You are on page 1of 10

Sifat Kolegatif Larutan

shinta selviana 123020011 Asisten:Nadya Charisma putri

Tujuan percobaan

: Untuk mempelajari dan menetukan 1. Penurunan tekanan uap 2. Kenaikan titik didih 3. Penurunan titik beku 4. Tekanan osmotik

Prinsip Percobaan

: Berdasarkan perhitungan 1. Penurunan tekanan uap 2. Penurunan titik beku 3. Kenaikan titik didih 4. Tekanan osmotic P = X.P0 Tf = Kf. m Tb = Kb.m π =M.R.T

Metode percobaan 1. penurunan titik beku naftalen

termometer tebung reaksi berisi naftalen dan tempatkan dala penegas ,sampai naftalen meleleh sempurana  Hentikan pemanas sampai naftalen meleleh sempurna  Ukuran suhu catat perubahan setiap 1 menit hingga suhu 700C  Buat grafik penurunan titik beku naftalen

Praktikum kimia dasar 2012

2. penurunan titik beku naftalen + belerang

termometer masukan belerang (sulfur) ke dalam tabung reaksi berisi naftalen.  Aduk campuran sampai belerang larut atau leleh sempurna  Hentikan pemanas sampai naftalen meleleh sempurna  Ukuran suhu catat perubahan setiap 1 menit hingga suhu 700C  Buat grafik penurunan titik beku naftalen 3. kenaikan titik didih gula

       

termometer penetuan titik didih larutan gula 100ml air Masukan air kedalam gelas kimia Panaskan seperti gambar Catat suhu awal terjadi letupan pertama larutkan air dan gula Masukan 5 gram gula kedalam 100ml air (aduk hingga homogeny) Amati percobaan Catat suhu Hitung kb

Hasil percobaan

:

1. Penurunan titik beku naftalen M C10H8 = = x x =0,19 Tf = Kf C10H8 . m = 6,8 c/mol x 0,19 = 1,292 oC Tf naftalen = Tf pelarut – Tf = 0 – 1,292 = - 1.292

Praktikum kimia dasar 2012

Table 1. hasil pengamatan penurunan titik beku naftalen t (menit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 T(oC) 91 88 84 81 77 75 74,5 73 71 70

(Sumber:Shinta Selviana, Meja 5, Kelompok A, 2012) Grafik 1. Penurunan titik beku naftalen

penurunan titik beku naftalen
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0

T(oC)

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

t (menit)

(Sumber:Shinta Selviana, Meja 5, Kelompok A, 2012)

Praktikum kimia dasar 2012

2. Penurunan titik beku naftalen Mol naftalen = Mol belerang = = = = 0,019 = 0,015 ) x Kf C10H8

Tf campuran = [(mol C10H8 x mol S) x = (0,019 + 0,015) x Tf campuran = Tf pelarut = 0 – 2,313 = -2,313 0C Tf belerang = Tf campuran - Tf naftalen = – 2,313 – (-1,292) = -1,02 0C Table 2. penurunan Titik beku naftalen + belerang t (menit) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 T(oC) 89 87 83 79,5 76 73 71 70,5 70

x 6,8 = 2,312 oC

Tf campuran

(Sumber:Shinta Selviana, Meja 5, Kelompok A, 2012)

Praktikum kimia dasar 2012

Grafik 2. Penuruan titik beku naftalen +belerang

100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 1

penurunan titik beku naftalen + belerang

2

3

4

5

6

7

8

9

(Sumber:Shinta Selviana, Meja 5, Kelompok A, 2012) Pembahasan :

Titik didih adalah suhu (temperatur) dimana tekanan uap sebuah zat cair sama dengan tekanan external yang dialami oleh cairan. Sebuah cairan di dalam vacuum akan memiliki titik didih yang rendah dibandingkan jika cairan itu berada di dalam tekanan atmosphere. Cairan yang berada di dalam tekanan tinggi akan memiliki titik didih lebih tinggi jika dibandingkan dari titik didihnya di dalam tekanan atmosphere. Titik didih normal (juga disebut titik didih atmospheris) dari sebuah cairan merupakan kasus istimewa dimana tekanan uap cairan sama dengan tekanan atmospher di permukaan laut, satu atmosphere. Pada suhu ini, tekanan uap cairan bisa mengatasi tekanan atmospher dan membentuk gelembung di dalam massa cair. Pada saat ini (per 1982) Standar Titik Didih yang ditetapkan oleh IUPAC adalah suhu dimana pendidihan terjadi pada tekanan 1 bar. Pada tekanan dan temperatur udara standar(76 cmHg, 25 °C) titik didih air sebesar 100 °C.

Praktikum kimia dasar 2012

Titik beku merupakan suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatnya, atau dengan kata lain titik beku adalah suhu dimana pada suhu tersebut, zat cair berubah menjadi padat. Sebagai contoh, suhu air ketika air tersebut berubah menjadi es disebut titik beku air. Sama halnya dengan titik didih, titik beku suatu pelarut dalam larutannya juga bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan sifat pelarut tersebut. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0°C karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Keberadaan zat terlarut dalam suatu larutan menyebabkan terjadinya penurunan tekanan uap jenuh pelarutnya dalam larutan tersebut dan hal ini menyebabkan titik beku larutan berkurang. Besarnya pengurangan titik beku suatu pelarut dalam larutannya tersebut kemudian dikenal dengan sebagai penurunan titik beku (êTf). Jika zat telarutnya merupakan zat non elektrolit, maka penurunan titik bekunya sebanding dengan molalitas larutan (m). Kapur barus atau kamper adalah zat padat berupa lilin berwarna putih dan agak transparan dengan aroma yang khas dan kuat.[1] Zat ini adalah terpenoid dengan formula kimia C10H16O. Zat ini ditemukan dalam kayu tanaman jenis pohon laurel kamper (Cinnamomum camphora), pohon besar yang ditemukan di Asia, terutama di Sumatera, Kalimantan dan Taiwan, juga pohonDryobalanops aromatica, pohon besar yang tumbuh di hutan Kalimantan. Kamper juga dapat disadap dari pohon-pohon jenis lain dari keluarga laurel, misalnyaOcotea usambarensis. Daunrosemary kering (Rosmarinus officinalis), dan keluarga tanaman mint lainnya juga mengandung hingga 20% kamper. Kapur barus juga dapat dibuat secara sintetis dari terpentin. Zat ini biasanya digunakan sebagai wewangian, sebagai bumbu makanan (hanya di India), serta sebagai cairan pembalseman, untuk keperluan obat-obatan, kimia, ataupun upacara keagamaan. Bahan pembuat kamper utama di Asia adalah selasih kamper. Naftalena adalah hidrokarbon kristalin aromatik berbentuk padatan berwarna putih dengan rumus molekul C10H8 dan berbentuk dua cincin benzena yang bersatu. Senyawa ini bersifat volatil, mudah menguap walau dalam bentuk padatan. Uap yang dihasilkan bersifat mudah terbakar. Naftalena paling banyak dihasilkan dari destilasi tar batu bara, dan sedikit dari sisa fraksionasi minyak bumi.

Praktikum kimia dasar 2012

Senyawa ini bersifat volatil, mudah menguapwalau dalam bentuk padatan. Uap yang dihasilkan bersifat mudahterbakar. Naftalena paling banyak dihasilkan dari destilasi tar batu bara, dan sedikit darisisa fraksionasi minyak bumi. Naftalena merupakan suatu bahan keras yang putih dengan bau tersendiri, dan ditemui secara alami dalam bahan bakar fosil seperti batu bara danminyak. Naftalena adalah salah satu komponen yang termasuk benzena aromatik hidrokarbon, tetapitidak termasuk polisiklik. Naftalena memiliki kemiripan sifat yang memungkinkannyamenjadi aditif bensin untuk meningkatkan angka oktan. Sifat-sifat tersebut antara lain: sifat pembakaran yang baik, mudah menguap sehingga tidak meninggalkan getah padat pada bagian-bagian mesin. Penggunaan Naftalena sebagai aditif memang belum terkenal karenamasih dalam tahap penelitian. Sampai saat ini memang belum diketahui akibat buruk penggunaan naftalena terhadap lingkungan dan kesehatan, namun ia relatif aman untuk digunakan.Satu molekul napthalena merupakan perpaduan dari sepasang cincin benzena. Naftalenamerupakan salah satu jenishidrokarbon polisiklik aromatik . Ada dua set atom hidrogensetara: posisi alpha (posisi 1, 4, 5, dan 8), dan posisi beta (posisi 2, 3, 6, dan 7) padagambar di

bawah. Sesuai dengan ikatan valensinya, napthalena mempunyai tiga struktur resonansi yaitu :Seperti benzena, naftalena dapat mengalamisubstitusi aromatik elektrofilik . Pada sebagian besar reaksi substitusi aromatik elektrofilik, naftalena bereaksi dalam kondisi lebih ringandaripada benzena. Sebagai contoh, benzena ataupun napthalena bila beraksi dengan klorindengan menggunakan besi klorida atau aluminium klorida sebagai katalis, naftalena danklorin dapat bereaksi untuk

Praktikum kimia dasar 2012

membentuk 1-chloronaphthalena bahkan tanpa menggunakankatalis. Benzena dan naphthalene juga dapat dialkilasi menggunakanreaksi Friedel-Crafts,naftalena juga dapat dialkilasi dengan mereaksikannya dengan alkena atau alkohol, menggunakansulfatatauasam fosfatsebagai katalis. Sifat Fisik Massa molar 128,17052 g Kepadatan 1,14 g / cm ³ Titik lebur 80,26 ° C, 353 K, 176 ° F Titik didih 218 ° C, 491 K, 424 ° F Kelarutan dalam air 30 mg / L

Kesimpulan

:

Dari percobaan yang telah di lakukan yaitu tentang sifat kolegatif larutan kita dapat mengetahui tentang cara penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih, penurunan titik beku, dan tekanan osmotic dari berbagai macam sampel. Dalam percobaan penentuan titik beku naftalen (Tf) adalah -1,2920C. Pada percobaan penurunan titik beku belerang dan naftalen dapat mengetahui titik beku (Tf) adalah 2,312 0C dan titik beku belerang adalah -1,02 0C. Di percobaan penentuan titik didih gula kita dapat mengetahui kenaikan titik didih( Tb) = 30C dan konsentrasi sukrosa (kb) adalah 200C/mol

DAFTAR PUSTAKA

S. Turmala Ella, Dra, M.S.dan Nurminabari, S. Ina, Ir, M.Sie.2012. Penuntun Praktikum Kimia Dasar, Universitas Pasundan : Bandung Anonim., perbedaan natalen dan kamper fthttp://www.google.com. Accessed, 26 desember 2012. Brady. E. James.1998; Kimia Universitas Asas dan Struktur, Bina Aksara, Jakarta.

Praktikum kimia dasar 2012

Praktikum kimia dasar 2012