You are on page 1of 13

PENGKAJIAN a.

Biodata Nama Usia Alamat Jenis kelamin Pendidikan Pekerjaan Agama Suku bangsa Tanggal masuk di rawat Diagnose medis BB : Tn.B ::: laki-laki :: seorang tukang kayu :::: glaucoma :

b. Keluhan utama penglihatan kabur.

: nyeri mata, mual-muntah, mata kemerahan,

c. Riwayat Kesehatan  Riwayat kesehatan sekarang : pupil terlihat membesar dan terfiksasi, konjungtiva kemerahan dan kornea keruh ( beruap , iris terganggu fungsinya, halo ( + ), penurunan visus, serta lapang pandang perifer   Riwayat kesehatan masa lalu :Riwayat kesehatan Keluarga :-

d. Kebutuhan Dasar Makan Minum : terganggu :-

Eliminasi : Aktivitas : terganggu Istirahat :-

e. Pola Hidup  Pengkajian Psikososial

 Spiritual Kaji bagaimana perasaan klien terhadap keadaan saat ini. ukuran diameter normal 3 – 5 cm lensa mata : transparan. pupil membesar atau tidak :::- g. terletak merata pada permukaan mata Konjungtiva (selaput lendir mata): tidak ada sumbatan. batas bawahnya berhenti pada bagian iris sama tinggi. tidak ada benjolan. apakah ia memiliki keyakinan bahwa dia dapat sembuh dan sejauh mana keinginannya untuk sembuh.Dengan memberikan penjelasan dalam setiap tindakan kepada klien. produksi air mata normal ( > 10 mm dalam waktu 5 menit dengan uji schemer ) Kornea (selaput bening mata) Iris pupil : bening dan tidak ada parut : tidak terjadi distensi. Pemeriksaan fisik mata Meliputi : 1. hal ini dapat membuat kecemasan klien dan orang tua menjadi berkurang dan membantu perawat dan tim medis dalam melakukan tindakan yang akan diberikan. 2. Pemeriksaan Segmen Anterior Palpebra (kelopak mata) : posisi kelopak mata harus simetris. Pemeriksaan fisik     Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : konjungtiva kemerahan atau tidak. Pemeriksaan segmen posterior Menggunakan Oftalmoskop (pemeriksa menggunakan mata kanan. sedangkan yang diperiksa juga mata kanan) Badan kaca dan retina Menggunakan tonometri hasilnya 50 mmHg . tidak berwarna. f. warna kedua iris sama : memberi respon bila ada rangsang cahaya seperti membesar. avaskuler.

Pemeriksaan diagnostic Pemeriksaan Tajam Penglihatan (VISUS) Media refraksi adalah media dalam mata yang mempengerahui atau merubah arah sinar yangmasuk ke dalam mata. Lensa coba (Trial Lens Set) c. Tanda-tanda vital BB TB Nadi RR ::::- 4. Kartu Snellen. Media optik adalah media yang dilalui oleh sinar dari luar untuk sampai ke retina. yaitu kornea. dan gambar binatang. Alat2 yang dibutuhkan untuk refraksi adalah : a. yaitu kornea dan lensa. Alphabet. akan tetapi tidak semua media. bisa berupa Echart. Jarak pemeriksaan antara pasien dengan kartu Snellen pada refraksi adalah refraksi : 6 M. dan badan kaca.3. bilik mata depan. dan 3 M (memakai kaca pantul ) * Media refraksi termasuk media optik. Ada 3 jenis : Kertas Elektrik Proyektor b. 5 M. Gagang coba Trial (Frame) Untuk pemeriksaan visus bila penderita tidak bisa membaca kartu Snellen maka dilakukan dengan : hitung jari goyangan tangan Cahaya gelap / terang . lensa. pupil.

Data Pasien Etiologi Masalah Gangguan nyaman: nyeri rasa DO : hasil pemeriksaan TIO meningkat di dapat TIO 50 mmHg DS : Klien mengeluh Inflamasi spasme otot nyeri mata nyeri 2 DO: -kornea keruh (beruap) -Halo (+) -penurunan visus -lapang pandang perifer. DO : Gangguan pemenuhan nutrisi DS : klien mengeluh Batang otak mual dan muntah Cereblum Zona kemoreseptor pencetus Saraf vagal Gaster Asam meningkat lambung Mual dan muntah .ANALISA DATA No 1. DS: -klien TIO meningkat Gangguan persepsi sensorik visual Mata merah Konjungtiva kemerahan mengeluh Penurunan sensori TIO meningkat persepsi penglihatan kabur 2.

Gangguan kebutuhan DO: DS: pemenuhan Meningkatkan secara cepat TIO Resiko cedera menekan aliran darah ke saraf optic dan retina Merusak serabut saraf Iskemik Sel mati Kerusakan jaringan Menurunnya pandang lapang Resiko cedera M 3 DO: DS: Meningkatkan secara cepat TIO Cemas Mengganggu dehidrasi endotel fungsi permukaan Edema kornea ( epitel dekompensasi kornea) .

mengetahui pemberian intervensi yang sesuai b.Kornea banyak air Menurunkan visus cemas DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan peningkatan tekanan intra okuler ditandai dengan nyeri 2. 3. kornea keruh (beruap). Halo (+). Resiko cedera yang berhubungan dengan penurunan pandangan perifer 5. Cemas berhubungan dengan menurunnya visus ASUHAN KEPERAWATAN No Diagnosa Keperawatan 1.penurunan visus dan lapang pandang perifer. observasi skala nyeri a. Gangguan nyaman berhubungan rasa Tupen: dalam 1x24 jam a. tekanan pada Tujuan Intervensi Rasional rasa nyaman klien dan TTV dengan peningkatan dapat kembali pulih tekanan intra okuler dengan ditandai nyeri dengan hasil:  klien tidak criteria b. Perubahan persepsi sensori yang berhubungan dengan penurunan lapang pandang ditandai dengan klien mengeluh penglihatan kabur. kornea keruh (beruap). Gangguan pemenuhan nutrisi berhubungan dengan iritasi saraf vagal ditandai dengan pasien mengeluh mual dan muntah 4. pertahankan tirah ketat posisi fowler cegah tindakan yang dapat baring pada semi dan mata meningkat jika tubuh datar dan maneuver mengeluh nyeri mata  berkurangnya tekanan okuler intra Valsava diaktifkan seperti aktivitas tersebut pada meningkatka .

mengidentifikasi kemajuan atau haluan tiap 8 jam saat klien mendapatkan agens osmotic intravena penyimpangan dari hasil yang diharapkan KOLABORATIF a. berikan analgesic narkotik a.Tupan: Klien nyaman merasa untuk n TIO ( batuk. mengontrol . stress dan sinar akan meningkatkan TIO yang dapat mencetuskan nyeri d. observasi asupan – mata d. bersin dan mengejan ) beraktivitas sehari hari c. observasi ketajaman penglihatan setiap waktu sebelum penetesan obat yang diresepkan e. berikan lingkungan gelap tenang dan c. mengidentifikasi kemajuan atau penyimpangan dari hasil yang diharapkan e.

-mencari saat perubahan visual -mendapatkan kembali d. observasi situasi dengan deskripsi fungsional apa dapat dilihat/tidak yang b. sesuaikan terjadi saat TIO lingkungan dengan kemampuan bantuan terjadi d. meningkatkan self care dan meningkat di atas mengurangi ketergantungan pandang level aman. menentukan kemampuan visual ketajaman penurunan penglihatan pandang meningkat batas individu mengeluh criteria hasil: - ditandai dengan : DS : -klien penglihatan kabur DO: -kornea (beruap) -Halo (+) -penurunan visus -lapang perifer. mengidentifikasikan keruh tipe perubahan visual yang dapat c. observasi ketajaman penglihatan klien dalam b. Nyeri berat dapat akan mencetuskan maneuver Valsava dan meningkatkan TIO 2. Perubahan persepsi Tupen: sensori berhubungan dengan lapang yang dalam 1x24 jam a. memberikan keakuratan terhadap penglihatan dan perawatan a. observasi jumlah dan tipe rangsangan yang diterima klien dapat dan penglihatan c. meningkatkan rangsangan pada waktu penglihatan menurun mempertahankan visus normal dengan pengobatan Kolaborasi : .untuk mengurangi rasa nyeri nyeri.

Buat pilihan a. melarutkan . Anjurkan makan sedikit tapi c. diamox. ditandai dengan kriteria: rasa mual dan muntah berkurang Tupan: kebutuhan mengeluh mual dan muntah menyediakan makanan untuk makan klien terpenuhi dan adekuat b. untuk menurunkan tekanan intra okuler (TIO) 3. xalatan manitol sesuai indikasi dan a. Gangguan pemenuhan berhubungan Tupen: nutrisi dalam 1x24 jam. Pertahankan jadwal penimbangan berat klien teratur badan secara b. Pasien menu ada izinkan pasien untuk mengontrol pilihan sebanyak mungkin nutrisi yang dan meningkat yang kepercayaan dirinya merasa mengontrol lingkungan lebih suka dan dengan iritasi saraf klien vagal dengan pasien  terpenuhi. Kebutuhan nutrisi a. Memberikan catatan penurunan dan/atau peningkatan berat badan lanjut yang akurat c. Sering makan mempertahanka n netralisasi sering/makan HCl.a. Berikan betoptic.

Menentukan makanan yang tepat untuk klien menentukan kebutuhan kalori harian yang adekuat b. menurunkan resiko cedera . orientasikan lingkungan a. kolaborasi dengan gizi ahli untuk a. Makan mencegah distensi sedikit gaster menghindari banyak makan Kolaborasi yang berlebihan a.an kecil. memungkinkan ringan dengan tambahan makanan yang disukai bila ada variasi makanan sediaan akan memampukan pasien untuk mempunyai pilihan terhadap makanan yang dapat dinikmati 4. makan waktu teratur. pada yang dan minimal mukosa lambung. isi pada lambung kerja asam mengunyah makanan dengan perlahan. Berikan diet dan makanan b. Resiko cedera yang Tupen: berhubungan dalam 1x24 jam a.

awasi untuk dan c. sesuai c. meminimalkan resiko dan meningkatkan rasa aman bagi pasien.dengan penurunan klien memahami dapat faktor dan lain situasi dan untuk pandangan perifer meningkatkan pengenalan akan lingkungan sekitar yang terlibat dalam kemungkinan cedera kriteria : -menunjukkan perubahan perilaku. pola hidup untuk menurunkan faktor resiko dan untuk b. mengontrol kegiatan pasien dan menurunkan bahaya keamanan. meningkatkan kemandirian melindungi diri dari cedera -mengubah lingkungan indikasi meningkatkan keamanan. cedera temani pasien dalam melakukan aktivitas d. digunakan untuk ketidaknyamana n ringan . dorong pasien untuk melakukan aktivitas sederhana d. Kolaborasi : berikan obat sesuai indikasi : a. atur lingkungan sekitar pasien . Antiemetik -analgetik seperti Empirin dengan a. menimbulkan kecelakaan. mencegah cedera. jauhkan dari benda-benda yang dapat dengan b.

Pengenalan terhadap b. kemarahan. Pasien mengalami c. tegang. Informasi dapat durasi menghilangkan kecemasan yang tak diketahui. gangguan visual. Jelaskan intervensi sedetil – gangguan visual bergantung pada masukan indra yang lingkungan baru . Dorong percakapan untuk Mekanisme koping membantu pasien berkompromi dengan kegusaran. asetaminofen (Tyenol) 5. perasaan. Orientasikan pasien pada lingkungan membantu mengurangi kecemasan dan meningkatkan keamanan c. ketakutan. dapat Tupan Klien dapat mengetahui keperibadian pasien. keputusasaan. Cemas berhubungan Tupen: dengan menurunnya dalam visus klien memahami penyebab kecemasan 1x24 jam dapat faktor a. dan penolakan. menerima penyakit dan beraktivitas seperti biasa b.kodein. dan tingkat pemahaman. Kaji dan derajat a. depresi.

perkenalkan diri pada anda setiap yang lain untuk mendapatkan informasi interaksi d.detilnya. Dorong partisipasi keluarga atau orang yang d. Pasien mungkin tak mampu melakukan semua tugas berarti dalam perawatan pasien sehubungan dengan penanganan dan perawatan diri .