You are on page 1of 15

Wajib bagi setiap mukallaf dan muslim mempercayai bahawa terdapat beberapa sifat kesempurnaan yang tidak terhingga

bagi Allah. Maka, wajib juga dipercayai akan sifat Allah yang dua puluh dan perlu diketahui juga sifat yang mustahil bagi Allah. Sifat yang mustahil bagi Allah merupakan lawan kepada sifat wajib. Sifat wajib pula terbahagi juga empat bahagian iaitu nafsiah, salbiah, ma'ani atau ma'nawiah.

Sifat Wajib Wujud Qidam Baqa

Tulisan Maksud Arab ‫ ﻭﺟﻮﺩ‬Ada ‫ ﻗﺪﻡ‬Sedia ‫ ﺑﻘﺎﺀ‬Kekal

Sifat Nafsiah Salbiah Salbiah

Bersalahan Mukhalafatuhu ‫ ﻣﺨﺎﻟﻔﺘﻪ‬Allah Ta'ala lilhawadith ‫ ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ‬dengan segala yang baharu Qiamuhu binafsih

Salbiah

‫ ﻗﻴﺎﻣﻪ‬Berdiri-Nya Salbiah ‫ ﺑﻨﻔﺴﻪ‬dengan sendiri Esa Allah Ta'ala pada dzat,pada Salbiah ‫ﻭﺣﺪﺍﻧﻴﺔ‬ sifat dan pada perbuatan Ma'ani ‫ ﻗﺪﺭﺓ‬Berkuasa ‫ﺇﺭﺍﺩﺓ‬ ‫ﻋﻠﻢ‬ ‫ﺣﻴﺎﺓ‬ ‫ﺳﻤﻊ‬ ‫ﺑﺼﺮ‬ ‫ﻛﻼ ﻡ‬ Berkehendak menentukan Ma'ani Ma'ani Ma'ani Ma'ani Ma'ani Ma'ani

Tulisan Maksud Arab Adam ‫ ﻋﺪﻡ‬Tiada Haduth ‫ ﺣﺪﻭﺙ‬Baharu Fana ‫ ﻓﻨﺎﺀ‬Akan binasa Menyamai atau bersamaan Mumathalatuhu ‫ﻣﻤﺎﺛﻠﺘﻪ‬ bagi-Nya lilhawadith ‫ﻟﻠﺤﻮﺍﺩﺙ‬ dengan suatu yang baru Berdiri-Nya Qiamuhu ‫ﻗﻴﺎﻣﻪ‬ dengan yang bighairih ‫ﺑﻐﻴﺮﻩ‬ lain Sifat Mustahil Ta'addud Ajzun Karahah Jahlun Al-Maut As-Summu Al-Umyu Al-Bukmu ‫ﺗﻌﺪﺩ‬ ‫ﻋﺟﺰ‬ ‫ﻛﺮﺍﻫﻪ‬ ‫ﺟﻬﻞ‬ ‫ﺍﻟﻤﻮﺕ‬ ‫ﺍﻟﺻﻢ‬ ‫ﺍﻟﻌﻤﻲ‬ ‫ﺍﻟﺑﻜﻢ‬ ‫ﻛﻮﻧﻪ‬ ‫ﻋﺎﺟﺰﺍ‬ ‫ﻛﻮﻧﻪ‬ ‫ﻛﺎﺭﻫﺎ‬ Berbilangbilang Lemah Benci iaitu tidak menentukan Bodoh Mati Pekak Buta Bisu Keadaan-Nya yang lemah Keadaan-Nya yang benci iaitu tidak menentukan

Wahdaniat Qudrat Iradat Ilmu Hayat Sama' Basar Kalam Kaunuhu qaadiran Kaunuhu muriidan Kaunuhu 'aliman

Mengetahui Hidup Mendengar Melihat Berkata-kata Keadaan-Nya ‫ﻛﻮﻧﻪ ﻗﺎﺩﺭﺍ‬ yang berkuasa Keadaan-Nya ‫ ﻛﻮﻧﻪ‬yang ‫ ﻣﺮﻳﺪﺍ‬berkehendak menentukan Keadaan-Nya ‫ ﻛﻮﻧﻪ ﻋﺎﻟﻤﺎ‬yang mengetahui

Ma'nawiyah Kaunuhu ajizan Kaunuhu kaarihan

Ma'nawiyah

Ma'nawiyah Kaunuhu jahilan

‫ ﻛﻮﻧﻪ‬Keadaan-Nya ‫ ﺟﺎﻫﻼ‬yang bodoh

Allah tidak memerlukan dan tidak mengkehendaki malaikat untuk menciptakan Arasy. baqa'. · Sifatnya: wahdaniat.Ma'nawiyah Kaunuhu abkam ‫ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺑﻜﻢ‬ yang kelu kata Sifat kesempurnaan Dua puluh yang tertera di atas yang wajib bagi Allah terkandung di dalam dua sifat kesempurnaan. Allah tidak mengkehendaki yang lain menjadikan-Nya dan tidak berkehendakkan tempat berdiri bagi zat-Nya. kaunuhu basiran. Contohnya. kaunuhu mutakalliman. Sifat tersebut adalah:  Istigna' ( ‫) ﺇﺳﺘﻐﻨﺎﺀ‬ · Kaya Allah daripada sekelian yang lain daripada-Nya iaitu tidak berkehendak ia kepada sesuatu. ilmu. mukhalafatuhu lilhawadith. .  Iftiqar ( ‫) ﺇﻓﺘﻘﺎﺭ‬ · Yang lain berkehendakkan sesuatu daripada Allah iaitu yang lain berkehendakkan daripada Allah untuk menjadikan dan menentukan mereka dengan perkara yang harus. qiamuhu binafsih. basar. manusia memohon kepada Allah melancarkan hidupnya. · Maka. Contohnya. Contohnya. Sifat yang harus Sifat harus atau sifat jaiz juga dimiliki oleh Allah. qidam. qudrat. harus bagi Allah menciptakan langit. Maksudnya.Kaunuhu hayyan Kaunuhu sami'an Kaunuhu basiiran Kaunuhu mutakalliman ‫ﻛﻮﻧﻪ ﺣﻴﺎ‬ ‫ﻛﻮﻧﻪ‬ ‫ﺳﻤﻴﻌﺎ‬ ‫ﻛﻮﻧﻪ‬ ‫ﺑﺼﻴﺭﺍ‬ ‫ﻛﻮﻧﻪ‬ ‫ﻣﺘﻜﻠﻤﺎ‬ Keadaan-Nya Kaunuhu Keadaan-Nya Ma'nawiyah ‫ﻛﻮﻧﻪ ﻣﻴﺘﺎ‬ yang hidup mayitan yang mati Keadaan-Nya Kaunuhu Keadaan-Nya Ma'nawiyah ‫ﻛﻮﻧﻪ ﺃﺻﻢ‬ yang mendengar asamma yang pekak Keadaan-Nya ‫ ﻛﻮﻧﻪ‬Keadaan-Nya Ma'nawiyah Kaunuhu a'maa yang melihat ‫ ﺃﻋﻤﻰ‬yang buta Keadaan-Nya Keadaan-Nya yang berkata. matahari dan yang lain dan harus juga bagi Allah untuk tidak menciptakannya. Harus bagi Allah memperbuatkan sesuatu yang harus ada atau tiada atau meninggalkannya. kaunuhu hayyan. Tidak wajib bagi Allah membuat sesuatu seperti menghidupkan atau mematikan bahkan itu harus pada hak Allah. Maha suci Tuhan daripada tujuan pada sekelian perbuatan dan hukum-hukumnya dan tidak wajib bagi-Nya membuat sesuatu atau meninggalkan sesuatu. hayat. bumi. sama'. kalam. kaunuhu qadiran. kaunuhu muridan. iradat. kaunuhu sami'an. · Sifatnya: wujud.

turun ke langit dunia ketika tinggal sepertiga akhir dari malam. adalah sifat dzatiyah." (Al-Kahfi: 45) "Katakanlah: 'Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu. bersemayam di atas 'Arsy. apakah ia termasuk dzatiy atau fi'liy?! A. Yaitu sifat yang Dia perbuat jika berkehendak." (AlMaidah: 120) "Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu. ” (mendengar). ” (dua mata). Bagian pertama." (Al-Baqarah: 20) "Dan adalah Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Seperti ” (ilmu). ” (dua tangan).. yakni sifat yang senantiasa melekat denganNya. Sifat ini tidak berpisah dari DzatNya. dan datang pada hari Kiamat. Al-qudrah (berkuasa) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "." (Al-An'am: 65) "Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembali-kannya (hidup . ” (wajah). ” (keagungan).. dari atas kamu atau dari bawah kakimu'. ” (kekuasan). Berikut ini kami sebutkan sejumlah sifat-sifat Allah dengan dalil dan keterangannya. adalah sifat fi'liyah. ” (ketinggian). ” (melihat).Sifat-Sifat Allah Sifat-sifat Allah terbagi menjadi dua bagian. ” (kemuliaan). Seperti. dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Bagian kedua. ” (hikmah).

" (Fathir: 44) "Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa. menunjukkan kesempurnaan qudrah-Nya yang menyeluruh. niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya." (Al-Maidah: 1) "Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki. Tidaklah ada penciptaan makhluk dan pembangkitan mereka kembali kecuali bagaikan satu jiwa saja. Tidak ada satu partikel pun yang keluar dariNya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. tidak ada bedanya antara masyi'ah dan iradah kauniyah. membelah baginya pendengaran dan penglihatannya. Iradah Syar'iyah. Al-iradah (berkehendak) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah menetapkan hukum-hukum menurut yang dikehendakiNya. bagaimanakah Allah menciptakannya dalam bentuk yang paling baik." (Al-Buruj: 16) "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia." (Al-Hajj: 14) "Mahakuasa berbuat apa yang dikehendakiNya.sesudah mati)." (Yasin: 82) Ayat-ayat ini menetapkan iradah untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala yakni di antara sifat Allah yang ditetapkan oleh Al-Qur'an dan As-Sunnah. mencipta-kan untuknya sepasang mata." (Qaf: 38) Dia memiliki qudrah yang mutlak dan sempurna sehingga tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya. baik yang di atas maupun yang di bawah. Ahlus-Sunnah wal Jama'ah menyepakati bahwa iradah itu ada dua macam: a.. niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit . sebagaimana Dia juga menafikan dari DiriNya sifat 'ajz (lemah) dan lughub (letih)." (Ath-Thariq: 8) Dia telah menetapkan sifat qudrah. bisa terjadi bisa pula . Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. b. sedangkan iradah syar'iyah tidak harus terjadi. Cukuplah menjadi dalil bagi seorang hamba manakala ia melihat kepada penciptaan diri-nya. dan Kami sedikit-pun tidak ditimpa keletihan." (Al-Baqarah: 185) Perbedaan antara keduanya ialah: Iradah kauniyah pasti terjadi.. sebagaimana yang terdapat dalam ayat: "Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk." (Yasin: 82) Maka seluruh makhlukNya. "Sesungguhnya perintahNya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: 'Jadilah!' maka terjadilah ia. sebuah lisan dan sepasang bibir? Kemudian apabila ia melayangkan pandangannya ke seluruh jagat raya ini maka ia akan melihat berbagai keajaiban qudrah-Nya yang menunjuk-kan keagunganNya. sebagaimana terdapat dalam ayat: "Allah menghendaki kemudahan bagimu. B. kuasa untuk melakukan apa saja." (Al-An'am: 125) Yaitu iradah yang menjadi persamaan masyi'ah (kehendak Allah). dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Iradah Kauniyah.

..tidak.. Dan Allah Maha Mengetahui segala isi hati." (Al-Hujurat: 18) Yang dimaksud dengan ghaib adalah yang tidak diketahui oleh manusia." (Al-Hasyr: 22) "." (Saba': 3) "Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ghaib di langit dan di bumi. Adapun iradah syar'iyah maka di antara konsekuensinya adalah mahabbah Allah. ilmuNya benar-benar meliputi segala sesuatu." (AnNahl: 74) Di antara dalil yang menunjukkan atas ilmuNya yang luas adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : ". seandainya ia menciptakan tentu tidak akan teliti dan sempurna.. yang bermanfaat dan yang berbahaya bahkan meliputi segala sesuatu. tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. dan sesungguhnya Allah. dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula) . Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata .. Iradah kauniyah tidak mengharuskan mahabbah (cinta Allah). C. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan)... Yang mengetahui yang ghaib. seperti taat dan pahala. dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan." (Ali Imran: 5) Yang dimaksud dengan syahadah adalah apa yang disaksikan dan dilihat oleh manusia... Tidak ada tersembunyi dari-padaNya seberat zarrah pun yang ada di langit dan yang ada di bumi . Sedangkan iradah syar'iyah hanya terdapat pada yang baik dan yang bermanfaat saja. karena Allah tidak menginginkan dengannya kecuali sesuatu yang dicintaiNya.. dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah ." (Al-Baqarah: 255) "Sesungguhnya Allah mengetahui.. sedang kamu tidak menge-tahui.. Seperti penciptaan Iblis dan segala yang jahat lainnya un-tuk ujian dan cobaan." (AlAn'am: 59) "Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. Iradah kauniyah meliputi yang baik dan yang jelek." (Ath-Thalaq: 12) Di antara dalilnya yang lain ialah hasil ciptaanNya yang sangat teliti dan sempurna.... Terkadang Allah menghendaki terjadinya sesuatu yang tidak Dia cintai. agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. tetapi Allah mengetahuinya." (At-Taghabun: 4) . Yang tidak mengetahui dan tidak mempunyai ilmu tidak mungkin menciptakan sesuatu. tetapi dari hal tersebut akan lahir sesuatu yang dicintai Allah.... dan menge-tahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu nyatakan. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Al-'Ilmu (Ilmu) Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ".?" (Al-Mulk: 14) Karena mustahil bisa menciptakan benda-benda di alam ini de-ngan sangat teliti dan sempurna kalau bukan Yang Maha Mengetahui. "Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satu pun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit.

qudrat dan iradah.. karena Allah bersifat dengan 'ilmu. baik yang keras maupun yang pelan. BagiNya adalah kehidupan yang sempurna." (Ghafir: 65) "Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup (Kekal) Yang tidak mati . Syaikh Ibnu Taimiyah berkata. Berbagai macam bahasa dan suara tidaklah membuat samar bagiNya." (Al-Mujadalah: 1) "Apakah mereka mengira. tidak ada kantuk dan tidak ada tidur. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya. Dialah Al-Qayyum." (Al-Furqan: 58) Ayat-ayat di atas menetapkan sifat hayat bagi Allah. Al-Hayat (Hidup) Yaitu sifat dzatiyah azaliyah yang tetap untuk Allah. bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka?" (Az-Zukhruf: 80) Sebagaimana Allah juga melihat segala sesuatu. karenanya hayat menunjukkan kepada seluruh sifat-sifat dzatiyah... Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Jadi seluruh sifat kembali kepada dua nama yang agung ini. mendengar semua suara dengan semua bahasa dan dapat membedakan semua kebutuhan masing-masing. Allah menyifati diriNya dengan kedua-duanya dalam banyak ayat..Dan masih banyak lagi ayat-ayat tentang masalah ini. Satu pen-dengaran tidak mengganggu pendengaran yang lain. "Kaum Muslimin memahami. dan qayyum menun-jukkan kepada seluruh sifat-sifat fi'liyah. dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. dan tidak ada sesuatu pun yang menutupi penglihatanNya." (Thaha: 46) Pendengaran Allah Subhannahu wa Ta'ala menangkap semua suara. dan Dia Mahahalus lagi Maha Mengetahui?" (Al-Mulk: 14) 4. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Allah. 5. yang menegakkan yang lainNya dengan memberinya sebab-sebab kelangsungan dan kebaikan." (Asy-Syura: 11) "Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Dan Dia tidak mengambil ilmu tentang benda itu dari benda itu sendiri. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Tidakkah dia mengetahui bahwa sesungguhnya Allah melihat segala perbuatannya?" (Al-'Alaq: 14) "Yang melihat kamu ketika . "Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan). Sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. tidak ada kematian. seperti firmanNya: "Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Aku mendengar dan melihat. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) .." (An-Nisa': 58) ". jika Dia dimintai dengannya pasti Dia memberi." (Al-Baqarah: 255) "Dialah Yang hidup kekal. Dan bahwa Al-Hayyul Qayyum adalah "AlIsmul A'zham" (nama yang paling agung) yang jika Allah dipanggil dengannya pasti Dia mengabulkan. tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia .. As-Sam'u (Mendengar) Dan Al-Bashar (Melihat) Keduanya termasuk sifat dzatiyah Allah. dan mengadukan (halnya) kepada Allah. tidak ada kekurangan.. sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu sebelum benda-benda itu ada dengan ilmuNya dan qadim azaliy yang merupakan salah satu dari konsekuensi DiriNya yang Mahasuci. sedangkan sifat-sifat itu tidaklah ada kecuali dari yang hidup..

dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orangorang yang sujud. 'Hai Isa . karena berkaitan dengan masyi'ah dan qudrah-Nya." (Al-Qashash: 62) ".. Allah Subhannahu wa Ta'ala juga menyebutkan bahwa yang tidak bisa berbicara tidak pantas untuk menjadi Tuhan. setelah kepergian Musa ke gunung Thur membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka anak lembu yang bertubuh dan bersuara. Allah Subhannahu wa Ta'ala menceritakan tentang Ibrahim Alaihissalam yang berbicara kepada bapaknya sebagai protes atas penyembahan mereka terhadap berhala. Juga termasuk sifat fi'liyah.. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak lembu itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka?" (Al-A'raf: 148) Kalam adalah sifat kesempurnaan. Dan Allah memiliki sifat kesempurnaan.” (An-Nisa': 87) "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?" (An-Nisa': 122) "Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung." (Maryam: 52) "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa .. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan kaum Musa. sedangkan bisu adalah sifat kekurangan.... dengan suatu kalam (pembicaraan) yang bisa didengar. Di antara mereka ada yang Allah berkata-kata (langsung dengan dia) ." (At-Taubah: 105) Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak (pula) di langit..." (Asy-Syu'ara: 10) "Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka . ijma' salaf dan para imam adalah Al-Kalam. kapan Dia menghendaki dan dengan apa Dia kehendaki." (Asy-Syu'ara: 218-219) "Dan katakanlah: 'Bekerjalah kamu." (Al-Baqarah: 253) "(Ingatlah).kamu berdiri (untuk sembahyang). Semuanya adalah termasuk jenis kalam yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya. "Mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar dan melihat. nida' (seruan) dan munajat. As-Sunnah.supaya ia sempat mendengar firman Allah. Al-Istiwa' 'Alal-'Arsy (Bersemayam Di Atas 'Arsy) . maka Allah akan melihat pekerjaanmu itu ." (An-Nisa': 164) ".. karena terus menyertai Allah dan tidak pernah berpisah dariNya... suci dari keku-rangan. Kalam Allah termasuk sifat dzatiyah. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Dan siapakah orang yang lebih benar perkataan (nya) dari-pada Allah. kalam (pembicaraan). ketika Allah berfirman.. …” (Al-Baqarah: 75) Semua ayat ini menetapkan sifat hadits (ucapan).'." (At-Taubah: 6) … padahal segolongan dari mereka mendengar firman Allah.. qaul (perkata-an).. Al-Kalam (Berbicara) Di antara sifat Allah yang dinyatakan oleh Al-Qur'an." (Maryam: 42) "Apakah berhala-berhala itu mendengar (do`a) mu sewaktu kamu berdo`a (kepadanya)?" (Asy-Syu'ara: 72) 6.. (Ali Imran: 5) Yang tidak mendengar dan melihat tidak layak untuk menjadi Tuhan. Sesungguhnya Allah Subhannahu wa Ta'ala berbicara sebagaimana yang Dia kehendaki.. 7." (Ali Imran: 55) "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).

" (Thaha: 5) Kelima." (Yunus: 3) Ketiga." (Al-A'raf: 54) Kedua... kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy ." (Al-Hadid: 4) Dalam ketujuh ayat ini lafazh istawa' datang dalam bentuk dan lafazh yang sama. Yang bersemayam di atas 'Arsy .. Al-'Uluw (Tinggi) Dan Al-Fawqiyyah (Di Atas) Dua sifat Allah yang termasuk dzatiyah adalah ketinggianNya di atas makhluk dan Dia di atas mereka. Kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy . 'Arsy menurut Bahasa Arab adalah singgasana untuk raja. Akan tetapi kita hanya menetapkannya sesuai dengan apa yang kita pahami dari maknanya dalam bahasa Arab. pada surat Thaha: "(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah." (Al-Mulk: 16) Maksudnya "Dzat yang ada di atas langit" apabila yang dimaksud dengan sama' (dalam ayat tersebut) adalah langit. pada surat Yunus: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. atau "Dzat yang di atas" jika yang dimaksud dengan sama' adalah sesuatu yang ada di atas. pada surat Al-Furqan: ". Kita tidak mengetahui kaifiyah (cara)nya. pada surat Al-A'raf: "Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. kemudian Dia bersema-yam di atas `arsy.. pada surat Al-Hadid: "Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa. Allah telah mengangkat `Isa kepada- ." (AlBaqarah: 255) "Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Mahatinggi." (As-Sajdah: 4) Ketujuh..... ia merupakan atap bagi semua makhluk. Allah Subhannahu wa Ta'ala mengabarkan bahwa Dia bersemayam di ata 'Arsy... (Dialah) Yang Maha Pemurah ... kemudian Dia bersemayam di atas Arsy..Ia adalah termasuk sifat fi'liyah." (Al-Furqan: 59) Keenam." (Ar-Ra'd: 2) Keempat. Maka hal ini menyatakan bahwa yang dimaksudkan adalah maknanya yang hakiki yang tidak menerima ta'wil.. Pertama. pada surat Ar-Ra'd: "Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat. yaitu ke-tinggian dan keluhuranNya di atas 'Arsy. sebagaimana sifat-sifat lainnya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan Allah Mahatinggi lagi Mahabesar.." (Al-A'la: 1) "Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit. Sebagaimana Dia menggambarkan tentang diangkatnya apa-apa kepadaNya: ". pada surat As-Sajdah: "Allah-lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa. karena memang AlQur'an diturunkan dengan bahasa Arab. Sedangkan bersemayamnya Allah di atas-nya ialah yang sesuai dengan keagunganNya. sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepadaKu . 8. lalu Dia bersemayam di atas `Arsy ." (Ali Imran: 55) "Tetapi (yang sebenarnya). Se-dangkan yang dimaksud dengan 'Arsy di sini adalah singgasana yang mempunyai beberapa kaki yang dipikul oleh malaikat. sebagaimana kaifiyah sifat-sifatNya yang lain... pada tujuh tempat di dalam kitabNya. kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy ..

Nya.. sesungguhnya Aku beserta kamu berdua. Arti ma'iyah: Ma'iyah Allah terhadap makhlukNya ada dua macam: Ma'iyah umum bagi semua makhlukNya.." (Thaha: 46) ". di antaranya adalah firman Allah Subhannahu wa Ta'ala : "Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hambaNya ." (At-Taubah: 40) "Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Sesungguhnya Aku bersama kamu berdua..." (At-Taubah: 40) Catatan Penting: Dari uraian di atas." (Al-An'am: 18) Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka. KepadaNya-lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih dinaikkanNya.. pengawasan dan pengetahuan Allah terhadap mereka. Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada . ".. di mana pun mereka berada..'Uluwudz-Dzat (DzatNya di atas makhluk) ." (An-Nisa': 158) Dan tentang shu'ud (naik)nya sesuatu kepadaNya: ". 9. Begitu pula fawqiyah-Nya ditetapkan oleh berbagai dalil.. jelaslah makna Ma'iyah Allah terhadap hambaNya bukan berarti "Allah .." (An-Nahl: 50) Perbedaan antara 'uluw dan istiwa' adalah bahwasanya 'uluw ada-lah sifat dzat. sesungguhnya Allah bersama kita . pengetahuan Allah terhadap amal perbuatan hamba-hambaNya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Janganlah kamu berduka cita. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Janganlah kamu berduka cita. Tidak ada sesuatu pun dari mereka yang lepas dari pengawasan Allah di mana pun mereka berada. Maknanya.." (Al-Hadid: 4) Ma'iyah khusus untuk orang-orang mukmin. Aku mendengar dan melihat." (Al-Ma'arij: 4) 'Uruj dan shu'ud adalah naik... Dalil-dalil semacam ini menunjuk-kan kepada 'uluw (ketinggian) Allah di atas makhlukNya. (Thaha: 46) Dalil-dalil di atas menetapkan bahwa Allah Subhannahu wa Ta'ala selalu bersama hambaNya. serta pertolongan. Al-Ma'iyyah (Kebersamaan) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah berdasarkan dalil yang banyak sekali. 'Uluw mempunyai tiga makna: . Maksudnya.'Uluwul-Qahr (kekuasaanNya di atas makhluk) Kesemuanya itu adalah sifat yang benar untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala .." (Al-Hadid: 4) ". gerakan yang zhahir dan yang batin.. sedangkan istiwa' adalah sifat fi'il... dukungan dan penjagaan Allah untuk mereka dari tipu muslihat musuh-musuh mereka." (Fathir: 10) Dan tentang 'uruj (naik)nya sesuatu kepadaNya: "Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan . sesungguhnya Allah beserta kita.'Uluwudz-Qahr (kekuatanNya di atas makhluk) . Aku mendengar dan melihat". perhitungan amal dan pengawasan ter-hadap mereka...

" (An-Najm: 26) ".. Anda mengatakan.." (Al-Fath: 18) ".. karena hal itu adalah "madzhab hululiyah" yang sesat. maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya .. sedang yang sampai hanyalah cahaya dan penerangannya saja. Di antara buah cinta dan ridha ini ialah terwujudnya taufiq dan pemuliaan serta pemberian nikmat kepada hamba-hambaNya yang Dia cintai dan Dia ridhai. Bahwasanya Dia mencintai sebagian manusia dan meridhai mereka. As-Sukhtu (Murka) Dan Al-Karahiyah (Benci) Sebagaimana Allah mencintai hambaNya yang mukmin dan meri-dhainya. niscaya Allah mengasihi . syafa`at mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai (Nya)." (Al-Baqarah: 195) Dalam ayat-ayat ini terdapat ketetapan adanya sifat mahabbah dan ridha bagi Allah. ihsan dan ittiba' kepada Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha terha-dapNya . Dan bahwa terwujudnya cinta dan ridha dari Allah untuk hambaNya adalah dikarenakan amal shalih yang di antaranya adalah takwa. "Kami terus saja berjalan.. Tidak seperti cintanya makhluk untuk makhluk atau ridhanya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. yaitu cinta dan ridha yang hakiki yang sesuai dengan keagunganNya Yang Mahasuci. Dan Dia mencintai sebagian amal dan akhlak. batil dan kufur..bercampur dengan mereka melalui DzatNya"... Karena Allah di atas para hambaNya dan Maha tinggi di atas mereka.." (HR." (Al-Baqarah: 222) ".. 10.. akan tetapi ia tetap menerangi dan tidak hilang dari pandangan anda. Al-Bukhari) 11." (Al-Maidah: 119) "Dan berapa banyaknya malaikat di langit. ikutilah aku. padahal dia ada di langit. mengawasi mereka dan mereka tidak sedikit pun bisa menghilang dari pandangan Allah. Padahal harta tersebut ada di atas kepala anda atau di atas kendaraan anda atau di atas kuda anda. sekali pun tidak ada sentuhan atau percampuran. Ma'iyah dapat digunakan untuk kebersamaan yang mutlak.. Mahasuci Allah dari hal tersebut. dan rembulan bersama kami"." (Al-Maidah: 54) "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri. mengetahui segala hal ihwal mere-ka.. tidak bercampur DzatNya dengan mereka.. maka Dia juga memurkai orang-orang kafir dan munafik. Al-Hubb (Cinta) Dan Ar-Ridha (Ridha) Ia adalah dua sifat yang tetap bagi Allah dan termasuk sifat fi'liyah. Anda mengatakan. ” (barang/harta saya ada bersama saya)." (Ali Imran: 31) (( )) "Dan senantiasa hambaKu mendekat kepadaKu dengan melaksa-nakan ibadah-ibadah 'sunnah' sehingga Aku mencintainya. sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin . bersemayam di atas 'Arsy-Nya dan Dia bersama mereka dengan ilmuNya. membenci mereka dan membenci amal perbuatan .

. dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasanKu. bahwa maksudnya bukanlah menetapkan satu mata. Al-Wajhu (Wajah). Kita mene-tapkannya untuk Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan keagunganNya sebagaimana Dia sendiri menetapkan untukNya.mereka... ." (Al-Ma'idah: 64) ". maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami..."... tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka.." (Ath-Thur: 48) Maksudnya adalah "berada dalam penglihatan dan penjagaan Kami".. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". .." (Al-Qamar: 14) Maksudnya adalah "dalam penglihatan Kami dan di bawah peme-liharaan Kami". maka Allah melemahkan keinginan mereka . Al-Yadaani (Dua Tangan) Dan Al-'Ainaani (Dua Mata) Ini adalah sifat-sifat dzatiyah Allah sesuai dengan keagunganNya. Dan disebutkan dalam sunnah yang suci sesuatu yang menun-jukkan makna tatsniyah (dua). Di antara dampak dari keduanya adalah terja-dinya berbagai musibah dan siksaan terhadap orang-orang yang di-murkaiNya dan dibenci perbuatannya. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda ketika menyifati Dajjal yang mengaku sebagai tuhan. Al-Bukhari dan Muslim) Ini jelas. yaitu kemurkaan Allah kepada mereka .. dan sesungguhnya Tuhanmu tidaklah buta sebelah. karena mata yang sebelah jelas cacat (buta).. 12. (Shaad: 75) Dua ayat tersebut menetapkan dua tangan untuk Allah I." (HR. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka." (ArRahman: 27) "Tiap-tiap sesuatu pasti binasa.. apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tanganKu. (( )) "Sesungguhnya dia adalah buta sebelah. Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka. berbentuk tunggal atau ja-mak sesuai dengan ketentuan bahasa Arab. Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "(Tidak demikian).." (Al-Qashash: 88) Dua ayat tersebut menekankan wajah untuk Allah." (At-Taubah: 46) Murka dan benci adalah dua sifat yang tetap bagi Allah sesuai dengan keagunganNya." (Thaha: 39) Disebutkan lafazh 'ain (mata) dan a'yun (beberapa mata) sesuai dengan apa yang disandarkan kepadanya. ". Maka dalam ayat-ayat dan hadits tersebut . kecuali Wajah Allah. "Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami .." (Al-Ma'idah: 80) ". Mahasuci dari hal yang demikian....

Al-Farah (Gembira) Al-Farah adalah sifat yang tetap bagi Allah. yaitu dua sifat Allah dari sifat-sifat fi'liyah-Nya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain.. Al-'Ajab (Heran) Ia adalah sifat yang tetap bagi Allah Subhannahu wa Ta'ala sesuai dengan apa yang pantas bagi keagunganNya. Dia melihat kepadamu yang dalam keadaan sempit (susah) dan berputus asa..terdapat penetapan terhadap dua mata bagi Allah. atau kedata-ngan Tuhanmu atau kedatangan sebagian tanda-tanda Tuhanmu." (Al-Fajr: 21-22) "Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan." (HR. dan tidaklah pula tertawaNya sama dengan tertawanya makhluk. 14. Dia pun tertawa. dan datanglah Tuhanmu. 15. Ia merupakan salah satu dari sifat fi'liyah-Nya sesuai dengan keagunganNya. . Ahmad dan lainnya) Dalam hadits ini terdapat sifat heran dan tertawa. 13. sesuai dengan apa yang pantas bagi keagunganNya sebagaimana sifat-sifatNya yang lain. Tidaklah keherananNya sama dengan keheranan makhluk. Dia berfirman: "Janganlah (berbuat demikian). Dia mengetahui bahwa pertolonganNya untukmu adalah dekat.. Tidak ada sesuatu pun yang menyamaiNya. Al-Ityan Dan Al-Maji' (Datang) Keduanya adalah sifat fi'liyah Allah Subhannahu wa Ta'ala .. Beliau Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) Allah amat gembira karena taubat hamba melebihi kegembira-an salah seorang dari kalian ." (Al-Baqarah: 210) "Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malai-kat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka). Mahasuci Allah dengan hal itu. Apabila bumi digoncangkan ber-turut-turut. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Tuhan kita merasa heran terhadap keputus asaan hamba-ham-baNya padahal telah dekat perubahan (keadaan dari kesulitan kepada kemudahan) olehNya." (Al-An'am: 158) Ayat-ayat tersebut menetapkan sifat ityan dan maji' bagi Allah I yaitu datang dengan DzatNya secara sebenarnya untuk memutuskan hukum antara hamba-hambaNya pada hari Kiamat. Sifat datang dan mendatangi itu tidak sama dengan sifat makhluk. Dalam hadits shahih Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam menyatakan bahwasanya Allah sangat bergembira karena taubat seorang hambaNya. sebagaimana yang ada dalam beberapa nash-nash shahih dan sharih (jelas). sedang malaikat berbaris-baris. sesuai dengan ke-agunganNya. .

Keempat: Pendapat-Pendapat Golongan Sesat Tentang Sifat-Sifat Ini Beserta Bantahannya Golongan-golongan sesat seperti Jahmiyah. Oleh karena sifat-sifat ini juga terdapat pada makhluk maka penetapannya untuk Allah pun menimbulkan penyerupaanNya dengan makhluk. karena ia termasuk penyempurnaan bagi perwujudan dua kalimah syahadah..atau harus di-ta'wil-kan dari zhahir-nya. Demikianlah madzhab mereka dalam sifat-sifat Allah. Akan teta-pi Dia bergembira untuk itu karena kebaikanNya. Bahkan para sahabat dan tabi'in telah bersepakat untuk iqrar (menetapkannya) dan imrar (membiarkan apa adanya) di-sertai dengan pemahaman maknamakna lafazh-nya bahwa hal terse-but telah dijelaskan dengan tuntas. tetapi mereka tidak berselisih dalam memahami ayat-ayat sifat dan juga haditshaditsnya. Maka Allah I dan . Syubhat (keraguan. ia berkata hadits ini hasan shahih) Dan Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: ". Bantahan Terhadap Mereka Sifat-sifat ini datang dan ditetapkan oleh nash-nash Al-Qur'an dan As-Sunnah yang mutawatir. sayangNya dan anugerahNya kepada pada hambaNya yang mukmin. semuanya menetapkan sifat-sifat ini dan mereka tidak berselisih sedikit pun di dalamnya. tidak membutuhkan ketaatan hambaNya.. dan inilah syubhat dan sikap mereka terhadap nash-nash yang ada.. dan bahwa menjelaskannya adalah hal yang teramat penting. Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu . Imam Ibnul Qayyim berkata: "Manusia banyak berselisih penda-pat dalam banyak hal tentang hukum. Sedangkan kita diperintahkan mengikuti Al-Kitab dan As-Sunnah. sekali pun itu hanya sekali.. . Mu'tazilah dan Asy'ariyah menyalahi AhlusSunnah wal Jama'ah dalam hal sifat-sifat Allah. Mereka menafikan sifat-sifat Allah atau menafikan banyak sekali dari sifat-sifat itu atau men-ta'wil-kan nash-nash yang menetapkannya dengan ta'wil yang batil.. Al-Bukhari dan Muslim) Kegembiraan Allah ini adalah kegembiraan berbuat baik dan sayang. Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.. Karena itu harus dinafikan -menurut mereka. atau tafwidh (menyerahkan) makna-makna-nya kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala.karena (telah menemukan) kendara-annya (kembali)." (Al-A'raf: 3) Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: (( )) "Ikutilah sunnahku dan sunnah para Khulafa' Rasyidin se-sudahku. sebab Dia mencintai dan menginginkan kebaikan serta keselamatan hamba dari siksaan-Nya. dan penetapannya merupakan konsekuensi tauhid." (HR." (Al-Hasyr: 7) Maka barangsiapa yang menafikannya berarti dia telah menafikan apa yang ditetapkan oleh Allah dan RasulNya. kerancuan) mereka dalam hal ini adalah mereka mengira bahwa penetapan dalam sifat-sifat ini menimbulkan adanya tasybih (penyerupaan Allah dengan lainNya). Sesungguhnya kaum salaf dari sahabat. tabi'in dan ulama pada masa-masa yang dimuliakan. Abu Daud dan AtTirmidzi." (HR. dan berarti pula dia telah menentang Allah dan RasulNya. bukan kegembiraan seorang yang membutuhkan kepada taubat hambaNya yang bisa diambil manfaatnya. Karena sesungguhnya Allah Mahakaya.

Seandainya zhahir nash-nash tentang sifat-sifat itu bukan yang dimaksud. karena tidak ada dzat tanpa sifat. Sesungguhnya menetapkan sifat-sifat yang ada adalah ke-sempurnaan dan menafikannya adalah kekurangan. sebagai keha-rusan dan konsekuensi dari ucapannya itu. Maka wajiblah penetapan sifatsifat itu." Sedangkan penetapan sifat adalah termasuk hal tersebut. Karena kalam Allah dan kalam RasulNya adalah ucapan yang sangat jelas. tentu Allah dan RasulNya telah berbicara kepada kita dengan khitab dan ucapan yang kita tidak paham maknanya. maka antara Allah Al-Khaliq dengan makhlukNya adalah lebih utama untuk tidak sama. Kesamaan nama-nama Allah dan sifat-sifatNya dengan nama-nama dan sifat-sifat makhlukNya dalam bahasa tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan dalam hakikat atau kaifiyat. dan itu berarti pula dia telah mengingkari wujud Allah. Sebagaimana Allah mempunyai Dzat yang tidak diserupai oleh dzat makhluk. Jika hal ini terjadi antara makhluk dengan makhluk. Ini tidak mengharuskan kesamaan atau penyerupaan. Sesungguhnya yang tidak mempunyai sifat hanyalah ma'dum (sesuatu yang tidak ada). juga dalam hakikat dan kaifiyat. para hamba dapat mengetahui Tuhannya dan mereka memohon kepadaNya dengan nama-nama itu. Menafikan sifat berarti menafikan wujud Allah.RasulNya menjelaskan de-ngan jelas dan gamblang tanpa kesamaran dan keraguan yang bisa menimpa ahlul ilmi. telah membangkang kepada Allah dan telah menyerupakan Allah dengan benda-benda yang tidak ada wujudnya. dan dia wajib di-ta'wilnya (penyerahan makna kepa-da Allah). Sedangkan Allah Mahasuci dari sifat kekurangan. "Sesungguhnya 'Arsy itu adalah sesuatu yang wujud" dan "sesungguhnya nyamuk itu sesuatu yang wujud". Ini adalah mustahil bagi Allah. Dan tentu nash ini bersifat teka-teki atau kode-kode (sandi) yang tidak bisa kita pahami. dan setiap yang wujud pasti mempunyai sifat. gamblang dan berisi petunjuk. "Kewajiban kalian ada-lah mengikuti sunnahku dan sunnah Khulafa' Rasyidin. Bahkan antar makhluk pun tidak harus sama." Sedangkan Rasulullah telah bersabda. Mereka takut kepadaNya dengan . ini tidak mengharuskan keduanya sama dalam "sesuatu dan wujud". Allah memiliki sifat-sifat yang khusus dan sesuai dengan keagungan-Nya. Allah Mahasuci dari yang demikian. maka Dia juga mempunyai sifat-sifat yang tidak diserupai oleh sifat-sifat makhluk. Sesungguhnya dengan nama-nama dan sifat-sifat ini. Mustahil dibayangkan ada wujud yang tidak mempunyai sifat. Jika dikatakan. berarti ia telah mencam-pakkan sifat-sifat Allah. Makhluk mempunyai sifat-sifat khusus dan sesuai dengan kepantasannya pula. Maka barangsiapa yang menafikan sifat-sifat bagi Allah yang telah Dia tetapkan untuk diriNya.

Ternyata ini tidak pernah terjadi pada nash-nash sifat tersebut. Jika dinafikan dari Allah maka hilanglah makna-makna yang agung itu. Dan tidaklah disebut memiliki dalil orang yang hanya mendakwakan ta'wil. Menegakkan dalil yang memalingkan lafazh dari zhahir-nya kepada makna yang mungkin dikandungnya yakni makna yang menyalahi zhahir-nya. Karena orang yang mengaku benar harus mempunyai bukti atas dakwaannya. ( berbagai sumber) . Mereka takut kepadaNya dan mengharap dariNya sesuai dengan kandungan nama-nama itu.nama-nama itu. pasti beliau menjelaskan kepada umat bahwasanya beliau menginginkan majaz (arti kiasan) bukan hakikat atau arti sebenarnya. Bahwasanya manakala Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam berbicara dengan suatu pembicaraan jika beliau menginginkan arti yang bukan zhahir-nya. Menjawab dalil-dalil yang bertentangan dengan dalilnya tadi. Tidak boleh menyelewengkan dari zhahir-nya kecuali jika terpenuhi keempat syarat berikut ini: Menetapkan kemungkinan lafazh mengandung makna yang akan di-ta'wil-kan kepadanya. Dia harus mempunyai jawaban yang benar terhadap dalil-dalil yang berlawanan dengannya. Lalu dengan apa Dia dimintai dan dengan apa pula ber-tawassul kepadaNya? Sesungguhnya hukum asal dalam nash-nash sifat adalah zhahir dan makna aslinya.