SENANDUNG CINTA “PENJARA SUCI”

“Penjara Suci”(pesantren). Menghanyutkan sukma keduanya dalam irama Cinta.......!

Sebuah fenomena sepasang kekasih di sebuah

Saeful arif

Saeful arif
Seuntai Kata

Dimulai dengan membaca nama Allah SWT pencipta alam semesta yang maha kasih, tak pilih kasih dan yang maha penyayang tak pandang sayang. Lantunan shalawat beserta salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita pemimpin besar umat Islam, yang perkasa tak pernah putus asa dan beliaulah pemimpin akhir jaman nabi muhammad SAW. Yang rela mengorbankan hidup matinya karena Allah SWT. demi menegakkan panji-panji Islam.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(2)

Saeful arif

Setiap menusia pasti mempunyai perasaan yang penuh dengan rasa cinta, walaupun sulit untuk menggambarkannya dengan kata-kata. Lewat tulisan-tulisan ini saya bermaksud mencurahkan rasa kepada para pembaca, karena sesuatu yang diucapkan lebih bermakna dari pada hanya jadi sampah dalam hati. Semoga ini semua menjadi dorongan untuk kita agar dapat mangkata-katakan apa yang terlintas dalam sanubari kita. (Amien)

Tangerang, 2008 Daftar isi

Seuntai Kata 2 Daftar Isi 3-4

Senandung Cinta “Penjara Suci

(3)

Saeful arif

Mawar Merah 5 Aku Seorang Pembohong 6 Tulus 7 Teman Lama 8 Sekolah 9 Dermawan Donk! 10 Pandangan 11 Pencuri hati 12 Pertemuan dan perpisahan 13 Gelap malam 14 Syukur 15 Hikmah Cinta 16 Hujan 17 Khayalan 18 Embun Pagi 19 Anehnya Jangkrik 20 Kekasih Sejati 21 Rintik Hujan 22 Kaos Kaki Hitam 23 Ombak Lautan 24 Bangauku yang manis 25 Motivasi 26 Bagaimana cinta 27 Lentera Asmara 28 Rasa Ini 29 Hati Wanita 30 Hati Yang Luka 31

Senandung Cinta “Penjara Suci

(4)

Saeful arif

Putih-Hitam Dunia 32 Gugur 33 Pujangga dan cinta buta 34 Bunga Layu 35 Kelembutan Hati 36 Dengarkanlah 37 Kau ku tunggu 38 I Hate You But I Love You 39-40 Ajari aku bercinta 41 Uang Recehan 42 Pencuri Hati43 Sepi 44 Falling In Love 45 Rinduku Rembulan 46 Sang Surya 47 Kenangan Tinggal Kenangan 48 Hari Itu 49-50 Kau curi satu dariku 51 Dara Manisku 52 Bunga Desa 53 Sunyi Malam 54 Hancur 55 Pertemuan dan Perpisahan 56 Menatap masa depan 57 Gelora Asmara Penuh Luka 58 Hanya untuk mu 59 Ayah & Ibu 60-63 Kututup Buku Ini 64

Senandung Cinta “Penjara Suci

(5)

Saeful arif

Sekilas Tentang Penulis 65 Mawar Merah

Indahnya pesonamu, melebihi indahnya pelangi Wangi baumu, melebihi kasturi Tapi sayang……tubuhmu penuh duri Yang selalu menghalangi sang kumbang hinggap di batangmu Kucari……dan selalu ku cari Sekuntum mawar merah , yang mampu Mangobati hatiku yang lupa ini Bila nanti ku dapatkan engkau Aku berjanji akan menjaga perasaan ini Sampai tiba waktu nanti Akan akhirnya hayat ini

Senandung Cinta “Penjara Suci

(6)

Saeful arif

Aku Seorang Pembohong

Aku adalah seorang pembohong, Yang selalu membohongi perasaanku Rasa dalam diri terus bergejolak Meresahkan suasana hatiku. Aku adalah seorang pembohong, Gerak-gerik hari-hariku hampa Karena kakiku salah melangkah Manuju jurang penderitaan. Aku adalah seorang pembohong, Tak sedikitpun harapan ku dapatkan, Keindahanmuluput dari bayanganku Menjauh dan terus manjauh. Aku adalah seorang pembohong, Bohong dalam cinta yang ku rasakan. Menjadi benalu dalam hatiku Yang terus tumbuh dan tumbuh. Akuadala seorang pembohong, Karena cintaku bertepuk sebelah tangan.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(7)

Saeful arif

Tulus

Sebening embun yang turun di waktu pajar Mambasahi dedaunan dan Menyegarkan suasana alam, Seperti itu ketulusan hatiku padamu. pengorbanan yang telah ku berikan, adalah bukti bahwa aku sayang padamu dengan sepenu jiwaku…… semangat yang tumbuh dalam diri, menghancurkan semua rintangan tumbuh dan muncul karena dirimu…… tapi…..itu tak akan abadi selamanya karena kita masih mencari-cari siapa kita. Dan hanyalah kepada-Nya kita berharap Memohon ampunan atas dosa yang telah kita perbuat.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(8)

Saeful arif

Teman Lama

sekian lama kita berpisah tak satupun surat kau kirimkan sebagai pengerat hubungan kita. Persahabatan yang tertunda Karena hempasan waktu, Membuatku menderita tak hentihentinya Manahan rasa rindu yang menggebugebu Tuk jumpai dirimu…… Kini, kau telah kembali membawa impianku. Hari-hari kan kita lewati bersama, Demi mengejar semua cita-cita.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(9)

Saeful arif

Sekolah

Assalamu’alaikum….. Pak guru mengawali pertemuan. Duduk terdiam seorang pelajar malang Karena harapannya tak kunjung datang, Absenpun terabaikan……. Bingung, pusing, aneh…… Ada apa gerangan, pak guru kebingungan Pelajaranpun berlalu tak di hiraukan Tak ada harapan tuk dapatkan tujuan. Wassalamu’alaikum…… Pak guru akhirkan sebuah pelajaran

Senandung Cinta “Penjara Suci

(10)

Saeful arif

Pergi tinggalkan semua berlian. Tapi….. Dia bukan orang yang kejam Yang selalu lupakan semua impian Karena dia akan kembali Untuk wujudkan angan-angan. Sungguh engkau seorang pahlawan Yang selalu memperjuangkan masa depan Untuk anak-anak yang tersayang.

Dermawan Donk!

Uang sekeping tak ada gunanya, Uang sekotak tak ada rasanya, Tak ada uang bagaimana ya…….! Pikir selalu berpikir bingung karena uang Seakan uang adalah nyawa seseorang, Ada uang pasti disayang, tak ada uang pasti ditendang Uh….itu bukan sebuah tujuan, Tujuan untuk dapatkan kesenangan

Senandung Cinta “Penjara Suci

(11)

Saeful arif

Yang sementara dan akan hilang Sekarang, rubahlah semua pandangan Harta dan uang adalah sebuah godaan, Godaan yang selalu dibisikan oleh setan Kalau punya uang, jadilah dermawan Sisihkan uang recehan Dan jadikan sebuah amalan.

Pandangan

Sorot mata yang tajam Menembus ruang hampa tak bernyawa Menghancurkan semua pandangan Mengisi kekosongan pikiran Tapi….. Mata yang bulat tertutup oleh selaput Tak lihat karena kedipan lelah Itu semua adalah sunnah alam.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(12)

Saeful arif

Pencuri hati

Pelajaran demi pelajaran Telah ku kuasai dalam-dalam, Pelajaran yang telah engkau ajarkan Akan indahnya kasih sayang. Pagi, kau tebar senyuman Malam kau ajakku berkencan Tak terasa hatiku tela hilang

Senandung Cinta “Penjara Suci

(13)

Saeful arif

Karena pelajaran darimu……!

Pertemuan dan perpisahan

Saat itu, kau duduk seorang Menanti datangnya sang kawan Kuhampiri dan kutemani engkau di sana Tuk temani canda dan tawa. Waktupun berlalu tak terasa Kawan yang kau tunggu tak kunjug jua

Senandung Cinta “Penjara Suci

(14)

Saeful arif

Azinkan aku di sini Tuk jadikan pengganti dirinya Tapi….itu tak mungkin Karena hatimu hanya untuknya Walupun aku bersujud di kakimu Pasti engkau tak hiraukan Karena aku buakan pilihan. Kini….biarlah aku pergi Tingalkan dirimu lagi Biarlah engkau menanti dan terus menanti Hingga engkau temukan dirinya.

Gelap malam

Malam gelap tanpa cahaya Sinar rembulanpun tak kunjung jua Bintang-bintang pun tak nyata, Sedih, penuh kesunyian

Senandung Cinta “Penjara Suci

(15)

Saeful arif

Sepi, tanpa keramaian dan sorak binatang malam Gelisah, tanpa arah dan tujuan, Begitu rasanya bila sedang dimabuk cinta, tenggelam Di dalamnya, tapi tak satupun terasa baginya.... Tutur kata yang manis terucap di bibirmu Senyummu menggoda hatiku, Wajahmu bagaikan rembulan yang Selalu menyinari hatiku yang kelam Serta mengisi jiwaku yang kososng.....

Syukur

rasa cinta merupakan fitrah

Senandung Cinta “Penjara Suci

(16)

Saeful arif

dan patut untuk disyukuri islampun mengajarkan ummatnya untuk saling menyayangi jika kita saling menyayangi, mengapa kita tak saling brbagi ! jika orang lain pun bisa saling sayang, mengapa kita tidak ! tapi ingat...!!! kasih sayang antara kita tidak melebihi kasih sayang dan cinta kepada Allah.....

Hikmah Cinta

Senandung Cinta “Penjara Suci

(17)

Saeful arif

jika kau yakin bahwa cinta akan selalu mengilhamimu, maka yakinlah bahwa lara hanyalah sebatas duri, hikmah yang akan menjadi kemanisan dalam risalah hidup. meski kelam, terkadang hitam dalam tubir, tubir ngarai kesunyian dalam jiwa. tetalah kokohkan kekuatan jiwa dan raga untuk menyangganya, meski remuk redam semua asa terkoyak, sebab ketidakkuasaan pada kenyataan..... karena cinta adalah cahaya yang terselip di antara gelap terang hidup. maka carilah cinta suci yang agung,dan tersenyumlah untuknya seperti apapun kita memahami cinta, ia teta ada dan bersemayam dalam hati.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(18)

Saeful arif

Hujan

seiring derasnya hujan yang membasahi rerumputan hijau dan menawan bila kita pandang itulah suatu kerunia tuhan yang terdalam. panaspun menjadi sejuk.... tanah yang ganduspun menjadi subur..... hati yang gundahpun menjadi luluh ketika kubaca surat putihmu. seakan semua adalah harapan yang nyata, tetaplah tersenyum untuk menempuh hidu yang baru.....

Senandung Cinta “Penjara Suci

(19)

Saeful arif

Khayalan

pagi.... siang.... sore.... malam.... terbang, melayang....! semuanya seakan khayalan. padang rumput semerbak indah pohon-pohonpun bernyanyi dengan gembira, pyur....pyur.... titik hujan yang membasahi ladangladang hanya satu yang mereka harapkan ingin nikamat dan karunia tuhan.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(20)

Saeful arif

Embun Pagi

suci.... dsalam keheningan, suci.... besih tak bernoda, seakan mesra lembut belaiannya penuh canda tawa, semua besorak gembira karena sang surya terbit menyinari dunia. kini, tinggalah ia sebuah kenangan hanya titik embun suci nan menyejukan hati seperti dirimu yang selalu berbisik di dalam hatiku ini.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(21)

Saeful arif

Anehnya Jangkrik

krik....krik.... pejantan jangkrik menjerit, krik....krik..... saut betina tertarik, krik, hatiku terjepit melihat gadis nan cantik. gadis cantik dan sepasang jangkrik, menjad kesan sebuah perasaan.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(22)

Saeful arif

Kekasih Sejati

senang..... sedih..... gembira.... sengsara..... luka.... merana...... indah terasa...! kini tiba waktunya untuk curahkan rasa bahwa cinta akan abadi untuk slamanya

Senandung Cinta “Penjara Suci

(23)

Saeful arif

Rintik Hujan

zzz....zzz.... sorak gembira menyirami bumi, dan hati yang gundah gulana.... sejuk dirasa, tak tersirat sebuah keraguan. titik-titik hujan membasahi dedaunan seakan kemarau terlewatkan, kini, seunya berubah susahpun menjadi senang,

Senandung Cinta “Penjara Suci

(24)

Saeful arif

geliahpun telah hialngh, terbang melayang oh....sungguh indah dirimu terasa saat kau isi ruang kosong hatiku. .

Kaos Kaki Hitam

hati yang kelam, tertutup oleh kegelapan tanpa teman dan kawan..... sendiri terpaku, melihat masa depan yang suram. kaos kaki hitam tak ada bedanya denganku, engkau yang malang tanpa ada satu pilihan,

Senandung Cinta “Penjara Suci

(25)

Saeful arif

hanya menanti datangnya lawan tuk jadikan pasangan. tapi..... itu hanyalah pengalaman yang enggan untuk dikenang. kini..... semuanya telah engkau dapatkan idaman yang dulu kau impikan, seperti diriku yang telah dapatkan kekasih pujaan......

Ombak Lautan

Bahs....bahs..... Kejar mengejar Berlomba dapatkan tepi, Bahs.....bahs..... Pertarungan dimulai Hanya tepilah yang tertuju, Bahs.....bahs.....

Senandung Cinta “Penjara Suci

(26)

Saeful arif

Tak henti-henti Menerjang karang dan bebatuan, Sakit....sakit...... Teriakan sebuah karang Ha....ha.....ha.... Rasa senang tepi pantai Seakan hanya dialah sebuah seorang pemenang, Bahs.....bahs..... Ombak pantai nan menawan Seperti kasihku padamu yang terdalam.

Bangauku yang manis

Wahai sang bangau..... Engkau terbang melayang Di atas awan, Engkau kepakan sayap Menyongsong masa depan, Menghadang semua rintangan Dengan semangat penuh juang

Senandung Cinta “Penjara Suci

(27)

Saeful arif

Tubuhmu indah, Ditutupi bulu putih nan suci...... Mencari, apa yang kau cari Disanalah engkau berhenti Untuk tentukan pilihan hati, Sayang sungguh sayang Kini engkau pergi tiggalkanku seorang , Sedih menanti engkau datang Karena engkau pujaan hatiku seorang Tapi, Semuanya telah berlalu.... Kini bangauku telah duduk di sampingku kembali.

Motivasi

Keinginan besar memilaiki sesutu yang dipuja, Memang pantas Tapi, hanya Dia-lah yang lebih berperan

Senandung Cinta “Penjara Suci

(28)

Saeful arif

Sesuatau yang sangat berharga Menjadi motivasi dan semangat juang Tapi, tak jarang embuat hati meronta dan merana Hasrat batin yang selalu berbisik ”aku harus meilikinya”..... Seperti kobaran api yang menyala-nyala Namun, hanya waktu dan keadan yang menetukan Keyakinan bahwa Ia Tak akan pernah tidur dan salah memilih, Memilih satu pilihan yang pantas Untuk hamba-Nya tecinta......

Bagaimana cinta

Cinta adalah luka

Senandung Cinta “Penjara Suci

(29)

Saeful arif

Yang tak terobati....... Tapi cinta juga nikmat Bagi para pujangga......

Lentera Asmara

Senandung Cinta “Penjara Suci

(30)

Saeful arif

Kemarin, kau katakan ”ya” Sekarang, kau katakan ”tidak” Apakah sinar cinta masih ada padamu, Ataukah kau telah menjauh darinya ?.....

Rasa Ini

Senandung Cinta “Penjara Suci

(31)

Saeful arif

Semilir angin menghembus pepohonan Sepercik air meracuh kedaratan Bertabrakan penuh liku-liku..... Hati membatu Keras tak bergerak Seakan telah mati, Kapankah perasaan ini berhanti berharap ?.... Oh...cintaku yang malang Tak berdaya melawan haluan, Senang terasa sedih, Suka tarasa lara, Oh....malangnya nasibku.

Hati Wanita

Senandung Cinta “Penjara Suci

(32)

Saeful arif

lembut.... lebiih lembut dari awan, sedikit tergores tak mudah mengobatinya risau dan gundah terasa menutupi kegelapan hati tak seperti awan yang suci, walauun tak selembut hati tapi selalu riang dengan tiupan angin syahdu hati..... siapa yang tahu hati, kadang berpaling dengan yang diucap, kadang hati berkata lain dengan sikap.

Hati Yang Luka

Senandung Cinta “Penjara Suci

(33)

Saeful arif

awan gelap menutupi langit berhembus angin nan menyeramkan menderu kencang...... Ombak pantai di sana, menggebu-gebu dalam hati yang luka gemericik tetesan hujan bumi basah tersiram nan harum seakan karunia tuhan telah datang tapi, kita hanya terpaku dengan keadaan....

Senandung Cinta “Penjara Suci

(34)

Saeful arif

Putih-Hitam Dunia

bumi tercipta bulat adanya terkadang di bawah dan terkadang di atas tak beda dengan sebuah perasaan, bila senang,lupa kesedihan bila susah,dunia jadi kelabu begitu indah karunia tuhan menghiasi orang yang sedang bercinta.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(35)

Saeful arif

Gugur

Satu demi satu Daun jatuh kebumi Dahannya mengering Gugur tak berdaya, Panas menyengat merampas Keindahan yang dimilikinya, Semuanya akan sirna Hancur tak bersisa Mungknkah tuhan murka ? Mungkinkah kita kan tetap bersama, Tanpa ada suka cita yang kita bina.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(36)

Saeful arif

Pujangga dan cinta buta

Kerlip sinar matamu Menghancurkan hati pujangga Tak seikit hati yan bimbang, Olehmu….. Cinta kau umbar, Tapi tak luluhkan hatiku yang lara Paras wajahnya, Mengubah segala pesona Terpikatlah ia, Olehnya…. Oh, pujangga cinta Kau tak akan mati Dengan cinta buta….

Senandung Cinta “Penjara Suci

(37)

Saeful arif

Bunga Layu

Semerbak wangi bunga yang dulu Hilang termakan jaman Harum tak dirasa Pesonanya layu tak berdaya Hati kian luka, tak bergerak dan bernyawa Apakah semuanya akan sirna Bila sang surya tak kunjung tiba Menyinari dunia, tenagkan hati merana.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(38)

Saeful arif

Kelembutan Hati

Hari-hari indah terasa Menbarkan aroma surga Di atas dunia, Membuat hati yang lara Bahagia tak ada dusta…… Lembut hati dengan rasa cinta Menghancurkan duka yang lara Terkubur bersama, luka Hatimu telah robohkan batu Batu keras remuk tak bersisa, Akankah hatimu goyah, Bila kita bangun mahliga cinta !!!

Senandung Cinta “Penjara Suci

(39)

Saeful arif

Dengarkanlah

Dengarkanlah….. Suara hati yang terdalam, Sebab ku tak sanggup menahan semuanya, Cinta…… Keadaan yang selalu terdiam Terpaksa mengikuti alur waktu tak tentu Sikap ayng tak ku mengerti, Membuatku terpaku membisu Menunggu harapan tak tentu….! Sempat ku menangis, Tapi, apalah guna hati tak berdaya Bimbang dengan nurani ini Akupun diam tak berucap Walau termakan waktu, hempas binasa

Senandung Cinta “Penjara Suci

(40)

Saeful arif

Biarkanlah keadaan yang menjawab semua ini….! Sebuah kisah-kasih abadi Harapan semua insan, Tetapi ketiadaan, membuatnya terpuruk merunduk.

Kau ku tunggu

Hari-hari yang sepi menyelimuti Perasaan diri, Tak rasa, tak duka Entah apa…… Semua terasa berbeda Tanpa senyum canda tawa Kelam hati, tak ada yang menemani Gelisah menanti datangnya kekasih Merintih, menangis, menghadapi Sepinya hati ini...... Mengapa rasa ini ada...... Apakah ada obatnya.......

Senandung Cinta “Penjara Suci

(41)

Saeful arif

Oh, rinduku..... Kau ku tunggu selalu.

I Hate You But I Love You

Indah…. Saat dia melirik dengan kedua bola mtanya, Tersenyum bulat Seakan menggetarkan sukma Indah…. Lantunan kata-kata mesra Seakan terucap saat dia berkata “aku jatuh cinta padanya”…… Selangkah demi selangkah Berjalan bersama angin syahdu

Senandung Cinta “Penjara Suci

(42)

Saeful arif

Membuat hati berdebar Berdetek keras tak berdaya Ku coba utarakan rasa Ia pun menjawabnya dengan hangat Bersati bersama melodi cinta Menghanyutkan semua derita Kini…… Itu hanya tinggal kenangan Yang pahit untuk dikenang Senyumnya yang manis Musam pudar tak menarik

Detik demi detik Seakan Ia benalu dalam hatiku Aku benci Dia… Aku benci saat Ia pergi Meninggalkan semua kenangan Dan harapanku…..terbang bersama angan-anganku Aku benci Dia… Saat Ia berpaling dari hatiku

Senandung Cinta “Penjara Suci

(43)

Saeful arif

Melepaskan erat hubungan ini Akan tetapi… Orang yang ku benci, Dialah Orang yang ku sayangi Di dunia ini……

Ajari aku bercinta

Cinta…… Engkau bisikan lagu-lagu cinta Yang selalu menggoda sukma Mengajari aku bercinta Tak satu katapun terucap Tanpa lantunan-lantunan kasih Bila kau berkata, Seakan semuanya indah.......

Senandung Cinta “Penjara Suci

(44)

Saeful arif

Denganmu cinta, Rintangan kan ku hadang Godaan kan ku pantang Kesalahan kan ku abaikan Demi cinta yang telah kau berikan.

Uang Recehan

Sekeping demi sekeping Uang recehan ku lempar, Tak terasa habislah sudah...... Aku menyesal..... Aku kecewa dengan apa yang ku lakukan Aku memang salah, Tak berpikir apa akibatnya

Senandung Cinta “Penjara Suci

(45)

Saeful arif

Semua uangku habis tak tersisa Tinggal harapan yang ku punya Tuk raih cita-cita.

Pencuri Hati

Kau telah ajariku menjadi pencuri Nanti, akan ku curi hatimu.......

Senandung Cinta “Penjara Suci

(46)

Saeful arif

Sepi

Malam ini, Sendiri..... Sunyi.....

Senandung Cinta “Penjara Suci

(47)

Saeful arif

Gelisah...... .........

Falling In Love

Pesonamu..... Menggetarkan sukma, Indah pelipis bibirmu..... Mendetakkan keras jantungku, Sorot matamu......

Senandung Cinta “Penjara Suci

(48)

Saeful arif

Menegangkan seluruh bulu romaku Apakah aku jatuh cinta....... Ya...... aku jatuh cinta !! Seiring waktu berlalu Mengisi kekosongan ruang hampa Membuat aku gila padamu, Siang menjadi suram Malam menjadi sunyi Terbayang akan dirimu, Sayang.......

Rinduku Rembulan

Deras hujan malam ini Membuatku teringat akan dirimu Sepi sendiri, aku berkhayal Kita duduk bersama,

Senandung Cinta “Penjara Suci

(49)

Saeful arif

Menatap risaunya bulan dan bintang Dalam kegelapan.... Sepasang merpati menggigil kedinginan Tak berdaya menahan heningnya suasana Hanya genericik hujan Yang membasahi istana mereka Oh.....rembulanku, Di mana engkau berada Sinarmu tak tampak, Hatiku pungelisah karena ketiadaanmu......

Sang Surya

Suryapun tak selau kelam

Senandung Cinta “Penjara Suci

(50)

Saeful arif

Bila awan tak menutupinya Cahayanya yang terang benderang, Selalu terpancar darinya Dalamnya keheningan malam Tanda lenyapnya sinar mentari Romannya yang manispun tak terlihat Tapi Ia akan selalu ada untuk temani dirku

Kenangan Tinggal Kenangan

Senandung Cinta “Penjara Suci

(51)

Saeful arif

Termanenung...... Sendiri..... Berkhayal.... Bermimpi.... Angan-anganku. Menggapai.... Mencari.... Masa laluku.

Hari Itu

Senandung Cinta “Penjara Suci

(52)

Saeful arif

Pagi yang menyedihkan, Membawa perasaan luka dan kelabu Tanpa seamangant dan tujuan Ketika indahnya dunia tak lagi dapat dirasakan Semua mata terbalakak menatap dengan tajamnya Mencoba untuk melihat indahnya dunia Tapi, hanya dukalah yang ada Senyi sepi sendiri tak lagi menjadi beban Karena setiap manusia dapat merasakannya Menjadi catatan harian yang menyedihkan Penuh khayalan...... Siang yang mendung, suasanapun menjadi kelam Duduk termenung seorang puteri belia Menanti orang yang disayanginya, Tak kunjung jua.... Hembusan angin tak menggairahkannya Seakan itu semua hanya dalam lamunan, Kilat seram yang menghantam bumi

Senandung Cinta “Penjara Suci

(53)

Saeful arif

Menghancurkan pepohonan tak bersisa, Rerumputan yang hijau semerbak, Hilang termakan keadaan alam

Sore itu, diiringi lagu-lagu syahdu Terbuai dalam lantunan syair nan merdu Khilaf akan kesenangan dunia Hanyut terbawa melodi asmara Tetesan air yang turun dari langit Nan bening tak ada dusta Memberiakan sepercik napas kehidupan Malam itu, kau musamkan pandangan Tak terlintas rasa cinta Kau campakan aku begitu saja Meninggalkan perasaan luka..... Tak sedikit rasa yang kau berikan Tinggalah aku yang seduh Menanti lambaian tanganmu.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(54)

Saeful arif

Kau curi satu dariku

Pelajaran demi pelajaran Telah kutelan dalam-dalam, Pelajaran yang telah kau ajarkan Akan indahnya kasih sayang Pagi kau tebarkan senyuman Malam kau ajakku berkencan Tak terasa hatiku telah hilang Karena sebuah pelajaran......!

Senandung Cinta “Penjara Suci

(55)

Saeful arif

Dara Manisku

Seekor betina merpati terbang di upuk awan Bingung mencari kemana haluan Melayang tak tentu tanpa seorang kawan Tuk temani arah yang panjang Hinggaplah Ia di pohon asam Berkcau merdu mengundang perhatiann Tiba-tiba, datanglah gagak nan seram Mendekat Ia sambil menggeram Merpati tekejut terbang tampak ketakutan Tak sengaja menabrak pohon dan ilalang Meringik seduh kesakitan Mengharap datangnya sang jantan

Senandung Cinta “Penjara Suci

(56)

Saeful arif

Kini, Ia tinggal kenangan Terkubur dalam hati yang paling dalam Selamat tinggal dara manisku, Tunggu aku di upuk sana Bersama menatap hidup yang baru

Bunga Desa

Setangkai bunga mawar nan harum mewangi Dikelilingi padang rumput nan hijau Kudekati Ia, kupandangi selalu kusimpan dalam hati Sampai kudapatkan dalam hidupku..... Bunga desa engkau impianku....!!!

Senandung Cinta “Penjara Suci

(57)

Saeful arif

Sunyi Malam

Malam......dingin, Sunyi......sepi, Langit tak berbintang Bulanpun tak bersinar Tidurku kesepian Menahan kerinduan

Senandung Cinta “Penjara Suci

(58)

Saeful arif

Hancur

Prak....tak tersisa, Jauh dari keindahan.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(59)

Saeful arif

Pertemuan dan Perpisahan

Kala itu, kau duduk seorang diri Menanti kawan ataukah lawan Kuhampiri dan kutemani engkau di sana Bersama canda dan tawa...... Waktu belalu tak terasa Dia yang kau tunggu tak kunjung jua Biarlah aku di sini, Jadikan pengganti dirinya.....

Senandung Cinta “Penjara Suci

(60)

Saeful arif

Tapi, itu tak mungkin Karena hatimu terbelenggu olehnya Walaupu hujan batu menutupi indahnya gunung Kau tak akan hiraukan diriku Kini, aku akan pergi Menanti dan terus menanti Hingga kau temukan dirinya.

Menatap masa depan

Semuanya telah berakhir Setiap mata telah tertutup Daun-daun pun berguguran Kering, harapkan kehidupan Tak sadar kita berada dalam ujung harapan Angan-angan dulu yang tertunda

Senandung Cinta “Penjara Suci

(61)

Saeful arif

Akan segera teraih....... Kita akan teemukan tujuan kita Dengan semua yang kita mampu, Halangan rintangan dan cobaan Tak henti menghadang, Menghalu semua harapan Mematahkan semua cita-cita Tapi, kita tetap tegar Tegak berdiri menghadapinya Berharap dapatkan impian Menatap masa deoan yang cerah nan gemilang

Gelora Asmara Penuh Luka

Indah cinta tak dapat kulupa Gelora asmara semerbak di dalam jiwa Berpadu dalam irama cinta Pesona elok nan menawan

Senandung Cinta “Penjara Suci

(62)

Saeful arif

Kau tebarkan penuh rayuan Menenangkan hati yang luka Mengisi kekosongan, hampa Rupamu yang indah rebahkan pandangan Pandangan yang tak lepas kerinduan Akan eloknya engkau seorang. Matahari terbit menerangi dunia Membawa kabar nan gembira Untuk hamba-Nya tercinta Harum semerbak bunga di taman Menghiasi rerumputan nan hijau Mewarnai suasana alam Yang sejuk dan tenangkan keadaan Seperti engkau dalam relung hati ini.....

Hanya untuk mu

Andaikan waktu yang telah kita lewati

Senandung Cinta “Penjara Suci

(63)

Saeful arif

Tidak dapat terulang lagi Mungkinkah kau akan selalu mengingat

Aku….. Dan jika perpisahan tiba Sanggupkah kita untuk selalu Dan saling menjaga perasaan yang kita miliki Setiap pertemuaan pasti ada perpisahaan Namun bukan berarti, Dengan perpisahaan kita saling melupakan Cinta yang kita miliki

Semoga menjadi yang abadi Saat indah yang telah kita lewati Kuharap jadi kenangan yang terindah Salam manis dan sayang

Senandung Cinta “Penjara Suci

(64)

Saeful arif

Tak akan pernah habis ku ucapkan Hanya untuk mu….

Ayah dan Ibu

Ayah….. Engkau kerahkan seluruh kemampuanmu demi kami, Engkau cucurkan keringat lelahmu, Engkau teteskan air mata tak hentihentinya Demi kami.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(65)

Saeful arif

Kobaran api yang menggebu-gebu Itulah yang tertanam dihatimu Untuk dapatkan keinginanmu….Ayah.

Panasnya terik matahari, Tak menggoyahkan semangatmu, Deras hujan yang turun membasahi pohon dan bebatuan, Tak mampu mematahkan cita-citamu

Engkau adalah pahlawan tanpa jasa.

Ibu…... Engkau adalah sang surya Yang selalu menaungi kami Baik susah, senang,maupun duka,

Senandung Cinta “Penjara Suci

(66)

Saeful arif

Engkau kandung sebuah benih yang selalu menyiksamu, Menyempitkan suasana hidupmu,

Sekarang….dia telah tumbuh dewasa Menjadi remaja dan belia

Dinginnya udara pagi yang menusuk tulang Seakan membekukan suasana Tapi….itu bukan alasan bagimu,ibu Tuk dapatkan cita-citamu yang indah dan gemilang.

Senandung Cinta “Penjara Suci

(67)

Saeful arif

Kerasnya suara halilintar yang menghantam bumi, Menghanguskan pepohonan tinggi nan menjulang, Tapi….itu tak dapat hentikan langkahmu,ibu. Engkau memang pejuang yang unggul, Yang tak pantang menyerah memperjuangkan Masa depan anakmu,ibu.

Kami kagum padamu,ayah…..ibu….. Kami ingin seperti dirimu Yang sanggup menyongsong kejamnya dunia Sampai dapatkan apa yang kami citacitakan.

Ya allah tuhan semesta alam….. Ampunilah dosa-dosa mereka,

Senandung Cinta “Penjara Suci

(68)

Saeful arif

Karena merekalah kami ada Karena merekalah kami bisa menghirup udara segar Merasakan kenikmatan dunia ini. Mereka pejuang kami, ya Allah…. Merekalah yang pantas disayangi olehmu,ya Allah….

Berikanlah mereka keagungan disisi-Mu, Berikanlah mereka surga abadimu, Karena tak ada yang pantas untuk mereka Kecuali rahmat-Mu ya Allah….

Hari demi hari mereka lalui Cobaan demi cobaan mereka hadang

Senandung Cinta “Penjara Suci

(69)

Saeful arif

Hanya untuk diri kami semata Sungguh tak layak bagi mereka Bila tak diterima disisi-Mu ya Allah…

Ya Allah tuhan kami…. Kami hamba-Mu yang lemah ini Tak mampu berbuat apa-apa Untuk membalas pemberian mereka, Walaupun gunung kami hadiahkan untuk mereka Walaupun isi lautan kami persembahkan untuk mereka

Tapi…… Itu tak bisa membalas jasa-jasa mereka Hanya do’alah yang kami lantunkan kepada-Mu Agar mereka mendapatkan balasan yang mulia dari-Mu

Senandung Cinta “Penjara Suci

(70)

Saeful arif

Oh…tuhan kami yang maha agung…… Karuniailah kami ilmu pengetahuan-Mu Yang bermanfaat bagi umat manusia, Tunjukanlah kami jalan kebenaran Agar kami sampai keSurga-Mu Jadikanlah kami anak yang sholeh dan sholehah Agar kami bisa berbakti kepada kedua orang tua kami. Menjadi hamba-Mu yang mulia disisi-Mu

Senandung Cinta “Penjara Suci

(71)

Saeful arif

Ya….Allah…… Engkau yang tinggal disinggasana-Mu yang mulia Yang selalu mendengarkan do’a hambahamba-Mu ini Maka dari itu ya allah….. Kabulkanlah do’a kami ini, Yang ikhlas dan tulus keluar dari dalam hati ini.

Kututup Buku Ini

Lembaran demi lembaran telah kutuliskan di hatimu

Senandung Cinta “Penjara Suci

(72)

Saeful arif

Mencoba jalani hidup yang baru Menempuh hari-hari yang cerah Temukan keindahan dunia Senang, susah, sedih..... Telah terlewati bersama Kejamnya dunia kita hadang berdua Tapi..... Perlahan-lahan jalan kita berbeda Menjauhkan persahabatan kita yang erat Apakah ini akhir sebuah cerita..... Atau, hanya cobaan semata ?.... Kini..... Cukup sudah semua khayalan Kututup buku ini dalam hatimu Untuk selamanya...........

Sekilas Penulis:

Tentang

Senandung Cinta “Penjara Suci

(73)

Saeful arif

Saeful arif lahir di Tangerang, Banten, 17 juli 1988. Setelah menamatkan pendidiknnya di MTs Masyariqul Anwar (2004), Tangerang. Ia melanjutkan “Tholabul Ilmi”-nya di Pondok Pesantren Daar El-Qolam, Tangerang Banten. Rasa susah payahnya selama menyantri tak dapat menggoyahkannya untuk berhenti belajar dan menuntut ilmu di Pondok Pesantren tersebut, sampai akhirnya Ia di wisuda pada tanggal 3 mei 2008. Setelah menyandang gelar alumni, Ia pun dipercaya untuk mengamalkan ilmu yang telah ia dapat di Almamaternya tercinta. Selama mengajar, Ia sangat progresif dalam pengabdiannya. Ia pun diangkat menjadi Divisi II Bidang Penggerak bahasa. Tak lama Ia mengabdi, ternyata Tuhan berkehendak lain. Ia mendapatkan beasiswa dari sebuah Universitas di Jakarta. Tanpa mengurangi rasa hormatnya, ia pun pamit untuk meneruskan studinya di Universitas Paramadina, Jakarta. Dengan rasa berat hati, Ia pun meninggalkan amanat yang harus Ia emban dari kyianya. Akan tetapi, walaupun Ia sudah tidak mengabdi di Almamaternya, Ia bertekad akan terus mengharumkan Nama Pondok tercintanya. Semoga

Senandung Cinta “Penjara Suci

(74)

Saeful arif

langkah yang Ia tempuh mendapat ridho yang maha kuasa. Amien

Senandung Cinta “Penjara Suci

(75)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful