Yamato. CRANE Yamato. boxes bahan plat tebal min 2mm.65mm) OSW/Jerman. Oseki.5 mm. System Relay Logic Pressure sensor : pressure switch Enclosure : NEMA2 Capasity = 25 US gpm Head = 160 meter 8.24. UL/FM UL/FM. 10. Q Fire/UK. METRON.960 rpm Controller UL/FM.225-U.

KITZ. female thread. 12. solid wedge disk.100mm x 65mm x 65mm dan 11. KITZ. SAVETY VALVE BUTTERFLY VALVE. FOOT VALVE. henged end CRANE.1m3 beton = 250 kg baja ) sebagai dudukan. Setiap pemasangan hydrant pillar (HP). stainless Diameter 65mm ( 2 ½ ”) ke atas steel disk. SOCLA check valve. Seamese connection dicat merah dengan cat duco ex ICI atau danapaints. hand wheel operated with position indicator. dilengkapi outlet ukuran dia. Standard / class 300 psi CRANE. cast iron body. PERALATAN PENUNJANG : GATE VALVE.225U.Pillar dicat merah dengan cat duco ex ICI atau danapaints. stainless steel shaft. pondasi beton (mutu K. SOCLA CRANE. SOCLA check valve . Dimension / ukuran : type screwed end untuk valve sampai dengan diameter 50 mm ( Ø 2”) atau Type flanged or lugged body. Setiap pemasangan seamese connection dilengkapi outlet ukuran dia. STRAINER diameter 50mm (2”) ke bawah Bronze body non rising steam.24. KITZ. CHECK VALVE. screwed bonnet.100mm x 65mm x 65mm dan SEAMESSE CONNECTION (SC) Jenis two-way type Y terbuat dari baja tuang.

TOZEN. KITZ ( PRV ) CL-101. SPS. PPI. GATE VALVE or CHECK VALVE End Connection Flaned KS 10 Kgf/cm2 RF Hydraulic pressure test : 20 Kgf/cm g Dipasangkan pada posisi horizontal Screwed end untuk valve sampai dengan diameter 50mm ( Ø 2”) dan swing silent type. 12. Y pattern. stainless steel disk dengan body material cast iron flanged end. Maximum reducing rate : 10 : 1. KITZ. Inlet pressure maximum 20 Kgf/cm2 ( 294 psi).53 Dicat zinchromate / bitumen Bakrie Pipe. Untuk ukuran lebih besar dari diameter 65mm ( Ø 2 ½ ”) s/d diameter 200mm ( Ø 8”). Lock up pressure maximum 0. SOCLA SOCLA. standar tekanan kerja 300 psi valve fitting. Spindo CRANE.2 Kgf/cm2 g Offset pressure within 0. Applicable temperature below 2200 C. ASTM A. diaphragm SS. Pressure Reducing Valve ( PRV). disc& .untuk valve diameter 65mm ( Ø 2 ½ ”) s/d 200mm ( Ø 8”).5 Kgf/cm2 g Minimal adjustable flow 5 % of rated flow. material body Cast Iron. type seat cast bronze. pilot reducer dan coloum control PRESSURE REDUCING VALVE valve. PEMIPAAN Standar tekanan kerja 300 psi Black Steel Pipe ( BSP ) schedule 40. strainer.

3. PRESSURE SWITCH (PS) 17. material plastic c/w bracket for 15. SOCLA.8. TOZEN.7. HONEY WELL VIKING. pressure Range : 0 – 50 kg/cm2 Type Electronic Indicator. SIEMENS. KITZ USA or JERMAN 3. PRESSURE GAUGE (PG) 16. 14. . anti korosi/karat Synthetic rubber material flanged end double spare. JEPANG AEG. FLEXIBLE CONNECTION FLOW SWITCH Rubber sheet seal.5. SIEMENS. 300 psi Indicating for flow water in line pipe. indicating to water pressure in line pipe. HEAD pressure 20 K or 300 psi Dial type diameter 100mm ( Ø 4”). 0 – 30 kg/cm2 Sprinkler head yang dipergunakan jenis Glass AEG. Indicating to water pressure in line pipe. pressure Range : 0 – 15.Denso Tapes 13.