You are on page 1of 4

ISSN 0852-405X

Jurnal Penelitian UNIB, Vol. XI, No 1, Maret 2005, Hlm. 9 - 20

EKSTERNALITAS EKONOMI DALAM PEMBANGUNAN WISATA ALAM BERKELANJUTAN


Studi Kasus pada Kawasan Wisata Alam Baturaden Purwokerto, Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah Mulyaningrum
Fakultas Ekonomi Universitas Bengkulu

ABSTRAK
Perkembangan wisata alam sering berdampak pada eksternalitas ekonomi terhadap penduduk lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksternalitas ekonomi dari perkembanganwisata alam berkelanjutan, yang didasarkan pada studi kasus di Kawasan wisata Baturaden, Purwokerto Jawa Tengah. Meskipun sektor industri pendukung wisata seperti hotel dan restoran hanya menyumbang 2.2% terhadap produk domestik bruto (PDB) dalam pertumbuhan ekonomi Propinsi Jawa Tengah, sektor wisata dipercayai mempunyai masa depan atau prospek yang bagus untuk perkembangan ekonomi regional. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan pada sektor lain dan kesempatan kerja sebagai akibat pengaruh ekonomi secara berantai dari sektor industri hotel dan restoran. Artinya, sektor wisata mempunyai peranan yang penting dan strategis bagi pertumbuhan ekonomi karena kemampuannya menyediakan kesempatan kerja bagi penduduk setempat. Kata kunci : eksternalitas ekonomi, wisata alam

ABSTRACT
The development of natural tourism often results in the economic externality to local people. This study was aimed to analyze the economic externality of sustainable natural tourism development, based on the case of Baturaden Tourism Region, Purwokerto, Central Java. Although the tourism supporting industry tourism sector, such as hotel and restaurant, only contribute 2.2% to the Gross Domestic Regional Product (PDRB) in economic growth of Central Java Province, the tourism sector is believed to have a good prospect for the development of regional economy. This showed by the improvement in the other sectors and employment as economic multiplier effects of hotel and restaurant industry sector. This means that the tourism sector has important and strategic roles in regional economic growth due to its capability to provide several work opportunities for the local people. Keywords: economic externality, natural tourism

PENDAHULUAN
Pada era industrialisasi, semakin banyak orang yang membutuhkan kompensasi untuk menikmati waktu senggangnya (leisure time), dengan melakukan aktivitas wisata. Naisbitt (1994 & 1996) menyatakan bahwa mulai tahun 2000 sektor pariwisata akan menjadi industri terbesar di dunia. Sebagai penyumbang ekonomi global, sektor pariwisata tidak ada tandingannya dengan pertimbangan: mampu mempekerjakan 204 juta orang di seluruh dunia, atau 10.6% dari angkatan kerja global; menghasilkan 10.2% produk nasional

bruto dunia, dengan keluaran bruto mendekati US$ 3.4 triliun; menjadi produsen terkemuka, dengan pendapatan pajak terbesar, mencapai jumlah US$ 655 milyar; merupakan 10.9% dari semua belanja konsumsi, 10.7% dari semua investasi modal, dan 6.9% dari semua belanja pemerintah. Dalam perkembangan industri pariwisata dunia, wisata yang berbasis alam atau wisata alam (natural tourism) mengalami kemajuan pesat. Menurut World Tourism Organization (WTO, 1995), tingkat pertumbuhan per tahun untuk wisata umum (general international travel) hanya 5%,

Mulyaningrum

10

sedangkan wisata alam sekitar 30%. Di kawasan Asia, industri pariwisata merupakan penghasil pendapatan terbesar kedua setelah minyak, sebesar US$ 312 milyar. Dari pendapatan tersebut, 10% berasal dari wisata alam, sisanya tersebar pada lebih dari 11 jenis wisata lainnya. Di Indonesia, pada Pelita VI, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 6.5 juta dari mancanegara dan 84 juta dari domestik, dengan penerimaan US$ 8-9 milyar dari wisatawan mancanegara, dan Rp 8.424 milyar dari wisatawan domestik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13.03% merupakan pengunjung obyek wisata alam (BPS, 1993). Kecenderungan pasar terhadap meningkatnya permintaan wisata alam antara lain disebabkan oleh meningkatnya kesadaran masyarakat akan kebutuhan kualitas lingkungan yang baik. Padahal kondisi lingkungan alam banyak yang mengalami kerusakan karena berbagai sebab, sehingga tempat-tempat wisata dengan suasana yang alami banyak dikunjungi wisatawan. Hal ini kemudian membangkitkan semangat untuk mengembangkan obyek-obyek wisata alam di berbagai daerah Indonesia. Terlebih dalam kondisi krisis ekonomi, sektor pariwisata diharapkan berperan sebagai penyelamat ekonomi, karena mampu menghasilkan pendapatan yang cukup tinggi. Data Direktorat Jendral Pariwisata (1997) menunjukkan, efek pengganda ekonomi (multiplier effect) dari setiap rupiah yang dikeluarkan oleh wisatawan adalah 1.88. Artinya, setiap rupiah tersebut tidak berhenti di sektor pariwisata, tetapi akan membangkitkan aktivitas ekonomi lain, berarti mendukung kesempatan kerja sektor lain yang terkait. Eksternalitas adalah suatu efek samping atau dampak yang timbul karena adanya keterkaitan antara aktivitas ekonomi yang satu dengan lainnya. Dalam hal ini, kegiatan konsumsi atau produksi yang dilakukan suatu pihak mempunyai pengaruh terhadap pihak lain (Mangkoesoebroto, 1995). Ekternalitas ekonomi, yaitu dampak yang bersifat positif atau menguntungkan karena dapat mening-

katkan kesejahteraan dari suatu aktivitas yang dilakukan oleh satu pihak terhadap pihak lain. Dampak yang bersifat negatif atau merugikan disebut eksternalitas dis-ekonomi. Studi ini bertujuan untuk menganalisis munculnya eksternalitas ekonomi dalam pengembangan wisata alam yang berkelanjutan (sustainability of natural tourism development). Menurut Nuryanti (1995), untuk mewujudkan pengembangan wisata yang berkelanjutan perlu persyaratan konsepsional sebagai berik ut : berpijak pada keseimbangan antara aspek pelestarian dan pengembangan serta berorientasi ke depan (jangka panjang); penekanan pada nilai manfaat yang besar bagi masyarakat setempat; prinsip pengelolaan sumberdaya yang tidak merusak dan berkelanjutan untuk jangka panjang, baik secara sosial, budaya, ekonomi maupun ekologi; ada keselarasan sinergis antara kebutuhan wisatawan, lingkungan hidup dan masyarakat lokal; mampu mengembangkan apresiasi yang lebih peka dari masyarakat terhadap warisan budaya dan lingkungan alam. Keberlanjutan kegiatan wisata di suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kelangsungan hidup perekonomiannya (Faulkner, 1997). Oleh karena itu, perlu ada wawasan tentang pengelolaan sumberdaya yang menghasilkan manfaat ekonomi secara langsung bagi masyarakat sekitar (local community), yaitu pertumbuhan ekonomi yang dinikmati oleh masyarakat. Secara umum studi ini bertujuan untuk untuk menganalisis munculnya eksternalitas ekonomi sebagai dampak dari kegiatan pengembangan wisata alam berkelanjutan, sedangkan secara khusus dimaksudkan untuk menganalisis nilai manfaat kegiatan wisata alam bagi masyarakat. sekitar sebagai salah satu indikator pertumbuhan ekonomi wilayah.

METODE PENELITIAN
Penelitian ini dilaksanakan di Kawasan Wisata Batur aden Purwokerto Kabupaten

Eksternalitas ekonomi dalam pembangunan wisata alam

11

Banyumas Propinsi Jawa Tengah, meliputi 7 desa pada 2 kecamatan, yaitu: (1) Kecamatan Baturaden meliputi desa: Ketenger, Karangmangu, Kemutug Lor, Kemutug Kidul, Karang Salam, Karang Tengah; (2) Kecamatan Sumbang, desa Limpakuwus (PERDA Kabupaten Banyumas Nomor 9 Tahun 1989 dan hasil observasi awal),. Wisatawan dapat menikmati panorama khas pegunungan di kaki Gunung Slamet yang indah, dengan berbagai atraksi wisata alam yang menarik seperti: (1) Taman rekreasi Lokawisata, (2) Wanawisata/camping ground, (3) Telaga Sunyi, (4) Curug Moprok, (5) Kedung Pete, (6) Surup Lawang, (7) Curug Tiga, (8) Curug Kebayan, (9) Curug Gede, (10) Curug Tempuran, (11) Curug Ceheng, (12) Pancuran Telu, dan (13) Pancuran Pitu. Eksternalitas ekonomi adalah dampak positif dari kegiatan wisata alam terhadap perekonomian masyarakat, yang diukur dengan adanya besaran-besaran ekonomi seperTabel 1. Bentuk dasar tabel in put output Sektor Produksi

ti efek pengganda pendapatan (multiplier effect). Eksternalitas ekonomi sebagai dampak positif dari adanya kegiatan wisata alam dapat dilihat dari adanya efek pengganda (multiplier effect), yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Hal ini muncul sebagai hasil dari investasi, penciptaan kesempatan kerja, dan lain sebagainya. Kondisi tersebut dimungkinkan karena kegiatan wisata alam akan berkaitan dengan kegiatan sektor lain yang menjadi pendukungnya. Efek pengganda pendapatan merupakan perkiraan potensi kenaikan pendapatan masyarakat, sebagai akibat dari adanya kegiatan wisata alam. Analisis multiplier effect dari kegiatan wisata dilakukan dengan menyusun tabel Input Output (IO) propinsi Jawa Tengah (update) yang berasal dari Tabel IO, menggunakan metode Sutomo (1995) dengan kerangka umum seperti pada Tabel 1.

Permintaan antara (konsumsi) Sektor 1 Sektor 2 Sektor J Sektor n Sektor 1 X11 X12 X1j X1n Sektor 2 X21 X22 X2j X2n Sektor I Xi1 Xi2 Xij Xin Sektor N XN1 Xn2 Xnj Xnn Total Input Antara X..1 X .2 X..j X .n

Permintaan Akhir Y1 Y2 YI Yn Y.

Total Output X1 X2 XI Xn X..

Keterangan: Xij: nilai yang diproduksi oleh sektor barisi dan digunakan oleh sektor kolom j; Yi : permintaan akhir sektor I; Xi : total output sektor I

Analisis pengganda (multiplier analysis) menyatakan tingkat perubahan suatu sektor ekonomi akibat adanya suatu permintaan akhir. Analisis pengganda dapat dilakukan terhadap output, pendapatan, dan nilai tambah dari sektor wisata. Yang ingin dilihat adalah seberapa jauh dampak atau perubahan permintaan akhir terhadap perubahan dalam output, pendapatan, nilai tambah pada sektor wisata dan sektor-sektor ekonomi lain dalam wilayah Jawa Tengah.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Laju pertambahan wisatawan yang datang ke Kawasan Wisata Baturaden selama 5 tahun terakhir tercatat rata-rata sebesar 8.17% per tahun. Kenaikan jumlah wisatawan tersebut telah menimbulkan dampak positif dari sisi ekonomi. Adanya peningkatan permintaan terhadap wisata alam, telah menimbulkan rangsangan pada berbagai kegiatan ekonomi masyarakat. Hal ini ditandai antara lain dengan adanya peningkatan pendapatan bagi PEMDA Kabupaten Banyumas, menciptakan

Thank you for evaluating AnyBizSoft PDF to Word.

You can only convert 3 pages with the trial version.

To get all the pages converted, you need to purchase the software from:

http://www.anypdftools.com/buy/buy-pdf-to-word.html