You are on page 1of 12

MODUL I Pengenalan & Instalasi TMS320C6713

A. Tujuan
-

Mahasiswa mengenal Digital Signal Processor Mahasiswa mengetahui pemrograman DSP melalui Code Composer Studio (CCS)

-

B. Dasar Teori 1. DSK TMS320C6713 Digital Signal Processor Starter Kit (DSK) TMS320c6713 adalah salah satu modul dasar untuk pengembangan dan evaluasi aplikasi pengolahan sinyal digital buatan Texas Instruments. Berikut adalah fitur-fitur utama dalam TMS320C6713:
1. DSP TMS320C6713 mempunyai kecepatan 225MHz 2. AIC23 stereo codec 3. 16 Mbytes SDRAM 4. 512 Kbytes non-volatile Flash Memory

5. 4 LED dan DIP Switch Berikut adalah Blok Diagram dari TMS320C6713

1

1.1 DSP TMS320C6713 Digital Signal Processor (DSP) TMS320C6713 merupakan pengolahan sinyal digital buatan Texas Instruments yang masuk dalam keluarga TMS320C6000 dan berjenis floating point. DSP TMS320C6713 bekerja berdasarkan arsitektur VelociTI VLIW (Very Long Instruction Word). Diagram blok fungsional DSP TMS320C6713 ditunjukkan pada gambar berikut.

2

Bagian inti DSP TMS320C6713 tersusun atas dua bagian, yaitu bagian A dan B. masing-masing bagian tersusun atas empat unit fungsional (L untuk operasi Logika, S untuk operasi pencabangan dan manipulasi bit, M untuk operasi perkalian, D untuk operasi menyimpan dan membaca) serta register (16 register serba guna yang masing-masing berukuran 32 bit). DSP TMS320C6713 memiliki memori internal dengan arsitektur chace dua tingkat yang meliputi 4kbytes L1P (Level 1 Program Cache), 4kbytes L1D (Level 1 Data Cache), dan 256 kbytes L2 Cache yang dibagi untuk program dan data.

1.2 AIC23 Stereo Codec DSK ini menggunakan AIC23 stereo codec sebagai input dan output sinyal audio. Sampel codec sinyal analog melalui microphone atau line input akan di konversi menjadi data digital sehingga dapat diproses pada DSP. Ketika DSP selesai memproses data tersebut, codec akan mengkonversinya kembali menjadi sinyal analog melalui line output ataupun headphone sehingga dapat didengar oleh pengguna. Codec tersebut mempunyai 12MHz system clock. Sample rate internal yang terdapat pada DSP ini adalah 48KHz, 44.1KHz, dan 8KHz. Sample rate dapat di set melalui codec SAMPLERATE register. Berikut adalah gambar perangkat codec pada C6713 DSK.

3

1.3 SDRAM (Synchronous DRAM) DSK C6713 mempunyai 128 Mbytes Synchronous DRAM (SDRAM) pada 32 bit EMIF. SDRAM dilokasikan dimulai dari CE0 (alamat 0x80000000). Total memory yang dapat digunakan sebesar 16 MB.

1.4 Flash Memory Flash adalah jenis memori yang data di dalamnya tidak dapat hilang walaupun power dimatikan (non-volatile). Pada DSK C6713 terdapat 512 kbytes Flash Memory. Pengalamatan Flash Memory dimulai dari CE1 (alamat 0x90000000). Berikut adalah gambar pemetaan memori pada DSP6713.

4

1.5 LED dan DIP Switch Pada DSK ini sudah terintegrasi dengan LED dan DIP switch yang masing-masing berjumlah 4 buah. Keduanya dapat di akses melalui register CPLD USER_REG.

Gambar 5. CPLD USER_REG Register

2. Code Composer Studio (CCS) Integrated Development Environment (IDE) pada Code Composer Studio (CCS) versi 3.1 menyediakan kemampuan untuk meng-edit, build dan debug. Di dalamnya terdapat compiler C, Assembler, dan Linker. Ketiga bagian ini saling bekerja untuk menghasilkan sandi keluaran (file keluaran) yang dapat diproses pleh DSP.
5

C. Peralatan Alat yang dibutuhkan -

1 set Personal Computer (PC) Installer Code Composer Studio Versi 3.1 TMS320C6713 DSK board +5V universal Power Supply AC Power Cord USB Cable

-

D. Prosedur Praktikum 1. Instalasi Code Composer Studio (CCS) Penginstalan Code Composer Studio (CCS) sangat penting, karena CCS membantu untuk membuat program. Sedangkan untuk pengecekan DSK dilakukan sebelum CCS diaktifkan sehingga kondisi DSK dapat diketahui. Berikut adalah langkah-langkah instalasi CCS. a. Masukkan CD instalasi CCS ke dalam CD-ROM. Install menu (seperti tampak di bawah ini) akan tampil. Jika tidak, jalankan secara manual Launch.exe pada CD-ROM. Pilih Install Products yang terdapat pada piliham menu.

6

b. Install semua komponen yang dibutuhkan, yaitu Code Composer Studio, target content,

serta Flash Burn plug-in seperti pada menu di bawah ini.

c. Prosedur instalasi telah selesai dan akan muncul 2 icon pada Desktop:

6713 DSK CCStudio 3 6713 DSK Diagnostics

7

2. Menghubungkan DSK pada PC a. Hubungkan kabel USB dari DSK ke PC atau Laptop. b. Jika akan menggunakan microphone, speaker, atau perangkat tambahan lainnya harus dipasang terlebih dahulu sebelum menyalakan DSK Board. c. Hubungkan power adaptor 5V pada sumber AC dan pasangkan juga pada DSK. d. Ketika power pada board dinyalakan maka DSK akan menjalankan Power On Self Test (POST). LED 0-3 akan menyala. Setelah POST selesai (LED nyala dan mati kemudian akan terus menyala) maka DSK sudah berfungsi dan saat ini melakukan proses instalasi USB driver.
e. Pastikan CD DSK sudah terpasang pada CD-ROM PC atau Laptop. Pasangkan

DSK pada PC menggunakan USB. Setelah beberapa detik akan muncul “Add New Hardware Wizard” f. Ikuti petunjuk pada layar PC atau Laptop dan biarkan Windows menemukan USB driver “sdusbemu.inf” dan “sdusbemu.sys” pada CD DSK.

3. Pengetesan Koneksi

Jika akan melakukan pengetesan koneksi antara DSK dan PC, dapat dilakukan dengan menjalankan program “C6713 DSK Diagnostic Utility” dari icon pada Desktop.

8

Dari menu diagnostic utility, tekan tombol start untuk menjalankan diagnostic. Kurang lebih 30 detik menunggu, test indicator pada layar PC atau Laptop seharusnya berwarna hijau jika koneksi bagus.

4. Memulai Project Baru Berikut adalah langkah-langkah untuk memulai project baru. 1. Hubungkan DSP board pada PC kemudian nyalakan 2. Buka Code Composer Studio
3. Pilih Debug – Connect, untuk menghubungkan CCS dengan DSK6713 4. Pilih Project – New

5. Arahkan lokasi direktori ke tempat lain jika perlu (folder baru).
6. Berilah nama project dengan nama “contoh” 7. Pilih Project Type dengan Executable (.out) 8. Pilih Target dengan TMS320C67XX

9

9. Klik tombol Finish 10. Pilih File – New – DSP/BIOS Configuration. Pilih “dsk6713.cdb” dan klik

tombol OK. Biarkan konfigurasi sesuai defaultnya. Pilih File – Save, simpan di folder project yang sebelumnya dibuat (harus 1 folder) dan beri nama contoh_bios lalu klik Save. Maka 7 file akan terbentuk secara otomatis pada folder tersebut.
11. Masukkan file-file DSP/BIOS ke dalam project, pilih Project – Add Files to

Project. Pilih Files of type dengan Configuration Files (*.cdb), lalu “contoh_bios.cdb” dan kemudian klik Open.

pilih

12. Pilih Project – Scan All File Dependencies. Maka secara otomatis file-file

bentukan DSP/BIOS yang lain akan masuk ke dalam project.
13. Masukkan file library yang diperlukan. Pilih Project – Add Files to Project, Pilih

Files of type dengan Object and Library Files (*.o*;*.l*), arahkan lokasi direktori ke C:\CCStudio_v3.1\C6000\dsk6713\lib lalu pilih “dsk6713bsl.lib” dan klik tombol Open.
14. Menambahkan file source. Pilih File – New – Source File. Setelah halaman kerja

terbuka pilih File – Save. Arahkan kembali ke lokasi direktori ke dalam folder project yang telah dibuat. Beri nama “contoh.c”, klik tombol Save.
15. Tambahkan file source ke dalam project. Pilih Project – Add Files to Project.

Arahkan lokasi direktori ke folder project contoh. Pilih Files of type dengan C Source Files (*.c;*.cpp), pilih file “contoh.c” lalu klik tombol Open.
16. Mengatur pilihan proses build. Pilih Project – Build Options. Pilih kategri

Prepocessor.

Pada

kolom

Include

Search

Path

(-i),

isi

dengan

C:\CCStudio_v3.1\C6000\dsk6713\include. Pada kolom Pre-Define Symbol (-d), isi dengan _DEBUG; SHIP_6713, lalu klik tombol OK. 17. Masukkan code berikut pada contoh.c #include “contoh_bioscfg.h”

10

#include “dsk6713.h” #include “dsk6713_led.h” #include “dsk6713_dip.h”

void main() { DSK6713_init(); DSK6713_LED_init(); DSK6713_DIP_init(); //inisialisasi DSK6713 //inisialisasi fungsi LED //inisialisasi fungsi DIP_Switch

while(1) { if (DSK6713_DIP_get(0)==0) DSK6713_LED_on(0); else DSK6713_LED_off(0); } } //jika tidak LED 0 akan mati //DIP_Switch = 0? //jika ya, LED 0 akan menyala

18. Pilih Project – Rebuild All 19. Load Program yang kita buat tadi ke dalam DSK. Pilih File – Load Program. 20. Masuk ke Folder Debug dan pilih “contoh.out” dan klik Open. 21. Jalankan program, pilih Debug – Run (F5)

22. Coba tekan DIP Switch 0 pada DSK dan lihat apa yang terjadi pada LED 0
11

23. Untuk menghentikan program pilih Debug – Halt (Shift + F5).

E. Evaluasi 1. Buatlah program dengan kondisi sebagai berikut a. Jika DIP_Switch 0 ditekan, maka LED 0 sampai LED 3 menyala secara bergantian (running LED) dengan delay 500ms. b. Jika DIP Switch 1 ditekan, maka LED 3 sampai LED 0 menyala secara bergantian (kebalikan dari soal “a”) dengan delay yang sama. c. Jika DIP Switch 2 ditekan, maka LED 0 dan LED 2 akan menyala kedapkedip (blinking) dengan delay 500ms. d. Jika DIP Switch 3 ditekan, maka LED 1 dan LED 3 akan menyala kedapkedip (blinking) dengan delay 500ms. e. Jika tidak ada DIP Switch ditekan, maka semua LED mati. f. Catatan: untuk mengaktifkan fungsi delay 500ms tulis dengan perintah “DSK6713_waitusec(500000)”.

12