You are on page 1of 11

SISITEM PEREDARAN DARAH

Standar Kompetensi : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas. : 3.2 Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem peredaran darah

Kompetensi Dasar Indikator :

Menjelaskan struktur darah, jantung, dan pembuluh darah (arteri dan vena). Menjelaskan fungsi darah, jantung, dan pembuluh darah (arteri dan vena). Menentukan golongan darahnya sendiri. Menjelaskan kemungkinan penyebab terjadinya penyakit/kelainan pada sistem peredaran darah. Membuat laporan pemanfaatan teknologi yang dipakai dalam membantu sistem peredaran darah.

Darah adalah komponen yang sangat penting. Darah memiliki peran terutama pengangkutan zat-zat yang penting bagi proses metabolisme tubuh. Bila kadar oksigen dalam darah tinggi, darah akan berwarna merah muda, bila kadar CO2 nya yang tinggi maka akan berwarna merah tua. Pada manusia, darah merupakan cairan tubuh yang meliputi 8% dari berat tubuh seseorang, kira-kira mempunyai volume 4-5 liter. Darah Terdiri dari plasma darah dan sel darah Plasma darah meliputi : a. Air 90 % b. Protein : Albumin, Globulin dan Fibrinogen c. Mineral : NaCL, Natrium bikarbonat, Fe, Mg, fosfor. d. Bahan organik : glukosa, lemak, urea, asam amino e. Gas : oksigen dan karbondioksida Sel darah meliputi : a. Sel darah merah (eritosit) b. Sel darah putih (leukosit) c. Keping darah ( trombosit Dalam tubuh manusia, darah berperan sebagai berikut. 1. Alat pengangkut zat-zat makanan, air, dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. 2. Membawa karbon dioksida dan zat-zat sisa metabolisme menuju alat-alat ekskresi. 3. Mengangkut hormon dari kelenjar endokrin ke bagian tubuh tertentu. 4. Mempertahankan keseimbangan suhu tubuh, dengan mengangkut energi panas dari tempat aktif ke tempat yang tidak aktif. 5. Sel darah putih sebagai alat pertahanan tubuh dari infeksi kuman penyakit. 6. Mengatur keseimbangan asam dan basa darah untuk menghindari kerusakan jaringan karena adanya senyawa penyangga (bakteri) berupa hemoglobin, oksihemoglobin, bikarbonat, fosfat, dan protein plasma. 7. Mengedarkan enzim-enzim ke seluruh tubuh. 8. Mengedarkan air ke seluruh tubuh. 9. Cairan plasma membagi protein yang diperlukan untuk pembentukan jaringan, menyebarkan cairan jaringan karena melalui cairan ini semua sel tubuh menerima makanannya. Dan merupakan kendaraan untuk mengangkut bahan buangan ke berbagai organ pengeluaran untuk dibuang.

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

Darah manusia dibedakan menjadi dua komponen, yaitu sel-sel darah dan cairan atau plasma darah.

A. Sel Darah Merah (eritrosit) Sel darah merah merupakan penyusun sel-sel darah yang jumlahnya paling banyak. Pada wanita, jumlahnya 4,5 juta/mm3 darah, sedangkan pada laki-laki 5 juta/mm3 darah. Akan tetapi, jumlah itu bisa naik atau turun, tergantung dari kondisi seseorang. Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah eritrosit adalah: a) Jenis Kelamin; laki-laki memiliki eritrosit lebih banyak dibanding wanita b) Usia; Orang dewasa jumlah eritrosit lebih banyak dibanding anak-anak. c) Tempat Ketinggian; orang yang hidup di dataran tinggi jumlah ertrosit lebih banyak. d) Kondisi Tubuh Seseorang; Sakit dan luka mengeluarkan banyak darah dapat mengurangi jumlah ertrosit. Ciri-ciri eritrosit: - Sel darah merah berbentuk cakram, diameter 75 nm, ketebalan di tepi 2 nm dan ketebalan di tengah 1 nm. - Sel darah merah dibentuk dalam sumsum tulang. Sel-sel pembentuk sel darah merah disebut eritroblast ,tetapi pada embrio (bayi), sel-sel darah merah dibentuk di dalam hati dan limpa. - Warna sel-sel darah merah karena pigmen merah disebut hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah suatu protein yang terdiri atas hemin dan globin. Hemin mengandung zat besi (Fe). Hb mempunyai daya ikat tinggi terhadap Oksigen.Dalam peredarannya ke seluruh tubuh,darah diikat oleh Hb yang kemudian diberi nama oksihemoglobin. Selain mengikat O2, Hb juga dapat mengikat CO2 sisa metabolisme tubuh untuk dibuang melalui organ ekskresi. Hb yang mengangkut CO2 disebut karbominohemoglobin. Seseorang kekurangan sel darah merah disebut anemia. Anemia disebabkan karena pendarahan, gizi buruk dan infeksi kuman penyakit. Eritrosit dihasilkan pertama kali di dalam kantong kuning telah saat embrio pada mingguminggu pertama. Proses pembentukan eritrosit disebut eritropoisis. Setelah beberapa bulan, eritrosit terbentuk di dalam hati, limfa, dan kelenjar sumsum tulang. Sel pembentuk eritrosit adalah hemositoblas yaitu sel batang mieloid terdapat di sumsum tulang. Sel ini akan membentuk berbagai jenis leukosit, eritrosit, megakariosit (pembentuk keping darah). Rata-rata umur sel darah merah kurang lebih 120 hari. Sel-sel darah merah menjadi rusak dan

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

dihancurkan dalam sistem retikulum endotelium terutama dalam limfa dan hati. Globin dan hemoglobin dipecah menjadi asam amino untuk digunakan sebagai protein dalam jaringanjaringan dan zat besi dalam hem dari hemoglobin dikeluarkan untuk dibuang dalam pembentukan sel darah merah lagi. Sisa hem dari hemoglobin diubah menjadi bilirubin (warna kuning empedu) dan biliverdin, yaitu yang berwarna kehijau-hijauan yang dapat dilihat pada perubahan warna hemoglobin yang rusak pada luka memar. B. Sel Darah putih (Leukosit) Fungsi sel darah putih adalah melindungi badan dari infeksi penyakit serta pembentukan antibodi di dalam tubuh. Saat terjadi luka, sel darah putih berkumpul di bagian tubuh yang terluka, agar kuman penyakit tidak dapat masuk melalui luka. Jika ada kuman yang masuk, maka sel darah putih segera melawannya. Timbulnya nanah pada luka merupakan gabungan dari sel darah putih yang mati, kuman, sel-sel tubuh, dan cairan tubuh. Jumlahnya lebih sedikit daripada sel darah merah dengan perbandingan 1:700 berkisar antara 6 ribu9 ribu butir/mm3. Jumlahsel darah putih bisa naik atau turun karena infeksi kuman penyakit. Sel darah putih yang turun di bawah normal disebut leukopeni, harus diberikan antibiotik untuk meningkatkan daya tahan dan keamanan tubuh jika tidak dapat meninggal dunia. Orang yang terkena kanker darah atau leukemia, sel darah putih bisa mencapai lebih 20 ribu butir/mm3. Kondisi jumlah sel darah putih naik di atas jumlah normal disebut leukositosis. Sel darah putih dibuat di dalam sumsum tulang, limfe, dan kelenjar Limfe. Bentuk inti sel darah putih bervariasi. Ukurannya antara 10 nm25 nm. Sel darah putih terdiri atas agranulosit dan granulosit. Agranulosit bila plasmanya tidak bergranuler, sedangkan granulosit bila plasmanya bergranuler.
(a) Granulosit (b) Agranulosit

a. Macam Sel Darah Putih Agranulosit 1.Monosit ; Bersifat fagosit dan motil dengan inti bulat panjang. 2. Limfosit ;Tidak motil, inti satu, berfungsi untuk kekebalan. Limfosit membentuk 25% dari seluruh jumlah sel darah putih. Sel ini dibentuk di dalam kelenjar limfa dan dalam sumsum tulang. Sel ini dibagi lagi menjadi limfosit besar dan kecil b. Macam Sel Darah Putih Granulosit 1. Netrofil : Bersifat fagosit, intinya bermacam-macam,bentuk bermacam-macam antara lain batang, bengkok, dan bercabang-cabang. Sel-sel netrofil paling banyak dijumpai pada sel darah putih. Netrofil mewarnai dirinya dengan pewarna netral atau campuran pewarna asam dan basa serta tampak berwarna ungu 2. Basofil : Bersifat fagosit dan cenderung berwarna biru. Warna biru disebabkan karena sel basofit menyerap pewarna basa. 3. Eosinofil : Bersifat fagosit dan cenderung berwarna merah karena menyerap pewarna yang bersifat asam (eosin) dan kelihatan merah. Sel eosinofil hanya sedikit dijumpai pada sel darah putih. Granulasit dan monosit mempunyai peranan penting dalam perlindungan badan terhadap kuman-kuman penyakit.

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

Dengan sifat fagositnya dapat: 1) mengepung daerah yang terkena infeksi 2) menangkap kuman-kuman penyakit hidup 3) menyingkirkan bahan lain seperti kotoran-kotoran. Granulosit mempunyai enzim yang dapat memecah protein yang memungkinkan merusak jaringan hidup, menghancurkan, dan membuangnya. C. Sel-sel Pembeku (Trombosit) Ketika tubuh mengalami luka ringan akan mengeluarkan darah disebabkan sobeknya pembuluh darah. Setelah beberapa saat darah berhenti mengalir. Pada saat terjadi luka pada permukaan tubuh, trombosit segera berkumpul mengerumuni bagian luka dan akan menggumpal sehingga menyumbat dan menutupi luka. Di dalam darah terdapat protein (trombin) yang larut dalam plasma darah mengubah fibrinogen menjadi fibrin atau benang-benang. Fibrin membentuk anyaman dan terisi keping darah, sehingga mengakibatkan penyumbatan dan akhirnya darah bisa membeku. Proses pembekuan darah ini dapat lihat skema berikut;

D. Plasma darah Plasma merupakan cairan yang menyertai sel-sel darah. Berwarna kekuning-kuningan di dalamnya terlarut berbagai macam zat antara lain seperti berikut. a. Zat makanan dan mineral; glukosa, gliserin, asam amino, asam lemak, kolesterol, dan garam mineral. b. Zat hasil produksi dari sel-sel; enzim, hormon, dan antibodi. c. Protein yang terdiri atas: 1) antiheofilik mencegah anemia; 2) tromboplastin berguna dalam proses pembekuan darah; 3) protrombin berperan penting dalam pembekuan darah; 4) fibrinogen berperanan penting dalam pembekuan darah; 5) albumin untuk memelihara tekanan osmotik darah; 6) gammaglobulin berguna dalam senyawa antibodi. d. Karbon dioksida, oksigen, dan nitrogen. Dalam protein darah terdapat cairan bening atau jernih disebut serum. Dalam serum terdapat zat antibodi. Serum dapat diperoleh dari larutan darah yang diputar alat sentrifuge. Bila ada benda asing masuk maka tubuh akan merespons dengan cara membinasakan atau mengeluarkan benda asing tersebut. Benda asing disebut antigen. Antigen merangsang pembentukan zat antibodi. Cara kerja antibodi spesifik. Berberapa jenis antibodi dengan cara kerjanya sebagai berikut. 1. Presipitin : Mengendapkan antigen. Dengan presipitin terbentuk molekul yang besar antara antigen yang larut dengan antibodi sehingga berubah menjadi tidak larut dan akan mengendap 2. Aglutinin : Menggumpalkan antigen. Dengan aglutinasi terbentuk gumpalan-gumpalan yang terdiri atas struktur besar berupa antigen pada permukaannya, bakteribakteri, atau sel darah merah. 3. Antitoksin : Menetralkan racun. Kerja antitok-sin, yaitu dengan menutupi tem-pat-tempat yang toksik dari agen penyebab penyakit. 4. Lisin : Menguraikan antigen Lisin mampu langsung menyerang membran sel agen penyakit sehingga menyebabkan sel tersebut rusak.

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

Golongan Darah Golongan darah manusia dibagi menjadi beberapa macam. Penggolongan darah pertama kali ditemukan oleh Dr. Lendsteiner dan Donath. Dalam darah manusia terdapat aglutinogen (antigen) pada eritrosit dan aglutinin (antibodi) terdapat dalam plasma darah. Aglutinogen dibedakan menjadi dua yaitu: Aglutinogen A : memiliki enzim glikosil transferase yang mengandung glutiasetil glukosamin pada rangka glikoproteinnya. Aglutinogen B : memiliki enzim galaktose pada rangka glikoproteinnya. Aglutinin dibedakan aglutinin dan . Darah seseorang memungkinkan dapat mengandung aglutinogen A saja atau aglutinogen B saja. Tetapi kemungkinan juga dapat mengandung aglutinogen A dan B. Ada juga yang tidak mengandung aglutinogen sama sekali. Adanya aglutinogen dan aglutinin inilah yang menjadi dasar penggolongan darah manusia berdasarkan sistem ABO. Golongan Darah dan unsur pokok aglutinogen dan aglutinin

Leindsteiner juga menemukan aglutinogen yang terdapat pada darah kera, Maccacus rhesus, sehingga diberi nama aglutinogen rhesus. Golongan darah dibedakan menjadi dua, yaitu; 1. Golongan darah Rh+ , di dalam sel darah terdapat aglutinogen rhesus. 2. Golongan darah Rh, di dalam sel darah tidak terdapat aglutinogen rhesus. Sistem rhesus dalam tranfusi darah harus diperhatikan. Golongan darah Rh + tidak boleh sebagai donor untuk golongan darah Rh-, karena bisa terjadi aglutinasi (penggumpalan). Pada kasus lain, jika seorang ibu yang memiliki golongan darah Rh mengandung bayi dengan golongan darah Rh+, maka sel darah bayi akan rusak dan menyebabkan penyakit bawaan, yaitu penyakit kuning atau eritroblastosis fetalis. Uji serum gol daarah A, B, AB dan O

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

Tujuan dilakukan transfusi darah adalah untuk memberikan darah kepada orang yang kekurangan darah. Jenis Golongan darah harus diperhatikan pada proses transfusi. Jika golongan darah yang ditransfusikan tidak sesuai, terutama protein darahnya, maka sel darah akan digumpalkan atau mengalami aglutinasi (penggumpalan). Bila hal ini terjadi bisa membahayakan jiwa penerima transfusi darah. Orang yang memberikan darahnya disebut donor, sedangkan orang yang menerima darah disebut resipien. Perhatikan tabel transfusi darah berikut ini.

Golongan darah O dapat menjadi donor bagi golongan darah A, B dan AB. Golongan darah O disebut donor universal yaitu donor bagi semua golongan darah. Apabila dipandang dari resipiennya terlihat bahwa: Golongan darah AB menjadi resipien dari golongan darah A, B, AB dan O, sehingga golongan darah AB disebut resipien uniersal, yaitu resipien dari semua golongan darah. Alat Peredaran Darah a. Jantung

Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada (toraks), di atas paru-paru. Jantung berukuran sebesar kepalan tangan masing-masing orang. Fungsi jantung adalah memompa darah ke seluruh tubuh. Pada manusia, jantung terdiri atas empat ruangan, yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri, dan bilik kanan. Dinding jantung terdiri atas 3 lapisan,yatiu; perikardium, miokardium, dan endo-kardium. Perikardium adalah selaput pembungkus jantung. Perikardium terdiri dari 2 bagian, yaitu sebelah dalam dan luar. Di antara kedua lapisan perikardium di pisahkan oleh sedikit cairan pelumas berfungsi mengurangi gesekan yang disebabkan oleh gerakan memompa dari jantung. Miokardium adalah otot.

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

Aliran darah saat sistol dan diastol Jantung bekerja dengan cara berdenyut (kontraksi dan relaksasi). Secara garis besar sebagai berikut: 1. Tekanan sistole : tekanan yang ditimbulkan pada waktu jantung kontraksi (mengempis) sehingga darah keluar dari jantung melalui aorta ke seluruh tubuh. 2. Tekanan diastole : tekanan yang ditimbulkan pada waktu jantung relaksasi (mengendur) sehingga darah dari seluruh tubuh masuk ke jantung. 1) Pembuluh darah Ada tiga macam pembuluh darah sebagai berikut; 1. Pembuluh nadi atau arteri : mengangkut darah dari jantung ke seluruh tubuh. Dibedakan menjadi aorta, arteri, dan arteriole.Aorta adalah pembuluh darah yang langsung berhubungan dengan jantung. Arteri adalah cabang dari aorta. Ateriola adalah pembuluh nadi yang berhubungan dengan kapiler. 2. Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang mengangkut darah dari seluruh organ tubuh menuju jantung. Vena dibedakan menjadi venule, vena dan vena cava. Venule adalah pembuluh balik yang berhubungan dengan kapiler. Vena cava adalah pembuluh balik besar yang langsung ke jantung. Vena memperoleh darah dari venue. 3. Pembuluh kapiler, pembuluh halus yang mengbungkan arteriola venule. Pada kapiler terjadi pertukaran oksigen dari darah dengan karbon dioksida jaringan.

Perbedaan Pembuluh arteri dan pembuluh Vena No. 1. 2. 3. 4. 5. 6. Ciri dan sifat Keadaan dinding Jumlah katup Macam gas Letak Denyut Aliran Arteri Tebal dan elastis Satu pada aorta Banyak O2, kecuali pulmonalis banyak CO2 Lebih kedalam dari kulit Terasa Dari jantung ke seluruh tubuh, bila terluka darah memancar arteri Vena Tipis, kurang elastis Banyak Banyak CO2, kecuali pulmonalis banyak O2 Dekat permukaan kulit Tidak terasa Dari seluruh tubuh ke jantung, bila terluka darah menetes. vena

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

Sistem Limfatik

Sistem peredaran limfa

Fungsi Limfe 1. Mengembalikan cairan dan protein dari jaringan ke dalam peredaran darah 2. Membawa lemak dari usus ke peredaran darah 3. Menyaring dan menghancurkan mikro organisme 4. Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi darah 5. Menghasilkan antibodi PERBEDAAN SISTEM PEREDARAN LIMFE DAN PEREDARAN DARAH No Perbedaan Peredaran limfe Peredaran darah
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Cairan Warna Sistem peredaran Aliran Pembuluh Kadar protein Zat yang diangkut Getah bening Kuning muda Terbuka Kontraksi otot rangka Pembuluh limfa dada bagian kiri dan kanan 3% Lemak (asam lemak+ gliserol) Darah Merah Tertutup Kontraksi jantung Arteri dan vena 8% Oksigen, CO2, gula dan protein

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

Sistem sirkulasi pada Vertebrata 1.Ikan Sistem sirkulasi pada ikan adalah sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah tunggal

2.Katak Sistem sirkulasi pada katak adalah sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah ganda

(b)

a) Jantung katak tampak dorsal dan

(b) sistem peredaran darah katak.

3.Reptil Sistem sirkulasi pada reptil adalah sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah ganda

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

4.Burung Sistem sirkulasi pada burung adalah sistem peredaran darah tertutup dan sistem peredaran darah ganda
Sistem peredaran darah burung: (a) peredaran darah kecil dan (b) peredaran darah besar

B. Sistem Sirkulasi Invertebrata 1. Planaria Sistem sirkulasi pada Planaria adalah sistem gastrovaskuler

2.Cacing tanah Sistem sirkulasi pada cacing tanah adalah sistem peredaran darah

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta

3.Serangga Sistem sirkulasi pada serangga adalah sistem peredaran darah terbuka dengan jantung pembuluh.

Handout BIOLOGI (51) Kelas XI IPA SMA NEGERI 4 Yogyakarta