You are on page 1of 3

Tetanus Definisi Tetanus adalah suatu penyakit toksemik akut dan fatal yang disebabkan oleh Clostridium tetani

dengan tanda utama spasme tanpa gangguan kesadaran. Gejala klinis timbul sebagai dampak eksotoksin pada sinaps ganglion spinal dan neuromuscular junction serta saraf autonom. Tetanus neonatorum menyebabkan 50% kematian perinatal dan 20% kematian bayi. Angka kejadian 6-7/100 kelahiran hidup di perkotaan dan 11-23/100 kelahiran hidup di pedesaan. Disebut juga lockjaw karena terjadi kejang pada otot rahang. Tetanus banyak ditemukan di negaranegara berkembang. Gejala dan tanda Pada pasien anak, ketika melakukan anamnesis sebaiknya ditanyakan:  Riwayat mendapat trauma, pemotongan dan perawatan tali pusat yang tidak steril, riwayat menderita otitis media supurativa kronik (OMSK), atau gangren gigi.  Riwayat tidak diimunisasi/tidak lengkap imunisasi tetanus. Pemeriksaan fisis  Masa inkubasi 5-14 hari.  Gejala awal adalah trismus; pada neonatus tidak dapat/sulit menetek, mulut mencucu. Disertai dengan kaku kuduk, resus sardonikus, opistotonus, perut papan. Selanjutnya dapat diikuti kejang apabila dirangsang atau kejang spontan; pada kasus berat dijumpai status konvulsivus. Derajat penyakit Derajat I (tetanus ringan)  Trismus ringan sampai sedang  Kekakuan umum: kaku kuduk, opistotonus, perut papan  Tidak dijumpai disfagia atau ringan  Tidak dijumpai kejang  Tidak dijumpai gangguan respirasi Derajat II (tetanus sedang)  Trismus sedang  Kekakuan jelas  Dijumpai kejang rangsang, tidak ada kejang spontan  Takipneu  Disfagia ringan Derajat III (tetanus berat)  Trismus berat  Otot spastis, kejang spontan  Takipne, takikardia  Serangan apne (apneic spell)  Disfagia berat

diikuti 0. ampisilin. metronidazol. dapat diberikan human tetanus immunoglobulin (HTIG) 3. Pencegahan I.  Bila tersedia. derajat III ditambah dengan  Gangguan autonom berat  Hipertensi berat dan takikardi. Perawatan luka atau port d’entree dilakukan setelah diberi antitoksin dan anti-konvulsan 5. bila trismus berat dapat dipasang sonde nasogastrik  Bantuan napas pada tetanus berat atau tetanus neonatorum  Pemantauan/monitoring kejang dan tanda penyulit Tetanus ringan dan sedang . ulangan pada umur 18 bulan dan 5 tahun. Perhatian khusus pada keadaan jalan napas (akibat kejang dan aspirasi). 4.blocker labetalol. .02 mg/kg IV. bila perlu nutrisi secara parenteral. Imunisasi aktif Imunisasi dasar DPT diberikan tiga kali sejak usia 2 bulan dengan interval 4-6 minggu. atau  Hipotensi dan bradikardi  Hipertensi berat atau hipotensi berat Penatalaksanaan 1. berikan b-blocker seperti propranolol/a dan b. 2. diberikan tiap 2-3 jam. Tetanus sedang Terapi dasar tetanus.Diberikan pengobatan tetanus dasar. Pemberian cairan parenteral.  Keseimbangan cairan dimonitor secara adekuat. Netralisasi toksi  Anti tetanus serum (ATS).  Apabila terjadi aktivitas simpatis yang berlebihan. diperlukan intubasi dan ventilator.05 mg/kg/kali. dilakukan uji kulit lebih dulu. Terapi suportif  Bebaskan jalan napas  Hindarkan aspirasi dengan mengisap lendir perlahan-lahan dan memindah-mindahkan posisi pasien  Pemberian oksigen  Perawatan dengan stimulasi minimal  Pemberian cairan dan nutrisi adekuat. berikan pankuronium bromida 0. Anti konvulsan (diazepam).  Apabila spasme sangat hebat. Antibiotik (penisilin prokain. Aktivitas sistem autonom meningkat Derajat IV (stadium terminal). Tetanus berat  Terapi dasar seperti di atas  Perawatan dilakukan di ICU. eritromisi Bila terdapat sepsis/ pneumonia dapat ditambahkan sefalosporin. tetrasiklin.

tetanus imunoglobulin 250-500 U. lamanya sudah >5 tahun: ulangan toksoid. . jaringan nekrotik dan benda asing dibuang. Pencegahan pada luka 1. 2. IV.II. 3. Toksoid tetanus pada sisi lain. Luka dibersihkan. Luka sedang/berat dan kotor  Imunisasi (-)/tidak jelas: ATS 3000-5000 U. ATS 3000-5000 U. IV.  munisasi (+). tetanus imunoglobulin 250-500 U. Luka ringan dan bersih  Imunisasi lengkap: tidak perlu ATS atau tetanus imunoglobulin  Imunisasi tidak lengkap: imunisasi aktif DPT/DT.