You are on page 1of 3

Kallinan meneliti pemberian carbogen (5% CO2-95% O2) inhalasi selama 10 menit, 6x/hari pada penderita tuli mendadak dengan

gambaran audiogram penurunan pendengaran pada nadatinggi memberikan hasil yang lebih baik.Di bagian THT RSCM, protokol pengobatan tuli mendadak berupa pemberian vasodilatansia,kortikosteroid, vitamin C dosis tinggi, di samping anjuran untuk dirawat dan instruksi dietrendah garam dan lemak, serta diberikan O 2 .PROGNOSISPrognosis tuli mendadak tidaklah seburuk seperti yang diperkirakan. Beberapa penulismenyatakan bahwa indikator kesembuhan dapat dilihat dari interval timbulnya gejala dengan pemeriksaan audiogram pertama. Dikatakan bahwa apabila interval < 3 hari, dapat diharapkankesembuhan 68% sesudah 1 minggu hanya 11% yang dapat diharapkan kembali. Dengan perkataan lain ialah makin dini ditegakkan diagnosis tuli mendadak, semakin baik angkakesembuhannya.Menurut J.B Snow (Paparella M.M, 1973), hamper 1/3 penderita tuli mendadak dapat sembuhsampai normal kembali, 1/3 masih ada sisa 40-80 dB SRT dan lainnya menderita ketulian total.Penyembuhan spontan sampai normal atau hampir normal, biasanya terjadi pada tuli mendadak dengan ketulian ringan sampai sedang dan tanpa gejala vertigo. Ketulian yang berat sampai totaldengan gejala vertigo mempunyai prognosis yang jelek.Definisi perbaikan pendengaran pada tuli mendadak menurut Kallinen adalah :1. Dikatakan sembuh bila perbaikan ambang pendengaran kurang dari 30 dB pada frekuensi250, 500, 1000 dan 2000 Hz dan di bawah 25 dB pada 4000 Hz.2. Perbaikan sangat baik adalah bila perbaikannya lebih dari 30 dB pada 5 frekuensi.3. Perbaikan baik bila rata-rata 10 dB ± 30 dB pada 5 frekuensi.4. Tidak ada perbaikan bila kurang dari 10 dB pada 5 frekuensi.TULI MENDADAK BILATERALMenegakkan diagnosis pasti tuli mendadak bilateral membutuhkan ketelitian yang tinggi karenakasus ini sangat jarang terjadi. Secara umum diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan anamnesisyang teliti mengenai proses terjadinya ketulian. Gejala penyerta serta keluhan lain yang berhubungan dengan faktor predisposisi sangat membantu memperkuat hasil anamnesis.Beberapa pemeriksaan lain dibutuhkan untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksaan Pendengaran (audiology test) Pemeriksaan yang dilakukan berupa : 1. Tes penala untuk penilaian pendengaran secara secara kualitatif 2. Audiometri nada murni untuk menentukan derajat dan jenis ketulian3. Audiometri khusus yaitu SISI (

Vasodilator Obat-obat ini diberikan untuk meningkatkan aliran darah ke koklea.PENATALAKSANAANSampai saat ini belum ada keeragaman diantara para ahli dalam penanganan tuli mendadak. lesi di koklea atauretrokoklea. tuli mendadak merupakan suatu kedaruratan yang memerlukan pengobatan segerauntuk mempercepat proses penyembuhan dan menghindari cacat yang menetap.Terapi yang diberikan saat ini berupa vasodilator. Pemeriksaan R adiologi Pemeriksaan radiologi. pemberin oksigen dan istirahat total. Pemeriksaan CT scan pada tulangtemporal diperlukan untuk mengetahui adanya maastoiditis. antikoagulansia. Pengobatan tuli mendadak pada umumnya sama antara yang bersifat unilateral dengan bilateral. sedative. dengan maksud memperbaiki system neurovaskuler. Begitu diagnosisditetapkan segera diberikan pengobatan yang sesuai.short increment sensitivity test ) untuk mengetahui adanyakelainan koklea dan tes kelelahan ( Tone Decay ) untuk mengetahui adanya tuli retrokoklea4. Audiometi tutur ( speech audiometric ) untuk menilai kemampuan pasien dalam pembicaraansehari-hari dan penggunaan alat bantu dengar 5. dapat membantu menegakkan diagnosis.Pemeriksaan ini bersifat obyektif karena tidak bergantung pada sikap dan kesadaran penderita. istirahattotal fisik dan mental. pengurangan viskositas darah. Sekitar 50% penderita dengan tuli mendadak menunjukkan kelainan permanen terhadaprangsangan vestibular yang menggunakan stimulasi kalori.Sebagian ahli berpendapat tuli mendadak dapat sembuh spontan tanpa pengobatan. Pemeriksaan Hematologi Dilakukan setelah konsultasi dengan sub bagian Hematologi dan sub bagian Kardiologi. BERA Pemeriksaan pendengaran yang lebih spesifik yang dapat juga untuk menilai fungsi nervus VIII. baik yang konvensional maupun berupa CT scan dan MRI (MagneticResonance Imaging). Obat pilihan saat ini adalah X .kortikosteroid. Dalam bidang THT. vitamin. Satu hal yang penting dalam penanganantuli mendadak adalah penderita diharapkan untuk tirah baring sempurna (total bed rest). Audiometri impedans untuk mengetahui kelainan di telinga tengah. IlmuPenyakit Dalam. Pemeriksaan fungsi keseimbangan Umumnya pemeriksaan ini menggunakan tes Hallpike dengan monitor elektronistagmogram(ENG). kolesteatoma dan neuroma akustik. Pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya gangguan pada sistem kardivaskuler dan hematologi yang mungkin menjadi penyebab.

Hughes GB mengatakan bahwa tuli mendadak bilateral kortikosteroid dapat diberikan dengandosis 1 mg / kg / har selama 30 hari.VitaminPemberian vitamin. Untuk meningkatkan perfusi vaskuler. Hormonadrenokortikotropik juga dapat diberikan untuk mengurangi daya rekat platelet selain sebagaianti inflamasi dan vasodilator.Pengobatan di atas dan tirah baring sempurna. Vitamin C fortediberikan 2 x 100 mg / hari. mikrosirkulasi danmenurunkan viskositas darah dapat diberikan dextran.AntikoagulansiaObat-obat jenis ini diberikan bila terdapat gangguan hematologi berupa heparin. Obt-obat lain yaitu papaverin HCl dan histamine fosfat.antinol nicotinat injeksi dan tablet.Dosis injeksi yaitu 3 x 900 mg selama 4 hari.KortikosteroidPrednison adalah golongan kortikosteroid yang sering dipakai dengan dosis tertentu yangkemudian diturunkan secara bertahap. Terapi yang sama dapat juga diberikan pada kasus yangdisebabkan oleh autoimun. 3 x 600 mg selama 4 hari. Dosis dalam bentuk tablet yaitu 3 x 2 tablet setiap hari elama 2 minggu. istirahat total fisik . dan 3 x 300 mg selama 6hari. baik sebagai terapi penunjang maupun bersifat neurotonik. dengan dosis tertentu yang diturunkan secara bertahap. Dosisnya dimulai dari 4 x 10 mg setiap hari yangditurunkan setiap 3 hari. Neurobion diberikan 3 x 1 tablet / hari.