You are on page 1of 17

BAB I PENDAHULUAN Di lingkungan sekitar kita, tak jarang kita menemui seorang anak penderita retardasi mental.

Mereka yang kita temui itu biasanya bersama dengan pengasuhnya atau mungkin dengan orang tuanya sendiri. Ya, memang seorang anak penderita retardasi mental membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang di lingkungannya (sekitarnya). Hal ini tak jarang menimbulkan rasa iri pada saudaranya, atau bahkan lebih besar lagi yaitu keretakan hubungan keluarga. Keadaan tidak menyenangkan tersebut juga dipicu oleh depresi karena memilii anak/anggota keluarga yang menderita retardasi mental. Apalagi jika terjadi pada keluarga yang tinggal di kota besar. Hidup seorang penderita retardasi mental di kota besar jauh lebih berat dibanding dengan penderita di pedesaan. Mungkin anda tidak dapat memperkirakan berapa jumlah penderita retardasi mental di Indonesia tercinta ini, dan mungkin anda akan terkejut dengan kenyataan yang ada. Dari catatan tahun 1998, di Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul (DI Yogyakarta) terdapat sekurangnya 700 penderita retardasi mental. Dan pada tahun 1999 jumlah penderita retardasi mental diperkirakan mencapai 3,11% atau sekitar 6 juta orang. Sungguh suatu angka yang cukup atau bahkan sangat memprihatinkan. Dengan jumlah penderita yang mencapai 6 juta orang ini, menjadi salah suatu pertanyaan penting bagi kita tentang apakah retardasi mental itu? Apa penyebabnya hingga mencapai jumlah yang memprihatinkan itu? Bagaimana karakteristiknya? Apa saja jenisnya? Bagaimana pula menanganinya sehingga tidak terjadi hal seperti perpecahan hubungan keluarga? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, penulis mencoba menjabarkan pembahasan masalah retardasi mental seperti berikut ini. BAB II PEMBAHASAN MASALAH 2.1. Definisi Retardasi Mental Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensi yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala utamanya (yang menonjol) ialah intelegensi yang terkebelakang, sehingga daya guna sosial dan dalam pekerjaan seseorang menjadi terganggu. (Maramis, W.F.: Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, 1995:386). Sedangkan American Association on Mental Deficiency yang dikutip oleh Hallahan dan Kauffman dialihbahasakan oleh Mohammad Amin merumuskan sebagai berikut: “Keterbelakangan mental mengacu pada fungsi intelektual secara umum di bawah ratarata bersamaan dengan kekurangan dalam perilaku adaptif dan berlangsung atau termanifestasi pada masa perkembangan (1995:32). Dua rumusan di atas walaupun dengan penggunaan bahasa yang sedikit berbeda, tetap mengacu pada hal yang sama, yaitu keterbelakangan fungsi intelektual. 2.2. Karakteristik Retardasi Mental

tidak hanya lebih lambat atau bahkan jauh tertinggal dari mereka yang tanpa cacat. sedangkan bagian lutut ke bawah sampai telapak kaki terlipat mengarah ke belakang. Inilah yang mendorong anak untuk mempunyai kebiasaan mengeluarkan lidahnya pada waktu-waktu tertentu. daya pikir dan perasaannya. 2. sering juga ada lipatan kecil dari kulit (Epicanthic Fold) yang timbul tegak lurus antara bagian sudut dalam dari mata dan jembatan hidung. – Gaya duduk Biasanya kedua lututnya mengarah lebar ke depan. Penyebab Retardasi Mental . Perkembangan anak cacat mental Anak cacat mental tertentu.Dari dua rumusan definisi retardasi mental yang telah dikemukakan sebelumnya. Perkembangan anak cacat mental. Hal ini bisa terlihat pada anak yang ragu-ragu melangkah dan menggerakkan tangannya. Fisik/tanda-tanda ilmiah – Wajah dan segala sesuatu yang terdapat padanya Biasanya anak penyandang cacat mental mempunyai bentuk muka ya ng bundar. Disertai dengan adanya kesulitan dalam menyesuaikan diri dalam bertingkah laku atau beradaptasi. Selain batasan di atas retardasi mental juga dapat dilihat dari karakteristik/ciri: a. mereka akan berkembang jasmani. b.3. selain yang berat cacat mentalnya. c. b. Selain itu. Tingkat kecerdasannya berada di bawah rata-rata anak normal. Rongga mulutnya sedikit lebih kecil dan lidanya lebih besar dari yang biasa. Hal ini seperti dikenal dengan “Brachycephaly” (kepala pendek dan lebar). mukanya cenderung mempunyai tampang yang pipih. Terjadi pada masa perkembangan. tetapi yang dicapai juga tidak lengkap. masing-masing di sebelah kanan dan kiri pinggang. c. – Koordinasi anggota tubuh Adakalanya koordinasi antara tangan dan kaki juga kurang baik. dari hampir semua anak maupun orang dewasa yang cacat mental cenderung sipit atau miring ke atas. dapat diambil kesimpulan dan batasan (karakteristik) retardasi mental sebagai berikut. mereka yang cacat mental akan lebih memerlukan bantuan dari rata-rata orang dewasa pada umumnya. Bahwa orang yang menderita retardasi mental adalah orang yang: a. Mengenai mata. Dari seorang bayi yang baru dilahirkan dan seluruhnya tergantung dari keluarganya. Sedangkan kaki cenderung pendek dan tebal serta mempunyai sela yang lebar antara jempol kaki dan jari-jari di sebelahnya. Dan dalam masa dewasanya. Sikap dan tingkah laku Ada yang terlalu apatis (diam) dan adapula yang terlalu hiper-aktif. – Anggota tubuh Tangan penderita cacat mental ini cenderung lebar dengan jari-jari yang pendek. masing akan dapat berkembang da belajar sepanjang hidupnya. Kalau dilihat dari samping.

Bayi yang lahir dengan cara tersebut sebagian mengalami retardasi mental – Asphixia. Retardasi mental sekunder disebabkan faktor-faktor dari luar yang diketahui dan faktor-faktor ini mempengaruhi otak mungkin pada waktu pranatal. Disebabkan adanya lendir dalam alat pernapasan bayi. psikhosa. Faktor keturunan Faktor ini terjadi pada peristiwa idiopathy. perawatan yang baik sebelum kelahiran da transfusi darah begitu bayi lahir. Sedangkan pada peristiwa psikhosa sifilitik disebabkan karena terjadi infeksi syphilitis yang mengakibatkan degenerasi yang progressif pada sel-sel otak. – Primogeniture. karena kepala sang bayi sang bayi sering terganggu oleh tekanan-tekanan yang mampat dari dinding rahim ibu. neurosa.Penyebab retardasi mental mungkin faktor keturunan (retardasi mental genetik) mungkin juga tidak diketahui (retardasi mental simplex). Salah satu penyebab defek mental adalah sang ibu mendapat sinar radium atau sinar-X terlalu banyak. b. – Kekurangan nutrisi. neurosa (gangguan saraf) dan idiocy pada umumnya dapat mengakibatkan retardasi mental. meminum obat-obat penenang yang beracun. Pada peristiwa idiipathy. atau ada cairan di dalam paruparunya. Tekanan tersebut dapat disebabkan oleh : – Kelahiran dengan bantuan tang (Tangverlossing) yang sulit. Faktor sebelum lahir Faktor ini antara lain : – Perawatan yang kurang baik sebelum lahir. sehingga bayi yang dikandung menderita hiper-radiasi dan kelak bisa mengalami Amentia. – Terjadi intoxication (intoksikasi atau keracunan) oleh janin. – Prematurity. infeksi atau luka-luka. Tekanan-tekanan tersebut dapat menyebabkan pendarahan pada bagian dalam kepala si bayi. idiocy dan psikhosa siflitik (oleh penyakit sifilis). ibu yang mengandung menderita sakit atau mengalami kecelakaan (jatuh). atau postnatal. psikhosa (gangguan kejiwaan). perinatal. dapat pula disebabkan oleh karena sang ibu mendapat Anaeshiesi (zat pembius terlalu banyak). dikarenakan ibu sedang mengandung muda. maka akan memberi pengaruh buruk pada janin (foetus intra uterina). dapat mencegah kecacatan. c. kedua-duanya dinamakan retardasi mental primer. yaitu lahir tanpa napas. Risiko tersebut dapat mengenai ibu maupun bayinya sendiri. antara lain obat malidomide dan obat kontraseptif anti-hamil yang sangat kuat mengandung racun bagi janin (teratogenic). – Ketidaksesuaian dalam susunan darah Rh-nya antara ibu dan janinnya. pencacaran. karena apabila orang tua si bayi menderita penyakit tersebut. Terutama sekali pada kelahiran anak pertama yang berlangsung lama dan sulit sekali (Prima Para). Faktor ketika lahir Banyak risikonya saat ibu melahirkan anaknya. a. bayi yang dilahirkan sebelum waktunya sering pertumbuhan jasmani dan jiwanya mengalami retardasi (perlambatan). bayi seolah-olah tercekik. . dan ibu yang sudah menopause (mati-haid) atau berumur 40-an. Namun. yaitu kelahiran pertama yang memungkinkan bayi menderita defek mental. serta keracunan sewaktu bayi berada dalam kandungan.

disebabkan karena anak menderita sakit dan panas badannya tinggi sekali. Retardasi mental ringan IQ 52 – 67. Retardasi mental sangat berat IQ < 20. perlakuan yang kejam dari orang sekitar. b. Gangguan-gangguan dan kecelakaan-kecelakaan tersebut terutama sekali sering terjadi pada tahun-tahun pertama. Intelegensinya tidak bisa berkembang. pada umumnya mereka tidak mampu menjaga diri sendiri. karena cacat jasmani dan rohaninya begitu berat. radang telinga yang mengandung nanah. d. Retardasi mental berat IQ 20 – 35. Retardasi mental sedang IQ 36 – 51. perilaku penyesuaian dan pengembangan jasmani. Kejang atau Stuip. atau juga pernah pingsan lama. 2.4. yaitu kurangnya pemberian rangsangan atau dorongan mental pada anak. karena si anak pernah jatuh. Untuk lebih jelas mengenai ciri-cirinya dapat dilihat pada tabel terlampir. yaitu luka pada kepala atau di kepala bagian dalam. Dapat dilatih dan dididik di sekolah khusus. terpukul. Dapat mencari nafkah secara sederhana dalam keadaan baik. Idiocy ini terbagi atas : – Idiocy Pardhal atau Incomplete (tidak total) Beberapa dari mereka mempunyai fisik yang berbeda atau aneh dan sering sakit-sakitan. terbentur benda keras. karena si anak mengunyah atau mengisap benda-benda bercat yang catnya mengandung timah. Keracunan timah. sehingga mereka di kemudian hari menjadi anak atau orang yang cacat mental. dyptheri. Idiocy (idiot) IQ-nya kurang dari 25. Penggolongan di atas adalah berdasarkan kemampuan mental. Atau menderita epilepsi (penyakit ayan) terutama sekali bila kejang ayan seringkali menyerang bayi atau anak. tidak bisa mengerti dan tidak bisa diajari apa-apa. Beberapa kali tidak naik kelas di SD. Infeksi pada otak (Encephalitis) atau pada selaput otak (Meningitis) oleh penyakitpenyakit cerebral meningitis. Faktor psikologis. – – – – – Faktor sesudah bayi lahir Bayi yang lahir ada yang mengalami bermacam-macam gangguan. kurang mendapat perhatian. yaitu: a. Retardasi mental taraf perbatasan IQ 68 – 85. Di antara mereka ini ada yang sangat rakus sekali dan tidak dapat membedakan rasa apa-apa. c. Jenis Retardasi Mental Retardasi mental terbagi menjadi 5 jenis (menurut PPDGJ-I). pembedaan dalam pengasuhan. Adakalanya dibarengi dengan paralysa atau kelumpuhan total dan paresis atau kelumpuhan sebagian pada anggota badanya. Adapun sebab-sebabnya antara lain : Pengalaman-pengalaman traumatik (luka-luka). campak).d. e. Sedangkan penggolongan secara klinis terbagi menjadi 3 jenis retardasi mental yaitu: a. sehingga mereka memakan apa saja . gabag (mazelen. tidak dapat bersaing dalam mencari nafkah.

2. Gerakan-gerakannya tidak stabil dan lamban. ada 2 macam tipa debil : – Tipe Stabil Berpembawaan tanang. . Seperti anak umur 7 – 16 tahun. selalu gelisah dan selalu bergerak aktif dan tanpa koordinasi. c. Sering defensiasi atau perbedaan kelamin lelaki dengan kelamin perempuannya tidak jelas. tidak bisa menolong diri sendiri. Tidak dapat dilatih sesuatupun. Tidak mempunyai kemampuan untuk mengontrol diri. penderita retardasi mental dapat mengembangkan penyesuaian sosial dan vokasional yang baik serta kemampuan hubungan dan kasih sayang antar manusia yang wajar. ringan. Sama sekali tidak mempunyai intersse terhadap lingkungannya. Pada penderita memerlukan perlindungan khusus dalam masyarakat. sering badannya cacat atau mengalami Anomali (kelainan). Penanganan Masalah Retardasi Mental Ternyata bila terdapat lingkungan keluarga yang mau mengerti dan memberi dukungan secara memadai serta fasilitas pendidikan dan latihan vokasional yang tepat. absolut). Ukuran tinggi dan bobot badannya kurang. bertingkah laku baik serta tidak menimbulkan banyak kesulitan bagi orang lain. tidur melingkar di pojok seperti dalam keadaan antenatal. Debil Mempunyai IQ 50 – 70. Mentalnya seimbang. – Idiocy Komplit (mutlak. mempunyai minat terhadap lingkungannya serta rajin. tetapi tanpa koordinasi. b. bahkan yang berat dapat mengalami perkembangan kepribadian yang normal seperti orang dengan intelegensi normal. Banyak dari idiocy ini mati sangat muda. Pernyataan ini memperkuat pernyataan bahwa banyak penderita retardasi mental taraf perbatasan.yang ada dalam jangkauannya. perkembangan jasmaninya sangat lamban da kurang sambutannya jika diajak berbicara. Tidak mempunyai kemampuan jiwa dan unsur intelegensinya seperti anak umur 2. Kebanyakan dari mereka hanya terlentang saja di tempat tidur.5. Imbecillity (imbisil) Memiliki IQ 25 – 49. Gejala lemah ingatan sudah tampak sebelum tahun-tahun masa sekolah. Ada gerakan-gerakan muskuler atau otot. – Tipe Instabil Sangat ribut. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian Seorang dengan retardasi mental. kurang pengontrolan diri. Ekspresi mukanya kosong dan tampak dungu. karena keadaannya. Anak-anak imbisil juga banyak yang mati muda. Menurut pembagian secara klinis. karena mereka kurang nalar dan kurang pikiran untuk bisa mengatur dan mengurus dirinya sendiri.5 tahun. mengadakan koordinasi dan adaptasi yang wajar. Resiko ini bertambah sesuai dengan beratnya retardasi mental. Seperti kanak-kanak yang berumur 3 – 7 tahun. sepanjang hidupnya menghadapi lebih lanjut resiko daripada orang yang normal. Tidak bisa berbicara dan tidak bisa membedakan nalurinya. Kurang mempunyai daya tahan terhadap penyakit. Pada umumnya mereka masih bisa mengerjakan tugas yang sederhana di bawah pengawasan.

sebaiknya di Sekolah Luar Biasa. tidak segera dapat dilihat. Akan tetapi hasilnya. han teknis : diberikan sesuai minat. Mereka juga diajari dan diberi pekerjaan yang praktis (tidak memerlukan intelegensi tinggi). – Memperbaiki sifat-sifat yang salah atau yang anti sosial. atau yang langsung memperbaiki metabolisme sel-sel otak. Dapat dicoba juga obat-obat yang memperbaiki mikrosirkulasi di otak. dan tiap perbuatan baik disertai hadiah. Disertai juga konseling pada orang tua dengan tujuan membantu mereka dalam mengatasi frustasi karena mempunyai anak dengan retardasi mental. hiperaktif. Agar mengerti tiap pelanggaran disiplin disertai hukuman. misalnya dengan alat permainan yang berwarna atau yang berbunyi. Amfetamine dan kadang-kadang juga antihistamin berguna juga pada hiperkinesa. evaluasi pendengaran dan bicara. kebersihan badan. Selain itu lingkungan anak tersebut harus memberi contoh yang baik. Harus diusahakan untuk mengikat perhatian mereka dengan merangsang panca indera. . mungkin jujga bicara dan cerebral palsy. Diagnosa banding ialah anak-anak dengan deprivasi rangsangan yang berat. Diberi neroleptika pada yang gelisah. Pencegahan sekunder. berpakaian sendiri. perbaikan sosioekonomi. Pencegahan tersier. kebingungan atau kerenggangan hubungan antara orang tua dan anak. gangguan emosi dan skizofrenia. Latihan dan Pendidikan Pendidikan anak dengan retardasi mental secara umum : – Mempergunakan dan mengembangkan sebaik-baiknya kapasitas yang ada. persalinan dan perkembangan anak. Diagnosa dan diagnosa banding Untuk mendiagnosa retardasi mental dengan tepat diperlukan anamnesa yang teliti mengenai kehamilan. han di sekolah : pengembangan rasa sosial. dan kraniostenosis. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan primer. Latihan diberikan secara kronologis dan meliputi : han di rumah : makan sendiri. dengan pendidikan kesehatan pada masyarakat. kalau ada. dan harus konkrit. perdarahan subdural. pendidikan penderita atau latihan khusus. konseling genetik dan tindakan kedokteran. dan observasi psikiatrik. Selain itu harapan atau tuntutan mengenai perilaku normal akan menyebabkan frustasi yang dapat mengakibatkan ketegangan. atau destruktif. jenis kelamin dan kedudukan sosial. – Mengajarkan suatu keahlian agar dapat mencari nafkah kelak. Dalam latihan mereka lebih sukar dari anak biasa karena perhatian mereka mudah sekali berubah. meliputi diagnosa dan pengobatan dini peradangan otak. anak dengan gangguan pendengaran atau penglihatan.Dalam perkembangan emosinya. pemeriksaan psikologik. misalnya peternakan dan menjahit. han moral : pelajaran tentang yang baik dan tidak baik. ketidakmampuan untuk bersaing dapat merupakan trauma baginya. bila perlu pemeriksaan laboratorium.

BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. perilaku penyesuaian dan pengembangan jasmani) terbagi menjadi retardasi mental teraf perbatasan. Pengertian Retardasi Mental Retardasi mental adalah kelainan ataua kelemahan jiwa dengan inteligensi yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo: kurang atau sedikit dan fren: jiwa) atau tuna mental (W. tetapi gejala yang utama ialah inteligensi yang terbelakang. sikap dan tingkah laku. ciri fisik b. Penanganan retardasi mental. Maramis. . sebelum lahir. 2. perkembangannya 3. 2005: 386). 4. Jenis retardasi mental menurut PPDGJ-I (berdasarkan kemampuan mental. yaitu: faktor keturunan. Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensi yang kurang/rendah yang terjadi sejak masa perkembangan. imbeciallity dan debil (stabil dan instabil). Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan. berat dan sangat berat. Karakteristik retardasi mental selain dari yang diketahui melalui definisinya dapat juga dilihat dari: a. serta c. sedang. 5. ringan. Terlebih dahulu diketahui diagnosanya.F. kemudian diadakan pencegahan dan pengobatan serta pelatihan dan pendidikan. Oleh: Kuntjojo A. ketika lahir dan sesudah lahir. Sedangkan secara klinis terbagi menjadi idiocy (partial atau incomplete dan complete). Penyebab retardasi mental terbagi menjadi beberapa faktor.

B.Pada Wikipedia (The Free Encyclopedia. Mental. sifilis.F. seperti hiper radiasi. . Infeksi dan atau intoksinasi Infeksi yang terjadi pada masa prenatal dapat berakibat buruk pada perkembangan janin. 2005: 386-388) faktor-faktor penyebab retardasi mental adalah sebagai berikut. “imbecile”. toksoplasma. alat kontrasepsi. b. jaringan otak juga dapat rusak yang pada akhirnya menimbulkan retardasi mental. dan usaha melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan berupa retardasi mental. sehingga yang bersangkutan mengalami hambatan dalam penyesuaian diri. yaitu rusaknya jaringan otak. Begitu pula halnya dengan intoksinasi. characterized by significantly impaired cognitive functioning and deficits in two or more adaptive behaviors with onset before the age of 18. Terjadinya rudapaksa dan / atau sebab fisik lain Rudapaksa sebelum lahir serta trauma lainnya. dan kemauannya berada pada tingkat rendah. karena masuknya “racun” atau obat yang semestinya dibutuhkan. dinyatakan: Mental retardation (MR) is a generalized disorder. Kemampuan jiwa retardasi mental gagal berkembang secara wajar. perasaan. Maramis. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Retardasi Mental Menurut Pedoman Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa Ke-1 (W. and “moron” derived from early IQ tests. inteligensi. which acquired pejorative connotations in popular discourse. 2010). dll. The term “mental retardation” is a diagnostic term denoting the group of disconnected categories of mental functioning such as “idiot”. a. Infeksi dapat terjadi karena masuknya rubella. It has historically been defined as an Intelligence Quotient score under 70. Retardasi mental merupakan kelemahan yang terjadi pada fungsi intelek. Begitu juga dengan terjadinya intoksinasi. ke dalam tubuah ibu yang sedang mengandung.

inteligensi yang ditingkatkan. Kelainan kromosom Kelainan kromosom mungkin terjadi pada aspek jumlah maupun bentuknya. Penyakit otak yang terjadi sejak lahir atau bayi dapat menyebabkan penderita mengalamai keterbelakangan mental. . Keadaan seperti itu dapat diperbaiki dengan memberikan gizi yang mencukupi sebelum anak berusia 6 tahun. yang dapat bersifat degeneratif. Kelainan pada jumlah kromosom menyebabkan sindroma down yang dulu sering disebut mongoloid. Gangguan gizi yang berat dan berlangsung lama sebelum anak berusia 4 tahun sangat mempengaruhi perkembangan otak dan dapat mengakibatkan retardasi mental. Gangguan metabolisme. e. c. termasuk anomaly cranial primer dan defek congenital yang tak diketahui sebabnya. tetapi tidak diketahui etiologinya. Mungkin juga karena terjadi kekurangan oksigen yang kemudian menyebabkan terjadinya degenerasi sel-sel korteks otak yang kelak mengakibatkan retardasi mental. radang. d. sesudah itu biarpun anak tersebut dibanjiri dengan makanan yang bergizi. gangguan pertumbuhan. f.Pada waktu proses kelahiran (perinatal) kepala bayi dapat mengalami tekanan sehingga timbul pendarahan di dalam otak. dst. dan gizi buruk termasuk dalam kelompok ini. Penyakit atau pengaruh prenatal Keadaan ini dapat diketahui sudah ada sejak dalam kandungan. rendah tersebut sangat sukar untuk . Penyakit otak yang nyata Dalam kelompok ini termasuk retardasi mental akibat beberapa reaksi sel-sel otak yang nyata. pertumbuhan atau gizi Semua retardasi mental yang langsung disebabkan oleh gangguan metabolisme (misalnya gangguan metabolism karbohidrat dan protein).

F. Retardasi Mental Sedang (IQ = 36 – 51). a. dan 3. h. 4. Kemampuan anak untuk dididik dan dilatih. Tidak terpenuhinya kebutuhan psikososial awal-awal perkembangan ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya retardasi mental pada anak. Tingkatan Retardasi Mental Untuk menentukan berat-ringannya retardasi mental. Retardasi Mental Taraf Perbatasan (IQ = 68 – 85). dan 5. kriteria yang dipakai adalah: 1. 2. Deprivasi psikososial Devripasi artinya tidak terpenuhinya kebutuhan. Akibat gangguan jiwa yang berat Retardasi mental juga dapat terjadi karena adanya gangguan jiwa yang berat pada masa kanak-kanak. i. Retardasi Mental Sangat Berat (IQ = kurang dari 20). 2) perbaikan .g. Retardasi Mental Berat (IQ = 20 – 35). Maramis. C. Pencegahan Primer Usaha pencegahan primer terhadap terjadinya retardasi mental dapat dilakukan dengan: 1) pendidikan kesehatan pada masyarakat. 3. Pencegahan Retardasi Mental Terjadinya retardasi mental dapat dicegah. Intelligence Quotient (IQ). Prematuritas Retardasi mental yang termasuk ini termasuk retrdasi mental yang berhubungan dengan keadaan bayi yang pada waktu lahir berat badannya kurang dari 2500 gram dan/atau dengan masa kehamilan kurang dari 38 minggu. D. Berdasarkan kriteria tersebut kemudian dapat diklasifikasikan beratringannya retardasi mental yang menurut GPPDGJ – 1 (W. Pencegahan retardasi mental dapat dibedakan menjadi dua: pencegahan primer dan pencegahan sekunder. Kemampuan sosial dan bekerja (vokasional). 2005: 390-392) adalah : 1. 2) Retardasi Mental Ringan (IQ = 52 – 67).

dan c) pencegahan kehamilan usia sangat muda dan terlalu tua. Mengapa demikian? Siapapun orangnya pasti memiliki beban psiko-sosial yang tidak ringan jika anaknya menderita retardasi mental. melainkan juga pada orang tuanya. 2) Pendidikan dan latihan diperlukan untuk memperbaiki sifat-sifat yang salah. Konseling dilakukan secara fleksibel dan pragmatis dengan tujuan agar orang tua penderita mampu mengatasi bebab psiko-sosial pada dirinya terlebih dahulu. sehingga ketergantungan pada pihak lain menjadi berkurang atau bahkan hilang. perlu diambil anamnesis dari orang tua dengan teliti mengenai: kehamilan. Untuk itulah maka mereka perlu mendapatkan layanan konseling. b) pertolongan persalinan yang baik. a. Untuk mendiagnosis retardasi mental dengan tepat. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder terhadap terjadinya retardasi mental dapat dilakukan dengan diagnosis dan pengobatan dini peradangan otak dan gangguan lainnya. dan pertumbuhan serta perkembangan anak. antara lain: a) perawatan prenatal dengan baik. 3) konseling genetik. Oleh karena itu agar orang tua dapat berperan secara baik dan benar maka mereka perlu memiliki kesiapan psikologis dan teknis. a. . Penanganan Retardasi Mental Penanganan terhadap penderita retardasi mental bukan hanya tertuju pada penderita saja. 3) Dengan latihan maka diharapkan dapat membuat keterampilan berkembang. persalinan.keadaan sosial-ekonomi. Pentingnya Pendidikan dan Latihan untuk Penderita Retardasi Mental 1) Latihan untuk mempergunakan dan mengembangkan kapasitas yang dimiliki dengan sebaik-baiknya. apalagi jika masuk kategori yang berat dan sangat berat. Dan bila perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium. 4) Tindakan kedokteran. E.

Jenis-jenis Latihan untuk Penderita Retardasi Mental Ada beberapa jenis latihan yang dapat diberikan kepada penderita retardasi mental. membersihkan badan dan berpakaian sendiri. Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo = kurang atau sedikit dan fren = jiwa) atau tuna mental. seperti mengurus diri atau aktivitas okupasional yang muncul sebelum usia 18 tahun. . dst. Retardasi Mental ditandai dengan fungsi intelektual yang secara signifikan berada dibawa rata-rata.F. b. RETARDASI MENTAL (MENTAL RETARDATION) Posted by psychologymania ⋅ Juli 11. W. 2) latihan di sekolah: belajar keterampilan untuk sikap social. Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan. Untuk mengikat perhatian mereka tindakan yang dapat dilakukan adalah dengan merangsang indera. tetapi gejala utama ialah intelegensi yang terbelakang. yaitu: 1) Latihan di rumah: belajar makan sendiri. diserta oleh adanya berbagai deficit dalam fungsi adaptif.. (2005) Ilmu Kedokteran Jiwa. Referensi Maramis. dan 4) latihan moral: latihan berupa pengenalan dan tindakan mengenai hal-hal yang baik dan buruk secara moral. 3) Latihan teknis: latihan diberikan sesuai dengan minat dan jenis kelamin penderita. Surabaya: Airlangga University Press.Melatih penderita retardasi mental pasti lebih sulit dari pada melatih anak normal antara lain karena perhatian penderita retardasi mental mudah terinterupsi. 2011 ⋅ Tinggalkan Sebuah Komentar Retardasi mental ialah keadaan dengan intelegensia yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak).

Retardasi mental dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa atau gangguan fisik lainnya. Tingkatannya mulai dari taraf ringan. Retardasi mental sedang. IQ sekitar 20-25 sampai 35-40. Pada umunya anak-anak dengan retardasi mental ringan tidak dikenali sampai anak tersebut menginjak tingkat pertama atau kedua disekolah. Intelegensi (IQ = Intelligence Quotient) bukanlah merupakan satu-satunya patokan yang dapat dipakai untuk menentukan berat ringannya retardasi mental. Dalam Kelompok ini termasuk keadaan retardasi mental karena kerusakan jaringan otak akibat infeksi intrakranial.Retardasi mental bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap intelektual dan fungsi adaptif. Sebanyak 4 % dari orang yang terkena retardasi mental. Sebagai kriteria dapat dipakai juga kemampuan untuk dididik atau dilatih dan kemampuan sosial atau kerja. Retardasi mental berat. sedang sampai berat. yaitu : • · Akibat infeksi dan/atau intoksikasi. keduanya disebut retardasi mental primer. Sekitar 1 sampai 2 % dari orang yang terkena retardasi mental. Di indonesia 1-3 persen penduduknya menderita kelainan ini. Klasifikasi retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu : 1. Retardasi mental berat sekali. Sedangkan faktor sekunder disebabkan oleh faktor luar yang berpengaruh terhadap otak bayi dalam kandungan atau anak-anak. obat atau zat toksik lainnya. dan sangat berat. Sekitar 10 % dari orang yang terkena retardasi mental. 4. IQ dibawah 20 atau 25. 2.IQ sekitar 50-55 sampai 70. Retardasi mental ringan. Sekitar 85 % dari orang yang terkena retardasi mental. Insiden tertinggi pada masa anak sekolah dengan puncak umur 10 sampai 14 tahun. Etiologi Penyebab kelainan mental ini adalah faktor keturunan (genetik) atau tak jelas sebabnya (simpleks). IQ sekitar 35-40 sampai 50-55. Epidemiologi Prevalensi retardasi mental sekitar 1 % dalam satu populasi. Retardasi mental mengenai 1. Insidennya sulit di ketahui karena retardasi metal kadang-kadang tidak dikenali sampai anak-anak usia pertengahan dimana retardasinya masih dalam taraf ringan. Retardasi mental menurut penyebabnya. 3. karena serum.5 kali lebih banyak pada laki-laki dibandingkan dengan perempuan. .

sesudah ini biarpun anak itu dibanjiri dengan makanan bergizi. Diagnosis Untuk mendiagnosa retardasi mental dengan tepat. · Akibat kelainan kromosom. Rudapaksa sebelum lahir serta juga trauma lain. perlu diambil anamnesa dari orang tua dengan teliti mengenai kehamilan. Retardasi mental dapat disebabkan oleh fakorfaktor biomedik maupun sosiobudaya. prilaku adaptif dan hasil tes psikometrik. • • • • • • · Akibat penyakit otak yang nyata (postnatal). Semua retardasi mental yang langsung disebabkan oleh gangguan metabolisme (misalnya gangguan metabolime lemak. tetapi yang belum diketahui betul etiologinya (diduga herediter). diadakan evaluasi pendengaran dan bicara. · Akibat gangguan jiwa yang berat. sklerotik atau reparatif. Observasi psikiatrik dikerjakan untuk mengetahui adanya gangguan psikiatrik disamping retardasi mental. intelegensi yang rendah itu sudah sukar ditingkatkan. Rudapaksa sesudah lahir tidak begitu sering mengakibatkan retardasi mental. Penilaian tingkat kecerdasan harus berdasarkan semua informasi yang tersedia. Kelainan kromosom mungkin terdapat dalam jumlah atau dalam bentuknya. Dalam kelompok ini termasuk retardasi mental akibat neoplasma (tidak termasuk pertumbuhan sekunder karena rudapaksa atau peradangan) dan beberapa reaksi sel-sel optak yang nyata. infiltratif. karbohidrat dan protein). radang. termasuk temuan klinis. bahan kontrasepsi dan usaha melakukan abortus dapat mengakibatkan kelainan dengan retardasi mental. seperti sinar x. pertumbuhan atau gizi termasuk dalam kelompok ini. pertumbuhan atau gizi. termasuk anomali kranial primer dan defek kogenital yang tidak diketahui sebabnya. · Akibat deprivasi psikososial. melainkan harus dinilai berdasarkan sejumlah besar keterampilan spesifik yang berbeda. persalinan dan perkembangan anak. Untuk membuat diagnosa ini harus jelas telah terjadi gangguan jiwa yang berat itu dan tidak terdapat tanda-tanda patologi otak. Kelompok ini termasuk retardasi mental yang berhubungan dengan keadaan bayi pada waktu lahir berat badannya kurang dari 2500 gram dan/atau dengan masa hamil kurang dari 38 minggu serta tidak terdapat sebabsebab lain seperti dalam sub kategori sebelum ini. Tingkat kecerdasan intelegensia bukan satu-satunya karakteristik.• • · Akibat rudapaksa dan atau sebab fisik lain. Keadaan dapat diperbaiki dengan memperbaiki gizi sebelum umur 6 tahun. tetapi tidak diketahui etiologinya. · Akibat gangguan metabolisme. Keadaan ini diketahui sudah ada sejak sebelum lahir. bila perlu diperiksa juga di laboratorium. Ternyata gangguan gizi yang berat dan yang berlangsung lama sebelum umur 4 tahun sangat mempengaruhi perkembangan otak dan dapat mengakibatkan retardasi mental. · Akibat penyakit/pengaruh pranatal yang tidak jelas. Untuk diagnosis yang pasti harus ada penurunan . Bila mungkin dilakukan juga pemeriksaan psikologik. · Akibat prematuritas. Reaksi sel-sel otak ini dapat bersifat degeneratif. proliferatif.

2. perdarahan subdural. operasi tidak menolong). . perbaikan keadaan-sosio ekonomi. Orang tua sering menghendaki anak diberi obat. “early infantile” dan skizofrenia anak juga sering menunjukkan gejala yang mirip retardasi mental. kesehatan dan keamanan. gangguan pertumbuhan gigi dan ekspresi wajah tampak tumpul. biarpun intelegensianya normal. Pencegahan sekunder meliputi diagnosa dan pengobatan dini peradangan otak. berumah tangga. Gangguan terhadap fungsi adaptif paling sedikit 2 misalnya komunikasi. pertolongan persalinan yang baik. konseling genetik dan tindakan kedokteran (umpamanya perawatan prenatal yang baik. Kadangkadang anak dengan gangguan pendengaran atau penglihatan dikira menderita retardasi mental. hidrosefali. dapat dibuka dengan kraniotomi. dan sindrom down. pekerjaan. pada mikrosefali yang kogenital. Dapat diberi neuroleptika kepada yang gelisah. 3.tingkat kecerdasan yang mengakibatkan berkurangnya kemampuan adaptasi terhadap tuntutan dari lingkungan sosial biasa sehari-hari. kraniostenosis (sutura tengkorak menutup terlalu cepat. Pada pemeriksaan fisik pasien dengan retardasi mental dapat ditemukan berbagai macam perubahan bentuk fisik. Wajah pasien dengan retardasi mental sangat mudah dikenali seperti hipertelorisme. Fungsi intelektual yang secara signifikan dibawah rata-rata. Mungkin juga gangguan bicara dan “cerebral palsy” membuat anak kelihatan terbelakang. kemampuan menolong diri sendiri. sosial. Pencegahan dan Pengobatan Pencegahan primer dapat dilakukan dengan pendidikan kesehatan pada masyarakat. hanya ada obat yang dapat membantu pertukaran zat (metabolisme) sel-sel otak. misalnya perubahan bentuk kepala: mikrosefali. IQ kira-kira 70 atau dibawahnya pada individu yang dilakukan test IQ. Kriteria diagnostik retardasi mental menurut DSM-IV-TR yaitu: 1. Onsetnya sebelum berusia 18 tahun Diagnosis Banding Anak-anak dari keluarga yang sangat melarat dengan deprivasi rangsangan yang berat (retardasi mental ini reversibel bila diberi rangsangan yang baik secara dini). kehamilan pada wanita adolesen dan diatas 40 tahun dikurangi dan pencegahan peradangan otak pada anak-anak). lidah yang menjulur keluar. Pencegahan tersier merupakan pendidikan penderita atau latihan khusus sebaiknya disekolah luar biasa. Konseling kepada orang tua dilakukan secara fleksibel dan pragmatis dengan tujuan antara lain membantu mereka dalam mengatasi frustrasi oleh karena mempunyai anak dengan retardasi mental. Gangguan emosi dapat menghambat kemampuan belajar sehingga dikira anak itu bodoh. hiperaktif atau dektrukstif. oleh karena itu dapat diberi penerangan bahwa sampai sekarang belum ada obat yang dapat membuat anak menjadi pandai.

Jakarta. Latihan diberikan secara kronologis dan meliputi : 1. 4.dalam Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa-Rujukan Ringkas dari PPDGJ III. · Mengajarkan suatu keahlian (skill) agar anak itu dapat mencari nafkah kelak.Latihan dan Pendidikan Pendidikan anak dengan retardasi mental secara umum ialah: • • • · Mempergunakan dan mengembangkan sebaik-baiknya kapasitas yang ada. jenis kelamin dan kedudukan sosial. · Memperbaiki sifat-sifat yang salah atau yang anti sosial. Airlangga University Press. 2. Definisi . Surabaya. Latihan rumah: pelajaran-pelajaran mengenai makan sendiri. p:1161-79 3. berpakaian sendiri. Agar ia mengerti maka tiap-tiap pelanggaran disiplin perlu disertai dengan hukuman dan tiap perbuatan yang baik perlu disertai hadiah. Hal. Maslim R. Lippincott & William. Hal: 385-402 2. Mental Retardation in Kaplan & Sadock’s Synopsis of Psychiatry. Retardasi Mental dalam Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa.119-21 A. 3. Daftar Pustaka 1. Sadock BJ. 2005. Sadock VA. kebersihan badan. Latihan sekolah: yang penting dalam hal ini ialah perkembangan sosial. Maramis WF. Latihan teknis: diberikan sesuai dengan minat. Retardasi Mental. Latihan moral: dari kecil anak harus diberitahukan apa yang baik dan apa yang tidak baik. London.

2005: 386). 2010).Retardasi mental adalah kelainan ataua kelemahan jiwa dengan inteligensi yang kurang(subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak).F. dinyatakan: Mental retardation (MR) isa generalized disorder. Maramis. and ³moron´ derived from early IQ tests.Pada Wikipedia (The Free Encyclopedia. characterized by significantly impaired cognitive functioning and deficits in two or more adaptive behaviors with onset before the age of 18. The term ³mental retardation´ is adiagnostic term denoting the group of disconnected categories of mental functioning such as³idiot´. Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan. . ³imbecile´. tetapi gejala yang utama ialahinteligensi yang terbelakang. which acquired pejorativeconnotations in popular discourse. It has historicallybeen defined as an Intelligence Quotient score under 70. Retardasi mental disebut juga oligofrenia (oligo: kurang atausedikit dan fren: jiwa) atau tuna mental (W.