You are on page 1of 7

28

BAB III METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional yaitu pendekatan yang dilakukan untuk melihat hubungan variabel independen dan dependen yang dilakukan secara bersamaan pada waktu tertentu dalam suatu sampel populasi (Notoadmodjo, 2005).

B. Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi penelitian ini dilakukan di Posyandu wilayah kerja UPTD Kesehatan Puskesmas Kecamatan Mandau Duri yang dilakukan pada bulan Mei 2010.

C. Populasi dan Subjek Penelitian 1. Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang ada di 6 posyandu wilayah kerja UPTD kesehatan Puskesmas Kecamatan Mandau Duri tahun 2010 yang berjumlah 302 orang, usia 60-70 Tahun.

28 2. Subjek Penelitian

29

Subjek penelitian adalah seluruh lansia, di Posyandu wilayah Kerja UPTD Kesehatan Puskesmas Kecamatan Mandau Duri yang dipilih untuk diteliti berdasaran pengambilan sampel. Responden dalam penelitian ini adalah lansia yang dapat memberikan keterangan yang akurat tentang halhal yang berkaitan dengan tingkat pendidikan, pengetahuan dan tindakan lansia dalam mengkonsumsi makanan terhadap status gizi lansia. Berdasarkan kriteria: 1. Kriteria Inklusi adalah: a). Lansia umur 60-70 tahun b). Bertempat tinggal di Posyandu Wilayah Kerja UPTD Kesehatan Puskesmas Kecamatan Mandau Duri. c). Mampu berkomunikasi dengan baik. 2. Kriteria eklusi a). Responden yang tidak berada di tempat waktu dilaksanakan pendataan. b). Responden yang tidak bisa berkomunikasi dengan baik karena sakit.

D. Besar Sampel Besar sampel di tentukan dengan rumus Notoatmodjo (2005) sebagai berikut:

n=

N 1+ N d 2

( )

30

Keterangan : n = Besar sampel N = Besar populasi (302) D=
n=

Prediksi kepercayaan yang di tetapkan 10%(0,1)
302 1 + 302(0,1) 2

n=

302 1 + 3,02 302 4,02

n=

n = 75,12 n = 75 (responden)

E. Teknik Sampling Pengambilan sampel menggunakan tehnik Propotional random sampling dengan memperhitungkan proporsi atau jumlah populasi lansia pada wilayah kerja posyandu lansia yang di teliti. Dengan menggunakan rumus Riduwan (2005) sebagai berikut:
ni = Ni xn N

ni N Ni

: Besar sampel tiap posyandu : Populasi keseluruhan : Populasi tiap posyandu

31

n

: Jumlah Keseluruhan sampel

Jumlah sampel masing-masing Posyandu yang diteliti pada wilayah kerja UPTD Puskesmas Kecamatan Mandau adalah : Posyandu Mawar Jingga sebesar ni =
43 x 75 = 11 302 56 x75 = 14 302 49 x75 = 12 302 52 x75 = 13 302 48 x75 = 12 302 54 x 75 = 13 302

Posyandu Melati Putih sebesar

ni =

Posyandu Osaka sebesar

ni =

Posyandu Teratai sebesar

ni =

Posyandu Melati sebesar

ni =

Posyandu Anggrek Putih sebesar ni =

F. Variabel Penelitian dan Defenisi Operasional
No 1 Variabel Dependen Status Gizi Definisi Operasional Keadaan Gizi lansia yang ditentukan Dengan IMT (Supariasa, 2002) Cara ukur Menimbang Berat badan dan Mengukur tinggi badan. Atau Mengukur tinggi lutut bagi lansia yang tidak dapat berdiri tegak Cara ukur Wawancara Alat ukur Timbangan berat badan Mikrotoar (Pengukur Tinggi badan) Skala ukur Ordinal Hasil ukur 1.Kurang Baik Kurus = IMT < 17,0 Gemuk = IMT>25,0 2.Baik = normal IMT >18,5- 25,0 Alat Ukur Kuesioner Skala Ukur Ordinal Hasil Ukur 1.Rendah SD - SMP 2. Tinggi SMA - PT

1

Variabel Independen Pendidikan

Definisi Operasional Jenjang Pendidikan formal terahir yang telah diperoleh lansia (Ihsan Fuad).

32

2

Pengetahuan

3

Tindakan

Pengetahuan lansia dalam mengkonsumsi makanan terhadap status gizinya (Erna(2004). Perilaku atau kebiasaan lansia dalam mengkonsumsi makanan terhadap status gizi (Notoatmodjo, 2007).

Wawancara

Kuesioner

Ordinal

1. Rendah < Mean 2. Tinggi ≥ Mean

Wawancara

Kuesioner

Ordinal

1. Kurang < Mean 2. Baik ≥ Mean

G. Jenis dan Cara Pengumpulan Data 1. Data Primer Data yang dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuisioner langsung pada lansia di Posyandu. 2. Data Sekunder Data sekunder penelitian ini adalah berupa data dokumen, laporan, arsip yang berhubungan dengan penelitian yang dikumpulkan dari instansi yaitu UPTD Kesehatan Puskesmas Kecamatan Mandau Duri .

H. Pengolahan Data Data yang sudah diperoleh dari wawancara menggunakan kuisioner diolah dengan menggunakan komputer (software) dengan tahapan
1.

Editing (pemeriksaan data kembali) dilakukan untuk melengkapi maupun memeriksa kesalahan untuk diperbaiki guna pengolahan.

33

2.

Coding kegiatan memberi kode-kode atau simbol-simbol tertentu pada data agar memudahkan pengolahan data.

3.

Processing melakukan proses pengolahan data agar dapat dianalisa.

4. Cleaning kegiatan pengecekan kembali apakah data yang telah

dimasukkan ada kesalahan atau tidak.

I. Analisis Data 1. Analisa Univariat Adalah analisis terhadap masing-masing variabel yang diukur dalam penelitian yaitu pendidikan, pengetahuan dan tindakan ditampilkan dalam bentuk distribusi frekuensi. 2. Analisa Bivariat Analisa yang dilakukan untuk melihat hubungan antara kedua variabel, melalui variabel Independen dan variabel Dependen dengan uji Chi Square dan tingkat kepercayaan 95% dengan alpha 5% (0,05) dengan menggunakan rumus: X =∑ Keterangan : X² : Harga chi-square yang dihitung dibandingkan dengan chi-square tabel. Fo : Frekuensi yang diselidiki (observed) Fe : Frekuensi yang diharapkan. ( Fo − Fe) 2 Fe

34