You are on page 1of 2

PENYAKIIT ANKILOSTOMIASIS DAN NEKATORIASIS

Cacing tambang tersebar luas di seluruh dunia (kosmopolit) terutama didaerah tropis dan subtropis, yang iklimnya bersuhu panas dan mempunyai kelembaban tinggi. Di Eropa, Cina, dan Jepang, penderita infeksi cacing-cacing ini banyak dijumpai pada pekerja tambang, sehingga cacing-cacing ini disebut cacing tambang. Infeksi cacing tambang di Indonesia disebabkan oleh Necator americanus yang menyebabkan nekatoriasis dan Ancylostoma duodenale yang menimbulkan ankilostomiasis Penularan ankilostomiasis Manusia merupakan satu-satunya hospes definitif N. americanus maupun A. duodenale. Telur yang keluar dari usus penderita dalam waktu dua hari akan tumbuh di tanah menjadi larva rabditiform dalam waktu satu minggu akan berkembang menjadi larva filariform yang infektif. Lung migration. Larva filariform akan menembus kulit sehat manusia, memasuki pembuluh darah dan limfe, beredar didalam aliran darah, masuk ke jantung kanan, lalu masuk ke dalam kapiler paru. Larva menembus dinding kapiler masuk kedalam alveoli. Larva cacing kemudian mengadakan migrasi ke bronki, trakea, laring dan faring, akhirnya tertelan masuk ke usofagus. Di usofagus larva berganti kulit untuk yang ketiga kalinya. Migrasi larva berlangsung selama sepuluh hari . Dari usofagus larva masuk ke usus halus, berganti kulit yang keempat kalinya, lalu tumbuh menjadi cacing dewasa. Dalam waktu satu bulan, cacing betina sudah mampu bertelur. Gejala klinis ditimbulkan baik oleh cacing dewasa maupun larvanya. Cacing dewasa mengisap darah penderita. Seekor cacing dewasa N. americanus menyebabkan kehilangan darah sekitar 0.1 cc per hari, sedangkan seekor cacing A. duodenale dapat menimbulkan kehilangan darah sampai 0.34 cc per hari. Larva cacing menimbulkan dematitis dengan gatal-gatal (ground itch) pada waktu menembus kulit penderita. Selain itu larva pada waktu beredar di dalam darah (lung migration). akan menimbulkan bronkitis dan reaksi alergi yang ringan. Diagnosis infeksi cacing tambang Diagnosis pasti infeksi cacing tambang ditetapkan melalui pemeriksaan mikroskopik atas tinja yang dilakukan untuk memukan telur cacing. Gambaran klinis infeksi cacing tambang yang tampak dapat berupa: 1. Anemia hikromik mikrositer 2. Gambaran umum kekurangan darah: pucat, perut buncit, rambut kering dan mudah lepas 3. Rasa tak enak di epigastrium 4. Sembelit, diare atau steatore 5. Ground-itch (gatal kulit di tempat masuknya larva cacing) 6. Gejala bronkitis : batuk, kadang-kadang dahak berdarah Pemeriksaan darah menunjukan gambaran: 1. hemoglobin, menurun < 11.5 g/dl (wanita) < 13.5 g/dl (pria) 2. MCHC (Mean Corpuscular Hemoglobin Concentration), kurang dari dari 31-36 g/dl. Permeriksaan sumsum tulang, menunjukan gambaran hiperplasi normoblastik. Pada hapusan darah, terdapat gambaran: 1. Hipokromik mikrositer

3. Folic acid diberikan. atau poikilositosis Pengobatan cacing tambang Pengobatan ditujukan untuk mengatasi anemia maupun untuk memberantas cacingnya. Anisositosis. . dan berjalan di tanah selalu menggunakan alas kaki. Jumlah lekosit kurang dari 4. bila terjadi anemia megaloblastik. mebendazol dan levamisol Pencegahan infeksi cacing tambang Untuk mencegah terjadinya infeksi baru maupun reinfeksi dilakukan. yaitu: 1. Eosinofilia. Oxantel pamoat. Pendidikan kesehatan : membuat jamban yang baik. Terdapat leukopeni dengan limfositosis relatif. dapat mencapai 30% 4. 2. Pengobatan masal dan perorangan dengan obat cacing 2.000/ml 3. Pengobatan anemia mengunakan preparat besi.2. yang diberikan per oral atau parenteral. 1. Obat cacing yang dapat diberikan per oral: Pirantel pamoat.