EMISI GAS BUANG KENDARAAN BERMOTOR DAN DAMPAKNYA TERHADAP KESEHATAN

Oleh: A. Tri Tugaswati 1. Pendahuluan Kesadaran masyarakat akan pencemaran udara akibat gas buang kendaraan bermotor di kota-kota besar saat ini makin tinggi. Dari berbagai sumber bergerak seperti mobil penumpang, truk, bus, lokomotif kereta api, kapal terbang, dan kapal laut, kendaraan bermotor saat ini maupun dikemudian hari akan terus menjadi sumber yang dominan dari pencemaran udara di perkotaan. Di DKI Jakarta, kontribusi bahan pencemar dari kendaraan bermotor ke udara adalah sekitar 70 %. Resiko kesehatan yang dikaitkan dengan pencemaran udara di perkotaan secara umum, banyak menarik perhatian dalam beberapa dekade belakangan ini. Di banyak kota besar, gas buang kendaraan bermotor menyebabkan ketidaknyamanan pada orang yang berada di tepi jalan dan menyebabkan masalah pencemaran udara pula. Beberapa studi epidemiologi dapat menyimpulkan adanya hubungan yang erat antara tingkat pencemaran udara perkotaan dengan angka kejadian (prevalensi) penyakit pernapasan. Pengaruh dari pencemaran khususnya akibat kendaraan bermotor tidak sepenuhnya dapat dibuktikan karena sulit dipahami dan bersifat kumulatif. Kendaraan bermotor akan mengeluarkan berbagai gas jenis maupun partikulat yang terdiri dari berbagai senyawa anorganik dan organik dengan berat molekul yang besar yang dapat langsung terhirup melalui hidung dan mempengaruhi masyarakat di jalan raya dan sekitarnya. Makalah ini akan mengulas dampak pencemaran udara yang diakibatkan oleh emisi gas bua ng kendaraan bermotor terhadap kesehatan maupun lingkungan khususnya kendaraan bermotor dengan bahan bakar fosil-bensin dan solar.

2. Komposisi dan Perilaku Gas Buang Kendaraan Bermotor Emisi kendaraan bermotor mengandung berbagai senyawa kimia. Komposisi dari kandungan senyawa kimianya tergantung dari kondisi mengemudi, jenis mesin, alat pengendali emisi bahan bakar, suhu operasi dan faktor lain yang semuanya ini membuat pola emisi menjadi rumit. Jenis bahan bakar pencemar yang dikeluarkan oleh mesin dengan bahan bakar bensin maupun bahan bakar solar sebenarnya sama saja, hanya berbeda proporsinya karena perbedaan cara operasi mesin. Secara visual selalu terlihat asap dari knalpot

karbon dioksida dan upa air. juga dapat meningkatkan kadar partikular debu yang berasal dari permukaan jalan. atau juga antara senyawa-senyawa tersebut satu sama lain. Sebagai contoh. Reaksi kimia di atmosfer kadangkala berlangsung dalam sua tu rantai reaksi yang panjang dan rumit. Proses reaksi tersebut ada yang berlangsung cepat dan terjadi saat itu juga di lingkungan jalan raya. Bahan pencemar yang adalah karbon terutama terdapat didalam gas buang buang kendaraan bermotor monoksida (CO). Walaupun gas buang kendaraan bermotor terutama terdiri dari senyawa yang tidak berbahaya seperti nitrogen. misalnya dengan sinar matahari dan uap air. Senyawa tersebut selanjutnya juga dapat masuk ke dalam rantai makanan yang pada akhirnya masuk ke dalam tubuh manusia melalui sayuran. Lalu lintas kendaraan bermotor. susu ternak. Pembent ukan smog ini kadang tidak terjadi di tempat asal sumber (kota). dan mengkontaminasi tanah dan air. berbagai oksida nitrogen (NOx) dan sulfur (SOx). Karena banyak industri makanan saat ini akan dapat memberikan dampak yang tidak diinginkan pada masyarakat kota maupun desa. berbagai senyawa hindrokarbon. dapat jatuh ke tanah bersama air hujan atau mengendap bersama debu. dan partikulat debu termasuk timbel (PB). yang dapat menyebabkan asap awan fotokimi (photochemical smog). Untuk bahan pencemar yang sifatnya lebih stabil sperti limbah (Pb). pembentukan smog ini tergantung pada kondisi reaksi dan . Jarak kecepatan angin. tetapi dapat terbentuk di pinggiran kota. dan produk lainnya dari ternak hewan. dan reaksi kimia antara berbagai oksida nitrogen dengan senyawa hidrokarbon yang menghasilkan ozon dan oksida lain.kendaraan bermotor dengan bahan bakar solar. Bahan bakar tertentu seperti hidrokarbon dan timbel organik. dan adapula yang berlangsung dengan lambat. yang umumnya tidak terlihat pada kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin. adanya reaksi di udara yang mengubah nitrogen monoksida (NO) yang terkandung di dalam gas buang kendaraan bermotor menjadi nitrogen dioksida (NO2 ) yang lebih reaktif. tetapi didalamnya terkandung juga senyawa lain dengan jumlah yang cukup be sar yang dapat membahayakan gas buang membahayakan kesehatan maupun lingkungan. dan menghasilkan produk akhir yang dapat lebih aktif atau lebih lemah dibandingkan senyawa aslinya. beberapa senyawa yang terkandung dalam gas buang kendaraan bermotor dapat berubah karena terjadinya suatu reaksi. beberapa hidrokarbon-halogen dan hidrokarbon poliaromatik. komponen ban dan rem. Setelah berada di udara. dilepaskan keudara karena adanya penguapan dari sistem bahan bakar.

dan kondisi yang diakibatkan karena pengaruh bahan pencemar terhadap organ lain sperti paru. Estimasi dosis pemajanan sangat tergantung kepada tinggi rendahnya pencemar yang dikaitkan dengan kondisi lalu lintas pada saat tertentu. misalnya kanker pada paru-paru atau organ tubuh lainnya. penyakit pada saluran tenggorokan yang bersifat akut maupun khronis. Pengaruh yang merugikan mulai dari meningkatnya kematian akibat adanya episod smog sampai pada gangguan estetika dan kenyamanan. sulfur dan karbon. misalnya sistem syaraf. Dampak Terhadap Kesehatan Senyawa-senyawa di dalam gas buang terbentuk selama energi diproduksi untuk mejalankan kendaraan bermotor. Karena setiap individu akan terpajan oleh banyak senyawa secara bersamaan. Pembentukan gas buang tersebut terjadi selama pembakaran bahan bakar fosil-bensin dan solar didalam mesin. penjaja makanan sering kali terpajan oleh bahan pencemar yang kadarnya cukup tinggi. hidrokarbon. Beberapa senyawa yang dinyatakan dapat membahayakan kesehatan adalah berbagai oksida sulfur. logam berat tertentu dan partikulat. dan polisi lalu lintas. baru dibahas pada beberapa dekade be lakangan ini.Emisi gas buang kendaraan bermotor juga cenderung membuat kondisi tanah dan air menjadi asam. sehingga logam tersebut dapat mencemari lingkungan. jenis proses pembakaran yang terjadi pada mesin kendaraan bermotor tidak sesempurna di dalam industri dan menghasilkan bahan pencemar pada kadar yang lebih tinggi. oksida nitrogen. sering kali sangat sulit untuk menentukan senyawa mana atau kombinasi senyawa yang mana yang paling berperan memberikan pengaruh membahayakan terhadap kesehatan. terutama berbagai senyawa organik dan oksida nitrogen. dibandingkan dengan gas buang dari cerobong industri yang tinggi. dan oksida karbon. Gangguan kesehatan lain diantara kedua pengaruh yang ekstrim ini. Dibandingkan dengan sumber stasioner seperti industri dan pusat tenaga listrik. Selain itu gas buang kendaraa n bermotor juga langsung masuk ke dalam lingkungan jalan raya yang sering dekat dengan masyarakat. pejalan kaki. 3. Keterkaitan antara pencemaran udara di perkotaan dan kemungkinan adanya resiko terhadap kesehatan. . Dengan demikian maka masyarakat yang tinggal atau melakukan kegiatan lainnya di sekitar jalan yang padat lalu lintas kendaraan bermotor dan mereka yang berada di jalan raya seperti para pengendara bermotor. Pengalaman di negara maju membuktikan bahwa kondisi seperti ini dapat menyebabkan terlepasnya ikatan tanah atau sedimen dengan beberapa mineral/logam.

baik yang sejenis maupun antara yang tidak sejenis h Lamanya terpajan (jangka panjang atau pendek) Pada umumnya istilah dari bahaya terhadap kesehatan yang digunakan adalah pengaruh bahan pencemar yang dapat menyebabkan meningkatnya resiko atau penyakit atau kondisi medik lainnya pada seseorang ataupun kelompok orang. Telah banyak bukti bahwa anak -anak dan para lanjut usia merupakan kelompok yang mempunyai resiko tinggi di dalam peristiwa pencemaran udara. Pengaruh ini tidak dibatasi hanya pada pengaruhnya terhadap penyakit yang dapat dibuktikan secara klinik saja. Bahan-bahan pencemar yang terutama mengganggu saluran pernafasan. Para usia lanjut masuk di dalam kategori kelompok resiko tinggi karena penyesuaian kapasitas dan fungsi paru-paru menurun. dampak bahan pencemar yang terkandung di dalam gas buang kendaraan bermotor digolongkan sebagai berikut : 1. ozon dan oksida lainnya. seperti a hidrokarbon monoksida dan timbel/timah hitam. tetapi juga pada pengaruh yang pada suatu mungkin juga dipengaruhi faktor lainnya seperti umur misalnya. Karena kapasitas paru-paru dari penderita penyakit jantung dan paru-paru juga rendah. Bahan-bahan pencemar yang menimbulkan pengaruh r cun sistemik. kelompok ini juga sangat peka terhadap pencemaran udara. Anak-anak lebih peka terhadap infeksi saluran pernafasan dibandingkan dengan orang dewasa. Berdasarkan sifat kimia dan perilakunya di lingkungan. partikulat. dan fungsi paru-paru nya juga berbeda. oksida nitrogen. Yang termasuk dalam golongan ini adalah oksida sulfur. dan pertahanan imunitasnya melemah. Beberapa faktor yang berperan di dalam ketidakpastian setiap analisis resiko yang dikaitkan dengan gas buang kendaraan bermotor antara lain adalah : h Definisi tentang bahaya terhadap kesehatan yang digunakan h Relevansi dan interpretasi hasil studi epidemiologi dan eksperimental h Realibilitas dari data pajanan h Jumlah manusia yang terpajan h Keputusan untuk menentukan kelompok resiko yang mana yang akan dilindungi h Interaksi antara berbagai senayawa di dalam gas buang.Bahaya gas buang kendaraan bermotor terhadap kesehatan tergantung dari toksiats (daya racun) masing-masing senyawa dan seberapa luas masyarakat terpajan olehnya. . 2.

Bagian dari saluran yang pertama kali dipengaruhi adalah . Kondisi ini akan menjadi lebih parah bagi kelompok yang peka. nitrat dan sulfat). menyebabkan SO2 dan partikulat dapat membengkaknya membran mukosa dan pembentukan mukosa dapat meningkatnya hambatan aliran udara pada saluran pernafasan. Sulfur dioksida di atmosfer dapat berubah menjadi kabut asam sulfat (H2SO4) dan partikulat sulfat. Bahan -Bahan Pencemar yang Terutama Mengganggu Saluran Pernafasan Organ pernafasan merupakan bagian yang diperkirakan paling banyak mendapatkan pengaruh karena yang pertama berhubungan dengan bahan pencemar udara. oksida sulfur bersama dengan partikulat bersifat sinergetik sehingga dapat lebih meningkatkan bahaya terhadap kesehatan. Sejumlah senyawa spesifik yang berasal dari gas buang kendaraan bermotor seperti oksida oksida sulfur dan nitrogen. Selain itu menurut studi epidemniologi. h Oksida sulfur dan partikulat Sulfur dioksida (SO2) merupakan gas buang yang larut dalam air yang langsung dapat terabsorbsi di dalam hidung dan sebagian besar saluran ke paru-paru. Bahan-bahan pencemar yang dicurigai menimbulkan kanker seperti hidrokarbon. nitrogen dioksida (NO2) merupakan gas yang paling beracun. 4. partikulat dan senyawa-senyawa oksidan. h Oksida Nitrogen Diantara berbagai jenis oksida nitrogen yang ada di udara. tetapi tetap berperan karena jumlah kendaraan bermotor dengan bahan bakar solar makin meningkat. partikulat tersebut dapat masuk sampai ke dalam alveoli paru-paru dan bagian lain yang sempit.3. Karena partikulat di dalam gas buang kendaraan bermotor berukuran kecil. dapat menyebabkan iritasi dan radang pada saluran pernafasan. Partikulat gas buang kendaraan bermotor terutama terdiri jelaga (hidrokarbon yang tidak terbakar) dan senyawa anorganik (senyawa-senyawa logam. seperti penderita penyakit jantung atau paru-paru dan para lanjut usia. Walaupun kadar oksida sulfur di dalam gas buang kendaraan bermotor dengan bahan bakar bensin relatif kecil. dll. Karena larutan NO2 dalam air yang lebih rendah dibandingkan dengan SO2. debu jalanan. Sifat iritasi terhadap saluran pernafasan. A. maka NO2 akan dapat menembus ke dalam saluran pernafasan lebih dalam. Kondisi yang mengganggu kenyamanan seperti kebisingan.

Diantara senyawa-senyawa yang terkandung di dalam gas kendaraan bermotor h Karbon Monoksida Karbon monoksida dapat terikat dengan haemoglobin darah lebih kuat dibandingkan dari oksigen membentuk karboksihaemoglobin (COHb). Berdasarkan studi menggunakan binatang percobaan. meningkat frekwensi serangan asma dan iritasi mata. . Senyawa-senyawa yang masuk ke dalam hidung dan ada dalam mukosa bronkial juga dapat terbawa oleh darah atau tertelan masuk tenggorokan dan diabsorbsi masuk ke saluran pencernaan. bahan pencemar tersebut dibawa oleh aliran darah atau cairan getah bening ke bagian tubuh lainnya. misalnya melalui makanan. pengaruh yang membahayakan seperti misalnya meningkatnya kepekaan terhadap radang saluran pernafasan. Evaluasi tentang dampak ozon dan oksidan lainnya terhadap kesehatan yang dilakukan oleh WHO task group menyatakan pemajanan oksidan fotokimia pada kadar 200-500 µg/m³ dalam waktu singkat dapat merusak fungsi paru -paru anak. Selain itu ada pula pemaja nan yang tidak langsung. sehingga yang dapat menimbulakan pengaruh sistemik. Bahan-bahan pencemar yang menimbulkan pengaruh racun sistemik Banyak senyawa kimia dalam gas buang kendaraan bermotor yang dapat menimbulkan pengaruh sistemik karena setelah diabsorbsi oleh paru. seperti timah hitam. sehingga dapat membahayakan setiap organ di dalam tubuh. maka hampir semua ozon dapat menembus sampai alveoli. Organ lain yang dapat dicapai oleh NO2 dari paru adalah melalui aliran darah. serta menurunkan kinerja para olaragawan. Karena data epidemilogi tentang resiko pengaruh NO 2 terhadap kesehatan manusia sampai saat ini belum lengkap. Percobaan pada ma nusia menyatakan bahwa kadar NO2 sebsar 250 µg/m3 dan 500 µg/m3 dapat mengganggu fungsi saluran pernafasan pada penderita asma dan orang sehat.membran mukosa dan jaringan paru. dapat terjadi setelah mendapat pajanan sebesar 100 µg/m3 . yang paling penting adalah karbon monoksida dan timbel. Ozon merupakan senyawa oksidan yang paling kuat dibandingkan NO2 dan bereaksi kuat dengan jaringan tubuh. h Ozon dan oksida lainnya Karena ozon lebih rendah lagi larutannya dibandingkan SO2 maupun NO2. maka evaluasinya banyak didasarkan pad hasil studi a eksprimental. B.

Pada pembakaran bensin.0 % WHO menyarankan pajanan CO tidak boleh melampaui 25 ppm (29 mg/m3) untuk waktu 1 jam dan 10 ppm (11. Pengaruh CO terhadap sistem kardiovaskuler cukup nyata teramati walaupun dalam kadar rendah. ditemukan pada kadar Pb-darah kelompok .5 mg/mg3) untuk waktu 8 jam. Oleh karena itu.menyebabkan terhambatnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh. a Hal ini dapat menyebabkan kelahiran prematur atau bayi lahir dengan berat badan rendah dibandingkan normal. Pengaruh bahaya ini tidak ditemukan pada kadar COHb sebesar 5%. Pengaruh terhadap janin pada prinsipnya adalah karena pajanan CO pada kadar tinggi dapat menyebabkan kurangnya pasokan oksigen pada ibu hamil yang konsekuennya akan menurunkan tekanan oksigen di dalam plasenta dan juga pada j nin dan darah. untuk menghindari tercapainya kadar COHb 2.01 µm.5%. juga janin. Penderita penyakit jantung dan penyakit paru merupakan kelompok yang paling peka terhadap pajanan CO. dan keluar sebagai gas buang atau mengendap pada kenalpot. Menurut evaluasi WHO. Walaupun diakui interpretasi dari hasil uji seperti ini sulit ditemukan bahwa kadar COHb 16 % dianggap membahayakan kesehatan. Partikel-partikel timbel ini akan bergabung satu sama lain membentuk ukuran yang lebih besar. dan 20 mg/mg selama 8 jam. kelompok penduduk yang peka (penderita penyakit jantung atau paru-paru) tidak boleh terpajan oleh CO dengan ka dar yang dapat membentuk COHb di atas 2. Timbel yang dikeluarkan sebagai gas buang kendaraan bermotor merupakan partikel-partikel yang berukuran sekitar 0. Pengaruh Pb pada kesehatan yang terutama adalah pada sintesa haemoglobin dan sistem pada syaraf pusat maupun syaraf tepi. Kondisi ini ekivalen dengan pajanan oleh CO dengan kadar sebesar 35 mg/m3 selama 1 jam. Pengaruh pada sistem pembentukkan Hb darah yang dapat menyebabkan anemia. menemukan adanya hambatan pasokan oksigen ke jantung selama melakukan latihan gerak badan pada kadar COHb yang cukup rendah 2. Pengaruh pajanan CO kadar rendah pada sistem syaraf dipelajari dengan suatu uji psikologi. h Timbel Timbel ditambahkan sebagai bahan aditif pada bensin dalam bentuk timbel organik (tetraetil-Pb atau tetrametil-Pb). Pajanan CO diketahui dapat mempengaruhi kerja jan tung (sistem kardiovaskuler). dan semua organ tubuh yang peka terhadap kekurangan oksigen. Studi eksperimen terhadap pasien jantung dan penyakit pasien paru.7 %. timbel organik ini berubah bentuk menjadi timbel anorganik. sistem syaraf pusat.5-3.

benzo(a)pyrene dan metil nitrit . Penelitian pada pengaruh Pb yang dikaitkan IQ anak telah banyak dilakukan tetapi hasilnya belum konsisten. Gangguan terhadap fungsi syaraf orang dewasa berdasarkan uji psikologi diamati pada kadar Pbdarah 50 µg/100 ml. Sedangkan gangguan sistem syaraf tepi diamati pada kadar Pbdarah 30 µg/100 ml. seperti etilen. Beberapa dari bahanbahan pencemar ini merupakan senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik dan mutagenik. Bahan-Bahan Pencemar yang Dicurigai Menimbulkan Kanker Pembakaran didalam mesin menghasilkan berbagai bahan pencemar dalam bentuk gas dan partikulat yang umumnya berukuran lebih kecil dari 2µm. Mesin solar akan menghasilkan partikulat dan senyawa-senyawa yang dapat terikat dalam partikulat seperti PAH. Pengaruh Pb terhadap hambatan aktivitas enzim ALAD tidak menyatakan adanya keracunan yang membahayakan. Pada kadar Pb-darah kelompok dewasa sekitar 40 µg/100 ml diamati telah ada gangguan terhadap sintesa Hb. dan karena perkembangan otak yang khususnya peka terhadap logam ini. Akan tetapi untuk . formaldehid. benzena.dewasa 60-80µg/100 ml dan kelompok anak > 40 µg/100 ml. Meningkatnya ekskresi ALA dan akumulasi FEP adalam urin mencerminkan adanya kerusakan fungsi fisiologi yang pada akhirnya dapat merusak fungsi metokhondrial. Pengaruh pada syaraf otak anak diamati pada kadar 60µg/100 ml. formaldehid. Sistem syaraf pusat anak lebih peka dibandingkan dengan orang dewasa. maka janinlah yang terutama mendapat resiko. Pengaruh pada enzim §-ALAD dapat diamati pada kadar Pb-darah sekitar 10µg/100 ml. kadar di dalam emisi mesin bensin akan sama bes arnya dengan mesin solar. Timbel dapat menembus plasenta. dan pada anak dengan kadar > 15 µg/100 ml. Emisi kendaraan bermotor yang mengandung senyawa karsinogenik diperkirakan dapat menimbulkan tumor pada organ lain selain paru. dapat terlihat pada wanita edngan kadar Pb-darah 2030 µg/100 ml. etilen. seperti meningkatnya ekskresi asam aminolevulinat (ALA). 10 kali lebih besar dibandingkan dengan mesin bensin yang mengandung timbel. pada pria dengan kadar 25-35 µg/100 ml. Untuk beberapa senyawa lain seperti benzena. metil nitrit dan hidrokarbon poliaromatik (PAH). Akumulasi protoporfirin dalam eritrosit (FEP) yang merupakan akibat dari terhambatnya aktivitas enzim ferrochelatase . yang dapat menyebabkan g angguan pada perkembangan mental anak. tetapi dapat menunjukkan adanya pajanan Pb terha dap tubuh.

sebenarnya kurang tepat. Hal yang sering ditemui dalam studi eksperimental seperti ini adalah kesulitan untuk mensimulasikan kondisi pajanan yang sebenarnya. Senyawa CO2 sebenarnya merupakan komponen yang secara alamiah banyak terdapat di udara. Dampak terhadap lingkungan Tidak semua senyawa yang terkandung di dalam gas buang kendaraan bermotor diketahui dampaknya terhadap lingkungan selain manusia. Beberapa senyawa yang dihasilkan dari pembakaran sempurna seperti CO2 yang tidak beracun. Pada studi yang melibatkan populasi kecil (misalnya 1000 orang) terasa wajar apabila hasil studi tentang sejenis tumor yang hanya terjadi pada beberapa kasus per 100. analisis risiko dibuat berdasarkan hasil studi epidemiologi. Dalam banyak kasus. tanpa peduli apakah hasil studi pada umumnya hasil studi seperti itu jarang didapatkan. harus didasarkan pada sifat kimiawi dari tiap senyawa. di samping yang juga ditemukan dalam studi epidemiologi dan eksperimental. dapat diperkirakan bahwa persentase peningkatan dalam prevalensi akan sangat kecil. Mengesampingkan pengaruh yang langka akibat pencemaran. Pengaruh jangka panjang bisa dilaksanakan pada binatang percobaan. Karena itu maka evaluasi secara ilmiah tentang da mpak dari suatu pencemaran terhadap kesehatan. menjadi negatif. adanya hubungan antara dosis dan respons untuk dosis rendah sangat sulit untuk dibuktikan. metabolismenya dan sifat umum lainnya.000 orang. Pengaruh CO2 disebut efek rumah kaca dimana CO2 diatmosfer dapat menyerap energi panas dan . Di dalam studi eksperimental. karena kecilnya jumlah orang yang dapat diteliti. Oleh karena itu CO2 dahulunya tidak menepati urutan pencemaran udara yang menjadi perhatian lebih dari normalnya akibat penggunaan bahan bakar yang berlebihan setiap tahunnya. Hal yang sama ditemukan pada studi eksperimental. tetapi lagi-lagi di dalam mengekstrapolasikan penemuan tersebut untuk manusia sering tidak pasti. maka kesimpulan yang ditarik dapat sangat berharga. 4.membuktikan apakah pembentukan tumor tersebut hanya diakibatkan karena asap solar atau gas lain yang bersifat sebagai iritan. Kesulitan menjadi lebih besar apabila pengaruh yang dicari tersebut dapat timbul karena hal lain. apabila mungkin. belakangan ini menjadi perhatia n orang. seperti penyakit tumor dan kangker semata-mata berdasarkan hasil studi epidemiologi yang negatif. Apabila analisis-analisis tersebut cukup lengkap dan dapat mengendalikan berbagai faktor pengganggu (confounding) seperti misalnya ke biasaan merokok.

Pada tumbuhan. yang pada akhirnya akan mengubah berbagai sirklus alamiah. Tergantung dari jenis tanaman. Oksida nitrogen. Kadar NO2 sebesar 25 ppm yang pada umumnya dihasilkan adari emisi industri kimia. Sifat asam dari air hujan ini dapat menyebabkan korosif pada logam-logam dan rangka -rangka bangunan. mengingat dampak yang telah disebutkan di atas. dimana akan terdapat bercak atau noda putih atau coklat merah pada permukaan daun. Walaupun hasil penelitian mengenai dampak pencemaran kedua parameter tersebut masih belum konsisten. 5. dibutuhkan upaya segera dalam penanggulangannya. dapat menyebabkan kerusakan pada banayak jenis tanaman. daun adalah bagian yang paling peka terhadap pencemaran SO 2 . Keadaan ini menyebabkan meningkatnya suhu rata -rata di permukaan bumi dan dapat mengakibatkan meningginya permukaan air laut akibat melelehnya gununggunung es. jenis pencemar udara yang sering dilampaui kreteria mutu udara. adalah partikulat dan hidrokarbon (non-metan). Suspensi asam di udara ini dapat terbawa turun ke tanah bersama air hujan dan mengakibatkan air hujan bersifat asam. Pengaruh NO yang utama terhadap lingkungan adalah dalam pembentukan smog. Kadar NO2 sebesar 0. maka pencemaran partikulat dan hidrokarbon yang dicurigai dapat bersifat karsinogenik dan mutagenik. kerusakan terjadi dapat bervariasi. NO dan NO 2 dapat memudarkan warna dari serat-serat rayon dan menyebabkan warna bahan putih menjadi kekuning-kuningan. merusak b ahan pakian dan tumbuhan. .menghalangijalanya energi panas tersebut dari atmosfer ke permukaan yang lebih tinggi. yang masing-masing membentuk asam sulfit dan asam sulfat. NO dan NO2 berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. umur tanaman dan lamanya pemajanan. menunjukan bahwa diantara berbagai bahan pencemaran yang dipantau. dalam hal ini pencemaran udara yang diakibatkan oleh gas buang emisi kendaraan bermotor. kerusakan pada tumbuhan dan bangunan disebabkan karena SO 2 dan SO 3 di udara. Pengaruh pencemaran SO 2 terhadap lingkungan telah banyak diketahui. Penutup Pada umumnya dalam berbagai kasus pencemaran udara. Kerusakan daun sebanyak 5 % dari luasnya dapat terjadi pada pemajanan dengan kadar 4-8 ppm untuk 1 jam pemajanan. Dalam beberapa hal. Pemantauan udara ambien dan emisi telah dilaksanakan di DKI Jakarta.22 ppm dengan jangka waktu pemajanan 8 bualan terus menrus. Hasil pemantauan pada tahun 1996 yang dilakukan dalam suatu studi oleh JICA. dapat menyebabkan rontoknya daun berbagai je nis tanaman. perlu diwaspadai.

Kawada T (1995) Automotive Air Pollution in Jakarta with Special emphasis on lead. Kiryu Y.Di dalam pengendalian pencemaran udara. Sulfur oxides and suspended particulate matter. Geneva. o. Bahan Bacaan Pryde LT (1973) Environmental Chemistry . Australia. Di lain pihak kadang pemecaha n tidak segera dapat ditemukan karena kurangnya fasilitas teknologi yang ada. 6-10 April 1992 Tri-Tugaswati A. 8. Pertimbangan segi ekonomi sering menjadi kendala utama. 4. World Health Organization (1977) Environmental Health Criteria No. Pp 270-307 World Health Organization (1977) Environmental Health Criteria N 3.pp 155-164 Kupchella CE & Hyland MC (1993) Environmental Science. Photochemical oxidants. Sydney. World Health Organization (1978) Environmental Health Criteria No. Jakarta . Jpn J of Health and human Ecology 61:261-75 Japan International Cooperation Agency (1997) The Study on The Integrated air Quality Management for Jakarta Metropolitan Area.Living within the system of nature. Lead. An Introduction. and nitrogen dioxide. Geneva. Geneva International Workshop on Human Health and Enviromental Effects of Motor Vehicle Fuels snd Their Exhaust Emissions. Suzuki S. Particulate. Dalam keadaan seperti ini maka upaya pengendalian pencemaran terhadap lingkungan dapat dilakukan secara administratif dengan menerapkan peraturan perundangan yang telah ada secara ketat. World Health Organization (1979) Environmental Health Criteria No. Geneva. 7. Oxides of nitrogen. seringkali teknologi yang tepat belum tentu menjamin dapat segera terlaksananya upaya tersebut.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful