You are on page 1of 4

ASUHAN KEPERAWATAN DIAGNOSA TUJUAN DAN KRITERIA HASIL INTERVENSI RASIONAL

1. Intoleran aktifitas Tujuan: setelah dilakukan Mandiri: berhubungan dengan tindakan keperawatan 3x24 jam  Kaji respons pasien terhadap kelemahan umum diharapkan intoleran aktifitas aktivitas, perhatikan frekuensi dapat teratasi lebih dari 20 kali per menit di Kriteria Hasil: atas frekuensi istirahat; Berpartisipasi peningkatan TD yang nyata dalam aktivitas yang selama/sesudah aktifitas diinginkan/diperlukan (tekanan sistolik meningkat 40 Melaporkan mmHg atau tekanan diastolik peningkatan dalam toleransi meningkat 20 mmHg); dispnea aktivitas yang dapat diukur atau nyeri dada; keletihan dan Menunjukkan kelemahan yang berlebihan; penurunan dalam tandadiaforesis; pusing atau pingsan. tanda intoleransi fisiologi  Instruksikan pasien tentang teknik penghematan energi, mis., menggunakan kursi saat mandi, duduk saat menyisir rambut atau menyikat gigi, melakukan aktifitas dengan perlahan.  Berikan dorongan untuk melakukan aktifitas/perawatan diri bertahap jika dapat ditoleransi. Berikan bantuan sesuai kebutuhan.

 Menyebutkan paramater membantu dalam mengkaji respons fisiologi terhadap stress aktifitas dan, bila ada merupakan indikator dari kelebihan kerja yang berkaitan dengan tingkat aktifitas.

 Teknik menghemat energi mengurangi penggunaan energi, juga membantu keseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen.  Kemajuan aktifitas bertahap mencegah peningkatankerja jantung tiba-tiba. Memberikan bantuan hanya sebatas kebutuhan akan mendorong kemandirian dalam

. dan aktivitas waktu senggang.  Bantu pasien ambulasi sesuai kebutuhan  Berikan cairan.. perawatan mulut yang teratur bila terjadi perdarahan hidung atau kompres hidung telah dilakukan untuk menghentikan pendarahan Kolaborasi:  Berikan sesuai indikasi: Analgesik. redupkan lampu kamar. mis. Pasien juga dapat mengalamai hipotensi postural. Nyeri (akut). sakit kepala berhubungan dengan peningkatan tekanan vaskular serebral Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatanselama 1x60 menit diharapkan nyeri (akut) dapat teratasi Kriteria Hasil:  Melaporkan nyeri/ketidaknyamanan hilang/terkontrol  Mengungkapkan metode yang memberikan pengurangan  Mengikuti regimen farmakologi yang diresepkan melakukan aktifitas. teknik relaksasi. Antiansietas. mis. pijat punggung dan leher. tenang.  Meningkatkan kenyamanan umum  Berikan tindakan nonfarmakologi untuk menghilangkan sakit kepala. diazepam  Menurunkan/me ngontrol nyri dan menurunkan rangsang system saraf simpatis . makanan lunak. Mandiri:  Pertahankan tirah selama fase akut baring  Meminimalkan stimulasi/meningkatkan relaksasi  Tindakan yang menurunkan tekanan vascular serebral dan yang memperlambat/memblok respons simpatis efektif dalam menghilangkan sakit kepala dan komplikasinya. kompres dingin pada dahi.  Pusing dan penglihatan kabur sering berhubungan dengan sakit kepala.2.

 Bicarakan pentingnya menurunkan masukan kalori dan masukan lemak.  Motivasi untuk menurunkan berat badan adalah internal. garam. yang merupakan predisposisi untuk hipertensi dan komplikasinya. Kolaborasi:  Rujuk ke ahli gizi sesuai indikasi . mempertahankan berat badan yang diinginkan pemeliharaan kesehatan optimal. Perubahan pola nutrisi lebih dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan masukan berlebihan sehubungan dengan kebutuhan metabolik Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan perubahan pola nutrisi kembali normal Kriteria Hasil:  Mengid entifikasi hubungan antara hipertensi dan kegemukan  Menunj ukkan pola makan.3.  Memberikan konselin dan bantuan dengan memenuhi kebutuhan diet individual. dan gula sesuai indikasi  Tetapkan keinginan pasien menurunkan berat badan  Kaji ulang masukan kalori harian dan pilihan diet.  Mengidentifikasi kekuatan/kelemahan dalam program diit terakhir. Mandiri:  Kaji pemahaman pasien tentang hubunngan lansung antara hipertensi dan kegemukan  Dapat mengurangi tegangan dan ketidaknyamanan yang diperberat oleh stres  Kegemukan adalah risiko tambahan pada tekanan darah tinggi karena disproporsi antara kapasitas aorta dan peningkatan curah jantung berkaitan dengan peningkatan massa tubuh  Kesalahan kebiasaan makan menunjang terjadinya aterosklerosis dan kegemukan.  Melaku kan/mempertahankan program olahraga yang tepat sesuai individual.