You are on page 1of 4

ASUHAN KEPERAWATAN FRAKTUR DENGAN GANGGUAN RASA NYAMAN : NYERI A.

Pengkajian Pengkaian pada masalah nyeri yang dapat dilakukan adalah adanya riwayat nyeri; keluhan nyeri seperti lokasi nyeri, intensitas nyeri, kualitas dan waktu serangan. Pengkajian dapat dilakukan dengan cara PQRST:      P (pemacu), yaitu faktor yang mempengaruhi gawat atau ringannya nyeri. Q (quality) dari nyeri, seperti apakah rasa tajam, tumpul, atau tersayat. R (region), yaitu daerah perjalanan nyeri. S (severity) adalah keparahan atau intensitas nyeri. T (time) adalah lama/waktu serangan atau frekuensi nyeri.

Intensitas nyeri dapat diketahui dengan bertanya pada pasien melalui skala nyeri berikut: Skala nyeri Tidak nyeri sedikit nyeri sedang parah/berat

Tidak nyeri

ringan

sedang

parah

separah-parahnya

0 : Tidak nyeri 1: Nyeri Ringan 2: Tidak nyaman 3: Mengganggu 4: Sangat mengganggu

0: Tidak nyeri 1: Nyeri Ringan 2: Nyeri sedang 3: Nyeri parah 4: Nyeri sangat parah

0: Tidak nyeri 1: Sedikit nyeri 2: Nyeri sedang 3: Nyeri parah

Kelelahan dapat memperberat nyeri. Ganguan mobilitas akibat nyeri pada ekstremitas. Memberikan informasi yang tepat dapat mengurangi ketakutan pasien dengan menganjurkan pasien untuk mengekspresikan bagaimana mereka menangani nyeri.  Ketakutan. mendengarkan dengan penuh perhatian mengenai keluhan nyeri pasien. Hal ini dapat dilakukan melalui pernyataan verbal. 2. Menguragi dan membatasi faktor-faktor yang menambah nyeri. Mengurangi faktor yang dapat menambah nyeri. Pengakuan perawat akan rasa nyeri yang diderita pasien dapat mengurangi nyeri.  Ketidakpercayaan. Nyeri akut akibat fraktur panggul. Cemas akibat ancaman peningkatan nyeri. Mengurangi kesalahpahaman pasien tentang nyerinya akan mengurangi nyeri. . D. 2. Diagnosis Keperawatan Terdapat beberapa diagnosis yang berhubungan dengan masalah nyeri. Hal ini dilakukan dengan memberitahu pasien bahwa nyeri yang dialami sangat individual dan hanya pasien yang tahu secara pasti tentang nyerinya. misalnya ketidakpercayaan. dan mengatakan kepada pasien bahwa perawat mengkaji rasa nyeri pasien agar dapat lebih memahami tentang nyerinya.  Kesalahpahaman. ketakutan. 3. 4. seperti memberikan analgesik sesuai dengan program yang ditentukan. Perencanaan Keperawatan 1. diantaranya: 1. Untuk mengatasinya. Nyeri kronis akibat arthritis. Menggunakan cara-cara untuk mengurangi nyeri yang optimal. C. kesalahpahaman. Kurangnya perawatan diri akibat ketidakmampuan menggerakkan tangan yang disebabkan oleh nyeri persendian. 3.  Kelelahan. Menggunakan berbagai teknik noninvasif untuk memodifikasi nyeri yang dialami. Pelaksanaan (Tindakan) Keperawatan 1. dan kebosanan. kelelahan.B. 5. kembangkan pola aktifitas yang dapat memberikan istirahat yang cukup.

perut. yang dilakukan guna menganggu atau memblok transmisi stimulus agar terjadi perubahan persepsi dengan cara mengurangi kortikal terhadap nyeri. Jenis analgesiknya adalah narkotika dan bukan narkotika. aktif mendengarkan musik. menghembuskannya secara perlahan. serta mengulangi hal yang sama sambil terus berkonsentrasi hingga didapat rasa nyaman. Kebosanan. melemaskan otot-otot tangan. dan sebagainya. memijat secara perlahan. digunakan untuk mengendalikan stimulus manual daerah nyeri tertentu dengan menempatkan beberapa elektrode di luar. yaitu dengan memblok atau mengubah stimulus nyeri dengan stimulus yang kurang dirasakan. Kebosanan dapat meningkatkan rasa nyeri. dan punggung. Jenis narkotika digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan menimbulkan depresi pada fungsi vital. Pemberian obat analgesik. kaki. Beberapa teknik pengalih perhatian adalah bernapas pelan dan berirama. 4. dan rileks. Pemberian stimulator listrik. Stimulasi kulit     Menggosok dengan halus pada daerah nyeri Menggosok punggung Menggunakan air hangat dan dingin Memijat dengan air mengalir 3. asetaminofen. Untuk mengurangi nyeri dapat digunakan pengalih perhatian yang bersifat terapeutik. Jenis bukan narkotika yang paling banyak dikenal masyarakat adalah aspirin. Memodifikasi stimulus nyeri dengan menggunakan teknik-teknik seperti: Teknik latihan pengalihan     Menonton televisi Berbincang-bincang dengan orang lain Mendengarkan musik Teknik relaksasi Menganjurkan pasien untuk menarik napas dalam dan mengisi paru-paru dengan udara. . membayangkan hal-hal yang menyenangkan. seperti respirasi. dan bahan antiinflamasi nonsteroid. tenang. Bentuk stimulator metode stimulus listrik meliputi:  Transcutaneus electrical stimulator (TENS). 2. menyanyi berirama.

. sebuah stimulator dengan stimulus alat penerima transistor dicangkok melalui kantong kulit intraclavicula atau abdomen. E.  Stimulator columna vertebrae. adanya respons fisiologis yang baik. Evaluasi Keperawatan Evaluasi terhadap masalah nyeri dilakukan dengan menilai kemampuan dalam merespons rangsangan nyeri. Percutaneus implanted spinal cord epiduralstimulator. yaitu elektrode ditanam melalui pembedahan pada dorsum sumsum tulang belakang. menurunnya intensitas nyeri. merupakan alat stimulator sum-sum tulang belakang dan epidural yang diimplan dibawah kulit dengan transistor timah penerima yang dimasukkan ke dalam kulit pada daerah epidural dan columna vertebrae. diantaranya hilangnya perasaan nyeri. dan pasien mampu melakukan aktifitas sehari-hari tanpa keluhan nyeri.