You are on page 1of 14

Asma Bronkial

Asma bronkial, atau lebih populer dengan sebutan asma atau sesak napas, telah dikenal luas di masyarakat. Namun pengetahuan tentang asma bronkial hanya terbatas pada gejala asma bronkial saja, diantaranya dada terasa tertekan, sesak napas, batuk berdahak, napas berbunyi (mengi), dll. Asma bronkial merupakan salah satu Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) yakni penyakit paru yang memiliki kumpulan gejala klinis (sindrom) seperti yang telah disebutkan di atas. PPOK terdiri dari:
o o o

Asma Bronkial (asma/bengek) Bronkitis kronis (radang saluran napas bagian bawah) Emfisema paru (penurunan daya elastisitas paru)

Faktor penyebab PPOK salah satunya adalah polusi udara yang berasal dari asap rokok, cerobong pabrik/industri, asap kendaraan bermotor. Semakin tua usia seseorang akan semakin lama menghisap udara yang berpolusi dan semakin besar kecenderungan untuk menderita sindrom PPOM. Definisi Asma Bronkial Penyakit asma bronkial secara umum adalah penyakit saluran pernapasan yang ditandai dengan:
• • • •

Sesak napas/sukar bernapas yang diikuti dengan suara “mengi” (bunyi yang meniup sewaktu mengeluarkan udara/napas) Rasa berat dan kejang pada dada sehingga napas jadi terengah-engah Biasanya disertai batuk dengan dahak yang kental dan lengket Perasaan menjadi gelisah dan cemas

Sedangkan berdasarkan ilmu kedokteran, penyakit asma bronkial adalah penyakit saluran pernapasan dengan ciri-ciri saluran pernapasan tersebut akan bersifat hipersensitif (kepekaan yang luar biasa) atau hiperaktif (bereaksi yang berlebihan) terhadap bermacam-macam rangsangan, yang ditandai dengan timbulnya penyempitan saluran pernapasan bagian bawah secara luas, yang dapat berubah derajat penyempitannya menjadi normal kembali secara spontan dengan atau tanpa pengobatan. Kelainan dasar penyempitan saluran pernapasan yang berakibat timbulnya sesak napas adalah gabungan dari keadaan berikut:
• • • •

Kejang/berkerutnya otot polos dari saluran pernapasan Sembab/pembengkakan selaput lendir Proses keradangan Pembentukan dan timbunan lendir yang berlebihan dalam rongga saluran pernapasan

Mekanisme Terjadinya Kelainan Pernapasan Baik orang normal maupun penderita asma, bernapas dengan udara yang kualitas dan komposisinya sama. Udara pada umumnya mengandung 3 juta partikel/mm kubik. Partikelpartikel itu dapat terdiri dari debu, kutu debu (tungau), bulu-bulu binatang, bakteri, jamur, virus, dll.

keluar dahak yang kental bersama batuk. Serangan asma bronkial ini dapat berlangsung dari beberapa jam sampai berhari-hari dengan gejala klinik yang bervariasi dari yang ringan (merasa berat di dada. batuk keras bila paru mulai berusaha untuk membersihkan diri. Gejala yang berat dapat berupa napas sangat sesak. maka timbul mekanisme rambut getar dari saluran napas yang bergetar hingga partikel tersebut terdorong keluar sampai ke arah kerongkongan yang seterusnya dikeluarkan dari dalam tubuh melalui reflek batuk. terdengar suara napas yang berbunyi yang timbul apabila udara dipaksakan melalui saluran napas yang sempit. . Pada penderita asma bronkial karena saluran napasnya sangat peka (hipersensitif) terhadap adanya partikel udara ini. Suara napas tersebut dapat sampai terdengar keras terutama saat mengeluarkan napas. misal batuk pilek (biasanya selalu demikian) akan terjadi reaksi sembab/pembengkakan dalam saluran napas Hasil akhir dari semua itu adalah penyempitan rongga saluran napas. otot-otot daerah dada berkontraksi sehingga sela-sela iganya menjadi cekung. maka terjadilah keadaan dimana: • • • Otot polos yang menghubungkan cincin tulang rawan akan berkontraksi/memendek/mengkerut Produksi kelenjar lendir yang berlebihan Bila ada infeksi. bila hal ini berlangsung lama maka akan timbul komplikasi yang serius. berkeringat banyak seperti orang yang bekerja keras. maka jalan napas (bronkus) memberi reaksi yang sangat berlebihan (hiperreaktif). kesulitan berbicara karena tenaga hanya untuk berusaha bernapas.Oleh karena adanya rangsangan dari partikel-partikel tersebut secara terus menerus. sebelum sempat partikel tersebut dikeluarkan dari tubuh. Akibatnya menjadi sesak napas. posisi duduk lebih melegakan napas daripada tidur meskipun dengan bantal yang tinggi. batuk-batuk) dan masih dapat bekerja ringan yang akhirnya dapat hilang sendiri tanpa diobati.

Dapat juga diberikan obat pelonggar napas dalam bentuk tablet maupun sirup. Serangan asma/bengek ada 2 macam. ada periode bebas sesak napas. penderita memerlukan obat tambahan berupa anti keradangan (biasanya keluarga steroid). gelisah dan kesadaran menurun. . sehingga penderita asma dapat mencegah terjadinya sesak napas akibat serangan asma. telapak tangan dan kaki menjadi dingin. dsb. Pengobatan Penyakit Asma Asma tidak bisa disembuhkan.Yang paling ditakutkan adalah bila proses pertukaran gas O2 dan CO2 pada alveolus terganggu suplainya untuk organ tubuh yang vital (tertutama otak) yang sangat sensitif untuk hal ini. mencium binatang piaraan. serangan “mengi” mungkin terjadi misalnya sewaktu jogging. Serangan asma bronkial karena proses peradangan saluran pernapasan (Continuing Asma/Asma Berkelanjutan) Penderita asma bronkial/bengek ini tidak pernah merasakan benar-benar bebas sesak. Pada keadaan tersebut di atas merupakan tanda bahwa penderita sudah dalam keadaan bahaya/kritis dan harus secepatnya masuk rumah sakit/minta pertolongan dokter yang terdekat. Jenis ini memberikan respon yang baik terhadap pemberian obat pelonggar nafas hirup (inhaler) dimana merupakan obat yang paling aman dengan sedikit efek samping yang minimal. walaupun telah diberikan obat pelonggar napas. Pengenalan Jenis Serangan Asma Bronkial Pengenalan jenis serangan asma berkaitan erat dengan cara pengobatannya. namun bisa dikendalikan. 2. Serangan asma bronkial karena otot polos saluran napas yang berkerut (Asma Episodik) Serangan asma bronkial/bengek hanya sekali-sekali. makan suatu makanan yang kebetulan alergi. akibatnya adalah: muka menjadi pucat. yaitu: 1. bibir dan jari kuku kebiruan. jadi hampir setiap hari menderita “mengi”. Oleh karenanya. Saluran pernapasannya mengalami keradangan sehingga mempunyai resiko untuk terjadi serangan lebih sering.

C. dan terus diberikan sampai serangan merendah. yaitu: Golongan Xantin. B. Pengobatan Asma Jagka Panjang Pengobatan Asma Jangka Pendek Pengobatan diberikan pada saat terjadi serangan asma yang hebat. bisa berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. misalnya Ephedrine HCl (zat aktif dalam Neo Napacin) Golongan Simpatomimetika Golongan Antikolinergik Walaupun secara legal hanya jenis obat Ephedrine HCl saja yang dapat diperoleh penderita tanpa resep dokter (takaran < 25 mg).Kurangnya pengertian mengenai cara-cara pengobatan yang benar akan mengakibatkan asma salalu kambuh. Obat untuk mengatasi penyempitan jalan napas Obat jenis ini untuk melemaskan otot polos pada saluran napas dan dikenal sebagai obat bronkodilator. Jenis ini tidak ada dan tidak diperlukan. Pada prinsipnya tata cara pengobatan asma dibagi atas: 1. Tujuan pengobatannya untuk mengatasi penyempitan jalan napas. Namun tak menutup kemungkinan diberikan obat jenis lain. karena tujuan pengobatan ini untuk pencegahan serangan asma. Meskipun efek sampingnya cukup berbahaya (bila pemakaiannya tak terkontrol). Pengobatan Asma Jangka Pendek 2. namun tidak tertutup kemungkinannya penderita memperoleh obat anti asma yang lain. Oleh karenanya penderita asma yang mengalami ini dianjurkan untuk minum yang banyak. Pengobatan ini lazimnya disebut sebagai immunoterapi. Pengobatan Asma Jangka Panjang Pengobatan diberikan setelah serangan asma merendah. Macam obatnya adalah: A. Diposkan oleh ariepamoengkas 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook . seperti Ambroxol atau Carbo Cystein untuk membantu. Atau dapat juga dipakai kelompok Kromolin. Yang terbaik adalah usaha untuk mengencerkan dahak yang kental tersebut dan mengeluarkannya dari jalan napas dengan refleks batuk. Jika pengobatannya dilakukan secara dini. biasanya memakai obat-obatan yang melebarkan saluran pernapasan yang menyempit. Penghentian pemakaian obat ditentukan oleh dokter yang merawat. adalah suatu sistem pengobatan yang diterapkan pada penderita asma/pilek alergi dengan cara menyuntikkan bahan alergi terhadap penderita alergi yang dosisnya dinaikkan makin tinggi secara bertahap dan diharapkan dapat menghilangkan kepekaannya terhadap bahan tersebut (desentisasi) atau mengurangi kepekaannya (hiposentisisasi). mengatasi sembab selaput lendir jalan napas. dan mengatasi produksi dahak yang berlebihan. Ada 3 golongan besar obat ini. namun cukup potensial untuk mengatasi sembab pada bagian tubuh manusia termasuk pada saluran napas. dan harus diberikan secara teratur. Obat untuk mengatasi sembab selaput lendir jalan napas Obat jenis ini termasuk kelompok kortikosteroid. benar dan teratur maka serangan asma akan dapat ditekan seminimal mungkin. Obat untuk mengatasi produksi dahak yang berlebihan. Pengobatan asma diberikan dalam jangka waktu yang lama.

biasanya digunakan untuk mendiagnosa adanya usus buntu. obat harus digunakan pada pasien yang tepat. Contohnya parasetamol pada dosis 500 mg 3-4 x sehari dapat digunakan sebagai obat penurun demam (antipiretik). Obat yang diberikan melalui saluran cerna. Untuk mencapai tempat aksinya. eritromisin. karena akan menimbulkan efek resistensi (bakteri kebal terhadap obat). Untuk dapat masuk ke dalam aliran darah obat harus dapat menembus sawar (barrier) yang memisahkan obat di tempat obat berada (tempat pemberian) dengan tempat kerja obat. Proses masuknya obat dari tempat pemberian ke dalam aliran darah disebut absorpsi. baik sebagai efek yang diharapkan (efek terapi) maupun efek yang tidak diharapkan (efek samping dan efek toksik). untuk selanjutnya diangkut (ikut aliran darah) sampai ke tempat aksinya. gliseril guaiakolat. aspirin. diantaranya oleh cara pemberiannya. mengurangi gejala. dll. CTM seharusnya digunakan untuk obat anti alergi. obat harus mengalami proses perpindahan dari tempat pemberian ke dalam aliran darah. menghilangkan gejala. absorpsinya lebih lambat dari pada yang diberikan secara injeksi (suntikan). obat yang digunakan harus tepat. misalnya obat batuk yang termasuk antitusif yaitu dekstrometorfan. Sebagai contoh obat yang digunakan untuk diagnosa pengobatan yaitu barium sulfat yang digunakan sebagai zat kontras untuk roentgen saluran cerna. oleh karena itu tidak tepat jika pasien terkena infeksi karena virus diobati dengan antibiotic. contohnya parasetamol. tetapi sebagian besar masyarakat menggunakannya untuk obat tidur. Kecepatan absorpsi obat dipengaruhi oleh banyak factor. Ketiga. dll. sehingga dapat mengatasi masalah dan menyembuhkan penyakit yang diderita pasien. Hampir setiap obat memiliki efek samping. Hampir semua obat dikeluarkan .farmakologi Definisi obat adalah senyawa atau campuran senyawa yang digunakan untuk diagnosa pengobatan. dari yang ringan sampai efek yang membahayakan dan mengancam jiwa. Faktor lain yang berpengaruh pada kecepatan absorpsi antara lain kelarutan obat dalam lemak dan air. Untuk dapat menimbulkan efek. obat dapat berada dalam keadaan bebas atau dapat pula terikat oleh protein plasma. Dalam aliran darah. diberikan pada bayi yang baru lahir dengan tingkat bahaya ditularinya sangat tinggi. Obat yang digunakan untuk mengurangi gajala seperti obat-obat analgetik yang digunakan untuk mengurangi nyeri. Kelima adalah waspada terhadap efek samping obat. Hanya obat bebas saja (tidak terikat oleh protein plasma) yang dapat mencapai tempat kerjanya. cacar. Kedua. mencegah penyakit. Penyakit yang disebabkan karena infeksi virus (misalnya : flu. Obat yang digunakan untuk menghilangkan gejala. hal tersebut tidak tepat. Kedua bentuk itu kemudian ikut aliran darah (distribusi) ke seluruh bagian tubuh. Dosis yang tepat akan dapat membedakan suatu racun dari obat. Obat untuk menyembuhkan penyakit yaitu obat-obat yang termasuk dalam golongan antibiotic. Obat yang digunakan untuk mencegah penyakit. contohnya amoksisilin. akan tetapi jika diminum dalam dosis berlebihan dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan kerusakan pada hati. kegunaan obat harus tepat. atau menyembuhkan penyakit. kemudian menimbulkan efek. dll) seharusnya diobati dengan antivirus bukan dengan obat antibiotic. metronidazol. obat harus berada pada tempat kerjanya dalam kadar yang cukup. misalnya vaksin BCG untuk perlindungan terhadap tuberculosis. Untuk mendapatkan khasiat yang diinginkan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh suatu obat yaitu : pertama. dosis obat harus tepat. Keempat. Obat yang dapat mencapai organ tertentu (misalnya hepar) akan mengalami perubahan secara biologik (biotransformasi) menjadi senyawa lain agar lebih mudah dikeluarkan (ekskresi) dari dalam tubuh. jangan sampai pasien yang sebenarnya tidak memerlukan obat justru diberi obat. asam mefenamat.

gel merupakan system semi padat terdiri dari suspensi yang dibuat dari partikel anorganik yang kecil atau molekul organic yang besar terpenetrasi oleh suatu cairan. sublingual (ditaruh di bawah lidah). salep adalah sediaan setengah padat ditujukan untuk pemakaian topical pada kulit atau selaput lender) • sediaan cair (sirup adalah suatu larutan obat dalam larutan gula yang jenuh. biasanya diberi esen. suppositoria adalah suatu bentuk sediaan padat yang pemakaiannya dengan cara memasukkan melalui lubang atau celah pada tubuh biasanya melaui rektum. memberi rasa atau aroma yang enak. tablet adalah sediaan padat yang mengandung bahan obat dengan atau tanpa bahan pengisi. mencegah kerusakan bahan aktif oleh enzim dalam saluran cerna. harus dikocok sebelum digunakan. mempertahankan kadarnya dalam darah dan mempercepat onsetnya (waktu antara obat diberikan sampai menimbulkan efek). antara lain cara pemberian obat. Sediaan obat dalam bentuk tablet sublingual misalmya. intracardial yaitu disuntikkan langsung ke dalam jantung. emulsi adalah suatu campuran dua zat cair yang tidak mau campur. subkutan (sc) yaitu disuntikkan di bawah kulit ke dalam alveola. . atau saluran urin) • sediaan setengah padat (cream adalah bentuk sediaan setengah padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai. Bentuk sediaan dimaksudkan untuk memudahkan pemberian. pil adalah bentuk sediaan padat berupa masa bulat mengandung satu atau lebih bahan obat dan dimaksudkn untuk pemakaian secara oral. cepat masuk dalam aliran darah sistemik juga dapat terhindar dari kerusakan bahan aktif akibat getah saluran cerna. eleksir adalah suatu larutan alkoholis dan diberi pemanis mengandung obat dan diberi bahan pembau/aroma. Obat juga dapat diberikan secara topikal (langsung ditaruh pada tempat atau daerah yang diobati). intraperitoneal (ip) yaitu disuntikkan langsung ke dalam rongga perut. tingtura adalah larutan yang mengandung etanol atau hidroalkohol dibuat dari bahan tumbuhan atau senyawa kimia. Pemberian secara enteral dapat secara oral (diminum). Ini ditentukan oleh kecepatan absorpsi yang dipengaruhi oleh banyak faktor. suspensi adalah suatu campuran obat berupa zat padat terbagi halus yang terdispersi di dalam medium cair.dari dalam tubuh (ekskresi) bersama urin oleh ginjal. lotion adalah preparat cair yang dimaksudkan untuk pemakaian luar pada kulit). vagina. implan atau pelet adalah sediaan dengan masa padat steril berukuran kecil berisi obat dengan kemurnian tinggi dibuat dengan cara pengempaan atau pencetakan. pasta adalah sediaan semi padat yang mengandung satu atau lebih bahan obat yang ditujukan untuk pemakaian topical. kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dan cangkang keras atau lunak yang dapat melarut. dan sebagainya. Bentuk sediaan obat dapat merupakan : • sediaan padat (pulvis/serbuk adalah campuran kering bahan obat atau zat kimia yang dihaluskan untuk pemakaian oral atau untuk pemakaian luar. dimasukkan vagina (pervaginam) atau disuntikkan secara intravena (iv) yaitu disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah vena. intramuskuler (im) yaitu disuntikkan masuk ke dalam otot daging. buccal (ditaruh di antara gusi dan mukosa pipi) atau perektal (dimasukkan ke dalam rektum melalui dubur). Pemberian secara parenteral dapat dilakukan melalui saluran nafas (inhalasi). intraarterial yaitu disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah vena yaitu disuntikkan langsung ke dalam pembuluh darah arteri. Pada garis besarnya cara pemberian obat dapat dilakukan melalui saluran cerna (enteral). atau cara lain yang tidak melalui saluran cerna (parenteral). intrakutan (ic) yaitu disuntikkan sedikit dalam kulit untuk tujuan diagnosa. magma : sediaan yang mengandung obat padat terbagi halus terdispersi dalam cairan. Kecepatan timbulnya efek tergantung pada kecepatan suatu obat sampai di tempat kerjanya.

Efek yang lain adalah toksisitas (efek racun). merupakan suatu reaksi alergi yaitu seatu respon abnormal terhadap obat atau zat dimana pasien telah kontak atau menggunakan obat tersebut yang mengakibatkan timbulnya antibodi. Obat bebas terbatas mempunyai penandaan berupa tanda peringatan yang terdapat pada wadah. yaitu kemampuan mikroorganisme untuk menahan efek obat yang mematikan terhadap sebagian besar anggota spesiesnya (bakteri menjadi kebal terhadap obat yang diberikan). nomor batch. dan obat psikotropik. toko obat berizin atau apotek. 250 mg. 25 mg. tablet vitamin B1 50 mg. jangan ditelan! • P3 : awas obat keras! hanya untuk bagian luar dari badan! • P4 : awas obat keras! Hanya untuk dibakar! • P5 : awas obat keras! Tidak boleh ditelan! . Resistensi. Toleransi. Ada pula efek teratogen. Beberapa obat juga memiliki efek yang mungkin timbul pada pengulangan penggunaan obat atau perpanjangan penggunaan obat. adalah gejala ketergantungan psikologik dan fisik terhadap suatu obat. diameter minimal 1 cm. toko obat berijin dan apotek. kemudian diberikan parasetamol sehingga demamnya hilang. nama dan isi zat berkhasiat. 100 mg. mual (nausea) dianggap efek samping tetapi depresi sumsum tulang belakang disebut toksisitas. dosis dan aturan pakai. efek tersebut dinamakan efek samping obat. salep 24. mengakibatkan cacat pada janin. obat dapat digolongkan menjadi : obat bebas. Obat bebas terbatas (obat daftar W) termasuk obat keras dengan batasan jumlah dan kadar isi berkhasiat dan harus ada tanda peringatan. Efek obat yang diharapkan untuk menyembuhkan penyakit disebut dengan efek terapi. diameter minimal 1 cm. Contohnya. Berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku di Indonesia. nama dan alamat pabrik serta cara penyimpanannya. dosis harus diperbesar untuk mendapatkan respon yang sama. Contohnya CTM efek samping yang ada yaitu menindurkan. Dalam kemasan obat disertai brosur yang berisi nama obat. Obat bebas terbatas ini dapat diperoleh di warung. adalah suatu fenomena pengumpulan obat dalam badan sebagai hasil pengulangan penggunaan obat. Obat bebas dapat diperoleh di warung. yaitu efek dari obat pada dosis terapetik untuk ibu. Penggolongan obat dilakukan dalam rangka pengamanan dan peningkatan pengawasan obat yang beredar di masyarakat.Pada umumnya obat mempunyai lebih dari satu aksi atau efek. boorwater. Contoh obat bebas : tablet vitamin C 50 mg. obat narkotik. tablet multivitamin. Adiksi. bungkus luar kemasan obat. ialah suatu fenomena berkurangnya besar respon terhadap dosis yang sama dari obat. Obat bebas diberi tanda bulatan berwarna hijau dengan garis tepi berwarna hitam. tablet vitamin B complex. maka efek terapi dari parasetamol adalah menurunkan demam (antipiretik). Selain itu ada efek suatu obat yang tidak termasuk dalam kegunaan terapi. obat bebas terbatas. tanggal kadaluawarsa. Efek toksik umumnya timbul pada pemakaian obat dengan dosis yang berlebihan (di atas dosis normal). Efek tersebut yaitu : reaksi hipersensitif. nomor registrasi. Tanda peringatan tersebut berupa : • P1 : awas obat keras! bacalah aturan memakainya! • P2 : awas obat keras! hanya untuk kumur. yaitu aksi tambahan yang derajatnya lebih tinggi dibanding efek samping dan merupakan efek yang tidak diinginkan. Obat bebas adalah obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. obat keras. Habituasi. Obat bebas terbatas yaitu obat yang digunakan untuk mengobati penyakit ringan yang dapat dikenali oleh penderita sendiri. Efek samping morfin adalah depresi pernafasan dan susah BAB (konstipasi). 100 mg. Misalnya focomelia (kaki dan tangan seperti kepunyaan singa laut). Obat bebas terbatas diberi tanda bulatan berwarna biru dengan garis tepi berwarna hitam. Reaksi kumulatif. adalah gejala ketergantungan psikologik terhadap suatu obat. Misalnya ketika demam. indikasi. dimana obat diekskresikan lebih lambat dari pada absorbsinya.

yaitu : • Psikotropika golongan I : hanya digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan. Termasuk dalam golongan ini antara lain : MDMA (ectasy). Obat keras ini hanya dapat diperoleh di apotek dan harus dengan resep dokter atau pengawasan apoteker di apotek.• P6 : awas obat keras! Obat wasir. secobarbital. Obat narkotik hanya dapat diperoleh di apotek dan harus dengan resep dokter. tetapi harus disadari bahwa dapat menyebabkan ketergantungan yang besar. diazepam (obat penenang). relatif kurang memberikan efek ketergantungan. tetapi juga mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. tetrahydrocannabitol. psilocybin. Obat keras (obat daftar G) adalah obat yang hanya boleh diserahkan dengan resep dokter. Diposkan oleh ariepamoengkas 0 komentar Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook laporan pendahuluan demam typhoid . antimo (anti muntah dalam perjalanan). jangan ditelan! Contoh obat-obat bebas terbatas : anusol (obat wasir). dihydrocodeine. meprobamate. glutetimide. Contoh obat yang termasuk obat keras : semua obat injeksi (obat suntik). Berdasarkan undang-undang tentang psikotropika. chlordiazepoxide. pentobarbital. yaitu : • Narkotika golongan I : hanya digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak dalam terapi. diameter minimal 1 cm. garis tepi berwarna hitam. Narkotika (obat daftar O) adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran. Termasuk golongan ini antara lain : morphine. yonhimbin (aprodisiaka). Termasuk dalam golongan ini antara lain : amobarbital. • Psikotropika golongan II : boleh diresepkan. apalagi kalau diberikan dalm jangka waktu lama. • Narkotika golongan II : dapat digunakan dalam terapi selain untuk tujuan ilmu pengetahuan. • Psikotropika golongan III : boleh diresepkan. Termasuk dalam golongan ini antara lain : codeine. Termasuk dalam golongan ini antara lain : diazepam. tablet vitamin K 1. methaqualone. Semua obat yang digunakan dengan cara disuntikkan juga termasuk obat keras. Termasuk golongan ini antara lain : cocain. marihuana. karena mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. • Psikotropika golongan IV : sering kali diberikan dalam resep. tidak diberikan dengan resep. hydantoin (obat anti epilepsi). Psikotropika adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang berpengaruh pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. nitroglycerin (obat jantung). dan lain-lain. Undang-undang narkotika membagi obat-obat golongan narkotik menjadi riga golongan. obat-obat jenis psikotropika digolongkan menjadi empat golongan.5 mg (anti perdarahan). hydrocodone. tetapi tetap harus diwaspadai pada pemberian jangka lama. tetapi juga dapat memberikan ketergantungan pada penggunaan jangka lama. dihydromorphine. hilangnya rasa. mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. dulcolax (obat pencahar). obat antibiotika. Obat keras diberi tanda bulatan berwarna merah. heroin. mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. degan huruf K berwarna hitam di tengah. Termasuk dalam golongan ini antara lain : amphetamine. • Nerkotika golongan III : banyak digunakan dalam terapiselain untuk tujuan ilmu pengetahuan. ethylmorphine. psilosin.

gangguaan pada saluran urna.(Mansjoer. Paratyphi C (Waspanji. Gangguan kesadaran (Waspanji. 1999). 1994 ). 155) B. Batuk 7. salmonella type A. S. PENGERTIAN Deman Typhoid adalah penyakit infeksi akut yang mengenai usus halus.C.. Deman 2. 435) C. Deman Typoid adalah penyakit akuty yang biasanya mengenai saluran urna dengan segala deman letih dan kyuh hari. 2002.A. Nyeri Kepal 3.. penularan terjadi secara pecal. 432) Typhoid adalah suatu penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejala sistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa. Apitaksis 9.. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh faeses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella. S. Mual muntah 6.: 435) Typhoid adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan infeksi salmonella Thypi. Typoid abdominalis adlah penyakit infeksi akut yang mengenai saluran pencernaan dengan gejala deman letih dari satu minggu. 2002. 2002.M.. Anoreksia 5. ( Bruner and Sudart. 2002. gangguan pada pencernaan dan gangguan kesadaran. (Waspanji. Basal gram negative bergerak dengan rambut getar. ETIOLOGI Salmonella typhi. 435) . 2000. tidak berspora mempunyai sekurang-kurangnya 4 macam antigen yaitu: Antigen O (Osematir) H ( Flagela) VI dan protein healin (Mansjoer.(Ngastiyah. Paratyphi B. S. 1997. Pusing 4.. Paratyphi A. MANIFESTASI KLINIS 1. 432) Salmonella typhi.B. oral melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi (Mansoer Orief. Diare 8.

Hepatitis (Mansjoer. Komplikasi Internal a) Pendarahan usus . Pendarahan usus 3. Enselopati 6. PATOFISIOLOGI Masuknya kuman salmonella typhi (S. Piyenikum dislat dan kemudian kelenjar getah bening mesentrika. Sebagian kuman dimusnahkan dalam lambung. Perporasi usus 2. malaise. maka kuman menembus sel-sel epital (terutama sel – M) dan selanjutnya lulamina propia kuman berkembang biak dan di fogosit oleh sel-sel fagosit terutama oleh fakrofog. sebagian kuman dikeluarkan melalui rases dan sewbagian masuk lagi ked lam serkulasi setelah menembus usus. PATHWAY(belum di ketik) F. Peritonisis 4. KOMPLIKASI 1. 2002. Bila respon amunitas hormonal (16. Selanjutnya melalui duktus terasikus kuman yang terdapat makrofag ini masuk ke dalam sirkulasi darah dan menyebar keseluruh organ retikulo endotetial tubuh terutama hati dan limpa. A) usus kurang baik. Kuman dapat hidup dan berkembang biakdi dalam makrofag dan selanjutnya dibawa ke plague. Proses yang sama terulang kembali berhubungan makrofag telah teraktivasi dan hiperaktif maka saat-saat fagosifosis kuman salmonella terjadi pelepasan beberapa mediator inflamasi dan selanjutnya akan menimbulkan imflamasi sisteler seperti deman. mtabilitas vaskuler. typhi) dan salmonella paratyphi (S. Bronzho Pnemonia 7. sakit kepala.D. gangguan muntah dan koagulasi. sebagian yang lain lolos masuk ke dalam usus dan selanjutnya berkembang biak.: 433) 1. mialgia. E. Paratyphi) kedalam tubuh manusia terjadi melalui makanan yang terkontaminasi kuman. Meningitis 5. Diagnosa ini kuman meninggalkan sel-sel fogosit dan kemudian berkembang biak di luar sell fagosit dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi menyebabkan bakterimia yang kedua kalinya dengan disertai tanda-tanda dan gejal penyakit infeksi sisremir di dalam usus. sakit perut.

. Pemberian antibiotic Untuk menghentikan dan mencegah penyebaran kuman Anti biotik yang diberikan . epiema. kemudian dosis diturunkan atau diganti . pluritis d) Komplikasi hepar dan kandung kemih: hepatitis. perinefritis (Mansjoer. Mengubah posisi tidur untuk mencegah pneumonia c. Keperawatan a. Makanan dan cairan Tanda : membrane mukosa kering Gejala : penurunan BB 4. polinefritis perifer g) Komplikasi ganjal: glomerunefritis. 2002. b) Komplikasi darah: anemia. Nyeri/ Kenyamanan Tanda : kenaikan suhu . kalori. PENTALAKSANAAN 1. Anjurkan makan makanan yang tidak merangsang ataupun menimbulkan gas d. kelelahan Gejala : takikardi 2. trombositofenia. Tirah baring 7-14 hari untuk mencegah perforasi b. pielonefritis. Integritas ego Tanda : perasaan tidak terduga Gejala : ansietas (gelisah.b) Perforasi usus c) Jenis paralitir 2. Aktifitas dan istirahat Tanda : kelemahan.hari pertama sampai hari kelima. kolelitiasis e) Komplikasi tulang: oseomelitis. Komplikasi eksternal a) Kompliksi kardiovaskuler: gagal sirkulasi ferifer. 424) G. FOKUS PENGKAJIAN 1. Isolasi pasien 2. tinggi protein H. miokarditis.kloraminitol diberikan selama deman (500-1000 mg) . meningitis. spondilitis. homolitik dan koagulasi intravaskuler disemirata (KID) dan sindrom uremia c) Komplikasi paru: pneumonia. Medis a. pucat) 3. artitis f) Komplikasi neuropsikiatrik: delirium. tromboplebitis.diet cukup cairan.

untuk mngtahui penambahan BB 6) Kolaborasi dengan ahli gizi R. untuk merangsang nafsu makan 5) Timbang BB stiap saat R. untuk mengetahui peningkatan suhu tubuh . Gangguan termoregulasi: hipertermi berhubungan dengan proses infeksi pada usus halus dan peningkatan laju metabolisme dalam tubuh. untuk mencegah rasa penuh dalam lambung 3) Berikan makanan dalam keadaan hangat R. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 X 24 jam hipertermi teratasi KH : temperature suhu tubuh normal Intervensi : 1) Kaji KU pasien R. untuk mengetahui perkembangan keadaan pasien 2) Beri makan sedikit tapi serig R. untuk merangsang nafsu makan 4) Berikan lingkungan yang bersih R. FOKUS INTERVENSI 1. 1999. Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 X 24 jam kebutuhan nutrisi terpenuhi KH : Berat Badan stabil Intervensi 1) Kaji KU dan TTV R. 471) I. untuk mnentukan tindakan lebih lanjut 2. Keamanan Tanda : kenaikan suhu (Doenges.. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan intake yang tidak adekuat. untuk mengetahui keadaan umum pasien 2) Kaji TTV R.Gejala : nyeri tiba-tiba 5.

Nyeri akut berhubungan dengan proses peradangan pada usus halus Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 X 24 jam nyeri teratasi KH : nyeri berkurang/ hilang Intervensi : 1) Kaji KU pasin R. untuk mengetahui keadaan umum pasien 2) Kaji kekuatan otot R. untuk mencegah terjadinya desindran 5) Berikan cairan IV R. untuk menghilangkan rasa nyeri 4. untuk mengetahui perkembangan keadaan pasien 3) Kaji lokasi nyri an kualitas nyeri R.3) Berikan kompres hangat R. untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan 6) Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian obat antiseptic R. untuk menentukan tindakan 4) Beri posisi nyaman R. untuk menurunkan suhu tubuh 4) Berikan intake yang adekuat R. untuk mengetahui kemampuan respon pasien terhadap aktivitas . untuk membantu menurunkan suhu tubuh 3. untuk mengetahui keadaan umum pasien 2) Kaji TTV R. untuk meningkatkan rasa nyaman dan mengurangi rasa nyeri 6) Kolaborasikan dngan dokter alam pembrian obat R. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik Tujuan : setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 X 24 jam intoleransi aktivitas teratasi KH : pasien bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa bantua orang lain Intervensi : 1) Kaji KU pasien R. untuk mengetahui kelemahan otot/ skala kekuatan otot 3) Kaji repon pasien terhadap aktivitas R. untuk mengetahui rasa sakit 5) Ajarkan teknik relaksasi R.

untuk meningkatkan toleransi terhadap aktivitas dan mencegah kelemahan 6) Bantu aktivitas sehari-hari R. untuk mencegah peningkatan aktivitas secara tiba-tiba 5) Tingkatkan aktivitas sesuai toleransi. untuk mengurangi kecemasan . Bantu dalam melakukan latihan R.4) Kaji aktivitas pasien R. untuk mengetahui kemampuan aktivitas pasien.