BAB III PERCOBAAN 2 GERBANG-GERBANG LOGIKA 3.

1 Tujuan Percobaan
1. Mengetahui macam-macam gerbang logika dan IC TTL digital.

2. Membuat rangkaian gerbang logika dengan IC TTL digital. 3. Membuktikan tabel kebenaran gerbang-gerbang digital pada AND, OR, NOT, NAND, NOR, EX-OR, dan EX-NOR. 3.2 Alat dan Bahan 1. Protoboard 2. Resistor 220 Ω 3. Power Supply 5 V 4. Kabel Jumper 5. LED
6. IC 7408, IC 7432, IC 7404, IC 7400, IC 7402, IC 7486, dan IC 74266

7. Multimeter

3.3 Langkah Percobaan 3.3.1 Operasi AND
Vc c Vcc

A B

Q

A B

Q A B

Q A B

Q

A B

Q

A

B

C

D

E

Gambar 3.1 Gambar operasi dengan gerbang AND

1. Menyiapkan Protoboard dan memasang IC 7408 pada papan percobaan.

2. Merangkai rangkaian sesuai urutan percobaan. 3. Memberikan kombinasi masukan untuk tiap-tiap rangkaian percobaan. 4. Mencatat hasil keluaran dan mengamati LED. 5. Melakukan percobaan untuk rangkaian AND yang lain. 3.3.2 Operasi OR
Vcc
V c c A B Q A B Q A B Q A B Q A B Q A B A B C D E A B C D E Q A B Q A B Q A B Q A B Q

Vcc
V c c

A B

Q

A B

Q A B

Q A B D

Q

A B E

Q

A

B

C

Gambar 3.2 Gambar operasi dengan gerbang OR

1. Menyiapkan Protoboard dan memasang IC 7432 pada papan percobaan.

2. Merangkai rangkaian sesuai urutan percobaan. 3. Memberikan kombinasi masukan untuk tiap-tiap rangkaian percobaan. 4. Mencatat hasil keluaran dan mengamati LED.

5. Melakukan percobaan untuk rangkaian AND yang lain. 3.3.3 Operasi NOT
Vcc Vcc

A

Q

A

Q A

Q A

Q

A

Q

A

B

C

D

E

Gambar 3.3 Gambar operasi dengan gerbang NOT

1. Menyiapkan Protoboard dan memasang IC 7404 pada papan percobaan.

2. Merangkai rangkaian sesuai urutan percobaan. 3. Memberikan kombinasi masukan untuk tiap-tiap rangkaian percobaan. 4. Mencatat hasil keluaran dan mengamati LED. 5. Melakukan percobaan untuk rangkaian NOT yang lain. 3.3.4 Operasi NAND
Vc c Vcc

A B

Q

A B

Q A B

Q A B D

Q

A B E

Q

A

B

C

Gambar 3.4 Gambar operasi dengan gerbang NAND

1. Menyiapkan Protoboard dan memasang IC 7400 pada papan percobaan.

2. Merangkai rangkaian sesuai urutan percobaan. 3. Memberikan kombinasi masukan untuk tiap-tiap rangkaian percobaan. 4. Mencatat hasil keluaran dan mengamati LED. 5. Melakukan percobaan untuk rangkaian NAND yang lain.

3.3.5 Operasi NOR
Vc c Vc c

A B DA

Q

A B B

Q A B C

Q A B

Q

A B E

Q

Gambar 3.5 Gambar operasi dengan gerbang NOR

1. Menyiapkan Protoboard dan memasang IC 7433 pada papan percobaan.

2. Merangkai rangkaian sesuai urutan percobaan. 3. Memberikan kombinasi masukan untuk tiap-tiap rangkaian percobaan. 4. Mencatat hasil keluaran dan mengamati LED. 5. Melakukan percobaan untuk rangkaian NOR yang lain. 3.3.6 Operasi EX-OR

Vc c

Vc c

A B

Q

A B

Q A B

Q A B

Q A B

Q

A

B

C

D

E

Gambar 3.6 Gambar operasi dengan gerbang EX-OR

1. Menyiapkan Protoboard dan memasang IC 7486 pada papan percobaan.

2. Merangkai rangkaian sesuai urutan percobaan. 3. Memberikan kombinasi masukan untuk tiap-tiap rangkaian percobaan. 4. Mencatat hasil keluaran dan mengamati LED. 5. Melakukan percobaan untuk rangkaian EX-OR yang lain.

78 D Q LED 0 Mati 0 Nyala 0 1 Nyala Mati V 0.84 Q 0 0 0 1 C V 0. 2.3.05 E Q 0 0 0 1 LED Mati Mati Mati Nyala .4. Merangkai rangkaian sesuai urutan percobaan.1 Tabel Data Percobaan Operasi AND Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V 0.15 0.80 2.11 2.52 0.15 2. Mencatat hasil keluaran dan mengamati LED.11 0.52 4. Melakukan percobaan untuk rangkaian EX-NOR yang lain.1 Operasi AND Tabel 3.82 Q 0 0 0 1 V 0.15 5.7 Gambar operasi dengan gerbang EX-NOR 1.15 0. 3. Menyiapkan Protoboard dan memasang IC 74266 pada papan percobaan. Memberikan kombinasi masukan untuk tiap-tiap rangkaian percobaan.07 Q 0 0 0 1 B V 0.3.80 4.52 0. 5.15 0.15 0.11 0.4 Data Percobaan 3. 4.26 2.7 Operasi EX-NOR Vc c Vc c A B Q A B Q A B Q A B A B Q A B C D E Gambar 3. 3.

3Tabel Data Percobaan Operasi NOT Input A 0 1 A V Q 4.55 1 V 4.38 4.45 2.4.4.26 4.45 2.01 5.23 0.75 E Q 1 0 1 0 LED Mati Mati Mati Mati 3.03 D Q LED 0 Nyala 1 Mati 1 1 Mati Mati V 0.45 E Q LED 0 Mati 1 Nyala 1 1 Nyala Nyala 3.37 4.20 0.4.39 1 B V Q 5.20 0.76 Q 1 0 1 0 V 4.64 D Q 1 0 1 0 LED Mati Mati Mati Mati V 4.13 2.94 E Q LED 1 Nyala .2Tabel Data Percobaan Operasi OR Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V 0.20 0.4 Operasi NAND Tabel 3.75 E Q 1 0 LED Mati Mati 3.4.64 4.37 3.70 Q 1 0 1 0 B V 4.40 D Q 1 LED Mati V 2.18 0.35 1 C V Q 2.23 0.3.23 1 0.78 Q 1 0 1 0 C V 4.5 Operasi NOR Tabel 3.78 4.64 D Q 1 0 LED Mati Mati V 4.38 Q 0 1 1 1 V 0.38 Q 0 1 1 1 B V 0.14 2.45 5.5Tabel Data Percobaan Operasi NOR Input A B 0 0 A V Q 4.76 4.20 0.14 3.2 Operasi OR Tabel 3.70 0 B V Q 4.01 Q 0 1 1 1 C V 0.3 Operasi NOT Tabel 3.70 4.18 0.18 0.18 0.38 3.4Tabel Data Percobaan Operasi NAND Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V 4.18 1 0.40 5.20 1 0.78 0 C V Q 4.75 4.76 0 V 4.18 0.20 0.14 4.13 3.

6Tabel Data Percobaan Operasi EX-OR Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V 0.10 0.4.39 0 0.58 1 0.13 4.6 Operasi EX-OR Tabel 3.18 2.20 4.16 3.15 0.93 1.0 1 1 1 0 1 0.13 0.12 4.24 0.13 4.13 4.09 0.18 4.7 Operasi EX-NOR Tabel 3.15 Q 0 1 1 0 B V 0.17 0.09 0.94 1.16 5.20 4.12 D Q LED 1 Mati 0 Nyala 0 1 Nyala Mati V 2.89 0 1 V 3.08 0 0 0 0.16 0.18 4.01 E Q LED 1 Nyala 0 Mati 0 1 Mati Nyala .7Tabel Data Percobaan Operasi EX-NOR Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V Q 4.16 0 0.04 1 0.46 0 1 B V Q 5.4.46 4.06 0 0 0 1.50 E Q LED 0 Mati 1 Nyala 1 0 Nyala Mati 3.09 0.06 0.82 0.07 0.16 Q 0 1 1 0 V 0.15 D Q LED 0 Mati 1 Nyala 1 0 Nyala Mati V 0.13 4.02 0 1 C V Q 3.50 Q 0 1 1 0 C V 0.21 1 0.21 0 0.10 0 0 0 Mati Mati Mati 3.65 0.13 4.17 0.65 0.84 0.93 0 0 0 Nyala Nyala Nyala 0.16 0.13 4.62 0 0 0 0.

digunakan IC TTL untuk mengaplikasikan tiap gerbang-gerbang logika tersebut. Gambar 3. NAND. NOT. Sebuah gerbang logika memunyai satu terminal output dan satu atau lebih terminal input. EX-OR. dan EX-NOR. yang berfungsi . dan bekerja jika diberi tegangan 5 V. Jika dikehendaki nilai 0. Gambar 3. input A berada pada kaki 1 dari IC yang digunakan.3. Output-outputnya bernilai HIGH (1) atau LOW (0) tergantung dari level-level digital pada terminal inputnya. Jika dikehendaki nilai 1. dan output ada di kaki 3. Dalam percobaan ini. OR. input B di kaki 2.5 Analisa dan Pembahasan Gerbang Logika adalah dasar yang membentuk rangkaian elektronika digital. NOR. maka input dihubungkan ke kaki 14. yang berfungsi sebagai Ground. maka input dihubungkan ke kaki 7.8 Rangkaian gerbang logika Ada 7 gerbang logika dasar : AND.9 Penampang IC TTL Dalam rangkain pada percobaan ini. Jenis IC TTL menggunakan transistor sebagai bahan utamanya dan digunakan sebagai variasi logika.

3. Operasi ini hanya akan menghasilkan nilai benar jika kedua variabel bernilai benar.5.10 Gambar Simbol dan Fungsi Gerbang AND • Tabel kebenaran Tabel 3. Gambar 3.).1 Operasi AND • Teori singkat Operasi AND adalah operasi yang bila 1 dipasangkan dengan 1 akan menghasilkan nilai 1 dan bila inputan 1 atau 0 dipasangkan dengan 0 akan menghasilkan nilai 0. karena IC 7408 adalah IC yang dibangun dari gerbang logika dasar AND. Gambar 3.11 Gerbang AND dalam IC 7408 .8 Tabel Kebenaran Operasi AND Input A B 0 0 0 1 1 1 • Gerbang IC 0 1 Output X 0 0 0 1 IC yang digunakan untuk operasi AND adalah IC 7408.sebagai tegangan masukan (Vcc). Operasi AND dilambangkan dengan dot (. selain itu akan bernilai salah.

1.1.52 0. yaitu jalan menuju keluarannya diberi sumber tegangan (Vcc) dan resistor sebesar 220 Ω.1 Operasi AND kondisi A Pada kondisi A. Sehingga tegangan Vout yang keluar akan lebih besar dari tegangan Vout pada percobaan A Tabel 3.15 0 0.15 5.2 Operasi AND kondisi B Pada kondisi B. namun diberi pembebanan pull-up. IC 7408 dirangkai seperti biasa. yang apabila diberi input masukan dengan kedua-duanya bernilai 1.5. Tabel 3. IC 7408 dirangkai seperti biasa. dan diberi nilai pada input sesuai dengan yang dikehendaki. input B di kaki 2.5. dengan input A di kaki 1. 3. dan output di kaki 3.3.9 Hasil Percobaan Operasi AND kondisi A Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V Q 0. maka nilai keluarannya bernilai satu juga.07 0 1 Berdasarkan tabel diatas dapat kita lihat bahwa bila kedua input dihubungkan ke Vcc maka tegangan outputnya mendekati 5V. Hal ini sesuai dengan teori dari gerbang AND. selain itu nilainya 0.52 Q 0 0 0 .10 Hasil Percobaan Operasi AND kondisi B Input A B 0 0 0 1 1 0 B V 0.52 0.15 0 0.

dan pada outputnya diberi pembebanan pull-down. 3. .11 0 0. Sehingga pada teorinya Vout kondisi B akan lebih besar dari Vout kondisi A. tegangan keluaran lebih rendah pada input 1 dan 1 .1 1 4. output di kaki 3. sehingga tegangan Vout yang keluar akan lebih kecil dari tegangan Vout pada percobaan A. Kesalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti kesalahan pemasangan rangkaian.11 0 0.11 2. dan kurang presisinya alat. didapatkan output (B) yang lebih besar dari output (A) pada input 1 dan 1.82 0 1 Berdasarkan tabel hasil percobaan kondisi C. Tabel 3. IC 7408 dirangkai seperti biasa. Sedangkan pada ketiga input-an lainnya didapatkan output (B) lebih besar daripada output A. Terlihat pada tabel diatas bahwa jika dibandingkan dengan Output pada kondisi normal (A). dengan input A di kaki 1.3 Operasi AND kondisi C Pada kondisi C. kurang teliti membaca besaran. ini disebabkan pembebanan pull-down mempunyai fungsi untuk menurunkan tegangan. input B di kaki 2.1. dapat dilihat bahwa nilai tegangan output pada kondisi C lebih kecil dibandingkan pada posisi A.11 Hasil Percobaan Operasi AND kondisi C Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 C V Q 0.84 1 Pembebanan pull-up mempunyai fungsi untuk menaikkan tegangan output. Seharusnya.5.

yang secara teori seharusnya LED tersebut menyala.4 Operasi AND kondisi D Pada kondisi D. IC 7408 dirangkai dengan input A di kaki 1.5. Tabel 3. meskipun output logikanya 0 tetapi LED mati. pemberian resistor yang diseri dengan LED dimaksudkan untuk membatasi arus yang melewati LED tersebut. 3. namun sebaliknya ketika Vout berlogika 1 maka tidak terdapat perbedaan potensial sehingga LED tidak menyala Pada tabel diatas. sehingga secara default IC mendapatkan logika 1 (Vcc berlogika 1). Namun pada input A= 0 dan B=0.5.80 2.13Hasil Percobaan Operasi AND kondisi E Input E .80 4.12Hasil Percobaan Operasi AND kondisi D Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 0. Hal ini disebabkan LED yang rusak dan kesalahan dalam menyusun rangkaian. LED akan menyala. dan diberi beban dan LED pada ground yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya. input B di kaki 2.Sama seperti kondisi D.3. sedangkan jika bernilai 0. Tabel 3.78 D Q LED 0 Mati 0 Nyala 0 1 Nyala Mati Pada rangkaian ini output dihubungkan ke Vcc. dan diberi beban dan LED pada Vcc yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya. Pemberian resistor yang diseri dengan LED dimaksudkan untuk membatasi arus yang melewati LED tersebut. LED tidak menyala karena output digitalnya bernilai 1. Ketika Vout berlogika 0 maka terdapat perbedaan potensial antara Vout dan Vcc sehingga LED akan menyala.1. dan output di kaki 3. IC 7408 dirangkai dengan input A di kaki 1. dan output di kaki 3.5 Operasi AND kondisi E Pada kondisi E.1.26 2. input B di kaki 2.

05 Q 0 0 0 1 LED Mati Mati Mati Nyala Berdasarkan data pada tabel hasil percobaan diatas.15 0.5. 3.14 Tabel Kebenaran Operasi OR Input Output . sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 0 V dari ground akan memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 0 = 5 V. Operasi OR dilambangkan dengan plus (+).12 Gambar Simbol dan Fungsi Gerbang OR • Tabel kebenaran Tabel 3. LED menyala pada kondisi active high yaitu ketika outputnya menghasilkan nilai 1. yang menyebabkan LED menyala.2 Operasi OR • Teori singkat Operasi OR adalah operasi yang bila salah satu variabelnya bernilai 1 maka akan menghasilkan nilai 1. Bila dibandingkan antara data hasil percobaan dengan teori maka hasilnya sesuai. namun bila kedua variabelnya bernilai 0 maka output yang dihasilkan adalah 0.15 0. Gambar 3. maka tidak terdapat tegangan di output. Kondisi ini dikarenakan pada operasi AND kondisi E. sedangkan jika outputnya bernilai 0. sehingga 0 – 0 = 0 V yang menyebabkan LED tidak menyala. Jika outputnya menghasilkan rnilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya.15 2.A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 0. outputnya dihubungkan ke ground. LED akan tidak menyala. Jika output yang dihasilkan bernilai 0.

karena IC 7432 adalah IC yang dibangun dari gerbang logika dasar OR.A B 0 0 0 1 1 1 • Gerbang IC 0 1 X 0 1 1 1 IC yang digunakan untuk operasi OR adalah IC 7432.14 Q 0 .13 Gerbang OR dalam IC 7432 3. Ketika salah satu inputan berlogika 1 atau keduanya berlogika 1 maka Vout yang dihasilkan akan mendekati 5 volt atau berlogika 1. dan output di kaki 3.5. dan diberi nilai pada input sesuai dengan yang dikehendaki.15Hasil Percobaan Operasi OR kondisi A nol volt atau Input A B 0 0 A V 0. dengan input A di kaki 1.1 Operasi OR kondisi A Pada kondisi A.2. IC 7432 dirangkai seperti biasa. input B di kaki 2. Dan ketika semua inputanya berlogika 0 maka tegangan keluaran yang dihasilkan akan mendekati berlogika 0 Tabel 3. Gambar 3.

tetapi data menunjukkan tidak demikian. jika keduaduanya 0. input B di kaki 2. IC 7408 dirangkai seperti biasa.37 4.2.38 1 1 1 berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas.0 1 1 1 0 1 4. yang apabila salah satu atau kedua input bernilai 1.13 0 3. tegangan output mendekati 5V ketika salah satu atau kedua input dihubungkan ke Vcc. namun diberi pembebanan pull-up. IC 7432 dirangkai seperti biasa. dengan input A di kaki 1.2. yaitu jalan menuju keluarannya diberi sumber tegangan (Vcc) dan resistor sebesar 220 Ω. Tabel 3.16 Hasil Percobaan Operasi OR kondisi B Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 B V Q 0.01 1 1 Terlihat pada tabel diatas bahwa jika dibandingkan dengan Output pada kondisi normal (A). maka nilainya 0. Namun pada input 0 dan 1. tegangan keluaran lebih tinggi . Hal ini sesuai dengan teori dari gerbang OR.5. Hal ini disebabkan kurang teliti dalam pengukuran. output di kaki 3. dan pada outputnya diberi pembebanan pull-down.5. 3.01 5. maka nilai keluarannya bernilai 1.3 Operasi OR kondisi C Pada kondisi C. 3. Hal ini dikarenakan pembebanan pull-up mempunyai fungsi untuk menaikkan tegangan output.38 4.45 1 5. .2 Operasi OR kondisi B Pada kondisi B. output seharusnya mendekati 5.

3. input B di kaki 2.40 5.14 0 3. dan output di kaki 3. IC 7432 dirangkai dengan input A di kaki 1. LED menyala pada kondisi active lowjika outputnya bernilai 0.26 4. LED akan tidak dmenyala.5. ini disebabkan pembebanan pull-down mempunyai fungsi untuk menurunkan tegangan.2. dapat dilihat bahwa nilai tegangan output yang dihasilkan pada operasi OR kondisi C lebih kecil dibandingkan pada kondisi A. sedangkan jika bernilai 1.03 D Q LED 0 Nyala 1 Mati 1 1 Mati Mati berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas. Kondisi ini disebabkan karena pada kondisi .38 1 1 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel kondisi C.14 2.4 Operasi OR kondisi D Pada kondisi D. Tabel 3. Pemberian resistor dimaksudkan untuk membatasi arus yang melewati LED.18Hasil Percobaan Operasi OR kondisi D Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 0.37 1 3. dan diberi beban dan LED pada Vcc yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya.38 3.17Hasil Percobaan Operasi OR kondisi C Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 C V Q 0.Tabel 3.

D. Kondisi ini disebabkan karena pada kondisi E. outputnya dihubungkan ke ground. 3.19Hasil Percobaan Operasi OR kondisi E Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 013 2. dan diberi beban dan LED pada ground yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya.Pemberian resistor dimaksudkan untuk membatasi arus yang melewati LED. Jika outputnya bernilai 0.5 Operasi OR kondisi E Pada kondisi E. outputnya dihubungkan ke Vcc. sehingga 5 – 0 = 5 V yang menyebabkan LED menyala. Tabel 3. yang menyebabkan LED menyala. maka tidak terdapat tegangan di output. data sudah sesuai dengan teori yang diberikan.5.45 2. yang menyebabkan LED tidak menyala. sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 5 V dari Vcc dan tidak memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 5 = 0 V. sehingga 0 – 0 = 0 V yang menyebabkan LED tidak menyala.45 2. LED akan tidak dmenyala. Jika outputnya bernilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya. dan output di kaki 3. Jika outputnya bernilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya.2. Dalam data tabel diatas. sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 0 V dari ground akan memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 0 = 5 V. sedangkan jika bernilai 0. Jika outputnya bernilai 0. input B di kaki 2. . maka tidak terdapat tegangan di output. IC 7432 dirangkai dengan input A di kaki 1. LED menyala pada kondisi active high jika outputnya bernilai 1.45 E Q LED 0 Mati 1 Nyala 1 1 Nyala Nyala Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas.

.14 Gambar Simbol dan Fungsi Gerbang NO • Tabel kebenaran Tabel 3. Operasi NOT dilambangkan dengan tanda ( ¯ ) diatas variabel atau tanda single apostrope ( ‘ ). akan mengubah logik 0(salah) menjadi logik 1(benar). Operasi ini akan mengubah logik 1(benar) menjadi 0(salah) dan sebaliknya. karena IC 7404 adalah IC yang dibangun dari gerbang logika dasar NOT. Gambar 3.3.20 Tabel Kebenaran Operasi NOT Input A 0 1 • Gerbang IC Output X 1 0 IC yang digunakan untuk operasi NOT adalah IC 7404.5.3 Operasi NOT • Teori singkat Operasi NOT merupakan suatu operasi yang menghasilkan keluaran nilai kebalikannya.

Tabel 3. 3. yaitu jalan menuju keluarannya diberi sumber tegangan (Vcc) dan resistor sebesar 220 Ω. IC 7404 dirangkai seperti biasa. maka output bernilai 1.70 Q 1 0 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas.1 Operasi NOT kondisi A Pada kondisi A.15 Gerbang NOTdalam IC 7404 3. dan diberi nilai pada input sesuai dengan yang dikehendaki. terlihat bahwa tegangan output mendekati 5V ketika input dihubungkan ke ground. ini dikarenakan pembebanan pull-up mempunyai fungsi untuk menaikkan tegangan output. Seharusnya tegangan keluaran lebih tinggi. dan output di kaki 3.5. maka output bernilai 0. yang apabila input bernilai 0.2 0.3. dengan input A di kaki 1.2.22 Hasil Percobaan Operasi NOT kondisi B Input A 0 1 B V 4.21 Hasil Percobaan Operasi NOT kondisi A Input A 0 1 A V 4.Gambar 3. tegangan keluaran lebih rendah.78 Q 1 0 Terlihat pada tabel diatas bahwa jika dibandingkan dengan Output pada kondisi normal (A). Kesalahan data tersebut dikarenakan kesalahan dalam pengukuran . IC 7404 dirangkai seperti biasa. Hal ini sesuai dengan teori dari gerbang NOT.5. input B di kaki 2. namun diberi pembebanan pull-up.18 0. Tabel 3.2 Operasi NOT kondisi B Pada kondisi B. sebaliknya jika input bernilai 1.

Pemberian resistor dimaksudkan untuk membatasi arus yang melewati LED.20 0. dan pada outputnya diberi pembebanan pull-down.3. IC 7404 dirangkai dengan input A di kaki 1.23 1 0.64 D Q 1 0 LED Mati Mati Pada tabel diatas. 3.5. input B di kaki 2.3 Operasi NOT kondisi C Pada kondisi C. dengan input A di kaki 1. IC 7404 dirangkai seperti biasa. output di kaki 3.4 Operasi NOT kondisi D Pada kondisi D. Seharusnya tegangan keluaran lebih kecil disbanding pada kondisi A. dan output di kaki 3.dan kesalahan dalam menyusun rangkaian. Tabel 3. dan diberi beban dan LED pada Vcc yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya.76 0 Pada tabel terlihat bahwa output pada kondisi C lebih besar dibandingkan pada kondisi A (normal).3.24Hasil Percobaan Operasi NOT kondisi D Input A 0 1 V 4.23Hasil Percobaan Operasi NOT kondisi C Input A 0 1 C V Q 4. 3. LED tidak menyala untuk kedua logikanya. Kesalahan data tersebut dikarenakan kesalahan dalam pengukuran dan kesalahan dalam menyusun rangkaian. Tabel 3. input B di kaki 2. ini dikarenakan pembebanan pulldown berfungsi untuk menurunkan tegangan keluaran. .5.

outputnya dihubungkan ke ground. maka terjadi perbedaan potensial. sehingga terdapat perbedaan 5V yang . sehingga 5 – 0 = 5 V.Seharusnya LED tidak menyala jika output digitalnya bernilai 1. Tabel 3. karena sisi anoda dari LED mempunyai 5 V dari Vcc. 3.. yang menyebabkan LED tidak menyala.5. maka terdapat perbedaan potensial. sedangkan di sisi katode mendapat output 0. dan output di kaki 3. sedangkan jika bernilai 0.5 Operasi NOT kondisi E Pada kondisi E. . sehingga 5 . Apabila dalam output digitalnya (Q) bernilai 1.3. dan diberi beban dan LED pada ground yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya.18 0. sehingga menyebabkan LED menyala. Apabila dalam output digitalnya (Q) bernilai 1. maka tidak terjadi perbedaan potensial. input B di kaki 2. dan di sisi katode mendapat output high (1) sehingga 5-5 = 0. outputnya dihubungkan ke Vcc. LED tidak menyala. jika output digitalnya bernilai 0. LED seharusnya menyala jika output digitalnya bernilai 1. dari IC. Hal ini disebabkan karena dalam rangkaian percobaan kondisi D ini. karena pada sisi anoda dari LED mempunyai nilai 5 V dari Vcc. karena pada sisi anoda dari LED disambungkan ke ground.75 C Q 1 0 LED Mati Mati Pada tabel diatas.. sedangkan jika bernilai 0. Kesalahan yang terjadi karena kesalahan pemasangan rangkaian dan kerusakan pada komponen rangkaian. IC 7404 dirangkai dengan input A di kaki 1. dan di sisi katode mendapat output high (1) dari IC.25Hasil Percobaan Operasi NOT kondisi E Input A 0 1 V 4. Namun.0 = 5V. Hal ini disebabkan karena dalam rangkaian percobaan kondisi E ini. LED akan menyala.

sedangkan di sisi katode mendapat output 0.5.4 Operasi NAND • Teori singkat Gerbang NAND terdiri dari dua atau lebih dari masukan dan sebuah sinyal keluaran. Keluaran akhir adalah hasil operasi NOTAND dari masukannya. Namun. jika output digitalnya bernilai 0. sehingga menyebabkan LED tidak menyala. Gambar 3. sehingga 0 – 0 = 0 V. Gerbang ini lebih dikenal dengan gerbang NAND.16 Gambar Struktur logika NAND Simbol dari NAND sendiri merupakan penyerdehanaan dari struktur logika diatas Gambar 3.17 Gambar Simbol NAND • Tabel kebenaran . 3. Keslahan yang terjadi disebabkan oleh LED yang sudah rusak dan kesalahan dalam pemasangan rangkaian. maka tidak terdapat perbedaan potensial.menyebabkan LED menyala. Gambar di bawah menunjukkan struktur logika dari gerbang AND dan sebuah gerbang NOT. Semua masukan harus berharga tinggi untuk menghasilkan keluaran rendah. karena sisi anoda dari LED mempunyai 0 V dari ground.

karena IC 7400 adalah IC yang dibangun dari gerbang logika dasar NAND. Gambar 3. terlihat bahwa tegangan keluar mendekati 5V ketika salah satu atau kedua input terhubung pada ground dan bila kedua input bernilai 1 maka nilainya akan mendekati 0. input B di kaki 2. yang .4.1 Operasi NAND kondisi A Pada kondisi A. dan output di kaki 3.65 5. IC 7400 dirangkai seperti biasa.5.20 0. dan diberi nilai pada input sesuai dengan yang dikehendaki.27 Hasil Percobaan Operasi NAND kondisi A Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V 4.26 Tabel Kebenaran Operasi NAND Input A B 0 0 0 1 1 1 • Gerbang IC 0 1 Output X 1 1 1 0 IC yang digunakan untuk operasi NAND adalah IC 7400.Tabel 3.19 5. Hal ini sesuai dengan teori dari gerbang NAND.41 Q 1 1 1 0 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas.18 Gerbang NAND dalam IC 7400 3. dengan input A di kaki 1. Tabel 3.

namun diberi pembebanan pull-up.merupakan INVERS/NOT dari output AND. 3.86 Q 1 1 1 0 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel kondisi B.42 5.28 Hasil Percobaan Operasi NAND kondisi B Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 B V 5. dapat dilihat bahwa nilai tegangan di kondisi B lebih besar dibandingkan pada kondisii A. yaitu jalan menuju keluarannya diberi sumber tegangan (Vcc) dan resistor sebesar 220 Ω.3 Operasi NAND kondisi C Pada kondisi C.47 3. Tabel 3.29Hasil Percobaan Operasi NAND kondisi C Input A B 0 0 0 1 1 0 C V 3. IC 7400 dirangkai seperti biasa.34 5.5. dan pada outputnya diberi pembebanan pull-down.2 Operasi NAND kondisi B Pada kondisi B. ini disebabkan pembebanan pull-up mempunyai fungsi untuk menaikan tegangan. dengan input A di kaki 1. Tabel 3.49 3.46 Q 1 1 1 . IC 7400 dirangkai seperti biasa. 3. output di kaki 3.5.41 0.4.4. input B di kaki 2.

maka tidak terdapat tegangan di output. dan diberi beban dan LED pada ground .21 4.30Hasil Percobaan Operasi NAND kondisi D Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 5. 3. input B di kaki 2.5. sehingga 5 – 0 = 5 V yang menyebabkan LED menyala. Jika outputnya bernilai 0. outputnya dihubungkan ke Vcc.5.41 D Q 1 1 1 0 LED Mati Mati Mati Nyala Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas. ini disebabkan pembebanan pull-down mempunyai fungsi untuk menurunkan tegangan.4. Kondisi ini disebabkan karena pada kondisi D. sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 5 V dari Vcc dan tidak memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 5 = 0 V. sedangkan jika bernilai 1. Tabel 3.4. input B di kaki 2. yang menyebabkan LED tidak menyala. IC 7400 dirangkai dengan input A di kaki 1. Jika outputnya bernilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya.4 Operasi NAND kondisi D Pada kondisi D. dan output di kaki 3. LED menyala pada kondisi active low jika outputnya bernilai 0. dan output di kaki 3.1 1 0. dapat dilihat bahwa nilai tegangan di kondisi C lebih kecil dibandingkan pada posisi A. LED tidak menyala.33 0 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel kondisi C. dan diberi beban dan LED pada Vcc yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya. IC 7400 dirangkai dengan input A di kaki 1.24 0. 3.5 Operasi NAND kondisi E Pada kondisi E. Pemberian resistor yang diseri dengan LED dikarenakan untuk membatasi arus yang melewati LED.63 5.

maka tidak terdapat tegangan di output.5. Jika outputnya bernilai 0. LED pada kondisi active high menyala jika outputnya bernilai 1. LED tidak dmenyala.63 4.yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya. sehingga 0 – 0 = 0 V yang menyebabkan LED tidak menyala. yang menyebabkan LED menyala. sedangkan jika bernilai 0. Kondisi ini disebabkan karena pada kondisi E.5 Operasi NOR • Teori singkat Operasi NOR merupakan perpaduan dari operasi OR dan NOT.45 E Q LED 1 Nyala 1 Nyala 1 0 Nyala Mati Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas. 3. Tabel 3.31Hasil Percobaan Operasi NAND kondisi E Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 3.63 0. sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 0 V dari ground akan memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 0 = 5 V. Operasi NOR kan menghasilkan keluaran OR yang di inverskan. . Operasi NOR mempunyai dua buah lambang yaitu lambang OR (+) dan NOT ( ‘ ).13 3. outputnya dihubungkan ke ground.Pemberian resistor yang diseri dengan LED dikarenakan untuk membatasi arus yang melewati LED. Jika outputnya bernilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya.

.19 Gambar Struktur logika NOR Simbol dari NOR sendiri merupakan penyerdehanaan dari struktur logika diatas Gambar 3.32 Tabel Kebenaran Operasi NOR Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 Output X 1 0 0 0 • Gerbang IC IC yang digunakan untuk operasi NOR adalah IC 7402.Gambar 3.20 Gambar Simbol NOR • Tabel kebenaran Tabel 3. karena IC 7402 adalah IC yang dibangun dari gerbang logika dasar NOR.

3. IC 7402 dirangkai seperti kondisi A.21 Gerbang NOR dalam IC 7402 Jika dicermati dengan baik. dan diberi nilai pada input sesuai dengan yang dikehendaki.08 0 0 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas. input B di kaki 3. maka output bernilai 1.5. dengan output di kaki 1. 3.5. terlihat bahwa tegangan keluar mendekati 5V ketika kedua input terhubung pada ground.1 Operasi NOR kondisi A Pada kondisi A.39 1 0. IC 7402 ini berbeda dengan IC yang lain karena input ada pada kaki 2 dan 3.33 Hasil Percobaan Operasi NOR kondisi A Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V Q 4. namun diberi . yang merupakan INVERS/NOT dari output OR. dan output di kaki 1.09 0. Hal ini sesuai dengan teori dari gerbang NOR.5.2 Operasi NOR kondisi B Pada kondisi B. yaitu jika input kedua-duanya 0.Gambar 3.09 0 0. IC 7402 dirangkaidengan input A di kaki 2.5. Tabel 3.

ini disebabkan pembebanan pull-down mempunyai fungsi untuk menurunkan tegangan.5.pembebanan pull-up.5. input B di kaki 3. dan output di kaki 1. IC 7402 dirangkai dengan input A di kaki 2.06 0 0.65 0 0.55 1 0.62 0 0 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel kondisi B. dan pada outputnya diberi pembebanan pulldown. Tabel 3.5. IC 7402 dirangkai dengan input A di kaki 2. dan diberi beban dan LED pada Vcc yang .4 Operasi NOR kondisi D Pada kondisi D.65 0.06 0 0 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel kondisi C. 3. dapat dilihat bahwa nilai tegangan di kondisi B lebih besar dibandingkan pada posisi A. ini disebabkan pembebanan pull-up mempunyai fungsi untuk menaikan tegangan. Tabel 3. 3.35 1 0.5. dapat dilihat bahwa nilai tegangan di kondisi C lebih kecil dibandingkan pada posisi A.07 0.3 Operasi NOR kondisi C Pada kondisi C.34 Hasil Percobaan Operasi NOR kondisi B Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 B V Q 5. yaitu jalan menuju keluarannya diberi sumber tegangan (Vcc) dan resistor sebesar 220 Ω. input B di kaki 3.35Hasil Percobaan Operasi NOR kondisi C Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 C V Q 2. output di kaki 1.

sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 5V dari Vcc tidak memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 5 = 0 V. dan output di kaki 1.94 1. Pemberian resistor yang diseri dengan LED dikarenakan untuk membatasi arus yang melewati LED. input B di kaki 3. maka tidak terdapat tegangan di output.5 Operasi NOR kondisi E Pada kondisi E. 3.5. Pemberian resistor yang diseri dengan LED dikarenakan untuk membatasi arus yang melewati LED. Tabel 3. hasilnya sudah sesuai dengan teori yang diberikan. dan diberi beban dan LED pada ground yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya.37Hasil Percobaan Operasi NOR kondisi E Input A B V E Q LED . sehingga 5 – 0 = 5 V yang menyebabkan LED menyala.93 1. sedangkan jika bernilai 1. LED menyala kondisi active low jika outputnya bernilai 0. LED akan tidak dmenyala. outputnya dihubungkan ke Vcc. IC 7402 dirangkai dengan input A di kaki 2.dihubungkan secara parallel dengan outputnya.93 D Q LED 1 Mati 0 Nyala 0 0 Nyala Nyala berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas.36Hasil Percobaan Operasi NOR kondisi D Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 4. Tabel 3. Dalam data tabel diatas.40 1.5. yang menyebabkan LED tidak menyala. Jika outputnya bernilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya. Jika outputnya bernilai 0. Kondisi ini disebabkan karena pada kondisi D.

09 0. outputnya dihubungkan ke ground. maka tidak terdapat tegangan di output.10 0. LED menyala kondisi active high jika outputnya bernilai 1. Jika outputnya bernilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya.0 0 1 1 0 1 0 1 2. Gambar 3. 3. sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 0 V dari ground akan memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 0= 5 V. sehingga 0 – 0= 0 V yang menyebabkan LED tidak menyala. Operasi EX-OR akan menghasilkan keluaran 1(benar) jika jumlah masukan yang bernilai 1(benar) berjumlah ganjil. sedangkan jika bernilai 0. LED akan tidak menyala. yang menyebabkan LED menyala.22 Gambar Kombinasi gerbang dari gerbang EX-OR Simbol dari EX-OR sendiri merupakan penyerdehanaan dari struktur logika diatas .10 1 0 0 0 Nyala Mati Mati Mati Berdasarkan pada data hasil percobaan pada tabel diatas.b) + (a.6 Operasi EX-OR • Teori singkat E-XOR berarti eklusive OR berarti “yang satu atau yang satunya tapi tidak keduanya”.b’) atau biasa ditulis a b. Jika outputnya bernilai 0. Operasi XOR merupakan hasil dari (a’.94 0.5. Kondisi ini disebabkan karena pada kondisi E.

karena IC 7486 adalah IC yang dibangun dari gerbang logika dasar EX-OR.38 Tabel Kebenaran Operasi EX-OR Input A B 0 0 0 1 1 1 • Gerbang IC 0 1 Output X 0 1 1 0 IC yang digunakan untuk operasi EX-OR adalah IC 7486. input B di kaki 2. Gambar 3.Gambar 3.39 Hasil Percobaan Operasi EXOR kondisi A Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V 0. Tabel 3.6.15 Q 0 1 1 0 .13 4. dan output di kaki 3.5.18 4.24 Gerbang EX-OR dalam IC 7486 3. IC 7486 dirangkai dengan input A di kaki 1.23 Gambar Simbol EX-OR • Tabel kebenaran Tabel 3.1 Operasi EX-OR kondisi A Pada kondisi A.15 0. dan diberi nilai pada input sesuai dengan yang dikehendaki.

Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas. yaitu jalan menuju keluarannya diberi sumber tegangan (Vcc) dan resistor sebesar 220 Ω. dan pada outputnya diberi pembebanan pulldown. Tabel 3. dapat dilihat bahwa nilai tegangan di kondisi B lebih besar dibandingkan pada kondisi A.2 Operasi EX-OR kondisi B Pada kondisi B.16 1 0 . namun diberi pembebanan pull-up. tegangan output akan mendekati 5V ketika salah satu input terhubung pada Vcc. Jika kedua input bernilai sama. input B di kaki 2.13 4.50 Q 0 1 1 0 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel kondisi B. IC 7486 dirangkai dengan input A di kaki 1. 3.40 Hasil Percobaan Operasi EX-OR kondisi B Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 B V 0.5. output di kaki 3.6. maka output bernilai 1. ini disebabkan pembebanan pull-up mempunyai fungsi untuk menaikan tegangan. Tabel 3.13 0 4.16 0. 0 ataupun 1. maka output akan bernilai 0.5.17 0. Kondisi ini terjadi sesuai dengan teori dari gerbang EX-OR.41 Hasil Percobaan Operasi EX-OR kondisi C Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 C V Q 0.3 Operasi EX-OR kondisi C Pada kondisi C.12 1 4. 3.6. bahwa jika salah satu input bernilai 1.13 4. IC 7486 dirangkai seperti kondisi A.

Hal ini disebabkan karena pada kondisi D. 3. sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 5 V dari Vccdan tidak memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 5 = 0 V. dan output di kaki 3. ini disebabkan pembebanan pull-down mempunyai fungsi untuk menurunkan tegangan.18 4.15 D Q LED 0 Mati 1 Nyala 1 0 Nyala Mati Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel diatas. sedangkan jika bernilai 1. LED tidak dmenyala. Hal ini disebabkan karena kesalahan dalam pengukuran dan kesalahan dalam menyusun rangkaian.4 Operasi EX-OR kondisi D Pada kondisi D. dapat dilihat bahwa nilai tegangan di kondisi C lebih kecil dibandingkan pada kondisi A. maka tidak terdapat tegangan di output. Jika outputnya bernilai 0. Namun pada input 1 dan 0. Tabel 3.42Hasil Percobaan Operasi EX-OR kondisi D Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 0.Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel kondisi C. IC 7486 dirangkai dengan input A di kaki 1. sehingga 5 – 0 = 5 V yang menyebabkan LED menyala. Jika outputnya bernilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya. dan diberi beban dan LED pada Vcc yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya.17 0. outputnya dihubungkan ke Vcc. LED seharusnya menyala pada kondisi active low jika outputnya bernilai 0. output C lebih besar dari output A.13 4. input B di kaki 2. Pemberian resistor yang diseri dengan LED dikarenakan untuk membatasi arus yang melewati LED.6. Kesalahan yang terjadi disebabkan oleh LED yang sudah rusak dan . yang menyebabkan LED tidak menyala.5.

dan diberi beban dan LED pada ground yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya. Seharusnya LED menyala kondisi active high jika outputnya bernilai 1. sedangkan jika bernilai 0.kesalahan dalam pemasangan rangkaian.43 Hasil Percobaan Operasi EX-OR kondisi E Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 0. sedangkan pada sisi anoda LED mempunyai nilai 0 V dari ground akan memiliki perbedaan potensial sehingga 5 – 0 = 5 V.7 Operasi EX-NOR .6. Jika outputnya bernilai 0. 3. LED akan tidak dmenyala. hasilnya sudah sesuai dengan teori yang diberikan. Dalam data tabel diatas. outputnya dihubungkan ke ground. dan output di kaki 3. Kondisi ini disebabkan karena pada kondisi E. 3.13 0. input B di kaki 2.5 Operasi EX-OR kondisi E Pada kondisi E.13 4.50 E Q LED 0 Mati 1 Nyala 1 0 Nyala Mati Pada data tabel diatas. IC 7486 dirangkai dengan input A di kaki 1. Jika outputnya bernilai 1 maka terdapat tegangan 5 V pada hasil outputnya. yang menyebabkan LED menyala. Pemberian resistor yang diseri dengan LED dikarenakan untuk membatasi arus yang melewati LED.5. maka tidak terdapat tegangan di output. sehingga 0 – 0 = 0 V yang menyebabkan LED tidak menyala.20 4.5. Tabel 3.

Simbol dari EXNOR sendiri merupakan penyerdehanaan dari gerbang tersebut.44 Tabel Kebenaran Operasi EX-NOR Input A B 0 0 0 1 1 1 • Gerbang IC 0 1 Output X 1 0 0 1 IC yang digunakan untuk operasi EX-NOR adalah IC 74266. karena IC 74266 adalah IC yang dibangun dari gerbang logika dasar EXNOR. . a+b’ atau biasa ditulis a’ b’ atau (a b)’. Operasi ini akan menghasilkan keluaran 1(benar) jika jumlah masukan yang bernilai 1(benar) berjumlah genap atau tidak ada sama sekali. terlihat bahwa gerbang EX-NOR merupakan gerbang EX-OR yang disambung dengan gerbang NOT. Gambar 3.25 Gambar Kombinasi gerbang dari gerbang EX-NOR Dari gambar diatas. Operasi XOR merupakan hasil dari a’+b .26 Gambar Simbol EX-NOR • Tabel kebenaran Tabel 3. Gambar 3.• Teori singkat EX-NOR berarti ekslusive NOR berarti “yang satu atau yang satunya tapi tidak keduanya”.

5.58 1 0.5.OR akan menghasilkan output dengan logika 1 jika inputnya bernilai sama semua. dan diberi nilai pada input sesuai dengan yang dikehendaki. IC akan menghasilkan output dengan logika 0 atau Vout mendekati nol volt jika semua input secara bersamaaan bernilai rendah (0 dan 0) atau semua input bernilai tinggi (1 dan1) atau dapat disimpulkan gerbang EX .45 Hasil Percobaan Operasi EX-NOR kondisi A Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 A V Q 4. dan output di kaki 3. 3. IC 74266 dirangkai seperti kondisi A.27 Gerbang EX-NOR dalam IC 74266 3.64 0 1 Dari tabel diatas.Gambar 3. namun diberi pembebanan pull-up. Data yang diperoleh dari hasil percobaan sudah sesuai dengan tabel kebenaran.46 4.7.2 Operasi EX-NOR kondisi B Pada kondisi B. input B di kaki 2.39 0 0. IC 74266 dirangkai dengan input A di kaki 1. Tabel 3.7. yaitu jalan menuju keluarannya diberi sumber .1 Operasi EX-NOR kondisi A Pada kondisi A.

3 Operasi EX-NOR kondisi C Pada kondisi C.16 0. input . Tabel 3.5.04 0. 3.5.16 5.7.4 Operasi EX-NOR kondisi D Pada kondisi D.18 2. input B di kaki 2.7. output di kaki 3. Hal ini sesuai karena pembebanan pull-down berfungsi untuk menurunkan tegangan keluaran. Tabel 3. IC 74266 dirangkai dengan input A di kaki 1. dapat dilihat bahwa nilai tegangan di kondisi B lebih besar dibandingkan pada kondisi A.21 0.21 0. 3. ini disebabkan pembebanan pull-up mempunyai fungsi untuk menaikan tegangan.89 Q 1 0 0 1 Pada tabel diatas Data yang diperoleh dari percobaan sudah sesuai dengan tabel kebenaran dan Vout yang dihasilkan nilainya lebih rendah dari Vout pada percobaan A namun masih mendekati 5V.46Hasil Percobaan Operasi EX-NOR kondisi B Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 B V 5.tegangan (Vcc) dan resistor sebesar 220 Ω. dan pada outputnya diberi pembebanan pull-down.02 Q 1 0 0 1 Berdasarkan data hasil percobaan pada tabel kondisi B.47Hasil Percobaan Operasi EX-NOR kondisi C Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 C V 3. IC 74266 dirangkai dengan input A di kaki 1.

Pemberian resistor yang diseri dengan LED dikarenakan untuk membatasi arus yang melewati LED. dan output di kaki 3. dan output di kaki 3. sehingga 5-5 = 0. Namun.20 4. sehingga 5 – 0 = 5 V. IC 74266 dirangkai dengan input A di kaki 1. Pemberian resistor yang diseri dengan LED dikarenakan untuk membatasi arus yang melewati LED. LED tidak akan menyala. dan diberi beban dan LED pada Vcc yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya..24 0. jika output digitalnya bernilai 0. karena pada sisi anoda dari LED mempunyai nilai 5 V dari Vcc.5 Operasi EX-NOR kondisi E Pada kondisi E.48Hasil Percobaan Operasi EX-NOR kondisi D Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 3. Apabila dalam output digitalnya (Q) bernilai 1.84 0. sedangkan di sisi katode mendapat output 0. yang menyebabkan LED tidak menyala. dan diberi beban dan LED pada ground yang dihubungkan secara parallel dengan outputnya. outputnya dihubungkan ke Vcc. karena sisi anoda dari LED mempunyai 5 V dari Vcc. Hal ini disebabkan karena dalam rangkaian percobaan kondisi D ini. sedangkan jika bernilai 1. Tabel 3.7. 3.12 D Q LED 1 Mati 0 Nyala 0 1 Nyala Mati Pada tabel diatas. . LED menyala pada kondisi active low jika output digitalnya bernilai 0. sehingga menyebabkan LED menyala. maka terdapat perbedaan potensial. dan di sisi katode mendapat output high (1) dari IC. input B di kaki 2.5.B di kaki 2. maka tidak terjadi perbedaan potensial.

01 E Q LED 1 Nyala 0 Mati 0 1 Mati Nyala Pada tabel diatas. sehingga 5 ..82 0. sedangkan di sisi katode mendapat output 0. Apabila dalam output digitalnya (Q) bernilai 1. LED tidak menyala. maka tidak terdapat perbedaan potensial.49Hasil Percobaan Operasi EX-NOR kondisi E Input A B 0 0 0 1 1 1 0 1 V 2. . sehingga 0 – 0 = 0 V. karena pada sisi anoda dari LED disambungkan ke ground. maka terjadi perbedaan potensial. karena sisi anoda dari LED mempunyai 0 V dari ground.16 3. LED menyala pada kondisi active high jika output digitalnya bernilai 1. sedangkan jika bernilai 0.0 = 5V. .Tabel 3.16 0. dan di sisi katode mendapat output high (1) dari IC. jika output digitalnya bernilai 0. sehingga menyebabkan LED tidak menyala. sehingga terdapat perbedaan 5V yang menyebabkan LED menyala. outputnya dihubungkan ke ground. Hal ini disebabkan karena dalam rangkaian percobaan kondisi E ini. Namun.

NAND. IC yang dirangkai secara pull down menghasilkan tegangan output yang paling kecil yaitu pada kondisi C karena rangkaian pull down digunakan untuk menurunkan tegangan.6 Kesimpulan 1. Perbedaan potensial antara sisi anode LED dan output merupakan faktor yang mempengaruhi menyala atau tidaknya LED. 8. IC TTL 7408 adalah IC yang menggunakan teori gerbang AND yaitu gerbang yang hasil output 1. NOR. 9. IC TTL 7402 adalah IC yang menggunakan prinsip gerbang . OR. 7. Jika pada rangkaian pull up LED menyala maka pada rangkaian pull down LED akan mati. dan EX-NOR. Selain itu.3. 10. 4. jika input yang diberikan semuanya 1. NOT. Keadaan LED pada rangkaian pull up dan pull down hasilnya berlawanan. 5. Selain itu. Keadaan ini tidak temasuk pada gerbang EX-NOR yang pada pull down maupun pull up LED tidak ada yang menyala. menghasilkan output 0. jika salah satu atau kedua input bernilai 0. jika input yang diberikan salah satu atau keduanya bernilai 1. Tiap gerbang mempunyai karakteristik yang berbeda. Gerbang logika ada 7 yaitu gerbang AND. LED akan menyala jika terdapat beda potensial antara anoda dan katoda (output). menghasilkan output 0. 6. IC TTL 7400 adalah IC yang prinsip kerjanya menggunakan gerbang NAND yaitu gerbang yang hasil output 1. 3. IC TTL 7432 adalah IC yang menggunakan prinsip gerbang OR yaitu gerbang yang hasil output 1. Selain itu. output bernilai 0. IC yang dirangkai secara pull up memiliki tegangan output yang paling tinggi yaitu pada kondisi B karena rangkaian pull up digunakan untuk menaikkan tegangan 2. EX-OR.

jika kedua input bernilai 0. Sehingga akan terdapat beda potensial. LED akan menyala pada kondisi active low jika outputnya bernilai 0. Sehingga terdapat beda potensial. Pada rangkaian kondisi D. LED akan menyala pada kondisi active high jika outputnya bernilai 1 karena jika ouputnya 1.NOR yaitu gerbang yang hasil output 1. jika kedua input bernilai 0 atau 1. sedangkan pada sisi anode mempunyai tegangan 0 V dari ground. sedangkan pada sisi anode mendapat tegangan 5 V dari Vcc. 12. IC TTL 74266 adalah IC yang prinsip kerjanya menggunakan gerbang EX-NOR yaitu gerbang yang hasil output 1. maka terdapat tegangan 5V di output. 15. outputnya 0. maka output bernilai 0. jika salah satu inputnya bernilai 1. dan sebaliknya. 14. Selain itu. output bernilai 0. IC TTL 7404 adalah IC yang menggunakan prinsip kerja gerbang NOT yaitu gerbang yang hasil output 1. Pada rangkaian kondisi E. Selain itu. jika input yang diberikan 0. maka tidak ada tegangan di output. output bernilai 0. 11. IC TTL 7486 adalah IC yang prinsip kerjanya menggunakan gerbang EX-OR yaitu gerbang yang hasil output 1. Jika kedua input bernilai 0 atau 1. jika input yang diberikan 1. . Karena jika ouputnya 0. 13.