You are on page 1of 14

Assalamualaikum wr. wb.

Pengaruh Konsentrasi Oksigen Terlarut dalam Aero-hidroponik pada Pembentukan dan Pertumbuhan Akar Adventif
Hillel Soffer' and David W. Burger

Disadur oleh Fadhilatul Adha

Pendahuluan
Setiap media yang digunakan untuk perakaran harus memberikan dukungan mekanik, air, dan oksigen. banyak informasi yang tersedia mengenai pentingnya air dalam proses rooting, tapi informasi tentang efek oksigen relatif langka

Bahan dan Metode


Bahan : Perangkat Ein Gedi Sistem (EGS) Perangkat aero-hidroponik yang terdiri dari reservoir 18 liter yang berisi 10 liter sirkulasi, air deionisasi. Pendorong kabut (maks 3000 rpm) Stek krisan dengan panjang 25 cm, jumlah daun 3 sampai 5 helai

Varietas krisan yang digunakan yaitu 'Bright Golden Anne', 'Intrepid White', 'Intrepid Gold dan Ficus Benjamina L. Perlakuan Empat konsentrasi Oksigen terlarut yang berbeda yaitu : 0 mg/l, 2,5mg/l, 5 mg/l, dan 8 mg/l

Batang dibedakan menjadi 3 bagian yaitu diatas kabut, pada kabut dan terendam air

Perlakuan yang lain dengan tanpa pengkabutan, tetapi dilakukan pengadukan dan tanpa pengadukan. Tempat percobaan Di rumah kaca dengan suhu 20-25 oC dan RH 60-100% Suhu air hidroponik 24 oC -+1oC

Hasil dan Pembahasan


Akar muncul hari ke 13 pada kandungan oksigen terlarut 8mg/l Hari ke 15 pada 5 mg/l Hari ke 18 pada 2,5 mg/l Akar muncul dari pangkal stek Pada hari ke 21 hubungan Konsentrasi Oksigen dengan perakaran dapat dinyatakan dalam persen pada tebel berikut

Tabel hubungan konsentrasi oksigen terlarut dengan pertumbuhan akar

Grafik pertumbuhan akar

Total akar perbagian batang

Tabel efek pengadukan pada rotting

Kesimpulan
Oksigen terlarut sangat penting dlam pertumbuhan tanaman. Oksigen mempengaruhi waktu rooting, persentase akar, jumlah akar, dan panjang akar. Konsentrasi oksigen terlarut terbaik adalah 8 mg/l. Aero-hidroponik memiliki keunggulan dalam menumbuhkan akar dan memberikan oksigen terlarut.

Sekian....
Any Question??