BAB IV PEMBAHASAN Ny. N, 19 tahun, merupakan pasien aktif. OS kejang setelah melahirkan.

Eklampsia merupakan kejang yang terjadi pada wanita hamil., yang ditandai dengan tekanan darah tinggi , proteinuria, dan edema anasarka. Eklampsia dibagi menjadi tiga bagian yaitu, Eklampsia antepartum, eklampsia intrapartum, Eklampsia postpartum. Ny.N mengalami kejang setalah melahirkan, dan dapat dikategorikan kedalam eklampsia postpartum. Ny.N datang sudah dalam keadaan yang buruk, dimana OS sampai di RS rujukan 5 jam pascapersalianan. OS datang keadaan umum nampak gelisah. OS kejang saat sampai di IGD. Kejang yang terjadi pada pasien merupakan kejang dengan tipe kejang konvulsi atau kejang klonik. Dimana tanda dari kejang ini adalah kejang yang hilang timbul, rahang membuka dan menutup begitu pula mata, otot-otot muka dan otot badan berkontraksi dan berelaksasi berulang. kejang ini sangat kuat hingga pasien dapat terlempar dari tempat tidur atau lidahnya tergigit. Serta durasi kejang yang di alami OS kurang lebih 1 menit. Saat di IGD, OS mendapatkan terapi obat injeksi diazepam 1 ampul, untuk menenangkan pasien. Setelah itu dilakukan konsul kepada dokter obgyn dan mendapatkan advice terapi Transfusi Lanjutkan, Hecting di IGD, MgSO4 40% dilanjutkan, Dexametason 1 ampul. Hecting dilakukan karena kemnungkinan ada robekan postpartum yang mengakibatkan terjadinya perdarahan. akibat vakum ekatraksi. Selain itu, juga dilakukan konsul kepada dokter interna dan didapatkan advice Katapres 1 ampul dalam D5%., Konsul kepada dokter anestesi pun dilakukan dan diberikan acc pindah ke ruang ICU.. Saat masuk ke ruang ICU, OS dalam keadaan somnolen dengan nilai GCS 11. Pada hari kedua, OS mengalami penurunan kesadaran (koma). kemudian beberapa menit kemudian OS dinyatakn plus oleh dokter anestesi. Terdapat kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, kenpa OS meninggal . Dapat dilihat dari segi penanganan, kemungkinan terjadi keterlambatan dalam penanganan PEB saat antepartum, sehingga menjadi komplikasi eklampsia. OS juga terlambat sampai RS GJ, sehinnga juga terjadi keterlambatan dalam
23

rujukan dari Rumah Sakit M. Ny. N post partus

maturus dengan vakum ekstraksi. Pasien dirujuk dengan alasan eklampsia dan perdarahan

penanganan eklampsia sehingga muncul komplikasi baru, yaitu terajdi edema serebri yang selanjutnya terjadi komplikasi akibat peningkatan tekanan darah tinggi, yaitu intraserebral. Komplikasi yang muncul adalah ensefalopati e.c stroke hemoragik. Prognosis pada pasien ini adalah :
a. Quo ad vitam: ad malam, kondisi OS setelah diberikan terapi obat, tidak ada perbaikan.

perdarahan

T: 176/ mmHg, N : 122 x/menit R: 32 x/menit, S: 40º C
b. Quo ad functionam:

• ad malam, terjadi penurunan fungsi organ, sudah muncul komplikasi perdarahan intraserebral.
c. Quo ad sanationam: ad

malam , OS mengalami penurunan kesadaran dan akhirnya

meninggal.

24

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful