You are on page 1of 20

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah
Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie

Merupakan Suatu Instansi Pemerintah dalam memecahkan opsi-opsi masalah yang dihadapi dengan meningkatkan sistem yang sudah ada, supaya dapat menghasilkan data yang tepat dan akurat serta dapat dipergunakan sebagai sumber informasi dalam proses mengambil suatu kebijaksanaan. Karena sistem yang sudah ada masih banyak kekurangan hingga mengakibatkan terjadinya permasalahan dalam Sistem Pengendalian Dan Evaluasi Kerja Dalam Pelaksanaan
Kegiatan Administrasi Pembangunan Pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie. Dalam penulisan laporan ini, penulis banyak

memperoleh data-data dan informasi-informasi melalui studi pustaka yang berhubungan langsung tentang bentuk sistem yang diharapkan. Untuk memperbaiki evaluasi kerja dalam pelaksanaan kegiatan administrasi pembangunan
pada kantor sekretariat daerah kasubbag kesejahteraan sosial Kabupaten Pidie dimasa

yang akan datang. Sejauh ini di Kantor Sekretariat Daerah Kasubbag Kesejahteraan Sosial
Kabupaten Pidie hanya menggunakan Microsof Excel ataupun Microsof Word

dalam melakukan kegiatannya sehari-hari. Cara ini sangat tidak efektif dalam menyimpan data-data yang ada serta databasenya. Sehingga pada saat memerlukan data-data tersebut sering terjadi kerumitan terhadap pengumpulan data-data yang mungkin diperlukan oleh atasan maupun untuk kepentingan anggota itu sendiri. Dalam hal ini Kantor Sekretariat Daerah Kasubbag Kesejahteraan
Sosial Kabupaten Pidie memerlukan suatu perubahan dan pembuatan sistem yang

baru dengan sistem komputerisasi untuk meningkatkan kemampuan terhadap penyimpanan data, pengolahan data, dan untuk memperoleh hasil yang tepat dan akurat.

1

Pada saat sekarang ini telah banyak orang menggunakan komputer dalam mengerjakan kegiatannya sehari-hari baik di perkantoran maupun di tempattempat lain. Misalnya kantor Sekretariat Daerah Kasubbag Kesejahteraan Sosial
Kabupaten Pidie

yang bergerak di bidang evaluasi kinerja administrasi

pembangunan. Dengan adanya komputer, bisa lebih mudah dalam membuat suatu sistem pengendalian keuangan dan evaluasi kinerja dalam pelaksanaan pembangunan yang telah dilangsungkan oleh para karyawan di sub bidang administrasi pembangunan daerah di Kabupaten Pidie. Dari pembahasan yang penulis dapatkan dalam proses manajemen pengendalian dan evaluasi kinerja pembangunan Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie perlu ada peningkatan sistem, dengan sistem manajemen Database data pengendalian dan evaluasi dari kinerja Pembangunan yang penulis rancang dapat dipakai untuk mengatasi masalah yang dihadapi selama ini dengan harapan dapat membantu memperbaiki manajemen pada kantor Sekretariat Daerah Kasubbag Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie.

1.2

Batasan Masalah

Dalam penulisan laporan ini yang menjadi batasan permasalahan adalah bagaimana Sistem Informasi Pengendalian Dan Evaluasi Kerja Dalam Pelaksanaan
Kegiatan Administrasi Pembangunan Pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie. Dan aspek apa saja yang menjadi kendala

dalam proses pengendalian dan evaluasi kerja pembangunan.

1.3

Identifikasi Masalah

Aktifitas

yang

terjadi

pada

Kantor

Sekretariat

Daerah

Bagian

Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie memiliki ruang lingkup tersendiri. Dalam kesempatan ini penulis membatasi masalah yang lebih difokuskan pada pengendalian dan evaluasi kerja dalam pelaksanaan kegiatan administrasi

2

yang akhirnya bisa terjadi kesalahan saat memberikan suatu informasi.  Untuk mengetahui perkembangan mengenai data pengendalian dan hasil kerja pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie. adapun tujuan dari pembahasan permasalahan ini adalah antara lain :  Untuk mengetahui sejauh mana sistem Sistem Pengendalian Dan Evaluasi Kerja Dalam Pelaksanaan Kegiatan Administrasi Pembangunan Pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie. 1. b) Pencetakan data Pengendalian dan evaluasi kerja pembangunan masih secara manual. 3 . Identifikasi masalah yang penulis temukan pada saat penulisan sebagian besar masih menggunakan cara manual dalam penginputan hasil kinerja pembangunan pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Kabupaten Pidie.  Untuk menghasilkan Informasi yang cepat dan tepat pada waktunya. sehingga saat ingin melakukan perubahan atau mengupdate ulang data-datanya. yaitu sebagai berikut: a) Data Pengendalian dan Evaluasi Kerja pembangunan masih menggunakan Microsoft Word dan Excel.  Untuk mengetahui kendala–kendala apa saja yang di alami dalam sistem pengendalian tersebut. teliti serta sesuai dengan yang diharapkan. maka penulis dapat merancang beberapa tujuan.pembangunan serta pembuatan laporan-laporan tentang data kinerja pembangunan Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie.4 Tujuan Pembahasan Dari pembahasan tersebut diatas. Sehingga bila ditinjau dari segi keamanan sangat mudah di otak-atik oleh orang lain. maka tidak langsung tepat melakukannya.

BAB II : Mengurai tentang landasan teoritis. batasan masalah. dan sistematika pembahasan. tujuan penulisan. Dalam hal ini penulis melihat dan terjun langsung kelapangan untuk memperoleh informasi-informasi serta data yang dibutuhkan dalam penyelesaian penulisan ini. Pengumpulan data dilakukan saat penulis terjun langsung dan bekerja di tempat tersebut selama penulis mengikuti Program Kerja Praktek (PKL). 1. Sistem Informasi Komputerisasi. struktur organisasi serta tugas pokok dan fungsi Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie. BAB III : Menjelaskan tentang analisa organisasi yang meliputi sejarah.serta prinsip-prinsip dasar pendataan. metode penulisan. wawancara serta riset perpustakaan. di antaranya: Sistem Informasi secara manual.1. 1.5 Tehnik Pengumpulan Data Untuk mendapatkan suatu gambaran yang lebih jelas dan lebih terinci dalam pembahasan ini tentu membutuhkan data-data untuk penunjang pembahasan laporan ini.6 Metode Penulisan Dalam mengumpulkan data untuk memahami masalah-masalah dalam penelitian dan untuk mendukung kelancaran penulis dalam membuat laporan praktek kerja lapangan (PKL) ini.7 Sistematika Pembahasan Pembahasan Karya ilmiah ini terdiri dari lima bab dengan rumusan- rumusan sebagai berikut : BAB I : Menguraikan tentang pendahuluan yang mencakup latar belakang. 4 . Pengumpulan data diperoleh melalui observasi. manfaat penulisan. penulis menggunakan metode riset lapangan. yaitu dalam hal ini penulis langsung terjun ke lapangan untuk memperoleh informasi serta data-data yang diinginkan.

1 Pengertian Sistem Sistem adalah sekumpulan unsur atau elemen yang saling berkaitan serta saling mempengaruhi dalam melakukan kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan. sedangkan proses itu sendiri adalah suatu bentuk atau format yang diinginkan atau atribut yang dihasilkan.BAB IV : Menjelaskan tentang Penjelasan Pendataan. BAB II LANDASAN TEORITIS 2. Masukan itu sendiri dapat berupa sesuatu yang mempunyai wujud dan dampak yang berpengaruh pada sistem tersebut . BAB V : Merupakan bab penutup yang didalamnya menguraikan kesimpulan dan saran. alat-alat. 5 . Beberapa definisi sistem adalah sebagai berikut : artikel online menerangakan bahwa: “Seperangkat unsur-unsur yang terdiri dari manusia. Model umum sebuah sistem biasanya terdiri dari masukan. Leod Jr. sistem adalah “sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai suatu tujuan”. prosedur dan konsep yang dihimpun untuk maksud dan tujuan bersama “. Sedangkan menurut Raymond Mc. Tujuan Umum dan Khusus. proses dan keluaran yang dilakukan secara berurutan.

Kesimpulan dari sistem di atas adalah suatu kumpulan yang saling berhubungan dengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Informasi sangat berguna bagi manajemen atau siapa saja dalam menentukan kebijakan lebih lanjut. Sebelum penulis mengambil suatu kesimpulan mengenai informasi dari kedua pendapat di atas. Jadi informasi Sistem penggajian adalah data yang telah diolah atau diproses yang merupakan suatu bentuk dan mempunyai nilai nyata sehingga merupakan dasar pengambilan keputusan.2 Pengertian Informasi Informasi merupakan output yang dihasilkan dari suatu kegiatan pengolahan data. yang biasanya berbentuk catatan histories yang dicatat dan diarsipkan tanpa maksud Untuk segera diambil kembali untuk pengambilan keputusan. 6 . jelaslah bahwa informasi yang diberikan harus simple. tepat waktu dan akurat. terlebih dahulu penulis menjelaskan pengertian data menurut pendapat Tafri D. Mahyuzir (1990:7) Data adalah fakta dan angka yang tidak sedang digunakan pada proses keputusan. Jogiyanto (1995:8) mendefinisikan bahwa “Informasi adalah data yang diolah menjadi berguna dan lebih berati bagi yang menerimanya”. Maka sehubungan dengan hal tersebut. Ahli lain memberi definisi yang hampir serupa bahwa Informasi adalah data yang teleh diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi para penerimamya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini maupun dimasa yang akan datang (Davis. 2.1993:2).

adalah “Merupakan ungkapan berbentuk gambar mengenai urutan proses/operasi yang harus di lakukan dalam suatu pekerjaan tersebut”. Sedangkan menurut Harianto (1994 :11). Data flow (arus data) 7 .3 Diagram Arus Data Diagram Arus Data (DAD) atau data flow diagram (DFD) merupakan “Diagram yang digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir atau dimana data tersebut disimpan (Jogianto. 1975)”. b. sistem akan menerima input dan menghasilkan ouput kepada lingkungan luarnya. Sehingga memudahkan kita menjejaki jalannya program. 2. External entity (kesatuan luar) atau boundary (batas sistem) Setiap sistem pasti mempunyai batas sistem yang memisahkan suatu sistem dengan lingkung luarnya. Beberapa simbol yang digunakan dalam menggambarkan daftar arus data : a. Dari kedua pengertian tersebut dapat di ambil kesimpulan bahwa merupakan tata cara dan langkah-langkah dalam perancangan sebuah sistem yang menggunakan simbol-simbol yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya.Untuk menunjang aktifitas dalam sebuah program daftar pemilihan tetap (DPT) diperlukan suatu sistem informasi yang baik dan terorganisir agar dapat meningkatkan perkembangan tersebut.

Setiap proses harus diberi penjelasan yang lengkap seperti : 1) Indentifikasi proses berupa suatu angka yang menunjukkan nomor acuan dari proses dan ditulis pada bagian atas disimbol proses. Proses (Process) Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang. d. Arus data ini mengalir diantara proses (Process). c. simpanan data dan kesatuan luar (external entity). Arus data ini menunjukan arus dari data yang dapat berupa masukan untuk sistem atau hasil dari proses sistem. 2) Nama proses menunjukkan apa yang dikerjakan oleh proses tersebut 3) Pemrosesan menunjukkan siapa atau dimana suatu proses dilakukan.Arus data di DAD diberi simbol suatu panah. mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk kedalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses. Arus data sebaiknya diberi nama yang jelas dan mempunyai arti. Suatu proses dapat ditunjukkan dengan simbol lingkaran atau simbol empat persegi panjang tegak dengan sudutnya tumpul. Nama dari arus data dituliskan dari samping garis panahnya. Data store (simpanan data) Simpanan data merupakan simpanan dari data yang dapat berupa sebagai berikut: 1) Suatu file atau database di sistem komputer 2) Suatu arsip atau catatan manual 3) Suatu kotak tempat data dimeja seseorang 4) Suatu tabel acuan manual 8 .

5) Suatu agenda atau buku 2. Jogianto (1995 : 196) mendefinisikan sebagai “Pengambaran.4 Analisis dan Desain Sistem Analisis sistem dapat didefinisikan sebagai “Penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh kedalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan. setelah 9 . Jadi sistem database terdiri dari database dan set program pengelola pengendalian yang dapat melaksanakan tugas-tugas manajemen terhadap data seperti menambah data. Sedangkan desain sistem. hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikan” (Langkutoy. perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam suatu kesatuan yang utuh dan berfungsi”. mengoreksi data. 2. Jadi sebelum mendesain sebuah sistem terlebih dahulu kita harus melihat atau menganalisis permasalan-permasalan dan hambatan-hambatan yang terjadi pada sistem yang sudah ada.5 Sistem database Suatu sistem database terdiri dari suatu koleksi file-file yang saling berelasi antara satu file dengan file yang lain dan suatu set program untuk mengakses data tersebut. menghapus maupun menampilkan informasi dari data-data yang ada baik kelayar display atau kemedia cetak. kesempatan kesempatan.1988).

Sejenis nama pengendali misalnya. Entity Entity merupakan orang. alamat dan lain-lain dimana elemen-elemen yang sering disebut data field merupakan ciri-ciri untuk sebuah nama seorang pengendalian kinerja dan hasil kerja pembangunan.data-data tersebut diolah menurut ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam suatu informasi pengendalian dan hasil kerja pembangunan. Atribute Setiap entity mempunyai atribute atau sebutan untuk mewakili suatu entity. Data value Data value adalah data actual atau informasi yang disimpan pada setiap elemen atau atribute. mewakili suatu data atau informasi tentang suatu objek. kejadian atau konsep yang informasinya direkam. Suatu objek memiliki atribute yang menyatakan ciri dari objek tersebut. tempat. Suatu record 10 . Suatu sistem pendataan database dibentuk oleh elemen-elemen database sebagai berikut : a. memiliki KTP. b. yang merupakan elemen-elemen yang saling berkaitan menginformasikan suatu entity secara lengkap. Record Record Sering juga disebut tuple. c. d.

File Kumpulan dari record-record sejenis yang mempunyai panjang elemen yang sama. dimana file-file tersebut dapat saling berhubungan melalui suatu atribut yang dijadikan kunci (Kristanto. adalah hubungan yang terjadi antara satu file dengan file yang lain. Relasional satu kesatu. f.6 Relasional Database Relasional database adalah hubungan satu file data dengan file data yang lain. Relasional satu kebanyak. b. Ada beberapa macam relasional database yang digunakan dalam kegiatan manajemen database yaitu : a. atribut yang sama. dihubungkan oleh suatu field kunci dari file yang satu kesatu field kunci yang lain. Database Suatu database atau koleksi data terbentuk dari kumpulan file-file yang mempunyai kaitan antara satu file dengan file lainnya sehingga membentuk suatu bangunan data.1994 : 22). namun berbeda data valuenya adalah suatu file data. dihubungkan oleh satu field kunci dari file yang satu ke beberapa field kunci yang lain.e. adalah hubungan yang terjadi antara satu file dengan file yang lain. 2. 11 .

Delphi.Web dll. ditulis dalam suatu bahasa pemrograman tertentu yang dimengerti oleh komputer. adalah hubungan yang terjadi antara suatu file dengan file yang lain. ditulis dengan mengikuti aturan-aturan penulisan program (syntax) yang benar. Visual Basic.c. Kita dapat menggunakan beberapa bahasa pemrograman untuk menbuat sebuah program seperti Visual foxpro.7 Pemrograman dan Bahasa Pemrograman yang digunakan “Pemrograman merupakan urutan instruksi yang logis. 12 . 2. Relasional banyak ke banyak. dihubungkan oleh beberapa field kunci dari file yang satu.Php Scrip.

Kantor ini beralamat di jalan B. 3. 13 . Proses ini menyangkut : 1.1 Sejarah Singkat Kantor Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie adalah sebuah instansi pemerintah di tingkat kabupaten. sesuai dengan peraturan daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Pidie No. Perincian seluruh Data Pengendali Pembangunan Dan data evaluasi kerja pembangunan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan organisasi. Kasubbag Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie merupakan perpanjangan tangan dari Kantor Bupati Pidie Wilayah Aceh dalam mengatur sebagian tugas pemerintah di bidang operasional perkantoran dalam aspek kesejahteraan sosial masyarakat kususnya masyarakat Pidie yang mempunyai wilayah kerja di Kabupaten Pidie.3 tahun 1982 tentang susunan organisasi dan tata kerja Bupati Kabupaten Daerah Tingkat II Pidie yang tidak sesuai lagi dengan undang-undang yang berlaku dan diperbaharui dengan Peraturan Pemerintah Nomor 84 tahun 2000 tentang pedoman organisasi Perangkat Daerah.2 Struktur Organisasi Dalam suatu organisasi harus ada pengorganisasian dimana Pengendalian dan Evaluasi Kerja Pembangunan pada Kasubbag Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie diatur dan dibagikan diantara anggota organisasi sehingga tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien.BAB III GAMBARAN UMUM KANTOR SEKRETARIAT DAERAH BAGIAN KESEJAHTERAAN SOSIAL KABUPATEN PIDIE 3.Aceh-Medan tijue depan Kodim Kabupaten Pidie.

pembagian kerja. Pembentukan mekanisme untuk mengkoordinasikan tugas para anggota dalam kesatuan juga terpadu dan harmonis. 14 . Pembagian beban pekerjaan kegiatan-kegiatan. yang secara logis dapat diserahkan kepada seseorang operator pengentri. serta tentang kendali manajemen. Struktur organisasi dapat diartikan sebagai susunan dan pola hubungan yang sistematis dan terarah.2. Aspek yang tidak kalah pentingnya dalam organisasi adalah menyangkut struktur organisasi yang disusun berdasarkan bagian bidang pekerjaan. Antara satuan-satuan kerja dalam suatu organisai. koordinasi. 3.

199905.I (II/B) JABATAN STAF BAGIAN KESSOS SETDAKAB.SpdI NIP.I / NIP.2007.MUHAMMAD ISA NIP. SH NIP.198201.1.C JABATAN KSB.SOSIAL KEMASYARAKATAN PENATA III/C SUB BAGIAN KEAGAMAAN SUB BAGIAN PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN RAZALI NIP.19670110.19623112.01.001 JABATAN KSB.03.1001 MUHAMMAD YUSUF NIP.027 SUB BAGIAN SOSIAL KEMASYARAKATAN DRS.1986.005 MAULIZA.198603.1.PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN PENATA TK.19561105.1.2000.19780206. SH Pembina TK.005 SUB BAGIAN KEAGAMAAN SUB BAGIAN PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN HASBI NIP.KEAGAMAAN PENATA III.19611231.PIDIE PENATA III/C JABATAN STAF BAGIAN KESSOS SETDAKAB.0103.1965123.12.Adapun Bagan Organisasi Kesejahteeraan Sosial Kabupaten Pidie adalah sebagai berikut : KEPALA FAUZI AHMAD.004 JABATAN STAF BAGIAN KESSOS PENGATUR MUDA TK.I.1985.1.19671231.PIDIE PEMBINA IV/4 SUB BAGIAN KEAGAMAAN SUB BAGIAN PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN RITA ZURAITA JABATAN STAF HONORER SUB BAGIAN SOSIAL KEMASYARAKATAN FADLI JABATAN STAF HONORER GUNAWAN JABATAN STAF HONORER 15 .III/D JABATAN KSB.1047 SUB BAGIAN SOSIAL KEMASYARAKATAN MUHAMMAD.

19730812.19590615.Ag NIP.SUB BAGIAN KEAGAMAAN SUB BAGIAN PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN M.001 NURMALA.III/A JABATAN STAF BAGIAN KESSOS SETDAKAB. Sekumpulan orang diatas sering dinamakan pegawai atau Staf.PIDIE PENGATUR MUDA TK.Kom NIP. Penempatan sesuai dengan keahlian diperlukan untuk menyeimbangkan roda aktifitas kantor dan untuk mengantisipasi terjadinya banyak kesalahankesalahan yang dapat menyebabkan ketimpangan pelaporan pada akhirnya. S. Pegawai disuatu kantor ditempatkan sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh personal ini sendiri.19730202. S. ST NIP.I (II/B) JABATAN STAF BAGIAN KESSOS SETDAKAB. setiap kantor memiliki sekumpulan orang yang bekerja.1 Struktur Organisasi Kantor Sekretariat Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie.12.11.01.2.PIDIE PENATA III/C JABATAN STAF BAGIAN KESSOS SETDAKAB.PIDIE PENATA III/C JABATAN STAF BAGIAN KESSOS SETDAKAB.19790701.HUSIN.002 JABATAN STAF BAGIAN KESSOS SETDAKAB.200801.2007.2.2. Ini sudah menjadi suatu aturan yang jelas walau tak tertulis. Pegawai atau Staf inilah yang menjadi motor utama bergerak. yang ikut berpartisipasi untuk kelanjutan dari sebuah kerjaan yang ada di kantor.Sos NIP. 3.3 Kepegawaian Dalam menjalankan aktifitas keseharian.2002.PIDIE PENATA MUDA. S.1.19790722.003 SUB BAGIAN SOSIAL KEMASYARAKATAN SRI MULYANI.003 JABATAN STAF BAGIAN KESSOS SETDAKAB.19791231200100120142001 SUPRIATI NIP.PIDIE PENATA MUDA III/A Gambar 1.1985.022 SUB BAGIAN SOSIAL KEMASYARAKATAN AZIMAR NIP.PIDIE PENGATUR II/C SUB BAGIAN KEAGAMAAN SUB BAGIAN PENDIDIKAN & KEBUDAYAAN NAZIRAH HASAN.2007.01.2. berdenyutnya segala sesuatu aktifitas yang ada di kantor. 16 .

Keharmonisan antara Pegawai patut dipertahankan untuk menjaga kestabilan lembaga. Kesemua Pegawai harus bekerja sama dengan baik demi kelancaran jalannya kerja untuk mencapai target yang direncanakan. Hal ini diperlukan untuk menjaga stabilitas organisasi dan berhubungan langsung dengan target pencapaian hasil yang telah ditetapkan. Keahlian dari seorang staf akan menjadi tanggung jawabnya sendirian untuk memperbaiki akibat dari kelalaian yang ia ciptakan.Kemudian juga pegawai yang bekerja dimasing-masing bidang harus bertanggung jawab penuh terhadap jenis pekerjaan yang di embannya. 17 . ditambah oleh staf karyawan honorer handal yang direkrut melalui seleksi yang ketat. Koordinasi sangat penting untuk menjaga setiap perkembangan dan bisa terawasi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Kantor Sekretariat Daerah Kasubbag Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie memiliki 35 staf yang bekerja sesuai dengan kemampuan dan keahlian masingmasing. Ini untuk menghindari tumpang tindihnya data dan pelaporan serta bisa menyebabkan kekacauan administrasi.4 Disiplin Kerja Dalam menjalankan aktifitasnya setiap kantor atau lembaga mempunyai aturan yang harus diikuti dan dipatuhi oleh setiap pegawai dan stafnya. Kasubbag Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie telah ditunjang oleh staf yang handal dan profesianal yaitu semua pegawai yang telah ada pada Kantor Sekretariat Daerah subbag Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie. jika ditunjang oleh staf yang handal dan profesional. Kemampuan ini disesuaikan dengan posisi dan tanggung jawab yang di emban. Semua perencanaan yang sudah ditargetkan akan berjalan sesuai dengan yang diinginkan. 3.

Disiplin kerja merupakan loyalitas kerja setiap karyawan untuk lembaganya dan tidak hanya untuk atasannya.1 Pengendalian Pengendalian merupakan salah satu dari bagian manajemen. Umum Untuk memudahkan pengendalian dan evaluasi kerja pembangunan yang di berikan nantinya akurat dan tidak salah sasaran. Jika disiplin dan loyalitas hanya untuk atasan maka ketika atasannya tidak ada niscaya disiplin itu hilang dengan sendirinya. Pengendalian bukanlah suatu penelitian akademis kendati metode ilmiah harus digunakan. 18 .Dengan disiplin semua pekerjaan yang telah ditargetkan akan tercapai.2 Tujuan Pengendalian 1. BAB IV PROSES PENGENDALIAN DAN HASIL KERJA PEMBANGUNAN PADA KASUBBAG KESEJAHTERAAN SOSIAL KABUPATEN PIDIE 4. Meski ditunjang yang berkualitas tapi tidak dengan disiplin kerja yang baik niscaya semua tidak seperti yang diharapkan. 4. Jika ingin menjadi seorang pengentri data atau seorang pengendalian pembangunan setidaknya mengerti atau memahami tata cara atau tehnik tentang hal tersebut. Pekerjaan pengendalian biasanya di latar belakangi oleh adanya suatu perbaikan atau pembuatan sesuatu hal/masalah untuk mencapai hasil dari tujuan yang di inginkan/di capai terhadap suatu target masalah.

Dengan terbentuknya Sistem Informasi Pengendalian Dan Evaluasi Kerja Dalam Pelaksanaan Kegiatan Administrasi Pembangunan mudah dalam melakukan perbaikan atau mengoreksi data pengendalian. 19 .2. Khusus Agar terciptanya suatu database yang dapat memudahkan pegawai pengendalian dari hasil evaluasi kinerja para pegawai lapangan untuk memberikan informasi kepada atasan. BAB V PENUTUP 5. b. mengedit data dan untuk mencetak laporan dalam setiap saat. Pengunaan aplikasi ini akan memberi keuntungan bagi Pegawai atau Staf yang bertugas pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie. maka setelah melakukan penelitian dengan ini penulis dapat menarik beberapa kesimpulan antara lain : a.1 Kesimpulan Dengan adanya Aplikasi Sistem Informasi Pengendalian Dan Evaluasi Kerja Dalam Pelaksanaan Kegiatan Administrasi Pembangunan merupakan hasil penelitian yang dilakukan pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Sosial Kabupaten Pidie yang dirancang dengan mengunakan sistem pemrograman. apabila terjadi kesalahan dalam menyimpan data. karena dengan aplikasi ini akan mengurangi beban pekerjaan serta meminimalkan pekerjaan yang berulang-ulang.

20 . Oleh karena itu penulis menyarankan : a. b. akurat dan jelas. Selalu melakukan back up disaat selesai mengunakan aplikasi. 5.2 Saran Keberhasilan dan keberuntungan penguna aplikasi ini tidak terlepas dari peran user dalam menjaga perangkat keras maupun perangkat lunak dari hal-hal yang dapat merusak dan mengurangi peranan aplikasi ini. untuk mencegah kerusakan akibat gangguan listrik. Menempatkan anti virus pada unit komputer untuk mencegah kerusakan data.c. d. Memudahkan sekretaris dan Pegawai lainnya pada Kantor Sekretariat Daerah Bagian Kesejahteraan Kabupaten Pidie dalam mengambil keputusan karena sudah terdata semua data yang benar-benar. Walaupun perkembangan informasi semakin meningkat karena sistem aplikasi database bisa dimanfaatkan datanya untuk kelanjutan yang akan datang. c. Hendaknya unit komputer memiliki alat penyimpanan arus listrik (UPS).