You are on page 1of 4

MENINGOCELE REPAIR

1. Defisini Repair Meningokel adalah prosedur pembedahan untuk merepair terbukanya spinal cord yang abnormal (spina bifida) dengan cara drainase cairan yang berlebih dan menutup pembukaan.

2. Tujuan Pembedahan untuk menutup abnormalitas ini bertujuan untuk mengurangi resiko infeksi dan menjaga integritas kolumna spinal dan jaringan di dalamnya.

3. Demografi Berdasarkan Spina Bifida Association of America, spina bifida merupakan Neural Tube Defect (NTD) dan birth defect yang paling sering menyebabkan disabilitas permanen. Diperkirakan sekitar 40% orang Amerika mengalami spina bifida Okulta. Namun, pada beberapa orang mungkin tidak menimbulkan gejala dan tidak mengetahui kondisinya, sehingga persentasenya adalah rata-rata. Meningokel dan myelomeningokel terlihat saat baru lahir dan bersamaan dengan itu dilakukan pembedahan manifestasi spina bifida. Manifestasi spina bifida terjadi pada 1 dari 1000 kelahiran, dengan 4 – 5 % menjadi meningokel dan 95 – 96% menjadi myelomeningokel.

4. Deskripsi Meningokel dapat digunakan untuk menunjukkan lebih dari satu kondisi. Spina bifida merupakan NTD saat lahir yang melibatkan pembukaan yang abnormal pada spine. Hal ini terjadi saat spine fetus yang tidak menutup sempura pada bulan pertama perkembangan fetus. Pada spina bifida okulta terjadi pembukaan pada spine, tetapi jaringan dan membran neural yang membungkus spine (meninges) tidak terpapar. Karena tidak ada pembukaan, defek dapat berupa penekanan pada basis dari spine (sakrum). Tanda lain dari spina bifida okulta adalah adanya jumbai rambut pada sakrum. Itu mungkin saja bisa terjadi ketika ada pembukaan, vertebra menghilang dan tidak ada kerusakan pada jaringan saraf. Meningokel adalah kantong yang menonjol pada kolumna tulang belakang yang berisi cairan spinal dan meninges. Kantong dapat dilapisi oleh kulit atau meninges, dan tidak berisi jaringan neural. Ini dapat berlokasi dekat otak atau sepanjang kolumna tulang belakang. Hidrosefalus jarang ada, dan pada pemeriksaan neurologi biasanya normal. Karena jaringan

Karena adanya paparan jaringan neural. Jika terdapat indikasi adanya spina bifida. sehingga pemeriksaan lain perlu dilakukan bila terjadi peningkatan alfa fetoprotein tersebut hasilnya positif. 4. Namun peningkatan dapat muncul tanpa spina bifida. Jika terdapat hidrosefalus. Diagnosis Jika individu mengalami spina bifida okulta. 3. Gejalanya meliputi: 1. dua orang dokter bedah dapat menyelesaikan pada saat yang bersamaan untuk mengurangi resiko yang berhubungan dengan peningkatan tekanan pada otak. Myelomeningokel adalah tipe yang paling berat dari spina bifida karena spinal cord memiliki herniasi kedalam kantung yang menonjol. walaupun sudah ditutup. kondisinya mungkin tidak terdeteksi. Jaringan dan saraf neural dapat terpapar. muncul gejala yang signifikan. melalui skrining prenatal. Beberapa orang menyebut myelomeningokel sebagai spina bifida. 2. tanpa tanda luar dari NTD dan tanpa gejala. 5. pembengkakan. dan infeksi pada cairan spinal dan otak melalui pembukaan pada kolumna spinal. perlu dijaga kelembaban dengan sterile dressing sampai pembedahan dimulai. Kelebihan cairan didrainase dan meninges dibungkus disekitar spine spine untuk menjaganya. Jika hidrosefalus muncul saat lahir. Kemudian beberapa hari kemudian. kemudian pembukaan ditutup deng dijahit. maka repair meningokel dilakukan terlebih dahulu. Kantong yang menonjol pada meningokel dan myelomeningokel terlihat pada saat kelahiran. ini dapat direpair oleh bedah saraf yang berpengalaman dengan hasil yang baik. Spina bifida dapat didiagnosis saat ibu masih hamil. Peningkatan . Kelemahan otot atau paralisis pada panggul Tidak ada sensasi pada anggota tubuh dibawah defek Berkurangnya fungsi berkemih dan buang air besar Penumpukan cairan di otak atau disebut hidrosefalus Karena resiko kerusakan jaringan neural. Seorang dokter anastesi mengambil bayi dan membuatnya tertidur dan tidak menimbulkan rasa sakit selama pembedahan. Sekitar 80% dari myelomeningokel terjadi pada punggung bagian bawah pada regio lumbar and sacral join. Namun. shunt dapat dimasukkan untuk mengurangi hidrosefalus. pemeriksaan darah akan menunjukkan peningkatan alfa fetoprotein. kerusakan apapun yang sudah terjadi pada jaringan neural adalah bersifat permanen. ultrasound. Untuk melihat luasnya defek perlu dilakukan x rays. atau MRI pada spine. CT scans. pembedahan untuk merepair meningokel dan myelomeningokel biasanya dilakukan dalam 24 jam setelah kelahiran. Untuk mencegah keringnya kantong. kemudian insisi dibuat pada kantong tersebut.neural masih intak.

Bayi akan dimonitor adanya tanda perdarahan yang berlebihan dan infeksi. Karena kantong yang menonjol dari meningokel dan myelomeningokel dapat terlihat sama dari luar. dan dapat terjadi infeksi yang serius. Sama seperti pembedahan lainnya. atau kehilangan fungsi saraf (sebagai contoh kehilangan fungsi berkemih dan buang air besarselain itu juga dapat terjadi peningkatan resiko infeksi saluran kencing. Repair meningokel dapat memberikan hasil yang sangat baik. Bayi biasanya menghabiskan waktu beberapa minggu di rumah sakit setelah pembedahan sebelum diperbolehkan pulang. bila jaringan saraf tidak meluas ke dalam kantung. Antibiotik diberikan untuk mengurangi resiko infeksi dan bayi diposisikan berbaring pada perut untuk menghindari tekanan pada luka jahitan pembedahan. Setelah Pembedahan Bayi pertama kali akan ditempatkan di recovery room.alfa fetoprotein terjadi pada sekitar 85% wanita yang melahirkan anak denga spina bifida. . Selama repair meningokel dan myelomeningokel. perlu untuk mempertimbangkan resiko dan keuntungannya. Temperatur akan dimonitor secara ketat. penting untuk menegakkan diagnosis yang jelas. 6. Kerusakan jaringan neural dapat mengakibatkan paralisis. Ultrasound dapat menunjukkan struktur spinal fetus. Jika pembedahan hidrosefalus berhasil. Amniosentesis dapat dilakukan untuk mengecek abnormalitas kromosom. 8. syringe panjang digunakan untuk menggambarkan cairan amnion keluar dari fetus melalui perut ibu. Dilakukan perawatan terhadap luka tersebut agar bersih dari urin ataupun tinja. Resiko anestesi meliputi reaksi obat. Hasil Normal Hasil sangat tergantung pada sejauh mana keterlibatan jaringan saraf yang terbuka dan juga kondisi bayi sebelum operasi. untuk mengantisipasi hasil dua kondisi yang sangat berbeda. terdapat resiko tambahan dari kerusakan kolumna spinal dan infeksi cairan spinal pada tulang belakang dan otak. jumlah jaringan saraf akan menentukan luasnya kelemahan ekstremitas bawah atau paralisis. kemudian dibawa ke intensive care unit. Resiko Resiko pembedahan meliputi infeksi dan perdarahan. Anak-anak yang telah dilakukan repair myelomeningokel mungkin dapat pergi ke sekolah. prognosisnya lebih baik. Infeksi pada meninges disebut meningitis. Pada myelomeningokel. termasuk kesulitan bernafas. Pada amniosentesis. 7. Namun kerusakan yang lebih dapat terjadi bila pembedahan tidak dilakukan.

Dengan terbukanya spine. Vol 2: 964-66. Program pelatihan berkemih dan buang air besar yang efektif dapat membantu anak untuk memulai sekolah dengan lebih mudah. . 2004. anak dengan spina bifida membutuhkan fisioterapi dan mungkin perlu dilakukan pembedahan selanjutnya. dan 50% dapat berjalan. karena jumlah ini menunjukkan berkurangnya NTD. Ketika wanita baru menyadari kehamilannya.tapi akan mendapatkan keuntungan dari pendidikan khusus dan pelayanan terkait.4mg setiap hari. Alternatif Tidak ada alternatif lain selain repair bedah. 10. 9. Gangguan bowel dan bllader memberikan kontribusi yang signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas pada mereka dengan spina bifida yang bertahan pada usia dua tahun. Morbiditas dan Mortalitas Dengan terapi medis dan pembedahan sekarang ini. ini sudah pada masa kritis yaitu usia kehamilan satu bulan dimana neural tube development sudah lewat. The Spina Bifida Association of America merekomendasikan semua wanita pada masa subur untuk meminum asam folat 0. Ada banyak masalah dalam belajar dan kesulitan dalam perhatian. Sumber: Senagore AJ. The GALE ENCYCLOPEDIA of SURGERY a guide for patient and caregivers. Karena kelemahan otot atau paralisis. dan asam folat tidak lagi dapat memperbaikin kerusakan yang telah terjadi. resiko infeksi dan kerusakan spine dan otak sangat tinggi sehingga pembedahan merupakan cara yang tepat untuk menutup pembukaan dan drainase kelebihan cairan yang dapat menekan otak. 85% bayi dapat bertahan hidup.