1

KILAS BALIK KOTA ROMANTIK
Tinjauan Buku Susan Abeyasekere "Jakarta: A History"

K alangan nasionalis Indonesia biasanya memiliki sudut
pandang yang berbeda dengan orang Belanda dalam masalah sejak kapan bermula sejarah Jakarta. Mereka biasanya

melakukan refleksi ke belakang hingga jaman kerajaan Islam, Hindu-Jawa, sampai masa pra-sejarah. Sementara orang Belanda memulainya sejak penaklukan Jayakarta oleh VOC dan pendirian loji Belanda di kota itu pada tahun 1619. Dalam masalah ini penulis (Susan Abeyasekere) bersikap empatik dengan memilih cara yang pertama. Terdapat bukti bahwa pada masa pemerintahan Raja Purnawarman dari Tarumanagara telah dibangun saluran irigasi di daerah yang kini dikenal sebagai Tanjung Priok. Ini berarti pada masa itu (abad kelima) daerah muara Ciliwung sudah disentuh peradaban Hindu-Jawa. Asal muasal Jakarta sendiri sebagai kota pelabuhan bisa dilacak hingga sekitar abad kedua belas. Sunda Kalapa adalah nama daerah di sekitar Pasar Ikan sekarang yang berfungsi sebagai pelabuhan bagi kerajaan sunda Pajajaran. Pusat kerajaan ini diperkirakan berada di daerah Bogor. Sebelum kota itu jatuh ke tangan Portugis dengan sebab

Cukup menarik . Makassar. Nama kota diganti menjadi Batavia. berbahasa Portugis. Pieterszoon Coen berhasil menguasai kota itu pada 1619. Setelah berperang dan melalui proses-proses politik yang panjang. Kedudukannya sebagai bandar perdagangan internasional menjadikannya kota persinggahan bagi para pedagang dari pelbagai bangsa. mardijkers (bekas budak yang dimerdekakan. Arab. Jayakarta mendirikan tidak bertahan lama. Menurut Ensiklopedi Nasional Indonesia nama itu dipilih untuk mengingatkan kembali pada nama suku bangsa yang ada di Belanda yakni "Bataaf. Jawa.2 adanya perjanjian bangsa penjajah itu dengan penguasa setempat." Masyarakat Batavia dikenal sebagai "masyarakat campur aduk" (mixed society). Fatahillah dari Kesultanan Banten telah lebih dahulu menguasai kota dan mengganti namanya dengan Jayakarta. dan beragama Kristen). dan seterusnya. Eropa. Ambon. di Setelah Ambon Belanda pada berhasil Jan Benteng Victoria 1605. berkulit hitam. Bab pertama dan kedua yang membahas sejarah Batavia hingga akhir abad kesembilan belas banyak diwarnai dengan deskripsi dari kehidupan golongangolongan penduduk yang bermukim di kota tersebut. Suku-suku bangsa yang menonjol dengan kebudayaan mereka antara lain bangsa Cina.

bahasa Melayu menggantikan kedudukannya. Belanda memilih menggunakan bahasa Melayu pasar. Ketika penduduk Portugis tidak lagi bertambah karena terhentinya arus imigrasi bangsa ini. tidak Meski pernah mengawini wanita mengajarkan bahasa Belanda kepada mereka. pribumi. Demikian pula jika berinteraksi dengan orang pribumi. Untuk keperluan interaksi perdagangan mulanya bahasa Portugis-lah yang lebih populer digunakan. Kekikiran ini diduga berasal dari keinginan untuk menjadikan bangsa dan bahasa Belanda sebagai budaya elit yang terpisah dari budaya massa. seperti orang dikritik Belanda Bosquet.3 bahwa bangsa Eropa yang bertindak sebagai minoritas kreatif merupakan bangsa dengan populasi yang paling kecil. Imigrasi dan arus keluar masuk kota terus berlangsung. Terbentuknya lingua franca di Batavia lahir dari keragaman penduduknya. Ketika VOC bangkrut di akhir abad kedelapan belas demikian pula sektor-sektor ekonomi yang dibangun oleh orang-orang Cina . khususnya di kalangan masyarakat non-Belanda. Pada paruh terakhir abad kedelapan belas justeru bangsa budaklah yang merupakan penduduk dengan jumlah paling banyak di Batavia. Orang Belanda kikir melakukan sivilisasi.

Daerah di sekitar Koningsplein dan Waterlooplein kemudian nanti ditambah daerah Menteng dan Gondangdia dikenal para pengunjung kota pada abad sembilan belas sebagai tempat yang nyaman dan indah. orang Belanda lebih tertarik dengan jabatan daripada tertarik . Kehidupan mereka monoton-kata seorang pengamat. Macetnya sistem pengairan. Pembahasan mengenai abad kesembilan belas masih diwarnai deskripsi-deskripsi tentang kebudayaan dan gaya hidup bangsabangsa yang ada. Batavia pun mengalami kehancuran ekologis yang hebat. Kecerlangan daerah kota tua pudar berbarengan dengan upaya pencarian daerah pemukiman di daerah baru yang kemudian dikenal sebagai Weltevreden. seringnya banjir. Tokoh yang berada di balik pemindahan pusat baru pemerintahan itu adalah Daendels. Orang Eropa ternyata suka juga sarung dan kebaya. Daerah Weltevreden menjadi lingkungan tinggal baru yang mengubah kembali citra Batavia.4 (pemerintah Belanda membantai orang-orang Cina pada 1740 dengan dalih pemberontakan). Gelarnya sebagai Ratu Timur digantikan menjadi Ketiak Asia yang kumuh. sulitnya mendapatkan air bersih menyebabkan berjangkitnya berbagai macam penyakit seperti disentri dan typhoid.

5 dengan gagasan-gagasan. mandi dan mencuci di kali dan seterusnya. termasuk di antaranya di Indonesia. Orang Cina mengadakan barongsai dan Tjap Go Meh. memang pada masa-masa itu banyak peristiwa-peristiwa internasional yang berdampak besar bagi peta perpolitikan dunia: bangkitnya kesadaran pan-islamisme. Secara umum. runtuhnya Kesultanan Usmani di Turki. dan transportasi. Orang kampung suka makan sambal. Pergantian abad menuju milenium kedua ditandai dengan meningkatnya kesadaran nasional kaum elit-intelektual pribumi yang mendapatkan kesempatan belajar di luar negeri. kemenangan Jepang atas Rusia dalam Perang Krim. Arus imigrasi meningkat. mengunyah sirih. Sekali lagi masa keemasan Batavia di ambang kesuramannya justeru disebabkan kemajuan yang cepat di sektor ekonomi. komunikasi. Tinjauan mengenai sejarah politik atau bangkitnya kesadaran politik merupakan sejarah segelintir kaum elit. kebangkitan kesadaran nasionalisme di Asia Tenggara. Di Batavia kesadaran politik hanya terbatas pada kalangan elit intelektual . Menjelang awal abad kedua puluh Batavia menanti perubahan cuaca yang disebabkan meningkatnya gejolak dan kesadaran politik bangsa pribumi.

dan menonjol dalam melakukan gerakan massa. Kaiin melakukan penyerangan terhadap rumah dan kantor milik orang-orang Cina pada bulan Februari 1924. Kesadaran nasional dan hak menentukan nasib sendiri membuat pemerintah Belanda terpaksa menerapkan kebijakankebijakan yang lebih humanis -meski tidak sepenuh hati- . Tirtoadisuryo mendirikan Sarekat Dagang Islam pada 1909 di Batavia. Gerakan mistik-keagamaan yang lain dipimpin oleh tokoh paranormal Kaiin di daerah Tangerang. Pada bulan Mei 1913 Asisten Residen Meester Cornelis melaporkan adanya peningkatan 10 kali lipat jumlah jamaah masjid disebabkan keberadaan organisasi Sarekat Islam. Gerakan ini akhirnya berhasil ditumpas oleh pemerintah Hindia-Belanda.6 atau pengikut-pengikut organisasi massa dengan solidaritas yang berasal dari fanatisme agama atau tradisi. Anggota organisasi ini mencapai 4. Didukung oleh para dukun dan para pengikutnya yang fanatik. Sarekat yang kemudian menjadi Sarekat Islam (SI) itu memiliki tabiat keras.600 orang. fanatik agama. Orang Arab bergerak mendirikan lembaga pendidikan Islam moderen pertama di Batavia yang mereka namakan Jamiat Khair di tahun 1905. Kalangan Cina mendirikan organisasi Tiong Hoa Hwee Koan (THHK).

Pada bulan Maret 1942 Belanda menyatakan menyerah tanpa syarat kepada Jepang di Kalijati. terdapat dua pemerintahan kota Jakarta. sedangkan Indonesia dan Belanda yang datang kembali dengan cara ikut pasukan Sekutu. Tentara Jepang berhasil menduduki daerah-daerah di negara Indocina. Kalimantan. Sementara itu Perang Dunia kedua mulai berdampak pada kawasan Asia Tenggara. pemerintah . Pertama pemerintah nasional Kota Jakarta yang dipimpin Suwiryo. Jakarta -demikian Jepang mengganti nama Batavia. Sejak proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. dan mencapai Hindia Belanda pertama kali di Tarakan.mempunyai banyak penguasa. misalnya dilakukannya Kampung Improvement Programme (program perbaikan kampung) pada 1928.7 terhadap rakyat pribumi. Pada masa revolusi. Beberapa pendapat mereka perwakilan pribumi dalam Dewan turut menyumbangkan yang dibentuk Kotapraja Pemerintah Belanda. Jepang berkepentingan memenangkan Perang Pasifik dan menjadikan Hindia dan Jakarta khususnya sebagai sumber bagi pembiayaan mobilisasi perang. Kedua. terlibat dalam upaya perebutan kekuasaan.

Jakarta By Pass. dan Jawa . Komplek DPR-MPR. Untunglah bahwa perjuangan diplomasi pada akhirnya berhasil mengantar Indonesia mendapatkan kembali kedaulatannya pada 1949. Urbanisasi menjadi problem baru. Maka berakhirlah dualisme pemerintahan kota Jakarta. Masa kemerdekaan adalah masa pembangunan bagi ibukota negara Republik Indonesia yang baru. Nama Batavia kembali digunakan. Gedung Olahraga Senayan. dibangun atas inisiatif presiden pertama RI tersebut. Peran Presiden Sukarno dalam melakukan moderenisasi cukup signifikan khususnya pada bangunan-bangunan fisik. Kedudukan Jakarta sebagai kota diplomasi membuat kota itu "lumpuh" secara fisik dan moral dalam memperjuangkan keberadaannya. Suwiryo ditangkap oleh Belanda ketika mereka melancarkan agresi militer kedua pada tahun 1947. Jakarta banyak menarik kaum pendatang dari daerah-daerah seperti Jawa Barat. Terlebih lagi di masa demokrasi Terpimpin ketika dia menjalankan politik mercusuar. Bangunanbangunan besar dan monumental seperti Monumen Nasional. Jawa Tengah.8 federal Hindia Belanda yang atas dukungan Inggris berhasil menduduki kota Jakarta dan menyelenggarakan pemerintahan kota sendiri. Sejak itu Jakarta memasuki babak baru di alam kemerdekaan.

tapi Jakarta boleh bangga dengan peningkatan fisik secara kuantitas dengan bangunan-bangunan moderennya yang menjulang. Ali Sadikin dikenal sebagai pemimpin yang tegas. produktif. Demikian produktifnya Ali Sadikin melakukan pembangunan fisik sampaisampai Harun Nasution dan orang-orang IAIN menggelarinya Al Bani.9 Timur. situasi politik dan ekonomi morat-marit. Bang Ali menjadi gubernur DKI sejak tahun 1966 sampai dengan 1977. Mereka datang untuk memperbaiki kondisi sosial- ekonominya sebagaimana tampak pada penelitian HJ. Para . berwibawa. Gelombang besar kaum pendatang itu tidak terlepas dari suasana damai di kota Jakarta sendiri setelah pada masa revolusi fisik mengalami penurunan drastis karena alasan keamanan. Pembahasan mengenai periode pembangunan kota Jakarta pada dua bab terakhir terkesan menyorot sejarah dari sudut pandang kaum birokrasi. demikian orang sekarang menyebutnya. dan kadang-kadang kontroversial. Di masa Orde Lama." begitu disebutkan dalam buku Bang Ali Demi Jakarta 1966-1977. Heeren pada tahun 1955. Tekanan ditujukan pada masalahmasalah perkotaan yang sebelumnya kurang disadari. atau "bapak pembangunan. Di masa Orde Baru peran Ali Sadikin sangat dominan.

Sarana-sarana seperti kota termasuk Ismail sarana Marzuki pengembangan kebudayaan Taman didirikan juga di masa pemerintahan Bang Ali. semangat terlepas dari rezim diktatoriat Sukarno. di samping gaya kepemimpinan yang memang berbeda antar tokoh. Setelah itu ia menutup bukunya dengan kesimpulan: bahwa terdapat kontinuitas dan perubahan dalam sejarah kota ini. kemudian juga Suryadi Suryadirja dan sekarang Sutiyoso tidak memiliki "momen" sebagaimana yang dimiliki oleh Ali Sadikin. Suprapto. Pada bagian akhir Abeyasekere menyinggung sedikit perkembangan politik terakhir seperti peristiwa Tanjung Priok 1984 dan keberadaan kelompok Petisi 50.10 pengganti Ali Sadikin memang tidak begitu menonjol. Membaca dengan Semangat Nostalgia . Momen permulaan Orde Baru. dan seterusnya. Benang merahnya ialah bahwa orang Indonesia terbiasa dipimpin 'figur-figur' yang kuat dan berkarakter. Wiyogo Atmodarminto. membuat prestasi Bang Ali mencolok mata. Di bawah pemerintahan Ali Sadikin kembali dijalankan proyek perbaikan kampung yang dinamakan program Husni Thamrin pada tahun 1969. Bang Nolly (Tjokropranolo).

Bab sejarah Batavia sebagai kota kumpeni dan sejarah Batavia sampai abad kesembilan belas dipenuhi dengan deskripsi dan budaya golongan-golongan penduduk Batavia. Membahas sejarah Jakarta sering memancing rasa keingintahuan orang terhadap masa lalunya. Sejarah Jakarta kaya anekdot. sebab keberadaan kota ini beserta masalahmasalahnya yang kompleks senantiasa menarik sama seperti kebagusan masa lalunya. Memang sulit menghindari semangat itu. sebagaimana dalam khazanah budaya penduduk aslinya yakni orang Betawi. juga Membaca kolom Harian Republika membersitkan semangat yang sama. Artikelartikel populer tentang sejarah Jakarta yang diterbitkan Majalah Intisari pada 1980-an Alwi membersitkan Shihab di semangat nostalgia. Buku Abeyasekere yang ditulis berdasarkan semangat ilmiah tetap mengandung detail-detail nostalgis pula.11 Ini kalau saya tidak terlampau ceroboh. Dua bab terakhir menonjolkan problem-problem pembangunan kota dari . Sebagai karya yang membahas sejarah secara umum. Bab masa pendudukan Jepang dipenuhi topik-topik politik. Jakarta sudah eksotik dari sononya. topik-topik yang dipilihnya pada masing-masing bab berubah-ubah menurut apa yang dianggapnya paling penting dan menonjol untuk ditampilkan.

Dibandingkan dengan buku Lasmidjah Hardi. pembahasannya menjadi kabur antara lingkup lokal dan lingkup nasional. Seperti ketika dia menyebut bahwa asal nama Menteng adalah dari nama pemilik perkebunan swasta Van Muntinghe. Beberapa materi pembahasan merupakan materi yang masih bisa dipersoalkan. Kemudian apakah benar becak muncul pada tahun 1930-an? Patut dicontoh adalah ketekunannya mengumpulkan sumber dan sedapat mungkin menuangkannya dalam gaya penulisan ilmiah yang enak dibaca.12 sudut pandang pembuat kebijakan. Akan tetapi untuk mencegah agar . sebab Jakarta adalah setting di mana terjadi banyak dari peristiwa-peristiwa nasional. Dalam beberapa bagian. muatan buku Abeyasekere lebih dapat dipertanggungjawabkan. Ini konskwensi logis saja. Abeyasekere tetap bertahan pada bahasa yang sederhana. Kalau buku Lasmidjah Hardi -karena semangat nostalgianyatampak sekali melebih-lebihkan (tengoklah sub-sub judul pada buku itu yang seperti judul-judul novel atau cerita pendek). Karya terbaru Heuken dan Grace Pamnungkas menyebutkan adanya kemungkinan sumber lain dari derivasi itu misalnya Sungai Menting.

sesekali dia mengutip puisi atau catatan-catatan perjalanan yang unik. kini muncul lagi ke permukaan. Agaknya orang-orang Australia kurang kerjaan. Masalah razia becak. kelebihan uang tapi kebanjiran minat. maka banyaknya kerusuhan dan maraknya demonstrasi bisa menjadi bahan yang akan memenuhi buku sejarah. Budaya Betawi malah diterima dan naik daun sebagai budaya populer. Sebelum buku ini. penulisan sejarah Jakarta yang dituangkan menurut disiplin ilmu pertama kali dilakukan oleh Susan Abeyasekere. parsial. Buku sejarah sebagus dan selengkap ini ditulis oleh orang Australia. Kalau sejarah Jakarta nanti ditulis. dan berlebihan warna nostalgisnya. Lagi-lagi. Para tukang becak dengan disponsori LSM beberapa kali melakukan demonstrasi agar larangan itu dicabut.13 pembaca tidak menjadi bosan. Terpinggirnya nasib orang Betawi dan budaya Betawi sebagaimana ia tulis. Sebagian masalah yang diangkatnya masih berlanjut hingga kini. Kasus Tanjung Priok yang sempat dipetieskan kini muncul kembali sebagai isu Hak Asasi Manusia. mudah-mudahan saya tidak ceroboh pula. karyakarya yang ada adalah kajian-kajian spesifik. populer. terbit pertama kali tahun 1987. sekarang mulai diperbaiki. Orang Jakarta ketakutan dan merasa .

maraknya tawuran. maraknya bisnis narkoba. pembakaran. dan problem-problem lain yang bikin kepala pusing. Sejarah kota ini akan dipenuhi kisah tentang pemogokan angkutan kota. La Yanfa'u . premanisme.14 tidak aman karena sebentar-sebentar terjadi penjarahan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful